
batampos – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas melonjak signifikan pada Triwulan II tahun 2025. Kabar menggembirakan ini menandai kebangkitan ekonomi setelah sempat terpuruk akibat penurunan produksi minyak dan gas (migas) di tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Anambas pada akhir 2024 tercatat minus 5,95 persen. Kondisi itu terjadi akibat gangguan teknis dan cuaca yang menghambat eksplorasi migas.
Namun, situasi berubah drastis di pertengahan 2025. Produksi migas kembali meningkat dan menjadi motor utama kebangkitan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, pada Triwulan II tahun 2025 ini, produksi migas meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 23 persen,” ujar Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, Jumat (10/10).
Menurutnya, capaian ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang selama ini menjadi tolok ukur utama di provinsi tersebut.
“Kita tak perlu membandingkan dengan Batam karena sejatinya posisi kita di bawah mereka. Tapi jika dibandingkan dengan Natuna, ini sudah luar biasa. Selama ini Anambas selalu berada di bawah Natuna,” ujarnya.
Kebangkitan ini juga mulai terasa di masyarakat. Aktivitas ekonomi kembali bergairah yakni pasar tradisional ramai, sektor pariwisata tumbuh, dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN kembali disalurkan secara rutin.
“Kalau pasar sudah ramai, artinya daya beli masyarakat meningkat. Itu tanda ekonomi arus bawah bergerak normal,” kata Aneng.
Pendapatan daerah dari sektor migas yang meningkat turut memperluas ruang fiskal pemerintah. Bupati menyebut, tambahan pendapatan tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pendidikan, dan layanan kesehatan.
Meski begitu, Aneng mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat masyarakat terlena. Ia menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi agar Anambas tidak terlalu bergantung pada sektor migas.
“Kita harus mulai memperkuat sektor lain seperti pariwisata dan perikanan. Potensi laut dan wisata bahari Anambas bisa menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan,” tuturnya.
Ia juga mengajak pelaku usaha lokal untuk berinovasi dan memanfaatkan momentum pertumbuhan ini. Pemerintah, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Yang kita kejar bukan sekadar angka pertumbuhan, tapi kesejahteraan masyarakat yang nyata,” tutup Aneng. (*)
Reporter: Ihsan Imaduddin
Artikel Anambas Catat Pertumbuhan Ekonomi 23 Persen, Bangkit dari Minus 5,95 pertama kali tampil pada Kepri.

batampos– Bajafash, festival musik dan fashion tahunan yang telah menjadi ikon budaya di Batam, kembali hadir untuk ke-7 kalinya pada tahun 2025. Mengusung tema “The Strait Inspiration”, Bajafash tahun ini menghadirkan pengalaman unik yang merayakan warisan Peranakan—sebuah identitas yang lahir dari percampuran budaya Timur dan Nusantara, penuh warna, detail, dan harmoni.
Acara ini akan digelar di Wyndham Panbil Batam pada 7–8 November 2025, Bajafash menghadirkan suasana intimate namun eksklusif. Penonton tidak hanya menikmati pertunjukan musik dan fashion, tetapi juga diajak menyelami keindahan heritage Peranakan yang dikemas modern.







