
batampos– Salah satu perusahaan besar yang berkantor pusat di Singapura, Aslan Energy Capital menandatangani Heads of Agreement (HoA) atau nota kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Karimun. Penandatangan nota kesepahaman dilakukan Bupati Karimun, Iskandarsyah dengan pimpinan Aslan Energy Capital, Dr Muthu Chezhian di rumah Dinas Bupati Karimun.
Bupati Karimun, Iskandarsyah yang dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (27/11) mengatakan, penandatanganan HoA dengan Aslan Energy Capital ini diharapkan bisa dilaksanakan pada tahun depan dengan nilai investasi USD2,3 miliar atau sekitar Rp38 triliun lebih. ”HoA yang ditandatangani ini untuk membangun Dya City atau kota yang dinamis yang fokus pada energi bersih, mobilitas dan transformasi digital,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kata Bupati, Aslan Energy Capital akan berinvestasi di luar Pulau Karimun. Hal ini karena keterbatasan lahan yang tidak tersedia. Sehingga, ada dua pulau yang dipilih untuk melaksanakan apa yang tertuang di dalam HoA. Yakni, di Pulau Belat dan Pulau Gunung Papan.
BACA JUGA: Investasi Terhambat, 1,2 Juta Ha Laut Anambas Masuk Kawasan Konservasi
”Kebutuhan lahan minimal 2 ribu sampai 4 ribu hektar. Dan, pihak Aslan Energy Capital sudah turun sendiri ke pulau-pulau untuk menjajaki pulau mana yang sesuai. Dan, akhirnya dipilih Pulau Gunung Papan dan Pulau Belat yang masih tersedia lahan. Perlu diketahui Aslan Energy Capital tidak membeli lahan untuk investasinya. Melainkan, menggunakan sistim sewa kepada pemilik lahan. Selain lahan sewa, pemilik lahan juga akan mendapatkan profit sharing atau bagi hasil keuntungan,” jelasnya.
Melalui kerjasama strategis ini, tambah Bupati, menandai langkah penting dalam memperkuat posisi Kabupaten Karimun sebagai pusat energi dan teknologi di Asia Tenggara. Bahkan, sekaligus mendukung agenda nasional Indonesia dalam transisi menuju energi terbarukan dan ekonomi digital.
”Proyek Dyna City akan dibangun ribuan hektar lahan dengan minimal di atas 2 ribu hektar. Dalam membangun Dyna City Aslan energy Capital akan membangun energi bersih sampai 6 gigawatt (Gw). Listrik yang menggunakan sistim energi bersih ini akan dibagi menjadi dua. Yakni, 4 Gw untuk mendukung kawasan industri lokal, kampus data dan manufaktur mobilitas. Dan, 2 Gw untuk ekspor energi bersih ke negara-negara ASEAN,” ungkapnya.
Dyna City, kata Iskandar, akan terbagi dalam tiga zona pengembangan. Pertama, kawasan energi bersih terpadu, pusat energi berbasis tenaga surya, penyimpanan baterai, LNG dan amonia biru. Kemudian, zoan kawasan mobilitas dan industri manufaktur yang didalamnya kawasan produksi kendaraan listrik, baterai, chip AI dan industri hijau. Terakhir, kawasan infrastruktur digital dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. seperti pusat data hyperscale hingga 1,2 Gw untuk mendukung kecerdasan buatan dan komputasi awan. (*)
Reporter: Sandi
Artikel Aslan Energy Capital akan Investasi Rp38 Triliun di Kabupaten Karimun pertama kali tampil pada Kepri.









