Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 8282

Proyek Ibu Kota Negara Baru Era Presiden Jokowi, Potensi Mangkrak

0
Ilustrasi ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Antara)

batampos – Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) telah disahkan menjadi Undang-Undang (UU) di rapat paripurna DPR RI, Selasa (18/1). Ibu kota baru resmi pindah ke Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur. Secara keseluruhan, dana yang dibutuhkan untuk ibu kota baru sekitar Rpp466 triliun-Rp486 triliun.

Mengutip ikn.go.id, pemerintah hanya akan menggunakan porsi APBN untuk pembangunan ibu kota baru sebesar 19 persen dari total dana yang dibutuhkan. Hal ini berarti dana yang akan digelontorkan dari APBN sekitar Rp80 triliun.

Selebihnya, pemerintah mengandalkan swasta lewat kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sebesar Rp252,5 triliun atau 54,2 persen. Lalu, investasi swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp123,2 triliun atau 26,4 persen.

Proses pembangunan IKN akan memakan waktu cukup panjang. Tepatnya, mulai dari tahun ini hingga 2045 mendatang. Pada tahap pertama, pemerintah akan fokus pada pembangunan jalan dan pelabuhan dalam membangun ibu kota baru. Proses pembangunan akan dinakhodai oleh Kementerian PUPR.

Terkait hal ini, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda berpendapat pembahasan soal ibu kota baru terlalu cepat. Ia sangsi target pemerintah memindahkan status ibu kota ke Kalimantan Timur tercapai pada 2024 mendatang.

Bukan apa-apa, pemerintah hanya punya waktu kurang dari tiga tahun mewujudkan target tersebut. Sementara, belum ada kepastian mengenai pembiayaan ibu kota baru. Memang, pemerintah sudah merinci porsi pembiayaan yang akan ditanggung negara hingga swasta. Namun, tak ada kejelasan siapa saja pihak swasta yang akan berinvestasi di proyek ibu kota.

“Saya rasa porsi APBN untuk IKN masih bisa berubah atau naik dari 19 persen. Hal ini sangat bergantung dengan investasi swasta yang masuk ke IKN,” ungkap Nailul.

Jika tak ada pihak swasta yang mau berinvestasi di IKN, maka porsi APBN untuk membiayai IKN semakin besar. Hal ini akan membahayakan fiskal pemerintah.
Pasalnya, pemerintah juga sedang berjuang menurunkan defisit APBN agar kembali ke level 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2023 mendatang.

Selain itu, negara juga butuh dana besar untuk penanganan covid-19. Pemerintah masih harus menyalurkan banyak bantuan sosial (bansos) dan insentif demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kalau tak pintar-pintar memilih prioritas, bisa-bisa dompet negara jebol. Sementara, belum ada kepastian apakah sudah ada pihak swasta yang benar-benar berminat berinvestasi di ibu kota baru CNNIndonesia.com berupaya menghubungi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa untuk menanyakan apakah sudah ada kepastian dari pihak swasta berinvestasi di ibu kota baru, tetapi belum ada respons hingga berita ini diturunkan.

“Jika APBN tidak mampu kemudian investor tidak tertarik dengan pembiayaan IKN, maka proyek ini akan mangkrak dan menjadi museum pembangunan terbengkalai paling besar di Indonesia,” jelas Nailul.

Bahkan, ia menilai nasib pembangunan ibu kota baru berpotensi sama dengan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sarana Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang.

Megaproyek zaman mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mangkrak setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan oleh mantan menteri pemuda dan olah raga (menpora) Andi Mallarangeng.Berdasarkan hitungan BPK, total kerugian negara dari proyek Hambalang mencapai Rp706 miliar yang didapat dari hasil audit investigasi pada 2012 hingga 2013. (*)

Reporter: JP Group

Suku Bunga Meningkat di AS, Nilai Rupiah Terpuruk

0
ILUSTRASI: Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendapatkan tekanan dari kondisi moneter AS yang baru saja menaikkan suku bunga. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI), posisi rupiah ada di level Rp 14.323 per dolar AS pada Selasa (18/1).

”Nilai tukar rupiah kemungkinan masih akan mendapatkan tekanan terhadap dolar AS dari kenaikan yield obligasi pemerintah AS hari ini,” ujar Analis Keuangan Ariston Tjendra kepada JawaPos.com (grup Batam Pos, red).

Ariston menjelaskan, Yield obligasi pemerintah AS terus menanjak pada perdagangan kemarin karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS sebanyak tiga atau empat kali yang digaungkan oleh para pejabat Bank Sentral AS. ” Yield obligasi tenor 10 tahun sudah naik ke kisaran 1,82 persen, yang tertinggi sejak Januari 2020,” sebutnya.

Menurutnya, kenaikan inflasi konsumen AS bulan Desember di 7 persen secara tahunan atau year on year memaksa Bank Sentral AS untuk mempercepat kebijakan pengetatan moneternya. “Pengetatan moneter akan mendorong penguatan dolar AS karena bank sentral menarik likuiditas dollar di pasar,” jelas Ariston.

BACA JUGA: Mudah Investasi Sukuk Tabungan ST008

Sementara dari dalam negeri, lanjut Ariston, surplus neraca perdagangan Desember 2021 tidak sesuai ekspektasi pasar. Surplus hanya sekitar USD 1 miliar, di bawah ekspektasi yang sebesar USD 3 miliar.

” Penyebabnya karena pertumbuhan ekspor di bawah pertumbuhan impor. Bila tren berlanjut, neraca perdagangan bisa defisit dan ini tidak menguntungkan rupiah,” ungkapnya.

Disisi lain, Ariston menambahkan, perkembangan pandemi Covid-19 juga masih diwaspadai pelaku pasar. Walaupun Omicron hanya menimbulkan gejala ringan tapi penyebaran yang meluas menimbulkan pembatasan aktivitas ekonomi di beberapa negara besar. Hal ini bisa mendorong pelaku pasar mencari aman dalam aset dolar AS. ”Potensi pelemahan rupiah ini bisa terpuruk ke kisaran 14.350-14.380 dengan potensi support di kisaran 14.300,” tutupnya. (*)

Rossa Bahagia, Lagu-lagunya Paling Banyak Didengar

0
ROSSA (ROSSA FOR JAWA POS)

batampos – Penyanyi Rossa tahun ini memasuki 25 tahun berkiprah di blantika musik. Bukannya bosan, penikmat musik tanah air malah makin sering mendengarkan lagu-lagu penyanyi yang memiliki nama panjang Sri Rossa Roslaina Handiyani ini.

Platform musik streaming JOOX dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, Rossa adalah penyanyi wanita yang paling banyak didengar lagu-lagunya selama 2 tahun berturut-turut melalui platformnya.

Baca juga : Avril Lavigne Kembali ke Pop Punk

Sehingga sebagai bentuk penghargaan sekaligus apresiasi kepada Rossa, ia pun didapuk sebagai Artist of The Month di bulan Januari 2022.

Pada bulan ini, sang Diva akan mengajak para penggemar baik di Indonesia dan Malaysia untuk mengobrol dan karaokean bareng melalui fitur JOOX Rooms pada 20 Januari 2022, pukul 20:00 WIB. Sedangkan sesi kedua akan digelar di akhir bulan ini.

Spesialnya di bulan ini, para penggemar Rossa juga dapat menikmati seluruh lagu milik idolanya dengan memutar playlist Best of Rossa.

Mendapat apresiasi dari platform musik streaming, Rossa mengaku senang sekali. Ini menjadi wadah dirinya untuk berinteraksi secara langsung dengan penggemar.

Baca juga : Prangko Khusus The Rolling Stone Persembahan dari Royal Mail

”Seneng banget akhirnya ada platform musik yang tidak hanya menyediakan katalog streaming musik yang lengkap, tapi juga ada chat room yang lebih bisa mendekatkan antara si artis dan penggemarnya,” tuturnya.

Rossa juga menyampaikan terima kasih lagu-lagunya disukai oleh banyak orang khususnya generasi muda.

”Semoga kalian tidak akan bosan dengerin lagu-lagu aku dan semoga lagu-lagu aku bisa selalu menemani suasana hati kalian,” terang Rossa. (*)

Reporter : Jpgroup

 

UMKM Penerima KUR Meningkat Jadi 7,4 Juta Debitur

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech dalam acara KUR Award 2021 di Jakarta, Selasa (18/01). (istimewa)

batampos – Salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 berasal dari aktivitas ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di masa pandemi Covid-19 ini, pemulihan UMKM menjadi salah satu program utama Pemerintah dan diwujudkan melalui dukungan kebijakan terhadap UMKM dan korporasi dengan anggaran yang mencapai Rp 162,40 triliun dari total anggaran dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 yang mencapai Rp 744,77 triliun.

“Berbagai kebijakan Pemerintah untuk memulihkan UMKM antara lain Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) dan tambahan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 3%,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech dalam acara KUR Award 2021 di Jakarta, Selasa (18/01).

Dengan suku bunga KUR 3 persen maka pertumbuhan KUR pada tahun 2021 meningkat pesat hingga mencapai 41,9 persen dengan realisasi penyaluran KUR tahun 2021 yang mencapai Rp 281,86 triliun, atau sekitar 98,9 persen dari perubahan target tahun 2021 sebesar Rp285 triliun, dengan Non Performing Loan (NPL) yang relatif rendah sebesar 0,98 persen.

Peningkatan yang terjadi tidak hanya pada nominal penyaluran KUR, namun juga pada jumlah UMKM penerima KUR yang meningkat dari sebesar 6,1 juta debitur pada tahun 2020 menjadi 7,4 juta debitur pada tahun 2021.

“Tahun 2022 ini, Pemerintah kembali meningkatkan plafon KUR menjadi Rp 373,17 triliun dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3% persen sehingga suku bunga KUR 3 persen berlanjut hingga akhir Juni 2022,” ujar Menko Airlangga.

Pencapaian yang positif pada program KUR ini tidak terlepas dari kerja sama yang kuat di antara para pihak yang telah mendukung KUR yakni 14 Menteri dan Kepala Lembaga teknis anggota Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, seluruh kepala daerah, penyalur dan penjamin KUR.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan beberapa hal untuk pengembangan UMKM pada masa yang akan datang. Pertama, kepada Lembaga Penyalur agar memberikan kemudahan dan memperluas akses pembiayaan kepada UMKM sesuai dengan Peraturan Menko Perekonomian (Permenko) terkait KUR.

Kedua, Menko Airlangga meminta agar Pemerintah Daerah mengunggah data UMKM yang potensial pada Sistem Informasi Kredit Program. Ketiga, Kementerian/Lembaga diharapkan dapat membuat petunjuk teknis pemberian KUR di sektornya masing-masing yang sejalan dengan Permenko tersebut.

Keempat, agar setiap K/L dan Pemda membuat program korporatisasi UMKM antara lain dengan program one village one product dengan pola pengelolaan secara cluster yang basis pembiayaannya menggunakan KUR khusus.

Menutup sambutannya, Menko Airlangga mengucapkan selamat kepada para pemenang Penyalur KUR, Penjamin KUR, Pemerintah Daerah dan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Kementerian Keuangan pendukung Program KUR. Diharapkan melalui pemberian penghargaan ini dapat meningkatkan kinerja dan capaian dalam program KUR sehingga UMKM dapat lebih maju lagi dan berdaya saing tinggi.

Penghargaan yang diserahkan dalam KUR Award 2021 antara lain Penyalur KUR terbaik, Penjamin KUR terbaik, Pemerintah Daerah terbaik, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan terbaik dalam rangka mendukung program KUR tahun 2021.

Sebagai informasi, untuk kategori Penyalur KUR Terbaik dari Bank Umum diraih oleh Bank Rakyat Indonesia, dari Bank Daerah diraih oleh BPD Bali, dan dari Lembaga Keuangan Non Bank diraih oleh Koperasi Guna Prima Dana. Untuk kategori Penjamin Kredit terbaik diraih oleh Jaminan Kredit Indonesia.

Sementara itu, provinsi dengan KUR terbaik diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk kabupaten/kota di wilayah Pulau Jawa dengan KUR terbaik diraih oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan, dan untuk kabupaten/kota di luar wilayah Pulau Jawa dengan KUR terbaik diraih oleh Pemerintah Kabupaten Mesuji. (*)

Reporter: map/fsr

Begini Cara Mengolah Bunga Turi

0
Bunga turi. Banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh. f. sehatq.com

batampos – Bunga Turi yang banyak tumbuh di kawasan India dan Asia Tenggara termasuk Indonesia banyak manfaatnya.

Menurut Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, selain berkhasiat sebagai penangkal radikal bebas atau antioksida, bunga turi juga bisa melindungi liver dan meningkatkan imunitas.

Cara mengolahnya pun tergolong mudah. Masyarakat Indonesia mengenal bunga turi sebagai salah satu sayuran untuk pecel maupun urap.

Baca juga : Khasiat Bunga Turi, Dari Antioksidan Hingga Pelindung Fungsi Liver

Berikut cara mngolah bunga turi:
1. Pilih bunga turi segar berwarna putih atau merah sesuai selera.

2. Buang bagian dalam bunga untuk mengurangi rasa pahit. Jika mau disertakan juga tidak apa-apa. Karena kebanyakan bunga turi yang dijual di pasar tradisional masih dalam bentuk kuncup seperti bulan sabit.

3. Rebus bunga turi dalam api sedang hingga mendidih dan bunga lembek, saring, tiriskan.

4. Sajikan turi bersama rebusan sayur lain sesuai selera. Nikmati dengan bumbu pecel atau bumbu urap.

Untuk mendapatkan khasiatnya, kita hanya perlu mengonsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur. (*)

Reporter : Jpgroup

Petenis Unggulan Berguguran di Babak Pertama Australia Terbuka

0
Leylah Fernandez gagal melewati babak pertama Asutralia Terbuka 2022 setelah tumbang di tangan petenis wildcard Maddison Inglis. (MICHAEL ERREY/afp)

batampos – Para petenis unggulan di tunggal putri harus menelan pil pahit pada fase awal grand slam Australia Terbuka 2022. Mereka kemarin (18/1) langsung tumbang di babak pertama.

Mulai dari juara grand slam Australia Terbuka 2020 Sofia Kenin, juara grand slam tiga kali Angelique Kerber, juara Wimbledon dua kali Petra Kvitova, sampai finalis grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka 2021 Leylah Fernandez.

Bagi Fernandez, hasil itu seperti mengembalikannya ke bumi menjejak tanah.

Empat bulan lalu dia menerima pujian setinggi langit. Juga menikmati sorotan dunia sebagai rising star dengan keberhasilan menembus final ajang mayor pertamanya di AS Terbuka.

Kemarin (18/1) petenis 19 tahun asal Kanada tersebut harus mengakui keunggulan petenis wild card asal Inggris Maddison Inglis. Ranking ke-127 dunia itu menaklukkan Fernandez dua set langsung 6-4, 6-2.

Hasil tersebut semakin mengukuhkan rekor buruknya setiap kali tampil di Melbourne Park.

Sejak keikutsertaannya kali pertama di ajang itu, langkahnya selalu langsung terhenti di babak pertama.

Sementara itu, bagi Inglis, hasil tersebut menjadi sejarah terbesar untuk sementara dalam kariernya. Dalam tiga penampilan sebelumnya di babak utama grand slam, petenis 24 tahun itu selalu langsung tumbang di laga awal.

’’Ini kemenangan pertamaku di babak utama (ajang grand slam, Red). Jadi, aku memang sudah menanti-nanti momen ini sangat lama,’’ ucap Inglis dilansir ABC News.

Sementara itu, Kvitova menjadi petenis top lain yang juga sudah harus angkat koper dari Melbourne. Itu setelah mantan ranking kedua dunia tersebut takluk di tangan Sorena Cirstea dua set langsung 2-6, 2-6.

Petenis Rumania itu menaklukkan Kvitova hanya dalam tempo 72 menit.

’’Kekalahan ini sungguh menyakitkan. Aku mempersiapkan semuanya untuk ajang ini cukup lama,’’ ucap Kvitova dilansir BBC.

’’Tapi, musim masih panjang. Aku harap akan ada titik balik,’’ tambah petenis 31 tahun asal Republik Ceko tersebut. (*)

 

Reporter: JPGroup

Kejaksaan Langsung Ajukan Banding Soal Heru Hidayat Tak Divonis Mati

0
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan Kejagung mulai mendalami kasus dugaan korupsi Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tahun 2015-2021. (dok JawaPos.com)

batampos – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menyatakan banding atas vonis nihil terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Heru Hidayat. Kejaksaan menilai, putusan majelis hakim terhadap Heru Hidayat tidak berpihak dan telah mengingkari rasa keadilan masyarakat.

Upaya banding ini ditempuh lantaran hakim tidak menjatuhkan hukuman mati terhadap Heru. Padahal, menurut pihak Kejaksaan, Heru telah terbukti melakukan korupsi dan merugikan keuangan negara dalam kasus PT. ASABRI. Sebelumnya, Heru juga sudah divonis seumur hidup dalam kasus korupsi PT. Asuransi Jiwasraya.

“Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah memerintahkan Penuntut Umum untuk segera melakukan upaya perlawanan Banding,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Rabu  (19/1).

Leonard merinci, Heru Hidayat sudah merugikan negara sebesar Rp 39,5 triliun dari dua kasus korupsi, yakni kasus PT. Asuransi Jiwasraya sebesar Rp 16,7 triliun dan PT. ASABRI sebesar Rp 22,78 triliun.

“Pada putusan sebelumnya pada kasus PT. Asuransi Jiwasraya, terdakwa divonis pidana penjara seumur hidup, sementara dalam perkara PT. ASABRI yang menimbulkan kerugian negara yang lebih besar, terdakwa tidak divonis pidana penjara,” sesal Leonard.

Terlebih, Heru Hidayat dalam perkara PT. Asuransi Jiwasraya sedang mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK). Apabila mendapatkan potongan hukuman, maka Heru Hidayat akan mendapatkan hukuman yang sangat ringan.

“Artinya, Majelis Hakim tidak konsisten dalam pertimbangan hakim terhadap terdakwa yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi namun tidak diikuti dengan menjatuhkan pidana penjara,” tegas Leonard.

Dalam putusannya, Heru Hidayat divonis nihil oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Heru Hidayat terbukti terlibat dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan investasi PT. ASABRI yang merugikan keuangan negara Rp 22,7 triliun.

Vonis nihil ini artinya tidak ada penambahan hukuman pidana penjara, lantaran hukuman yang diterima oleh terdakwa dalam kasus sebelumnya jika diakumulasi sudah mencapai batas angka maksimal yang diperbolehkan oleh ketentuan Undang-Undang. Karena Heru Hidayat telah divonis seumur hidup dalam kasus korupsi PT. Asuransi Jiwasraya.

Heru Hidayat tetap dibebankan hukuman tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 12,6 triliun. Hukuman Heru Hidayat ini lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU, yakni pidana hukuman mati. (*)

Reporter: JP Group

Ada Sistem dan Prosedur Dana Hibah yang Salah

0
dana hibah rp 54 m naik rp 900 juta m 44372
Ilustrasi. jpg

batampos – Kepala Inspektorat Daerah Provinsi Kepri, Irmendes mengatakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya sistem dan prosedur yang salah terkait pengelolaan dana hibah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri. Menurutnya, Inspektorat Kepri sudah menindaklajuti temuan tersebut.

“Yang jelas, kami di Inspektorat Daerah sudah menindaklajuti temuan dari Inspektorat Daerah. Salah satu temuannya adalah terkait sistem dan prosedurnya, karena dinilai salah,” ujar Irmendes, Selasa (18/1) di Tanjungpinang.

Menurutnya, penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan Polda Kepri dibantu Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Disinggung mengenai adanya sejumlah organisasi yang mengembalikan dana hibah tersebut? Ditegaskannya, pengembalian dalam proses lidik akan menghapus perkara hukum.

“Namun untuk pengembalian pada waktu penyidikan, tidak akan menghapus proses hukum. Berapa banyak yang mengembalikan tentunya masuk ke kas daerah,” tegasnya.

Baca Juga: 12 Penerima Hibah dan Bansos Diperiksa di Mapolda Kepri

Lebih lanjut Irmendes mengatakan, proses hukum yang sedang dilakukan penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Kepri sudah pada tempatnya. Pihaknya juga tidak akan melakukan intervensi atas upaya hukum yang sedang berjalan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh penyidik Polda Kepri,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu organisasi penerima dana hibah tersebut mengatakan, pihaknya sempat melaksanakan kegiatan. Namun karena aturan tentang pembatasan kegiatan disaat pandemi Covid-19, kegiatan menjadi tidak tuntas. Menyikapi hal ini, pihaknya sudah mengembalikan anggaran tersebut.

“Sudah kami kembalikan, yang jelas kegiatan kami ada dan tidak fiktif. Hanya saja, tidak tuntas karena disebabkan pandemi Covid-19,” ujar pria yang minta namanya tidak korankan tersebut, kemarin di Tanjungpinang.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan Rp 4,7 miliar dana hibah bermasalah yang dikeluarkan oleh Pemprov Kepri melalui sejumlah kegiatan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri lewat APBD Kepri TA 2020 lalu. Temuan tersebut menjadi laluan bagi penyidik Polda Kepri untuk membongkar adanya dugaan praktik korupsi dalam pencairan dana hibah tersebut.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) terhadap pelaksanaan APBD Kepri TA 2022 menemukan ada 31 organisasi penerima dana hibah dinyatakan bermasalah. Karena tidak didukung dengan bukti kegiatan yang lengkap.

Dalam laporan tersebut, BPK menjelaskan sejumlah persoalan yang menyatakan penggunakan dana hibah di Dispora Kepri tersebut bermasalah. Salah satunya adalah tidak terdapat pembentukan Tim Evaluasi Proposal Hibah.

Kemudian proses verifikasi proposal hanya dilakukan atas kelengkapan administrasi, dan laporan pertanggungjawaban penggunaan tidak dipertimbangkan dalam pencarian dana hibah tersebut.

Tindakan tersebut mengakibatkan anggaran sebesar Rp 4,7 miliar yang masuk dalam belanja hibah Dispora Kepri kepada 31 Organisasi dinyatakan bermasalah. Karena dalam proses pemeriksaan ditemukan ada 19 orang yang bukan merupakan pengurus dalam Organisasi, Perkumpulan, dan Yayasan, namun mendapatkan bagian dana hibah ini.

BPK juga memberikan catatan, ke 19 orang penerima ratusan juta dana hibah dari APBD Kepri ini, juga tampil sebagai wasit, juri, dan bahkan juara dalam berbagai pertandingan dan lomba yang diselenggarakan dengan dana hibah dari APBD Kepri TA 2020 tersebut. (*)

Reporter: JAILANI

Memakai Masker Membuat Penampilan Lebih Menarik

0

 

Ilustrasi – Masker. ANTARA/Pexels.

batampos – Siapa bilang memakai masker membuat penampilan jadi tidak menarik? Sebuah penelitian di Cardiff University memiliki temuan yang menarik terkait pemakaian masker.

Penemuan ini dianggap menarik karena sebelum Maret 2020, penelitian menunjukkan masker mengurangi daya tarik seseorang. Dan setelah masa pandemi dan hampir dua tahun memakai masker, penilaian tersebut ternyata berubah.

Peneliti dari Cardiff University menilai bagaimana tipe masker berbeda bisa ”mengubah daya tarik” di antara kelompok yang terdiri dari 40 pria.

Perempuan dalam penelitian ini menilai setiap wajah pria dalam empat skenario: tanpa masker, saat memakai masker kain, memakai masker medis biru dan memegang buku bersampul hitam yang menutupi area yang biasa ditutupi masker.

Peneliti menemukan masker medis biru membuat pemakainya terlihat paling menarik. Dan para pria dinilai terlihat lebih baik dengan penutup wajah yang menyelubungi bagian bawah wajah mereka.

”Ini mungkin karena kita terbiasa melihat pekerja kesehatan memakai masker biru dan kita mengasosiasi ini dengan orang-orang yang peduli atau memiliki profesi medis,” kata Dr. Michael Lewis dari School of Psychology Cardiff, dalam keterangannya, dikutip dari CBS46 melalui Antara pada Rabu (19/1).

Pandemi yang masih belum usai menjadikan orang merasa rapuh. ”Kita mungkin berpikir pemakaian masker medis membesarkan hati, dan merasa lebih positif kepada orang yang memakainya,” kata Michael Lewis.

Peneliti yakin pandemi telah mengubah bagaimana pandangan tentang orang yang memakai masker. ”Alih-alih berasumsi seseorang punya penyakit, kita jadi lebih cenderung berpikir mereka peduli atas kesehatan orang lain,” pungkasnya. (*)

Reporter : Antara

BAP DPD RI Lakukan Mediasi Penyelesaian Kasus Pembayaran Hak Eks Karyawan Merpati

0

batampos – Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas tindak lanjut permasalahan pembayaran pesangon PHK dan dana pensiun eks karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (PT MNA), Rabu (19/1). Dalam RDP tersebut, BAP DPD RI mendorong adanya penyelesaian permasalahan pembayaran tersebut oleh Kementerian BUMN dan PT. Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA).

“BAP DPD RI merekomendasikan kepada PT PPA selaku penerima kuasa dari Kementerian BUMN untuk melakukan rapat atau pertemuan dengan melibatkan Paguyuban Pegawai Eks Merpati, semua perwakilan yang terkait dengan permasalahan tersebut, serta manajemen PT MNA dalam rangka percepatan penanganan pembayaran hak-hak eks karyawan PT MNA paling lambat satu bulan setelah RDP hari ini,” ucap Ketua BAP DPD RI Bambang Sutrisno.

Dalam RDP tersebut, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelolaa Aset (PT PPA) Yadi Jaya Ruchandi menjelaskan bahwa saat ini PT MNA memiliki aset setotal Rp 640 miliar sedangkan kewajiban hutang yang dimiliki senilai Rp 10,9 triliun. Dirinya pun mengusulkan, ketika PT MNA dipailitkan, aset yang dimiliki akan dijual dan dibagikan kepada setiap kreditur yang ada, termasuk eks karyawan PT MNA.

“Bisa ga kita berbagi. Kalau berbagi, yang penting ada solusi yang bisa diterima semua pihak. Tentunya harus ada dukungan dari berbagai macam stakeholder, termasuk BPK karena terkait dengan proses audit,” ucapnya

Sementara itu, perwakilan dari Paguyuban Pegawai Eks Merpati (PPEM) Ery Wardhana mengatakan bahwa sejak mereka di-PHK, terdapat hak pesangon dan pensiun yang belum dibayarkan sampai saat ini. Ery menjelaskan bahwa saat ini terdapat 1.233 pegawai eks PT MNA yang belum memperoleh hak-haknya dengan total sekitar Rp 318,17 miliar. Dirinya mengaku telah menempuh ke berbagai proses hukum dan instansi, hanya belum membuahkan hasil. Ery menilai hanya kebijakan dari pemerintah yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Ketika Merpati pailit, hak pesangon kami tidak akan dibayarkan, karena 1.233 orang adalah kreditur konkruen. Jika ini terjadi, saya pastikan, hak dan pesangon teman-teman tidak akan dibayar. Karena sudah disampaikan aset yang ada hanya Rp 640 miliar, sementara hak kita Rp 319 miliar,” tukasnya dalam RDP yang juga menghadirkan dari Kementerian BUMN ini.

Dalam kesempatan yang sama, Senator dari Sumatera Barat Alirman Sori menilai, hal yang harus dilakukan adalah untuk menghimpun data-data terkait dari berbagai pihak untuk dilakukan sinkronisasi. Data-data tersebut akan disampaikan kepada Pimpinan DPD RI dan menentukan langkah penyelesaian sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tidak ada pihak yang disalahkan dan tidak ada pihak yang dibenarkan, tetapi ada kewajiban tugas dan tanggung jawab terhadap perlindungan hak-hak yang harus diterima sesuai dengan aturan main yang sudah menjadi keputusan,” jelasnya.

Sementara itu, Senator dari Maluku Mirati Dewaningsih berharap agar RDP kali ini menjadi momen bersama untuk menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Dirinya menilai setiap hak yang ada dalam permasalahan ini harus dipenuhi karena merupakan amanat undang-undang.

“Sebenarnya jika tiga ini (PT PPA, Kementerian BUMN, dan PPEM) sudah bertemu, sudah lampu hijau menurut saya. Solusi yang diharapkan oleh PT PPA untuk berbagi, saya rasa harus duduk bersama,” kata Mirati. (*)