Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 858

Kuliner Batam yang Jadi Oleh-Oleh Wajib, Ada Luti Gendang hingga Epok-epok

0
Luti gendang
Luti Gendang, salah satu kuliner khas Melayu yang banyak ditemukan di Batam. F. dok. Batam Pos.

batampos – Batam bukan hanya dikenal dengan destinasi wisatanya yang memikat, tapi juga deretan oleh-oleh khas yang menggoda lidah.

Setiap kali berkunjung, wisatawan lokal maupun mancanegara tak pernah lupa membawa pulang kuliner khas Batam yang lezat dan unik.

Berikut lima oleh-oleh terkenal di Batam yang selalu jadi incaran wisatawan:

1. Kek Pisang Villa

Kek Pisang Villa menjadi ikon oleh-oleh Batam yang wajib dicoba. Kue berbahan dasar pisang ini memiliki berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, dan blueberry. Teksturnya lembut dengan aroma pisang yang khas.

Toko Kek Pisang Villa bisa dengan mudah ditemukan di beberapa lokasi, seperti Nagoya, Batu Aji, Botania, Batam Centre, dan Bandara Hang Nadim.

2. Luti Gendang

Roti goreng berisi abon ikan pedas ini menjadi favorit banyak wisatawan. Ukurannya kecil, cocok untuk teman perjalanan atau camilan sore hari. Luti Gendang bisa ditemukan di Ruko Royal Sincom Blok D No.15–16, Teluk Tering, Batam Kota.

Rasa gurih dan pedasnya yang khas membuat siapa pun ketagihan.

3. Epok-Epok Ana

Epok-epok atau pastel khas Batam ini berisi kentang, sarden, hingga telur rebus. Rasanya renyah di luar dan gurih di dalam. Tak heran, banyak wisatawan yang menjadikannya buah tangan wajib dari Batam.

Epok-Epok Ana berlokasi di Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Batam.

4. Ogura

Ogura merupakan kue kekinian khas Batam dengan tekstur super lembut dan topping beragam. Kue ini cocok dijadikan oleh-oleh premium untuk keluarga di rumah.

Gerainya tersebar di Nagoya, Batam Centre, Panbil Mall, Tiban Centre, Ruko Plaza Fanindo, dan Bandara Hang Nadim.

5. Acong Ota, Otak-Otak Tenggiri Asli Batam

Acong Ota dikenal dengan otak-otak ikan tenggiri berkualitas yang dibungkus daun kelapa muda. Rasanya gurih, lembut, dan bisa dibeli satuan maupun kiloan.

Kamu bisa menemukannya di Ruko Trikarsa Ekualita, Jalan Pasir Putih No.6 Blok P, Sadai, Bengkong, Batam.

Kelima oleh-oleh khas Batam ini mudah ditemukan di berbagai titik kota. Rasanya yang autentik dan khas membuat wisatawan selalu ingin kembali berlibur ke Batam. Jadi, jangan lupa mampir dan bawa pulang cita rasa khas Pulau Batam!

Reporter: Juliana Belence

Artikel Kuliner Batam yang Jadi Oleh-Oleh Wajib, Ada Luti Gendang hingga Epok-epok pertama kali tampil pada Metropolis.

Kenali 5 November Sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

0
F. Radar Pontianak.

batampos – Setiap tanggal 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap flora dan fauna yang merupakan bagian dari identitas serta kekayaan alam Indonesia.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 9 Januari 1993.

Penetapan hari nasional ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan rasa cinta masyarakat terhadap flora dan fauna Indonesia, serta mendorong pelestarian keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan bangsa.

Mengutip Radar Kediri, pemerintah juga menetapkan tiga satwa dan tiga puspa nasional sebagai simbol kecintaan terhadap alam Indonesia:

Tiga Satwa Nasional

1. Komodo (Varanus komodoensis), satwa darat nasional yang hidup di Nusa Tenggara Timur.

2. Ikan Siluk Merah (Scleropages formosus),  satwa air yang dikenal karena keindahan dan nilai ekonominya.

3. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), satwa udara langka yang menjadi simbol semangat dan keagungan, sekaligus inspirasi lambang negara Garuda Pancasila.

Tiga Puspa Nasional

1. Melati (Jasminum sambac), puspa bangsa yang melambangkan kesucian dan ketulusan.

2. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), puspa pesona yang merepresentasikan keanggunan dan keindahan Indonesia.

3. Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii), puspa langka yang menggambarkan keajaiban sekaligus rapuhnya alam Indonesia.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional mengandung makna mendalam agar masyarakat mencintai, melestarikan, dan bangga terhadap kekayaan alam Indonesia. Flora dan fauna bukan sekadar simbol atau objek wisata, tetapi warisan yang harus dijaga demi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan manusia.

Hari nasional ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan agar generasi mendatang dapat menikmati kekayaan hayati yang sama. Pemerintah, lembaga konservasi, hingga masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian alam.

“Setiap bunga, satwa, dan hutan di Indonesia memegang peran besar dalam kehidupan kita. Lingkungan yang sehat akan memberikan kehidupan yang layak bagi generasi selanjutnya,” tulis laporan Radar Madiun.

Peringatan 5 November menjadi simbol cinta dan tanggung jawab terhadap puspa dan satwa Indonesia, sekaligus ajakan untuk terus menjaga bumi Nusantara.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kenali 5 November Sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali tampil pada News.

Empat Warga Anambas Ditangkap Aparat Malaysia, BP2D Kepri: Kami Masih Telusuri Kasusnya

0
Kepala BPPD Kepri, Doli Boniara. F. Istimewa.

batampos – Empat warga asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dilaporkan ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Mereka diduga terlibat dalam aksi pencurian di fasilitas kilang minyak yang berada di perairan 133 mil dari Kuala Kemaman, Terengganu, Malaysia, pada Minggu (2/11).

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepri, Doli Boniara, mengatakan pihaknya masih menelusuri kebenaran laporan penangkapan tersebut.

Hingga kini, BP2D berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk memastikan kondisi warga yang diamankan.

“Kita sudah koordinasi dengan KJRI, namun katanya itu wilayah KBRI. Sekarang kita masih menunggu informasi resmi dari KBRI,” ujar Doli kepada Batam Pos, Rabu (5/11/2025).

Doli membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi terkait empat warga Anambas yang ditahan di Malaysia karena dugaan pencurian di kilang minyak milik negara tetangga tersebut.

Keempat warga itu masing-masing berinisial Sabll, warga Desa Putik; Luhpi, warga Desa Tebang; serta Jahri dan Pai, warga Desa Candi. Penangkapan mereka disebut bermula dari laporan aktivitas mencurigakan di area fasilitas pengeboran minyak milik Petronas.

Doli menyayangkan dugaan keterlibatan warga Anambas dalam aksi pencurian tersebut. Ia mengungkap, sebelumnya tujuh warga Anambas juga pernah ditangkap atas kasus serupa di lokasi yang sama.

“Sangat disayangkan. Masalahnya pencurian ini pasti ada pidananya, sama seperti di Indonesia,” tegasnya.

BP2D Kepri bersama KBRI disebut terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan perlindungan hukum bagi WNI yang terlibat, sesuai prosedur diplomatik antarnegara.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Empat Warga Anambas Ditangkap Aparat Malaysia, BP2D Kepri: Kami Masih Telusuri Kasusnya pertama kali tampil pada Kepri.

Pemilik Kucing Didenda Rp20 Juta Usai Peliharaannya Ganggu Tetangga

0
Ilustrasi kucing. F. Freepik.

batampos – Seorang wanita di Prancis selatan, Dominique Valdes, harus membayar denda sebesar €1.250 atau sekitar Rp 20,8 juta (kurs Rp 16.680 per Euro) setelah kucing peliharaannya, Remi, berulang kali masuk dan mengganggu properti tetangga.

​Putusan pengadilan menjatuhkan denda tersebut dan meminta Dominique bertanggung jawab atas serangkaian gangguan yang disebabkan oleh kucingnya.

​Menurut laporan The Brussels Times, tetangga Dominique Valdes mengklaim Remi kerap buang air kecil di selimut, meninggalkan kotoran di taman, hingga menyisakan jejak kaki di lantai yang belum kering.

Meskipun Dominique bersikeras tidak ada bukti jelas yang menghubungkan Remi dengan kerusakan tersebut, pengadilan tetap menjatuhkan hukuman.

​Dominique diwajibkan membayar denda total €1.250 dan denda €30 untuk setiap pelanggaran yang dilakukan oleh Remi.

​Keputusan pengadilan tersebut membuat Dominique terpaksa mengurung kucingnya di dalam rumah.

​“Dia menjadi gemuk dan agresif. Rasanya sedang menjadi tahanan rumah,” ujar Dominique Valdes, Rabu (5/11), dikutip dari The Brussels Times.

​Kasus ini tidak hanya menyangkut batas pekarangan, tetapi juga dikaitkan dengan potensi kerusakan hewan peliharaan yang merugikan properti tetangga.

​Organisasi perlindungan hewan Prancis, Société Protectrice des Animaux (SPA), segera menyoroti kasus ini karena dianggap memiliki implikasi besar terhadap kebebasan hewan peliharaan dan pemiliknya.

​“Jika kasus ini menjadi yurisprudensi, pastinya orang akan berpikir dua kali sebelum mengadopsi kucing,” kata Direktur SPA, Guillaume Sanchez, dikutip dari sumber yang sama.

​Kasus Remi dijadwalkan kembali ke pengadilan pada bulan Desember mendatang. Hakim akan memutuskan apakah denda tambahan akan diberikan kepada Dominique Valdes. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Pemilik Kucing Didenda Rp20 Juta Usai Peliharaannya Ganggu Tetangga pertama kali tampil pada News.

Badai Terjang Lingga, Atap Rumah Warga Hancur Tertimpa Pohon Kelapa

0
Kondisi atap rumah warga Selayar, Muhammad Amor setelah tertimpa pohon kelapa, Rabu (5/11). F. Oktanius untuk Batam Pos.

batampos – Sebuah rumah warga di Desa Selayar, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, mengalami kerusakan parah pada bagian atap setelah tertimpa pohon kelapa. Insiden ini terjadi akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Rabu dini hari (5/11).

​Kejadian nahas tersebut diperkirakan terjadi sekira pukul 04.20 WIB. Batang pohon kelapa yang tumbang tidak hanya menjebol atap seng, tetapi juga merusak struktur kuda-kuda bangunan.

​Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal, membenarkan insiden ini. Informasi diterima setelah Kepala Desa Selayar melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Lingga.

​”Dari laporan yang kami terima, rumah yang tertimpa pohon itu adalah milik warga Desa Selayar atas nama Muhammad Amor,” ujar Oktanius saat dikonfirmasi pada Rabu (5/11).

​Beruntungnya, menurut hasil peninjauan di lokasi kejadian, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kerusakan yang diakibatkan fokus pada bagian atap rumah.

​Saat ini, petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lingga bersama staf kedaruratan telah berkoordinasi dengan pihak desa. Mereka sedang melakukan pendataan dan pengumpulan dokumen korban, seperti KTP dan KK, untuk keperluan administrasi bantuan.

​Mengingat kondisi cuaca di wilayah Lingga yang belakangan ini kerap dilanda angin kencang dan hujan deras, Oktanius mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

​”BPBD Lingga terus memantau kondisi cuaca. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” tegasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Badai Terjang Lingga, Atap Rumah Warga Hancur Tertimpa Pohon Kelapa pertama kali tampil pada Kepri.

Asisten II Pemprov Kepri Luki Zaiman Dilantik Jadi Sekda Sore Ini

0

 

Luki Zaiman Prawira. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif yang baru. Asisten II Pemprov Kepri, Luki Zaiman Prawira, dijadwalkan akan dilantik menjadi Sekda Pemprov Kepri pada hari ini, Rabu (5/11) sore.

​Kabar pelantikan tersebut dibenarkan langsung oleh Luki Zaiman. Acara pelantikan rencananya akan berlangsung di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.

​”Mohon doa, nasehat, dan kerjasama. Semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik,” kata Luki Zaiman kepada Batam Pos.

​Luki Zaiman menggantikan posisi Sekda sebelumnya, Adi Prihantara, yang telah dilantik sebagai pejabat Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah Ahli Utama di lingkungan Pemprov Kepri sejak Senin (20/10) lalu.

​Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengusulkan dua nama pejabat untuk mengisi jabatan Sekda. Kedua nama tersebut adalah Luki Zaiman Prawira dan Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bappenda Kepri.

​Adi Prihantara sendiri kini bertugas mengawal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan bersama DPRD. (*)

Reporter: M. Ismail. 

Artikel Asisten II Pemprov Kepri Luki Zaiman Dilantik Jadi Sekda Sore Ini pertama kali tampil pada Kepri.

​Warga Anambas Ditangkap APMM Malaysia Diduga Curi Kabel Kilang Minyak Petronas

0
Empat warga Kabupaten Anambas saat diamankan petugas APMM karena menjarah isi kilang minyak milik Petronas. F. APMM untuk Batam Pos.

batampos – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) kembali mengamankan empat warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Mereka ditangkap saat melakukan aksi penjarahan kabel di kilang minyak milik Petronas yang berada di perairan internasional, 133 mil dari Kuala Kemaman, Negara Bagian Terengganu, pada Minggu (2/11).

​Keempat pelaku yang diamankan adalah Sabli (Desa Putik), Luhpi (Desa Tebang), serta Jahri dan Pai (Desa Candi). Mereka memiliki rentang usia antara 27 hingga 62 tahun.

​Penangkapan ini bermula dari laporan adanya aktivitas mencurigakan di fasilitas pengeboran minyak Petronas yang diterima pada Jumat (31/10) lalu.

​Pengarah Zon Maritim Kemaman, Komander Maritim Abdul Halim Hamzah, mengatakan pihaknya segera mengerahkan Kapal KM Sebatik untuk melakukan penyelidikan intensif.

​”Kami kerahkan armada KM Sebatik ke lokasi untuk investigasi. Tim tiba pada Sabtu (1/11) pagi,” ujar Abdul Halim Hamzah seperti dikutip dari Bernama, Rabu (5/11).

​Pada pemeriksaan awal di anjungan minyak, petugas menemukan sejumlah kabel telah dipotong, namun pelaku tidak ditemukan di tempat kejadian.

​Investigasi berlanjut keesokan harinya, Minggu (2/11). Petugas kembali menemukan gulungan kabel listrik yang sudah tersusun rapi di salah satu sudut anjungan.

​”Melihat kondisi tersebut, kami yakin para pelaku masih berada di sekitar area. Setelah dilakukan pencarian intensif, akhirnya kami menemukan empat orang pria yang bersembunyi di ruang pengudaraan (ventilasi),” jelas Abdul Halim.

​Bersama para pelaku, petugas turut menyita sejumlah peralatan yang digunakan untuk mencuri, seperti pemotong kabel dan alat bantu teknis.

Abdul Halim menambahkan, total pelaku dalam komplotan tersebut diduga berjumlah enam orang. Namun, dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.

​“Dua orang lagi berhasil kabur, kemungkinan besar mereka sudah kembali ke Indonesia, tepatnya ke daerah asal mereka di Anambas,” katanya.

​Sementara itu, Kepala Desa Putik, Azman Riadi, membenarkan bahwa salah satu pelaku yang ditangkap merupakan warganya. Ia mengaku prihatin lantaran ini bukan kali pertama warganya terjerat kasus serupa.

​“Benar, warga saya Sabli ditangkap lagi oleh pihak Malaysia. Ini sudah ketiga kalinya dia terlibat kasus pencurian di anjungan minyak,” ungkap Azman.

​Azman mengaku pihaknya telah berulang kali memberikan nasihat kepada warga agar tidak melakukan kegiatan ilegal di luar negeri, terutama di kawasan industri minyak lepas pantai Malaysia.

Ia menduga faktor desakan ekonomi dan iming-iming hasil besar menjadi pendorong utama aksi nekat tersebut.

​”Saya sudah sering beri nasihat, tapi mungkin karena desakan ekonomi dan iming-iming hasil besar, mereka tetap melakukannya,” sesal Azman.

​Insiden penangkapan warga Anambas karena mencuri di anjungan minyak Petronas ini bukan yang pertama kali terjadi tahun 2025. Sebelumnya, pada 20 Februari 2025, tujuh warga Anambas juga berhasil diamankan otoritas Malaysia dalam kasus serupa.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel ​Warga Anambas Ditangkap APMM Malaysia Diduga Curi Kabel Kilang Minyak Petronas pertama kali tampil pada Kepri.

Eti Sumiati, Kurir Sabu 400 Gram Dituntut 10 Tahun Penjara

0
Eti Sumiati alias Nurul usai sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Aksi nekat seorang perempuan bernama Eti Sumiati alias Nurul, 38, berakhir di kursi pesakitan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arfian menuntutnya dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp4 miliar subsider enam bulan kurungan karena terbukti menjadi perantara peredaran narkotika jenis sabu seberat hampir 400 gram.

“Terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Perbuatannya telah meresahkan masyarakat,” ujar Arfian saat membacakan tuntutan di ruang sidang Pengadilan Negeri Batam,Rabu (5/11).

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan Eti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun, jaksa juga mempertimbangkan hal yang meringankan, seperti sikap kooperatif terdakwa selama persidangan, pengakuan atas perbuatannya, serta penyesalan yang disampaikan di hadapan majelis hakim.

Kasus ini berawal pada 17 Mei 2025 di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Saat itu, petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai gerak-gerik Eti ketika melewati pemeriksaan badan.

Kepada petugas, Eti mengaku sedang mengenakan pembalut. Namun, setelah dibawa ke ruang pemeriksaan, kecurigaan terbukti dari tubuhnya ditemukan satu bungkus sabu yang disembunyikan di area kemaluannya.

Pemeriksaan lanjutan di toilet mengungkap lebih banyak barang bukti. Petugas mendapati tujuh bungkus sabu tambahan yang disembunyikan di dubur terdakwa. Total, delapan bungkus sabu dengan berat keseluruhan 395,54 gram berhasil diamankan petugas bandara bersama anggota Ditresnarkoba Polda Kepri.

Hasil penyelidikan menunjukkan, Eti hanyalah kurir yang bekerja atas perintah seorang pria bernama Abdurrahman yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sebelumnya, Eti juga pernah ditugaskan membawa sabu ke Lombok oleh orang yang sama. Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai POM Batam kristal bening dalam bungkus-bungkus tersebut terbukti positif mengandung metamfetaminzat aktif dalam narkotika jenis sabu yang tergolong Golongan I.

Usai pembacaan tuntutan, penasihat hukum Eti Sumiati menyatakan akan menyampaikan pledoi (pembelaan) pada sidang lanjutan pekan depan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Eti Sumiati, Kurir Sabu 400 Gram Dituntut 10 Tahun Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Bulog Salurkan 662 Ton Beras dan 132 Ribu Liter Minyak untuk Warga Batam

0
Ilustrasi. Dua pekerja menyusun beras di gudang Bulog Batam di Batumerah, Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Perum Bulog Cabang Batam mulai menyalurkan bantuan pangan bagi puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi menjelang akhir tahun 2025.

Kepala Perum Bulog Batam, Dani Satrio, menjelaskan, penyaluran bantuan pangan telah dimulai sejak awal November. Program ini menyalurkan total 662,6 ton beras dan 132.532 liter minyak goreng untuk 33.133 keluarga penerima manfaat di Batam.

“Setiap keluarga memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan, yakni November dan Desember. Penyaluran dilakukan menggunakan DTKSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional) agar tepat sasaran,” katanya, Selasa (4/11).

Baca Juga: Universitas Terbuka Gelar INNODEL 2025 di Batam, Soroti Inovasi Pendidikan Terbuka dan Kontribusi bagi Pembangunan Kepri

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Bulog terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah gejolak harga bahan pokok.

Bulog Batam terus memastikan ketersediaan stok beras dan bahan pokok lainnya di gudang dalam kondisi aman hingga awal tahun depan. Persediaan itu mencakup beras medium, minyak goreng, dan gula pasir untuk kebutuhan program bantuan maupun operasi pasar.

“Kami menjamin pasokan cukup dan distribusi berjalan lancar. Bulog siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk intervensi pasar kapan pun diperlukan,” kata dia.

Dukungan Bulog mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Sinergi antara Bulog dan Pemko Batam menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah.

Ia menyebut, kolaborasi ini bukan hanya soal distribusi beras, tetapi juga tentang menjaga ketenangan dan daya beli masyarakat. “Terima kasih atas peran strategis Bulog dalam menjaga pasokan pangan Batam. Sinergi ini sangat membantu kami mengendalikan inflasi, terutama menjelang akhir tahun,” tambah dia.

Baca Juga: Kasus Korupsi PT Batam Persero Rugikan Negara Rp2,2 Miliar, Kejari Batam Lakukan Penelusuran Aset

Ia memaparkan rencana penyaluran 52.500 paket sembako bersubsidi oleh Pemko Batam pada Desember mendatang. Program ini menggandeng Bulog sebagai penyedia utama beras sekaligus mitra distribusi.

Setiap paket sembako bernilai sekitar Rp200 ribu dan disubsidi Rp100 ribu oleh pemerintah. Isinya terdiri dari 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.

“Kami ingin masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang akhir tahun,” katanya.

Selain itu, langkah kolaboratif tersebut memperkuat kesiapan daerah menghadapi potensi lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang biasanya diikuti peningkatan permintaan kebutuhan pokok. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Bulog Salurkan 662 Ton Beras dan 132 Ribu Liter Minyak untuk Warga Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Universitas Terbuka Gelar INNODEL 2025 di Batam, Soroti Inovasi Pendidikan Terbuka dan Kontribusi bagi Pembangunan Kepri

0
Wakil Rektor Bidang Akademi Universitas Terbuka (UT) Rahmat Budiman bersama Direktur UT Batam Angga Sucitra Hendrayana dan undangan membuka membuka acara INNODEL 2025 di Hotel Aston, Selasa (4/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Universitas Terbuka (UT) kembali gelar konferensi internasional The International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL) 2025 di Aston Batam Hotel & Residence, Selasa (4/11). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk memperkuat inovasi pembelajaran terbuka dan jarak jauh (Open and Distance Learning/ODL).

Tahun ini, INNODEL mengusung tema “Strengthening Initiative, Authenticity, and Usefulness (SINAU)”, yang menekankan pentingnya inisiatif baru dalam sistem pembelajaran jarak jauh yang autentik dan bermanfaat bagi peserta didik serta masyarakat.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Rahmat Budiman, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan INNODEL 2025 telah dilakukan sejak satu tahun lalu. “Alhamdulillah, kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi negeri milik pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan pendidikan kepada seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Rahmat menegaskan bahwa keberadaan Universitas Terbuka menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan seperti Kepulauan Riau.

“Hari ini kita melihat indeks sumber daya manusia di Kepri cukup baik. Padahal, jika dilihat dari tantangan geografisnya yang memiliki lebih dari 2.000 pulau, tentu kondisi ini tidak mudah. Namun, dengan sistem pembelajaran terbuka, pendidikan tinggi bisa dijangkau semua kalangan,” katanya.

Ia menambahkan, Universitas Terbuka memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya terjangkau dan sistem belajar yang fleksibel. “Mahasiswa bisa mengatur masa studi sesuai kemampuan dan waktu mereka. Inilah bentuk nyata komitmen UT dalam pemerataan pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Kepulauan Riau, Analis Kebijakan Utama, Syamsul Bahrum, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya INNODEL 2025 di Batam. Menurutnya, Universitas Terbuka telah memberi kontribusi besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kepri.

“Konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam menghadapi tantangan pendidikan digital. Kepri bangga menjadi tuan rumah kegiatan yang membawa semangat inovasi dan pemerataan pendidikan,” ujarnya.

Konferensi INNODEL 2025 menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional sebagai pembicara kunci, di antaranya Prof. Peter Reimann dari University of Sydney, Prof. Tsuneo Yamada dari The Open University of Japan, dan Prof. Brian Yuliarto dari Indonesia. Forum ini membahas berbagai topik strategis, mulai dari teknologi baru dalam pendidikan, pengembangan e-content, hingga kolaborasi universitas dan industri dalam mendukung lifelong learning.

Melalui INNODEL 2025, Universitas Terbuka berharap dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor pembelajaran terbuka di Asia. “Universitas Terbuka ingin menjadikan INNODEL bukan sekadar ajang akademik, tetapi juga ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang relevan dengan masa depan pendidikan global,” tutup Rahmat Budiman. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Universitas Terbuka Gelar INNODEL 2025 di Batam, Soroti Inovasi Pendidikan Terbuka dan Kontribusi bagi Pembangunan Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.