Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.
batampos – Kota Batam menjadi salah satu kota dengan akses pergi ke Singapura dengan jarak tempuh sekitar 40 – 60 menit. Selama perjalanan, wisatawan bisa melihat pemandangan laut yang indah.
Kota Batam menjadi salah satu gerbang internasional di Indonesia berkat lokasinya yang strategis dan akses transportasi laut yang mudah.
Berikut 4 cara utama menuju Singapura dari Batam yang wajib diketahui turis lokal maupun mancanegara:
1. Pelabuhan Harbour Bay Ferry Terminal
Pelabuhan ini dekat dengan hotel, mall, dan restoran. Memiliki waktu tempuh sekitar 1 jam. Jalur ini terhubung dengan VivoCity Mall dan MRT HarbourFront Station.
2. Pelabuhan Internasional Batam Centre
Pelabuhan Batam Centre menjadi jalur populer yang sering digunakan wisatawan. Terletak di pusat Kota Batam dengan jadwal kapal feri yang padat setiap hari.
Kapal feri dari Batam Centre akan berlabuh di HarbourFront Centre, Singapura dalam waktu tempuh sekitar 60 menit. Tiket dapat dibeli langsung maupun secara online.
3. Pelabuhan Sekupang
Pelabuhan ini menjadi alternatif yang lebih efisien dan tenang. Jalur ini melayani perjalanan menuju HarbourFront maupun Tanah Merah Ferry Terminal di Singapura dengan waktu tempuh sekitar 45 – 50 menit.
4. Pelabuhan Nongsa Pura
Nongsa Pura menjadi pilihan utama untuk rute ke Tanah Merah oleh wisatawan asing. Pelabuhan ini memiliki waktu tempuh sekitar 30 – 35 menit.
Empat cara menuju Singapura dari Batam bisa kalian coba tergantung lokasi kamu. Pastikan membawa paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.
Siapkan dokumen tambahan dan bukti reservasi hotel jika diminta petugas imigrasi Singapura.(*)
Petugas Damkar Unit Dabo Singkep saat membersihkan tumpahan solar di Jalan Desa Berindat, Minggu (19/10). F. Ikmal Hakim untuk Batam Pos.
batampos – Seorang pengendara motor di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, mengalami patah tulang tangan setelah terjatuh akibat tumpahan solar yang berserakan di jalan umum, Senin (20/10).
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan masyarakat karena dianggap sebagai bentuk kelalaian serius dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Komandan Peleton (Danton) Damkar Dabo Singkep, Ikmal Hakim, mengatakan pihaknya menerima laporan dari anggota Satpol PP setempat sekitar pukul 12.00 WIB.
“Kami dapat laporan bahwa ada tumpahan solar di jalan Desa Berindat yang sudah menyebabkan pengendara terjatuh hingga patah tangan,” ujar Ikmal.
Mendapat laporan itu, tim Damkar langsung bergerak ke lokasi dengan enam personel dan satu unit mobil pemadam untuk membersihkan tumpahan bahan bakar agar tidak menimbulkan korban tambahan.
“Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan pembersihan menyeluruh terhadap tumpahan solar tersebut,” jelasnya.
Ikmal menambahkan, pihaknya juga telah menghubungi Satlantas Polres Lingga untuk menelusuri pemilik kendaraan pengangkut solar yang diduga menyebabkan tumpahan tersebut.
“Di lokasi ada CCTV. Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas agar rekaman diperiksa dan pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Menurut Ikmal, kasus serupa sudah terjadi empat kali di jalanan umum wilayah Lingga dan menimbulkan risiko besar bagi keselamatan pengguna jalan.
“Kami harap pemilik kendaraan pengangkut solar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab. Ini bukan pertama kali terjadi dan sangat merugikan masyarakat,” tegasnya. (*)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad turut hadir dalam perayaan HUT RSUD Embung Fatimah Batam yang berusia 21 tahun. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam berusia 21 tahun. Di usia yang tak lagi muda, rumah sakit milik Pemko Batam ini menegaskan komitmen untuk bertransformasi menuju pelayanan kesehatan yang lebih profesional, cepat, dan manusiawi.
Peringatan hari jadi yang berlangsung selama dua hari itu tak hanya diisi dengan hiburan dan kemeriahan. Lebih dari itu, menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk memperbaiki citra layanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kami sedang berbenah, bukan hanya dari sisi infrastruktur tapi juga dari hati. Semua tenaga medis harus bekerja dengan hati yang bahagia, agar pasien merasakan energi positif itu,” ujar Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari, Sabtu (18/10/2025).
Peringatan HUT ke-21 diwarnai dengan berbagai kegiatan internal seperti bazar UMKM karyawan, lomba karaoke, dance hand hygiene, dan unjuk kreativitas Agent of Change (ADC). Halaman rumah sakit disulap menjadi ruang ekspresi, di mana suasana kekeluargaan dan kebanggaan tampak mengalir hangat.
“Ini bentuk bahwa tenaga kesehatan juga punya sisi kreatif dan humanis. Mereka bukan sekadar penyedia layanan, tapi juga bagian dari masyarakat yang ingin tumbuh bersama,” ujar Roro.
Tak hanya meriah di luar, RSUD Embung Fatimah juga terus memperkuat layanan medis di dalam. Roro mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan pembangunan gedung terpadu delapan lantai sebagai pusat pelayanan terpadu berbasis digital.
Beberapa layanan unggulan juga terus dikembangkan, mulai dari rawat inap jiwa, rehabilitasi pasien amputasi, hingga perawatan kanker, jantung, stroke, dan ginjal.
“Sekarang, pasien tak perlu lagi ke luar negeri untuk pasang ring jantung. Semua sudah tersedia di RSUD,” tegas Roro.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang turut hadir dalam perayaan tersebut memberikan pesan tegas agar ulang tahun tidak hanya menjadi ajang seremonial. Ia mendorong seluruh jajaran RSUD menjadikan usia ke-21 ini sebagai momen instrospeksi.
“Apa yang sudah dicapai? Apa yang perlu ditargetkan? Jangan sampai grafik pelayanan justru menurun,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, RSUD harus mampu menghapus stigma “pelayanan seadanya” yang kerap melekat pada rumah sakit pemerintah.
“Saya minta ke depan, RSUD benar-benar siap melayani. Dokter standby, obat tersedia, dan pasien diperlakukan dengan hormat,” katanya.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk, juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu layanan RSUD. Ia menyebut, keluhan masyarakat harus dijadikan bahan introspeksi, bukan defensif.
“Kami mendengar langsung dari warga. Mereka butuh pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional. RSUD harus tampil lebih responsif dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Abdi, salah satu keluarga pasien, berharap RSUD tidak hanya mempercantik fisik bangunan, tapi juga memperbaiki cara berinteraksi dengan pasien.
“Kami ingin rumah sakit ini bukan cuma tempat berobat, tapi juga tempat yang membuat pasien merasa dihargai,” katanya.
Usia ke-21 adalah momen penting. RSUD Embung Fatimah tak lagi bisa hanya bangga sebagai satu-satunya rumah sakit daerah. Di tengah harapan publik yang semakin tinggi, rumah sakit ini dituntut untuk menjadi rumah sakit yang tak sekadar menyembuhkan, tapi juga melayani dengan empati.
“Kami ingin masyarakat merasa nyaman, bukan takut datang ke RSUD,” tutup drg. Roro. (*)
Jonatan Christie berhasil menjadi juara Denmark Open 2025. (Dok. PBSI)
batampos – Jonatan Christie berhasil menjadi juara tunggal putra Denmark Open 2025 usai mengalahkan pebulu tangkis nomor satu dunia, Shi Yu Qi. Kemenangan ini membuat Indonesia mendapatkan satu gelar dari turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie, mampu keluar sebagai pemenang setelah memenangi duel rubber dengan Shi Yu Qi berdurasi 72 menit. Ia menang 13-21, 21-15, 21-15 di Jyske Bank Arena, Ørbækvej 350, Odense, Denmark pada Minggu (19/10) malam WIB.
Dalam laga ini Jojo sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat dari gim pertama. Bahkan ia sempat menyalip dari tertinggal 4-8 menjadi 10-9. Tapi kesalahan kerap dilakukan Jojo sehingga kehilangan gim.
Jonatan baru bangkit di gim kedua. Ia mampu mendominasi dan menelan Shi Yu Qi, yang merupakan juara Denmark Open 2022. Keunggulan Jojo pun tak terbantahkan hingga memaksa duel berlanjut ke gim tiga.
Pada gim penentuan, Jonatan masih memegang kendali permainan atas Shi Yu Qi. Keunggulan terus dimiliki oleh dirinya hingga akhir dan Jojo keluar sebagai juara.
Ini menjadi gelar kedua yang diraih oleh Jonatan Christie pada tahun ini. Sebelumnya dia sudah menjuarai BWF World Tour Super 500 Korea Open 2025.
Istimewanya, gelar juara itu diraih Jonatan dalam turnamen sebelumnya pada akhir September. Artinya dia sedang dalam tren tak terkalahkan.
Keberhasilan Jonatan pun menyelamatkan wajah Indonesia di Denmark Open 2025. Skuad Merah Putih tak pulang dengan tangan hampa meski dia bukan lah anggota Pelatnas PBSI.
Indonesia sebenarnya punya satu wakil lain yang bertanding di final Denmark Open 2025. Yakni duet ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Sayangnya Fajar/Fikri harus gagal jadi juara. Mereka kalah dari pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi lewat duel rubber dengan skor 18-21, 21-15, 19-21, yang dimainkan sebelum Jonatan Christie. (*)
Ketua DPRD Iman Sutiawan dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan mobil Ambulance kepada masyarakat Perumahan Bukit Raya Tanjungpinang, Senin (20/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau menyerahkan bantuan mobil ambulans untuk warga Perumahan Bukit Raya, Kota Tanjungpinang, Senin (20/10).
Penyerahan berlangsung di halaman Masjid Al-Attihad dan merupakan aspirasi warga yang disampaikan melalui Fraksi Gerindra DPRD Kepri.
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan mengatakan, selain untuk Tanjungpinang, satu unit ambulans juga diserahkan untuk masyarakat di Kota Batam. Ia berharap kendaraan tersebut dapat digunakan secara maksimal dan dirawat dengan baik.
“Ini aspirasi yang kita terima dari masyarakat. Semoga ambulans ini berkah dan bermanfaat bagi warga Bukit Raya,” ujar Iman.
Ketua DPD Gerindra Kepri itu juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan aspirasi atau pengajuan bantuan melalui DPRD bila masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa penyaluran bantuan ambulans ini merupakan bagian dari program aspirasi Ketua DPRD Kepri yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan.
“Semua bantuan yang diusulkan ke Pemprov Kepri tentu untuk kepentingan masyarakat banyak. Ini tidak akan terwujud tanpa dukungan Ketua DPRD,” ujar Ansar.
Ia menambahkan, Pemprov Kepri akan terus memberikan dukungan terhadap program aspiratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan sarana kesehatan seperti ambulans.
“Kami minta masyarakat menjaga dan merawat ambulans ini agar bisa digunakan dalam waktu lama. Program seperti ini akan terus kita lanjutkan,” tutupnya. (*/adv)
Keluarga Elis ketika berada di kamar jenazah RS Mutiara Aini. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
Kepergian Maradong Tampubolon tinggalkan luka mendalam bagi keluarga kecilnya di Batuaji, tragedi MT Federal II yang mengubah hidup, dan menuntut keadilan yang belum pasti datang.
Reporter: Eusebius Sara
batampos – Sore itu, angin bertiup pelan di Perumahan MKP, Blok A3. Langit mendung, seperti ikut berduka. Di dalam rumah nomor 06, duka menyelimuti ruang tamu yang dipenuhi isak tangis. Foto pria paruh baya berpakaian kerja dipajang di dinding, dikelilingi wajah-wajah yang kehilangan.
Ia adalah Maradong Tampubolon, satu dari tiga belas korban tewas dalam tragedi ledakan kapal MT Federal II di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam, Rabu (15/10).
Di ruang itu, Elis (52), sang istri, duduk memeluk dua anaknya. Wajahnya sembab. Suaranya pelan, nyaris tak terdengar saat menceritakan detik-detik terakhir sebelum semuanya berubah.
“Biasanya jam enam sore bapak sudah sampai. Hari itu, sampai lewat jam sembilan, belum juga pulang,” ucapnya lirih.
Kekhawatirannya berubah jadi kenyataan saat telepon masuk, menyuruhnya datang ke RS Mutiara Aini. Di sana, tubuh Maradong sudah terbujur kaku. Wajahnya gosong. Tak perlu bertanya, Elis tahu itu suaminya.
“Saya buka selimut itu, dan anak saya langsung histeris. Itu bapaknya. Tak salah lagi.” ujarnya.
Maradong, 56 tahun, baru bekerja lima bulan di proyek kapal MT Federal II. Ia dibawa oleh subkontraktor PT Rotary, dan seperti kebanyakan pekerja galangan, ia tak punya jaminan. Tapi itu tak membuatnya gentar.
“Apa saja bapak kerjakan. Gali parit pun mau. Yang penting halal,” ujar Elis.
Kerabat dan tetangga mengenalnya sebagai pribadi yang hangat, ringan tangan, dan tidak pernah mengeluh meski lelah. Mama Gabriel, saudara dekat Elis, menggambarkan Maradong sebagai figur yang membuat orang merasa aman.
“Kalau datang ke rumahnya, disuruh makan dulu. Tapi dia sendiri nggak mau makan sebelum kita makan,” kenangnya dengan suara bergetar.
Di rumah itu, Maradong adalah tiang. Kini, tiang itu patah.
Kematian Maradong bukan sekadar duka, itu adalah kehilangan yang dalam, dan juga jeritan akan keadilan. Elis masih menunggu, berharap ada kejelasan dari pihak berwenang.
“Kalau memang ada yang lalai, harus bertanggung jawab. Jangan sampai ada keluarga lain yang kehilangan seperti kami,” katanya.
Polresta Barelang menyatakan tengah menyelidiki kasus ini, dan telah memeriksa 22 saksi serta melibatkan Tim Puslabfor dari Pekanbaru. Namun bagi keluarga korban, proses itu belum cukup menenangkan luka.
Anak-anak Maradong masih terdiam. Mereka hanya menatap foto sang ayah di dinding. Setiap kali pintu terbuka, Elis masih menoleh, seperti berharap suaminya masuk tersenyum, membawa kabar pulang dari tempat kerja.
“Dibilang sabar, ya sabar, tapi hati ini nggak sanggup. Tiap lihat anak-anak, saya ingat bapak.” katanya lirih.
Batam terus membangun. Kapal dibangun dan diperbaiki setiap hari. Tapi di balik gemuruh mesin, ada rumah-rumah sederhana seperti milik Elis, yang diam-diam menanggung luka paling dalam dari sebuah industri yang kadang lupa pada manusianya.
“Kalau bapak memang harus pergi, kami ikhlas. Tapi jangan ada lagi bapak-bapak lain yang pulang dalam selimut,” ucap Elis.
Malam tiba di Bukit Tempayan. Rumah-rumah mulai menyalakan lampu. Tapi di Blok A3 Nomor 06, terang tak sepenuhnya mengusir gelap. Di sana, duka tinggal sementara, entah sampai kapan. (*)
Majelis Kenduri LAM Kecamatan Batam Kota. (Arjuna)
batampos – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota meneguhkan komitmennya menjaga marwah budaya Melayu melalui gelaran Majelis Kenduri yang berlangsung di Aula SMAN 3 Batam, Minggu (19/10).
Acara ini menjadi ajang silaturahmi antar pengurus dan tokoh masyarakat sekaligus ruang mempererat kolaborasi dalam merawat nilai-nilai adat di tengah pesatnya arus modernisasi Kota Batam.
Ketua panitia pelaksana, Arpandi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini lahir dari semangat kebersamaan seluruh pengurus LAM Batam Kota.
“Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak. Jika ada kekhilafan atau kesalahan, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” kata dia.
Sementara itu, Ketua LAM Kecamatan Batam Kota, Dato’ Wan Gamalyardi, menegaskan bahwa majelis kenduri ini merupakan wujud nyata dari cita-cita yang telah lama direncanakan para pengurus sejak penabalan tujuh bulan lalu.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi langkah awal memperkuat sinergi antar tokoh adat, masyarakat, dan pemerintah di wilayah Batam Kota.
“Mari samakan langkah agar Batam Kota menjadi daerah yang aman, nyaman, dan berbudaya. LAM adalah payung negeri. Kami berharap semua pihak dapat berjalan seirama menjaga marwah dan adat Melayu di tanah ini,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Kota Batam. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengapresiasi inisiatif LAM Batam Kota dalam menghidupkan kembali ruang budaya dan tradisi Melayu di tingkat kecamatan.
Ia menyebut, Batam Kota menjadi satu-satunya kecamatan yang memiliki grup musik Melayu aktif di bawah naungan LAM. “Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya melalui bahasa, lisan, hingga teknologi tradisional. Ruang budaya seperti ini harus terus kita hidupkan,” kata Ardi.
Ia mengungkapkan, Pemko Batam tengah menyiapkan pembangunan Pusat Kebudayaan dan Seni di Gedung Beringin Batam. Kajian akademis proyek tersebut, kata dia, telah rampung dan kini memasuki tahap pembahasan desain serta sumber pendanaan.
“Diharapkan nanti menjadi rumah besar bagi seluruh paguyuban dan pelaku seni budaya di Batam,” kata Ardi.
Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Kepulauan Riau, Raja Muhammad Amin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan pengurus LAM Batam Kota.
“Saya merasa bangga melihat semangat di sini. Namun saya ingin mengingatkan, mohon adab diutamakan. Kalau ada prosesi tepuk tepung tawar, libatkan Ketua LAM kecamatan. Jangan dilakukan dengan pakaian kasual, karena ini menyangkut adat dan kehormatan,” ujar dia. (*)
Wabup Anambas, Raja Bayu bersama Pabung Kodim 0318/Natuna, Letkol Inf Ali Siregar saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik, gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Merah Putih di Desa Tebang. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Kodim 0318/Natuna bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menginisiasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Tebang, Kecamatan Palmatak, Sabtu (18/10).
Pembangunan ini meliputi fasilitas fisik, gerai, pergudangan, hingga perlengkapan operasional koperasi yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Pabung Kodim 0318/Natuna, Letkol Inf Ali Siregar, mengatakan TNI Angkatan Darat berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam mendukung pengoperasian koperasi tersebut.
“TNI tidak hanya hadir menjaga kedaulatan, tapi juga memastikan kesejahteraan rakyat. Dukungan terhadap koperasi ini adalah wujud nyata komitmen kami memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujar Ali Siregar.
Ia menambahkan, TNI melalui jajaran Kodim 0318/Natuna siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar koperasi tersebut berjalan efektif dan memberi manfaat luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dengan adanya koperasi ini, kita ingin membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Harapannya, koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi baru di Anambas, dikelola profesional dan berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Anambas Raja Bayu Febri Gunadian menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI atas dukungan dan komitmen mereka terhadap pembangunan daerah.
“Koperasi Merah Putih ini bukan hanya bangunan fisik, tapi simbol semangat gotong royong dan nasionalisme ekonomi kita. Ini langkah nyata menjadikan Anambas lebih maju dan berdaya,” ungkap Raja Bayu.
Ia menegaskan Pemkab Anambas akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun pendampingan, agar koperasi segera beroperasi optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (*)
Ilustrasi pencairan BLT di Kantor Pos (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
batampos – Pemerintah memastikan program stimulus Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) mulai cair hari ini, Senin (20/10). Bantuan ini diberikan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam desil 1–4 Data Terpadu Kesejahteraan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memastikan BLT tambahan ini akan diterima sebesar Rp 300 ribu per bulan. Dengan begitu nilai yang akan diterima masyarakat sebesar Rp 900 ribu karena langsung dicairkan selama 3 bulan.
“Jadi intinya adalah, 3 bulan itu mereka berhak masing-masing sebulan mendapat Rp300.000. Nanti mulai hari Senin (hari ini) dapat diambil, berarti sekali ambil langsung dapat Rp900.000,” kata Letkol Teddy, Senin (20/10).
Dia menjelaskan bantuan tersebut akan disalurkan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Teddy menyebut BLT ini akan diberikan oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Sudah ditelepon langsung oleh Pak Mensos, bank-bank Himbaranya, kemudian kantor Pos juga, jadi sudah dapat dipastikan hari Senin, dan hari-hari selanjutnya itu uangnya, BLT-nya sudah dapat langsung diterima, dan tentunya sesuai yang diharapkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
Lebih lanjut, Letkol Teddy juga menjelaskan bantuan 3 bulan itu adalah hasil dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pada awal tahun ini.
“Jadi totalnya tadi untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat itu senilai Rp30 triliun lebih,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi meluncurkan penyaluran BLT untuk 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Jumat (17/10).
Airlangga memastikan penyaluran BLT akan dibagikan melalui dua jalur, yakni bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Secara rinci, sebanyak 18,3 juta penerima akan disalurkan melalui bank himbara, sedangkan sisanya sebanyak 17,2 juta penerima akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Airlangga mengklaim jumlah penerima BLT tambahan ini lebih tinggi dibandingkan BLT sebelumnya yang hanya sebanyak 18,3 juta KPM. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa jangkauan penerimanya pun menjadi lebih luas mencapai 140 juta.
“Tambahan BLT ini juga terpisah dari BLT reguler yang disalurkan melalui Kementerian Sosial kepada 20,88 juta KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako setiap bulan,” tutup Airlangga. (*)
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.
batampos – Polisi terus mengusut insiden kebakaran maut kapal tanker MT Federal II yang terjadi di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang. Hingga Minggu (19/10), 22 orang saksi telah diperiksa guna mengungkap penyebab kebakaran yang menewaskan 13 pekerja dan melukai puluhan lainnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengatakan pihaknya masih mendalami seluruh aspek kejadian. Ia memastikan penyelidikan dilakukan menyeluruh, termasuk dengan melibatkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dari Pekanbaru.
“Saksi yang diperiksa terus bertambah, saat ini sudah 22 orang,” ujar Zaenal kepada wartawan.
Dari lokasi kejadian, tim forensik telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti lebih lanjut. Namun, Zaenal enggan merinci barang apa saja yang diamankan karena masuk dalam materi penyidikan.
Zaenal menilai insiden ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang galangan kapal di Kota Batam. Ia menekankan pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja (K3) secara disiplin dan konsisten.
“Sudah dua kejadian besar di PT ASL. Ini harus jadi pembelajaran. K3 bukan formalitas, harus diawasi dan dijalankan dengan ketat,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengumpulkan informasi dari para pekerja yang ada di lokasi saat kejadian.
“Semua yang terlibat dalam pekerjaan kapal akan kami periksa. Ini jadi atensi kami karena menyangkut nyawa manusia,” kata Debby.
Menurut Debby, penyelidikan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ia memastikan setiap temuan akan didalami untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran SOP yang menyebabkan kebakaran. (*)