Vaksinasi Covid-19 usia 6-11-tahun di Batam. F.Cecep-Mulyana
batampos – Vaksinasi di Kepri terus berjalan, mulai dari kelompok lansia, diatas 18 tahun, rentang umur 12 hingga 17 tahun dan yang terbaru untuk usia 6 hingga 11 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M Bisri mengatakan yang baru berjalan itu vaksinasi untuk usia 6 sampai 11 tahun. Capaian vaksinasi kelompok umur ini, cukup luar biasa. Sampai saat ini sudah mencapai 10 persen.
Bisri mengatakan rata-rata seharinya, kelompok usia 6 sampai 11 tahun sebanyak 7 ribuan anak.
“Jadi ini terus berlanjut, beberapa waktu lalu pernah sempat sampai 11 ribu per harinya,” kata Bisri.
Ia mengatakan usia 6 sampai 11 tahun ada sekitar 250 ribuan di Kepri. Berdasarkan pemetaan dilakukan Dinkes Batam, ditargetkan vaksinasi kelompok usia 6-11 tahun ini dapat selesai di 31 Januari.
“Kami berharap kecepatan vaksinasinya terus seperti ini,” ungkapnya.
Bisri mengatakan capaian vaksinasi usia 6 sampai 11 tahun ini tidak terlepas dari peran orangtua dan guru. Setiap harinya, kata Bisri, selalu ada vaksinasi massal untuk usia 6 hingga 11 tahun.
“Vaksinnya di sekolah atau tempat-tempat yang telah ditentukan,” ungkap Bisri.
Vaksinasi terhadap anak-anak ini, dapat meningkatkan herd immunity di Kepri. Ia mengatakan herd immunity akibat vaksin ini telah terbukti di Batam.
“Batam sudah, kami akan mencoba juga melakukan survey di daerah-daerah lainnya. Tapi jika melihat angka kasus Covid, herd immunity ini sudah terjadi di Kepri. Kita harap kasus Covid tetap rendah,” ujarnya.
Vaksinasi usia 6 sampai 11 tahun ini tidak hanya dilaksanakan Dinas Kesehatan Kepri atau Kota dan Kabupaten. Instansi-instansi vertikal juga melaksanakan vaksinasi.
Salah satunya Polda Kepri, yang terus membantu untuk memvaksin anak usia 6 sampai 11 tahun. Selasa (21/12), Polda Kepri melaksanakan vaksinasi di Sekolah Dasar Shabilla dan SDN 16 Sagullung.
Kabiddokes Polda Kepri, Kombes Muhammad Haris mengatakan di dua sekolah itu, jajaran Biddokes Polda Kepri memvaksin sebanyak 1.650 anak.
“Antusiasnya sangat tinggi. Vaksin yang kami berikan itu jenis Sinovac,” ungkap Haris.
Ia mengatakan Polda Kepri akan terus berkomitmen melaksanakan vaksinasi untuk setiap kelompok umur. Haris mengatakan akan menyambangi sekolah-sekolah, untuk membantu pemerintah daerah.
“Ke depan akan ada sekolah lainnya kami sambangi. Harapannya terbentuknya herd imunity,” pungkasnya. (*)
Peserta tur Napak Tilas Jejak Soekarno di Surabaya saat berada di SDN Alun-Alun Contong 1 Surabaya (19/12). (Foto: Azami Ramadhan/Jawa Pos)
Roodebrug Soerabaia mengajak berkunjung ke lima tempat di Surabaya yang menjadi saksi kelahiran dan pertumbuhan Soekarno muda. Agenda itu bakal rutin dihelat dengan tema dan tempat berbeda-beda.
Laporan: AZAMI RAMADHAN, Surabaya
ARISKA Dewi begitu saksama mendengarkan penjelasan tentang Koesno muda. Sesekali pandangannya tertuju pada catatan yang ditulis di ponsel miliknya.
Dia mencatat berbagai hal yang menurutnya menarik di hampir setiap tempat di Surabaya yang dikunjungi. Mulai Hogere Burgerschool (HBS) yang kini menjadi Kantor Pos Kebon Rojo, SDN Alun-Alun Contong 1, tempat kelahiran Koesno di Jalan Pandean IV, Rumah Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto di Jalan Peneleh, hingga Gedung Nasional Indonesia.
”Sebenarnya dulu pernah ke sini, ke Peneleh. Tapi, beda, sekarang ada pemerhati sejarahnya,” kata guru pariwisata SMKN 6 Surabaya itu di sela mengikuti tur Napak Tilas Jejak Soekarno di Surabaya pada Minggu (19/12) yang juga diikuti Jawa Pos.
Koesno Sosrodihardjo adalah nama lahir Soekarno, proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia. Putra Sang Fajar, demikian dia dijuluki, merupakan putra pasangan Soekemi Sosrodihardjo dengan Nyoman Rai Srimben. Dia lahir di Jalan Pandean IV, sebuah gang di Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, pada 6 Juni 1901.
”Lokasi kelahiran dipercaya kuat di Pandean. Tempat kelahirannya ada kaitan erat dengan ayahnya, Soekemi, yang saat itu bertugas mengajar di Hollandsch Indische School (HIS, sekolah setingkat SD, Red),” terang Rintahani Johan Pradana atau yang kerap disapa Joe Pradana, penulis buku Rumah Guru Bangsa, yang menjadi instruktur dan pemateri tur ketika berada di halaman Kantor Pos Kebon Rojo.
Joe menyebut Soekarno muda saat itu tumbuh sebagaimana anak muda pada umumnya. Pemikiran dan ideologi nasionalismenya semakin kuat bertumbuh sejak bersekolah di HBS.
Soekarno aktif dalam Studie Club, semacam lembaga ekstrakurikuler, dan aktif memperbincangkan cita-cita dan gagasan. Soekarno, kata Joe, sering maju berpidato dan unjuk kebolehan. Mengulas nasionalisme dan pentingnya arti sebuah kemerdekaan.
”Kalau berdasar catatan di buku Penyambung Lidah Rakyat, Soekarno juga pelukis cat air yang cukup hebat. Pelajaran seni, sastra, dan melukis merupakan pelajaran yang digemarinya,” katanya.
Merujuk pada buku Soerabaia Tempo Doeloe jilid I karya Dukut Imam Widodo, HBS (sekolah lanjutan tingkat pertama untuk orang Belanda, Eropa, Tionghoa, dan rakyat Indonesia yang terpandang) pada 1881–1923 menempati sebuah bangunan di Regentstraat di bekas dalem Kadipaten Surabaya. Persisnya berhadapan dengan Kebon Rojo yang dulu disebut taman kota atau stadstuin. ”Nah, pada 1923 itu HBS pindah ke gedung baru di Ketabang,” jelasnya.
Setelah berkeliling melihat bekas HBS, rombongan bergerak menuju SDN Sulung atau yang kini dikenal sebagai SDN Alun-Alun Contong 1. Sekolah tersebut juga menjadi saksi bisu ayah Soekarno yang pernah mengajar selama tiga tahun di sana. Sebelum pindah tugas mengajar di Ploso, Jombang.
Rombongan selanjutnya singgah melihat rumah yang menjadi tempat lahirnya Soekarno di Pandean IV. Tak berselang lama, kereta kelinci yang membawa 30-an peserta tur bergerak menuju Peneleh, rumah yang ditinggali Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, sebuah tempat yang disebut ”Dapur Nasionalisme” oleh Soekarno.
Di rumah itulah, kata Joe, Soekarno bertemu dengan banyak tokoh yang nanti menjadi penggerak perlawanan terhadap kolonialisme. Soekarno muda belajar banyak dan meneladani sosok Tjokroaminoto yang lekat dengan julukan guru bangsa.
”Dia belajar dengan Tjokroaminoto, dengan KH Ahmad Dahlan. Bahkan secara tidak langsung belajar dengan Tan Malaka di rumah ini,” ungkapnya. ”Tapi, tidak menyebut sebagai Tan Malaka, melainkan pakai nama samaran, Husein,” lanjutnya.
Soekarno juga bertemu dan belajar bersama tokoh-tokoh lain yang saat itu indekos di kediaman Tjokroaminoto. Baik yang kelak bergerak di sisi ”kiri” maupun ”kanan” seperti Alimin, Musso, Semaun, dan Kartosuwiryo. Termasuk bertemu dengan istri pertamanya yang juga putri pertama Tjokroaminoto, Siti Oetari.
”Belajarnya banyak, termasuk nasionalisme, pan-Islamisme, dan sosialis demokrat,” jelasnya saat berada di bekas kediaman Tjokroaminoto di Jalan Peneleh.
Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Bubutan merupakan saksi hidup saat pada Desember 1932, setelah bebas dari Penjara Sukamiskin, Bandung, Soekarno datang bersama Inggit Garnasih, istrinya ketika itu. Tujuannya, menghadiri Kongres Indonesia Raya.
Dalam kongres yang dibuka dr Soetomo tersebut, Soekarno berpidato soal urgensi persatuan dalam perjuangan rakyat Indonesia. Gaung persatuan itu menggema seantero tanah air, khususnya Surabaya.
Menurut Joe, Surabaya penuh sesak kala itu seiring dengan hadirnya ribuan orang untuk mendengarkan pidato Soekarno. ”Inggit Garnasih menyebut, mendekam di penjara tak membuat suaminya berubah dan takut. Justru menjadi pelecut melancarkan kritik kepada pemerintah kolonial Belanda,” tuturnya.
Wakil Koordinator Roodebrug Soerabaia Satrio Sudarso menjelaskan, tema Soekarno dipilih untuk membangkitkan kesadaran kesejarahan bahwa sang proklamator juga identik dengan Surabaya. ”Event ini juga sebagai bentuk dukungan kepada SDN Alun-Alun Contong 1 yang akan dijadikan sekolah artefak,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, event serupa akan rutin diselenggarakan sebulan sekali dengan tema dan tempat yang berbeda. ”Masih banyak lokasi di Surabaya yang bisa dieksplorasi. Khususnya tempat-tempat bersejarah,” katanya.
Ariska sepakat dengan Satrio. ”Bisa jadi alternatif untuk berwisata. Setidaknya sambil menyelam minum air dan jasmerah seperti kata Soekarno. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” jelasnya. (*)
batampos – Istilah ganti menteri, ganti kurikulum sepertinya belum bisa dihilangkan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kini giliran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang muncul dengan kurikulum prototipenya.
Kurikulum ini sejatinya sudah dikembangkan sejak awal 2020. Lalu, sudah diujicobakan di sekitar 2500 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun ajaran 2021. Rencananya, tahun depan, kurikulum prototipe bakal diperkenalkan secara luas ke sekolah-sekolah lainnya.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Anindito Aditomo menjelaskan, kurikulum ini tidak serta merta diwajibkan di tahun 2022. Keberadaannya masih jadi opsi, bukan sebuah keharusan.
”Untuk tahun ajaran 2022, sekolah akan diberi beberapa pilihan kerangka kurikulum. Yakni, Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 yang disederhanakan, atau Kurikulum Prototipe,” tuturnya, kemarin (21/12).
Kebijakan ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya melakukan pemulihan pembelajaran yang terdampak selama masa pandemi Covid-19. Sehingga, nantinya, sekolah diperkenankan untuk memilih kerangka kurikulum yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Kurikulum ini dirancang agak berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Siswa akan diberikan ruang lebih banyak untuk mengembangkan karakter dan kompetensinya. Materi atau kontennya lebih sedikit. Lebih difokuskan pada materi esensial saja. Dengan begitu, guru pun memiliki waktu lebih longgar untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif. ”Lebih banyak diskusi, pembelajaran kelompok, dan pembelajaran berbasis problem atau projek,” papar pria yang akrab disapa Nino tersebut.
Kendati dibolehkan memilih mata pelajaran sendiri, namun dia memastikan, bahwa beban belajarnya sama dengan Kurikulum 2013. Hanya materi saja yang dikurangi dan lebih banyak pembelajaran berbasis projek yang bersifat kontekstual, kolaboratif, dan lintas mata pelajaran.
Dia mencontohkan, untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA). Kurikulum ini memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel. Karena itu, alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), dan bahasa, siswa kelas XI dan XII dibolehkan meramu sendiri kombinasi mata pelajaran sesuai minatnya. Misalnya, siswa yang ingin menjadi insinyur boleh mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan, tanpa mengambil biologi. Kemudian, siswa boleh mengkombinasikannya dengan mata pelajaran IPS, bahasa, serta kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karirnya.
”Nantinya, di kelas sepuluh semua siswa mendapat mata pelajaran yang sama. Kemudian, kelas sebelas dan dua belas, ada mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Nino juga menegaskan bahwa nantinya pergantian kurikulum tidak akan serta merta. Tapi secara bertahap. “Jadi kami mengambil pendekatan yang bertahap dan berhati-hati dalam mengembangkannya,” tuturnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek Zulfikri Anas menegaskan hal yang sama. Tak ada kebijakan ganti kurikulum di tahun depan.
”Di tahun depan tidak ada kebijakan kurikulum baru, tetapi kebijakan pemulihan pembelajaran akibat pandemi. Dalam dua tahun ke depan, kurikulum ini akan terus dievaluasi sambil memperkenalkan kepada seluruh masyarakat,” paparnya.
Diakuinya, pandemi membuka peluang untuk menghadirkan inovasi dalam pembelajaran. Sebelumnya, Kemendikbudristek telah melakukan beberapa terobosan antara lain dengan menyederhanakan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Darurat dalam rangka pemulihan pembelajaran. Lalu, dalam waktu dekat akan ada opsi kebijakan kurikulum untuk pemulihan pembelajaran melalui kurikulum prototipe.
Menurutnya, pemulihan pendidikan melalui penerapan kurikulum prototipe perlu menjadi sebuah gerakan. Sebab, kurikulum ini dapat mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi kebijakan kurikulum darurat yang disiapkan Kemendikbudristek. Ia pun mendorong penerapan kurikulum prototipe sebagai salah satu opsi/pilihan yang ditawarkan kepada sekolah untuk mengatasi dampak learning loss.
”Opsi itu menurut saya bagus. Yang paling tahu apa yang baik untuk siswa, itu sekolah dan guru. Biar guru-guru di sekolah yang berembuk,” ujarnya.
Namun, Agustina mengingatkan agar kebijakan tersebut harus diikuti oleh pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Perlu ada sosialisasi untuk kemudian menyerap masukan dari publik melalui diskusi dan lokakarya. ”Sehingga, nanti kita akan dapatkan formulanya yang paling tepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi turut mengomentari rencana penerapan kurikulum baru. Dia menegaskan pemerintah perlu mengedepankan aspek keterbukaan dalam implementasi kurikulum baru itu. Dia mengatakan dalam menyusun kurikulum baru, Kemendikbudristek harus memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat. Khususnya kepada guru-guru dan sekolah-sekolah. Pelibatan pemangku kebijakan dalam pembuatan kurikulum baru ini menurut Unifah sangat penting.
Sementara itu dia menyoroti tata cara Kemendikbudristek dalam menyiapkan kurikulum baru tersebut. Unifah mengatakan seharusnya Kemendikbudristek mengajak sebanyak-banyaknya sekolah dan guru. Tetapi yang terjadi sekarang, uji coba atau pengenalan kurikulum baru hanya dilakukan di sekolah-sekolah penggerak saja.
Unifah mengatakan perlu ada keadilan. ’’Sekolah-sekolah penggerak diberi fasilitas dan sebagainya,’’ kata Unifah. Sedangkan sekolah lainnya banyak yang belum mendapatkan perhatian lebih. Dia menegaskan sekolah-sekolah swasta yang selama ini mengalami kendala keuangan, harus mendapatkan perhatian.
Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menuturkan Kemendikbudristek tidak perlu ribet-ribet mengubah kurikulum. Menurut dia selama ini pemerintah kurang serius dalam menata kurikulum dan pembelajaran. Menurutnya yang terpenting adalah para guru harus dilatih secara berkelanjutan. (*)
Bersepeda atau lebih dikenal dengan istilah gowes, merupakan salah satu rangkaian kegiatan Harris Day 2021. F. dok. Harris Hotels
batampos – Harris Hotels, salah satu merek hotel dari The Ascott Limited, unit bisnis penginapan yang dimiliki sepenuhnya oleh CapitaLand Investment Limited, telah sukses menggelar acara tahunan Harris Day 2021 dengan tema ”Virtual Challenge: Rise and Race” dengan total 500 peserta yang turut berpartisipasi dari berbagai kota di Indonesia.
Terdiri dari peserta dari komunitas lari, komunitas sepeda, tamu hotel dan khalayak umum. Mereka dengan antusias mengikuti kompetisi yang bekerja sama dengan 99 Virtual Race, sebuah platform aplikasi olahraga secara online di mana para peserta dapat melakukan kegiatan olahraga dengan menyelesaikan jarak dan waktu tertentu yang dapat dipilih dan dilakukan dimana saja.
Tahun ini adalah tahun ke-10 diadakannya acara Harris Day dan tahun ini diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan. Di antaranya, kompetisi virtual lari dan sepeda yang didukung berbagai macam aktivitas digital seperti talkshow, kuis, doorprize, dan kegiatan CSR.
”Selain kompetisi individu, Harris Day tahun ini juga berkolaborasi dengan komunitas lari dan sepeda yang juga ikut berkompetisi melalui community challenge. Semuanya dilakukan untuk mendukung gaya hidup sehat seperti konsep Harris Hotel,” ucap Chief Operating Officer Ascott Indonesia untuk Hotel, Patrick Vaysse, Selasa (21/12).
Pihaknya sangat senang Harris Day 2021 mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat khususnya pecinta olahraga lari dan sepeda.
Ajang Harris Day tahun ini menjadi sangat spesial karena mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia sebagai Pelaku Olahraga Berprestasi karena konsistensi dan kontribusinya dalam mengaktifkan semangat olahraga bagi masyarakat.
”Melalui penghargaan ini, Harris Hotels akan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi lebih dalam dalam mempopulerkan olahraga menjadi gaya hidup dan kami sangat bangga atas pencapaian ini,” sebutnya.
Director of Brand and Marketing, Ascott Indonesia, Irene Janti, mengatakan, sangat berterima kasih kepada para peserta yang telah mengikuti kompetisi ini dan sebagian dari penjualan tiket Harris Day 2021 akan didonasikan untuk program CSR (Corporate Social Responsibility).
”Hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan dan upaya kami dalam membantu pendidikan anak-anak yang kurang mampu di Indonesia agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.
Peserta yang berhasil memenangkan kompetisi ini mendapatkan hadiah utama berupa paket liburan dari Citilink Indonesia dan sepeda dari United Bike, serta berbagai macam doorprize menarik lainnya. Harris Day 2021 terselenggara berkat adanya dukungan dan kerjasama yang luar biasa dari para sponsor yaitu 99 Virtual Race, Citilink Indonesia, United Bike, King Koil dan VHP.
”Serta media partner Kompas, I-Radio, Hard Rock FM, Cosmopolitan Indonesia, Liputan 6.com, Bola.net, dan NOW! Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut tentang Harris Day 2021, silakan kunjungi whatsupharris.com atau Instagram @harrishotels,” tutup Patrick. (*)
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II tahun 2010 Richard Joost Lino bersiap mengikuti sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/11/2021). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya banding atas putusan empat tahun penjara dan denda Rp500 juta terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino. Banding ini diajukan untuk mengejar asset recovery atau pemulihan kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada PT Pelindo II tahun 2011.
“Jaksa KPK sudah menyatakan banding terkait dengan perkara RJ Lino ini melalui kepaniteraan PN Tipikor,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (21/12)
Juru bicara KPK bidang penindakan ini menjelaskan, alasan banding Tim Jaksa antara lain terkait dengan tidak dipertimbangkannya pembebanan pembayaran uang pengganti pada perusahaan Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science And Technology Group Co. Ltd (HDHM) sejumlah USD1.997.740,23 sebagai akibat nyata dari perbuatan RJ Lino yang menimbulkan kerugian keuangan negara. Sehingga belum dapat tercapainya upaya asset recovery secara optimal dari tindak pidana korupsi dimaksud.
Meski demikian, kata Ali, KPK tidak bisa menjelaskan secara rinci alasan banding terhadap RJ Lino. Dia memastikan, penjelasan lengkap telah termuat dalam memori banding.
“Uraian lengkap alasan banding jaksa akan tertuang dalam memori banding yang akan segera di kirimkan kepada Pengadilan Tinggi Jakarta,” tegas Ali.
Oleh karena itu, KPK berharap Majelis Hakim tingkat banding bisa mempertimbangkan dan memutus sebagaimana apa yang disampaikan Tim Jaksa dalam uraian surat tuntutan.
Karena penanganan korupsi sebagai kejahatan luar biasa, tentu tidak hanya soal penegakkan hukum demi rasa keadilan.
“Namun bagaimana penegakkan hukum itu juga mampu memberi efek jera untuk mencegah perbuatan serupa kembali terulang diantaranya melalui pidana denda, uang pengganti dan perampasan aset hasil tindak pidana untuk pemasukan kas negara,” cetus Ali.
Dalam putusannya, Richard Jost Lino divonis empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Dia terbukti bersalah dalam kasus korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada PT Pelindo II tahun 2011.
RJ Lino dinilai terbukti memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd. (HDHM) Tiongkok.
Vonis terhadap RJ Lino diwarnai perbedaan pendapat atau dissenting opinion antara anggota majelis hakim. Dua hakim anggota, Teguh Santoso dan Agus Salim menyatakan RJ Lino bersalah.
Sementara, Ketua Majelis Hakim Rosmina menyatakan RJ Lino tidak terbukti bersalah sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). RJ Lino tetap terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (20/12/2021). Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (20/12/2021).
Rombongan Komisi VI DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Nasdem, Martin Manurung dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih dari Fraksi Golkar.
Turut para anggota Komisi VI DPR RI, yang bergabung secara langsung maupun daring melalui aplikasi Zoom.
“FGD ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran serta penjelasan yang berhubungan dengan kinerja BP Batam serta perkembangan sektor industri tertentu, untuk melahirkan upaya penyelesaian atas permasalahan dan tantangan yang dihadapi BP Batam,” jelas Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Sektor infrastruktur kata dia, masih menjadi fokus utama untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam.
Mengingat pentingnya peran logistik dalam menopang perekonomian Batam, beberapa pengembangan infrastruktur berupa Bandara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar yang telah terintegrasi dengan TPS Online Bea Cukai, dan pelebaran jalan-jalan protokol di Batam telah direncanakan dan dilaksankan secara bertahap.
Muhammad Rudi juga memaparkan pencapaian BP Batam, seperti Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke 5 kalinya berturut-turut dan Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik dengan kualifikasi Badan Publik Informatif untuk kategori Lembaga Pemerintah Non Struktural (LPNS) dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia yang berhasil diraih BP Batam selama satu tahun terakhir.
“Meski demikian, BP Batam harus terus melakukan perbaikan atas tantangan yang kami hadapi, antara lain pengelolaan biaya logistik yang masih cenderung tinggi, tekanan persaingan dari Kawasan lain, koordinasi terkait perizinan dan permasalahan sosial ekonomi,” ujar Muhammad Rudi.
Dari beberapa permasalahan tersebut, Muhammad Rudi telah menyiapkan langkah-langkah perbaikan. Di antaranya penyusunan dan pelaksanaan kebijakan strategis, kebijakan anggaran ekspansif, dan pengelolaan Anggaran Pembangunan Infrastruktur BP Batam.
“BP Batam telah mengalami kemajuan dari Tahun 2019. Kami telah melakukan perbaikan Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) dengan merevitalisasi beberapa unit kerja baru di BP Batam. Selain itu, PNBP turut meningkat dalam masa pandemi, yang dibarengi dengan peningkatan investasi dan perbaikan regulasi,” terang Muhammad Rudi.
Melihat potensi besar yang dimiliki Batam, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, mengatakan, ASEAN saat ini telah menjadi fokus dan destinasi investasi di dunia. Sehingga, Batam akan terus didorong untuk menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi di Indonesia.
“Apalagi kita telah menyelesaikan undang-undang Cipta Kerja yang telah membuka akses untuk pengelolaan secara maksimal, baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan pasar bisnis, terutama di Batam,” kata Gde Sumarjaya.
Menurutnya, BP Batam yang kini mengantongi wewenang sebagai operasional sekaligus regulator memiliki akses penuh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam.
Hal tersebut juga diamini oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Nasdem, Martin Manurung. Martin mengatakan, Komisi VI DPR RI akan terus mendukung program pembangunan yang diinisiasi oleh BP Batam guna percepatan ekonomi di Batam.
FGD ini juga dikatakan Martin merupakan momen yang tepat untuk memberikan sumbang saran dan pemikiran atas kinerja BP Batam selama beberapa tahun terakhir, berikut rencana pembangunan di masa mendatang.
“Jika memang diperlukan adanya terobosan yang memerlukan keputusan-keputusan dari pemerintah pusat, agar tugas dan fungsi BP Batam dapat berjalan lebih efektif, Komisi VI DPR RI akan siap membantu BP Batam sebagai salah satu mitra kerja kami,” pungkas Martin.(*)
Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (20/12/2021). Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (20/12/2021).
Rombongan Komisi VI DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Nasdem, Martin Manurung dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih dari Fraksi Golkar.
Turut para anggota Komisi VI DPR RI, yang bergabung secara langsung maupun daring melalui aplikasi Zoom.
“FGD ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran serta penjelasan yang berhubungan dengan kinerja BP Batam serta perkembangan sektor industri tertentu, untuk melahirkan upaya penyelesaian atas permasalahan dan tantangan yang dihadapi BP Batam,” jelas Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Sektor infrastruktur kata dia, masih menjadi fokus utama untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam.
Mengingat pentingnya peran logistik dalam menopang perekonomian Batam, beberapa pengembangan infrastruktur berupa Bandara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar yang telah terintegrasi dengan TPS Online Bea Cukai, dan pelebaran jalan-jalan protokol di Batam telah direncanakan dan dilaksankan secara bertahap.
Muhammad Rudi juga memaparkan pencapaian BP Batam, seperti Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke 5 kalinya berturut-turut dan Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik dengan kualifikasi Badan Publik Informatif untuk kategori Lembaga Pemerintah Non Struktural (LPNS) dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia yang berhasil diraih BP Batam selama satu tahun terakhir.
“Meski demikian, BP Batam harus terus melakukan perbaikan atas tantangan yang kami hadapi, antara lain pengelolaan biaya logistik yang masih cenderung tinggi, tekanan persaingan dari Kawasan lain, koordinasi terkait perizinan dan permasalahan sosial ekonomi,” ujar Muhammad Rudi.
Dari beberapa permasalahan tersebut, Muhammad Rudi telah menyiapkan langkah-langkah perbaikan. Di antaranya penyusunan dan pelaksanaan kebijakan strategis, kebijakan anggaran ekspansif, dan pengelolaan Anggaran Pembangunan Infrastruktur BP Batam.
“BP Batam telah mengalami kemajuan dari Tahun 2019. Kami telah melakukan perbaikan Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) dengan merevitalisasi beberapa unit kerja baru di BP Batam. Selain itu, PNBP turut meningkat dalam masa pandemi, yang dibarengi dengan peningkatan investasi dan perbaikan regulasi,” terang Muhammad Rudi.
Melihat potensi besar yang dimiliki Batam, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, mengatakan, ASEAN saat ini telah menjadi fokus dan destinasi investasi di dunia. Sehingga, Batam akan terus didorong untuk menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi di Indonesia.
“Apalagi kita telah menyelesaikan undang-undang Cipta Kerja yang telah membuka akses untuk pengelolaan secara maksimal, baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan pasar bisnis, terutama di Batam,” kata Gde Sumarjaya.
Menurutnya, BP Batam yang kini mengantongi wewenang sebagai operasional sekaligus regulator memiliki akses penuh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam.
Hal tersebut juga diamini oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Nasdem, Martin Manurung. Martin mengatakan, Komisi VI DPR RI akan terus mendukung program pembangunan yang diinisiasi oleh BP Batam guna percepatan ekonomi di Batam.
FGD ini juga dikatakan Martin merupakan momen yang tepat untuk memberikan sumbang saran dan pemikiran atas kinerja BP Batam selama beberapa tahun terakhir, berikut rencana pembangunan di masa mendatang.
“Jika memang diperlukan adanya terobosan yang memerlukan keputusan-keputusan dari pemerintah pusat, agar tugas dan fungsi BP Batam dapat berjalan lebih efektif, Komisi VI DPR RI akan siap membantu BP Batam sebagai salah satu mitra kerja kami,” pungkas Martin.(*)
Direktur Hukum Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Fithriadi Muslim. (dok PPATK)
batampos – Salah satu sumber pendanaan proliferasi senjata pemusnah masal (PPSPM) Korea Utara (Korut) terdeteksi di Indonesia. Temuan tersebut diungkapkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kemarin (21/12). PPATK menyebut sumber itu menghimpun dana secara legal di Indonesia. Kemudian dikirim ke Korut.
Direktur Hukum PPATK Fithriadi Muslim menjelaskan temuan itu merupakan hasil pendalaman. Sebelumnya nama-nama individu atau entitas yang diduga terafiliasi dengan PPSPM telah dipetakan secara global. Selanjutnya, PPATK memastikan daftar tersebut ada di Indonesia. Lalu melaporkannya ke pihak-pihak terkait. Diantaranya Badan Intelijen Negara (BIN) dan instansi perbankan.
”Datanya sudah kami kirim ke bank-bank. Kalau ada nama (yang terafiliasi dengan PPSPM, Red) harus di-freezing (dibekukan) seketika,” kata Fithriadi kepada Jawa Pos dalam acara refleksi akhir tahun di kantor PPATK, kemarin (21/12). ”Jadi (individu atau entitas) itu tidak bisa menghimpun dana di sini (Indonesia, Red),” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, PPSPM merupakan tindakan penyediaan dana atau jasa keuangan yang digunakan seluruhnya atau sebagian untuk pembuatan, akuisisi, pemilikan, pengembangan, ekspor, pengiriman, perantara, pengangkutan, pengalihan, penimbunan atau penggunaan senjata nuklir, kimia, radiologi atau senjata biologi.
Pendanaan weapons of mass destruction (WMD) itu menjadi concern seluruh negara karena dapat membahayakan keamanan dunia. Sesuai ketentuan pencegahan PPSPM yang dicetuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), individu atau entitas yang terafiliasi dengan pendanaan WMD harus di-banned agar tidak bisa menghimpun dana.
Selain Korut, negara yang ditengarai mengembangkan senjata pemusnah masal adalah Iran. Namun, Fithriadi menyebut sejauh ini pihaknya belum berhasil mendeteksi individu atau entitas yang terafiliasi menghimpun dana untuk keperluan proliferasi WMD di negara tersebut. ”Kalau Iran agak susah. Kami belum ada (nama individu atau entitas, Red) spesifik,” ujarnya.
Di sisi lain, dari Januari hingga November lalu, PPATK menerima 22,345 juta laporan. Paling banyak laporan transaksi dari/ke luar negeri (LTKL). Yakni sebanyak 19,7 juta. Kemudian laporan transaksi keuangan tunai (LTKT) sebanyak 2,469 juta. Selanjutnya laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) 73,1 ribu. Serta laporan transaksi pengadaan barang/jasa (LTPBJ) 39,3 ribu.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan dari laporan-laporan itu, pihaknya telah menyampaikan 556 hasil analisis (HA) kepada penyidik dengan jumlah LKTM sebanyak 2.021. Dan informasi hasil analisis (IHA) sebanyak 256 laporan. Selain HA, PPATK juga menyampaikan 10 hasil pemeriksaan (HP) dan 12 informasi hasil pemeriksaan (IHP). (*)
batampos– Tiga kepala puskesmas di Bintan dilantik oleh Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan di aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (21/12) sekita pukul 10.00 WIB. Dalam kesempatan ini, Roby juga melantik Kasubag Tata Usaha UPTD Puskesmas Sei Lekop.
Tiga kepala puskesmas yang dilantik yakni Mei Nurianti yang sebelumnya bidan di UPTD Puskesmas Kelong diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala UPTD Puskesmas Kelong.
dr Meby Farlinda sebelumnya Kasi Advokasi dan Penyuluhan serta Pendayagunaan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Bintan diangkat sebagai Kepala UPTD Puskesmas Kijang.
Lalu, dr Ahmad Jalaludin, seorang dokter yang bertugas di RSUD Bintan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala UPTD Puskesmas Tambelan. Selain tiga kepala puskesmas, Roby juga melantik bidan di Dinas Kesehatan Bintan, Era dalam jabatan baru sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Puskesmas Sei Lekop.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di lingkungan Pemkab Bintan merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka untuk memantapkan dan meningkatkan kapasitas kelembagaan serta pembinaan karir pegawai.
Hal ini dilakukan untuk peningkatan profesionalitas dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan tugas pelayanan publik agar tetap berjalan dengan baik. (*)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kepri memberikan sambutan pada acara bincang santai penanganan investasi ilegal dan pinjaman online ilegal bersama satgas waspada investasi di Hotel Best Western Premier Panbil, Selasa (21/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Warga Kepri termasuk yang aktif memanfaatkan waktu luangnya untuk melihat lihat situs di internet yang bisa menghasilkan atau menambah pendapatan. Karena belum mengerti benar akan semua informasi, akhirnya banyak juga warga Kepri yang tergiur ke pinjalan online ilegal. Hal ini diutarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri saat menggelar acara bincang santai penanganan investasi ilegal dan pinjol ilegal bersama Satgas Waspada Investasi di Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil, Selasa (21/12).
Kepala OJK Kepri, Rony Ukurta Barus mengatakan minat masyarakat terhadap keduanya sangat tinggi. “Ada dua faktornya, yakni waktu luang selama pandemi, dimanfaatkan mencari informasi terkait investasi yang bisa menaikkan pendapatan,” kata Rony
Faktor kedua, sambung Rony yakni kemudahan teknologi informasi yang membuat akses terhadap pinjol ilegal dan investasi ilegal semakin mudah.
“Sayangnya tingkat pemahaman masyarakat kita masih di angka 45,67 persen. Sedangkan tingkat penggunaan jasanya malah tinggi, di angka 92,13 persen. Dengan demikian, banyak masyarakat Kepri menggunakan jasa keduanya, tapi belum memahami risikonya,” jelasnya.
Sehingga tidak heran, jika banyak yang terjebak investasi bodong dan pinjol ilegal. “Terdapat kasus penipuan Forex di Tanjungpinang, 2019 lalu. Lalu ada arisa online yang merugikan Rp 2 miliar. Kemudian di Natuna, ada investasi terkait imbal hasil 15-30 persen, dengan korban 250 orang dan kerugian Rp 250 juta,” jelasnya.
Menurut Roni, wajar saja jika masyarakat tergiur, disamping karena pemahaman yang kurang, proses pencairan juga relatif cepat.
“Terdapat 100.026 rekening aktif dari Kepri dengan nilai pinjaman senilai Rp 208 miliar. Sementara di kami, belum pernah terima aduan masyarakat. Tapi, kami yakin banyak yang ikut terima pinjaman, terkait banyaknya permintaan informasi terkait pinjol ilegal,” tuturnya.
Melalui siaran virtual, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing menegaskan, akan terus memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal. Hal ini ditunjukkan dengan secara tegas melakukan penindakan terhadap 98 investasi ilegal, 811 fintech Ilegal dan 17 gadai Ilegal di tahun 2021.
Jumlah ini terbilang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2019, diketahui telah terjadi penindakan terhadap 442 investasi ilegal, 1.493 fintech Ilegal dan 68 gadai ilegal. Sementara di tahun 2020, menjadi 347 investasi ilegal, 1.025 fintech Ilegal dan 75 gadai ilegal.
“Kami di Satgas Waspada Investasi semakin memperketat ruang lingkup pelaku kejahatan pinjaman online ilegal, dengan menggunakan kewenangan di masing-masing kementerian dan lembaga,” jelasnya.
Satgas Waspada Investasi mendukung tindakan tegas kepolisan yang telah menangkap sejumlah pelaku pinjol ilegal di berbagai daerah, karena tanpa penangkapan pelakunya, operasional pinjol ilegal masih akan muncul dengan mengubah nama atau membuat aplikasi baru.
“Tindakan tegas terhadap pelaku tindak pidana pinjol ilegal ini harus terus dilakukan untuk melindungi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Satgas Waspada Investasi juga akan terus berupaya memberantas pinjol ilegal, dengan cara mengumumkan entitas pinjol ilegal kepada masyarakat, mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Selanjutnya, memutus akses keuangan dari pinjol ilegal, dengan menyampaikan imbauan kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening eksisting yang diduga digunakan untuk kegiatan pinjol ilegal, juga meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi pinjol ilegal. (*)