Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8544

Dua Pasien Covid Omicron Meninggal Dunia

0
Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (Istimewa)

batampos- Dua pasien covid varian omicron dilaporkan meninggal dunia. Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi.

BACA JUGA: Pemerintah Terbitkan Dua Inmendagri Perpanjangan PPKM untuk Mencegah Penyebaran Omicron

“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” ujar Nadia dalam keterangannya, Sabtu (22/1).

Nadia mengungkapkan, dua pasien yang meninggal dunia tersebut memiliki komorbid. Namun dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai komrbid apa yang diderita dua pasien tersebut.

Hingga Sabtu (22/1) tercatat 3.205 penambahan kasus baru Covid-19, 627 kasus sembuh, dan 5 kasus meninggal akibat terpapar Covid-19. Kenaikan kasus baru konfirmasi merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia. Di mana sejak 15 Desember hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia

Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam antisipasi penyebaran Omicron di Indonesia, mulai dari menggencarkan 3T terutama di wilayah pulau Jawa dan Bali, peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggencarkan akses telemedisin, serta meningkatkan rasio tempat tidur untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit.

Yang terbaru, Kemenkes juga telah mengeluarkan aturan baru untuk penanganan konfirmasi Omicron di Indonesia, yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

“Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan Covid-19, di mana untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk Isolasi mandiri dan Isolasi Terpusat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jpgroup

Dua Warga Tanjungpinang Jadi Korban Terbaliknya Kapal Pembawa TKI Ilegal di Perairan Malaysia

0
Kepolisian Kerajaan Malaysia saat mengevakuasi kapal pembawa 27 TKI yang terbaik di Teluk Ramunia, Sungai Rengit, Johor Bahru, Kamis (20/1) f . Kiriman Basarnas Tanjungpinang

batampos- Dua orang warga Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang menjadi korban terbaliknya kapal speed boat yang terjadi di wilayah perairan Malaysia, Kamis (20/1) kemarin.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 Rukun Warga (RW) Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota, Ariansyah membenarkan dua perempuan yang jadi penumpang kapal itu merupakan warga RT 02 RW 01 inisial NT dan warga RT 03 RW 01 inisial FW. “Iya benar, dia tinggal di RT sebelah cuma data kartu keluarga (KK) nya di RT saya,” kata Ariansyah, Sabtu (22/1).

BACA JUGA: Dua Kapal Patroli Dikerahkan Pantau Pelabuhan Tikus di Perairan Kijang, Bintan

Ariansyah mengatakan yang meninggal itu adalah korban dengan inisial NT dengan usia sekitar 40 tahun. Dirinya baru menerima informasi pada Jumat (21/1) kemarin. “Saya tahunya sudah siang juga dari warga sekitar,” ujarnya.

Saat ini keluarga masih menunggu jenazah di rumah duka sembari menunggu informasi selanjutnya dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang, Slamet Riyadi melalui Humas, Agung Satria mengatakan dalam kejadian itu pihaknya memang tidak melakukan aksi penyelamatan hanya membantu koordinasi sebab terjadi di luar wilayah kerjanya.

“Terkait warga mana yang menjadi korban dalam kecelakaan kapal kita tidak punya manifestnya, ada yang sebut itu warga Kampung Bugis, tapi dari kami tidak ada menerima laporan itu,” kata Agung, Sabtu (22/1).

Dijelaskan Agung, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak Malaysia, terdapat kapal speed boat terbalik di Teluk Ramunia, Sungai Rengit, Johor Bahru, Malaysia pada Kamis (20/1) kemarin sekitar pukul 03.50 dini hari yang membawa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 27 orang. Saat ini, sebanyak 19 dinyatakan selamat, 5 orang meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian.

“Kami sifatnya hanya mengetahui saja, karena kejadiannya jauh sehingga tidak bisa ikut campur terlalu jauh sebab sudah lintas negara. Kejadiannya sudah sangat dekat dengan Malaysia, sudah dekat ke bibir pantainya,” papar Agung.

Agung tidak mengetahui pasti penyebab terbaliknya kapal kayu itu, perkiraannya karena saat ini kondisi angin kencang di laut kemungkinan besar kejadian naas itu akibat dihantam ombak. “Kalau kondisi angin kencang seperti sekarang ini kemungkinan karena ombak,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan

Berikut foto foto yang diterima redaksi dari keluarga fatmawati (korban  yang selamat)

kapal yang terbalik sudah ditarik ke pantai
Proses evakuasi korban
Proses pencarian korban
Penumpang yang berhasil diselamatkan petugas
Korban yang tewas menunggu diidentifikasi

Akhirnya Minyak Goreng Satu Harga Ada di Karimun

0
Seorang pedagang pasar Mutiara Tanjungbatu Kundur menunjukan minyak goreng dalam kemasan

batampos – Kebijakan pemerintah pusat mengatur minyak goreng menjadi satu harga sudah dimulai 19 Januari 2022 lalu. Namun untuk Kabupaten Karimun akan dimulai hari Sabtu (22/1/2022).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Energi Sumber Daya Mineral Muhammad Yosli mengatakan, kebijakan satu harga untuk minyak goreng dimulai dari swalayan-swalayan besar. “Harga jual minyak goreng satu harga adalah Rp14 ribu perliter, dan Rp28 ribu untuk 2 liter,” sebut Yosli.

BACA JUGA: Sabar, Minyak Goreng Rp14 Ribu Per Liter Belum Berlaku di Karimun

Kebijakan satu harga yang dibuat pemerintah pusat untuk mengontrol harga minyak goreng agar tetap stabil di pasaran. Hal ini imbas dari tidak stabilnya harga minyak mentah Crude Palm Oil yang mengakibatkan turun naiknya harga minyak goreng di pasaran.

“Karena crude palm oil masih tidak stabil, makanya pemerintah membuat kebijakan minyak goreng menjadi satu harga yakni Rp14 ribu perliter,” papar Yosli.

Untuk pasar, dan retail kecil, sambung Yosli, masih diberi waktu untuk menyesuaikan dengan harga yang sudah ditetapkan pusat.

“Untuk retail kecil dan pasar akan kita minta ikut menyesuaikan. Kami akan lakukan sidak ke swalayan-swalayan dan retail besar untuk memastikan penerapan minyak goreng menjadi satu harga ini sudah berjalan,” ujar Yosli. (*)

Reporter: Ichwanul F

Mencuri, Warga Sebong Pareh Ditangkap Polisi 

0
Polisi saat olah TKP kasus pencurian di beberapa lokasi. F.Polsek Bintan Utara

batampos– Pria berinisial Ls, 43, warga Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan ditangkap polsi karena melakukan pencurian di beberapa lokasi berbeda. Pelaku diamankan setelah polisi menerima laporan dari warga bernama Fitri. Korban mengaku kehilangan uang tunai Rp 7 juta, handphone,  botol parfum dan jam tangan di kediamannya Perum Garden View, 12 Desember lalu.

BACA JUGA: Pencuri Tabung Gas Terekam CCTv 

“Kami lakukan pengembangan dan akhirnya penyelidikan mengarah ke pelaku,” kata Kapolsek Bintan Utara Kompol Suharjono.

Tidak lama kemudian, polisi mendatangi rumah pelaku. Ketika didatangi polisi, pelaku tidak berkutik, bahkan pelaku mengakui perbuatannya.

Karena setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang-barang yang diduga hasil kejahatan diantaranya 10 handphone berbagai merk, satu power bank, satu jam tangan wanita, satu botol parfum, KTP milik suami korban dan satu tas tangan warna merah muda.

Dari interogasi yang dilakukan, pelaku juga mengakui sudah beraksi di tempat lain diantaranya di Jalan Panca Marga, Desa Sebong Pereh, 27 November lalu dengan korban Defri yang kehilangan 1 unit handphone dengan kerugian sekira Rp 3 juta.

Korban lainnya Deva, warga Pasar Baru, Desa Sebong Lagoi yang kehilangan 1 unit handphone dan uang tunai Rp 1 juta pada 18 Januari lalu dengan kerugian sekira Rp 3 juta.

Akibat perbuatannya, Ls dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke-3 dan ke-5 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Jo Pasal 65 KUHP tentang perbuatan berulang dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Suharjono mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan keamanan di lingkungan sekitar tempat tinggal.

“Bagi masyarakat yang pernah menjadi korban pencurian Ls silakan mendatangi Polsek Bintan Utara,” tukasnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Kemendag Lepas Ekspor Produk Unggulan NTB Senilai Rp 700 Juta

0

 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi

batampos – Sebanyak sepuluh jenis produk olahan sorgum senilai Rp 700 juta diekspor ke Timor Leste dan Malaysia hari ini, Sabtu (22/1) di Dusun Lokok Sutrang, Desa Santong Mulia, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Perdagangan bersama PT. Astra International Tbk.

Produk-produk yang diekspor kali ini diproduksi CV. Yant Sorghum yang membina petani sorgum di Desa Sejahtera Astra (DSA) Lombok, NTB. Kesepuluh produk olahan sorgum yang dilepas ekspornya adalah keripik tempe sorgum, roll sorgum, puff sorgum, keciput sorgum, stik bawang sorgum, beras sorgum, tepung sorgum, biskuit sorgum, gula cair sorgum kemasan botol dan saset, serta sendok dan garpu berbahan sorgum yang bisa dimakan (edible sorghum spoon and fork).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi, menyambut positif kegiatan panen raya sorgum untuk ekspor. Ia  berharap desa binaan Astra mampu mencetak eksportir yang dapat mengekspor produk-produk unggulan secara berkesinambungan.

“Kegiatan hari ini merupakan salah satu implementasi Kerja Sama Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa dengan PT. Astra International Tbk yang bertujuan meningkatkan kapasitas ekspor desa ke pasar global, salah satunya adalah produk olahan sorgum. Sejak diformalkan pada 28 Juli 2021, Kemendag dan Astra berkomitmen bahwa dari sekitar 900 desa binaan Astra, minimal 100 desa harus mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan repeat order dalam kurun waktu dua tahun, yaitu pada 2023 mendatang,” kata Didi menegaskan.

Kegiatan pelepasan ekspor ini turut dihadiri Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Ni Made Ayu Marthini, Head of CSR Communication PT. Astra International Tbk Bima Krida Pamungkas, pemilik CV. Yant Sorghum Nur Rahmi Yanti, dan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT).

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan komitmen Kemendag untuk mendukung produk-produk bernilai tambah yang inovatif, seperti hasil olahan sorgum ini.

“Sorgum bisa menjadi sumber pangan alternatif menggantikan gandum, padi, atau jagung, yang dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman olahan. Hal yang menarik adalah inovasi sendok dan garpu dari sorgum. Hal ini yang ingin kami dorong promosinya, sekaligus mengedukasi buyers bahwa produk ini sustainable karena bersifat bebas sampah (zero waste). Kami akan berkoordinasi dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membukakan akses pasar di 46 kota yang menjadi akreditasi dari Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center,” kata Made.

Sorgum merupakan tanaman bersifat zero waste product. Biji, batang, dan daun dapat diolah menjadi sejumlah produk. Biji sorgum dapat diolah menjadi tepung, pakan ternak, nasi, dan biskuit. Batangnya dapat diolah menjadi gula, pakan sapi, kompos, dan permen. Sedangkan daunnya dapat diolah menjadi kompos, pewarna alami, dan keripik.

Program DSA sorgum Lombok mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencoba bangkit dari dampak gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19. Program yang dimulai lima tahun lalu dengan dua desa binaan, saat ini jumlahnya meningkat menjadi 22 desa dan melibatkan lebih dari 1.000 petani di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Selatan dengan konsep korporasi petani. Berkembangnya DSA sorgum ini juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga yang terlibat dalam proses pengolahan menjadi berbagai aneka makanan dan minuman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor olahan serealia Indonesia selama lima tahun terakhir (2016–2020) tumbuh dengan tren sebesar 12,16 persen per tahun. Pada periode Januari–November 2021, nilainya tercatat sebesar USD 4,6 juta atau turun 10,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Pasar ekspor utama olahan serealia Indonesia adalah Korea, Turki, India, Hong Kong, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, Australia, Kanada, dan Arab Saudi.  (*)

Dishub Kota Batam akan Uji Coba Parkir Online di 50 Titik

0
Parkir Samping BCS Mall f Iman Wachyudi
Ilustrasi. Salah seorang juru parkir saat memungut retribusi parkir. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan Kota Batam akan menguji coba 50 titik parkir online guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu kerja sama dan realisasi parkir online dengan Bank Riau Kepri.

Parkir online kata dia, akan diujicobakan di 50 titik parkir tepi jalan. Hingga kini, pihaknya masih menunggu realisasi kerja sama ini.

Salim juga meminta parkir berlangganan mengembalikan setoran seperti sebelum Covid-19.

”Saya rasa dua tahun ini sudah cukup diberikan relaksasi. Tahun ini kami coba untuk berbicara dengan pelaku usaha untuk mengembalikan setoran retribusi ke awal lagi,” bebernya.

Mengenai aksi jukir yang meminta retribusi di luar ketentuan, Salim memastikan akan menindak tegas.

”Kalau memang ada, laporkan kepada kami, kami akan tindak oknum jukir yang curang kepada masyarakat,” tambahnya.

Salah seorang pengendara motor, Partahi, 27, mengaku dipungut retribusi Rp 2 ribu untuk sepeda motor yang di parkir di Penuin, Lubukbaja,
belum lama ini.

”Tukang parkirnya bilang Rp 2 ribu, katanya naik, padahal tak ada informasi resmi. Kalau naik, harusnya disosialisaikan dulu,” katanya kesal.

Reporter: Yulitavia

Target Retribusi Parkir Naik 8 Kali Lipat di Batam

0
Parkir Samping BCS Mall f Iman Wachyudi
Ilustrasi. Salah seorang juru parkir saat memungut retribusi parkir.

batampos – Pemko Batam menaikkan sejumlah target retribusi maupun pajak, termasuk pajak parkir dan retribusi parkir tepi jalan. Rencana ini merupakan salah satu upaya dalam mendongkrak PAD Kota Batam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim, mengatakan, tahun ini retribusi parkir tepi jalan ditargetkan Rp40 miliar. Angka ini delapan kali lipat dari target pada APBD-P tahun 2021 yakni Rp5,2 miliar.

Ia mengatakan, untuk tarif parkir tepi jalan masih sama yaitu Rp 1 ribu untuk kendaraan roda dua, dan Rp 2 ribu untuk kendaraan roda empat.

Pihaknya tidak menaikkan tarif retribusi, berbeda dengan pajak parkir khusus yang akan segera diterapkan dalam waktu dekat ini.

”Perlu saya tegaskan tarif parkir tepi jalan tetap mengacu kepada aturan lama. Kalau ada yang meminta lebih dari tarif yang ditetapkan, tolong laporkan lokasinya, kami akan segera menindak jukir (juru parkir) yang curang soal tarif ini. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” tegas
Salim.

Pihaknya akan mengingatkan jukir tetap menarik retribusi parkir tepi jalan dengan tarif yang lama. Meskipun target tahun ini cukup besar, pemerintah kota mencoba mencari solusi, selain menaikkan tarif retribusi parkir.

Solusi yang akan diupayakan di antaranya menaikkan setoran jukir. Misalnya di salah satu titik setoran tahun lalu Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu setiap harinya. Potensi parkir sudah dihitung, sehingga tidak sembarangan dalam menaikkan setoran jukir ini.

Reporter: Yulitavia

Warga Batam, Sabar Ya Harga Telur Sebentar Lagi Normal

0
Telur Harga Pangan
Ilustrasi. Pedagang telur di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga beberapa jenis bahan pangan di Batam masih mahal. Jika dalam beberapa hari terakhir harga minyak goreng terkontrol turun karena ada intervensi pemerintah, lain halnya dengan komoditas lauk pauk seperti telur dan ayam potong.

Dua jenis makanan sumber protein tersebut masih dijual dengan harga cukup tinggi. Misalnya, harga telur ayam buras di pasaran Batam masih
dijual di kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 56 ribu per papan isi 30 butir.

Padahal, sebelum Natal dan Tahun Baru lalu, harga telur per papan sekitar Rp 43 ribu hingga Rp 45 ribu per papan. Meski begitu, harga telur diprediksi melandai dalam beberapa hari ke depan.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Bapok) Kota Batam, Aryanto, menjelaskan, masih tingginya harga telurayam buras di pasaran Batam
saat ini karena modal pembelian sebelumnya yang masih tinggi.

Namun, sejak beberapa hari terakhir, harga telur disebutnya makin melandai.

”Sudah mulai berangsur turun. Tapi kenapa ada yang masih jual tinggi, karena menyesuaikan dengan modal lama, modal lama masih tinggi,” jelasnya kepada Batam Pos.

Ia juga memastikan, tingginya harga telur tak berkaitan dengan hari raya Imlek yang juga tinggal menghitung hari. Sebab, permintaan telur jelang Imlek tak sebesar dengan hari besar lainnya.

”Tak ada hubungan dengan Imlek, karena memang (harga tinggi) masih menyesuaikan harga,” tegas Aryanto.

Menurut dia, dalam beberapa hari terakhir, harga telur ayam buras dipastikan akan berangsur normal. Karena itu, masyarakat diminta lebih bersabar.

”Satu dua hari ini harga telur akan normal. Untuk stok telur di Batam juga aman,” sebutnya.

Pantauan Batam Pos di sejumlah swalayan di wilayah Batam Center dan Nongsa, harga telur ayam buras perpapan dijual Rp 50-56 ribu.
Sedangkan untuk per pak isi 10 butir, harga telur dijual Rp 17 ribu-20 ribu.

”Telur memang masih tinggi, namun dibanding beberapa hari lalu ini sudah turun,” ujar Sari, kasir salah satu swalayan di Batam Center.

Sementara itu, Tanti, warga Batam Center, mengeluhkan harga telur ayam buras yang masih tinggi. Ia bingung dengan harga telur yang masih tinggi, padahal Natal dan Tahun Baru yang dinilai turut menyebabkan harga telur tinggi telah lama berlalu.

”Biasanya tinggi tak sampai satu bulan, ini sudah lebih dari dua bulan, masih mahal,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap agar harga telur ayam buras bisa segera turun. Mengingat, sejumlah harga kebutuhan pangan masyarakat saat ini
serba mahal.

”Semua serba mahal, ayam, daging, ikan dan telur. Jadi berharap semua bisa turun, karena ini memberatkan kami yang berpenghasilan pas-pasan,” jelas Tanti.

Selain telur, harga ayam potong juga mahal. Di Pasar Melcem, Batuampar, ayam potong dijual Rp 38 ribu per kg.

”Iya, masih mahal,” ujar Izal, pedagang ayam di pasar tersebut.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Simalungung, Sumatra Utara, untuk memasok telur dan cabai ke Batam.

Sehingga dipastikan, awal Februari nanti, dua kebutuhan pokok ini akan murah.

Reporter: Yashinta

Dua Wanita Cantik Asal Jakarta Ditangkap di Batam, Gara-gara Ambil Benda Ini

0
BNN Narkotika
BNN Provinsi Kepri mengelar konfrensi pers terkait penangkapan dua wanita asal Jakarta yang mengambil narkotika jenis sabu dan ekstasi di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri menangkap dua wanita pada 3 Januari lalu di Ocarina, Batam Kota.

Saat penangkapan, petugas BNNP Kepri mengamankan barang bukti 1.046 gram sabu dan 3.800 butir ekstasi.

Kedua orang wanita ini bukanlah warga asli Batam. Dari pemeriksaan petugas BNNP Kepri, kedua wanita cantik ini khusus didatangkan dari Jakarta oleh bandar narkotika, untuk membawa narkoba kembali ke Jakarta.

“Dua orang yang kami amankan itu Bw,25 dan So,26,” kata Kabid Brantas, Heru Yulianto.

Bw dan So, datang ke Batam, Minggu (2/1/2022). Sesampai di Batam Bw dan So, tidak langsung mengambil sabu dan ekstasi. Keduanya menginap di salah satu hotel di Batam, menunggu instruksi dari bandarnya.

Senin (3/1/2022), keduanya mendapatkan instruksi untuk mengambil barang tersebut di Ocarina. Sabu dan ekstasi itu telah diletakan oleh kurir lainnya, begitu saja di pinggir jalan.

Petugas BNNP Kepri yang telah mengetahui transaksi narkoba ini dan mengintai kedua wanita tersebut.

Begitu sampai di kawasan wisata Ocarina, keduanya seolah sudah mengetahui harus kemana. Keduanya berjalan menuju ke arah ban bekas. Lalu, keduanya mengambil tas kecil dan membawanya.

“Saat itulah, kami menangkap keduanya. Saat ditangkap kedua orang ini tidak memberikan perlawanan,” ujarnya.

Heru mengatakan, saat dilakukan penggeledahan, tas yang diambil oleh kedua orang wanita itu berisikan narkoba jenis sabu dan esktasi.

Kepada petugas BNNP Kepri, keduanya mengaku baru sekali melakukan perbuatan pidana tersebut.

“Kami melakukan pengecekan tes urine, hasilnya negatif,” ucap Heru.

Walaupun baru mengaku sekali, petugas BNNP Kepri tidak mempercayai perkataan kedua orang itu.

Dari keduanya, petugas BNNP Kepri telah mengantongi identitas orang menyuruh wanita itu mengambil narkoba.

“Masih sedang dalam pengejaran,” ucap Heru.

Atas perbuatannya kedua wanit itu, petugas BNNP Kepri menjeratnya dengan pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

“Barang bukti yang kami dapati dari kedua wanita ini dimusnahkan. Karena sudah keluar surat ketetapan dari kejaksaan,” tutut Heru.

Reporter: Fiska Juanda

PKP Peduli Berbagi Imlek di 3 Panti

0
PKP Imlekk
Developer PKP dengan program sosial PKP Pedulinya, kembali hadir. Kini bersempena dengan perayaan tahun baru Imlek yang ke 2573, PKP Peduli menyambangi 3 panti sekaligus yang berada di Kota Batam. Foto: PKP untuk Batam Pos

batampos – Developer PKP dengan program sosial PKP Pedulinya, kembali hadir. Kini bersempena dengan perayaan tahun baru Imlek yang ke 2573, PKP Peduli menyambangi 3 panti sekaligus yang kesemuanya berada di Kota Batam.

Salah satunya panti jompo yang dikujungi memiliki penghuni relatief banyak, yakni Yayasan Budi Sosial yang berlokasi di ruko sekitar tos 3000, Nagoya, pada Sabtu (22/1/2022).

Rombongan PKP Peduli datang dengan membawa perwakilan dari Managemen, serta sebagian dari pimpinan proyek (Pimpro) serta beberapa staff lainnya.

Kunjungan ini disambut oleh Yuna selaku pengelola yayasan. Diceritakan Yuna, bahwa di Yayasan Budi Sosial sudah berdiri beberapa tahun lalu. Terdiri atas 4 bangunan yakni di lokasi ruko Nomor 10 serta di Ruko Nomor 1.

Keduanya dikomplek yang sama . Sedangkan 2 lagi yakni berlokasi di perumahan Sakura garden, di daerah Batu Ampar, serta di perumahan Palm Beach, Baloi.

Dengan beberapa orang pengelola. Jika,pada kunjungan tahun lalu ada 39 orang penghuni, tahun ini bertambah menjadi 45 orang penghuni.

Rata-rata sudah berusia tua, ada yang tapho (laki- laki), ada juga yang cabho (perempuan) kebanyakan sudah akong-akong (kakek) atau apek- apek (uwak/pak dhe).

Ada juga yang A ma (nenek). Di antara para penghuni ada yang terkena penyakit stroke. PKP Peduli juga menyambangi panti kedua yakni Panti Batam Indah yang berlokasi di Ruko Taman Niaga, dekat Kepri Mall.

Di sana ada 9 orang penghuni panti. Diterima oleh salah satu staff yakni Kintan. Acara pembagian santunan tidak berlangsung lama, tidak ada acara seremoni.

Acara serah terima santunan dilakukan di depan ruko, dengan akses udara bersifat terbuka. Sementara itu, perwakilan para penghuni menunggu sambil duduk, barang santunan berpindah dari 2 mobil van, Isinya penuh.

Ada sembako seperti beras, minyak, mie instan, gula,the,milo, dan lainnya, Jenis obat-obatan sampai beragam pembersih rumah. Juga tidak ketinggalan barang keperluan orang tua seperti pampers.

Juga seperti kue kue kering, minuman serta jeruk. Barang tersebut disesuaikan dengan kebutuhan panti. Rio Naldi, Manager Promosi PKP mengatakan, PKP Peduli selalu konsisten ikut membantu mereka yang memerlukan bantuan.

“PKP lanjutnya, tahun ini sudah berusia 34 tahun akan terus berupaya membantu sesama dengan beragam program bantuan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap sekitarnya (CSR),” ujarnya.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi panti ke 3, yakni panti Wreda sukacita yang berada sungai panas, bertemu langsung dengan pengelola yakni Po Ni.

Ia mengatakan, panti ini sudah sekitar 12 tahunan dikelolanya dengan menangani mereka yang telah berusia lanjut/jompo.

Diterima di salah rumah yang asri, dengan kebun yang relatief luas, yang berada di belakang panti tempat para penghuni yang sudah jompo tinggal.

Di akhir kunjungan, Mulia, salah satu dari rombongan PKP menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya.

“Ini hanya sekedar berbagi saja, mumpung akan tahun baru imlek “chit eh tampok ho li nang, ing wei be kuei ni liau. Gong Xi Fa Chai ke 2573, (sin ni tuah than) semoga di tahun baru ini, keberuntungan kita semakin banyak,” ujarnnya.(*)