
batampos – PDAM Tirta Karimun masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada tahun. Sehingga, perusahaan milik daerah ini bisa membantu menambah pundi-pundi kas daerah.
”Kita akui memang banyak pekerjaan yang harus kita lakukan memasuki awal tahun ini. Tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, tapi juga bagaimana bisa mengatasi kerusakan terhadap mesin, jaringan transmisi sampai dengan meteran yang terpasang di pelanggan harus diganti. Termasuk mengatasi daftar tunggu,” ujar Direktur PDAM Tirta Karimun, Herry Budhiarto, Rabu (5/1).
BACA JUGA: Permintaan PDAM Ditolak, Dewan Tuding Pemprov Kepri Tutup Mata
Untuk itu, katanya, salah satu target kinerja PDAM yang akan dilaksanakan pada awal tahun ini adalah mengganti meteran air yang terpasang di pelanggan. Karena, kondisi meteran tersebut sudah lebih 5 tahun terpasang dan tidak lagi bisa mencatat dengan benar berapa air. Dan ketentuan mengganti ini juga ada aturan dari pemerintah pusat.
”Tahun ini kita targetkan untuk mengganti 600 meteran milik pelanggan. Meski sebenarnya jumlah yang harus diganti cukup banyak. Namun, karena keterbatasan anggaran kita, maka penggantian dilakukan bertahap. Dan biaya penggantian ini (meteran, red) tidak akan dibebankan ke pelanggan. Jika kita tidak segera mengganti, maka dalam satu bulan PDAM bisa kehilangan ribuan kubik air bersih karena tidak mampu dicatat dengan kondisi meteran yang sudah lama,” ungkapnya.
Menyinggung tentang penyelesaian daftar tunggu yang jumlahnya sampai saat ini sebanyak 1.980 permohonan, Herry menyatakan, untuk mengatasi atau merealisasikan permohonan yang masih dalam daftar tunggu juga termasuk target untuk dituntaskan. ”Tapi, perlu diketahui bahwa dengan kondisi keterbatasan anggaran atau dana, maka kita tidak bisa sekaligus melakukannya. Tapi bertahap. Dan, ini juga ada kaitannya dengan kondisi jaringan pipa lama yang sudah terpasang sejak 1997,” ungkapnya.
Selain jaringan pipa, lanjut Herry, kondisi mesin pompa dan pendorong untuk didistribusikan ke bak penampungan sudah tua. Sehingga, harus diganti, tapi terbatas dengan anggaran yang tersedia.. Dan pihaknya khawatir dengan kondisi saat ini jika sudah terpasang sambuangan baru air tidak bisa optimal sampai ke pelanggan. Karena, kondisi mesin yang sudah tua dan pipa yang lama. Bahkan, dalam dua bulan terakhir cukup banyal kebocoran pada jaringan pipa lama. Yakni, November ada 11 titik yang bocor dan di Desember jumlahnya lebih banyak lagi yang bocor. Ada 12 titik. Semuanya pipa yabg sudah berusia puluhan tahun. (*)
Reporter: Sandi




