Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 873

Anambas Catat Pertumbuhan Ekonomi 23 Persen, Bangkit dari Minus 5,95

0
Ekonomi Anambas
Warga sedang berbelanja di Pasar Siantanur, Tarempa. Ekonomi Anambas pada tahun ini alami peningkatan hingga 23 persen. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas melonjak signifikan pada Triwulan II tahun 2025. Kabar menggembirakan ini menandai kebangkitan ekonomi setelah sempat terpuruk akibat penurunan produksi minyak dan gas (migas) di tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Anambas pada akhir 2024 tercatat minus 5,95 persen. Kondisi itu terjadi akibat gangguan teknis dan cuaca yang menghambat eksplorasi migas.

Namun, situasi berubah drastis di pertengahan 2025. Produksi migas kembali meningkat dan menjadi motor utama kebangkitan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah, pada Triwulan II tahun 2025 ini, produksi migas meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 23 persen,” ujar Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, Jumat (10/10).

Menurutnya, capaian ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang selama ini menjadi tolok ukur utama di provinsi tersebut.

“Kita tak perlu membandingkan dengan Batam karena sejatinya posisi kita di bawah mereka. Tapi jika dibandingkan dengan Natuna, ini sudah luar biasa. Selama ini Anambas selalu berada di bawah Natuna,” ujarnya.

Kebangkitan ini juga mulai terasa di masyarakat. Aktivitas ekonomi kembali bergairah yakni pasar tradisional ramai, sektor pariwisata tumbuh, dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN kembali disalurkan secara rutin.

“Kalau pasar sudah ramai, artinya daya beli masyarakat meningkat. Itu tanda ekonomi arus bawah bergerak normal,” kata Aneng.

Pendapatan daerah dari sektor migas yang meningkat turut memperluas ruang fiskal pemerintah. Bupati menyebut, tambahan pendapatan tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pendidikan, dan layanan kesehatan.

Meski begitu, Aneng mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat masyarakat terlena. Ia menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi agar Anambas tidak terlalu bergantung pada sektor migas.

“Kita harus mulai memperkuat sektor lain seperti pariwisata dan perikanan. Potensi laut dan wisata bahari Anambas bisa menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ia juga mengajak pelaku usaha lokal untuk berinovasi dan memanfaatkan momentum pertumbuhan ini. Pemerintah, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Yang kita kejar bukan sekadar angka pertumbuhan, tapi kesejahteraan masyarakat yang nyata,” tutup Aneng. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

 

Artikel Anambas Catat Pertumbuhan Ekonomi 23 Persen, Bangkit dari Minus 5,95 pertama kali tampil pada Kepri.

Diisi Musisi Lintas Negara, Bajafash 2025 Hadir dengan Tema The Strait Inspiration

0

batampos– Bajafash, festival musik dan fashion tahunan yang telah menjadi ikon budaya di Batam, kembali hadir untuk ke-7 kalinya pada tahun 2025. Mengusung tema “The Strait Inspiration”, Bajafash tahun ini menghadirkan pengalaman unik yang merayakan warisan Peranakan—sebuah identitas yang lahir dari percampuran budaya Timur dan Nusantara, penuh warna, detail, dan harmoni.

Ajang ini menjadi perpaduan heritage dan modernitas. Dimana budaya Peranakan dikenal dengan kekayaan detail ornamen, kuliner yang menggugah selera, hingga busana kebaya encim yang diwariskan lintas generasi. Bajafash 2025 mengangkat kekayaan tersebut dalam panggung modern, menghadirkan sebuah selebrasi yang menghubungkan sejarah, musik, dan fashion dalam satu narasi.

“Tema The Strait Inspiration merefleksikan semangat keterhubungan yang sudah ada sejak berabad-abad di jalur perdagangan Selat Malaka. Bajafash ingin menghadirkan esensi itu—bahwa musik, fashion, dan budaya bisa menjadi jembatan antara masa lalu, kini, dan masa depan,” ujar panitia Bajafash 2025.

Line-Up Bertaraf Internasional

Tahun ini, Bajafash menghadirkan sederet artis dan musisi lintas negara, termasuk diva legendaris Vina Panduwinata bersama proyek spesial F.I.E.R.Y. Deretan performer lain yang siap memukau penonton antara lain: Societeit de Harmonie, The Shang Sisters (Malaysia), Jamie Aditya, Yohanes Gondo ft. Amelia Ong, Simone Prattico ft. Sri Hanuraga dan Sumii Wen, BOTR, COA, SGIA Jazz Choir, Kangakubawa.

BACA JUGA: Hotel Best Western Premier Panbil Berubah Nama Jadi Hotel Wyndham Panbil Batam

Tidak hanya musik, Bajafash juga menghadirkan karya fashion dari desainer ternama Lenny Agustin (Indonesia) dan Eric Choong (Malaysia), ditambah kolaborasi dengan komunitas lokal seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kepri dan SMK Muhammadiyah Kabil Batam.

Acara ini akan digelar di Wyndham Panbil Batam pada 7–8 November 2025, Bajafash menghadirkan suasana intimate namun eksklusif. Penonton tidak hanya menikmati pertunjukan musik dan fashion, tetapi juga diajak menyelami keindahan heritage Peranakan yang dikemas modern.

Tiket resmi Bajafash 2025 sudah tersedia dan dapat dibeli secara online melalui QR Code pada materi publikasi resmi atau langsung melalui mitra penjualan tiket yang bekerja sama. Dengan jumlah terbatas, tiket diharapkan segera habis terjual mengingat tingginya antusiasme dari tahun ke tahun.

Bajafash telah memasuki edisi ke-7 sejak pertama kali digelar. Festival ini lahir sebagai ruang kreatif untuk memadukan musik jazz kelas dunia dengan fashion, sekaligus menempatkan Batam sebagai destinasi budaya internasional.(*)

Reporter: Alfian Lumban Gaol

Artikel Diisi Musisi Lintas Negara, Bajafash 2025 Hadir dengan Tema The Strait Inspiration pertama kali tampil pada Metropolis.

Proyek Mandek, Negara Rugi, Penyidik Kejar Akar Korupsi di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar

0
Kondisi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kasus dugaan korupsi revitalisasi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar yang merugikan negara Rp 30 miliar masih bergulir di Ditkrimsus Polda Kepri. Saat ini, tim penyidik Subdit III Tipikor Polda Kepri masih terus melakukan pengembangan kasus yang telah menetapkan 7 orang tersangka.

7 orang tersangka tersebut, AM (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK BP Batam), IMA (Kuasa Konsorsium Penyedia), IMS (Komisaris PT Indonesia Timur Raya), ASA (Dirut PT Marinda Utama Karya Subur), AHA (Dirut PT Duri Rejang Berseri), IRS (Direktur Konsultan Perencana PT Teralis Erojaya), NFU (Tim Pelaksana Penyedia).

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, mengatakan proses penyidikan dugaan korupsi itu masih terus berjalan. Pihaknya dipastikan terus melakukan pengembangan.

Baca Juga: Jejak Uang Korupsi Dermaga Batuampar Diburu, Tersangka Bisa Bertambah

“Untuk proses penyidikan masih terus berjalan,” kata Silvester, kemarin.

Disinggung apakah ada tambahan tersangka dalam kasus tersebut. Silvester menegaskan semuanya bisa saja terjadi.

“Ya untuk penambahan tersangka bisa saja, yang pasti saat ini masih berproses,” tegasnya.

Kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Batu Ampar membuka tabir gelap di balik pembangunan infrastruktur strategis di Batam. Proyek bernilai Rp75 miliar yang semestinya menopang arus logistik nasional justru berhenti di tengah jalan, meninggalkan tumpukan besi, kontainer berserakan, dan laporan kerja yang tak sesuai kenyataan.

Hasil penyidikan Polda Kepri bersama auditor BPK RI mengungkap kerugian negara lebih dari Rp30 miliar. Mirisnya, pembayaran proyek sudah mencapai Rp63 miliar meski pekerjaan tidak pernah selesai. Fakta ini menunjukkan lemahnya pengawasan sejak awal hingga berakhir pada praktik manipulasi.

Dalam proses penyidikan, Subdit 3 Dirkrimsus Polda Kepri, menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, mulai dari pejabat pembuat komitmen hingga pihak swasta. Mereka diduga memainkan peran berbeda, mulai dari membuat laporan fiktif, menerima fee tanpa pekerjaan, hingga menyerahkan data teknis rahasia dengan imbalan uang. Aliran dana bahkan terbukti masuk ke kantong pribadi.

Para tersangka diantaranya, AM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BP Batam; IMA kuasa konsorsium penyedia; IMS Komisaris PT Indonesia Timur Raya; ASA Direktur Utama PT Marinda Utama Karya Subur; AHA Direktur Utama PT Duri Rejang Berseri; IRS Direktur PT Teralis Erojaya (konsultan perencana); serta NFU dari tim pelaksana penyedia.

Barang bukti berupa dokumen kontrak, laporan bulanan, komputer, emas, hingga uang tunai juga sudah disita penyidik. Semua itu menjadi potret bagaimana proyek besar bisa diperlakukan sebagai ladang korupsi ketimbang sarana memperkuat ekonomi daerah.

Penangkapan para tersangka di Jakarta, Bali, hingga Batam menegaskan kasus ini bukan perkara kecil. Jaringan korupsi melibatkan banyak pihak, dari penyedia jasa, konsultan, hingga pejabat di BP Batam. Semua diduga memiliki andil dalam mempermainkan anggaran negara.

Alih-alih memperkuat Batam sebagai hub logistik nasional, proyek Dermaga Utara justru menjadi simbol kegagalan tata kelola proyek. Masyarakat tidak mendapatkan manfaat yang dijanjikan, sementara uang negara melayang puluhan miliar rupiah. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Proyek Mandek, Negara Rugi, Penyidik Kejar Akar Korupsi di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar pertama kali tampil pada Metropolis.

Vinanda Prameswati, Wali Kota Perempuan Termuda di Jawa Timur yang Menginspirasi

0
Vinanda Prameswati
Vinanda Prameswati, Wali Kota Kediri. F. instagram.com/vinanda.pw.

batampos – Sosok muda Vinanda Prameswati mencuri perhatian publik setelah resmi dilantik sebagai Wali Kota Kediri untuk periode 2025 – 2030.

Di usia 26 tahun, Vinanda menjadi wali kota perempuan termuda di Jawa Timur dan salah satu pemimpin muda paling inspiratif di Indonesia.

Vinanda Prameswati resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Vinanda dilantik bersama Qowimuddin, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri untuk periode 2025 – 2030.

Vinanda lahir pada 12 Juni 1998 di Surabaya. Ia menempuh pendidikan di SD Plus Rahmat, SMP Negeri 1 Kediri, dan SMA 3 Negeri Kediri.

Ia merupakan lulusan Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Vinanda lalu melanjutkan pendidikan S2 Magister Kenotariatan Universitas Airlangga.

Vinanda dikenal sebagai aktivis. Pernah menjabat sebagai Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN). Tidak hanya itu saja, ia juga Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Kota Kediri, Sekretaris Pengurus Mitra Bisnis ASPERDA DPD Jawa Timur hingga Ketua Paguyuban Sedulure Wong Cilik Kota Kediri.

Vinanda juga aktif dalam bidang olahraga sebagai ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia Kota Kediri.

Setelah menjabat menjadi Wali Kota, Vinanda mengusung visi “Kediri MAPAN” (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni). Dalam 100 hari kepemimpinannya, ia berhasil meraih tingkat kepuasan masyarakat sebesar 81,3%, dengan skor tertinggi pada bidang pembangunan sumber daya manusia mencapai 81,7%.

Vinanda Prameswati juga menerima penghargaan“Outstanding Young Public Leader of The Year” pada CNN Indonesia Leading Women Award 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai pemimpin muda yang aktif.

Vinanda menjadi contoh nyata bahwa usia muda dan gender tidak menjadi penghalang untuk menjadi pemimpin. Dengan usaha dan kerja kerasnya ia menunjukkan bahwa semua orang dapat menjadi pemimpin. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Vinanda Prameswati, Wali Kota Perempuan Termuda di Jawa Timur yang Menginspirasi pertama kali tampil pada News.

40 Pekerja Galangan Kapal Belum Digaji, PT VRS Diminta Bertanggung Jawab

0
Pekerja proyek di galangan kapal PT Usda Seroja Jaya yang direkrut oleh PT VRS Mechanical Engineering International saat menyelesaikan target proyek. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Sekitar 40 pekerja proyek di galangan kapal PT Usda Seroja Jaya mengeluhkan belum menerima gaji mereka selama lebih dari dua bulan. Para pekerja yang direkrut oleh PT VRS Mechanical Engineering International mengaku telah bekerja sejak awal Agustus hingga pertengahan September 2025, namun hingga kini belum ada pembayaran dari pihak perusahaan.

Suprandi, yang mewakili para pekerja bersama Aguscik dan Bagas Ramadhan, menuturkan bahwa mereka bekerja tanpa mengenal waktu, siang dan malam, demi menyelesaikan target proyek. Namun, hingga Oktober ini, gaji yang dijanjikan belum juga dibayarkan. “Kami sudah kerja dari 1 Agustus sampai 13 September, tapi sampai sekarang belum dibayar. Sudah mau dua bulan bang, kami ini mau makan apa?” keluh Suprandi, Jumat (10/10).

Para pekerja mengaku tidak mengetahui bahwa PT VRS memiliki perjanjian khusus dengan pihak pemborong yang mengatur soal pembayaran. Dalam surat perjanjian itu disebutkan, jika pekerjaan tidak selesai sampai 31 Agustus 2025, maka pembayaran tidak akan dikeluarkan oleh PT VRS. “Kami pekerja harian, bukan pemborong. Jadi seharusnya gaji kami tidak tergantung pada perjanjian itu,” ujar Aguscik.

Diketahui, proyek tersebut merupakan pekerjaan New Building Steel Work dan Out Fitting Oil Tanker di kawasan galangan PT Usda Seroja Jaya. Berdasarkan dokumen perjanjian dengan nomor 006/VRS/SPPP/BTM/VIII/2025, PT VRS selaku pihak pertama menandatangani kesepakatan dengan pelaksana borongan, Joko Priyanto, untuk menyelesaikan pekerjaan paling lambat 31 Agustus 2025.

Dalam perjanjian itu disebutkan, nilai proyek mencapai Rp549.132.710 dengan pembayaran yang sudah diterima oleh pihak pemborong sebesar Rp404.914.552. Sisa pembayaran senilai Rp144.218.158 baru akan diberikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100 persen oleh PT Usda Seroja Jaya. Jika tidak rampung tepat waktu, pembayaran ditunda hingga proyek benar-benar selesai.

Direktur PT VRS Mechanical Engineering International, Roida Nirmala, menegaskan bahwa perjanjian tersebut dibuat secara sadar dan disepakati kedua belah pihak tanpa adanya paksaan. “Pembayaran akan kami lakukan sesuai dengan progres dan penyelesaian proyek sebagaimana tertulis dalam kontrak,” ujar Roida dalam salinan pernyataan tertulis.

Namun demikian, para pekerja menilai mereka tidak seharusnya menanggung akibat dari persoalan administratif antara PT VRS dan pemborong. “Kami hanya ingin hak kami dibayar. Kami sudah bekerja sesuai perintah dan tanggung jawab,” tegas Bagas Ramadhan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan lanjutan dari pihak PT VRS mengenai keluhan para pekerja. Saat dicoba menghubungi manajemen melalui pesan singkat belum direspon. Para pekerja berharap persoalan ini segera diselesaikan agar hak mereka dapat diterima tanpa harus melalui jalur hukum atau aksi protes di lapangan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel 40 Pekerja Galangan Kapal Belum Digaji, PT VRS Diminta Bertanggung Jawab pertama kali tampil pada Metropolis.

Biawak Besar Nyelonong Masuk Kamar Warga di Lingga, Bikin Panik Sekeluarga!

0
Biawak
Penampakan biawak berukuran cukup besar masuk ke dalam kamar milik warga Lingga. F. Ikmal untuk Batam Pos.

batampos – Seekor biawak berukuran besar masuk ke dalam kamar rumah milik Dahlil, warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 10.58 WIB.

Kaget melihat hewan liar itu di dalam kamarnya, Dahlil segera mendatangi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Unit Dabo Singkep untuk meminta bantuan evakuasi.

Komandan Pleton (Danton) Damkar Dabo Singkep, Ikmal Hakim, mengatakan begitu menerima laporan, petugas langsung menyiapkan peralatan dan menuju lokasi.

“Kamis 9 Oktober 2025 sekitar pukul 10.58 WIB, kami menerima laporan dari warga bahwa ada biawak masuk kamar. Petugas piket Edwin segera berkoordinasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Ikmal, Jumat (10/10).

Sebanyak tujuh petugas Damkar diterjunkan menggunakan satu unit mobil pemadam dan satu motor trail. Mereka bergerak cepat agar proses penangkapan berjalan aman tanpa melukai hewan maupun pemilik rumah.

“Sesampainya di lokasi, petugas mengamati situasi dan menyusun strategi agar evakuasi berjalan aman,” tambahnya.

Sekitar pukul 11.20 WIB, biawak tersebut akhirnya berhasil diamankan. Hewan itu kemudian dilepaskan kembali ke alam bebas di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Biawak Besar Nyelonong Masuk Kamar Warga di Lingga, Bikin Panik Sekeluarga! pertama kali tampil pada Kepri.

PAD Rendah dari Retribusi TKA, Disnakertrans Kepri Akan Gelar Razia

0
Ilustrasi.

batampos – Rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi penempatan tenaga kerja asing (TKA) di Provinsi Kepulauan Riau menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri. Pasalnya, angka retribusi tersebut dinilai tidak sebanding dengan jumlah kunjungan orang asing yang tercatat melalui data keimigrasian.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya mengatakan pihaknya tengah melakukan langkah evaluasi dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing di wilayah Kepri.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data serta kesesuaian antara jumlah TKA yang dilaporkan dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga: 4.058 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Batam, Mayoritas dari Tiongkok dan India

“Kami akan melakukan pendataan sekaligus razia terkait keberadaan TKA di tiap-tiap perusahaan. Apakah data yang disampaikan sesuai atau justru sebaliknya,” ujar Diky, Jumat (10/10).

Ia menjelaskan, selain mengecek kesesuaian data, pihaknya juga akan menelusuri apakah para pekerja asing tersebut telah memperoleh hak-haknya, termasuk jaminan sosial dan ketentuan ketenagakerjaan lainnya.

“Kami akan menghimpun data secara menyeluruh hingga ke tingkat kementerian, sehingga bisa menjadi acuan dalam data WLKP (Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan) di Kementerian Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Diky menegaskan, sebagai langkah awal, Disnakertrans Kepri akan melakukan monitoring langsung ke lapangan.

Bentuk kegiatan pengawasan ini, kata dia, bisa berupa inspeksi mendadak (sidak) maupun razia terpadu bersama instansi terkait.

“Apakah nanti bentuknya sidak atau razia, akan kami sampaikan kemudian. Yang jelas, kami akan pastikan penegakan aturan dan pendataan TKA berjalan sesuai ketentuan,” tutupnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel PAD Rendah dari Retribusi TKA, Disnakertrans Kepri Akan Gelar Razia pertama kali tampil pada Metropolis.

Mall Tanjungpinang City Center Disegel Kejagung, Diduga Terkait Kasus ASABRI

0
Segel mall TCC
Tim Kejagung RI saat memasang stiker tanda Gedung Mall TCC telah dieksekusi, Rabu (8/10). F. Penkum Kejati Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Mall Tanjungpinang City Center (TCC) di Jalan Aisyah Sulaiman, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, resmi disegel oleh Tim Direktorat Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) RI bersama Jaksa Eksekutor Kejari Jakarta Timur.

Penyegelan dilakukan pada Rabu (8/10), disaksikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri. Segel berupa stiker merah berukuran besar terpasang di beberapa bagian gedung pusat perbelanjaan tersebut.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Kepri, Yusnar Yusuf, membenarkan langkah hukum itu. Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut alasan penyegelan.

“Benar, sudah dilakukan eksekusi. Untuk informasi selengkapnya silakan konfirmasi ke Penkum Kejagung,” ujar Yusnar, Jumat (10/10).

Sementara itu, pihak manajemen Mall TCC Tanjungpinang belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.

Diketahui, pada September 2021, Kejagung RI pernah menyita lahan dan gedung TCC Mall bersama tiga bidang lahan Hak Guna Bangunan (HGB) dan sertifikat milik tersangka TT, dalam kasus dugaan korupsi PT ASABRI. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Mall Tanjungpinang City Center Disegel Kejagung, Diduga Terkait Kasus ASABRI pertama kali tampil pada Kepri.

Akses ke Islamic Centre Diperlebar, Jalan Engku Hang Tuah Ditarget Rampung Desember

0
BP Batam mempercepat peningkatan Jalan Engku Hang Tuah, atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Islamic Centre sebagai upaya memperlancar akses menuju kawasan Masjid Agung Raja Hamidah dan sekitarnya. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – BP Batam mempercepat peningkatan Jalan Engku Hang Tuah, atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Islamic Centre sebagai upaya memperlancar akses menuju kawasan Masjid Agung Raja Hamidah dan sekitarnya. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025 dan menjadi bagian dari program prioritas penguatan infrastruktur kota.

Proyek ini mencakup pelebaran dua lajur masing-masing selebar 5 meter, sehingga total lebar jalan akan mencapai 10 meter. Dengan perluasan tersebut, kapasitas jalan diharapkan mampu menampung volume kendaraan yang semakin meningkat, terutama saat kegiatan keagamaan besar berlangsung di kawasan tersebut.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menjelaskan peningkatan jalan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis lembaganya dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Selain itu, proyek ini juga bertujuan memperlancar akses menuju kawasan Islamic Centre yang menjadi salah satu ikon religius dan budaya di Batam.

“Peningkatan kualitas jalan ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperindah akses menuju kawasan Islamic Centre. Kawasan ini bukan hanya pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga ruang publik yang sering dikunjungi warga,” katanya, Jumat (10/10).

Pekerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh PT Artha Gemah Lestari dengan nilai kontrak sebesar Rp8,1 miliar. Pelaksanaan dimulai sejak 14 Agustus dan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender atau pada akhir Desember mendatang.

Kata Taofan, dengan pelebaran jalan menjadi 10 meter, arus lalu lintas di kawasan tersebut akan semakin lancar. Hal ini dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi pada jam-jam padat dan saat kegiatan besar di Masjid Agung Raja Hamidah atau Asrama Haji.

“BP Batam terus memantau progres di lapangan agar pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kami ingin proyek ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar dia.

Proyek ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas jalan, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan keselamatan pengguna jalan. Dengan penataan yang lebih baik, kawasan ini tampil lebih representatif sebagai wajah kota yang terus berkembang.

Peningkatan Jalan Engku Hang Tuah menjadi salah satu bagian dari program prioritas BP Batam dalam memperkuat infrastruktur kota. Ini juga sejalan dengan visi otorita untuk menjadikan Batam sebagai kota modern, nyaman, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun regional. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Akses ke Islamic Centre Diperlebar, Jalan Engku Hang Tuah Ditarget Rampung Desember pertama kali tampil pada Metropolis.

Usai Penikaman di Tanjunguncang, Kapolresta Imbau Warga Kendalikan Emosi

0
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin dan Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi ungkap motif di balik kasus penganiayaan berujung maut yang terjadi di Perumahan Yose Sade Indah, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pasca pengungkapan kasus penikaman yang menewaskan Rudi (31) di Perumahan Yose Sade Indah, Tanjunguncang, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin mengimbau masyarakat agar selalu mengendalikan emosi dan tidak mudah tersulut amarah saat menghadapi persoalan. Ia menegaskan, banyak tindak kekerasan terjadi karena kurangnya kontrol diri dan penggunaan kata-kata yang menyinggung orang lain.

“Hadapi setiap persoalan dengan kepala dingin. Kendalikan emosi agar tidak berujung penyesalan,” ujar Zaenal dalam keterangan resmi, Kamis (9/10). Menurutnya, menjaga lisan dan tutur kata menjadi hal penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. “Satu ucapan bisa memicu amarah, satu kesabaran bisa menyelamatkan nyawa,” katanya.

Kapolresta juga mengingatkan agar masyarakat mengutamakan persaudaraan dan kebersamaan dalam menyelesaikan masalah, bukan justru memperbesar permusuhan. Ia menilai, sikap saling menghormati dan tenggang rasa adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. “Mari kita jauhi permusuhan, jaga hubungan baik antarwarga, dan saling menasihati untuk kebaikan,” tambahnya.

Baca Juga: Pelaku Tikam Tewas di Batuaji Tertangkap di Jambi, Polisi Ungkap Motifnya

Terkait kasus di Tanjunguncang, Zaenal menegaskan bahwa polisi telah mengambil langkah tegas terhadap pelaku dan terus melakukan pemeriksaan lanjutan. Namun, ia menekankan agar kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar tidak mengulang kesalahan serupa. “Kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru menimbulkan penderitaan baru,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor kepada pihak berwajib atau meminta bantuan tokoh masyarakat jika menghadapi persoalan. “Jika ada masalah, sampaikan kepada kami atau kepada orang yang dipercaya bisa membantu menyelesaikannya. Jangan ambil jalan sendiri,” tutup Kombes Pol Zaenal Arifin. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Usai Penikaman di Tanjunguncang, Kapolresta Imbau Warga Kendalikan Emosi pertama kali tampil pada Metropolis.