Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 842

Aslan Energy Capital akan Investasi Rp38 Triliun di Kabupaten Karimun

0

Bupati Karimun, Iskandarsyah foto bersama dengan rombongan Aslan Energy Capital usai penandatanganan HoA

batampos– Salah satu perusahaan besar yang berkantor pusat di Singapura, Aslan Energy Capital menandatangani Heads of Agreement (HoA) atau nota kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Karimun. Penandatangan nota kesepahaman dilakukan Bupati Karimun, Iskandarsyah dengan pimpinan Aslan Energy Capital, Dr Muthu Chezhian di rumah Dinas Bupati Karimun.

Bupati Karimun, Iskandarsyah yang dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (27/11) mengatakan, penandatanganan HoA dengan Aslan Energy Capital ini diharapkan bisa dilaksanakan pada tahun depan dengan nilai investasi USD2,3 miliar atau sekitar Rp38 triliun lebih. ”HoA yang ditandatangani ini untuk membangun Dya City atau kota yang dinamis yang fokus pada energi bersih, mobilitas dan transformasi digital,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Bupati, Aslan Energy Capital akan berinvestasi di luar Pulau Karimun. Hal ini karena keterbatasan lahan yang tidak tersedia. Sehingga, ada dua pulau yang dipilih untuk melaksanakan apa yang tertuang di dalam HoA. Yakni, di Pulau Belat dan Pulau Gunung Papan.

BACA JUGA: Investasi Terhambat, 1,2 Juta Ha Laut Anambas Masuk Kawasan Konservasi

”Kebutuhan lahan minimal 2 ribu sampai 4 ribu hektar. Dan, pihak Aslan Energy Capital sudah turun sendiri ke pulau-pulau untuk menjajaki pulau mana yang sesuai. Dan, akhirnya dipilih Pulau Gunung Papan dan Pulau Belat yang masih tersedia lahan. Perlu diketahui Aslan Energy Capital tidak membeli lahan untuk investasinya. Melainkan, menggunakan sistim sewa kepada pemilik lahan. Selain lahan sewa, pemilik lahan juga akan mendapatkan profit sharing atau bagi hasil keuntungan,” jelasnya.

Melalui kerjasama strategis ini, tambah Bupati, menandai langkah penting dalam memperkuat posisi Kabupaten Karimun sebagai pusat energi dan teknologi di Asia Tenggara. Bahkan, sekaligus mendukung agenda nasional Indonesia dalam transisi menuju energi terbarukan dan ekonomi digital.

”Proyek Dyna City akan dibangun ribuan hektar lahan dengan minimal di atas 2 ribu hektar. Dalam membangun Dyna City Aslan energy Capital akan membangun energi bersih sampai 6 gigawatt (Gw). Listrik yang menggunakan sistim energi bersih ini akan dibagi menjadi dua. Yakni, 4 Gw untuk mendukung kawasan industri lokal, kampus data dan manufaktur mobilitas. Dan, 2 Gw untuk ekspor energi bersih ke negara-negara ASEAN,” ungkapnya.

Dyna City, kata Iskandar, akan terbagi dalam tiga zona pengembangan. Pertama, kawasan energi bersih terpadu, pusat energi berbasis tenaga surya, penyimpanan baterai, LNG dan amonia biru. Kemudian, zoan kawasan mobilitas dan industri manufaktur yang didalamnya kawasan produksi kendaraan listrik, baterai, chip AI dan industri hijau. Terakhir, kawasan infrastruktur digital dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. seperti pusat data hyperscale hingga 1,2 Gw untuk mendukung kecerdasan buatan dan komputasi awan. (*)

 

Reporter: Sandi

 

 

Artikel Aslan Energy Capital akan Investasi Rp38 Triliun di Kabupaten Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Ramalan Shio: Cinta Mengalir untuk 6 Shio pada 28 November 2025, Ini Daftarnya

0
Shio. F. Freepik.

batampos – Hari Jumat, 28 November 2025, disebut membawa kestabilan emosi dan kehangatan bagi sejumlah shio. Kombinasi Bulan Babi Api dan Tahun Ular Kayu menghadirkan energi lembut yang membuat hubungan terasa lebih dekat.

Menurut ramalan YourTango, enam shio diprediksi mengalami momen penuh kasih yang memperdalam koneksi dengan seseorang.

Berikut enam shio yang beruntung dan jatuh cinta:

1. Kerbau
Hari Jumat memberi dorongan kekuatan bagi Kerbau. Sosok di sekitar Anda merespons ketenangan dan kestabilan yang Anda pancarkan.

2. Babi
Anda berhenti bersembunyi dari perasaan sendiri. Hari ini mengalir pelan namun penuh kehangatan, membuat kasih sayang tumbuh secara natural.

3. Ular
Intuisi emosional Ular sangat kuat. Anda bisa tertarik pada seseorang yang mampu menghargai kedalaman perasaan Anda.

4. Tikus
Beragam ide memenuhi kepala Anda. Obrolan ringan berpotensi berkembang menjadi percakapan bermakna, bahkan dengan seseorang yang tak pernah Anda duga.

5. Kuda
Energi stabil membuat Kuda mudah terhubung dengan orang lain lewat hal-hal sederhana yang nyata dan tulus.

6. Kambing
Keterbukaan Anda hari ini menjadi magnet bagi perhatian yang tulus. Kehangatan emosional membuat hubungan terasa lebih dekat.

Hari ini menjadi momentum bagi enam shio tersebut untuk merasakan getaran cinta yang memperkuat hubungan yang sudah ada maupun yang baru tumbuh. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Ramalan Shio: Cinta Mengalir untuk 6 Shio pada 28 November 2025, Ini Daftarnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Ini Pendapat Ahli Pidana Soal Proses Lelang MT Arman 114

0

Kapal MT Arman 114.

batampos– Polemik proses lelang kapal supertanker MT Arman 114 kembali menjadi sorotan publik lantaran beriringan dengan gugatan perdata terkait kepemilikan kapal tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Meski demikian, pengadilan menegaskan bahwa lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam tidak akan menghentikan jalannya persidangan.

Ahli pidana Universitas Trisakti, Dr. Effendi Saragih, menilai tidak ada ketentuan formal yang menyatakan bahwa putusan perdata menangguhkan proses eksekusi.

Namun, dari sisi kemanfaatan hukum, ia menilai langkah penangguhan sebetulnya layak dipertimbangkan guna mencegah munculnya persoalan baru apabila nantinya putusan Mahkamah Agung menguatkan putusan pengadilan negeri.

BACA JUGA: Kapal MT Arman 114 Dilelang, Persidangan Perdata Tetap Jalan

“Secara formal memang tidak menangguhkan. Namun secara kemanfaatan, seharusnya ditangguhkan agar tidak menimbulkan permasalahan baru apabila putusan MA kelak menguatkan putusan pengadilan negeri,” ujarnya, Kamis (27/11).

Humas PN Batam, Vabianess Stuart Watimena, menegaskan bahwa perkara perdata yang tengah berjalan tetap diproses sesuai hukum, terlepas dari kegiatan lelang yang dilakukan Kejaksaan Negeri Batam.

“Pelelangan itu domain Kejaksaan. Pengadilan tidak mengatur waktu, mekanisme, atau keputusan teknisnya,” ujarnya.

Vabianess memastikan jalannya lelang tidak menghalangi proses persidangan. Kepastian mengenai siapa pemilik sah kapal supertanker tersebut baru akan ditentukan melalui putusan perdata yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Jika putusan perdata inkracht dan memutus siapa pemiliknya, semua pihak wajib tunduk. Termasuk bila kapal tersebut sudah dilelang,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa perubahan status objek sengketa—termasuk jika kapal berpindah tangan melalui lelang—akan menjadi bagian dari materi pembuktian dalam persidangan.

Di sisi lain, Kejaksaan Negeri Batam menegaskan pelaksanaan lelang MT Arman 114 dilandasi putusan pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Putusan tersebut menyatakan kapal, crude oil, dan seluruh barang bergerak di dalamnya dirampas untuk negara.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, menjelaskan pelaksanaan lelang mengikuti mekanisme eksekusi barang bukti melalui KPKNL.

“Prosedurnya ada di KPKNL, sama seperti lelang barang bukti lainnya,” ujarnya, Senin (24/11).

Priandi menyebut jalur pidana dan perdata merupakan dua mekanisme yang tidak saling menghalangi.

“Kalau pidananya lebih dulu diputus, maka perdata seharusnya menyesuaikan. Sebaliknya, jika perdata lebih dulu inkracht, pidana harus menunggu,” jelasnya.

Putusan pidana dalam perkara MT Arman dijatuhkan pada Juli 2024. Majelis hakim menyatakan nakhoda, Mohammed Abdelaziz Mohamed Hatiba, bersalah atas pencemaran lingkungan di Laut Natuna.

Berdasarkan putusan tersebut, Kejaksaan mengajukan permohonan lelang ke KPKNL Batam.

Hingga kini tercatat 19 perusahaan telah berpartisipasi dalam proses lelang kapal supertanker MT Arman 114. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 2 Desember 2025. (*)

Reporter: Azis

Artikel Ini Pendapat Ahli Pidana Soal Proses Lelang MT Arman 114 pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemenag Kepri Dukung Bimas Katolik dan Gereja Bersinergi, Tangani TPPO Lewat Pendekatan Keagamaan

0
Dirjen Bimas Katolik Suparman, memberikan kata sambutan saat membuka kegiatan diskusi panel penanganan dan pencegahan TPPO yang dilangsungkan di Batam, 26-29 November 2025. F. Kemenag Kepri.

batampos-Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama (Kemenag) menaruh perhatian serius terhadap persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) belakangan ini. TPPO dinyatakan sebagai salah satu bentuk perbudakan modern dan kejahatan transnasional terorganisasi (Transnational Organized Crime).

Menyikapai persoalan ini, karena bertentangan dengan hak asasi manusia, Ditjen Bimas Katolik bergandengan tangan dengan mitranya Gereja Katolik menggelar kegiatan untuk membahas pendekatan holistik. Agenda ini dilakukan dalam penanganan dan pencegahan TPPO yang dilangsungkan di Batam, 26-29 November 2025.

“TPPO ini sungguh berbahaya karena mencakup berbagai bentuk eksploitasi manusia hingga perbudakan. Kita harus tajam melihat apa yang dapat kita lakukan pada tahap pencegahan, apa yang kita lakukan ketika TPPO sudah terjadi dan langkah apa yang dapat ditempuh setelah kasus itu terjadi,” Dirjen Bimas Katolik Suparman saat membuka kegiatan.

BACA JUGA: Kanwil Kemenag Kepri Peringati Hari Guru Nasional 2025, Wujudkan Lingkungan Belajar yang Harmonis

Ia juga memastikan bahwa TPPO ini memiliki jaringan yang kuat dengan intervensi sistem yang kuat pula. Karena itu solusi hanya dapat ditemukan melalui analisi berbasis data akurat sehingga menghasilkan langkah penanganan yang benar-benar tepat.

“Saya kira kita perlu memahami data-data mengenai TPPO yang begitu luar biasa dan kian memprihatinkan. Yang kita hadapi ini bukan pelaku sembarangan, tetapi mereka yang memiliki modal, jaringan, dan kemampuan untuk menjalankan kejahatan ini. Mampukah kegiatan selama empat hari ini menghasilkan rekomendasi yang benar-benar berkualitas untuk mengatasi semua itu?” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu data yang menjadi sorotan Dirjen adalah bahwa sebagian besar korban TPPO berasal dari keluarga miskin. Faktor ekonomi inilah yang kerap menjadi pemicu utama terjadinya TPPO. Terhadap kenyataan ini Suparman menjelaskan bahwa Ditjen Bimas Katolik saat ini tengah berupaya membangun pola kerja yang lebih “out of the box”.

“Bimas Katolik sudah mulai bergerak out of box yakni dengan memastikan umat Katolik memiliki akses ke program-program Pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut tegasnya, pihaknya sudah sampaikan kepada para Kabid/Pembimas Katolik dan penyuluh di seluruh Indonesia bahwa tugas mereka adalah mencermati umat Katolik yang masuk dalam database kemiskinan apakah mereka sudah mendapatkan akses ke program-program Pemerintah atau belum. Bahkan bantuan Natal Nasional harus juga menyentuh dan membantu keluarga-kelurga korban TPPO.

Dirinya menambahkan, sudah banyak memberikan bantuan pembangunan gereja tapi urusan TPPO masih belum maksimal. Oleh karenanya, semua harus bergerak bersama.

“Itulah mengapa pendekatan yang dipilih adalah pendekatan holistik, artinya penanganan TPPO tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi saja, melainkan harus melibatkan seluruh instansi, lintas Kementerian/Lembaga,” jelasnya.

Dalam hal peran Gereja, Suparman menyebutkan bahwa ketaatan umat pada Gereja Katolik sangat kuat. Di saat korban TPPO merasa bingung, maka mereka akan lebih mudah datang berkonsultasi dengan para pastor atau uskup. Jadi kata Suparman, umat harus direspons, harus dilayani.

“Umat korban TPPO sering kali lebih percaya kepada pastor dibandingkan institusi lain. Karena itu, jika umat melapor, gereja dapat memfasilitasi mereka untuk menyampaikan laporan ke instansi atau kementerian terkait. Bimas Katolik tentu siap membantu. Setiap keluhan dari korban harus ditanggapi dengan cepat dan serius,” pungkasnya.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Dirjen Bimas Katolik, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Zoztafia mengatakan siap mendukung upaya pencegahan TPPO.

“Kanwil Kemenag Kepri adalah salah satu dari anggota Satgas TPPO Provinsi Kepri di bagian pencegahaan. Kami sudah melakukan berbagai upaya baik secara internal antarumat beragama, di lembaga pendidikan maupun dalam masyarakat umum,” ujar Zoztafia.

Ia menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan terhadap TPPO. Upaya pencegahan dilakukan melalui pendekatan keagamaan, yakni dengan menjalin komunikasi dengan para tokoh agama untuk memberikan edukasi dan menumbuhkan kepedulian akan pentingnya pencegahan TPPO.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dirjen Bimas Katolik yang sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan ini di Batam Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya antara lain Menteri HAM yang diwakili Staf Ahli, Rumadi Ahmad, Uskup Keuskupan Tanjung Karang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, Ombudsman RI, Robert Endi Jaweng.

Selain itu, ada juga Sekretaris Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau, RD. Marthen L.P Jenarut, dan beberapa narasumber lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah penanganan dan pencegahan TPPO menemukan solusi yang holistik. Pemerintah bersama gereja berkomitmen untuk berdiri di garis terdepan.(*)

Reporter: Jailani

Artikel Kemenag Kepri Dukung Bimas Katolik dan Gereja Bersinergi, Tangani TPPO Lewat Pendekatan Keagamaan pertama kali tampil pada Kepri.

Sea Eagle Boat Race 2025 Angkat Potensi Wisata Belakang Padang

0

Ardiwinata

batampos– Batam International Sea Eagle Boat Race 2025 siap digelar pada 28–30 November 2025 di Perairan Elang-Elang Laut, Belakang Padang, Kota Batam. Event sport tourism maritim ini menjadi salah satu agenda unggulan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam untuk mendorong kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat pulau hinterland.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan bahwa saat ini seluruh rangkaian persiapan berada pada tahap akhir. Mulai dari kesiapan arena lomba, fasilitas pendukung, hingga kehadiran para peserta dari dalam dan luar negeri.

“Semua persiapan sudah hampir selesai. Kami memastikan kegiatan dapat berjalan lancar selama tiga hari pelaksanaan. Ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi maritim Batam, khususnya Belakang Padang, ke tingkat nasional dan internasional,” jelas Ardi.

Tahun ini, penyelenggaraan Sea Eagle Boat Race menggandeng PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) untuk memastikan perlombaan berlangsung sesuai standar olahraga dayung nasional. Mulai dari sistem lomba, regulasi keselamatan, hingga teknis penjurian telah mengikuti format kejuaraan resmi.

BACA JUGA: UIS Peduli Penambang Boat Sagulung, Gelar Sosialisasi Keselamatan dan Kenalkan Peluang Usaha

Ardi menyebut, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas perlombaan dan menarik lebih banyak peserta profesional di tahun-tahun berikutnya.

Event ini akan diramaikan oleh tim dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta internasional, termasuk Johor Racing Team dari Malaysia dan tim Gajah Mada Indonesia dari Jawa Barat. Mereka akan bersaing dalam beberapa kelas boat berkecepatan tinggi dengan lintasan di perairan Elang-Elang Laut.

Untuk mendukung pelaksanaan, Disbudpar Kota Batam menyiapkan lima unit boat Sea Eagle baru yang siap digunakan pada saat perlombaan.

Selain menjadi ajang olahraga laut, kegiatan ini juga diproyeksikan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama pelaku UMKM dan transportasi laut. Ratusan wisatawan diperkirakan hadir selama event berlangsung.

“Kami optimis kejuaraan ini dapat menjadi ikon baru wisata bahari dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat Belakang Padang,” ujar Ardi.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan akhir, Ardi bersama Camat Belakang Padang Hanafi, Kapolsek Asril, Forkopimcam, dan perwakilan peserta melakukan uji coba boat Sea Eagle langsung di lintasan lomba. (*)

 

Reporter: Rengga

 

Artikel Sea Eagle Boat Race 2025 Angkat Potensi Wisata Belakang Padang pertama kali tampil pada Metropolis.

Annisa, Guru SMPN 28 Batam Wakili Program Pendidikan ke Tiongkok

0
Annisa Aginta S.Pd

batampos— Seorang guru SMP Negeri 28 Batam, Annisa Aginta S.Pd, terpilih mengikuti program pengembangan pendidikan di Tiongkok yang difasilitasi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN). Guru berusia 39 tahun ini menjadi satu dari sejumlah peserta yang diterima dari Indonesia untuk mengikuti pelatihan manajemen pendidikan di empat kota di Tiongkok.

Program ini merupakan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam bidang peningkatan kapasitas guru serta manajemen sekolah di kawasan Asia. Sejumlah negara ASEAN ikut serta, seperti Myanmar, Laos, dan Thailand.

“Ini pertama kalinya program untuk guru dibuka khusus di Tiongkok,” ujar Annisa, disela waktu senggangnya mengajar di SMP N Batam, Kamis (27/11).

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dari pengajuan portofolio, curriculum vitae (CV), hingga penulisan esai mengenai pencapaian dan praktik baik yang telah ia lakukan di sekolah. Semua berkas kemudian diverifikasi Kemensetneg sebelum dikirim ke pemerintah Tiongkok untuk proses akhir.

BACA JUGA: Rayakan Hari Guru, Panbil Group Bersama Sekolah Tanam Ratusan Bibit Pohon

“Saya mendaftar seperti biasa saja. Buat esai sesuai apa yang sudah saya lakukan di sekolah dan di luar sekolah. Saya percaya diri saja,” katanya.

Salah satu syarat penting adalah skor TOEFL minimal 450 yang harus menggunakan tes resmi, bukan prediksi.

Ia mengaku sempat terkejut ketika mendapatkan pesan dari Kemensetneg yang menyatakan dirinya lulus di tahap administrasi Indonesia.

“Itu saja sudah bikin saya senang. Padahal yang menentukan lulus atau tidaknya tetap pihak Tiongkok,” ujar ibu tiga anak itu.

Menurutnya, jumlah peserta dari Indonesia tidak pernah dipublikasikan secara resmi, namun yang berangkat hanya 11 orang. Dari total peserta internasional, terdapat 28 peserta dari empat negara ASEAN.

“Saya bersyukur bisa jadi bagian dari program ini,” ujarnya.

Selama hampir tiga minggu di Tiongkok, Anisa mengikuti rangkaian visitasi ke empat sekolah, sesi perkuliahan bersama dosen-dosen berjenjang S3, serta diskusi dengan mantan duta besar Tiongkok untuk Bangladesh. Ia juga mendapat kesempatan mempelajari budaya lokal di Shandong, termasuk kunjungan ke museum-museum pendidikan.

“Lebih banyak programnya soal manajemen sekolah. Saya memang tidak bisa mengubah manajemen sekolah di sini karena itu kewenangan kepala sekolah, tapi banyak praktik baik yang bisa saya terapkan di kelas,” tutur Annisa.

Salah satu pembelajaran yang ia soroti adalah bagaimana guru di Tiongkok mengelola kelas dan karakter siswa. Mereka merujuk pada filosofi Konfusius dalam membentuk etika dan kedisiplinan.

“Mirip Ki Hajar Dewantara di Indonesia, tapi pendekatan mereka lebih terstruktur,” katanya.

Ia juga mengamati keseriusan pemerintah Tiongkok dalam membangun pendidikan. Salah satunya adalah pembatasan penggunaan media sosial bagi siswa untuk menjaga fokus belajar.

“Kalau anak tidak fokus, pemerintah memblokir platform tertentu. Mereka benar-benar memperbaiki sistem dari akar,” ujar Annisa.

Pendidikan inklusi di Tiongkok juga menjadi perhatian Anisa. Negara menyediakan guru khusus bagi anak berkebutuhan khusus, bahkan menyediakan layanan belajar di rumah apabila diperlukan.

“Negara mengambil alih sepenuhnya. Jadi guru reguler tidak terbebani,” kata dia.

Tak hanya itu, Tiongkok sudah menerapkan STEM, robotik, dan artificial intelligence (AI) sejak tingkat sekolah dasar. Ia menyebut salah satu robot anjing yang sempat viral dibeli polisi Indonesia berasal dari sekolah yang ia kunjungi.

“Seperti robot anjing, itu dibuat siswa SD sampai SMP di sana,” ujarnya.

Ia juga melihat bagaimana setiap sekolah memiliki fasilitas lengkap, termasuk gym, hingga program wajib bertani bagi siswa setiap minggu. Tanaman yang dipanen digunakan kembali sebagai menu makan bersama di sekolah.

“Untuk MBG mereka dihandle sekolah, bukan pihak ketiga,” kata Annisa.

Selama bertugas sebagai guru sejak 2013, Anisa telah mengajar di berbagai sekolah, mulai dari swasta hingga menjadi ASN. Tahun 2019 ia pun mulai mengajar di SMP Negeri 28 Batam.

Meski programnya fully funded mulai dari Jakarta hingga Kunming, Yunnan, tenryata Anisa juga menanggung biaya pribadi dari Batam ke Jakarta. “Saya ikhlas. Kapan lagi dapat kesempatan belajar langsung di Tiongkok,” katanya.

Sepulang dari program, ia berharap apa yang ia pelajari dapat menjadi inspirasi bagi guru di Batam. Ia menilai pemerintah perlu lebih memperhatikan beban kerja guru yang kini semakin kompleks.

“Anak-anak itu bukan cuma membawa buku, tapi juga membawa masalah rumah tangga mereka ke sekolah,” ujarnya.

Ia berharap pembuat kebijakan, dari pusat hingga daerah, dapat memberi dukungan fasilitas dan kebijakan yang lebih kuat seperti yang dilakukan di Tiongkok. Menurutnya, pendidikan kuat akan menghasilkan generasi kuat.

“Guru ini kerjanya banyak. Tapi kalau sistemnya mendukung, semua jadi lebih mudah,” tutupnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Annisa, Guru SMPN 28 Batam Wakili Program Pendidikan ke Tiongkok pertama kali tampil pada Metropolis.

Viral Video Rumah Lansia di Bintan Timur Rusak Diterjang Angin Kencang

0
Rumah lansia di Kampung Sei Enam Darat, Bintan Timur rusak diterjang angin kencang, Kamis (27/11). F. BPBD Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Sebuah rumah milik warga lansia di Kampung Sei Enam Darat, Kelurahan Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur, roboh diterjang angin kencang, Kamis (27/11).

Kejadian itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan kondisi rumah yang rusak parah.

“Astagfirullah, roboh rumah,” ucap seorang warga dalam rekaman tersebut.

Pemilik rumah, Husnah (70), mengaku bersyukur anaknya tidak berada di depan rumah saat kejadian. “Kalau sempat main di depan situ, tidak tahulah,” ujarnya.

Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut angin kencang menghantam rumah lansia tersebut sekitar pukul 15.20 WIB hingga menyebabkan bangunan roboh.

“Angin kencang terjadi sekitar pukul 15.20 WIB menghantam rumah lansia di Bintan Timur,” katanya.

Setelah mendapatkan laporan, petugas BPBD Bintan langsung menuju lokasi untuk melakukan penilaian tingkat kerusakan serta pendataan kerugian yang dialami korban. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Viral Video Rumah Lansia di Bintan Timur Rusak Diterjang Angin Kencang pertama kali tampil pada Kepri.

Investasi Terhambat, 1,2 Juta Ha Laut Anambas Masuk Kawasan Konservasi

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu berdiskusi dengan Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat mengenai kawasan konservasi, Kamis, (27/11). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Seluas 1,2 juta hektare perairan di Kabupaten Anambas telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Penetapan ini berdampak besar bagi daerah karena seluruh aktivitas di ruang laut harus mengikuti aturan konservasi yang ketat.

Banyaknya wilayah yang masuk zona konservasi membuat sejumlah rencana pembangunan di Anambas terhambat. Setiap kegiatan yang bersentuhan dengan ruang laut wajib mengurus izin khusus, termasuk Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).

Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu, menilai kondisi tersebut perlu segera dievaluasi pemerintah pusat. Ia meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperbarui kebijakan konservasi agar tidak menghambat pergerakan ekonomi masyarakat pesisir.

“Bukan hanya sektor pembangunan saja, ekonomi masyarakat juga terdampak, seperti budidaya ikan karena harus ada izin pemanfaatan ruang laut,” ujar Raja Bayu dalam rapat bersama LKKPN Pekanbaru, Kamis (27/11).

Bayu menjelaskan bahwa minimnya kewenangan daerah dalam pengelolaan laut membuat investor enggan masuk ke Anambas. Banyak investor mempertimbangkan ulang rencana mereka karena proses perizinan panjang dan sebagian besar berada di tangan pemerintah pusat.

Ia mencontohkan rencana investor yang ingin mengembangkan budidaya rumput laut, namun terhambat karena lokasi yang dituju masuk kawasan konservasi sehingga membutuhkan izin tambahan.

“Kita yang punya laut, tapi tidak punya kewenangan. Semua berada di pusat. Padahal kita ingin ekonomi masyarakat maju,” tegasnya.

Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat, merespons positif usulan Pemkab Anambas untuk melakukan revisi ruang kawasan konservasi. Ia menegaskan bahwa aspirasi daerah penting dan akan diteruskan ke pimpinan pusat.

Meski begitu, Rahmad menekankan perlunya diskusi mendalam dan kajian menyeluruh sebelum perubahan aturan dilakukan agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Kita sangat terbuka, aspirasi ini akan kita sampaikan ke pimpinan tinggi di Jakarta,” ujarnya.

Rahmad juga mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat Anambas dalam melindungi satwa laut dilindungi, terutama penyu.

Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi mengonsumsi satwa dilindungi, sebuah langkah penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

“Ini menunjukkan masyarakat Anambas sangat peduli lingkungan dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” katanya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Investasi Terhambat, 1,2 Juta Ha Laut Anambas Masuk Kawasan Konservasi pertama kali tampil pada Kepri.

Dishub Tata Ulang Layanan Parkir, Seragam Jukir Disegarkan

0
Kepala Dinas Perhubungan Batam, Leo Putra saat memberikan pengarahan kepada juru parkir di Kantor Dishub. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan memperbarui seragam dan perlengkapan kerja seluruh juru parkir (jukir). Langkah ini dilakukan untuk menata ulang wajah sektor perparkiran sekaligus meningkatkan kerapian dan profesionalitas jukir di lapangan.

Kepala Dishub Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ratusan perlengkapan baru yang segera dibagikan dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, ada pengadaan 620 baju jukir lengkap. Ada rompi, tas pinggang, sampai sepatu,” ujar Leo, Kamis (27/11) pagi.

Leo menegaskan, pembaruan seragam bukan hanya soal tampilan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan standar layanan yang lebih baik. Dengan seragam yang seragam dan tertata, jukir diharapkan tampil lebih rapi, mudah dikenali, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, sejalan dengan penataan sistem parkir yang kini sedang digencarkan Dishub di seluruh Batam.

Menariknya, proses pembagian perlengkapan ini akan digelar secara resmi di Kantor Dishub Batam dan direncanakan dihadiri unsur Forkopimda, kepolisian, hingga polisi militer sebagai bentuk apresiasi kepada para jukir yang menjadi garda depan pelayanan perparkiran.

“Pembagiannya di kantor, dalam waktu dekat,” jelas Leo.

Dishub berharap pembaruan seragam ini dapat meningkatkan citra juru parkir dan membuat tata kelola parkir di Batam semakin tertib serta mudah diawasi. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Dishub Tata Ulang Layanan Parkir, Seragam Jukir Disegarkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Usil Lempar Sarang, Pelajar SD di Bintan Diserang dan Disengat Koloni Lebah

0
Tim Damkar memusnahkan sarang lebah madu yang sempat menyengat pelajar SD di Jalan Berdikari, Kampung Sukadamai, Tanjunguban, Kamis (27/11). F. Damkar untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pelajar SD diserang dan disengat koloni lebah madu saat melintas di Jalan Berdikari, Kampung Sukadamai, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. Insiden itu terjadi setelah beberapa pelajar melempar sarang lebah yang berada di sebuah pohon.

“Laporan ke Damkar baru masuk Rabu malam,” kata Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, Kamis (27/11).

Panyodi menjelaskan, sejumlah pelajar melintas di bawah pohon yang terdapat sarang lebah madu. Namun, beberapa dari mereka bertindak jahil dengan melempar sarang tersebut meski sudah diingatkan warga sekitar.

“Ada yang usil melempar sarang lebah, padahal sudah diingetin oleh ibu-ibu di sana,” ujarnya.

Akibatnya, lebah madu keluar dan menyerang seorang pelajar berusia 9 tahun. “Korban disengat tiga kali, tapi tidak dibawa ke rumah sakit,” kata Panyodi.

Damkar langsung mengeksekusi sarang lebah pada Kamis (27/11). Sarang dimusnahkan dengan cara dibakar dab disemprot dengan semprotan nyamuk.

Panyodi mengimbau warga segera melapor ke Damkar apabila menemukan hewan berbahaya di sekitar permukiman agar dapat ditangani sebelum menimbulkan korban. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Usil Lempar Sarang, Pelajar SD di Bintan Diserang dan Disengat Koloni Lebah pertama kali tampil pada Kepri.