Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8628

Persiapkan Pelajar untuk Sukses Hadapi UTBK 

0
ILUSTRASI: Para mahasiswa mengikuti prosesi Wisuda XV di Kampus Uniba, Batam Kota, Sabtu 24 November 2018, F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Pendidikan tinggi merupakan salah satu faktor penting yang dapat menjadi penentu masa depan seseorang. Kesadaran ini mendorong banyak pelajar Indonesia untuk berjuang semaksimal mungkin agar dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian.

Dilansir dari Statistik Pendidikan Tinggi 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PTN memiliki tingkat akreditasi yang lebih baik, dengan 37.43% PTN terakreditasi A. Sementara jumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi A masih di bawah 10%.

Hingga kini, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih menjadi pilihan pendidikan tinggi utama bagi banyak pelajar Indonesia, bukan hanya karena akreditasi yang baik, namun juga karena biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau.

Namun, berhasil diterima di PTN impian tidaklah mudah dan cenderung sangat kompetitif. Pelajar Indonesia harus terlebih dahulu berjuang melewati proses seleksi masuk dengan memilih salah satu dari tiga jalur seleksi masuk PTN, yaitu SNMPTN, UTBK-SBMPTN, dan Ujian Mandiri. Di antara ketiga jalur tersebut, jalur UTBK masih menjadi jalur favorit pelajar Indonesia karena memiliki kuota yang besar dan terbuka bagi semua pelajar, terlepas dari nilai rapor di sekolah. Pada tahun 2021, ada 777.858 pelajar Indonesia yang tercatat sebagai peserta UTBK-SBMPTN, sementara peserta yang dinyatakan lulus hanya 23,78% dari jumlah total peserta.

Ketatnya persaingan melalui jalur UTBK sekaligus tingginya harapan banyak pelajar Indonesia untuk berhasil memasuki PTN impian mereka, mendorong Ruangguru untuk menciptakan program holistik untuk persiapan sukses menghadapi UTBK, yaitu #PelatnasUTBK. Program #PelatnasUTBK terinspirasi dari atlet nasional Greysia Polii, yang dinilai memahami makna perjuangan menuju keberhasilan sebagai proses panjang yang membutuhkan kesiapan mental dan konsistensi dalam berlatih mengasah kemampuan teknis saat ia mempersiapkan diri bertanding di ajang Olimpiade.

Oleh karena itu, program #PelatnasUTBK terdiri dari dua pendekatan, yakni program untuk mengasah kemampuan teknis dan program kesiapan mental untuk membangun motivasi dan menjaga konsistensi belajar para pelajar yang akan berjuang menghadapi UTBK.

Kemampuan intelektual tinggi tidak selalu menjamin seseorang untuk berhasil di dalam bidang yang mereka tekuni, karena kepintaran bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Kami melihat pola yang serupa dalam UTBK, di mana tingkat intelegensi dan nilai yang mereka miliki bukan satu-satunya faktor lolos UTBK, karena begitu banyak materi pelajaran yang perlu dikuasai dalam waktu yang relatif singkat.

”Meskipun latihan soal merupakan kunci penting keberhasilan, namun menjaga motivasi, disiplin, dan konsistensi dari awal persiapan hingga UTBK justru menjadi tantangan nyata bagi para pelajar. Maka dari itu, Ruangguru mempersiapkan program holistik #PelatnasUTBK yang dapat diikuti oleh semua pelajar untuk mendukung persiapan mereka menuju UTBK. Harapannya, program ini akan dapat melatih para pelajar menghadapi soal-soal UTBK sekaligus menjaga motivasi dan konsistensi pelajar untuk mempersiapkan diri mereka agar sukses melalui UTBK,” tutur Ignatius Untung Surapati, VP Marketing Ruangguru.

Ditambah lagi, pelajar cenderung mengalami tekanan yang cukup berat saat persiapan UTBK. Selain kompetisi yang ketat, pelajar juga harus menghadapi soal-soal yang kompleks mencakup materi dari kelas 10-12 serta waktu persiapan yang terbatas, hanya tiga bulan lagi untuk menguasai seluruh materi tersebut.

Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog Anak dan Remaja, menambahkan, “Menghadapi tuntutan dan situasi dengan tingkat stres yang relatif tinggi ini dapat menyebabkan turunnya motivasi belajar, sehingga penyerapan informasi pun menjadi tidak optimal karena kelelahan otak.

Maka, dalam persiapan UTBK, penting juga untuk membangun situasi belajar yang menyenangkan dan suportif untuk pelajar. Kondisi emosional yang baik akan membantu pelajar mengatasi tekanan dan belajar dengan lebih efektif, serta mampu menguasai Higher Order of Thinking Skill (HOTS), yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi kemampuan analisis dan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah.”

Bagian pertama dari program #PelatnasUTBK adalah program pengasahan kemampuan teknis pelajar dalam mengerjakan soal UTBK. Berbagai turunannya antara lain:
UTBK Center: Satu tempat dalam aplikasi Ruangguru untuk semua persiapan terkait UTBK 2022, mulai dari countdown, materi belajar khusus UTBK, banksoal, tryout UTBK, tes minat bakat, serta berbagai info terkini seputar UTBK dan PTN. (*)

2). UTBK Experts: Rangkaian acara live streaming melalui Brain Academy Online yang mengupas dan membahas soal UTBK bersama Star Master Teacher.
3). Kitab UTBK: Modul e-book berisi panduan lengkap menghadapi UTBK yang dapat diunduh secara gratis. Modul ini berisi materi UTBK yang sering muncul, strategi menghadapi UTBK, rencana belajar UTBK, dan masih banyak lagi.

4). Latihan Soal Harian: Setiap hari, pelajar akan menerima latihan soal sekaligus pembahasan melalui grup Telegram.
Bagian kedua program #PelatnasUTBK adalah program kesiapan mental untuk membangun dan menjaga motivasi serta konsistensi belajar dalam mempersiapkan diri menuju UTBK melalui serangkaian dukungan holistik, yakni:

1). UTBK Experts-Special Series: Rangkaian acara online yang akan membahas tentang cara menjaga motivasi belajar tetap tinggi, strategi belajar yang lebih efektif, dan berbagai topik relevan lainnya.
2). Sesi tanya jawab bersama Pendiri Ruangguru: Sesi eksklusif bersama Iman Usman dan Belva Devara untuk berdiskusi seputar persiapan, pengalaman, strategi, serta tips untuk meraih kampus impian.

BACA JUGA: Airlangga Harap Perguruan Tinggi Ikut Berperan dalam Wirausaha

3). Webinar bersama Psikolog: Sesi webinar bersama psikolog profesional terkait kesiapan mental dan konsistensi dalam menghadapi UTBK. Untuk paket berbayar, pelajar terpilih juga akan mendapat kesempatan mengikuti sesi pelatihan eksklusif.
4). Festival Cita-Cita: Rangkaian sesi webinar yang diisi oleh para profesional di bidangnya, mencakup beragam jenis pekerjaan untuk membuka pandangan dan memberi pengetahuan bagi pelajar dalam menentukan jurusan dan karir mereka di masa depan.

5). Sesi motivasi mingguan: Pembahasan mengenai motivasi untuk bisa membangun dan menjaga mental yang kuat untuk menghadapi UTBK.
6). Pelatihan Habit-forming: Sesi pelatihan yang dirancang untuk membentuk kebiasaan belajar yang konsisten dan efektif.

7). Weekly Challenge: Berbagai challenge dengan hadiah menarik yang akan diadakan tiap periode tertentu untuk meningkatkan semangat belajar pelajar.
Program #PelatnasUTBK dihadirkan melalui beberapa pilihan paket di dalam aplikasi Ruangguru dengan fitur layanan yang berbeda, yakni #PelatnasUTBK Umum yang tidak berbayar dan #PelatnasUTBK Intensif bagi pelajar yang telah membeli paket ruangbelajar SMA + UTBK 6 bulan atau paket Brain Academy Online Premium SMA + UTBK Intensif Semester Genap.

Informasi lebih lanjut mengenai detail layanan masing-masing paket dapat diakses melalui Blog Ruangguru. (*)

Reporter: JP Group

Ada Video Syur Mirip Nagita Slavina

0

batampos– Ada video syur dengan pemeran mirip Nagita Slavina, istri Raffi Ahmad beredar di dunia maya. Kasus tersebut kini resmi dibawa ke jalur hukum dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. “Hari ini Kongres Pemuda Indonesia Telah resmi membuat Laporan Polisi terkait Video 61 detik yang bermuatan asusila yang diduga menampilkan wajah artis,” kata Pitra Romadoni selaku Presiden Kongres Pemuda Indonesia, Kamis (13/1).

BACA JUGA: Koleksi Sweater Warna-Warni Victoria Beckham, Ini Harganya

Laporan Polisi tersebut terdaftar dengan LP: B/100/I/2022/SPKT/Resort Jakpus/Polda Metro Jaya. Laporan dibuat dengan tujuan untuk menjaga moral generasi muda dari konten yang bermuatan asusila. Selain itu, pelaporan ini juga bertujuan untuk menghentikan penyebaran video vulgar tersebut supaya tidak diakses oleh anak di bawah umur.

Pitra Romadoni mengungkapkan, pengunggah video asusila yang dilaporkan baru satu orang. ”Mengenai apakah dia penyebar pertama atau bukan nanti itu menjadi kewenangan polisi. Nanti akan diprofiling apakah ini penyebar pertama, kedua. Nanti pihak kepolisian akan mengambil langkah-langkah penyelidikan terlebih dahulu,” tuturnya.

Dia juga tidak dapat memastikan apakah video syur tersebut adalah video editan atau memang video asli Nagita Slavina. Menurut Pitra, hal itu juga menjadi ranah penyelidikan di kepolisian.

“Penyebarnya itu melanggar UU Pornografi karena memposting asusila,” tutur Pitra Romadoni. Dia juga menyebut penyebar video yang dilaporkannya dengan nama terang menyebut pemeran si artis. Bahkan pelaku memposting foto Gigi, sapaan akrab Nagita, seolah untuk meyakinkan publik.

Raffi Ahmad sebelumnya melalui postingan Instagram Story tegas membantah bahwa video 61 detik yang beredar di media sosial pemerannya adalah Nagita Slavina.

“Ini sudah ke mana-mana, saya butuh klarifikasi kalau sudah menyangkut istri saya. Itu bukan Gigi ya. Gila kali Gigi kayak gitu,” bantah Raffi Ahmad. (*)

Reporter: JP Group

Saat Beraksi, Pecuri Kucing Anggora Gunakan Mobil Rental

0
unnamed 2 1 e1641912906897
Mobil yang digunakan 2 pelaku maling kucing di Perumahan Cendana dihancurkan warga setelah tertangkap tangan, Selasa (11/1) siang.

batampos– Dua pelaku pencurian yang ditangkap warga di Perumahan Cendana, Batamcentre merupakan residivis kasus pencurian motor. Pelaku diketahui bebas pada akhir tahun lalu. “Iya masih pengembangan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batamkota Iptu Yustinus Halawa, Kamus (13/1).

BACA JUGA: Warga Cendana Tangkap Pencuri Kucing Anggora

Untuk melancarkan aksinya, pelaku menyewa mobil Mobil Toyota Avanza BP 1387 GF. Pelaku kemudian menggunakan mobil tersebut untuk berkeliling perumahan. “Pemilik mobilnya masih kita cari,” kata Yustinus.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Perumahan Cendana, Batamcentre berhasil mengamankan 2 orang pria yang diduga maling, Selasa (11/1) siang. Ke dua pelaku, AP, dan IS ditangkap usai kepergok hendak mencuri hewan peliharaan jenis kucing anggora.

Informasi yang didapatkan, ke dua pelaku yang mengendarai mobil rencananya akan menangkap kucing tersebut di teras rumah yang berada di Tahap 3. Namun, pemilik hewan peliharaan tersebut memergokinya. (*)

Reporter: Yofi

Ajudan Apri Minta BP Kawasan Tambah Kuota Rokok

0
JPU KPK membaca dakwaan terdakwa korupsi, Apri Sujadi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (30/12). f. Yusnadi Nazar

batampos- Sidang lanjutan kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) wilayah Kabupaten Bintan 2016-2018, menghadirkan sejumlah saksi.

BACA JUGA: Kerugian Negara Capai Rp 425 Milar, Dugaan Korupsi Apri-Umar di Bintan

Salah seorang saksi yang dihadirkan yakni Anggota II BP Kawasan Bintan Risteuli Napitupulu, mengaku sempat dihubungi ajudan terdakwa Apri Sujadi yang meminta agar BP Kawasan Bintan segera memproses kuota milik distributor.

Menurut saksi, apabila tidak ada permintaan dari Bupati Bintan yang saat itu dijabat Apri Sujadi, maka kuota rokok yang diterbitkan oleh BP Bintan tidak bertambah. “Ada telepon dari Rizki (ajudan Apri Sujadi). Katanya minta diproses segera untuk penambahan kuota,” ungkap Risteuli.

Saat itu, ia juga telah mengingatkan bahwa BP Bintan telah mendapatkan teguran dari Bea Cukai Tanjungpinang. Namun pesannya kepada ajudan tidak digubris. “Pak Apri Sujadi tidak pernah meminta penambahan kuota secara langsung,” ujar Risteuli.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bintan non aktif Apri Sujadi bersama Plt Kepala BP Bintan, M Saleh Umar yang terlibat kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan KPBPB Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018, didakwa telah memperkaya diri, orang lain dan korporasi oleh JPU KPK. Perbuatan terdakwa Apri bersama M Saleh Umar menyebab kerugian negara sebesar Rp 425 miliar. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR

Diancam Hukuman Maksimal 20 Tahun, BAP Dugaan Korupsi Chaidir Dilimpah ke Pengadilan

0
WhatsApp Image 2022 01 03 at 16.31.42 e1641825146105
Mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam Muhammad Chaidir (pakai rompi) digiring Jaksa usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Batam, Senin (3/1). F.Yashinta

batampos – Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Chaidir akhirnya dilimpah ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (14/1). Namun pelimpahan berkas, tidak beserta pemindahan tahanan mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam itu.

BACA JUGA: Takut Terseret Kasus, Guru SMA 1 Batam Ramai-Ramai Kembalikan Uang ke Jaksa

Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Oktaviandi mengatakan setelah proses tahap 2, jaksa penuntut umum (JPU) langsung melengkapi proses administrasi. Hal itu dilakukan untuk proses pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

“Hari ini Kejari Batam resmi melimpahkan berkas tersangka MC atas dugaan tipikor pengelolaan dana bos dan komite ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang,” ujarnya kemarin.

Dikatakannya, dalam berkas perkara itu, JPU juga menyertakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana BOS tahun anggaran 2017-2019, LPJ dana Komite Sekolah. Begitu juga bukti penyerahan uang tunai Rp 119.070.000 yang dikembalikan 50 guru penerima aliran dugaan korupsi tersebut.

“Ada beberapa barang bukti juga yang diserahkan. Karena sudah dilimpah, otomatis statua tahanan Chaidir menjadi tahanan Pengadilan Tipikor,” ujar Wahyu.

Meski berkas sudah dilimpah, namun penahanan Chaidir masih di Rutan Tembesi Batam. Alasannya, akan dibawa pada proses sidang pertama nanti.

“Kami menunggu penetapan jadwal sidang dari majelis hakim. Biasanya satu minggu setelah berkas dilimpahkan, sudah ada jadwal sidang,” terang Wahyu.

Menurut dia, dalam berkas yang dilimpahkan Chaidir dijerat dengan melanggar pasal 2 ayat 1 uu no 31 tahun 1999 ttg pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah uu no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp jo pasal 65 ayat 1 kuhp. Kemudian pasal 3 uu no 31 tahun 1999 ttg pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah uu no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp jo pasal 65 ayat 1 kuhp. Ancaman atas pasal 2 yakni dengan 20 tahun penjara.

Meski berkas sudah dilimpah, lanjut Wahyu, proses penyidikan masih tetap berjalan. Sehingga tak menutup kemungkinan dikemudian hari ada tersangka baru.

Berita sebelumnya, Mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam Muhammad Chaidir ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Batam, Senin (3/1). Ia diduga melakukan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah), biaya operasional dan dana Komite (dana SPP siswa) tahun anggaran 2017 sampai 2019 senilai Rp 830 juta.

Modus yang dilakukan Chaidir diduga dengan cara me mark up dan membuat kwitainsi fiktif. Tak hanya itu, Chaidir juga memalsukan tanda tangan dan lainnya. Salah satu dana diduga digunakan tersangka untuk mengajak para guru dan keluarga berlibur ke Malaysia. (*)

Reporter : Yashinta

 

Jaksa Minta Keterangan Ketua DPRD Tanjungpinang, Terkait TPP Pemko 

0
Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni.

batampos- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri memeriksa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang di Kantor Kejati Kepri, Kamis (13/1). Pemeriksaan Yuniarni Pustoko Weni, dilakukan terkait dugaan korupsi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pemko Tanjungpinang.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi TPP , Walikota Tanjungpinang Kembalikan Uang Miliaran

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri Sugeng Riadi membenarkan pemeriksaan terhadap Ketua DPRD Tanjungpinang oleh tim penyidik. “Benar Ketua DPRD Tanjungpinang dimintai keterangan,” jelasnya.

Sugeng menjelaskan Walikota Tanjungpinang Rahma telah mengembalikan uang hasil TPP sebesar Rp 2,3 miliar ke Kas Daerah. Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah juga mengembalikan uang TPP sebesar Rp 139 juta. “Jadi apa yang diterima oleh mereka (Walikota dan Wakil Walikota), itu yang dikembalikan,” katanya.

Sebelumnya diketahui Kejati Kepri melakukan penyelidikan dugaan korupsi TPP Pemko Tanjungpinang. Diduga Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang menerima aliran dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dari telaah yang telah dilakukan, kejaksaan menyimpulkan perlu dilakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat tersebut. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR

Yuwangki Diperiksa Polisi Selama 7 Jam

0

downloadbatampos- Pengusaha ternama di Batam, Yuwangki mendatangi Mapolresta Barelang, Kamis (13/1) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Pria yang diketahui sebagai salah satu petinggi di Hotel Planet Holiday ini menjalani pemeriksaan polisi selama 7 jam.

BACA JUGA: Tiga Tokoh Tionghoa Dianugerahi Gelar Dato, Ini Daftarnya…

Pantauan di Mapolresta, Yuwangki datang mengenakan pakaian kemeja putih langsung masuk ke dalam ruangan di Satreskrim Polresta Barelang. “Yang periksa dari Mabes. Di sini (Polres) cuma tempat pemeriksaan saja,” ujar salah seorang personel Polresta Barelang.

Banyak informasi yang beredar seputar pemeriksaan pengusaha tersebut. Ada juga informasi tentang pemeriksaan terkait kasus Kevin Hong, yakni kasus penipuan dan penggelapan uang miliaran rupiah. Kasus ini juga menjadi pemicu kasus penikaman yang dilakukan oleh Amat Tantoso pada 2019 lalu. “Kabarnya seperti itu (penggelapan). Tapi belum pasti juga,” kata sumber batampos.co.id.

Dalam kasus ini, Amat Tantoso kehilangan uang sekitar 1,0150,000 dollar Singapura. Uang tersebut sempat masuk ke dalam rekening Yuwangki sebelum ditransfer orang kepercayaannya kepada Kevin Hong. “Pastinya keterangan dari Mabes langsung saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan enggan berkomentar terkait pemeriksaan tersebut. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

PDIP Siap Perjuangkan Desa Sebagai Taman Sari Peradaban

0
Elite PDIP saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi). (istimewa)

batampos-  Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan seluruh aspirasi Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) berkaitan dengan berbagai persoalan atas jalannya pemerintahan desa termasuk soal Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN tahun 2022, harus ditempatkan dalam pemahaman landasan konstitusional dan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang desa.

“Sikap PDIP terkait dengan aspirasi tersebut selalu menempatkan hakekat pemerintahan desa dalam kaitannya dengan sistem politik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Berkaitan dengan hal tersebut desa harus betul-betul diangkat dan diperhatikan termasuk dengan seluruh kebudayaannya,” ujar Hasto saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi) di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/1).

“PDIP sangat senang dengan pertemuan ini. Mimpi Bung Karno dan Ibu Megawati adalah desa menjadi pusat kebudayaan, pusat kuliner. Jadi benteng Pancasila karena di desa itulah Pancasila dibunyikan dan akarnya yang gotong royong,” tambahnya.

DPP Apdesi menyampaikan aspirasi tentang Peraturan Presiden Nomor 104 yang dinilai kurang menguntungkan bagi desa.

Dalam pertemuan itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto didampingi Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat, Komaruddin Watubun dan Eriko Sotarduga, Wasekjen Arif Wibowo bersama sejumlah anggota DPR RI, yakni Idham Samawi, Ichsan Yunus, Endro Suswantoro Yahman dan Hugua.

Sementara, kedatangan DPP Apdesi dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Apdesi Surta Wijaya, Sekretaris Jenderal DPP Apdesi Asep Anwar Sadat dan jajaran DPP Apdesi.

“Kalau desa kita tak kuat, maka rontok kita. Kalau desa tidak kita kembangkan sebagai pusat kebudayaan, bisa bahaya,” ucapnya.

Ditambahkan Hasto, di Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan kader PDIP perhatian terhadap desa ini semakin terasa, menjadi bagian dari pembangunan.

Kepedulian terhadap desa itu tidak main-main karena menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional yang akan diagendakan.

“Spirit PDI Perjuangan agar desa kuat, maju dan berdaulat. Oleh karena itu, permasalahan desa harus dilihat secara komprehensif,” ujar Hasto.

Saat menyampaikan aspirasinya, Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya mengatakan, desa garda terdepan dalam menyelesaikan permasalahan di tingkat desa. Sehingga meminta ada perubahan peraturan yang lebih baik dan tidak mengurangi peran kepala desa. Apdesi menilai Perpres Nomor 104 tidak menguntungkan bahkan mengurangi diskresi aparat desa dalam pengelolaan anggaran desa. Misalnya  aturan 40 persen dana desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Kami meminta kepada PDI Perjuangan membantu Apdesi mencari solusi agar bisa bangun desa secara maksimal dan lebih baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP Apdesi Anwar Sadat meminta PDIP mengadvokasi masalah agar desa dengan kedaulatannya dapat memajukan desa.

“Indonesia bersinar tidak hanya dengan nyala obor di Jakarta tapi juga dengan lilin kecil di seluruh desa Indonesia,” ucap Anwar.

Djarot menambahkan melalui perangkat desa, pemerintahan terdepan dan berhubungan dengan masyakarat untuk melayani seluruh desa. “Ini aplikasi ideologi Pancasila. Menolong diri sendiri dan bergotong royong agar desa berdaulat,” ujar Djarot.

Arif Wibowo yang juga duduk di Komisi II DPR RI mengatakan keluhan DPP Apdesi ini wajar dan normal dan mengamini agar desa diperkuat eksistensinya dari aspek hukum.

Menanggapi berbagai aspirasi dan keluhan DPP Apdesi, Komaruddin Watubun menyarankan agar aspirasi dan keluhan ini disampaikan secara tertulis, dipersiapkan legal drafting sebagai sebuah aspirasi yang muncul dari bawah.

“Sehingga kami tidak salah memahami apa saja yang dikehendaki dan menjadi aspirasi desa,” ujar Komaruddin. Meskipun diakuinya aturan ini memang perlu disempurnakan dan tidak kaku.

Eriko pun menambahkan berbagai permasalahan di desa bisa diselesaikan meskipun mungkin tidak bisa tuntas dengan cepat. Apalagi yang terkait anggaran.

“Intinya intens saja berkomunikasi termasuk dengan Fraksi PDI Perjuangan. Bawa data-data konkrit permasalahan dan terkait Komisi DPR-RI di bidang apa. Tugas wakil rakyat memperjuangkan aspirasi desa. Karena peran desa itu penting,” kata Eriko. (*)

Reporter: JP Group

Naik Tipe, Polresta Tanjungpinang akan Dikomandoi Kombes Pol

0
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt

batampos- Polres Tanjungpinang akhirnya naik tipe. Dari sebelumnya tipr D, naik ketipe C. Dengan naik tipenya status polres menjadi Polresta. Dan akan dikomandoi polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

BACA JUGA: Tiga Polisi Tanjungpinang Dipecat, Terlibat Kejahatan Narkotika

″Berdasarkan Surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor : B/42/M.KT.01/2022 yang langsung ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahyo Kumolo, bahwa Polres Tanjungpinang mengalami kenaikan tipe dari tipe D/Polres ke tipe C/Polresta, dengan kenaikan tipe ini yang semula Kapolres berpangkat AKBP akan dipimpin oleh Kapolresta berpangkat Kombes Pol″. Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, Kamis (13/1).

Menurut Harry, usulan kenaikan tipe ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si dengan mempertimbangan bahwa Polres Tanjungpinang berada di wilayah ibukota Provinsi Kepri. ”Peresmian menunggu petunjuk teknis dari mabes polri,” beber Harry. (*)

Kopi Indonesia Jangkau Pasar Global

0
ILUSTRASI; Biji kopi. Pemerintah berharap akan hadir brand kopi asal Tasikmalaya lebih mendunia. f. Dery Ridwansah/JPGROUP

batampos – Permintaan kopi dunia berangsur naik setelah hampir dua tahun menurun akibat dampak pandemi global. Transportasi dan arus keluar masuk barang antar negara yang terbatas membuat rantai pasok logistik menjadi terganggu. Kelangkaan kontainer juga menyebabkan biaya logistik yang naik berlipat-lipat. Kendala ini pun menyebabkan volume perdagangan kopi menurun, terutama di jalur pasar ekspor dunia.

Direktur Bisnis II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Maqin U Norhadi, mengatakan mengatakan, untuk menggerakkan ekspor nasional, pihaknya sudah mempersiapkan sejak tahun lalu dengan mendorong pengembangan bisnis kopi. Salah satunya adalah melaksanakan program Desa Devisa khusus kopi, yang dimulai di Kabupaten Subang, Juli 2021 lalu.

Menurutnya, Indonesia sebagai produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, ikut terdampak oleh kondisi tersebut. Meski demikian, nyaris tidak ada pelaku usaha kopi yang gulung tikar dan beralih ke bisnis komoditas lain.

“Ini memperlihatkan bahwa penurunan bisnis kopi murni adalah akibat pandemi dan terganggunya rantai pasok, bukan karena berkurangnya permintaan pasar,” ujarnya dalan keterangan yang diterima oleh JP Group, Senin (10/1).

Maqin memaparkan, saat memasuki tahun 2021, permintaan kopi dunia sudah menunjukkan tren menggembirakan. Nilai ekspor kopi Indonesia rebound ditopang oleh kenaikan harga kopi dunia. Pertumbuhan nilai kopi masih minus yaitu sebesar -1,9 persen pada periode kumulatif Januari-Oktober 2021, namun relatif membaik dari minus 6,9 persen di 2020. Porsi ekspor terbesar yaitu jenis kopi tidak disangrai (98,51 persen) dengan pertumbuhan nilai ekspornya -7,22 persen yoy (year on year) pada 2020.

Sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati,juga meminta LPEI lebih kreatif dan inovatif, supaya Indonesia dapat memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi. Sebab, Indonesia dihadapkan pada sebuah lingkungan dunia yang bergerak sangat cepat.

“Ekspor merupakan salah satu engine growth yang sangat penting. LPEI yang berfungsi sebagai pemberi kredit atau credit enhancer, sebagai fasilitator, akselerator, maupun agregator harus meningkatkan kreativitas dan inovasi,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Indonesia Eximbank Institute, permintaan kopi dunia di 2022 akan semakin meningkat seiring harga yang juga semakin tinggi. Apalagi, pasarnya juga semakin luas. Ekspor perdana kopi hasil binaan Desa Devisa LPEI di Subang saja mencapai 18 ton untuk tujuan Arab Saudi.

BACA JUGA: Wamentan Dorong Ekspor Kopi Java Arabika Sukapura

Padahal, pasar tradisional kopi seperti AS, Jepang, Jerman, dan negara Eropa lainnya terus membesar. Para eksportir kopi nasional ini, berdasarkan catatan Indonesia Eximbank Institute tersebar di Semarang, Banda Aceh, Deliserdang, Medan, Bandar Lampung, Surabaya dan Sidoarjo, serta Malang.

LPEI juga mencatat ceruk permintaan kopi yang lebih spesifik seperti kopi organik sangat cerah pasarnya. Oleh karena itu, selain di Subang, LPEI juga mendampingi pengembangan bisnis kopi organik di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi.

“Tahun ini, ditargetkan kopi organik jenis java ijen dapat mulai diekspor untuk memenuhi pasar Jepang. Desa-desa di kawasan ini menjadi bagian dari program Desa Devisa LPEI, yang pada tahun 2022 ditargetkan dapat menjangkau sekitar 100 desa melalui program Desa Devisa tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group