Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8316

Yusi Fadila, Selebgram dan Food Vlogger Batam

0

Rindu ketemu kakeknya di Bintan tapi tak punya uang, ide kreatifnya muncul. Bagaimana caranya, mengajak orang lain, sewa mobil ramai-ramai dan bisa nebeng gratis? Memanfaatkan media sosial, ia kaget respons orang luar biasa. Sejak itu, ia kini menjadi selebgram influencer dan food vlogger dengan follower 414.000 orang. Inilah kisahnya.

Namanya Yusi Fadila. Usia-nya 26 tahun. Lahir di Tanjungbatu, Karimun. Kakeknya dari Kijang, Bintan. Logat melayunya kental. Tamat SMA di Palembang, Yusi kuliah jurusan akuntansi di Universitas Riau Kepulauan. Hobinya makan dan jalan-jalan.

”Saya dulu kuliah di Unrika Batam sambil bekerja jadi honorer di SD Sagulung. Tahun 2016, saya mau jumpa kakek di Bintan. Duit tak ade. Saya mau ajak 5 sampai 6 orang, sewa mobil saya yang nyetir, biar bisa gratis. Saya posting di FJB namanya Tour Bintan, karena orang Batam jarang ke Lagoi. Tau tak berapa yang daftar? Ratusan orang. Akhirnya, yang ikut 250 orang dan banyak yang kami tolak,’’ cerita Yusi Fadila.

Yusi dan teman-temannya nekad mengajak orang sebanyak itu. Padahal, mereka tak punya pengalaman soal tour travel. Apalagi, Lagoi indentik dengan turis asing dan mahal. ”Kami pelopor one day tour yang kami namakan Tour Bintan. Paket hemat hanya Rp 300 ribu. Ternyata, viral dan travel lain pun ikut,’’ kata Yusi yang saat itu hanya hanya posting di Facebook.

”Macam manalah Bang. Aku kuliah. Gaji aku Rp 800 ribu. Niatnya mau nengok kakek. Gara-gara itu, aku diteror travel agen. Kamu nggak punya badan hukum. Aku ketakutan, Bang,’’ kata Yusi Fadila.

Karena peminat tour Bintan membeludak, Yusi minta bantuan teman-teman sekampus. Transaksi pun dilakukan di kantin kampus. Ia sibuk cari bus, telpon sana-sini dan mencatat semua rencana perjalanan. ”Malam itu aku tak tidur, Bang,’’ kata Yusi, tertawa. Sejak itu, Yusi membawa ratusan orang jalan-jalan dari Batam ke Bintan.

Setelah itu, Yusi belajar soal tour dan travel. Setelah uang mereka cukup, lalu mendirikan perusahaan perjalanan wisata. Namanya Yusi Travel dan lebih dikenal dengan Traveler Kepri. Lantaran sibuk mengurus tamu, Yusi saat itu malah tak sempat menjumpai kakeknya.

”Mana bisa lagi? Kami dah sebok,’’ katanya. Sampai saat ini, tour and travel itu masih jalan. Namun, sejak Covid-19 melanda dunia, aktivitasnya menurun.

Gurun pasir yang kini menjelma jadi obyek wisata di Bintan, ternyata Yusi dan kawan-kawannya yang bikin viral.

”Dulu mana ada yang mau foto-foto di situ. Dulu semak-semak. Tamu-tamu kami bawa ke situ dan suruh terabas. Tamunya menurut karena kami bilang, mau dapat spot foto yang bagus nggak? Fotonya viral karena di share ribuan orang. Sejak itu, tamu selalu minta bawa ke situ,’’ cerita Yusi.

Sejak itu, warga setempat menyadari, lokasi bekas galian pasir yang mirip gurun itu, punya potensi wisata. Lokasi itu dibersihkan jadi spot foto yang menarik, ada yang jual air kelapa sampai disediakan gambar unta dan danau buatan.

Sejak 2016, Yusi dan kawan-kawannya sibuk menjalankan tour and travel. Tidak hanya ke Bintan, tapi merambah ke negeri jiran seperti Singa-pura, Malaysia dan Thailand. ”Dulu, orang Batam selalu menganggap ke Lagoi itu mahal karena harus menginap. Kami bikin tur sehari, naik roro, makanya murah,” katanya.

Jalan-jalan identik dengan makan-makan. Pada 2018, Yusi mulai posting makanan unik di Instagram. Makanan yang di-review Yusi, viewer-nya melonjak dengan cepat. ”Saya memang hobi makan. Awalnya, follower aku hanya 20 ribuan. Kalau postingan-nya viral, bisa tembus 30 ribuan follower,” cerita Yusi.

Naiknya follower Instagram dan food vlogger pemilik akun @yusifadila96 ini, bukan hanya karena makanan yang ditampilkan, tapi juga karena cara Yusi makan. ‘’Kayaknya karena makanan dan cara aku makan. Tengoklah video-video lama aku. Malu aku..ihhh.. ha..ha..ha,’’ Yusi ngakak sambil menutupi wajah dengan kedua telapak tangan.

Yusi bikin heboh jagat maya. Ia makan mangga dengan kulit-kulitnya. Percobaan pertama gagal. Yang kedua, berhasil setelah mangga dikupas setelah dilumuri garam dan makan cabai. Video yang diunggahnya bulan Mei 2018 di media sosial itu, viral. Postingan-nya berhasil menarik 126.305 viewers dari seluruh penjuru Indonesia.

F. Socrates/Batam Pos
Selebgram dan food vlogger asal Batam, Yusi Fadila, menikmati pizza Marinara.

Yusi bahkan tak menyangka, ia diundang ke istana negara oleh Presiden Joko Widodo tanggal 5 Juni 2018 setelah aksi makan mangga dengan kulitnya. Ia diundang bersama 34 selebgram serta 128 artis, influencer dan YouTubers dari seluruh Indonesia, untuk mempromosikan Asean Games 2018.

Sejak itu, Yusi Fadila menjadi selebgram. Undangan, tiket pesawat dan fotonya berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo juga diunggah di Instagram-nya yang membuat nama Yusi Fadila melambung.

Video mukbang alias makan-makan, bukan hal baru bagi Yusi yang berkecimpung di bisnis perjalanan wisata. Sejak awal, ia konsisten me-review berbagai objek wisata dan traveling serta kuliner khas Batam. Bukan hanya makanannya, cara makan Yusi memang tidak biasa.

Ia tampak sangat menikmati apa yang dimakan, dan cara makannya pun menggugah selera.
Menurut Yusi Fadila, sebagai food vlogger, bisnis kuliner di Batam makin semarak dan potensial. ”Sebelum Covid-19 mencari makanan kampong yang unik-unik agak susah. Tapi, setelah Covid-19, kuliner betul-betul meledak. Mungkin karena pariwisata mati, orang susah cari kerja, banyak yang buka usaha dan kreatif,” papar Yusi Fadila.

Beberapa bulan lalu, makanan raja oles kerang tumpah yang di-review Yusi juga viral. ”Di Facebook tembus 6 juta pengunjung. Di TikTok juga ramai. Pengunjungnya selalu penuh. Sekarang, tak bisa lagi bisnis kuliner promosi dari mulut ke mulut. Manfaatkan media sosial. Makanannya juga harus enak dan murah, kecuali yang legend,’’ saran Yusi.

Yusi mengaku, lebih suka dan cinta makanan kampong. ”Menurut aku, makanan yang enak itu pedas, ada manisnya, ada asinnya dan gurih. Bumbunya harus seimbang,” katanya.

”Bisnis kuliner zaman sekarang, banyak yang ikut-ikutan. Bedanya sekarang dengan sebelum Covid, kalau tak kuat berpromosi, memaksimalkan media sosial, jangan harap pengunjung akan datang. Soalnya, sekarang, makanan banyak pilihan,” ujar Yusi.

Bazar kuliner yang belakangan marak, menurut Yusi, perlu persiapan dan waktu yang cukup.

”Saya berpikir dua kali kalau mau bikin bazar. Dulu pernah bikin di Mal Botania 2. Kecuali, ada sponsor yang kuat. Selama ini, tidak pernah ada dukungan dari Pemko Batam maupun Pemprov Kepri. Mana ada perhatian pemerintah,” katanya.

Meski sering diminta meng-endorse makanan di Batam, tidak selalu Yusi mempromosikan makanan itu enak, sesuai permintaan. ”Kalau tak enak, aku tak ngomong apa-apa. Kalau kita bilang enak banget, padahal tidak, itu berarti bohong. Saya biasanya memberi saran, apa yang harus diperbaiki,” katanya.

Dari aneka makanan yang di-review di akun Instagram-nya, menurut Yusi, makanan yang viral dan disukai memang makanan yang benar-benar dia suka. ”Kalau makanannya aku suka banget, follower aku cocok, dia juga akan share kepada yang lain,’’ katanya. Yusi senang sekali, makanan yang di-review-nya viral dan pengunjung membeludak. ”Aku senang banget dan suka bolak balik makan di situ. Cuma yang nggak enaknya, karena aku promosikan, aku nggak boleh bayar. Aku jadi segan datang lagi,” ujarnya.

Selain kini dikenal sebagai selebgram dan food vlogger, Yusi Fadila terus menjalankan usaha tour dan travel yang sudah dirintisnya sejak kuliah. Selain itu, ia memasarkan pakaian muslim ala Yusi dan perhiasan dari perak dan titanium yang dinamakan Yusi Jewelery. Tapi, ia belum tertarik terjun ke bisnis kuliner. ”Macam manalah, kita punya tempat makan, lalu kita tukang review makanan orang, ha..ha..ha.’’

Sering diundang sebagai food tester, Yusi menyarankan, makanan western seperti makanan Korea, tidak bisa mempertahankan rasa yang ada, tapi ada makanan pedas dan dicampur dengan bumbu dan menu lokal. ”Ini agar orang ketagihan.”

Di masa pandemi seperti saat ini, peran dan kegiatan Yusi Fadila sebagai content creator dan selegram me-review makanan, sangat membantu pengusaha UMKM yang terjun ke bisnis kuliner. Termasuk mendukung ibunya yang berbisnis kuliner dengan makanan khas Melayu yang dinamakan Kampung Sambal, di kawasan Botania I Batam Centre.

Ia ingin mempromosikan aneka makanan Melayu dari seluruh Kepulauan Riau, agar makin dikenal di seluruh Nusantara dan dunia. Tapi, tampaknya mulai sekarang, Yusi Fadila harus lebih berhati-hati mencoba dan mencicipi makanan. Seperti kebanyakan penyuka makanan pedas, risikonya adalah: asam lambung. (***)

 

 

Laporan: Socrates Editor : RYAN AGUNG

Satgas BLBI Sita Tanah Milik Kaharudin Ongko

0
Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban. (jawapos.com)

batampos – Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) kembali menyita aset milik obligor Kaharudin Ongko. Kali ini aset yang disita berupa tanah yang terletak di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya.

Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban menjelaskan, aset tersebut berupa tanah sesuai SHGB nomor 17/Jagir seluas 31.530 m2. ‘’Aset tersebut merupakan jaminan dari Kaharudin Ongko dalam penyelesaian kewajiban pemegang saham kepada pemerintah,’’ ujar Rionald, kemarin (23/2).

Penyitaan aset ini dilakukan Satgas BLBI melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) cabang DKI Jakarta bersama dengan Juru Sita KPKNL Surabaya.

Rionald menyebut, tim penilai dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan tengah melakukan proses penilaian atas nilai dari aset jaminan ini. Estimasi nilai pasar aset seluas 31.530 m2 tersebut adalah sebesar Rp 630 miliar.

‘’Pihak-pihak yang saat ini melakukan kegiatan usaha di lokasi aset, masih dapat melakukan kegiatan usahanya sampai dilakukan pengurusan lebih lanjut oleh Satgas BLBI,’’ imbuhnya.

Langkah penyitaan itu adalah upaya dan hak negara untuk untuk mendapatkan kembali dana BLBI yang telah dikucurkan kepada Bank Umum Nasional (BUN) sebesar Rp 7,8 triliun.

Seperti diketahui, Kaharudin merupakan eks pemegang saham tertinggi Bank Umum Nasional (BUN). BUN didirikan oleh beberapa tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI) di Jakarta pada 2 September 1952. Bank milik Ongko ini menerima BLBI dari pemerintah saat krisis finansial 1997.

Rionald melanjutkan, usai aset Kaharudin Ongko disita, akan dilanjutkan dengan proses pengurusannya melalui mekanisme PUPN. Proses ini akan dilakukan dengan cara penjualan secara terbuka seperti lelang atau penyelesaian lainnya.

‘’Satgas BLBI akan terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan asetaset obligor/debitur yang merupakan barang jaminan maupun harta kekayaan lain yang dimiliki obligor/debitur yang selama ini telah mendapatkan dana BLBI,’’ tegasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyebutkan upaya penagihan dan eksekusi telah dilakukan PUPN terhadap Kaharudin Ongko. Upaya paksa telah dilakukan dalam penagihan, salah satunya pencekalan.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, upaya penagihan dan eksekusi telah dilakukan PUPN terhadap Kaharudin Ongko. Upaya paksa telah dilakukan dalam penagihan, salah satunya pencekalan.

Langkah penagihan utang sudah dilakukan PUPN sejak 2008. Sayangnya, tingkat pengembalian utang Ongko sangat kecil. Sehingga, PUPN pun melakukan upaya paksa.

Tahun 2021 lalu, Satgas juga telah menyita aset Ongko berupa uang senilai Rp 110 miliar yang tersimpan dalam bentuk escrow account di Bank Danamon. Itu terdiri atas escrow account dalam nominal rupiah sebesar Rp 664,9 juta dan dalam bentuk dolar AS sebesar USD 7,6 juta atau setara Rp 109,5 miliar. (*)

Reporter: JP Group

Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing, Roy Suryo Bakal Polisikan Menag Yaqut

0
Yaqut Cholil Qoumas. (Foto Instagram @gusyaqut)

batampos – Roy Suryo bersama Kongres Pemuda Islam (KPI) akan melayangkan laporan perihal kasus penista agama. Laporan rencananya akan dilayangkan ke Polda Metro Jaya sore ini.

Dalam kasus ini, terlapor berinisial YCQ alias Yaqut Cholil Qoumas yang diduga telah melakukan penista agama dengan cara membandingkan suara toa di masjid dengan gonggongan anjing.

“KRT Roy Suryo bersama Kongres Pemuda Indonesia akan membuat Laporan Polisi terhadap YCQ yang diduga membandingkan suara-suara di Masjid/Musholla dengan gonggongan anjing,” kata Presiden KPI Pitra Romadoni dalam keterangannya, Kamis (24/2/2022).

Pitra Romadoni menilai pernyataan YCQ itu diduga telah menyakiti hati umat islam. Atas ulahnya itu, terlapor YCQ melanggar UU ITE dan Pasal 156a KUHP Tentang Penistaan Agama. “Diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), atau Pasal 156a KUHP Tentang Penistaan Agama,” ujarnya.

Seperti diketahui saat berada di Gedung Daerah Provinsi Riau, Rabu, 23 Februari 2022, Menag Yaqut menilai suara-suara Toa di masjid selama ini adalah bentuk syiar. Hanya, jika dinyalakan dalam waktu bersamaan, akan timbul gangguan.

“Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa?,” katanya. “Suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu,” lanjutnya.

Ia kemudian meminta agar suara Toa diatur waktunya. Jadi niat untuk syiar tidak menimbulkan gangguan masyarakat. “Agar niat menggunakan speaker sebagai untuk sarana, melakukan syiar tetap bisa dilaksanakan dan tidak mengganggu,” tandasnya. (*)

Rombongan Wisatawan Mancanegara Perdana asal Singapura Berlibur di Nongsa Sensation Batam

0

 

batampos – Welcome to Batam Mister! Kalimat itulah yang pertama kali diucapkan para pelaku pariwisata yang menyambut kedatangan turis pertama sejak pandemi Covid-19, di Pelabuhan Nongsapura, Rabu (23/2/2022).

Para wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura satu per satu keluar dari ruang kedatangan Pelabuhan Nong-sapura. Sam Ong, turis pertama yang keluar dari ruang kedatangan. Penampilan Sam cukup nyentrik, dengan rambut yang sudah memutih yang panjangnya sebahu. Usia laki-laki sekitar 60 tahunan ini terlihat energik.

Saat keluar, ia menyapa orang-orang yang menyambut kedatangannya. Lambaian tangannya, disambut riuh pelaku pariwisata dan jurnalis. ”I miss ayam penyet,” kata Sam.
Ia mengaku sudah dua tahun tidak datang ke Batam. Banyak yang hal yang dirindukannya dari Kota Bandar Mandani ini.

turis spore
F Cecep Mulyana/Batam Pos
Wisatawan Singapura akan berlibur di kawasan Nongsa Sensation selama tiga hari.

Orang Batam, kata Sam, sangat ramah dengan para turis. Itu sebabnya, saat ada program VTL dan travel bub-ble, ia tidak menyia-nyiakannya.

I come alone to Batam,” ujarnya.

Ia juga mengatakan sudah memiliki beberapa rencana selama berada di Batam. Oleh sebab itu, ia telah menyiapkan uang sekitar Rp 5 juta per malamnya.

”Saya akan menginap di Batam View, dan berada di sini selama 3 hari dua malam,” tuturnya.

Turis yang kedua keluar adalah Jason Tay. Tak kalah energiknya dengan Sam Ong, pria berusia kurang lebih 60 tahunan ini juga melambaikan tangannya saat keluar dari ruang kedatangan Pelabuhan Nongsapura.

Pria berambut putih pendek dengan kaos putih bercorak garis-garis oranye ini mengungkapkan kerinduannya. ”I miss you,” ucapnya.

Senada dengan Sam, Jason mengatakan sudah dua tahun tidak dapat menginjakkan kakinya di Batam. Pandemi menjadi halangan baginya untuk datang ke Batam. Namun, setelah dua tahun, akhirnya ia dapat datang lagi ke Batam.

Ia berharap dapat terus berkunjung ke Batam setiap saat, tanpa ada aturan yang ketat seperti ini. Tapi, tentunya pandemi ini harus segera berakhir.

”Saya rindu teman-teman di Batam, saya rindu keramah-tamahan warga Batam,” ujarnya.
Selama di Batam, Jason sudah memiliki beberapa rencana. Ada beberapa makanan yang masuk dalam daftarnya. Ia menantikan untuk makan sup buntut, ayam penyet, dan nasi padang.

”Ada kikil, itu my favourite,” imbuhnya.

Para wisawatan asal Singapura ini awalnya dikabarkan akan datang sebanyak 28 orang, tapi yang datang hanya 26 orang. Ada 11 orang perempuan dan 15 pria, yang akan berlibur di Batam View dan Turi Beach.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyempatkan hadir dan menyapa kedatangan wisatawan asal Singapura tersebut. Ansar juga meyempatkan diri mengecek alat TCM serta prosedur wisman datang hingga dijemput bus dan diantar ke lokasi resort.

”Alhamdulillah, usaha kita bersama selama kurang lebih 2 tahunan ini membuahkan hasil. Welcome to Kepulauan Riau, ” kata Ansar saat me-nyambut langsung tibanya para wisatawan di Nongsa Sensation.

”Hari ini hanya 26 orang, dan menjadi kunjungan perdana. Kami berharap ke depan terus meningkat,” kata Ansar, lagi.

Ia juga mengatakan bahwa program Vaccinate Travel Lane (VTL) masih membatasi untuk 700 orang per pekannya. Rinciannya, 350 orang sepekan dari Nongsa-Batam dan 350 orang sepekan dari Lagoi-Bintan.

”Masih ada batasan dari Pemerintah Singapura, namun jika evaluasi setelah seminggu pelaksanaan travel bubble di Singapura ke Batam, dan VTL dari Batam ke Singapura. Hasilnya baik, kami akan mendorong penambahan kuota,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Ansar meminta para pelaku pariwisata memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan dengan baik. Sehingga, menjamin para turis tidak terpapar Covid-19, selama liburan di Batam.

Di tengah peningkatan kasus Covid-19, Ansar berjanji akan menerapkan berbagai skema untuk menurunkan kasus Covid-19. ”Ada ancaman Omicron, makanya kami akan mempercepat vaksinasi, termasuk untuk lansia. Kami juga akan meningkatkan 3T (tracing, testing, dan treatment). Koordinasi akan ditingkatkan. Kami juga berharap, ke depan Omicron ini menjadi seperti demam biasa saja,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Buralimar mengatakan, kedatangan para turis ke Nongsa ini menjadi awal kebangkitan pariwisata. Ia menyebutkan, ada 51 orang turis asal Singapura dijadwalkan datang ke Lagoi, Jumat (25/2).

Ia juga mengharapkan, tidak hanya para turis yang datang, tapi juga Dubes Indonesia untuk Singapura. Buralimar memiliki harapan yang sama dengan Gubernur Kepri yakni travel bubble bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Selama para wisman di Nongsa atau Lagoi, mereka tidak diizinkan keluar dari kawasan travel bubble. Namun, mereka dapat menerima tamu.

”Jadi, jika ada saudaranya atau kolega mereka ingin berjumpa, bisa saja. Tapi, tidak boleh keluar, harus tetap berada dalam kawasan,” ujarnya.

Orang yang ingin bertemu, harus negatif Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan PCR atau antigen. Tapi bagaimana pengawasannya, Buralimar mengembalikannya ke pihak resort atau hotel tempat para wisman tinggal.

Bagaimana jika ada yang positif? Buralimar menyatakan sudah ada skema yang disiapkan. Apabila tidak bergejala, maka akan menjalani isolasi di hotel. Tapi, jika ada gejala, akan dilakukan perawatan di rumah sakit.

”Biayanya mandiri, tidak ditanggung pemerintah,” tuturnya.

Agar tidak ada yang terpapar, pihaknya sudah menyiapkan puluhan orang yang tergabung dalam Satuan Tugas Covid-19 di resort-resort tempat para wisman tinggal. Orang-orang yang tergabung itu, akan memastikan protokol kesehatan (protkes) berjalan dengan baik dan benar.

Apabila ada masalah, satgas akan berkoordinasi dengan pengelola resort dan instansi terkait lainnya. ”Makanya, kami sudah meminta para resort komitmen, agar penerapan protokol kesehatan dan tidak membiarkan para turis keluar dari area kawasan travel bubble,” ujarnya.
Buralimar juga mengatakan, evaluasi setelah sepekan pelaksanaan travel bubble berjalan dengan lancar. Maka, akan ada rencana meminta memperluas kawasan travel bubble ke pemerintah pusat.

”Ke depan, kami akan ajukan menjadi VTL,” pungkasnya.

Chairman Nongsa Sensation, Anddy Fong, mengatakan, pihaknya sangat siap menerima dan memanjakan wisatawan yang datang ke Nonga Sensation.

Selama berada di Nongsa Sensation, wisatawan dari Singapura bisa menikmati beberapa resort dan golf yang ada di kawasan Nongsa Sensation. Di antaranya; Montigo Resort, Batamview Resort, Nongsa Point Marina Resort dan Turi Beach Resort.

Selain tempat penginapan, wisatawan asal negeri jiran tersebut juga diperbolehkan untuk bermain golf. Ada dua pilihan tempat bermain golf bagi mereka, yakni di Tering Bay Golf dan juga di Palm Spring Golf.. (***)

 

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RYAN AGUNG

Diusir, Pengamen Keroyok Pemilik Rumah

0

 

batampos – Jajaran Polsek Lubukbaja menangkap Harun Siahaan, pengamen di kawasan Nagoya. Pria 18 tahun ini diamankan usai menganiaya Saiful, warga Kompleks Nagoya Newtown Blok G, Lubukbaja.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono, me-ngatakan, penganiayaan itu terjadi saat pelaku bersama 4 orang rekannya mengamen di depan kediaman korban. Namun, korban yang merasa terganggu mengusir pelaku dari lokasi.

pukul
ilustrasi (pixabay.com)

”Korban ini sedang istirahat di lantai II. Karena mendengar keributan di bawah, korban turun dan mengusir pelaku,” ujar Budi, kemarin.

Tak terima dengan perlakuan korban, kelima pelaku mengeroyok korban. Akibatnya, korban mengalami lebam di bagian badan dan luka di bagian kepala. ”Korban juga dianiaya denGan balok kayu. Warga yang melihat langsung melerai,” kata Budi.

Dari pemeriksaan pelaku, kata Budi, saat penganiayaan tersebut kelima pelaku tengah mabuk akibat mengonsumsi alkohol dan menghisap lem.

”Kami kembangkan pemeriksaan pada pelaku lainnya. Saat kejadian, aksi pelaku ini terekam CCTv,” ungkapnya.

Pelaku dijerat dengan pasal 170 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (*)

 

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : Ratna Irtatik

Warga Tanah Kali Kedinding Beli Ambulans dari Uang Jimpitan

0

ANGKUTAN MEDIS: Petugas memberikan perawatan kepada warga di ambulans gratis milik warga Tanah Kali Kedinding. (Dayat untuk Jawa Pos)

Berawal dari sulitnya mencari ambulans ketika kasus Covid-19 mengamuk pada 2021. Akhirnya, warga RW 02, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, membeli ambulans dari hasil jimpitan. Berbekal kesabaran, proses panjang pengumpulan uang bisa dilalui warga.

2020. Kaleng-kaleng kecil dipasang di depan rumah warga. Uang yang dimasukkan di dalam kaleng beragam. Tidak dipatok. ”Uang Rp 500 saja ada kok di dalam kaleng. Bebas masukin uang berapa pun,” kata Dayat Nurhamsyah, warga RW 02, Tanah Kali Kedinding.

Dayat berperan sebagai tim ambulans RW 02 bersama tiga orang lainnya. Yakni, Moch. Syah Efendi, Edi Gundul, dan Mulyono. Dayat menuturkan, pengambilan uang jimpitan dilakukan oleh pengurus RW dua kali sebulan. Yakni, pada minggu pertama dan ketiga.

Setelah itu, uang dihitung dan disampaikan setiap tiga bulan. Uang dipegang oleh bendahara RW. Bendahara bakal memberikan update rutin kepada warga. Inisiatif untuk membeli mobil dan digunakan sebagai ambulans muncul pada November lalu. Kala itu, uang jimpitan yang terkumpul Rp 43 juta. Sebelumnya, uang jimpitan digunakan untuk bantuan sosial kepada warga yang menjalani isolasi mandiri dan meninggal.

Karena uang jimpitan tersebut belum mencukupi untuk membeli mobil, warga berembuk. Perangkat RT-RW sepakat agar semua warga swadaya iuran untuk membeli mobil ambulans dengan modal awal dari jimpitan. Kemudian, ditambah sumbangan dari warga secara sukarela dan perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah RW 02.

Hasilnya berbuah manis. Total uang dari donasi warga dan modal awal terkumpul Rp 149.080.00. Warga membeli mobil Grand Max tahun 2016 sebesar Rp 100 juta. Pengeluaran tersebut sudah termasuk biaya reparasi. Karena unit yang dibeli bukan mobil yang sudah jadi ambulans, warga butuh memodifikasinya.

Mobil dibuat semirip-miripnya dengan ambulans dari segi fasilitas. Di dalam mobil, tim menyediakan beberapa alat. Mulai oksigen, tensi, hingga alat pertolongan pertama pada kecelakaan. Sisa dananya digunakan untuk operasional ambulans dan menambah program untuk RW 02.

Ambulans bisa digunakan selama 24 jam. Tidak ada biaya sama sekali. Apabila ada yang ingin memanfaatkan ambulans, warga cukup menghubungi ketua RT setempat. Kemudian, ketua RT bakal menghubungi RW. Setelah itu, RW menginstruksikan kepada tim ambulans untuk bergerak cepat.

Ketua RW 02 Moch. Malik mengatakan, sejak diresmikan pada Minggu (20/2), selama dua hari ambulans banjir pesanan. Ambulans bisa digunakan untuk menjemput warga RW 02 dari rumah sakit ke rumah atau sebaliknya. Yaitu, warga yang butuh perawatan dari rumah ke rumah sakit.

Pria 71 tahun itu berterima kasih kepada warga yang sudah ikut turun tangan. Termasuk 10 perusahaan yang berada di RW 02. Hatinya sempat pilu melihat kondisi warganya yang kesulitan mencari ambulans ketika kasus Covid mengganas di Surabaya. ”Kasihan, saya sampai menangis. Cari kendaraan yang mengangkut dari rumah ke rumah sakit sulit,” ucapnya dengan suara parau.

Secara administrasi kependudukan, RW 02 tercatat memiliki 2 ribu kepala keluarga. Mereka tersebar di 12 RT. Malik berharap, ke depan hasil jimpitan bisa digunakan untuk program yang lebih bermanfaat lagi. (*)

ICW Minta KPK Supervisi Kasus Nurhayati

0
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (tengah). (Jawapos.com) 

batampos – Polemik penetapan Nurhayati sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa terus menjadi sorotan. Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi (korsup) untuk menyelesaikan silang sengkarut antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon dan Polres Cirebon terkait penanganan perkara Nurhayati.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan KPK punya fungsi melaksanakan korsup tersebut. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 102/2020 tentang Pelaksanaan Supervisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Di aturan itu, KPK berwenang mengawasi proses penanganan perkara korupsi yang ditangani kejaksaan dan kepolisian.

Selain perpres, kewenangan korsup penanganan kasus korupsi juga diatur dalam pasal 6 juncto pasal 8 huruf a UU KPK. ”KPK harus segera menyelesaikan sengkarut koordinasi antara kejari dan polres (Cirebon) supaya permasalahan itu (penetapan tersangka Nurhayati) bisa dilihat secara objektif,” kata Kurnia kepada Jawa Pos, kemarin (23/2).

Sebagaimana diberitakan, Nurhayati selaku kepala urusan (kaur) keuangan Desa Citemu, Cirebon ditetapkan sebagai tersangka oleh polres setempat. Nurhayati disangka terlibat dalam dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2018-2020 yang dilakukan kepala desa setempat. Ironisnya, dalam perkara itu Nurhayati mengaku sebagai pelapor.

Kurnia menerangkan, kasus yang menimpa Nurhayati bukan kali pertama terjadi. Di akhir 2020 lalu, mahasiswa Universitas Negeri Semarang juga mendapat perlakuan yang nyaris serupa. Mahasiswa tersebut mendapat hukuman dari pihak kampus setelah melaporkan dugaan korupsi rektor kepada KPK. ”Sungguh disayangkan, ke depan masyarakat akan merasa terancam ketika ingin melapor.”

Padahal, kata Kurnia, peran serta masyarakat dalam melaporkan dugaan korupsi dilindungi secara hukum. Masyarakat juga punya hak untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap kinerja penyelenggara negara. Ada peraturan perundang-undangan yang menjamin hal itu. Salah satunya pasal 5 ayat (3) UU Nomor 31/2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban (PSK).

Sementara dalam konteks korupsi dana desa, Kurnia menyebut sektor dana desa memang paling rawan dikorupsi. Catatan penindakan yang dibuat ICW pada semester satu 2021 lalu, kerugian negara dalam sektor tersebut mencapai Rp 35,7 miliar. ”Dan lembaga yang paling sering ditangani aparat penegak hukum itu memang pemerintahan desa,” bebernya.

Aparatur desa pun masuk dalam 10 besar aktor paling banyak terjerat kasus korupsi. ”Kalau pelapor korupsi dana desa dilaporkan seperti ini, bukan tidak mungkin sektor dana desa akan semakin menjadi ladang basah korupsi,” imbuhnya. (*)

Reporter: JP Group

Pak Wali, Anak Mabuk dan Ngelem Meresahkan Banget, Nih …

0

 

batampos – Keberadaan anak-anak yang teler setelah menghirup lem atau ngelem di wilayah Nagoya, Lubukbaja, khususnya pada malam hari mulai meresahkan masyarakat. Anak-anak tersebut juga kerap terlihat berkumpul dan mengamen sambil menghisap lem dan mabuk.

Pantauan Batam Pos, keberadaan anak ngelem ini terlihat di Kompleks Nagoya Newtown pada tengah malam. Saat menongkrong, anak-anak tersebut memegang kantong plastik yang berisikan lem.

lem
ilustrasi

”Dari dulu sampai sekarang mereka (anak-anak) nongkrong di sini. Masyarakat takut melarang, karena mereka ramai,” kata Yuda, salah seorang warga.

Yuda menjelaskan, keberadaan anak-anak tersebut cukup meresahkan warga setempat maupun yang melintas. Sebab, mereka terlihat mabuk dan tak sadarkan diri.

”Mereka setelah ngamen juga memaksa minta uang. Jadi masyarakat takut lah,” katanya.

Menurut Yuda, keberadaan anak-anak tersebut memang beberapa kali ditertibkan petugas. Ia berharap penertiban tersebut secara rutin dilakukan. ”Kalau hanya sesekali, mareka akan balik lagi. Ini sudah setiap malam lagi di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, berjanji akan menindak kumpulan anak-anak yang meresahkan masyarakat tersebut. ”Nanti (kemarin) malam akan langsung kami tindak lagi,” tegasnya.

Menurut Imam, pihaknya sudah beberapa kali menindak anak-anak tersebut. Sebab, selain mengganggu kenyamanan masyarakat, hal tersebut juga dinilai dapat merusak masa depan anak.

”Kemarin pernah kami menindak dan kami serahkan ke Dinsos (Dinas Sosial) untuk dibina. Sekarang akan kami tindak lagi,” tutupnya. (*)

FSPMI Batam Sebut Kasasi Gubkepri Terkait UMK Batam 2021 Ditolak MA

0

batampos– Kasasi yang diajukan oleh Gubernur Kepri terkait dengan Upah Minimum Kota (UMK) Batam telah ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Ditolaknya Kasasi Gubernur itu dibenarkan oleh Panglima Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Suprapto. Ditolaknya Kasasi Gubernur itu diketahui buruh melalui laman website resmi Mahkamah Agung pada Senin (21/2) lalu.

Posko Keprihatinan Upah 3 F Cecep Mulyana scaled e1641302587896
Serikat buruh di Kota Batam mendirikan posko keprihatinan upah di Taman Aspirasi Kota Batam, Selasa (4/1) Pendirian posko ini posko ini sebagai bentuk keprihatinan buruh terhadap upah murah. F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Kita bisa mengecek di website, ketika kita punya nomor kasasinya,” ujar Suprapto, Rabu (23/2).

Meski telah mengetahui penolakan Kasasi itu, buruh kata Suprapto, belum bergembira karena belum menerima salinan putusan secara aktual. Sebab buruh baru mengetahui putusan itu melalui laman website resmi Mahkamah Agung.

BACA JUGA: Buruh di Batam Demo Tolak Aturan JHT

“Jika nanti kita bicara terlalu panjang, nanti pasti pihak Gubernur akan bilang, kita belum terima salinan putusannya. Tapi secara website resmi sudah sudah ada putusannya,” katanya.

Jika nantinya salinan putusan itu diterima, maka Gubernur Kepri harus menjalankan putusan dari PTUN Tanjungpinang dan PT TUN Medan. Dimana, UMK Kota Batam tahun 2021 harus sesuai dengan PP nomor 78 tahun 2015.

“Putusan itu isinya UMK tahun 2021 yang saat itu diusulkan oleh plt Walikota Batam, pak Syamsul Bahrum naik 0,5 persen atau naik sekitar Rp20 ribu saja. Dan saat itu di SK kan oleh plt Gubernur. Maka kita menggugat itu karena harusnya menggunakan PP 78 tahun 2015. Saat itu, plt Walikota tidak ada dasar menetapkan itu,” jelasnya.

Sementara, jika merujuk pada PP 78 tahun 2015, maka Gubernur harus menaikkan UMK Kota Batam tahun 2021 sebesar 3,5 persen. Artinya, masih ada kekurangan bayar upah buruh dj tahun 2021 sebesar 3 persen atau Rp120 ribu.

“Maka Gubernur harus menjalankan dan ini efeknya akan panjang. Karena akan merubah UMK 2022 dan akan berefek pada pengusaha. Karena pengusaha harus melakukan pembayaran kekurangannya ke pekerja,” tuturnya.

Ia menambahkan dengan adanya putusan dari Mahkamah Agung melalui website itu, seluruh aliansi buruh di Kota Batam akan berkonsolidasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Sebab, buruh hingga saat ini belum menerima salinan putusan tersebut.

“Maka kita konsolidasi. Atau paling tidak Gubernur pasti sudah tau, walaupun nanti mereka menjawab belum tau karena belum dapat salinannya. Tetapi saya harap Gubernur sudah tau putusan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid belum bisa berkomentar terkait dengan putusan Mahkamah Agung yang telah diposting melalui website resminya itu. Apindo kata Rafki, akan menunggu salinan putusan dari Mahkamah Agung.

“Kita belum terima putusannya dan kita tunggu dulu salinan putusannya,” ujarnya singkat. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

Di Batam, 139 Kasus Demam Berdarah Dengue, 1 Meninggal Dunia

0

 

batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, tercatat dari 1 Januari hingga 23 Februari 2022 kemarin, terdapat 139 kasus DBD.

Kadinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi Dalil Harahap5 e1638257164824
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, kasus DBD masih menjadi perhatian bagi Dinkes Kota Batam. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pencegahan, karena penyakit tersebut masih jadi ancaman serius warga Batam.

”Hingga hari ini ada 139 kasus DBD, satu di antaranya meninggal dunia,” ujar Didi, Rabu (23/2/2022).

Rinciannya, sepanjang Januari 2022 ada 85 kasus atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 87 kasus. Sementara itu, pada Februari hingga tanggal 23 kemarin, tercatat ada 54 kasus DBD.

”Data ini kami terima dari puskesmas-puskesmas. Tiap data masuk langsung dilaporkan,” sebutnya.

Didi menambahkan, kasus DBD di Kota Batam terbilang tinggi setiap tahunnya. Bahkan, Dinkes Batam mencatat tahun 2021 sebanyak 710 orang terjangkit DBD dan empat orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2020, total warga terjangkit sekitar 763 orang dengan empat orang di antaranya meninggal dunia.

”Hampir di seluruh kecamatan di Batam memiliki kasus DBD ini,” ungkap Didi.

Adapun upaya dari pihak Dinas Kesehatan untuk mencegah terjadinya DBD ialah dengan melakukan gerakan satu rumah satu jumantik dan tetap memberikan edukasi kepada masyarakat, baik melalui penyuluhan maupun upaya lainnya.

”Karena dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), merupakan satu-satunya cara untuk meng­hindari terkena DBD. Terlebih lagi pada musim penghujan, angkanya relatif meningkat,” katanya. (*)