Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic beraksi saat melawan petenis Spanyol Rafael Nadal dalam ATP Cup di Ken Rosewall Arena, Sydney, Australia pada 12 Januari 2020. (ANTARA/REUTERS/Edgar Su)
batampos – Novak Djokovic mempunyai harapan untuk bisa tampil mempertahankan gelarnya di Prancis Terbuka tahun ini dengan diberlakukannya aturan baru oleh otoritas setempat.
Sebelumnya, ranking satu dunia itu gagal bertanding di Australia Terbuka setelah visanya dicabut oleh kementerian imigrasi dan akhirnya dideportasi.
Sama seperti Australia, Prancis pertengahan bulan ini, memberlakukan undang-undang baru yang mewajibkan semua orang yang masuk ke wilayahnya sudah harus divaksin Covid-19 dengan dosis lengkap.
Namun, kemarin seperti dilansir La Gazetta, otoritas setempat memberlakukan aturan baru yang memungkinkan seseorang masuk ke wilayahnya tanpa harus divaksin.
Yakni, orang itu harus tercatat pernah sembuh dari Covid-19 dalam waktu minimal 6 bulan dari saat dinyatakan positif.
Nah, kondisi ini memang agak tricky buat Nole- sapaan Djokovic. Karena dari pemberitaan sebelumnya, dia dinyatakan positif Covid pada pertengahan Desember.
Jika dihitung 6 bulan setelahnya, maka syarat itu baru bisa dipenuhi pada Juni 2022.
Padahal Prancis Terbuka akan dilaksanakan pada 22 Mei sampai 5 Juni.
Pelatih Djokovic, Marian Vajda, yakin bahwa anak asuhnya itu akan kembali mereguk kesuksesan di ajang grand slam meski sangat terdampak dengan kasus deportasinya dari Australia.
”Aku masih tidak percaya mengapa mereka (Australia) melakukan ini kepadanya. Ini adalah keputusan yang tidak sehat dan tidak adil,” ujar Vajda kepada Sportklub.
”Mereka memutuskan itu atas dasar asumsi bahwa Djokovic bisa memicu terjadinya sesuatu yang belum terjadi,” tukasnya.
Kementerian Imigrasi Australia mencabut visa Djokovic menggunakan diskresi yang mereka miliki. Alasannya,
Djokovic bisa memicu gerakan anti-vaksin di Australia jika dia diperbolehkan masuk wilayahnya dan bertanding di Australia Terbuka dengan dispensasi medis. (*)
Proses pencarian korban kapal tki ilegal yang tenggelam
batampos – Satu warga Tanjungpinang atas nama Anita, 38, jadi korban tewas saat kapal yang membawa TKI/PMI ilegal menuju Malaysia terbalik, Kamis (20/1) dini hari di perairan Malaysia. Sedangkan Fatmawati, warga Tanjungpinang juga, selamat dalam peristiwa itu.
Informasi dari keluarga korban, Anita dan Fatmawati mengaku akan berangkat ke Malaysia melalui jalur resmi dari Batam, namun kenyataannya kedua wanita itu berangkat melalui jalur ilegal di Bintan. Salah satu adik korban, Pandi (35) bercerita, bahwa kakaknya berangkat dari rumah Kampung Bugis ke Pelantar II menggunakan kapal pompong bersama Fatmawati, Kamis (20/1) setelah magrib.
Saat izin ke orang tua, pengakuannya berangkat dari Batam melalui jalur resmi. Ketika pamit, memang tidak seperti biasanya, kata Pandi ada kejanggalan dari caranya minta izin pergi kepada kedua orang tuanya dari biasanya. “Biasanya cuma salam terus pergi, kemarin itu dia salam, peluk, cium pipi ibu bapak, selama ini nggak pernah,” kata Pandi saat ditemui di rumah duka, Sabtu (22/1).
Pandi meyebutkan informasi kecelakaan kapal pertama kali diterima kakak pertamanya pada Jumat (21/1) pagi dari keluarga Fatmawati, bahwa kapal yang ditumpangi ke Malaysia itu mengalami kecelakaan.
“Saat mendengar informasi itu kecelakaan kami mulailah mencari tahu, ternyata benar ada foto Anita saat diangkat dari laut ke atas kapal,” ujarnya.
Memang wajah foto yang diterimanya sengaja diblur, namun keluarganya sudah mengenali pakaian yang digunakan Anita saat izin dan berangkat dari rumah. Saat anak korban mencari data identitas di kamarnya ditemukan tas yang berisikan paspor, KTP dan permit yang ternyata tidak dibawa oleh wanita empat anak itu.
“Ternyata dia berangkat tak bawa identitas, paspornya dan surat lainnya. Semuanya tinggal di kamar ditemukan anak pertamanya,”terangnya.
Dijelaskan Pandi, tujuan berangkat ke Malaysia adalah untuk bekerja sekaligus menemui suaminya yang merupakan orang Malaysia. Anita memiliki 4 anak, pertama baru tamat SMA, kedua kelas 3 SMA keduanya perempuan. Anak ketiga kelas 2 SMP dan keempat kelas 1 SMP keduanya laki-laki. “Di Malaysia dia bekerja di rumah makan seperti restoran gitu,”terangnya.
Dia bercerita, Anita sudah hampir 2 tahun di rumah. Wanita kelahiran tahun 1983 itu pulang ke Tanjungpinang pada awal 2020 saat pandemi mewabah dan ketika akan berangkat dirinya juga bingung karena saat ini pintu tujuan Malaysia masih ditutup pemerintah.
Selama ini, kakaknya berangkat selalu melalui jalur resmi, tidak pernah sama sekali melewati jalur ilegal, namun saat dicoba melalui jalur gelap itu kakaknya mendapat musibah dan lebih malangnya dari kecil Anita juga tidak bisa berenang.
“Jadi kami merasa dikelabui juga dengan caranya berangkat ini,” ucapnya
Saat ini, jenazah sudah berada di rumah sakit akan dilakukan autopsi atau visum pada Minggu (23/1), kemungkinan akan dikirim ke Tanjungpinang pada Senin (24/1). “Pihak sana juga akan menyegerakan untuk mengirimkan jenazah ke Tanjungpinang,”katanya.
Terpisah, Mardiah (52) kakak pertama Fatmawati menyampaikan keberangkatan adiknya ke Malaysia itu juga penuh kejanggalan, tidak berpamitan kepadanya. Fatmawati mengaku berangkat dari Batam melalui sambungan telepon kepada Mardiah.
Saat keluar dari rumah, Fatmawati tidak menyampaikan apapun terkait rencana keberangkatan. ”Katanya dia berangkat dari Batam ke Malaysia, ada yang membantu mengurus permit,”kata Mardiah ketika ditemui di rumahnya.
Mardiah dan Fatmawati kembali ke Tanjungpinang pada Maret 2020 lalu, keberadaanya di rumah hampir dua tahun dan selama lima tahun bekerja di Malaysia mereka selalu berangkat jalur resmi.
Ada hal aneh saat adiknya berangkat dari rumah, kata Mardiah Fatmawati tidak mau melihat kepadanya saat keluar dari rumah. “Dia tak ada cerita naik speed boat, yang jemput dia di Pelantar II kami juga tidak tahu,”terangnya.
Mardiah mendapat informasi bahwa adiknya selamat dalam kejadian dari foto berita yang diterimanya, dalam foto itu ia melihat Fatmawati duduk di Pelabuhan Tanjung Pengelih.
“Melihat foto itu kami juga heran, karena dia mengaku berangkat jalur resmi, tapi kenapa jadi begini,”tuturnya.
Jika mengetahui adiknya akan berangkat melalui jalur ilegal itu, Mardiah tentu akan melarangnya sebab itu berbahaya. Sudah pernah disampaikan agar Fatmawati bersabar menunggu untuk kembali ke Malaysia karena pasti akan dibuka nantinya.
“Kalau ibu tau pasti ibu larang dia berangkat dengan cara ini,”ucapnya
Hingga saat ini, Mardiah belum bisa berkomunikasi dengan adiknya dan jadwal kembali ke Tanjungpinang juga belum diketahui sebab harus menjalani proses hukum terlebih dahulu. Dengan kejadian itu, Mardiah ingin adiknya kembali ke Tanjungpinang dengan selamat.
Dari informasi yang diterimanya, kata Mardiah 27 PMI itu berangkat menggunakan dua kapal speed boat kayu, kapal yang ditumpangi Anita dan Fatmawati itu ternyata berbeda.
Kapal yang membawa Fatmawati berisikan 12 orang sedangkan yang membawa anita membawa 15 orang, sebab jika menggunakan satu kapal juga tidak masuk akal.
“Jadi mereka (Fatmawati dan Anita) kapalnya pisah, penjelasan orang sana dua kapal tapi di berita hanya satu kapal,”terangnya.
Kedua kapal ini tenggelam berdekatan, yang satu di Teluk Ramunia yang ditumpangi Anita dan satu lagi dekat Pelabuhan Tanjung Pengelih yang ditumpangi Fatmawati. “Kapal Fatmawati ini semua penumpangnya sebanyak 12 orang itu selamat,”imbuhnya.
Sebelumnya Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 Rukun Warga (RW) Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota, Ariansyah membenarkan dua perempuan itu merupakan warga RT 02 RW 01 yaitu Anita dan warga RT 03 RW 01 yaitu Fatmawati.
“Iya benar, dia tinggal di RT sebelah cuma data kartu keluarga (KK) nya di RT saya,” kata Ariansyah saat dikonfirmasi. (*)
Sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan di lingkungan SMKN I Batam, Sabtu (22/1) pagi.
batampos – Berantas stunting masih jadi fokus pemerintah pusat untuk mencetak generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Semua pihak diharapkan berperan aktif untuk mensukseskan program generasi yang gemilang tersebut.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Batam juga berperan aktif memberantas stunting di lingkungan sekolah. Melalui berbagai kegiatan, kepala sekolah dan tenaga pengajar SMKN I Batam aktif menyerukan siswa siswinya untuk menjaga kestabilan tubuh dengan konsumsi gizi yang seimbang.
Seruan ini dipertegas lagi dengan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan di lingkungan SMKN I Batam, Sabtu (22/1) pagi. Dengan narasumber dari petugas Medis Puskesmas Batuaji, siswa kelas 10 dan 11 SMKN I diberi pengertian tentang bahaya stunting dan upaya pencegahannya.
Kepala Puskesmas Batuaji dr Sri Fetra Netti dan Ahli Gizi Puskesmas Batuaji Lola Novindra sebagai narasumber menekankan, bahwa stunting yang bisa saja dibawa sejak lahir bisa dipulihkan di usia remaja seperti para siswa siswi tersebut. Perbaikan nutrisi pola makan bisa mengatasi stunting sebelum para remaja tersebut berkeluarga nantinya.
“Jangan sampai stunting sampai nikah karena akan berdampak pada anak-anak kalian nanti. Masih bisa dipulihkan asalkan jaga keseimbangan nutrisi makan,” ujar dr Sri.
Pola makan yang sehat dengan formasi nutrisi yang lengkap adalah satu-satunya cara untuk memulihkan stunting. Formasi nutrisi yang dimaksud adalah dalam satu piring harus ada vitamin dan mineral, karbohidrat dan protein. Vitamin dan mineral berasal dari sayuran dan buah-buahan, karbohidrat berasal dari nasi, roti ataupun jagung serta protein dari kacang-kacangan, ikan ataupun daging.
“Protein penting untuk membangun sel tubuh dan otak. Jadi intinya sepiring makanan itu harus lengkap dan seimbang karena fungsinya berbeda-beda. Jangan makan nasi sama mi instan itu sama-sama karbohidrat, nutrisi dan proteinnya tak ada,” jelas Lola.
Sementara untuk upaya pencegahan seharusnya sudah dimulai sejak masa nol kehamilan. Ibu harus menjaga keseimbangan nutrisi makanan untuk janin dan bayi sampai usia dua tahun. “Itu dinamakan masa emas. Mulai dari waktu nol kehamilan sampai usia dua tahun keseimbangan nutrisi harus benar-benar diperhatikan. Jangan makan asal kenyang saja. Keseimbangan nutrisi ini tak harus mewah dan mahal. Enam bulan setelah melahirkan anak harus diasup oleh ASI ekslusif. Setelah itu baru tambahan makanan dengan nutrisi yang seimbang lainnya,” ujar Lola.
Dampak dari stunting ini sangat banyak, mulai dari terganggunya pertumbuhan anak hingga keterbelakangan mental dan fisik. Untuk itu setiap orang wajib menjaga kesehatan nya dengan selalu menerapkan pola hidup sehat dengan asupan nutrisi makanan yang seimbang.
Kepala SMKN I Batam Lea Lindrawijaya juga menyampaikan hal yang sama. Dia berharap berbagai kegiatan dan sosialisasi pencegahan stunting yang sudah dilakukan selama ini dapat diterapkan oleh semua siswanya di sekolah ataupun di rumah.
“Di sekolah kita juga punya program pengecekan perkembangan anak setiap semester. Kalau tak ada perubahan dengan fisik ataupun perkembangan badannya kita beri perhatian termasuk memanggil orangtua siswa yang bersangkutan agar lebih perhatikan lagi kedepannya. Seperti yang dicanangkan pemerintah, kita berharap anak-anak di sekolah ini tidak ada yang stunting sehingga bisa mencetak lulusan yang sehat, cerdas dan siap bersaing,” ujar Lea. (*)
Petugas memeriksa mobil yang mengangkut PMI saat razia di perbatasan Tanjungpinang-Bintan, Kamis (20/1). F. Humas Polres Tanjungpinang
batampos– Lima orang yang awalnya diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, dibebaskan pihak kepolisian. Lima orang tanpa membawa identitas tersebut, ternyata berprofesi sebagai nelayan.
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Syafruddin, mengatakan dari hasil pemeriksaan, lima orang tersebut mengaku telah bekerja selama 10 tahun sebagai nelayan kapal ikan di Kijang, Bintan. Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap keluarga masing-masing untuk memastikan apakah memang benar kelimanya bukan PMI ilegal. “Mereka memang nelayan,” kata Syafruddin, Minggu (23/1).
Menurut Syafruddin, lima nelayan tersebut menuju ke Batu 15 Tanjungpinang untuk mengantar rekannya. Namun kemudian terjaring Operasi Bunga Seligi 2022 di perbatasan Tanjungpinang-Bintan. “Sudah dibebaskan. Namun mereka masih wajib lapor,” terang Syafruddin.
Sebelumnya diketahui, Polres Tanjungpinang mengamankan lima orang yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, saat razia di perbatasan Tanjungpinang-Bintan, Kamis (20/1) malam. Lima orang terduga PMI dan seorang sopir serta satu mobil pengangkut kemudian diamankan ke Mapolsek Tanjungpinang Timur guna penyelidikan lebih lanjut. (*)
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Bintan, Edi Pribadi. F.Pribadi
batampos– Untuk meningkatkan minat baca, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bintan akan melakukan program jemput bola. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Bintan, Edi Pribadi.
Edi mengatakan, sudah beberapa tahun lalu Perpustakaan Daerah Kabupaten Bintan dibuka dan pengunjungnya didominasi kalangan muda dan pelajar. “Saya memiliki keinginannya untuk melihat perpustakaan ibarat tempat hiburan yang ramai dikunjungi,” harap Edi.
Terkait masih rendahnya minat baca masyarakat, Edi berpendapat, utamanya disebabkan karena masih terbatasnya akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Karena itu, Edi mengatakan, pihaknya akan melakukan program jemput bola diantaranya program pustaka keliling.
“Jadi ada mobil pustaka keliling ke setiap sekolah-sekolah dan komunitas khususnga bagi di daratan pulau Bintan,” katanya.
Kemudian Bintan memiliki program kapal pustaka apung bagi masyarakat dan sekolah di pulau-pulau dengan jadwal yang sudah diprogramkan.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bintan terus mendorong agar pemerintah desa ikut serta mengembangkan perpustakaan desa dan mendorong komunitas gerakan pembudayaan minat baca. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan taman bacaan masyarakat di kampung-kampung.
“Khazanah pengetahuan ada di perpustakaan. Kita bersyukur remaja dan pelajar masih sering berkunjung ke perpustakaan. Harusnya membaca tak mengenal usia. Jom kite membace,” ujarnya.
Sementara seorang petugas perpustakaan mengatakan setiap harinya ada yang berkunjung, khususnya pelajar yang mencari materi pelajaran. (*)
batampos – Varian Omicron Covid-19 mulai merenggut nyawa di Indonesia. Dua kasus kematian terdiri dari laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki riwayat penyakit komorbid yang tak terkontrol.
Kementerian Kesehatan mencatat 2 kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia. Kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi.
“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.
“Kedua pasien tersebut memiliki komorbid. Ada laki-laki transmisi lokal lansia, dan perempuan Pelaku Perjalanan Luar Negeri. Yang perempuan komorbid DM (diabetes melitusnya) tidak terkontrol. Laki-laki punya hipertensi,” kata Nadia kepada JawaPos.com, Minggu (23/1).
Hingga Sabtu (22/1) tercatat 3.205 penambahan kasus baru Covid-19, 627 kasus sembuh, dan 5 kasus meninggal akibat terpapar Covid-19. Kenaikan kasus baru konfirmasi merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia. Di mana sejak 15 Desember hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam antisipasi penyebaran Omicron di Indonesia, mulai dari menggencarkan 3T terutama di wilayah pulau Jawa dan Bali, peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggencarkan akses telemedisin, serta meningkatkan rasio tempat tidur untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit.
Yang terbaru, Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan aturan baru untuk penanganan konfirmasi Omicron di Indonesia, yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.
“Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan Covid-19, dimana untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk isolasi mandiri dan isolasi terpusat” jelas Nadia.
Dengan adanya kasus kematian ini, masyarakat didorong agar segera mendapatkan vaksin booster di fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga vaksin booster akan meningkatkan antibodi atau memberi perlindungan dari berbagai varian Covid-19. (*)
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Syafruddin menunjukkan barang bukti kotak infak yang dibobol pelaku. f. Yusnadi Nazar
batampos– Seorang warga Tanjungpinang, Purnomo mulai ketagihan membobol kotak infak. Setelah aksi pertamanya membuahkan hasil, pemuda 21 tahun ini, kembali melancarkan aksinya. Namun usaha tersebut gagal. Sebab pelaku tertangkap basah membobol kotak infak di rumah makan Muara Jaya, Batu 9 Tanjungpinang.
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Syafruddin mengatakan pelaku ditangkap tidak jauh dari rumah makan tersebut, Jumat (20/1). Pelaku tertangkap saat akan kembali melakukan aksi untuk ke dua kalinya. “Pelaku ini beraksi malam hari saat rumah makan sudah tutup,” kata Syafruddin, Minggu (23/1).
Saat beraksi, lanjut Syafruddin, pelaku mencongkel pintu rumah makan tersebut. Pelaku kemudian masuk ke dalam lalu mencongkel kotak infak. Pelaku lalu mengambil uang infak yang terletak di sejumlah kotak infak.
Menurut perkiraan pemilik rumah makan, uang infak yang terletak di kotak tersebut, lebih kurang senilai Rp 5 juta. Namun, berdasarkan pengakuan pelaku, uang yang dicurinya sebesar lebih kurang Rp 3 juta. “Uang itu sudah tak bersisa. Habis digunakan pelaku untuk kebutuhannya,” terang Syafruddin.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. “Pelaku ditahan guna proses hukum lanjutan,” terang Kapolsek. (*)
Petugas sedang menyuntik vaksin booster kepada salah satu sasaran di Ball Room Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (22/1) kemarin. F. Peri Irawan
batampos– Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri bersama Dinas Kesehatan Pengandaian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang menggelar vaksinasi booster atau suntik dosis ketiga untuk pelaku pariwisata, lansia dan masyarakat umum dengan terget 1.000 sasaran.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asparnas Kepri, Mulyadi Tan mengatakan dalam rangka membantu pemerintah mempercepat capaian vaksinasi, pihaknya membuka pelayanan vaksinasi booster di Ball Room Hotel CK Tanjungpinang.
“Target kita hari ini 1.000 orang, ini komitmen Asparnas membantu program pemerintah mempercepat vaksinasi,”kata Mulyadi, Sabtu (22/1) kemarin.
Dijelaskan Mulyadi, pihaknya sedang menyusul jadwal vaksinasi booster agar bisa dilaksanakan setiap pekan dengan target 1.000-2.000 orang setiap pelaksanaan. Diketahui Kepri juga menjadi salah satu daerah dengan capaian vaksinasi tercepat di Indonesia.
“Data terakhir capaian booster di Kepri sekitar 8.000 sejak 13 Januari 2022,”ungkapnya.
Tidak hanya itu, percepatan vaksinasi dan booster itu juga persiapan untuk travel bubble antara Singapura dan Bintan, sehingga semua pelaku pariwisata sudah siap menyambut kedatangan wisatawan manca negara (Wisman).
“Ditambah dengan booster ini, agar orang yang datang ke sini lebih percaya diri,”tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Pengandaian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dengan pihak lain dalam pelaksanaan vaksinasi.
“Hari ini bersama Asparnas Kepri, pemerintah punya program dam pihak swasta juga mendukung,”kata Sandri.
Dalam pelaksanaan booster itu, pihaknya menugaskan vaksinator dari beberapa puskesmas dan Urkes Polres Tanjungpinang. Saat ini kesadaran masyarakat untuk vaksinasi juga sudah tinggi dan sudah menjadi kebutuhan.
“Sejak awal dibuka booster ini antusias masyarakat juga bagus, setiap diadakan vaksinasi banyak yang datang,”ucapnya
Ia mengimbau, selama booster atau vaksinasi difasilitasi pemerintah masyarakat harusnya bisa mengambil kesempatan itu, sebab ke depannya belum diketahui apakah nantinya berbayar atau masih gratis. “Saat pemerintah masih memberikan fasilitas, mari kita manfaatkan,”imbaunya. (*)
Ilustrasi. Kenaikan harga minyak goreng berkisar 6-7 persen dibanding harga sebelumnya. Seperti, minyak goreng kemasan dua liter, dari harga Rp 30 ribu, naik jadi Rp 32.500 per 2 liter. Foto: Dokumentasi Batam Pos
batampos – Operasi Pasar yang digelar Pemerintah Kota Batam untuk minyak murah tidak merata, hal ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan minyak dengan harga Rp 14 ribu per liternya.
Penjualan minyak satu harga ini juga hanya tersedia di ritel moderen, sehingga tidak semua warga mendapatkan minyak murah tersebut. Hal ini membuat warga tetap membeli di pasar tradisional dengan harga Rp 17 ribu per liter.
Salah seorang warga Bengkong PKJ, Nurhalimah, mengakui tidak mendapatkan minyak satu harga di ritel moderen. Sudah beberapa kali mendatangi ritel moderen, namun selalu kehabisan.
“Mau tidak mau terpaksa beli di pasar moderen. Tidak mungkin tak masak hanya karena tidak dapat minyak murah,” kata dia, Minggu (23/1).
Ia mengatakan untuk dua liter minyak merek Salvaco dijual Rp 34 ribu. Merek minyak tersebut sudah yang paling murah bila dibandingkan dengan merek lainnya yang dijual Rp 36-37 ribu per liternya.
“Di sini tidak ada operasi pasar minyak goreng seperti di Batamcenter, Sekupang. Jadi rasanya tidak adil kalau digelar tidak merata,” sebutnya.
Ibu satu anak ini berharap, pemerintah bisa melanjutkan operasi pasar merata, sehingga masyarakat yang tidak kebagian juga merasakan minyak murah seperti warga lainnya.
“Kalau bisa adil, jadi semua dapat. Sekarang di pasar tradisional harga tidak turun. Mau tidak mau kami harus tetap membeli,” ujarnya.
Asep pedagang sembako di Pasar Bengkong Harapan mengatakan untuk harga komoditi kebutuhan pokok berangsur turun. Namun berbeda dengan minyak goreng yang belum mengalami penurunan harga. “Semua turun, kecuali minyak,” kata dia.
Untuk harga minyak ukuran 2 liter dijual beragam mulai dari Rp 24-36 ribu. Sementara ini memang banyak pembeli yang mengeluhkan soal harga ini, karena pemerintah sudah menetapkan satu harga.
“Alasannya tetap sama dengan penjual lainnya. Karena minyak ini kami beli dari distributor dengan harga yang tinggi. Jadi harga tidak mengalami penurunan,” ujarnya. (*)
Kepala UPT Puskesmas Tanjungbatu Azman bersama warga saat turun memberikan serbuk abate cegah penularan DBD.
batampos – Guna mengantisipasi merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD), UPT Puskesmas Tanjungbatu gencar melakukan penyemprotan (fogging) dan menabur serbuk abate. Selain itu petugas UPT Puskesmas Tanjungbatu juga mengapanyekan menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala UPT Puskesmas Tanjungbatu Azman, SKM mengatakan kasus DBD di Tanjungbatu mulai muncul. Meskipun jumlahnya baru beberapa orang, namun hal ini harus menjadi perhatian kita bersama. Terutama untuk menjaga kebersihan di lingkungan rumah masing-masing. Dengan cara menutup,mengubur dan menguras tempat penampungan air.
“Iya saya hari ini bersama sejumlah petugas Puskesmas Tanjungbatu membagikan sebuk Abate pada warga. Kita turun ke lapangan melihat kondisi di sejumlah rumah warga,” terangnya.
Dikatakan biasanya rumah kosong dijadikan tempat kembang biak jentik nyamuk DBD. Karena ada kolam atau pot bunga yang terisi air karena tidak ada penghuninya sehingga rawan ditempati jentik nyamuk DBD. Untuk itu diminta warga masyarakat saling peduli jika lingkunganya ada rumah kosong.
Uwi seorang warga menyampaikan terimakasih atas tindak cepat petugas Puskesmas Tanjungbatu dalam mengantisipasi kasus DBD. Terutama dengan cepat melakukan penyemprotan dan pemberian serbuk abate pada warga. Kita harapkan kasus DBD tidak sampai merebak di Tanjungbatu. (*)