Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 872

Percikan Api dari Meteran Nyaris Bakar Ruko Sung Baking House di Tanjunguban

0
Petugas PLN memutus aliran listrik setelah kejadian kebakaran kabel di ruko Sung Baking House di Jalan Permaisuri, Tanjunguban pada Jumat (14/11). F. UPT Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Percikan api nyaris membakar ruko Sung Baking House di Jalan Permaisuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (14/11) pagi. Kejadian itu sempat membuat panik warga sekitar setelah video kobaran api pada kabel dekat meteran listrik tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat percikan api disertai suara letupan di area meteran listrik ruko yang menjual bahan-bahan kue itu. Beruntung, api dapat dikendalikan dengan cepat oleh petugas dan pekerja toko menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.33 WIB dari staf kelurahan. “Kita dapat kabar dari staf kelurahan ada kebakaran di meteran listrik,” ujarnya.

Petugas Damkar langsung mengerahkan armada beserta peralatan dan menuju lokasi. Saat tiba, api sudah berhasil dipadamkan oleh pekerja toko dan petugas yang sigap menggunakan APAR. Petugas PLN juga sudah berada di lokasi untuk mengantisipasi risiko lanjutan.

Usai kondisi terkendali, petugas PLN langsung memutus aliran listrik untuk mencegah kejadian serupa. Panyodi menduga sumber percikan berasal dari konsleting arus pada kabel menuju meteran listrik.

“Yang terbakar kabelnya. Ukuran kabel ke meteran dan ukuran kabel dari meteran ke ruko berbeda. Sebagian kabelnya berukuran kecil sementara penggunaan listrik cukup besar,” jelasnya.

Menurut Panyodi, insiden percikan api seperti ini bukan pertama kali terjadi. “Sudah empat kali kejadian seperti ini. Tetangga di sebelahnya juga cemas dan takut,” katanya.

Ia mengimbau pemilik usaha untuk selalu menyiapkan APAR dan rutin mengecek instalasi listrik agar kebakaran besar dapat dicegah. “Pemilik usaha harus menyiapkan APAR untuk mengantisipasi kebakaran supaya tidak berkembang menjadi lebih parah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Percikan Api dari Meteran Nyaris Bakar Ruko Sung Baking House di Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Dinkes Kepri Awasi 20 Pelajar Bintan Berperilaku Berisiko Pemicu HIV

0
Kepala Dinkes Kepri, M. Bisri. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti meningkatnya perilaku berisiko di kalangan pelajar Bintan. Sebanyak 20 siswa dilaporkan memiliki kecenderungan perilaku menyimpang dan kini menjalani pendampingan intensif dari tenaga kesehatan.

Kepala Dinkes Kepri, M Bisri, mengatakan perilaku berisiko tersebut dapat meningkatkan potensi penularan HIV. Karena itu, pihaknya akan memperkuat edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya perilaku tersebut kepada para pelajar di seluruh Kepri.

Ia menyebut, faktor yang memicu munculnya perilaku berisiko sangat beragam, mulai dari lingkungan sekitar, pengaruh media sosial, hingga kondisi psikologis individu.

“Perilaku menyimpang dapat menyebarkan HIV. Jika ada yang sudah tertular, mereka akan langsung mendapatkan konseling,” kata Bisri, Jumat (14/11).

Menurut Bisri, dokter dan tenaga konselor akan memberikan pendampingan intensif kepada setiap pasien agar mampu menjaga kesehatan diri. Ia menambahkan, pengobatan dan pendampingan bagi pasien tidak cukup hanya dilakukan sekali.

“Sekarang sudah ada obat untuk mengontrol penyakitnya, tapi butuh pendampingan berkelanjutan,” ujarnya.

Dinkes Kepri juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Para pelajar diminta menjaga perilaku, menjauhi seks bebas, serta menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Edukasi mengenai HIV akan digencarkan di sekolah-sekolah melalui peran aktif para guru.

Meski demikian, Bisri mengaku belum dapat merinci jumlah total pasien HIV di Kepri sepanjang 2025. Namun ia menegaskan, penyebaran HIV masih terjadi dan kasus terbanyak tercatat di Kota Batam. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Dinkes Kepri Awasi 20 Pelajar Bintan Berperilaku Berisiko Pemicu HIV pertama kali tampil pada Kepri.

Sebabkan Siswa MAN 2 Batam Diare, SPPG Bengkong Laut 2 Dihentikan untuk Evaluasi

0
Ilustrasi.

batampos– SPPG Bengkong Laut 2 untuk sementara dihentikan aktivitasnya.Ini akibat dari MBG yang SPPG Bengkong Laut 2 produksi untuk sekolah MAN 2 Batam menyebabkan ratusan siswanya diare. Para siswa itu mengalami diare setelah mengkonsumsi dendeng menu MBG pada Selasa (11/11) lalu.

“Sppg-nya kita hentikan sementara untuk dievaluasi dulu,” kata Kepala SPPG Batam, Defri Frenaldi, Jumat (14/11).

Saat ditanya sampai kapan penghentian dilakukan, ia menjawab, “Sampai evaluasi selesai. Tidak ditentukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) MAN 2 Kota Batam, Ernawati, menyampaikan kronologi ratusan siswanya yang mengalami diare usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/11). Ia memastikan 235 siswa mengalami mencret dari total 648 siswa di sekolah tersebut.

Ernawati mengatakan MAN 2 mulai menerima program MBG sejak Juli lalu. Pada Selasa (11/11), sekitar pukul 12.00, siswa dan guru selesai salat lalu makan. Setelah itu kegiatan belajar mengajar dilanjutkan.

BACA JUGA: Sampah Menumpuk, DPRD Batam Minta Evaluasi Total

“Setelah sampai di rumah aman. Sampai jam 7 dan 8 malam baru ada wali murid yang lapor sakit perut dan mencret,” kata Ernawati, kepada Batam Pos diruang kerjanya pada Jumat (14/11) sore.

Sebanyak tiga siswa dibawa orang tuanya ke fasilitas kesehatan. “Yang dibawa ke UGD itu cuma tiga orang. Satu di Rumah Sakit Elisabeth, yang kedua di Klinik Nagoya. Dikasih obat dan disuruh pulang,” jelasnya.

Keesokan harinya, Rabu (12/11), tercatat 235 siswa tidak hadir. “Kami telepon orang tuanya satu-satu, ternyata masih sakit perut.

Mencretnya nggak ada lagi karena sudah dikasih obat,” ujar Ernawati. Beberapa siswa yang tetap datang namun masih sakit diberi obat di UKS sebelum dijemput orang tuanya.

Ernawati menegaskan sepertiga siswanya terdampak. “Yang kena cuma 235. Artinya sepertiga dari mereka itu kena diare,” katanya.

Ia menyebut usai kejadian itu pihak MBG, Puskesmas Tanjung Buntung, Polsek Bengkong, dan BIN mendatangi sekolah.
Menurutnya, pihak MBG dan SPPG telah menyampaikan permintaan maaf.

“MBG mengucapkan mohon maaf, dan siapa yang ke UGD ada akutansinya di-claim,” ujarnya.

Ia juga mengatakan Puskesmas memanggil siswa satu per satu untuk pendataan. Terkait dugaan penyebabnya, Ernawati mengaku mendapat keterangan dari dokter bahwa keluhan muncul usai siswa mengonsumsi dendeng.

“Dari keterangan dokter, anak-anak ini akibat dari makan daging dendeng. Dendeng ini enak kok. Ada anak yang makan dua porsinya, ada yang tiga. Pas malamnya baru melilit,” katanya.

Ia menambahkan kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, meski jumlahnya sedikit. “Dulu juga pernah ada beberapa kena pas daging gini juga. Kami laporkan: kak kalau daging bentuknya begini MAN 2 tidak bisa. Atau orangnya tidak bisa masak daging. Sekali itu juga kena tapi hanya beberapa anak. Kalau sekarang lumayan banyak. Artinya kalau daging tidak boleh ke MAN 2,” ujarnya.

Menu pada hari selasa pasca kejadian terdiri dari sayur, tahu, buah, dan dendeng sapi. “Kalau indikasi di sayur tidak ada. Mungkin di dendeng. Anak-anak bilang dendeng itu rasanya keras, jadi tidak tahan,” lanjutnya.

Ernawati mengatakan pengantar MBG tidak datang sejak Kamis (13/11) karena tempatnya telah disegel. “Hari Rabu masih datang. Cuma satu kelas yang tidak mau, karena kelas itu anak-anaknya agak berduit, kelas menengah ke atas. Sudah dibekali orang tua dan uangnya ada untuk makan di kantin dan koperasi,” terangnya.

Pihak sekolah belum mendata berapa siswa yang tidak memakan MBG. “Yang pengen makan banyak silakan, gitu aja,” katanya. Ia juga menyebut sekitar 10 persen siswa di MAN 2 berasal dari keluarga kurang mampu, sisanya menengah ke atas.

Dari 235 siswa yang diare, hanya delapan yang tidak hadir pada Jumat (14/11). “Tapi kemarin dia hadir. Hari ini saya belum tanya apa indikasinya tidak hadir,” ujarnya.

Ernawati juga membantah istilah keracunan. “Dokter bilang keracunan, saya bilang tidak keracunan. Karena mencret! Tapi dokter bilang keracunan itu indikasinya salah satunya mencret, mual, muntah, sakit kepala. Ini cuma salah satu. Berarti kalau dugaan keracunan saya setuju, tapi kalau kalimatnya keracunan saya tidak setuju,” tegasnya.

Ia memastikan gejala yang dialami siswa adalah diare. (*)

Reporter: M Syaban

Artikel Sebabkan Siswa MAN 2 Batam Diare, SPPG Bengkong Laut 2 Dihentikan untuk Evaluasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Terkuak! Kerugian Main Kripto Diduga Picu Raul Supriadi Gantung Diri

0
Jenazah Raul Supriadi saat disemayamkan di RSUD Jemaja, Rabu, (12/11). Polisi menduga Raul bunuh diri karena7 kalah main kripto. F. Pendi untuk Batam Pos.

batampos – Aksi bunuh diri yang dilakukan Raul Supriadi (19), pemuda asal Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, akhirnya mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap penyebab di balik keputusan Raul mengakhiri hidupnya secara tragis.

Raul ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya, Rabu (12/11) siang. Warga dan keluarga terkejut karena selama ini ia dikenal pendiam dan tidak banyak menimbulkan masalah.

Saat ditemukan, Raul masih mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam. Kondisinya sudah tidak bernyawa ketika pertama kali dilihat keluarga.

Kasi Humas Polres Anambas, Ipda Baginda Hot Martua Hasibuan, mengatakan pemeriksaan awal Polsek Jemaja tidak menemukan tanda kekerasan. Temuan ini mengarah pada dugaan kuat bahwa Raul murni bunuh diri.

Namun petunjuk baru terungkap setelah polisi membuka ponsel milik Raul yang ditemukan di kamar. Riwayat percakapan dan aktivitas digital Raul menjadi perhatian penyidik.

“Dari ponsel itu terungkap bahwa Raul mengalami kekalahan saat bermain di bursa saham melalui aplikasi kripto. Nilai kerugiannya mencapai Rp5,4 juta,” kata Baginda, Jumat (14/11).

Menurut polisi, uang yang dipakai Raul untuk bermain kripto adalah milik ayahnya. Kekalahan itu membuatnya tertekan dan bingung bagaimana mengembalikan uang tersebut.

“Ia menggunakan uang ayahnya. Begitu kalah, dia tidak sanggup mengembalikan uang itu,” jelas Baginda.

Rasa penyesalan itu sempat disampaikan Raul kepada kekasihnya, Ana, lewat pesan WhatsApp. Dalam percakapan itu, Raul mengaku menyesal dan bahkan menyatakan keinginannya untuk bunuh diri. Ana sempat mencoba mencegah dan menawarkan solusi, tetapi tidak berhasil menghentikan niat Raul.

“Kami sudah meminta keterangan pacarnya lewat telepon karena yang bersangkutan berada di luar Anambas. Percakapan itu kami temukan sebelum gantung diri,” ujar Baginda.

Polisi juga akan memanggil ayah Raul untuk dimintai keterangan tambahan, terutama terkait penggunaan uang dan kondisi Raul sebelum kejadian.

“Kami akan minta keterangan ayahnya dulu untuk menyinkronkan temuan ini,” tambahnya.

Baginda menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan temuan sementara ini masih akan didalami. Polsek Jemaja bersama Polres Anambas terus mengembangkan kasus tersebut untuk memastikan penyebab pasti tindakan Raul.

Hingga kini, keluarga dan pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap fakta secara lengkap. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Catatan redaksi: 

Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi tersebut, jangan ragu bercerita dan berkonsultasi kepada ahlinya.

Artikel Terkuak! Kerugian Main Kripto Diduga Picu Raul Supriadi Gantung Diri pertama kali tampil pada Kepri.

Dari Keterangan Dokter, Ernawati Sebut Penyebab 235 Siswa MAN 2 Batam Diare Usai Santap Dendeng Menu MBG

0
Kepsek MAN 2 Kota Batam, Ernawati. f. syaban

batampos – Kepala Sekolah (Kepsek) MAN 2 Kota Batam, Ernawati, menyampaikan kronologi ratusan siswanya yang mengalami diare usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/11). Ia memastikan 235 siswa mengalami mencret dari total 648 siswa di sekolah tersebut.

Ernawati mengatakan MAN 2 mulai menerima program MBG sejak Juli lalu. Pada Selasa (11/11), sekitar pukul 12.00, siswa dan guru selesai salat lalu makan. Setelah itu kegiatan belajar mengajar dilanjutkan.

“Setelah sampai di rumah aman. Sampai jam 7 dan 8 malam baru ada wali murid yang lapor sakit perut dan mencret,” kata Ernawati, kepada Batam Pos diruang kerjanya pada Jumat (14/11) sore.

Sebanyak tiga siswa dibawa orang tuanya ke fasilitas kesehatan. “Yang dibawa ke UGD itu cuma tiga orang. Satu di Rumah Sakit Elisabeth, yang kedua di Klinik Nagoya. Dikasih obat dan disuruh pulang,” jelasnya.

Keesokan harinya, Rabu (12/11), tercatat 235 siswa tidak hadir. “Kami telepon orang tuanya satu-satu, ternyata masih sakit perut.

BACA JUGA: Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diare

Mencretnya nggak ada lagi karena sudah dikasih obat,” ujar Ernawati. Beberapa siswa yang tetap datang namun masih sakit diberi obat di UKS sebelum dijemput orang tuanya.

Ernawati menegaskan sepertiga siswanya terdampak. “Yang kena cuma 235. Artinya sepertiga dari mereka itu kena diare,” katanya.

Ia menyebut usai kejadian itu pihak MBG, Puskesmas Tanjung Buntung, Polsek Bengkong, dan BIN mendatangi sekolah.
Menurutnya, pihak MBG dan SPPG telah menyampaikan permintaan maaf.

“MBG mengucapkan mohon maaf, dan siapa yang ke UGD ada akutansinya di-claim,” ujarnya.

Ia juga mengatakan Puskesmas memanggil siswa satu per satu untuk pendataan. Terkait dugaan penyebabnya, Ernawati mengaku mendapat keterangan dari dokter bahwa keluhan muncul usai siswa mengonsumsi dendeng.

“Dari keterangan dokter, anak-anak ini akibat dari makan daging dendeng. Dendeng ini enak kok. Ada anak yang makan dua porsinya, ada yang tiga. Pas malamnya baru melilit,” katanya.

Ia menambahkan kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, meski jumlahnya sedikit. “Dulu juga pernah ada beberapa kena pas daging gini juga. Kami laporkan: kak kalau daging bentuknya begini MAN 2 tidak bisa. Atau orangnya tidak bisa masak daging. Sekali itu juga kena tapi hanya beberapa anak. Kalau sekarang lumayan banyak. Artinya kalau daging tidak boleh ke MAN 2,” ujarnya.

Menu pada hari selasa pasca kejadian terdiri dari sayur, tahu, buah, dan dendeng sapi. “Kalau indikasi di sayur tidak ada. Mungkin di dendeng. Anak-anak bilang dendeng itu rasanya keras, jadi tidak tahan,” lanjutnya.

Ernawati mengatakan pengantar MBG tidak datang sejak Kamis (13/11) karena tempatnya telah disegel. “Hari Rabu masih datang. Cuma satu kelas yang tidak mau, karena kelas itu anak-anaknya agak berduit, kelas menengah ke atas. Sudah dibekali orang tua dan uangnya ada untuk makan di kantin dan koperasi,” terangnya.

Pihak sekolah belum mendata berapa siswa yang tidak memakan MBG. “Yang pengen makan banyak silakan, gitu aja,” katanya. Ia juga menyebut sekitar 10 persen siswa di MAN 2 berasal dari keluarga kurang mampu, sisanya menengah ke atas.

Dari 235 siswa yang diare, hanya delapan yang tidak hadir pada Jumat (14/11). “Tapi kemarin dia hadir. Hari ini saya belum tanya apa indikasinya tidak hadir,” ujarnya.

Ernawati juga membantah istilah keracunan. “Dokter bilang keracunan, saya bilang tidak keracunan. Karena mencret! Tapi dokter bilang keracunan itu indikasinya salah satunya mencret, mual, muntah, sakit kepala. Ini cuma salah satu. Berarti kalau dugaan keracunan saya setuju, tapi kalau kalimatnya keracunan saya tidak setuju,” tegasnya.

Ia memastikan gejala yang dialami siswa adalah diare.

Sementara itu, Kepala SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan pihaknya menghentikan sementara operasional SPPG Bengkong Laut 2 yang mengantar MBG ke MAN 2 Batam.

“Sppg-nya kita hentikan sementara untuk dievaluasi dulu,” kata Defri.

Saat ditanya sampai kapan penghentian dilakukan, ia menjawab, “Sampai evaluasi selesai. Tidak ditentukan,” ujarnya. (*)

Reporter: M Syaban

Artikel Dari Keterangan Dokter, Ernawati Sebut Penyebab 235 Siswa MAN 2 Batam Diare Usai Santap Dendeng Menu MBG pertama kali tampil pada Metropolis.

Latkatpuan Digelar, Polresta Barelang Perkuat Intelkam Demi Pelayanan Publik

0
Polresta Barelang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat kemampuan personelnya melalui Latihan Kemampuan (Latkatpuan) fungsi teknis Intelijen Keamanan (Intelkam). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Polresta Barelang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat kemampuan personelnya melalui Latihan Kemampuan (Latkatpuan) fungsi teknis Intelijen Keamanan (Intelkam). Kegiatan yang digelar di Lapangan Apel Mapolresta Barelang pada Jumat (14/05) itu diikuti seluruh Pejabat Utama (PJU) dan personel Polresta Barelang, menghadirkan Wakasat Intelkam AKP Buhedi Sinaga, sebagai pemateri utama.

Latkatpuan tersebut bertujuan memperkaya wawasan dan profesionalisme anggota dalam menghadapi dinamika keamanan masyarakat yang semakin kompleks. Pemahaman terhadap berbagai aspek pelayanan dan pengawasan dinilai penting agar personel mampu menjalankan fungsi Intelkam secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam paparannya, AKP Buhedi menekankan bahwa Intelkam merupakan garda terdepan dalam deteksi dini, penggalangan, serta pengurusan perizinan. Ia mengingatkan pentingnya penguasaan mekanisme penerbitan dokumen-dokumen seperti Surat Izin Keramaian (SI), yang diperlukan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan massa mulai dari konser musik hingga kegiatan budaya dan olahraga.

Selain SI, Buhedi juga menjelaskan secara rinci mengenai tata cara penerbitan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk kegiatan yang bersifat pemberitahuan seperti unjuk rasa atau rapat umum. Pengetahuan terhadap aturan tersebut menjadi kunci agar anggota mampu memberikan pelayanan humanis, akurat, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Materi kemudian mengerucut pada pelayanan yang paling sering dibutuhkan masyarakat, yakni penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). AKP Buhedi menjelaskan prosedur, syarat, serta pentingnya ketelitian dalam proses penerbitan SKCK yang kerap digunakan untuk berbagai keperluan administrasi, mulai dari pekerjaan hingga pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula inovasi terbaru Polresta Barelang dalam pelayanan SKCK. Kini, masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia dapat mengajukan SKCK secara online hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), tanpa harus mendatangi kantor polisi pada tahap awal. Modernisasi ini diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan transparansi sesuai konsep Polri Presisi.

Inovasi layanan tersebut mendapat perhatian khusus karena dianggap mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan proses cepat dan mudah. Polresta Barelang menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mendukung efisiensi birokrasi kepolisian.

Melalui Latkatpuan ini, Polresta Barelang menegaskan bahwa setiap anggota harus memahami dengan baik seluruh jenis pelayanan yang berada di bawah fungsi kepolisian. Pemahaman komprehensif dianggap menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta kemampuan anggota dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat secara profesional. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Latkatpuan Digelar, Polresta Barelang Perkuat Intelkam Demi Pelayanan Publik pertama kali tampil pada Metropolis.

Jerat Realitas dalam Imaji B.M. Syam dan Idrus M. Tahar

0
Ellyzan Katan

DI RUMAH saya, ada beberapa tumbuhan yang ditanam. Ada betek (Carica Papaya), jambu bal (Syzygium Malaccense), matoa (Pometia Pinnata), delima batu (Punica Granatum), delima serikaya (Anona Squamosa), dan mangga apel (Mangifera Indica).

Tumbuhan ini sejatinya merupakan tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Kami bisa menikmati buahnya bila sudah berbuah. Hanya saja untuk sekian jenis tumbuhan yang ditanam itu, baru betek, delima batu, delima serikaya, dan jambu bal saja yang berbuah.

Untuk matoa dan mangga apel belum berbuah. Mungkin belum waktunya untuk berbuah. Masih menunggu hitungan tahun baru memberikan rezeki berbuah.

Baca juga: Menjaga Jiwa Bahasa Siswa di Tengah Revolusi Pembelajaran Digital

Namun, itu kan realitas. Bagaimana pula dengan imaji saja?
Sayangnya antara imaji dan realitas, untuk kondisi yang sudah serba digital dewasa ini, menyulitkan kita untuk berdiri.

Realitas terlihat seperti imaji. Sementara imaji, kadang-kadang juga ada yang sama dengan realitas maka jangan heran bila sekumpulan orang malah mendapati perspektif ilusi secara kolektif, sesuai dengan selera pencarian digital. Semua tergantung siapa yang menggunakan mata.

Ya, seseorang yang menggunakan mata melihat ke sekitar maka dialah yang menerjemahkan pemandangan tertangkap itu ke realitas imaji karya sastra. Bukan mengapa, kita akan sulit membentang imaji sastra tanpa ada landasan realitas. Malah dua hal tersebut, telah banyak menarik perhatian para penulis sastra di seluruh dunia.

Orhan Pamuk, misalnya, dengan indah menulis novel berbahan bakar salju. Pramoedya Ananta Toer, gagah perkasa mengekstraksi dunia penjajahan di tanah air sambil menampar banyak pipi bahwa manusia yang masih berlutut di depan orang lain, melambangkan betapa sisi kemanusiaan telah hilang di muka bumi ini. Serta Lesley Downer, menjadikan cengkerama dengan dunia lama di Jepang menarik untuk ditulis sehingga lahirlah novel The Last Concubine yang terkenal itu.

“Gambaran yang paling melekat dalam ingatan Sachi- saat mengenang kampung halamannya bertahun-tahun kemudian- adalah pohon-pohon pinus tinggi yang berbaris di sepanjang tepi jalan; langit melengkung yang terlihat begitu dekat seakan-akan bisa disentuh; gunung-gunung pucat berkilauan yang terlihat sangat jauh.” (Downer, 2008)

Baca juga: Ketika Dunia Datang ke Bintan, Biarkan Bahasa Indonesia yang Menemaninya!

Ada juga:

“Kelapa tumbuh di pinggir pantai bukan layak memagar tebing lagi, melainkan lumat sudah dihantam ombak berpuluh-puluh tahun membahana di situ. Akar-akarnya tidak sanggup menyirat pasir pantai, putus-rentas sudah, dan terseret bersama kikisan gelombang berzaman-zaman.” (B.M. Syam, 1991)

Lantas, di mana posisi pengarang? Bila hanya memainkan sisi realitas saja sambil membalutnya dengan bumbu imaji, itu sama saja dengan menjual betek yang sudah masak ke pembeli. Sementara, nilai tambah dari realitas dalam konteks sastra digital yang imaji, yang saat ini tak dapat dihindari, terasa seperti bertembung: antara kolosal realitas dengan imaji bermasam muka.

Misalnya, mengapa pula B.M. Syam memilih cengkih? Atau Laksana Natuna-nya Idrus M. Tahar juga memilih cengkih? Ada apa dengan cengkih?

“Harumnya cengkihmu laksana kasturi
Panas minyak dan gasmu laksana hanguskan tubuhmu.”

Tak dapat disangka-sangka lagi, memang. Kita ini, terjerat kaki. Mari kita balikkan dari realitas-imaji menjadi imaji-realitas. Hasilnya, “perspektif yang mempertemukan ilusi dengan realitas ini kemudian mengindikasikan lahirnya situasi post.

Situasi seperti ini kemudian memungkinkan karya sastra mampu membuat penikmatnya perlu memilih pengalaman mana yang bisa dianggapnya realitas dan mana yang akhirnya hanya berakhir sebagai ilusi.”

Cengkih bukan imaji. Cengkih adalah batang hidup. Cengkih adalah hajat hidup bagi orang di Pulau Tujuh. Cengkih adalah gaya. Cengkih adalah semangat. Serta, cengkih adalah kesenjangan. Terakhir, cengkih adalah konflik. Semuanya berkecambah menjadi lumut-lumut memori generasi tua dalam menjalani hari-hari tersisa.

Hanya generasi tua yang mengerti betapa sumbangan cengkih terhadap kehidupan keluarga, ada dan terasa begitu dahsyat. Dari cengkih, banyak orang tua bisa menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui cengkih, dibukalah jalan oleh Allah untuk membeli beras dalam jumlah yang besar. Caranya melalui buah cengkih dijual ke pembeli yang senantiasa menampung hasil panen penduduk.

Baca juga: Bereksperimen Membaca yang Banal dalam Kisah-Kisah Magis Hantu Ulang-Alik

Hal ini, banyak terdapat di daerah-daerah yang memiliki hasil perkebunan cengkih. Seperti di Natuna misalnya, cengkih merasuk ke mana-mana. Bahkan bukan hanya bagi orang tua yang awam dengan sastra.

Bagi mereka-mereka yang bertungkus-lumus membasahkan diri dengan karya sastra berupa cerpen, sajak, ataupun novel, tak sanggup untuk melepas cengkeraman realitas sosial di sekitar dalam guratan pena.

Padahal, untuk melepaskan cengkeraman tersebut, kadang-kadang tak juga sulit. Tergantung dari pengarang apakah mau melepaskan diri atau tidak.

Inilah persoalan mendasar bagi sastrawan di daerah kita sekarang. Realitas sosial terlanjur menjadi pengait utama pada proses menulis karya. Apa-apa yang ada di bawah kaki, ujung telunjuk, tepi telinga, masuk semua ke dalam sajak.

Tak peduli apakah yang berbau laut (gelombang, karang, ikan, nelayan, pompong, jaring dan lain sebagainya), gunung (kebun, cengkih, air sungai, batu cadas, dan, banyak lagi). Serta, banyak culas-culas lainnya di tepi rumah masuk ke dalam cerpen.

Lantas, apakah salah bila pengarang tak kuasa melepaskan diri dari kondisi sosial yang ada? Jangan-jangan apa yang diingatkan oleh Pramoedya Ananta Toer benar adanya.
“Kekeliruan ini banyak sekali berasal dari asal sosial pengarang bersangkutan, yang masih membebaninya dengan buntut-buntut yang dibawanya dari asal sosialnya, sedang didikan ideologinya pun belum kuat atau belum teratur.”

Namun, tak mengapa. Dengan menyimak secara serius hasil karya B.M. Syam dan Idrus M. Tahar, paling tidak banyak pihak mengerti dan memaklumi bahwa asal pengarang berdua ini kental dengan nuansa kampung yang sederhana.

Mata ini pun tak dapat melepaskan dari pandangan yang ada di teras samping rumah, yaitu betek, jambu bal, matoa, delima batu, delima serikaya, dan mangga apel. (*)

Oleh: Ellyzan Katan
Penulis asal Ranai, Natuna

Artikel Jerat Realitas dalam Imaji B.M. Syam dan Idrus M. Tahar pertama kali tampil pada News.

Sampah Menumpuk, DPRD Batam Minta Evaluasi Total

0
Anggota Komisi III DPRD Batam, M Putra Pratama Jaya.

batampos – Persoalan pengelolaan sampah di Kota Batam kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Batam, M Putra Pratama Jaya, mengakui bahwa problem sampah di Batam merupakan bagian dari isu nasional.

Putra mengatakan, banyaknya keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah, menunjukkan sistem pengelolaan yang berjalan saat ini masih belum optimal. Kekurangan paling krusial terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta rute dan pengangkutan sampah yang belum sebanding dengan volume sampah yang terus meningkat akibat pertumbuhan penduduk.

“Kita harus akui sistem pengelolaan belum optimal, terutama masalah TPA. Rute dan pengangkutan sampah juga masih belum sesuai dengan jumlah sampah yang dihasilkan,” katanya, Jumat (14/11).

Baca Juga: Amsakar Sentil DLH Batam, Minta Pejabat Punya Budaya Malu

Komisi III, lanjutnya, tengah menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mulai dari manajemen, armada, hingga TPS dan TPA yang dinilai belum berfungsi maksimal.

Dia menyebut, beberapa bulan lalu, DPRD bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah menambah armada pengangkut sampah. Namun, perbaikan di lapangan masih membutuhkan peningkatan.

“Pejabat yang bersangkutan harus dievaluasi kinerjanya melalui tindakan tegas, terutama terkait perbaikan sistem di lapangan,” katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong penyelesaian persoalan sampah bersama ketua dan seluruh anggota komisi. Meski begitu, ia mengingatkan penyelesaian masalah ini tidak bisa instan dan membutuhkan waktu.

Selain evaluasi internal pemerintah, Putra juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kebersihan kota. Masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan, sehingga diperlukan kedisiplinan bersama.

“Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menyelesaikan urusan sampah ini agar Batam menjadi kota yang maju, nyaman, dan bersih,” ujar Putra.

Persoalan sampah sudah mencuat bahkan sebelum anggota DPRD periode sekarang dilantik. Ia pun meminta warga segera melaporkan jika terdapat penumpukan sampah di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditangani oleh tim lapangan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Sampah Menumpuk, DPRD Batam Minta Evaluasi Total pertama kali tampil pada Metropolis.

Lapor Pajak Lebih Mudah, Segera Aktivasi Akun Coretax dan Minta Kode Otorisasi DJP

0
Ari Asmit

MULAI Januari 2025, Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan sistem baru yang dikenal dengan nama Coretax. Sistem ini menggantikan layanan perpajakan pada sistem administrasi perpajakan sebelumnya yaitu djponline.

Sistem coretax diimplementasikan dalam rangka pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan mulai dari masa pajak Januari 2025.

Untuk pelaksaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan tahun pajak sebelumnya, Wajib Pajak masih dapat menggunakan aplikasi djponlie, seperti menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Pembetulan.

Baca juga: Investasi dan Daya Saing melalui Fasilitas Perpajakan di KEK

Sistem baru ini memberikan begitu banyak kemudahan dalam layanan perpajakan, lebih terintegrasi dan modern. Wajib Pajak Orang Pribadi perlu segera memahami dan dapat menggunakan fitur-fitur pada sistem coretax ini, terutama tata cara penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi.

Dengan sistem yang baru, diharapkan proses pelaporan menjadi lebih cepat dan mudah.

Sebelumnya untuk menyampaikan SPT Tahunan, Wajib Pajak Orang Pribadi menggunakan layanan DJP Online (djponline.pajak.go.id) seperti E-filling dan E-form.

Berdasarkan sumber resmi dari laman Direktorat Jenderal Pajak, www.pajak.go.id diinformasikan bahwa sampai dengan tanggal 11 April 2025, total SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2024 yang dilaporkan oleh wajib pajak sebanyak 13.008.448 SPT yang terdiri dari 12,63 juta SPT Tahunan orang pribadi dan 380,53 ribu SPT Tahunan badan.

Pada layanan DJP Online, Wajib Pajak Orang Pribadi karyawan dapat menyampaikan SPT dengan mengisi data penghasilan berdasarkan bukti potong PPh 1721-A1 atau 1721-A2 yang diperoleh dari pemberi kerja atau bendahara dan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan, dapat mengisikan data pembayaran yang sudah dilakukan dengan melihat bukti penerimaan negara yang sudah diperoleh dan dilanjutkan dengan mengisi data lainnya.

Sementara, dengan sistem coretax yang menggabungkan berbagai fitur layanan, seperti pendaftaran, pembayaran, pelaporan, serta pembuatan bukti potong pajak dalam satu aplikasi coretax, Wajib Pajak Orang Pribadi tidak lagi harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain yang disediakan oleh DJP.

Untuk dapat menyampaikan SPT tepat waktu melalui sistem Coretax, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sejak sekarang, seperti melakukan aktivasi akun coretax, melakukan permintaan lupa kata sandi untuk mengatur kata sandi akun coretax, dan melakukan permintaan kode otorisasi DJP, serta memastikan bahwa pemberi kerja tempat bekerja sudah menerbitkan bukti potong dengan menggunakan nomor identitas berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca juga: Transaksi Perdagangan Aset Kripto, Ayo Pahami Aturan Perpajakannya

Aktivasi Akun Coretax

Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah memadankan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi NPWP dapat melakukan aktivasi akun coretax secara online pada laman resmi DJP www.coretaxdjp.pajak.go.id.

Selanjutnya, wajib pajak memilih menu Aktivasi Akun Wajib Pajak pada formulir Permintaan Akses Digital dengan melakukan klik centang pada pertanyaan “Apakah Wajib Pajak sudah terdaftar?”. Apabila sudah terdaftar, wajib pajak melakukan verifikasi NIK, alamat email dan nomor telepon yang sebenarnya.

Dalam hal, wajib pajak tidak berhasil dalam melakukan verifikasi alamat email dan/atau nomor telepon, maka wajib pajak dapat menyampaikan permintaan perubahan data ke kantor pajak terdekat.

Pengaturan kata sandi

Untuk dapat mengakses akun coretax yang sudah diaktivasi, wajib pajak membutuhkan kata sandi akses. Pengaturan kata sandi akses akun coretax dapat dilakukan dengan menggunakan menu Lupa Kata Sandi.

Pada formulir permohonan ubah kata sandi, wajib pajak diminta untuk memasukan data NIK dan memilih tujuan konfirmasi baik menggunakan surat elektronik (email) maupun nomor gawai (nomor handphone) yang sudah terdaftar sebelumnya.

Pada tahap terakhir, wajib pajak akan menerima tautan perubahan data pada halamam web perubahan data kata sandi.
Melalui tautan ini, wajib pajak dapat melakukan pengaturan kata sandi dengan kriteria paling sedikit delapan karakter yang terdiri dari ada satu huruf besar, ada satu huruf kecil, ada satu angka, dan ada satu karakter khusus, misal: Coretax123#.

Permintaan Kode Otorisasi DJP (KO DJP)

Kode Otorisasi merupakan alat verifikasi dan autentikasi yang digunakan oleh wajib pajak untuk melakukan Tanda Tangan Elektronik tidak tersertifikasi yang dikeluarkan oleh DJP. KO DJP digunakan sebagai sarana untuk pendantangan dokumen elektronik yang dihasilkan dari Coretax Sistem.

Pengajuan atas permintaan KO DJP dapat dilakukan secara mandiri oleh wajib pajak melalui akun coretax wajib pajak. Untuk memperoleh KO DJP tersebut, wajib pajak harus melakukan2 tahapan yaitu permintaan/pembuatan kode otorisasi, dan validasi kode otorisasi.

Baca juga: Pajak Pedagang E-commerce: Memahami Peran dan Tujuan Pemungutan PPh Pasal 22 E-commerce

Tahapan pertama, permintaan/pembuatan kode otorisasi. Pada tahapan ini, wajib pajak memilih menu Portal Saya – lalu pilih sub menu Permintaan Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik dan dilanjutkan mengisi formulir Permintaan Sertifikat Digital dengan memilih penyelenggara sertifikat elektronik antara lain Kode Otorisasi DJP, Privy ID, Vida, Vinotex, Xignature.

Sertifikat elektronik yang disediakan oleh DJP dalam bentuk KO DJP diberikan secara gratis. Wajib pajak dapat memilih KO DJP sebagai sertifikat elektronik dalama pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan melalui sistem Coretax.
Selanjutnya, wajib pajak mengatur passphare dengan kriteria paling sedikit delapan karakter yang terdiri dari ada satu huruf besar, ada satu huruf kecil, ada satu angka, dan ada satu karakter khusus, misal: Pajak123#.

Selanjutnya, pada tahapan terakhir yakni validasi kode otorisasi. Pada tahapan ini, wajib pajak memilih menu Portal Saya – lalu pilih sub menu profil saya dan dlanjutkan sub menu Nomor Identifikasi Eksternal – kemudian klik periksa status kepemilikan sertifikat digital pada menu Digital Certificate.

Apabila status kepemilikan masih Invalid, wajib pajak melakukan validasi dengan cara klik pada aksi “Periksa” dan diikuti dengan klik pada aksi “Menghasilkan”.
Status kepemilikan akan berubah menjadi valid dan siap digunakan.

Setelah melakukan aktivasi akun coretax dan permintaan kode otorisasi, wajib pajak dapat melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi melalui sistem Coretax.

Mari segera lakukan aktivasi akun Coretax dan ajukan KO DJP sejak awal agar kewajiban perpajakan berupa pelaporan SPT Tahunan dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat waktu.

Oleh: Ari Asmit
*) Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Artikel Lapor Pajak Lebih Mudah, Segera Aktivasi Akun Coretax dan Minta Kode Otorisasi DJP pertama kali tampil pada News.

Investasi Batam Tembus 91 Persen, Target Siap Terlampaui

0
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis.

batampos – BP Batam mencatat pertumbuhan signifikan pada realisasi investasi hingga kuartal III tahun 2025. Meski Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi capaian tahun ini, BP Batam menegaskan bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) juga tetap menunjukkan tren kenaikan.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menjelaskan, realisasi investasi PMA tidak mengalami penurunan seperti anggapan sebagian pihak.

“PMA itu tetap meningkat. Dibandingkan tahun ini semester III, investasi dalam negeri memang naik sampai sekitar 27 persen. Tapi investasi asing juga naik, bukan turun,” katanya, Rabu (12/11) kemarin.

Data BP Batam menunjukkan, realisasi PMDN tumbuh signifikan hingga 147,85 persen, dan mencapai Rp14,85 triliun pada kuartal III 2025. Pertumbuhan ini menjadikan PMDN sebagai pendorong utama capaian investasi Batam tahun ini, seiring meningkatnya kepercayaan investor lokal terhadap iklim investasi di kawasan tersebut.

Sementara itu, PMA juga memberikan kontribusi. Pada triwulan I 2025, realisasi PMA tercatat mencapai US$595,65 juta, menandakan bahwa minat investor asing tetap stabil.

Secara keseluruhan, total realisasi investasi Batam hingga kuartal III 2025 telah menyentuh Rp54,3 triliun, atau 91 persen dari target Rp60 triliun yang ditetapkan tahun ini. Ia pun optimistis target tersebut akan terlampaui sebelum akhir tahun.

“Saat ini sudah mencapai Rp54,3 triliun dari target Rp60 triliun. Artinya capaian sudah 91 persen. Kita yakin sampai Desember target bisa terlampaui,” kata Fary.

Dominasi PMDN disebut sebagai indikasi positif, bahwa geliat ekonomi lokal semakin kuat. BP Batam menilai, kombinasi kenaikan PMDN dan PMA merupakan sinyal bahwa Batam tetap menjadi tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor domestik maupun asing. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Investasi Batam Tembus 91 Persen, Target Siap Terlampaui pertama kali tampil pada Metropolis.