Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 83

BNPB Ingatkan Warga Indonesia Waspada Cuaca Ekstrem Mulai 25-27 April 2026

0
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Dok. JawaPos)

batampos – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Imbauan itu dikeluarkan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dengan intensitas sedang sampai lebat di sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu (25/4) sampai Senin (27/4).

”Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi pada Sabtu (25/4).

BNPB, lanjut Abdul Muhari mengimbau setiap keluarga untuk melakukan rencana kesiapsiagaan keluarga dan manfaatkan satu hari, yakni pada 26 April besok, untuk melakukan latihan kebencanaan bersama anggota keluarga. Dia pun menjelaskan beberapa langkah maupun latihan dapat dilakukan.

”Misalnya pemangkasan ranting-ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong-royong warga untuk membersihkan saluran air, latihan evakuasi mandiri hingga penyiapan tas siaga bencana apabila harus mengungsi sementara waktu,” ajaknya.

Hari ini, BNPB telah mendapat laporan peristiwa bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di wilayah Tapanuli Utara dan Takalar. Laporan itu menyebutkan, banjir melanda 3 desa di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (22/4), telah surut. Situasi dan kondisi saat ini sudah berangsur normal.

”Sebelumnya, peristiwa yang terjadi setelah hujan deras dan memicu banjir bandang ini melanda Desa Simangumban Julu, Aek Nabara dan Dolok Sanggul, di Kecamatan Simangumban,” kata dia.

Menurut Abdul Muhari, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait, dan warga setempat sudah melakukan pembersihan lumpur. Selain itu, alat berat juga dikerahkan untuk membuka akses jalan nasional Tarutung-Sipirok yang sempat tertutup material longsor.

”Atas peristiwa tersebut, sebanyak 200 kepala keluarga rumahnya terdampak. Dari jumlah rumah terdampak, sedikitnya 18 rumah mengalami rusak berat, empat rumah dan satu jembatan hanyut,” ungkapnya.

Di wilayah Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, situasi terkini pasca-angin kencang dipastikan sudah kondusif. Merujuk laporan BPBD setempat pada Jumat (24/4), tercatat 11 rumah warga rusak ringan dan 2 lainnya rusak sedang. Tidak ada laporan korban jiwa pasca bencana.

”Warga yang rumahnya terdampak telah melakukan pembersihan dan perbaikan darurat,” ucap dia.(*)

Artikel BNPB Ingatkan Warga Indonesia Waspada Cuaca Ekstrem Mulai 25-27 April 2026 pertama kali tampil pada News.

Ombudsman Minta Jalan Amblas di Atas Terowongan Pelita Segera Diperbaiki

0
Kepala Ombudsman RI perwakilan Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari. (istimewa)

batampos -Keluhan warga tentang jalan amblas di atas Terowongan Pelita, Batam, yang sempat viral di media sosial, berujung pada respons cepat Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau. Mereka turun langsung meninjau lokasi di Jalan Yos Sudarso, salah satu jalur utama dengan arus lalu lintas padat.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi jalan yang mengalami penurunan cukup signifikan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kontur jalan yang menurun, ditambah karakter sebagai jalur berkecepatan tinggi, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Infrastruktur BP Batam guna mempercepat penanganan.

“Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Direktur Infrastruktur BP Batam. Responsnya positif dan berkomitmen segera menindaklanjuti dengan membentuk tim teknis,” kata Lagat, Sabtu (25/4).

Menurut dia, BP Batam dijadwalkan mulai melakukan penanganan darurat dalam waktu dekat. Langkah awal difokuskan pada upaya jangka pendek untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mencegah potensi kecelakaan fatal.

Di saat bersamaan, tim teknis akan melakukan kajian lebih mendalam terkait penyebab amblesnya jalan, termasuk kemungkinan penurunan struktur tanah di sekitar terowongan. Kajian ini menjadi dasar untuk merancang perbaikan permanen dalam jangka panjang.

Ombudsman menilai respons cepat dari penyelenggara layanan publik menjadi krusial, mengingat Jalan Yos Sudarso merupakan salah satu urat nadi transportasi di Batam. Penanganan yang tepat tidak hanya menyangkut perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga menyangkut jaminan keselamatan masyarakat.

“Ini bagian dari kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi pengguna jalan,” ujar Lagat.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kualitas infrastruktur di kota industri seperti Batam, di tengah intensitas mobilitas yang tinggi dan tuntutan keselamatan publik yang kian meningkat.(*)

Artikel Ombudsman Minta Jalan Amblas di Atas Terowongan Pelita Segera Diperbaiki pertama kali tampil pada Metropolis.

Pesan Berantai Soal Begal Viral, Kapolresta Barelang Tegaskan akan Memperketat Patroli di Lokasi Rawan

0
Kapolres Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono. F.Cecep Maulana

batampos – Pesan berantai di media sosial yang berisi peringatan kepada pengendara agar waspada saat melintas di kawasan Mata Kucing, Tembesi, hingga Marina, Batam, viral di tengah masyarakat. Informasi tersebut menyebut adanya dugaan aksi pembegalan yang menyasar pengendara sepeda motor pada malam hari.

Dalam pesan yang beredar, disebutkan seorang perempuan yang baru pulang kerja dari kawasan Tiban dikabarkan sempat dikejar oleh pelaku yang diduga membawa senjata tajam saat melintas di jalur menuju Batuaji. Korban disebut berhasil selamat setelah mendapat perlindungan dari sebuah mobil yang berada tepat di belakangnya.

Pesan itu juga menyebutkan dugaan pelaku yang sama terlihat di kawasan Marina, tepatnya dari arah hotel resort menuju kawasan Tanjung Riau. Aksi tersebut disebut kerap terjadi di atas pukul 23.00 WIB saat kondisi jalan mulai sepi dari aktivitas warga.
Tak hanya itu, warga juga mengaitkan kejadian serupa dengan laporan sebelumnya di kawasan Simpang Basecamp. Dalam laporan lain, seorang pengendara yang disebut sebagai pekerja jasa pengantaran mengaku melihat pelaku membawa parang sambil menunggu calon korban di pinggir jalan.

Menanggapi keresahan warga tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono sebelumnya telah menegaskan kepada seluruh jajaran agar meningkatkan patroli serta pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminal jalanan.
“Saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk lebih giat melakukan patroli, pengawasan, dan penindakan terhadap aksi kenakalan remaja di jalanan maupun kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat,” ujar Anggoro dalam keterangannya.

Menurut Anggoro, wilayah Sekupang dan Batuaji menjadi dua kawasan yang masuk dalam pemetaan daerah rawan. Karena itu, pengawasan di dua wilayah tersebut harus dilakukan lebih serius, terutama pada malam hingga dini hari.

Selain menekankan patroli, Kapolresta juga mengingatkan peran penting keluarga dalam mencegah tindak kriminal. Ia meminta para orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak-anak agar tidak berkeliaran tanpa pengawasan pada malam hari.
“Jangan biarkan anak keluar rumah menggunakan kendaraan pada malam hari tanpa pengawasan. Ini untuk menghindari anak menjadi korban ataupun justru terlibat sebagai pelaku kejahatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan pihaknya telah meningkatkan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Mata Kucing bersama Polsek Sekupang. Patroli dilakukan pada jam rawan dengan sasaran pencegahan kejahatan 3C (curas, curat dan curanmor), premanisme, balap liar, serta gangguan kamtibmas lainnya melalui pemeriksaan kendaraan, identitas pengendara, dan penyampaian imbauan langsung kepada masyarakat.(*)

Artikel Pesan Berantai Soal Begal Viral, Kapolresta Barelang Tegaskan akan Memperketat Patroli di Lokasi Rawan pertama kali tampil pada Metropolis.

Penyelidikan Berlanjut, Polisi Tunggu Hasil Autopsi Kasus Kematian Wanita Muda di Batuaji

0
Polisi mengevakuasi jenazah wanita yang meninggal usai melahirkan di kos Perumahan Pendawa Asri, Batuaji, Selasa (7/4). f. Istimewa

batampos – Kepolisian Sektor Batuaji terus menindaklanjuti laporan keluarga terkait kematian wanita muda berinisial JP (21) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Perumahan Pendawa Asri, Batuaji. Laporan tersebut membuat polisi memperluas penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban dan bayinya.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan penyelidikan kini dilakukan lebih mendalam setelah keluarga korban melaporkan dugaan adanya unsur aborsi dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, setiap informasi baru dari keluarga akan menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan kasus.
“Laporan dari keluarga kami tindak lanjuti. Saat ini penyelidikan masih berjalan dan kami lakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang ada,” ujar Bayu saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4).

Sebagai bagian dari penyelidikan lanjutan, polisi telah melakukan ekshumasi terhadap makam korban dan bayi laki-laki yang sebelumnya ditemukan di dalam lemari kamar kos korban. Proses pembongkaran makam dilakukan untuk memastikan kondisi medis keduanya melalui pemeriksaan forensik.

Jenazah korban dan bayinya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi. Langkah tersebut diambil setelah pihak keluarga yang sebelumnya menolak autopsi akhirnya meminta dilakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih jelas.

Bayu menjelaskan, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan adanya unsur pidana karena masih menunggu hasil resmi dari tim forensik. Hasil autopsi nantinya akan menjadi dasar penting untuk menentukan arah penyelidikan berikutnya.
“Penyelidikan juga masih menunggu hasil autopsi setelah proses ekshumasi. Dari situ nanti akan terlihat apakah ada temuan yang mengarah ke unsur pidana atau tidak,” jelas Bayu.

Sementara itu, polisi masih memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan korban, termasuk orang terdekat dan penghuni sekitar lokasi kejadian. Dengan menunggu hasil autopsi serta pendalaman keterangan para saksi, polisi berharap dapat mengungkap secara terang peristiwa yang mengakhiri nyawa wanita muda tersebut.(*)

Artikel Penyelidikan Berlanjut, Polisi Tunggu Hasil Autopsi Kasus Kematian Wanita Muda di Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Kenali Ban Selip pada Motor dan Cara Mengantisipasinya di Jalan Raya

0

batampos – Kondisi ban selip (skid) masih menjadi salah satu risiko yang kerap dialami pengendara sepeda motor di jalan raya. Situasi ini terjadi ketika ban kehilangan daya cengkeram terhadap permukaan jalan, sehingga kontrol kendaraan berkurang dan berpotensi memicu kecelakaan.

Ada tiga kondisi ban selip pada kendaran ketika di jalan. Jika kita sudah mengenali ketiganya, maka pengendara kendaraan bisa dengan baik mengantispasi hal tersebut agar tidak terjadi dan bisa mengatasi jika mengalaminya.

1. Braking Skid, terjadi karena pengereman yang terlalu kuat, sehingga roda terkunci dan berhenti berputar. Kondisi ini bisa disebut sebagai Panic Braking atau melakukan pengereman yang salah. Ini karena pengendara kaget dan panik setelah mengetahui bahaya yang muncul tiba-tiba sehingga menarik tuas rem atau menginjak rem kuat-kuat. Padahal jika misalnya bahaya tersebut adalah sebuah objek yang ada di depan, dengan cara mengerem seperti itu, objek akan sulit dihindari dan akhirnya terjadi kecelakaan, karena ban kehilangan traksi dan kemudi tidak bisa dikendalikan.

2. Power Skid, ini terjadi karena membuka gas penuh dengan seketika (mendadak), atau ketika berada pada kondisi jalan berpasir atau tanah basah. Seharusnya dalam kondisi seperti ini, kita membuka gas secara bertahap.

3. Cornering Skid, yaitu hilangnya traksi ban pada jalan ketika kendaraan melalui tikungan. Hal ini diakibatkan karena traksi roda depan lebih kecil dibanding roda belakang ataupun sebaliknya. Sebaiknya kita kurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan.

Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, Christofer Valentino, menegaskan bahwa pencegahan ban selip dapat dilakukan melalui disiplin berkendara dan perawatan kendaraan yang tepat.

“Keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga bagaimana kita membaca kondisi jalan dan menjaga kesiapan kendaraan sebelum digunakan,” ujarnya.

Berikut Tips #Cari_Aman dari Christofer Valentino selaku Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri untuk meminimalisir terjadinya selip pada ban sepeda motor yang kita gunakan.

1. Cek Kondisi Fisik dan Tekanan Angin Ban
Kondisi ban yang jelek kerap menjadi sumber penyebab ban kehilangan traksi. Karena ketika karet ban sudah aus, maka daya cengkeram ke aspal juga akan berkurang. Ban yang sudah tidak layak pakai sehingga harus diganti biasanya memiliki ciri alur kembang yang menipis, tapak ban sejajar dengan Tread Wear Indicators (TWI) dan tidak nyaman saat dikendarai.

Selain kondisi fisik, tekanan angin pada ban juga memiliki faktor penting dalam menjaga daya cengkeram ke jalan. Tekanan angin ban yang terlalu keras akan membuat ban terasa tidak nyaman saat dikendarai, sehingga traksinya rendah. Sementara jika tekanan angin kurang, cengkeraman ban ke jalan memang lebih kuat namun kondisi ini membuat tarikan motor menjadi berat dan berimbas pada performa dan konsumsi bahan bakar, Maka dari itu, pastikan saat mengisi angin ban, ukurannya mengikuti tekanan yang disarankan pabrikan. Pabrikan juga tidak menyarankan kepada pemilik motor memodifikasi ban standar dengan ukuran yang lebih kecil. Karena rentan kehilangan traksi dan rentan terhadap benturan.

2. Kenali rute perjalanan
Meskipun motor sudah dalam kondisi prima, terkadang faktor kondisi jalan kerap menjadi penyebab roda ban kehilangan traksi sehingga kendaraan sulit di kontrol. Inilah pentingnya seorang pengendara disarankan untuk memahami rute jalan yang akan dia lewati, dan jika memungkinkan pilih rute dengan kondisi jalan yang tidak berbahaya. Hindari jalanan berpasir, berbatu, berlumpur, dan didominasi tanah atau genangan air. Karena kondisi medan seperti itu berisiko membuat ban selip atau kehilangan traksi.

3. Berkendara dengan kecepatan wajar dan terkendali
Teknik dan gaya berkendara seorang rider juga mempengaruhi performa traksi ban ke jalan. Semakin agresif gaya berkendara, dengan cara menarik tuas gas secara penuh secara tidak konstan dan sering melakukan rem mendadak atau hard braking, maka besar kemungkinan ban motor kehilangan traksi terutama saat berakselerasi di jalan licin. Oleh sebab itu, biasakan berkendara secara halus dan konstan dengan selalu mengedepankan keselamatan diri sendiri dan juga keselamatan pengguna jalan lain.

4. Manfaat fitur Keselamatan ABS dan HSTC
Dibeberapa produk sepeda motor Honda sudah banyak disematkan Fitur ABS misalnya, yang berfungsi mampu mencegah roda ban depan dan belakang terkunci saat pengendara mengerem secara mendadak atau hard braking. Dengan demikian, motor pun akan lebih mudah untuk dikendalikan.

Itu tadi beberapa Tips mengatasi slip pada ban motor dan ingat untuk selalu #Cari_aman selama berkendara dengan mematuhi rambu lalu lintas, marka jalan dan berkendaralah dengan kecepatan yang terkendali.

Dalam kesempatan terpisah, Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara menyampaikan Honda tetap berkomitmen dalam meningkatkan edukasi keselamatan berkendara di Masyarakat, baik dengan cara berikan edukasi melalui seminar atau berupa tips keselamatan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi berkelanjutan dan semangat Sinergi Bagi Negeri, kami berharap budaya berkendara aman semakin mengakar di masyarakat,” demikian pernyataan manajemen.

Dengan memahami risiko dan menerapkan teknik berkendara yang tepat, pengendara diharapkan dapat lebih waspada terhadap potensi ban selip serta turut menciptakan lalu lintas yang lebih aman bagi semua pengguna jalan. (*)

Artikel Kenali Ban Selip pada Motor dan Cara Mengantisipasinya di Jalan Raya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Jailani Resmi Pimpin AMSI Kepri Periode 2025-2028, Tekankan Media Rebut Kepercayaan Pembaca

0
Para pengurus AMSI dan undangan foto bersama. f. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengurus Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau periode 2025–2028 resmi dilantik pada Sabtu, (25/4) di Hotel Asia Link. Pelantikan itu menjadi penanda babak baru bagi organisasi yang menghimpun perusahaan media digital di daerah kepulauan tersebut, di tengah tekanan industri dan perubahan lanskap informasi yang kian cepat.

Jailani, yang terpilih melalui Konferensi Wilayah II AMSI Kepri pada Desember 2025, kini memimpin organisasi itu menggantikan Charles Sitompul. Dalam pidato perdananya, ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kerja kolektif untuk memulihkan sekaligus memperkuat relevansi media.

“Masa depan media bukan lagi soal siapa yang paling besar atau paling cepat, tapi siapa yang paling relevan dan dipercaya,” ujar Jailani di hadapan perwakilan media, pemerintah daerah, serta pengurus AMSI.

Ia menggambarkan tantangan media saat ini tidak hanya datang dari disrupsi teknologi, tetapi juga dari erosi kepercayaan publik. Dalam situasi itu, menurutnya, perusahaan media tak bisa lagi bertumpu pada satu model bisnis. Diversifikasi, inovasi konten, dan kedekatan dengan audiens menjadi syarat bertahan.

AMSI Kepri saat ini beranggotakan 12 perusahaan media, di antaranya Batampos, TribunBatam, Ulasan.co, hingga Batamnews. Jumlah itu menyusut dari sebelumnya 15 anggota, seiring tekanan ekonomi yang memukul industri media lokal.

Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, menilai kondisi tersebut mencerminkan realitas nasional. Ia mengingatkan bahwa sejak didirikan pada 18 April 2017 oleh 26 pemimpin redaksi media arus utama—termasuk Kompas, Detik, CNN Indonesia, Tempo, dan Kumparan—AMSI kini telah berkembang di 28 provinsi dengan sekitar 520 anggota.

Namun pertumbuhan itu tidak sepenuhnya diiringi ketahanan bisnis. “Ada media yang harus mundur karena tekanan ekonomi dan disrupsi industri,” kata Upi.

Di tengah situasi tersebut, AMSI mendorong sejumlah program untuk menjaga kualitas ekosistem informasi. Salah satunya adalah Gerakan CekFakta, yang sejak 2018 digagas untuk melawan hoaks dan disinformasi. Program ini melibatkan kolaborasi media, organisasi masyarakat sipil, hingga pemerintah.

Upi menekankan, visi AMSI adalah memastikan perusahaan media menghadirkan informasi yang sehat dan bermanfaat bagi publik. Karena itu, seluruh anggota diwajibkan telah terverifikasi oleh Dewan Pers—sebuah standar yang masih belum dipenuhi mayoritas media di Indonesia, yang jumlahnya mencapai ribuan.

Dari sisi pemerintah daerah, pelantikan ini disambut sebagai momentum memperkuat kemitraan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi, menilai media tetap memegang peran strategis di tengah banjir informasi digital.

“Tidak semua yang viral adalah kebenaran,” ujarnya. Ia menambahkan, bahkan informasi berbasis fakta pun kerap dipersepsikan keliru di ruang publik yang bising.

Menurut Hendri, meski pemerintah telah mengembangkan kanal publikasi mandiri, fungsi media sebagai penjaga akurasi dan penyeimbang informasi tetap tak tergantikan. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan media kini bukan lagi sekadar trafik, melainkan dampak nyata bagi masyarakat.

Pelantikan AMSI Kepri kali ini, dengan demikian, bukan hanya pergantian kepengurusan. Ia mencerminkan upaya konsolidasi industri media lokal untuk bertahan—dan sekaligus mencari kembali pijakan kepercayaan publik di tengah arus disrupsi digital yang belum menunjukkan tanda mereda.(*)

Artikel Jailani Resmi Pimpin AMSI Kepri Periode 2025-2028, Tekankan Media Rebut Kepercayaan Pembaca pertama kali tampil pada Metropolis.

DPD RI dan AMSI Siap Berkolaborasi untuk Pemberitaan yang Membangun

0
Anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty. F. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Di tengah lanskap media digital yang kian dinamis, peran kolaborasi antara insan pers dan pemangku kebijakan kembali mengemuka. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau.

Pernyataan itu disampaikan Sekar usai menghadiri pelantikan pengurus AMSI Kepri periode terbaru ,(25/4).

Dalam acara tersebut, ia menilai keberadaan AMSI sebagai elemen penting dalam ekosistem informasi daerah, terutama dalam menghadirkan pemberitaan yang kredibel di tengah derasnya arus informasi digital.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus AMSI Kepri. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan membawa kebaikan bagi Provinsi Kepri,” kata Sekar.

Ia menekankan, media siber memiliki posisi strategis dalam membentuk persepsi publik sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, menurut dia, kolaborasi yang erat antara DPD RI dan AMSI Kepri menjadi kunci untuk memastikan informasi pembangunan dapat tersampaikan secara utuh, akurat, dan bertanggung jawab.

Sekar menyatakan, dukungan terhadap AMSI bukan hanya dalam konteks normatif, melainkan juga dalam praktik kerja sehari-hari.

Selama ini, kata dia, keterlibatan media dalam berbagai kegiatan DPD RI telah menjadi bagian penting dari upaya transparansi dan akuntabilitas lembaga.

“Pada prinsipnya saya sebagai anggota DPD mendukung dan siap bersinergi dengan rekan-rekan AMSI, khususnya di Kepri, agar dapat menghadirkan berita-berita yang aktual, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pandangannya, perkembangan media di Kepulauan Riau menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan platform digital dan meningkatnya kesadaran publik terhadap informasi dinilai sebagai indikator kemajuan. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kualitas dan integritas pemberitaan.

Karena itu, Sekar mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sinergi tersebut diperlukan agar informasi terkait program dan capaian pembangunan dapat tersampaikan secara luas dan tepat sasaran.

“Perkembangan media di Kepri sudah cukup bagus, hanya memang perlu dukungan dan kolaborasi dari para pemangku kepentingan,” kata dia.

Upaya memperkuat kerja sama dengan media, pemerintah, dan lembaga negara diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas arus informasi, tetapi juga memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan daerah.(*)

 

Artikel DPD RI dan AMSI Siap Berkolaborasi untuk Pemberitaan yang Membangun pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Mahasiswa Jadi Tersangka Narkotika, Polda Kepri Ungkap Jaringan Sabu di Karimun

0
barang bukti yang diamankan polisi saat mengungkap sindikat narkoba di Karimun. F istimewa

batampos – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri menangkap 4 pelaku peredaran narkotika di wilayah Kepri. Dari ke empat tersangka, dua di antaranya berstatus mahasiswa.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan peredaran sabu di wilayah Tanjung Balai Karimun, Kamis (16/4). Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal Subdit II langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penangkapan pertama.

Dirresnarkoba Kombes Suyono, menjelaskan bahwa sekitar pukul 15.00 WIB, petugas mengamankan seorang pria berinisial HA alias A (45) di rumahnya di Kavling Bukit Senang, Tanjung Balai Karimun.

“Dari hasil penggeledahan yang disaksikan warga setempat, ditemukan 14 paket sabu dengan berat bruto 4,5 gram. Barang bukti disembunyikan di dalam tas kecil dan dompet, lengkap dengan timbangan digital serta alat pengemasan,” ujarnya.

Pengembangan kasus kemudian dilakukan secara berkelanjutan selama dua hari. Pada Jumat (17/4) sekitar pukul 21.30 WIB, tim kembali bergerak ke Perumahan Dangmerdu Indah, Kecamatan Meral.

Di lokasi tersebut, petugas mengamankan dua pria berinisial FM alias F (28) dan IP alias A (26) yang diketahui berstatus mahasiswa. Dari tangan IP, ditemukan satu paket sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

“Hasil interogasi mengungkap bahwa barang tersebut berasal dari FM. Saat dilakukan penggeledahan di rumah FM, ditemukan delapan paket sabu tambahan dengan berat bruto 22,13 gram di kamar dan dapur,” jelas Suyono.

Menurutnya, penangkapan dua mahasiswa ini membuka jalan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Sebab FM mengaku dapat sabu dari seorang pria berinisial PPA alias P.

“Dari pengembangan mami, mengamankan juga PPA (30) di Perumahaan Gladiola Kecamatan Tebing,” jelasnya.

Meski tidak ditemukan narkotika saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti pendukung. Diantaranya dua timbangan digital dan plastik bening kosong yang disembunyikan dalam sebuah kotak buku bertuliskan The New English Dictionary.

“Temuan ini menguatkan dugaan bahwa tersangka PPA berperan sebagai penyedia sarana dalam jaringan peredaran narkotika tersebut,” tambahnya.

Saat ini, keempat tersangka telah diamankan di Mapolda Kepri untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan (2) subsider Pasal 112 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana maksimal menanti para tersangka. Penindakan ini merupakan komitmen kami dalam memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan narkotika,” tegas Suyono.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.(*)

Artikel Dua Mahasiswa Jadi Tersangka Narkotika, Polda Kepri Ungkap Jaringan Sabu di Karimun pertama kali tampil pada Metropolis.

Menteri Pertanian Sebut Koperasi Merah Putih Bisa Untung Rp50 T karena Rantai Pasok Pangan yang Pendek

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). (Harianto/ANTARA)

batampos – Rantai pasok pangan dari pertani hingga konsumen akhir terlalu panjang. Hal itu memicu tingginya harga yang didapatkan konsumen. Sementara petani tidak mendapat keutungan lebih baik. Rantai pasok yang panjang itu hanya memberikan keuntungan kepada pihak ketiga atau middleman.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap bahwa untuk mempersingkat alur rantai pasok produk pangan dari petani hingga sampai ke konsumen akhir yakni lewat Koperasi Merah Putih.

Dia menyebut selama ini total potensi keuntungan yang diperoleh middleman dengan rantai pasok yang panjang mencapai Rp 313,08 triliun. Rantai itu setelah dari petani dimulai dari pedagang pengumpul, distributor, subdistributor, hingga ritel. Dari ritel baru sampai ke konsumen akhir.

“Di middleman untungnya bisa 10 persen, 20 persen, 30 persen (dari setiap tahap distribusi),” ujar Amran dalam diskusi dengan sejumlah pengamat di gudang sewa penyimpanan beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4).

Dengan skema Koperasi Merah Putih, rantai pasok produk pertanian lebih pendek. Dari petani ke koperasi dan ke konsume akhir. “Potensi marginnya Rp 50 triliun,” tegas Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini.

Cara itu, kata dia, untuk meningkatkan nilai tukar petani (NTP). Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP 125,35 pada 2026. “Ini tertinggi selama34 tahun terakhir,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Amran menyebut bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog menembus 5.000.198 ton. Jumlah itu merupakan data per 23 April 2026. Semua beras tersebut disimpan di gudang milik Perum Bulog.

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog yang menembus 5.000.198 ton merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia. Data per April 2026 ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Amran, capaian itu merupakan hasil kerja keras berbagai pihak. Kini pemerintah terus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang guna menampung peningkatan produksi dan cadangan beras nasional.

Dia menyebut total kapasitas gudang penyimpanan Bulog secara nasional mencapai sekitar 3 juta ton. Sedangkan jumlah cadangan beras pemerintah mencapai 5 juta ton. Maka, sebanyak 2 juta ton lainnya disimpan Bulog di gudang yang disewa dari pihak ketiga.

Amran menilai keberhasilan ini tidak hanya berdampak bagi ketahanan pangan nasional, tetapi juga menunjukkan kontribusi Indonesia terhadap stabilitas pangan global yang bergantung pada komoditas beras.

Pada periode 2023 hingga 2024, Indonesia sempat mengimpor beras sekitar 7 juta ton. Namun, pada 2025 pemerintah berhasil menghentikan impor. Amran optimistis bahwa Pemerintah tidak melakukan impor beras pada 2026. Keyakinan itu seiring dengan peningkatan produksi dalam negeri dan penguatan cadangan beras nasional yang terus dijaga.

“Kami membuka akses bagi publik untuk melakukan pengecekan langsung ke gudang-gudang Bulog guna memastikan transparansi data stok beras yang telah disampaikan pemerintah,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Mentan Amran turut didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan sejumlah pengamat pertanian.(*)

Artikel Menteri Pertanian Sebut Koperasi Merah Putih Bisa Untung Rp50 T karena Rantai Pasok Pangan yang Pendek pertama kali tampil pada News.

Minim Anggaran, Tim dari Kepri Ikuti Tiga Kategori di Pesparawi Nasional

0
Persiapan salah satu grup Pesparawi. F.Istimewa

batampos – Persiapan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Kepulauan Riau menuju ajang nasional di Manokwari, Papua Barat, Juni 2026, diwarnai harapan agar penentuan peserta benar-benar mengedepankan kualitas. Sejumlah anggota paduan suara menilai langkah tersebut penting agar Kepri dapat meraih hasil terbaik dan membawa nama daerah secara maksimal di tingkat nasional.

Harapan itu disampaikan oleh anggota kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dan Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP) setelah muncul keputusan yang menyebut hanya tiga dari empat kategori yang akan diberangkatkan. Dari keputusan tersebut, satu kategori dari dua tim dengan nilai tertinggi berpotensi tidak diberangkatkan, meski sebelumnya dinilai paling siap oleh tim penilai.

Ketua kategori PSDC, Ezra, mengatakan penentuan peserta seharusnya tetap mengacu pada hasil evaluasi yang dilakukan secara profesional. “Kami berharap penilaian yang sudah dilakukan oleh tim juri dapat menjadi dasar utama, karena dari situlah terlihat kategori mana yang paling siap membawa nama Kepri di tingkat nasional,” ujarnya di Batam, Jumat (24/4).

Menurut Ezra, peserta yang selama ini menjalani latihan intensif selama hampir dua tahun tentu berharap kerja keras mereka menjadi bagian dari pertimbangan utama. Ia menilai keberangkatan ke ajang nasional seharusnya menjadi kesempatan bagi tim terbaik untuk menunjukkan kemampuan sehingga target prestasi dapat tercapai.
Dalam empat kali uji coba yang digelar selama masa persiapan, kategori PSRP dan PSDC secara konsisten memperoleh nilai tertinggi. Pada evaluasi terakhir yang menghadirkan penilai dari Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), kedua kategori tersebut juga disebut sebagai tim yang paling siap tampil di tingkat nasional.

Meski demikian, panitia pemberangkatan disebut menghadapi keterbatasan anggaran akibat tingginya biaya perjalanan menuju Papua Barat. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan jumlah kategori yang akan diberangkatkan. Namun peserta berharap kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen untuk mengutamakan kualitas penampilan kontingen.

Ketua PSRP, Markus Manalu, menilai kualitas harus menjadi perhatian utama agar pengorbanan peserta sejalan dengan tujuan pembinaan. “Kami hanya berharap penentuan peserta dilakukan berdasarkan kemampuan dan kesiapan, sehingga yang berangkat benar-benar bisa memberikan hasil terbaik untuk Kepri di tingkat nasional,” kata Markus.

Peserta berharap Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri bersama Pemerintah Provinsi Kepri dapat meninjau kembali kebijakan yang diambil. Dengan menempatkan kualitas sebagai prioritas utama, kontingen Kepri diyakini dapat tampil lebih maksimal dan membawa nama daerah dengan lebih baik dalam Pesparawi Nasional 2026.(*)

Artikel Minim Anggaran, Tim dari Kepri Ikuti Tiga Kategori di Pesparawi Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.