Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8757

Dua Pekan Jelang Nataru, Penumpang di Pelabuhan Tanjungbatu masih Sepi

0
aktifitas pelabuhan Tanjungbatu masih sepi, dua pekan jelang Nataruu

batampos– Dua pekan menjelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru) aktivitas pelabuhan Tanjungbatu masih terlihat sepi. Bahkan belum terlihat ada peningkatan jumlah penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan. Kendati demikian jadwal keberangkatan kapal berjalan normal.

BACA JUGA: Banjir Rob Rendam Akses Menuju Pelabuhan Tanjungbatu

Hal itu dibenarkan kepala satuan wilayah kerja (Satwilker) pelabuhan Tanjungbatu Tarigan. Dalam keteranganya Tarigan menyebabkan jika aktivitas pelabuhan masih berjalan normal belum ada terlihat peningkatan penumpang. Semua jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal dari berbagai tujuan berjalan normal.

“Iya belum ada terlihat adanya peningkatan jumlah penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan,”kata Tarigan.

Lebih lanjut dikatakan tidak ada persian khusus menghadapi Nataru. Yang pasti sampai hari ini kapal berbagai tujuan antar pulau sudah ada. Semua penumpang diwajibkan memakai masker untuk pencegahan penularan covid 19. (*)

Reporter: Imam Sukarno

Tolak Revisi, Gubkepri Berdalih Nilai UMK Batam Rekomendasi Walikota 

0
Buruh terus memperjuangkan agar UMK Batam 2022 direvisi Gubkepri dari yang sudah ditandatangani

batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menolak untuk merevisi keputusan Upah Minimum (UMK) Kota Batam Tahun 2022. Menurut Gubernur, UMK yang ditetapkan berdasarkan dari rekomendasi Walikota Batam, Muhammad Rudi.

“Yang jelas, UMK Tahun 2022 yang sudah ditetapkan tidak mungkin direvisi untuk dinaikan. Selain itu usulan dari Walikota Batam, keputusan yang kita buat sudah merujuk pada regulasi tentang penetapan upah yang sudah diputuskan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Gubernur Ansar, Senin (13/12) di Tanjungpinang.

BACA JUGA: Buruh Masih Demo, Jangan Lewat Jalan Ini Ya

Ditegaskan Gubernur, Undang-Undang Cipta Kerja yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tentang pengupahan juga sudah jelas rumusan bagi Kepala Daerah dalam menetapkan upah. Dalam hal ini, apabila ada Kepala Daerah (Gubernur,red) melewati kewenangan yang sudah ditetapkan, maka ada sanksi yang diberikan.

“Sanksi beratnya adalah Gubernur bisa diberhentikan. Saya rasa, Walikota Batam dalam menyampaikan rekomendasi juga merujuk pada regulasi tersebut,” tegas Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan, Pemprov Kepri tidak akan mencabut gugatan terkait persoalan upah tahun 2021 yang sedang berlangsung di Mahkamah Agung (MA). Ia berharap, pihak buruh atau pekerja menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Untuk masalah di MA sedang berjalan, jadi sama-sama kita hormati prosesnya. Apapun hasilnya nanti, masing-masing pihak terkait harus melaksanakannya,” tegasnya lagi.

Disinggung mengani eskalasi demo yang terjadi di Kota Batam? Mengenai hal itu, Gubernur mengatakan, demo buruh Batam adalah merupakan hal yang selalu terjadi. Baik itu sebelum penetapan upah maupun setelahnya. Ditanya apakah tidak ada upaya untuk mencari jalan tengah?

“Saya sudah berupa untuk mengajak Walikota Batam bicara, namun tidak bisa ketemu. Namun yang pasti, keputusan yang dibuat dasar hukumnya sudah jelas,” tutup Gubernur.

Belum lama ini, Raden Hari Tjahyono, Wakil Ketua II DPRD Kepri berharap Gubernur Kepri menemui dan mengakomodir suara buruh Batam. Menurutnya, perlu adanya kebijakan strategis untuk menjaga situasi sosial politik di Kota Batam, Provinsi Kepri

“Barisan buruh menuntut Gubernur merevisi SK nomor 1373 tahun 2021 tentang UMK 2022. Demi menjaga kondusifitas daerah, Gubernur perlu melakukan langkah strategis dan taktis,” ujar Raden Hari Tjahyono.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut berharap Gubernur Kepri mau segera menemui  buruh yang demo. Menurutnya, apabila aksi demonstrasi buruh terus berlarut, maka konsekuensinya adalah pada kondisi Kota Batam menjadi tidak kondusif.

“Tidak ada salahnya Gubernur menemui buruh dan mengakomodir sebagian kalau memang tidak semua bisa direvisi atau dicabut,” jelas Raden Hari Tjahyono.

Wakil Rakyat dari Dapil Kepri IV (Kota Batam) tersebut mengaku paham dengan kondisi sekarang ini. Persoalan ini juga menjadi sesuatu yang dilematis bagi gubernur. Meskipun demikian, ia yakin pasti ada jalan tengah atau win-win solutionnya.

“Itulah sebabnya, saya meminta Pak Gubernur untuk menjumpai saja dulu buruh agar demo ini tidak berlarut-larut,” tutup Raden Hari Tjahyono.

Sementara itu, Buruh Kepri yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kepri menuntut beberapa hal kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Pertama meminta Gubernur mencabut kasasi di Mahkamah Agung (MA) terkait UMP Tahun 2021 dan UMK Batam 2021, serta mendesak Gubernur mengikuti putusan PTUN Tanjungpinang dan PTUN Medan.

Poin kedua adalah merevisi SK nomor 1373 tahun 2021 tentang UMK 2022. Para buruh juga mendesak Gubernur untuk meletakan jabatannya, apabila tidak mampu melaksanakan asas-asa umum Pemerintah.

Sebelumnya, Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Kepri, Dedi Iskandar mengatakan, dari hasil audiensi atau pertemuan degan Gubernur. Ada beberapa hal yang diminta, pertama adalah upah minimum tahun 2021 yang di terbitkan SK-nya oleh Gubernur.

“SK ini yang kita gugat, dan kita menang di PTUN. Saat ini, Gubernur melalui Pemprov Kepri melakukan kasasi. Kita minta ini dibatalkan, karena kita sudah menang di PTUN Tanjungpinang dan Medan,” ujarnya.

Menurut Dedi, terkait masalah ini, Gubernur akan mempertimbangkan untuk mencabut kasasi tersebut,” jelasnya.

Kemudian yang kedua, mengenai UMK TA 2022, Gubernur berjanji akan melakukan komunikasi dan berdiskusi dengan Walikota Batam malam ini (tadi malam,red) terkait UMK ideal untuk Kota Batam. Karena besok (hari ini,red) Gubernur akan melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

“Yang ketiga, kita minta ke Gubernur sebelum membuat kebijakan. poin-poin diatas harus dituntaskan terlebih dahulu. Bahkan Gubernur berjanji tidak akan mengeluarkan SK UMK tahun 2022,” tegasnya.(*)

Reporter: Jailani

Nelayan Temukan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Pulau Asam

0
Satpolairud Polres Karimun bersama Babinsa dan warga melakukan evakuasi mayat tanpa identitas

batampos – Dua nelayan Kecamatan Meral Barat, Minggu (12/12) menemukan mayat tanpa identitas di pantai Pulau Asam, Kecamatan Meral Barat. Hal ini kemudian diberitahukan kepada pihak yang berwenang. ”Dua nelayan yang menemukan mayat tanpa identitas tersebut Iwan dan Isnanto. Penemuan mayat tanpa identitas pukul 13.00 WIB. Kedua nelayan dan juga saksi ini memang menangkap ikan di sekitar Perairan Pulau Asam sejak pagi pukul 05.00 WIB,” ujar Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir.

BACA JUGA: Pamit Beli Rokok, Talmon Pandiangan Ditemukan sudah Jadi Mayat

Kemudian, kata Binsar, kedua saksi menuju ke Pantai Pulau Asam dengan tujuan untuk mencari umpan yang akan digunakan untuk keperluan memancing ikan. Saksi yang pertama kali menemukan mayat di pantai adalah Iwan dan hal ini langsung diberitahukan ke Isnanto. Setelah diamanti memang berbentuk tubuh manusia, namun sudah tidak utuh lagi.

”Kedua nelayan ini akhirnya pulang ke Pulau Karimun dan terkait temuan mayat diberitahukan kepada Ketua RW 03 Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat. Karena, di Pulau Asam tidak berpenghuni dan sering dijadikan tempat singgah para nelayan. Sehingga, setelah mendapatkan laporan terkait hal ini pukul 17.00 WIB Satpolairud bersama Babinsa dan warga berangkat menuju ke pulau tersebut untuk melakukan evakuasi,” papar Binsar.

Dikatakannya, pada saat sampai di lokasi pinggir pantai memang kondisi mayat sudah tidak utuh lagi. Karena sudah tinggal tulang. Bahkan, kepala sudah terpisah dari badan. Diperkirakan mayat ini sudah lama meninggal dan terdampar di pantai. Pihaknya juga melakukan penyisiran di sekitar pantai untuk mencari identitas, tapi tidak ditemukan.

”Belum diketahui identitas dan jenis kelamin mayat yang ditemukan. Karena sudah tidak utuh lagi. Hanya saja, baju yang masih melekat di badan mayat berwarna biru dongker merk crocodile. Dan, tengkorak kepala ditemukan sekitar 50 meter dari posisi badan mayat. Saat ini, mayat sudah diserahkan ke RSUD M Sani untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.

Selanjutnya, tambah Binsar, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Termasuk melakukan pemeriksaan apakah ada laporan orang hilang. Kepada masyarakat yang memang ada kehilangan keluarga dengan ciri-ciri menggunakan baju warna biru dongker merek crocodile bisa datang ke Sentra Pelayanan Polres Karimun. (*)

Reporter: Sandi

 Relaksasi Pajak Berhasil Tingkatkan Pendapatan Daerah

0
Kartini

batampos- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan berhasil meningkatkan pendapatan daerah melalui program relaksasi pajak yang berakhir November lalu. Plt Kepala Bapenda Bintan, Kartini mengatakan, program relaksasi pajak merupakan inovasi Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak.

“Alhamdulillah, Plt Bupati sudah melakukan inovasi bagaimana meningkatkan pendapatan daerah dengan program relaksasi pajak,” kata Kartini.

BACA JUGA: Pemilik Motor di Tanjungpinang Lebih Taat Bayar Pajak Kendaraan

Kartini mengatakan, awalnya sempat khawatir pendapatan daerah melalui sektor pajak tidak tercapai.

“Waktu itu sempat terpikir kalau tidak tercapai target pajak bisa mempengaruhi pendapatan daerah, akhirnya Plt meminta dibuatkan program relaksasi pajak,” kata Kartini.

Menurut Kartini, dalam program relaksasi pajak ditekankan agar bagaimana wajib pajak membayarkan tunggakan pajak.

“Besaran pokok saja yang dibayarkan, denda tidak usah dibayarkan atau dihapuskan,” kata Kartini. Masih menurutnya, program relaksasi pajak ini merupakan kesempatan baik bagi wajib pajak yang sudah memanfaatkan.

Jika tidak memanfaatkan program yang sudah berakhir 30 November lalu itu, Kartini mengatakan, ke depan Bapenda Bintan telah bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan dalam penagihan tunggakan pajak.

“Bagi wajib pajak yang membandel karena menunggak pajak, risikonya penarikan dilakukan Kejari Bintan melalui surat kuasa khusus,” katanya.

Kartini mengatakan, sejauh ini untuk pendapatan daerah dari relaksasi sektor pajak belum diketahui besarannya karena, pembayaran pajak ada yang masuknya ke kas daerah melalui aplikasi.

“Belum didata semua, mungkin akhir Desember baru kita tau,” katanya.

Namun, Kartini optimis target pajak seperti BPHTB dan PBB dan lainnya akan tercapai.

“Insha Allah tercapai seperti BPHTB dan PBB. Yang tidak tercapai seperti pajak restauran dan hotel,” katanya.

Data terbaru dari Bapenda Kabupaten Bintan, secara keseluruhan target PAD untuk 11 jenis pajak di Bintan sekira Rp 144.285.785.000 dan realisasi sekira Rp. 126.677.581.927,03 atau 87,8 persen. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Vaksinasi Covid Terus Digesa

0
Tjetjep Yudiana, foto sebelum pandemi covid

batampos-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri melaporkan progres vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri semakin mendekati target. Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Tjetjep Yudiana menyampaikan, vaksinasi untuk kelompok usia 18 tahun (termasuk lansia) dosis pertama sudah pada angka 1.277.556 orang atau 93,02 persen dari target.

BACA JUGA: Binda Kepri Sudah Distribusikan 37.481 Dosis Vaksin untuk Masyarakat di Wilayah Perbatasan Kepri

“Sisa target vaksinasi dosis pertama adalah sebanyak 95.816 orang. Untuk dosis dua, sudah mencapai 1.026.898 orang atau 74,77 persen. Sisa yang belum vaksinasi dosis dua sebanyak 346.474 orang,” ujar Tjetjep Yudiana, Senin (13/12).

Mantan Kepala Dinas (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, berikutnya untuk kelompok lansia sebanyak 66.393 orang (76,20 persen) sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sisa target sebanyak dosis pertama sebanyak 20.735 orang. Sedangkan yang sudah melanjutkan vaksinasi dosis kedua sebanyak 50.964 orang atau 58,49 persen.

“Jumlah lansia yang belum melanjutkan vaksinasi dosis kedua sampai saat ini sebanyak 36.164 orang,” jelasnya.

Kemudian untuk capaian kelompok usia 12 – 17 tahun yang sudah mendapatkan dosis pertama adalah sebanyak 202.168 orang (97,35 persen) dari target. Adapun sisa target untuk dosis pertama adalah 6.585 orang. Sedangkan yang sudah melanjutkan vaksinasi dosis kedua sebanyak 168.473 orang (81,13 persen).

“Sisa target dosis dua adalah 39.190 orang. Proses vaksinasi terus berjalan di Kabupaten/Kota,” tutup Tjetjep Yudiana.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Moch Bisri mengatakan, dalam waktu dekat ini vaksinasi untuk kelompok anak akan segera dilaksanakan. Menurutnya besok (hari ini,red) akan dilakukan rapat persiapan bersama Kabupaten/Kota.

“Vaksinasi yang diberikan adalah jenis Sinovac. Pelaksanaan vaksinasi akan menyasar dari sekolah- kesekolah,” ujar Bisri menambahkan.(*)

Reporter: Jailani

Pengabdian Diri ke Masyarakat, Ratusan Relawan Se-Indonesia Nginap di Desa Pengudang dan Berakit, Bintan

0
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Faisal Abdullah memukul gong sebagai tanda dibukanya bakti milenial ketiga yang disaksikan Kadisbudpar Bintan, Wan Rudy Iskandar di Gedung Nasional Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (13/12) sekira pukul 14.50 WIB. F.Slamet Nofasusanto

batampos– Ratusan relawan dari berbagai daerah Indonesia akan menginap di Desa Berakit dan Pengudang dalam program bakti milenial ketiga di Bintan mulai 13 hingga 22 Desember 2021.

Pembukaan kegiatan ditandai pemukulan gong oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Faisal Abdullah yang disaksikan Kadisbudpar Bintan, Wan Rudy Iskandar di Gedung Nasional Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (13/12) sekira pukul 14.50 WIB.

BACA JUGA: Desember, 100 Relawan dari Penjuru Indonesia Akan Mengabdi untuk Masyarakat Perbatasan di Bintan

Ketua Pelaksana Bakti Milenial Ketiga, Vita Fajriani mengatakan, kegiatan bakti milenial ketiga di Bintan ini diikuti ratusan relawan dari berbagai daerah Indonesia.

Selama di Bintan, mereka akan melakukan berbagai kegiatan di Desa Berakit dan Pengudang antara lain melaksanakan pengecekan kesehatan ke masyarakat, pembuatan makanan pendamping ASI, pendidikan dan lingkungan.

Vita berharap, kehadiran relawan dari berbagai daerah Indonesia di Bintan dapat mengangkat dan mengembangkan potensi yang ada di Bintan.

Kadisbudpar Bintan, Wan Rudy Iskandar mengatakan, bakti milenial tahun pertama dilaksanakan di Karimun Jawa, lalu tahun kedua di Lombok dan tahun ketiga di Bintan.

“Saya berterimakasih dengan dipilihnya Bintan dalam kegiatan bakti milenial ketiga,” katanya. Penggerak wisata berbasis masyarakat, Iwan Winarto mengatakan, relawan yang terlibat dalam program bakti milenial ketiga akan menginap di Desa Pengudang dan Berakit.

Dia mengharapkan, kehadiran relawan dalam kegiatan bakti milenial di Bintan dapat menularkan kemampuannya dan memberikan ilmunya ke masyarakat.

“Mereka ini ada yang ilmunya konten kreator, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Faisal Abdullah mengharapkan, kehadiran relawan ikut mengambil peran pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia masyarakat di bidang kesehatan, dan lainnya.

“Diharapkan mereka ikut membantu pemerintah dalam menjelaskan apa covid-19, bagaimana masyarakat bisa hidup sehat, tenang dan sejahtera,” harapnya.

Tentu, lanjutnya, bukan hanya kesehatan, tapi pembangunan pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Tinjau Pelaksanaan Pasar Murah, Wakil Wali Kota Batam Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

0
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (tengah) saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah di Villa Pesona Asri. Foto: Humas Pemko Batam

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, meminta kepada masyarakat yang melaksanakan aktivitas jual beli di Pasar Murah di kawasan Villa Pesona Asri untuk tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan.

“Bapak ibu yang datang ke sini harus tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya, Senin (13/12/2021).

Ia mengatakan, meski Kota Batam saat ini sudah nol kasus Covid-19 namun protokol kesehatan wajib tetap dijalankan.

Salah seorang warga, Safri, mengatakan, dirinya sudah mengetahui jika saat ini seluruh kecamatan di Kota Batam sudah zona hijau.

Namun dirinya masih tetap menjalankan protokol kesehatan saat hendak keluar rumah.

“Saya selalu pakai masker kalau ada kegiatan di luar rumah,” tuturnya.

Dirinya mengaku sangat bersyukur saat ini Kota Batam sudah terbebas dari Covid-19.

“Saya harap semuanya bisa normal lagi seperti dulu,” ujarnya.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam merilis, hingga Senin (13/12/2021), tidak ada penambahan kasus baru.

Akumulasi jumlah warga Kota Batam yang positif Covid-19 mencapai 25.843 orang.

Dari jumlah tersebut 25.001 dinyatakan sembuh atau selesai isolasi. Sementara 842 orang lainnya meninggal dunia.

Masyarakat Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 didominasi usia produktif, yakni 17 hingga 46 tahun.

Selain itu dari 842 warga yang meninggal dunia diketahui 409 orang dengan komorbid dan 433 tanpa komobid.

Diketahui pasien Covid-19 di Kota Batam didominasi pria dengan jumlah 13.531 orang. Sedangkan wanita 12.312 orang.(esa)

Pigeon Luncurkan Natural Botanical Baby

0
Pigeon, salah satu brand perlengkapan bayi ternama kembali meluncurkan rangkaian produk terbaru, Pigeon Natural Botanical Baby.

batampos – Pigeon, salah satu brand perlengkapan bayi ternama kembali meluncurkan rangkaian produk terbaru, Pigeon Natural Botanical Baby.

Produk ini terbuat dari 90 persen bahan alami, sehingga dipastikan aman untuk kulit bayi yang sensitif.

Pigeon Natural Botanical Baby, merefleksikan komitmen Pigeon terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan proteksi dan nutrisi kulit yang baik untuk si kecil melalui bahan-bahan yang bersumber dari alam.

General Manager Marketing Pigeon Indonesia, Anis Dwinastiti, memperkenalkan Natural Botanical Baby yang dapat meningkatkan kualitas hidup.

Terutama untuk perawatan kulit bayi yang sangat sensitif, harus disertai pula dengan komitmen untuk terus melestarikan alam.

“Melalui rangkaian produk Natural Botanical Baby, kami ingin memberi ketenangan hati para orang tua untuk kepastian si kecil mendapatkan proteksi dan nutrisi kulit yang optimal,” kata Anis dalam konferensi pers dan peluncuran ‘Pigeon Natural Botanical Series’ secara virtual, Jumat (3/12/2021) lalu.

Dilanjutkannya, sejalan dengan filosofi Pigeon yaitu selalu berupaya memberikan produk terbaik untuk ibu dan anak, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan yang ramah bagi sikecil.

Hal itu tentunya mendukung tumbuh kembangnya dalam menggunakan rangkaian produk Natural Botanical Baby. Apalagi semua produk mengandung lebih dari 90 bahan-bahan alami seperti Olive Oil, Argan Oil, dan bunga Chamomile.

“Keseluruhan rangkaian produk ini telah lulus uji dermatologi, lembut di mata jika tidak sengaja terkena mata, tidak mengandung pewarna, pH Balanced, mudah menyerap, dan lembut di kulit. Selain itu, kemasan Pigeon Natural Botanical Baby 100 persen bisa didaur ulang sehingga memastikan komitmen Pigeon terhadap kelestarian lingkungan tetap terjaga,” terangnya.

Sementara, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, SpAK, MPH selaku narasumber menjabarkan, bahwa kulit bayi yang baru lahir berbeda dari kulit orang dewasa.

Kulit bayi lebih rentan dan sensitif, sehingga membutuhkan perawatan khusus. Kulit bayi sangat mudah menyerap karena memiliki ketebalan 30 persen lebih rendah dari kulit orang dewasa, sehingga penting bagi orang tua dalam memilih produk perawatan bayi yang terbuat dari bahan alami, pH Balanced, dan juga sudah lulus uji dermatologi.

“Selain nutrisi yang didapatkan dari ASI dan makanan untuk tumbuh kembang bayi yang optimal, merawat kulit bayi dengan produk yang tepat sangat krusial karena pada rentang usia ini merupakan momen emas bagi si kecil untuk terus tumbuh dengan baik secara fisik maupun mentalnya,” jelasnya.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan terus menjaga kesehatan dan kebersihan kulit bayi, dengan produk yang ramah terhadap kondisi kulit sensitif.

Perawatan kulit mendukung proses tumbuh kembang karena dengan penggunaan produk yang tepat, bayi akan merasa lebih nyaman.

“Penggunaan produk yang tepat dapat terhindar dari kondisi-kondisi kulit tertentu misalnya kemerahan, iritasi, atau gatal,” lanjut dr. Bernie.

Di acara yang sama, Nadine Chandrawinata, seorang Aktris dan Aktivis Lingkungan sangat mengapresiasi komitmen Pigeon untuk menghadirkan produk-produk yang terbuat dari bahan alami.

Apalagi sekaligus memperhatikan keberlangsungan dan kelestarian bumi dengan kemasan plastik yang bisa didaur ulang.

“Saya mengapresiasi komitmen Pigeon atas upaya turut merawat dan menjadikan alam tetap lestari dengan menghadirkan kemasan Natural Botanical Baby yang dapat didaur ulang. Ini menjadi sangat penting karena masalah limbah plastik sekali pakai sudah semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu dibutuhkan usaha yang serius dari semua pemangku kepentingan untuk mengatasi isu lingkungan ini,” kata Nadine.

Ia juga berpendapat bahwa merawat bayi dengan produk yang tepat, dan merawat bumi dengan tidak menambah limbah yang membahayakan merupakan dua hal yang sangat penting dan harus diimplementasikan sejak dini.

“Sebagai seorang calon Ibu, saya sangat senang bisa mendapatkan informasi yang sangat berguna. Penjelasan dr. Bernie tentang pemilihan produk-produk yang tepat untuk bayi, terutama new born,membuat saya akan lebih selektif dan berhati-hati. Kandungan bahan alami menjadi salah satu kunci bagi perawatan kulit bayi yang sehat.

Pigeon Natural Botanical Baby dengan kandungan lebih dari 90-an alami membuat saya menjadi semakin tenang dan lebih yakin lagi dalam memberikan produk perawatan bayi yang terbaik untuk anak saya nantinya,” papar Nadine.

Reporter: Yashinta

Berikan Pelatihan Kewirausahaan kepada Pemuda Papua, Mensos Siapkan Pendampingan Berkelanjutan

0

 

batampos – Menteri Sosial Tri Rismaharini memotivasi para pemuda asal Papua untuk tidak berhenti berusaha. Dengan pelatihan kewirausahaan yang diberikan hari ini, Mensos berharap menjadi bekal kemandirian ekonomi saat mereka kembali ke kampung halaman.

Untuk itu, Mensos memastikan akan melakukan pendampingan kepada peserta pelatihan.

“Saya tidak akan meninggalkan teman-teman. Kami akan sering-sering ke sana. Nanti kami akan memberikan pendampingan agar teman-teman bisa mandiri secara ekonomi,” kata Mensos saat membuka kegiatan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Bimbingan Vokasional dan Kewirausahaan Pengemasan Bahan Kulit di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Bandung (13/12).

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyatakan, pelatihan ini bermula dari permintaan seorang pemuda asal Kabupaten Mamberamo. Permintaan disampaikan saat Mensos berkunjung ke kampus Fakultas Teknik Universitas Cendrawasih (Uncen), Jayawijaya (12/11).

“Pelatihan ini kan awalnya permintaan dari warga Mamberamo. Dia bilang, daerahnya banyak buaya. Selain dikonsumsi, kulitnya juga bisa diolah agar bernilai ekonomis,” kata Mensos.

Di sini di dalam pelatihan di Bandung ini, mereka dilatih mengolah produk dari kulit. Yakni membuat tas, ikat pinggang, dompet dan sebagainya. Ia menekankan, pelatihan ini merupakan tahap awal.

Ke depan, sedang dipersiapkan berbagai pelatihan seperti pelatihan penangkaran buaya, pengemasan, pemasaran dan sebagainya. Pelatihan pengolahan kulit ini merupakan pelatihan Gelombang II, untuk pelatihan Gelombang I sudah berlangsung di Papua, bulan November 2021.

“Hari ini pelatihan dilakukan di sini. Karena di Bandung merupakan tempat mengembangkan aspek kreativitas dan mendekatkan dengan akses pasar,” kata Mensos.

Ia menekankan bahwa untuk pengolahan produk kulit merupakan industri yang membutuhkan kreativitas. “Harus bisa mengikuti tren. Sekarang tren ke sepatu sneakers. Apakah sepatu sneakers bisa dibuat dari kulit buaya? Harusnya bisa. Dan ini ahlinya ada di Bandung,” kata Mensos.

Sementara di Garut dikenal dengan pusat penyamakan kulit domba dan sapi. “Di Papua sebentar lagi akan saya bantu dengan pelatihan peternakan sapi dan domba,” katanya

Pada kesempatan itu, Mensos memotivasi agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan diri. “Tuhan Maha Adil tidak membeda-bedakan. Tinggal kita mau atau tidak untuk maju. Kalau hari ini, sama dengan hari kemarin sama saja, kita yang rugi,” kata Mensos.

Dengan bekal pelatihan, Mensos menekankan agar warga Papua mampu mengembangkan potensi alam yang sangat kaya di Papua.

Pelatihan juga secara simultan dikembangkan di daerah-daerah lain. Di Batam, Kemensos menggelar pelatihan pengolahan garam oleh Suku Anak Laut, pengolahan bawang merah menjadi pasta, pengolahan sei sapi untuk korban banjir di NTT dan training untuk para penghuni rumah bedeng di Jakarta.

“Tujuannya agar masyarakat pra sejahtera meningkat kapasitas keuangannya sehingga mereka tidak hanya berhantung pada bansos,” katanya.

Pelatihan Gelombang l dan ll

Peserta pelatihan pada Gelombang II terdaftar sebanyak 25 orang dari Provinsi Papua masing-masing 5 orang dari Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mamberamo, Kota Jayapura, dan dari pusat pengembangan SDM Indonesia Cross Cultural Institute (ICCI) Jayapura.

Sebanyak 2 orang dari Balai Soeharso Surakarta, dan 56 orang lagi dari 28 dari Balai Rehsos Kemensos, sehingga Gelombang II diikuti sebanyak 83 peserta. Bila ditambah 30 orang peserta pada Gelombang I, total yang sudah mengikuti pelatihan sebanyak 113 orang.

Dengan berbekal pengetahuan dan keterampilan, peserta pelatihan diharapkan juga memiliki bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Tiba kembali ke daerah asal, mereka diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

Pelatihan ini juga menjadi ajang untuk mencetak para instruktur. Melalui mereka, diharapkan dapat mengasah talenta lain di bumi Papua dengan melatih pemuda-pemuda lain di daerah asal.

Hadir sebagai pembicara dalam pelatihan ini adalah Staf Khusus Menteri Sosial, Luhur Budijarso, yang akan memberikan suntikan motivasi kepada peserta. Instruktur dari BBPPKS Bandung juga diterjunkan untuk membagikan ilmu-ilmu tambahan, seperti marketing dan kepercayaan diri untuk sukses.

Selain itu juga dihadirkan para pengusaha kulit sapi dan cakar ayam, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Persepatuan Bandung, dan Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkulitan Garut. (*)

Pasar Murah, Wakil Wali Kota Batam: Kalau Semisal Ada Lebih Mahal, Saya Perintahkan Komoditinya Ditarik Saja

0
Wakil Wali Kota Batam, Amskar Achmad, saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah di area Villa Pesona asri, Batam Kota. Foto: Humas Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengecek pelaksanaan Operasi Pasar Murah jelang Natal dan Tahun Baru di Perumahan Villa Pesona Asri, Senin (13/12/2021).

Ia mengatakan, kegiatan tersebut penting dilakukan karena sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga.

“Seperti kita ketahui harga ini dipengaruhi oleh siklus cuaca,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemko Batam dan seluruh stakeholder terkait tidak tinggal diam atas melonjaknya harga-harga di pasaran.

Karena itu lanjutnya, Disperindag Kota Batam secara rutin dua kali dalam sepekan memantau perkembangan harga bahan pokok.

Selain itu kata dia, Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang melibatkan aparat kepolisian juga terus bergerak memantau detil persoalan pangan serta koordinasi rutin stakeholder dalam rapat TPID.

“Kemudian hari ini, semua pihak terkait terlibat dalam pasar murah,” imbuhnya.

Prinsipnya, lanjut Amsakar, pemerintah memahami persoalan masyarakat yang dihadapi masyarakat dan pasar murah merupakan salah satu bentuk kehadiran negara di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pada kegiatan ini komoditi akan lebih murah karena melibatkan langsung sekitar 50 distributor. Kita harapkan fair, kalau semisal ada lebih mahal, saya perintahkan komoditinya ditarik saja daripada tersebar informasi yang bias ke masyarakat,” ucapnya.

Ia mengimbau, masyarakat dapat memanfaatkan hadirnya kegiatan tersebut. Dengan mendatangi dan berbelanja kebutuhan pokok dengan harga distributor langsung.

Namun demikian ia meminta kepada penyelenggara maupun masyarakat untuk tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.

“Semoga kehadiran pasar murah ini dapat membantu masyarakat kita,” harap dia.

Salah seorang warga, Tri, mengaku sangat terbantu dengan adanya Pasar Murah. Menurutnya beberapa bahan pokok didapatinya dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran.

“Minyak makan di sini harganya Rp32 ribu, biasanya saya beli Rp35 ribu untuk ukuran dua liter,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, harga daging sapi yang biasanya dijual Rp85 ribu di Pasar Murah dapat ditebus Rp80 ribu per kilogram.

“Ya harganya lebih murahlah daripada di pasar. Alhamdulillah sangat terbantu,” ujarnya.

Operasi pasar murah kali ini, menyediakan berbagai komoditi seperti Beras, Minyak Goreng, Telur, Gula, Tepung, Daging Ayam dan Daging Sapi, Cabai, Bawang Merah dan Bawang Putih. Juga tersedia sayuran, Buah-buahan, Krimer Kental Manis, Ikan, Olahan Ikan, Mie instan hingga Gas LPG 3 kilogram (kg) dan Bright Gas 5,5 kg.

Adapun rincian jadwal pelaksanaannya yakni pada Hari Senin 13 Desember 2021 akan digelar di Kecamatan Batam Kota dan Kecamatan Nongsa. Selanjutnya pada Selasa 14 Desember 2021 digelar di Kecamatan Sagulung dan Batuaji. Sementara pada Rabu 15 Desember 2021 di Kecamatan Seibeduk.

Sedangkan pada Hari Kamis 16 Desember 2021 tim akan turun ke Kecamatan Bengkong dan Kecamatan Sekupang. Terakhir, pada Sabtu 18 Desember 2021 dilaksanakan di Kecamatan Lubukbaja dan Kecamatan Batuampar.(esa)