Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 874

Silaturahmi bersama Warga Asal Lamongan, Walikota Amsakar: Batam Rumah Kita Bersama

0

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dan Anggota DPR RI, Ahmad Labib, bersilaturahmi dengan pengurus Paguyuban Warga Lamongan (Pawala) Batam di Golden Prawn, Bengkong, Sabtu (1/11/2025) malam.

Wali Kota Amsakar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempererat tali silaturahmi antarwarga Batam asal Lamongan tersebut. Ia juga mengulas secara historis perjalanan pembangunan Batam hingga menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia saat ini.

“Di Batam ini ada dua entitas, yakni BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Keduanya memiliki peran penting dalam membangun dan mengembangkan Batam hingga seperti sekarang,” ujar Amsakar.

Amsakar menuturkan, cikal bakal Batam dimulai sejak tahun 1971, ketika Batu Ampar ditetapkan sebagai kawasan industri interim partikuler. Melalui Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1973, pengembangannya diperluas hingga terbentuk Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.

BACA JUGA: Walikota Amsakar akan Evaluasi Total Pengelolaan Sampah di Batam

“Saat itu, Batam hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk yang tinggal di kawasan Tanjung seperti Tanjung Sengkuang, Tanjung Riau, dan Tanjung Uma. Namun berkat hadirnya Otorita Batam, industrialisasi berkembang pesat dan mendorong lonjakan jumlah penduduk,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amsakar menjelaskan bahwa kini Otorita atau BP Batam memiliki lima core business, yaitu industri, perdagangan, pariwisata, alih kapal, dan basis logistik. Lima sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Batam yang kini berpenduduk lebih dari 1,3 juta jiwa, tersebar di 12 kecamatan dan 64 kelurahan.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak warga Lamongan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Batam.

“Jangan memaknai diri sebagai orang Lamongan yang merantau di Batam, tetapi maknailah diri sebagai orang Batam yang berasal dari Lamongan. Kalau kita menganggap Batam sebagai rumah bersama, maka kitalah yang akan menjaga dan merawatnya,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam atas sambutan yang hangat kepada warganya.

“Terima kasih karena warga Lamongan diterima dengan baik di Kota Batam ini. Suasana malam ini, dengan hidangan soto Lamongan dan pecel lele, membuat kami serasa di rumah sendiri,” ujarnya penuh kehangatan.

Senada, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil X Jawa Timur Ahmad Labib turut mengapresiasi sinergi antara warga Lamongan dan Pemerintah Kota Batam. Ia juga mendorong Paguyuban Warga Lamongan (Pawala) agar terus menjaga kekompakan dan nama baik daerah asal.

Acara gala dinner tersebut menjadi simbol eratnya jalinan persaudaraan antarperantau Lamongan di Batam, sekaligus bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun kota yang maju, harmonis, dan penuh persaudaraan. (*)

Artikel Silaturahmi bersama Warga Asal Lamongan, Walikota Amsakar: Batam Rumah Kita Bersama pertama kali tampil pada Metropolis.

Silaturahmi bersama Warga Asal Lamongan, Walikota Amsakar: Batam Rumah Kita Bersama

0

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dan Anggota DPR RI, Ahmad Labib, bersilaturahmi dengan pengurus Paguyuban Warga Lamongan (Pawala) Batam di Golden Prawn, Bengkong, Sabtu (1/11/2025) malam.

Wali Kota Amsakar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempererat tali silaturahmi antarwarga Batam asal Lamongan tersebut. Ia juga mengulas secara historis perjalanan pembangunan Batam hingga menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia saat ini.

“Di Batam ini ada dua entitas, yakni BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Keduanya memiliki peran penting dalam membangun dan mengembangkan Batam hingga seperti sekarang,” ujar Amsakar.

Amsakar menuturkan, cikal bakal Batam dimulai sejak tahun 1971, ketika Batu Ampar ditetapkan sebagai kawasan industri interim partikuler. Melalui Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1973, pengembangannya diperluas hingga terbentuk Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.

BACA JUGA: Walikota Amsakar akan Evaluasi Total Pengelolaan Sampah di Batam

“Saat itu, Batam hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk yang tinggal di kawasan Tanjung seperti Tanjung Sengkuang, Tanjung Riau, dan Tanjung Uma. Namun berkat hadirnya Otorita Batam, industrialisasi berkembang pesat dan mendorong lonjakan jumlah penduduk,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amsakar menjelaskan bahwa kini Otorita atau BP Batam memiliki lima core business, yaitu industri, perdagangan, pariwisata, alih kapal, dan basis logistik. Lima sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Batam yang kini berpenduduk lebih dari 1,3 juta jiwa, tersebar di 12 kecamatan dan 64 kelurahan.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak warga Lamongan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Batam.

“Jangan memaknai diri sebagai orang Lamongan yang merantau di Batam, tetapi maknailah diri sebagai orang Batam yang berasal dari Lamongan. Kalau kita menganggap Batam sebagai rumah bersama, maka kitalah yang akan menjaga dan merawatnya,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam atas sambutan yang hangat kepada warganya.

“Terima kasih karena warga Lamongan diterima dengan baik di Kota Batam ini. Suasana malam ini, dengan hidangan soto Lamongan dan pecel lele, membuat kami serasa di rumah sendiri,” ujarnya penuh kehangatan.

Senada, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil X Jawa Timur Ahmad Labib turut mengapresiasi sinergi antara warga Lamongan dan Pemerintah Kota Batam. Ia juga mendorong Paguyuban Warga Lamongan (Pawala) agar terus menjaga kekompakan dan nama baik daerah asal.

Acara gala dinner tersebut menjadi simbol eratnya jalinan persaudaraan antarperantau Lamongan di Batam, sekaligus bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun kota yang maju, harmonis, dan penuh persaudaraan. (*)

Artikel Silaturahmi bersama Warga Asal Lamongan, Walikota Amsakar: Batam Rumah Kita Bersama pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Matangkan Arah Ekonomi Baru Pasca 3 Regulasi Strategis

0

batampos– BP Batam bersama Dewan Pengawas (Dewas) menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas agenda strategis penguatan tata kelola, akselerasi kinerja, dan arah kebijakan ekonomi ke depan, Jumat (31/10) kemarin.

Dalam rapat itu, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), evaluasi kinerja lembaga, perkembangan proyek Rempang Eco-City, hingga kesiapan implementasi tiga peraturan pemerintah (PP) baru, yaitu PP Nomor 25, 28, dan 47 Tahun 2025. Ketiga regulasi itu disebut akan menjadi tonggak baru penguatan kelembagaan BP Batam dan arah pembangunan ekonomi kawasan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut, penerapan tiga PP tersebut menjadi fondasi bagi penataan ulang sistem kelembagaan dan pengelolaan investasi di Batam. Perubahan regulasi akan memperjelas kewenangan, memperkuat akuntabilitas, dan menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha.

“Kami tengah menyiapkan regulasi turunan dari tiga PP terbaru agar iklim investasi di Batam tetap kondusif dan aman. Tahun 2026 akan menjadi momentum lompatan besar bagi Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

BACA JUGA: Walikota Amsakar Tekankan Peran Strategis Mubalig dalam Pembangunan Kota Batam

Ia menjelaskan, langkah penyesuaian ini dilakukan seiring dengan capaian positif realisasi investasi hingga Oktober 2025 yang mencapai Rp54,7 triliun atau 91,22 persen dari target Rp60 triliun. Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi pendorong utama, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan tren peningkatan.

Menurut Amsakar, keberadaan regulasi baru memberi peluang untuk memperbaiki sistem layanan dan memperkuat tata kelola lembaga. Salah satu prioritas utama BP Batam adalah meningkatkan efektivitas pelayanan investasi dan mempercepat pengelolaan lahan agar lebih efisien dan transparan.

“Hasil rapat ini akan segera kami tindak lanjuti dengan rencana aksi di masing-masing unit kerja. Harapannya, pertumbuhan investasi dapat memberi kontribusi besar terhadap ekonomi Batam,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan apresiasi atas kinerja BP Batam dalam menjaga pertumbuhan investasi dan realisasi PNBP. Ia menilai Batam telah menunjukkan kemampuan adaptif menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global.

“Realisasi investasi Batam menunjukkan hasil menggembirakan. Dengan kolaborasi yang solid dan kebijakan yang tepat, saya yakin Batam akan terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis,” ujarnya.

Anggota Dewas BP Batam, Elen Setiadi, menambahka, implementasi tiga PP baru menuntut kesiapan internal yang matang. BP Batam telah berada di jalur yang tepat, namun perlu memperkuat sistem pelayanan perizinan agar reformasi kelembagaan berjalan optimal.

“Pelaksanaan program BP Batam sudah berjalan baik, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, terutama dalam pelayanan perizinan dan efisiensi pengelolaan aset,” kata dia.

Rakor tersebut juga membahas sinergi antarunit untuk memastikan seluruh indikator kinerja utama dapat tercapai secara optimal. Dengan fondasi regulasi yang baru dan capaian investasi yang solid, BP Batam berharap tahun 2026 menjadi momentum transformasi besar (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Matangkan Arah Ekonomi Baru Pasca 3 Regulasi Strategis pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Matangkan Arah Ekonomi Baru Pasca 3 Regulasi Strategis

0

batampos– BP Batam bersama Dewan Pengawas (Dewas) menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas agenda strategis penguatan tata kelola, akselerasi kinerja, dan arah kebijakan ekonomi ke depan, Jumat (31/10) kemarin.

Dalam rapat itu, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), evaluasi kinerja lembaga, perkembangan proyek Rempang Eco-City, hingga kesiapan implementasi tiga peraturan pemerintah (PP) baru, yaitu PP Nomor 25, 28, dan 47 Tahun 2025. Ketiga regulasi itu disebut akan menjadi tonggak baru penguatan kelembagaan BP Batam dan arah pembangunan ekonomi kawasan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut, penerapan tiga PP tersebut menjadi fondasi bagi penataan ulang sistem kelembagaan dan pengelolaan investasi di Batam. Perubahan regulasi akan memperjelas kewenangan, memperkuat akuntabilitas, dan menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha.

“Kami tengah menyiapkan regulasi turunan dari tiga PP terbaru agar iklim investasi di Batam tetap kondusif dan aman. Tahun 2026 akan menjadi momentum lompatan besar bagi Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

BACA JUGA: Walikota Amsakar Tekankan Peran Strategis Mubalig dalam Pembangunan Kota Batam

Ia menjelaskan, langkah penyesuaian ini dilakukan seiring dengan capaian positif realisasi investasi hingga Oktober 2025 yang mencapai Rp54,7 triliun atau 91,22 persen dari target Rp60 triliun. Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi pendorong utama, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan tren peningkatan.

Menurut Amsakar, keberadaan regulasi baru memberi peluang untuk memperbaiki sistem layanan dan memperkuat tata kelola lembaga. Salah satu prioritas utama BP Batam adalah meningkatkan efektivitas pelayanan investasi dan mempercepat pengelolaan lahan agar lebih efisien dan transparan.

“Hasil rapat ini akan segera kami tindak lanjuti dengan rencana aksi di masing-masing unit kerja. Harapannya, pertumbuhan investasi dapat memberi kontribusi besar terhadap ekonomi Batam,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan apresiasi atas kinerja BP Batam dalam menjaga pertumbuhan investasi dan realisasi PNBP. Ia menilai Batam telah menunjukkan kemampuan adaptif menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global.

“Realisasi investasi Batam menunjukkan hasil menggembirakan. Dengan kolaborasi yang solid dan kebijakan yang tepat, saya yakin Batam akan terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis,” ujarnya.

Anggota Dewas BP Batam, Elen Setiadi, menambahka, implementasi tiga PP baru menuntut kesiapan internal yang matang. BP Batam telah berada di jalur yang tepat, namun perlu memperkuat sistem pelayanan perizinan agar reformasi kelembagaan berjalan optimal.

“Pelaksanaan program BP Batam sudah berjalan baik, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, terutama dalam pelayanan perizinan dan efisiensi pengelolaan aset,” kata dia.

Rakor tersebut juga membahas sinergi antarunit untuk memastikan seluruh indikator kinerja utama dapat tercapai secara optimal. Dengan fondasi regulasi yang baru dan capaian investasi yang solid, BP Batam berharap tahun 2026 menjadi momentum transformasi besar (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Matangkan Arah Ekonomi Baru Pasca 3 Regulasi Strategis pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Pengedar Ekstasi Ditangkap di Halaman Parkir Foodcourt

0
Barang bukti yang diamankan polisi

batampos– Dua pria pengedar pil ekstasi dibekuk tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri dalam operasi di kawasan Batuampar. Batam. Dari tangan keduanya, polisi menyita total 24 butir pil ekstasi berlogo huruf “S” warna krem yang siap diedarkan.

Penangkapan pertama terjadi di area parkir Pacific Foodcourt, Kelurahan SeiJodoh, Kecamatan Batuampar. Malam itu, petugas yang sudah melakukan pengintaian beberapa hari sebelumnya melihat gerak-gerik mencurigakan seorang pria yang belakangan diketahui berinisial PR. Saat digeledah, polisi menemukan dua bungkus plastik bening berisi 14 butir pil ekstasi di saku celananya.

“Barang bukti yang ditemukan seberat 5,15 gram netto. Penangkapan pada Kamis malam lalu,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Anggoro Wicaksono, Minggu (2/11).

BACA JUGA: Antisipasi Narkoba Lewat Paket, Polda Kepri Sisir Kantor Ekspedisi di Batam

Ia menyebut, penangkapan PR merupakan hasil dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya transaksi mencurigakan di kawasan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, PR mengaku tidak bekerja sendiri. Ia mengaku telah menyerahkan sebagian pil ekstasi itu kepada rekannya, seorang pria berinisial PS alias J, yang juga berada di sekitar kawasan SeiJodoh.

“Mendapat petunjuk itu, kami langsung bergerak cepat melakukan pengembangan,” tegas Anggoro.

Tak butuh waktu lama, PS alias J berhasil diringkus di sebuah warung depan Hotel Bahari, masih di kawasan Sei Jodoh. Dari tangan pelaku kedua ini, polisi kembali menemukan 10 butir pil ekstasi berlogo “S” warna krem dengan berat netto 3,75 gram. Barang haram itu disimpan dalam bungkus kecil siap edar.

“Barang bukti yang kami sita seluruhnya berlogo sama dan diduga berasal dari satu pemasok,” ujar Anggoro.

Ia menegaskan, pihaknya kini tengah menelusuri sumber pasokan ekstasi tersebut, termasuk jaringan pengedar yang memasok barang haram ke wilayah Batam.

Kedua pelaku kemudian digelandang ke kantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil interogasi awal, keduanya mengaku sudah beberapa kali melakukan transaksi di lokasi yang sama karena banyaknya pengunjung yang datang malam hari, sehingga mudah melakukan peredaran tanpa mencolok.

Menurut Anggoro, kawasan hiburan malam di Batam masih menjadi titik rawan peredaran narkotika, terutama pil ekstasi. Karena itu, pihaknya terus melakukan patroli dan operasi terselubung di sejumlah tempat yang diduga sering dijadikan lokasi transaksi. “Kami akan terus tindak tegas setiap pelaku tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Selain menyita 24 butir pil ekstasi, polisi juga mengamankan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan pemasok, serta sejumlah uang tunai hasil penjualan narkotika. Semua barang bukti kini disita untuk kepentingan penyidikan.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Sebab perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan polisi, tapi butuh dukungan semua pihak,” tutup Anggoro. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Dua Pengedar Ekstasi Ditangkap di Halaman Parkir Foodcourt pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidak ke Pedagang, Polres Lingga Pastikan Harga Sembako Tak Melonjak

0
Tim Polres Lingga memeriksa ketersediaan stok bahan pokok dan harga di sejumlah pedagang, Minggu (2/11). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Polres Lingga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pertokoan di kawasan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Minggu (2/11).

Sidak difokuskan pada pengecekan bahan pokok dan barang penting seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok bahan pokok tetap tersedia dan harga di pasaran stabil, terutama menjelang akhir tahun.

Dalan sidak ini, petugas turun langsung ke toko-toko, berdialog dengan pedagang, serta mencatat kondisi pasokan dan fluktuasi harga di lapangan.

Kasat Reskrim Polres Lingga, Iptu Maidir Riwanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk mencegah kelangkaan dan lonjakan harga bahan pangan yang dapat berdampak pada masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar. Sidak ini juga menjadi bentuk dukungan Polres Lingga dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Maidir.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa stok bahan pokok di sejumlah pertokoan masih mencukupi dan harga-harga relatif stabil. Meski begitu, pihak kepolisian akan tetap melakukan pemantauan rutin guna mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi atau penimbunan barang.

Maidir menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau menimbun bahan pokok. Belanjalah sesuai kebutuhan, dan segera laporkan jika menemukan dugaan penimbunan atau praktik curang di lapangan,” tegasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Sidak ke Pedagang, Polres Lingga Pastikan Harga Sembako Tak Melonjak pertama kali tampil pada Kepri.

Selama Oktober 2025, Flu dan Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Batam

0
Ilustrasi anak demam. (jpg)

batampos– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat penyakit acute nasopharyngitis atau flu biasa serta hipertensi primer masih mendominasi kasus terbanyak yang diderita masyarakat di sepanjang bulan Oktober 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan, berdasarkan laporan sepuluh besar penyakit terbanyak, flu biasa tercatat menempati urutan pertama dengan total 4.346 kasus, terdiri dari 2.133 pasien laki-laki dan 2.213 perempuan.

“Flu atau common cold masih menjadi penyakit paling banyak diderita warga Batam. Hal ini memang cukup umum terjadi, terutama di musim pancaroba dan perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujar Didi, Minggu (2/11).

Posisi kedua ditempati oleh hipertensi primer dengan total 4.303 kasus, yang didominasi pasien perempuan sebanyak 2.920 orang, sedangkan laki-laki 1.383 orang. Didi menyebut tingginya kasus hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat perkotaan yang kurang memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik.

“Pola makan tinggi garam, kurang olahraga, serta stres menjadi faktor yang sering memicu tekanan darah tinggi. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah dan menjaga pola hidup sehat,” jelasnya.

Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dengan 3.136 kasus, diikuti dispepsia atau gangguan lambung sebanyak 2.398 kasus, dan ISPA akut tidak spesifik sebanyak 1.959 kasus.

Kasus penyakit tidak menular lainnya juga masih cukup tinggi, seperti diabetes melitus non-insulin yang mencapai 1.241 kasus, dengan penderita perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Selain itu, faringitis akut tercatat sebanyak 758 kasus, diare dan gastroenteritis sebanyak 683 kasus, nyeri otot atau myalgia (M79.1) sebanyak 681 kasus, serta pulpitis atau peradangan pada jaringan gigi sebanyak 638 kasus.

BACA JUGA: Batam Didera Influenza, Ribuan Warga Terinfeksi di Dua Pekan Terakhir

Didi menambahkan, data tersebut menjadi perhatian serius pihaknya, terutama menjelang musim hujan di akhir tahun, di mana kasus penyakit menular seperti flu, ISPA, dan diare berpotensi meningkat.

“Dinas Kesehatan sudah mengimbau seluruh puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan promotif-preventif. Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh, memakai masker bila batuk atau pilek, dan memperbanyak konsumsi air putih,” katanya.

Ia menegaskan, Pemko Batam melalui Dinkes akan terus memperkuat layanan kesehatan primer, termasuk penyuluhan dan deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat.

“Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Kami ingin masyarakat Batam lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Selama Oktober 2025, Flu dan Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

2.200 Peserta Meriahkan Gebyar Pelajar Pancasila Kepri 2025, Wagub Nyanyang: Tunjukkan Pelajar Kepri adalah Pelajar yang Berkarakter Pancasila

0
Penyerahan door prize berupa sepeda gunung kepada peserta. (Harun/DISKOMINFO KEPRI)

batampos– Sebanyak 2.200 peserta mengikuti senam sehat masal Gebyar Pelajar Pancasila Provinsi Kepri Tahun 2025 digelar di kawasan Dataran Tugu Sirih Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini digelar oleh Badan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Riau sebagai upaya memperkuat karakter dan semangat kebangsaan di kalangan pelajar.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, yang hadir bersama Ketua BKOW Kepri Neny Dwiyana Nyanyang, Ketua FPK Kepri Nazaruddin, serta para Kepala Sekolah SMA/SMK se-Kepri dan ratusan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.

BACA JUGA: Jadikan Literasi Sebagai Gaya Hidup, Wagub Nyanyang Buka Fun Walk Festival Literasi 2025

Dengan mengusung tema “Penguatan Nilai-nilai Luhur Pancasila, Wujudkan Generasi Muda Kepri yang Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing”, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap jati diri bangsa di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, sejalan dengan visi dan misi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya saing dan berkarakter.

“Provinsi Kepulauan Riau merupakan daerah yang strategis dan beragam, menjadikannya beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, pembangunan SDM menjadi kunci utama agar generasi muda Kepri mampu menghadapi tantangan zaman,” kata Wagub Nyanyang.

Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyapa peserta Gebyar Pelajar Pansaila 2025 digelar di Dataran Tugu Sirih, Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu (1/11/2025). (Harun/DISKOMINFO KEPRI)

Wagub Nyanyang menambahkan, Gebyar Pelajar Pancasila bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum untuk memperkuat semangat dan nilai-nilai luhur Pancasila di kalangan pelajar.

Melalui kegiatan ini, ia harapkan lahir generasi yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan memiliki wawasan kebinekaan global.

“Anak-anak Kepulauan Riau harus menjadi pelajar yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berjiwa luhur dan cinta tanah air. Mari tunjukkan bahwa pelajar Kepri adalah pelajar yang tangguh dan berkarakter Pancasila,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Riau M. Ikhsan, menjelaskan bahwa Gebyar Pelajar Pancasila digagas sebagai wadah bagi generasi muda untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran pelajar akan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ikhsan.

Ikhsan juga menyampaikan bahwa Gebyar Pelajar Pancasila menjadi momentum penting untuk mendorong kreativitas dan kerja sama di antara pelajar.

“Kami ingin agar kegiatan ini menjadi ajang untuk mengembangkan kreativitas, inovasi dan kemampuan berkolaborasi di antara pelajar, sekaligus mempererat solidaritas antar pelajar se-Provinsi Kepulauan Riau,” lanjutnya.

Sebagai penutup acara, Wagub Nyanyang turut menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba, di antaranya Lomba Video Pendek, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Cipta Lagu dan Lomba Ketangkasan Baris-berbaris yang telah dilombakan sebelumnya. (*/adv)

Artikel 2.200 Peserta Meriahkan Gebyar Pelajar Pancasila Kepri 2025, Wagub Nyanyang: Tunjukkan Pelajar Kepri adalah Pelajar yang Berkarakter Pancasila pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Dabo Singkep Keluhkan Gangguan Jaringan Telkomsel dan Indihome

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Warga Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, mengeluhkan gangguan jaringan internet Telkomsel dan WiFi Indihome yang sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Akibat gangguan ini, berbagai aktivitas masyarakat terganggu, termasuk komunikasi, usaha, hingga layanan publik.

Salah satu warga, Ibrahim, mengatakan gangguan jaringan tersebut sebenarnya sudah lama terjadi, namun kondisinya semakin parah dalam dua hari terakhir.

“Bahkan untuk mengirim pesan WhatsApp saja butuh waktu lama baru bisa terkirim,” ujar Ibrahim, Minggu (2/11).

Menurutnya, gangguan internet ini tidak hanya menyulitkan masyarakat umum dalam berkomunikasi, tetapi juga berdampak besar pada pelaku UMKM dan pelayanan publik yang bergantung pada jaringan internet.

“Pelaku usaha yang menggunakan media sosial untuk promosi dan transaksi juga ikut terdampak. Kami harap pihak terkait segera memperbaikinya,” tambahnya.

Ibrahim menegaskan, di era digital seperti sekarang, akses internet sudah menjadi kebutuhan dasar, bukan sekadar fasilitas tambahan. Ia berharap perbaikan segera dilakukan agar aktivitas warga kembali normal.

Sementara itu, petugas Indihome Dabo Singkep, Haidir, saat dikonfirmasi membenarkan adanya gangguan jaringan yang terjadi di wilayah tersebut.

Menurutnya, gangguan disebabkan oleh kabel induk yang putus di daerah Selayar, yang berdampak pada layanan Telkomsel dan Indihome secara bersamaan.

“Iya bang, ada kabel induk di daerah Selayar yang putus. Hal ini berdampak pada jaringan Telkomsel dan Indihome,” kata Haidir.

Ia menambahkan, tim teknisi saat ini tengah melakukan pencarian titik putus kabel untuk segera dilakukan perbaikan.

“Saat ini tim teknisi sedang melakukan eksekusi untuk mencari titik putus kabel induk tersebut agar jaringan segera normal kembali,” tutupnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Warga Dabo Singkep Keluhkan Gangguan Jaringan Telkomsel dan Indihome pertama kali tampil pada Kepri.

Panggung Musik Melayu di Sagulung Diserbu Warga, Disbudpar Dorong Pelestarian Budaya Lokal

0

batampos– Suasana Sabtu (1/11) malam di pelataran Cipta Grand City, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, berubah semarak. Ratusan warga tumpah ruah menghadiri acara Di Sagulung, Kita Bersenandung, sebuah pesta rakyat yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Sagulung.

Alunan musik Melayu berpadu dengan sorak-sorai penonton yang larut dalam kehangatan malam. Lampu panggung berkilauan, tawa anak-anak pecah di sudut area foto booth yang disediakan panitia. Semua bergembira, menikmati momen kebersamaan yang kental dengan nuansa budaya.

Ketua LAM Kecamatan Sagulung, Dato’ Juanda, mengaku bangga dan berterima kasih atas dukungan Disbudpar dalam upaya menghidupkan kembali napas kebudayaan Melayu di tengah masyarakat modern.

“Kami dari Lembaga Adat Melayu Kota Batam mengucapkan terima kasih kepada Disbudpar yang telah bekerja sama membangkitkan kembali kebudayaan Melayu di Kota Batam,” ujarnya.

BACA JUGA: HUT Batam ke-196 Dikemas Berbeda: Atraksi Udara, UMKM, hingga Festival Melayu

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai akar budayanya.“Harapan kami, kebudayaan di Kepulauan Riau jangan sampai hilang. Lewat kegiatan seperti ini, kita bisa terus melestarikan lagu, tari, dan tradisi Melayu,” tambahnya.

Dato’ Juanda juga menyebut geliat kesenian Melayu di Sagulung masih hidup. Grup musik Melayu kerap tampil di berbagai acara masyarakat, dari hajatan hingga pertunjukan budaya.

“Alhamdulillah, di Sagulung lagu-lagu Melayu sangat digalakkan. Kami rutin tampil di acara pemerintah maupun masyarakat,” katanya.

Malam itu, band Pesona Indah menjadi sorotan. Hanya dengan dua hingga tiga hari latihan, grup lokal ini sukses memukau penonton lewat lagu-lagu Melayu berirama manis dan menggetarkan.

“Persiapannya singkat, tapi semangatnya luar biasa. “Kami berharap acara seperti ini tak hanya digelar sekali setahun, tapi bisa dua kali agar budaya Melayu semakin hidup di tengah masyarakat.”ujar Dato’ Juanda tersenyum.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menyebut kegiatan ini dirancang sebagai panggung ekspresi bagi masyarakat Sagulung.“Acara ini wadah bagi masyarakat menggali dan menumbuhkan potensi seni budaya Melayu,” ujarnya.

Konsepnya sederhana namun penuh makna, hiburan rakyat yang menampilkan ragam pertunjukan warga, mulai dari musik pop era 60-an, lagu-lagu Melayu, tarian tradisional, hingga pembacaan puisi.

“Mereka berlatih sendiri, lalu tampil di panggung yang kami siapkan lengkap dengan sound system dan pencahayaan profesional,” katanya.

Samson menambahkan, kegiatan ini juga menjadi napas baru bagi para pelaku seni yang selama ini vakum karena minimnya ruang tampil. “Banyak grup yang dulu aktif, kini bisa eksis lagi. Masyarakat terhibur, dan anak-anak muda pun tahu bahwa inilah seni Melayu mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan, Disbudpar berkomitmen menjaga eksistensi kesenian tradisional di tengah derasnya budaya modern. “Pemerintah tak bisa terus melatih, tapi kami bisa memberi panggung agar mereka hidup dan berkembang,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Panggung Musik Melayu di Sagulung Diserbu Warga, Disbudpar Dorong Pelestarian Budaya Lokal pertama kali tampil pada Metropolis.