
batampos- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karimun, hingga sekarang di Indonesia masih terjadi La Nina yaitu fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang tinggi. Kepala BMKG Karimun Ilham menjelaskan, untuk wilayah Kepri khususnya kabupaten Karimun sedikit banyaknya pasti berdampak La Nina. Sebab, di kabupaten Karimun yang letak geografisnya di kepulauan tidak dipengaruhi oleh musim. Seperti, musim barat dan timuran.
BACA JUGA: Potensi Cuaca Buruk, Nelayan Bintan Diminta Waspada saat Melaut
” Karakteristik cuaca di Karimun mendominasi pengaruh cuaca lokal. Contohnya, secara tiba-tiba anginnya kencang tapi tiba-tiba hilang secara cepat. Kemudian, terjadi hujan cukup deras, tapi tiba-tiba reda secara cepat,” terangnya, Senin (27/12).
Hal tersebut, diakibatkan sering terjadinya pertumbuhan awan konvektif yang mengakibatkan terbentuknya awan cumulonimbus yang sangat berbahaya bagi dunia penerbangan. Sehingga, sering terjadinya lintasan-lintasan listrik atau petir atau kilat yang bisa terdampak terjadinya angin puting beliung.
” Makanya sering terjadi angin puting beliung yang skalanya kecil, tapi dampaknya cukup terasa di wilayah pesisir. Tapi, kalau dilihat dari satelit tidak terlihat. Nah, itulah pengaruh cuaca lokal sangat mendominasi kondisi cuaca,” tuturnya.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar waspada apabila terjadi cuaca tiba-tiba gelap disertai petir. Itu, tandanya sudah terbentuk awan cumulonimbus yang harus diwaspadai bagi nelayan maupun pelaku pelayaran.
” Karakteristik cuaca di Karimun cukup unik. Jadi, sekali lagi saya himbau kepada masyarakat agar sering-sering melakukan pengecekan kondisi cuaca melalui BMKG,” pesannya.
Sementara itu Prakirawan Cuaca BMKG Karimun Muhammad Tito Praditaputra memperkirakan untuk pergantian tahun baru 2022 nanti, kondisi cuaca di Karimun dan sekitarnya diguyur hujan ringan dan berawan. Sedangkan, suhu udara 24-31 derajat celcius, kelembaban udara 65-95 persen, arah angin 10-20 kilometer per jam, ketinggian gelombang 0,5-1 meter.
” Jangan lupa, tetap mengikuti protokol kesehatan demi memutus penyebaran Covid-19. Dengan ikuti 5 M,” ucapnya.
Pantauan dilapangan, kondisi cuaca di Karimun sendiri terkadang pada pagi hari hingga sore cukup panas. Namun, terkadang terjadi hujan lokal dibeberapa wilayah.
” Kemarin malam ujan di Tebing, kalau di Balai tidak hujan pula. Sering terjadi hujan lokallah. Tapi, cukup terbantulah kita dengan adanya BMKG Karimun, bisa lihat cuaca,” kata Sima salah seorang warga Karimun.(*)
Reporter: Tri Haryono






