batampos– Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan memastikan proses penempatan jabatan bagi pejabat yang dilantik di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (21/12) bebas dari praktik jual beli jabatan.
“Saya menjamin proses penempatan jabatan bagi pejabat yang dilantik di lingkungan Pemkab Bintan bebas dari praktik jual beli jabatan,” tegas Roby. Apabila ada pejabat yang baru dilantik saat ini dimintai sesuatu, Roby menegaskan agar segera melaporkan.
“Saya ingin tegaskan kepada saudara bahwa apabila diminta sesuatu agar dilantik saat ini, saya minta untuk melaporkan ke saya,” tegas Roby kembali.
Roby menjamin kerahasiaan nama dari pejabat yang sudah melaporkan terkait masalah jual beli jabatan ke dirinya. “Saya jamin kerahasiaan namanya dan ini bisa menjadi bahan evaluasi ke depan,” kata Roby.
Sekda Bintan, Adi Prihantara menambahkan, dalam mengangkat suatu pejabat, maka tidak boleh ada praktik jual beli jabatan. “Ketika mengangkat suatu jabatan tidak boleh ada embel embel apapun, tidak boleh jual beli jabatan,” tegas Adi
Adi mengatakan, jika ada pejabat yang dimintai sesuatu agar bisa dilantik sebaiknya segera melaporkan ke Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan. “Silakan kalau ada lapor ke bapak (Plt Bupati Bintan),” kata Adi. (*)
Salah seorang anak mengancungkan jempol saat divaksinasi Coivd-19. Polda Kepri mengelar vaksinasi presisi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun di Sekolah Dasar Shabilla Batam Villa Pesona Asri dan SDN 016 Sagulung pada Selasa (21/12/2021). Foto: Humas Polda Kepri untuk Batam Pos
batampos – Polda Kepri melaksanakan vaksinasi presisi di Sekolah Dasar Shabilla Batam Villa Pesona Asri dan SDN 016 Sagulung dengan targetkan Anak Sekolah Usia 6 sampai dengan 11 Tahun di Kota Batam, Selasa (21/12/2021).
Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol dr. Muhammad Haris, mengatakan, jumlah anak yang akan menjalani vaksinasi sebanyak 1.650 orang.
“Vaksinasi yang berlangsung hari ini diprioritaskan kepada anak sekolah Usia 6 sampai dengan 11 Tahun. Melihat angka tersebut dapat kita simpulkan antusias orang tua di Kepri sangat tinggi membawa anak-anaknya untuk Vaksinasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jenis vaksin yang digunakan pada kegiatan tersebut yaitu Sinovac dosis 1 dan 2.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri, Kompol Robby Topan Manusiwa, mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan TNI, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait untuk melaksanakan vaksinasi presisi ke sekolah-sekolah.
“Dengan harapan anak-anak di Provinsi Kepri dapat segera terbentuk Herd Imunitynya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan peninjauan vaksinasi dihadiri oleh Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr. Muhammad Haris, Kasubbid Kespol Biddokkes Polda Kepri, Kasubid Dokpol Biddokkes Polda Kepri, tenaga vaksinator, dan personel Biddokkes Polda Kepri.(*/esa)
Petugas BTKLPP Batam saat memeriksa sampel covid beberapa waktu lalu. F.Dalil Harahap
batampos – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali melaporkan tambahan satu orang warga Batam terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (20/12). Pasien dengan nomor kasus 25.846 tersebut berjenis kelamin laki-laki dan merupakan warga Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong.
Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil Temuan Kasus Baru Dan Hasil Tracing.
“Dengan ini kami sampaikan bahwa dari temuan kasus baru ini sebanyak satu orang laki-laki warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya, Selasa (20/12).
Berasarkan hasil tracing, pasien tersebut diketahui positif Covid-19 saat hendak melakukan perjalanan ke Singapura melalui jalur laut. “Sebelum berangkat ia melakukan pemeriksaan sebagai syarat perjalanan. Dan dari hasil pemeriksaan itu baru diketahui. Pasien juga bukan PMI,” kata Didi.
Saat ini pasein menjalani isolasi mandiri di rumah. Pasien kata Didi, juga tidak memiliki gejala dan juga sudah mendapatkan suntik vaksinasi Covid-19 baik dosis pertama maupun dosis kedua.
“Dengan demikian pada hari ini dapat kami dapat disimpulkan sementara bahwa adanya kenaikan jumlah kasus baru sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari,” ucap Didi.
Sehingga hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.
Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Batam itu juga mengingatkan dan menghimbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Tetap dirumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolah raga secara teratur dan istirahat yang cukup.
Sementara itu Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melaporkan, kasus aktif di Batam saat ini berjumlah dua orang. Dimana satu orang menjalani isolasi mandiri dan satu lagi dirawat di rumah sakit.
Adapun jumlah kasus secara kumulatif berjumlah 25.845 kasus. Dimana 25.002 sembuh dan kasus meninggal sebanyak 842 orang. (*)
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat total realisasi investasi sampai dengan triwulan ketiga yakni Januari-September sebesar Rp434,4 miliar.
Jumlah tersebut diketahui meningkat 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, pihaknya senantiasa berupaya melakukan perbaikan terutama dari sisi perizinan dan pelayanan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pembenahan di sektor infrastruktur untuk menjadi salah satu fokus utama.
Pembangunan infrastruktur yang masif dan berkelanjutan menjadi salah satu daya pikat bagi para investor.
Harapannya, untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.
Perlu diketahui, Batam letaknya sangat strategis dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Sehingga menjadi destinasi investasi yang memukau bagi para investor.
Didukung oleh sinergitas koordinasi manajerial yang positif antara Badan Pengusahaan Batam dan Pemerintah Kota Batam, kini berdampak pada pembangunan yang progresif yang membawa Batam menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.
Kota Batam telah menjadi salah satu tujuan investasi utama bagi para investor. Hal ini bisa dilihat dari geliat investasi yang terus menunjukkan tren positif, bahkan di tengah pandemi covid-19.(*/esa)
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat total realisasi investasi sampai dengan triwulan ketiga yakni Januari-September sebesar Rp434,4 miliar.
Jumlah tersebut diketahui meningkat 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, pihaknya senantiasa berupaya melakukan perbaikan terutama dari sisi perizinan dan pelayanan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pembenahan di sektor infrastruktur untuk menjadi salah satu fokus utama.
Pembangunan infrastruktur yang masif dan berkelanjutan menjadi salah satu daya pikat bagi para investor.
Harapannya, untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.
Perlu diketahui, Batam letaknya sangat strategis dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Sehingga menjadi destinasi investasi yang memukau bagi para investor.
Didukung oleh sinergitas koordinasi manajerial yang positif antara Badan Pengusahaan Batam dan Pemerintah Kota Batam, kini berdampak pada pembangunan yang progresif yang membawa Batam menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.
Kota Batam telah menjadi salah satu tujuan investasi utama bagi para investor. Hal ini bisa dilihat dari geliat investasi yang terus menunjukkan tren positif, bahkan di tengah pandemi covid-19.(*/esa)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi bersama Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BUP Konsorsium) Pikri Ilham K., melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Hang Nadim, Selasa (21/12/2021), bertempat di Radisson Hotel. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan Batam melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) [WIKA] selaku pemenang lelang pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dengan Direktur Utama BUP PT Bandara Internasional Batam, Pikri Ilham Selasa (21/12/2021).
Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto secara virtual, Wakil Kepala BP Batam dan seluruh Deputi BP Batam, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, President and CEO IIAC Kyung-Wook Kim, dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. [WIKA] Agung Budi Waskito.
KPBU tersebut meliputi desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan.
Penandatanganan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengumuman pemenang seleksi Pengadaaan Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Maret 2021 lalu.
Di mana Konsorsium AP I – IIAC – WIKA menjadi pemenang tender dan proses seleksi telah dilakukan secara terbuka sesuai regulasi yang berlaku dan menerapkan prinsip good corporate governance.
Sebelumnya, pada Juli 2021 lalu juga telah dilakukan penandatanganan awal atau Heads of Agreement kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam antara BP Batam dan Konsorsium AP I – IIAC – WIKA.
Konsesi dilaksanakan dalam waktu 25 tahun dengan ruang lingkup:
1. Renovasi
2. Pengelolaan dan pemeliharaan terminal penumpang existing
3. Pembangunan
4. Pengelolaan
5. Pemeliharaan terminal penumpang baru (terminal 2)
6. Pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat lainnya
7. infrastruktur sisi udara, dan Pengelolaan terminal kargo baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan, PKS ini menandakan era baru dalam percepatan pengembangan Bandara Hang Nadim yang kemudian akan menunjang perkembangan Batam Bintan Karimun hingga regional baik di Indonesia dan global dengan pasar Asia hingga Amerika.
KPBU Batam dengan investasi Rp6,9 Triliun dan kerjasama 25 tahun diharapkan dapat memberikan langsung multiplier effect secara pendapatan dan jangka panjang bagi pergerakan penumpang dan kargo.
Peluang ini membuka lalu lintas penerbangan domestik dan internasional melalui pasar Korea Selatan, Tiongkok, Bangkok dan negara sekitar. Termasuk mendukung perjalanan Haji Umroh serta mendorong Batam sebagai Logistic Aerocity dan dapat menurunkan biaya logistik sehingga lebih kompetitif.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berharap, KPBU Bandara Hang Nadim dapat mengelola bandara secara lebih profesional guna mendukung Batam sebagai hub logistic.
Ia yakin kerjasaman tersebut akan memberikan multiplier effect bagi sektor-sektor lain yang nantinya akan terakumulasi memacu daya saing Batam dikancah internasional. Termasuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi Batam dan Indonesia.
Ia berharap dengan adanya kerja sama ini terdapat manfaat ekonomi bagi Batam. Yakni menarik investasi swasta asing maupun domestik untuk pengembangan Bandar Udara Hang Nadim Rp6,9 Triliun dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam melalui pembukaan 11 rute internasional baru.
Kemudian efisiensi dalam hal pengelolaan pergerakan barang dan penumpang, transfer of konwledge dari IIAC, menumbuhkan industry, terbukanya lapangan kerja dan menggeliatkan ekonomi Batam, Kepulauan Riau.
Terlebih kata dia, posisi Bandara Hang Nadim yang sangat strategis berada di jalur lalu lintas internasional Selat Malaka dan Asia Tenggara. Serta berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri, membuat Bandara Udara Hang Nadim diyakini dapat menjadi Hub Destinasi Penerbangan dan Logistik baik di wilayah domestik maupun internasional.
Hal tersebut didukung kuat oleh peran IIAC (Incheon International Airport Corporation) dalam pengembangan Bandara Hang Nadim Batam. Hal ini semakin menguatkan optimisme bahwa kolaborasi baru ini akan melesatkan Batam menjadi hub baru yang akan meningkatkan pasar industri aviasi Indonesia.
Proyek ini juga akan menjadi bagian penting dari hubungan kerja sama kedua negara yang telah terjalin dengan apik antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan.
Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo internasional dilakukan dengan upaya menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia.
Selain itu, Bandara Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.
Sementara itu, untuk hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia seperti Balikpapan, Makassar, dan lainnya.
Kolaborasi yang apik dari Konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya diyakini akan memiliki kekuatan mendorong pemasaran rute internasional, baik penumpang maupun kargo, dari Asia dan Eropa.
Sementara itu, President and CEO Incheon International Airport Corporation (IIAC), Kyung-Wook Kim, mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama hari ini merupakan proyek kerja sama Pemerintah-Swasta jangka panjang pertama Korea di luar negeri.
Oleh karena itu hal ini menandai tonggak penting dalam kerja sama masa depan antara Korea dan Indonesia di sektor penerbangan. Bandara Incheon hingga saat ini telah mengukuhkan posisinya sebagai bandara hub utama yang menghubungkan dua pasar penerbangan terbesar di dunia, Asia dan Amerika Utara.
”Partisipasi kami dalam proyek ini akan mendukung pengembangan kedua bandara di masa depan, menciptakan sinergi di berbagai bidang pembangunan dan pengoperasian bandara. Sinergi ini dapat dicapai dengan memanfaatkan jaringan penerbangan Bandara Incheon yang kuat di Asia Timur Laut dan Amerika dan menghubungkannya dengan Bandara domestik Batam rute untuk memperluas konektivitas”. Katanya.
Bandara Hang Nadim akan menjadi portofolio bandara di Indonesia yang juga akan melayani penumpang internasional dengan tujuan wisata. Melalui salah satu strategi pemasaran K-Culture Marketing yang diusung oleh IIAC maka Batam akan menjadi destinasi wisata baru yang akan mampu mendongkrak kedatangan wisawatan mancanegara.
Direktur Utama PT. Bandara Internasional Batam, Pikri Ilham K, mengatakan, dengan kolaborasi dan keahlian masing-masing anggota konsorsium akan memberikan nilai tambah dan kontribusi lebih terhadap perekonomian wilayah Batam dan sekitarnya.
“Sebagai badan usaha pelaksana perwakilan konsorsium Angkasa Pura I, kami berkomitmen untuk menjalankan strategi pengelolaan dan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sesuai yang telah ditetapkan pemimpin konsorsium, yaitu Angkasa Pura I yang didukung oleh anggota konsorsium yaitu Incheon International Airport Corporation dan Wijaya Karya.” ujar Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Pikri Ilham K.
Dalam pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, anggota Konsorsium Angkasa Pura I memiliki perannya masing-masing. Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum.
Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.
Turut hadir dalam kegiatan, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, yang diwakili oleh Konsuler Transportasi dan Infrastruktur, Mr. Kim Dongjin; Gubernur Kepri dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum; Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Bapak Pikri Ilham Kurniansyah beserta jajaran; CEO of Incheon International Airport Corporation, Mr. Kim Kyung Wook; Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Bapak Faik Fahmi dan jajarannya; Direktur Utama PT Wijaya Karya, Bapak Agung Budi Waskito bersama jajarannya; Wakil Kepala dan Para Anggota beserta seluruh jajaran BP Batam serta Pimpinan Kementerian/Lembaga juga FKPD Tk I dan II yang hadir secara langsung maupun virtual.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi bersama Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BUP Konsorsium) Pikri Ilham K., melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Hang Nadim, Selasa (21/12/2021), bertempat di Radisson Hotel. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan Batam melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) [WIKA] selaku pemenang lelang pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dengan Direktur Utama BUP PT Bandara Internasional Batam, Pikri Ilham Selasa (21/12/2021).
Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto secara virtual, Wakil Kepala BP Batam dan seluruh Deputi BP Batam, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, President and CEO IIAC Kyung-Wook Kim, dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. [WIKA] Agung Budi Waskito.
KPBU tersebut meliputi desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan.
Penandatanganan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengumuman pemenang seleksi Pengadaaan Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Maret 2021 lalu.
Di mana Konsorsium AP I – IIAC – WIKA menjadi pemenang tender dan proses seleksi telah dilakukan secara terbuka sesuai regulasi yang berlaku dan menerapkan prinsip good corporate governance.
Sebelumnya, pada Juli 2021 lalu juga telah dilakukan penandatanganan awal atau Heads of Agreement kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam antara BP Batam dan Konsorsium AP I – IIAC – WIKA.
Konsesi dilaksanakan dalam waktu 25 tahun dengan ruang lingkup:
1. Renovasi
2. Pengelolaan dan pemeliharaan terminal penumpang existing
3. Pembangunan
4. Pengelolaan
5. Pemeliharaan terminal penumpang baru (terminal 2)
6. Pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat lainnya
7. infrastruktur sisi udara, dan Pengelolaan terminal kargo baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan, PKS ini menandakan era baru dalam percepatan pengembangan Bandara Hang Nadim yang kemudian akan menunjang perkembangan Batam Bintan Karimun hingga regional baik di Indonesia dan global dengan pasar Asia hingga Amerika.
KPBU Batam dengan investasi Rp6,9 Triliun dan kerjasama 25 tahun diharapkan dapat memberikan langsung multiplier effect secara pendapatan dan jangka panjang bagi pergerakan penumpang dan kargo.
Peluang ini membuka lalu lintas penerbangan domestik dan internasional melalui pasar Korea Selatan, Tiongkok, Bangkok dan negara sekitar. Termasuk mendukung perjalanan Haji Umroh serta mendorong Batam sebagai Logistic Aerocity dan dapat menurunkan biaya logistik sehingga lebih kompetitif.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berharap, KPBU Bandara Hang Nadim dapat mengelola bandara secara lebih profesional guna mendukung Batam sebagai hub logistic.
Ia yakin kerjasaman tersebut akan memberikan multiplier effect bagi sektor-sektor lain yang nantinya akan terakumulasi memacu daya saing Batam dikancah internasional. Termasuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi Batam dan Indonesia.
Ia berharap dengan adanya kerja sama ini terdapat manfaat ekonomi bagi Batam. Yakni menarik investasi swasta asing maupun domestik untuk pengembangan Bandar Udara Hang Nadim Rp6,9 Triliun dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam melalui pembukaan 11 rute internasional baru.
Kemudian efisiensi dalam hal pengelolaan pergerakan barang dan penumpang, transfer of konwledge dari IIAC, menumbuhkan industry, terbukanya lapangan kerja dan menggeliatkan ekonomi Batam, Kepulauan Riau.
Terlebih kata dia, posisi Bandara Hang Nadim yang sangat strategis berada di jalur lalu lintas internasional Selat Malaka dan Asia Tenggara. Serta berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri, membuat Bandara Udara Hang Nadim diyakini dapat menjadi Hub Destinasi Penerbangan dan Logistik baik di wilayah domestik maupun internasional.
Hal tersebut didukung kuat oleh peran IIAC (Incheon International Airport Corporation) dalam pengembangan Bandara Hang Nadim Batam. Hal ini semakin menguatkan optimisme bahwa kolaborasi baru ini akan melesatkan Batam menjadi hub baru yang akan meningkatkan pasar industri aviasi Indonesia.
Proyek ini juga akan menjadi bagian penting dari hubungan kerja sama kedua negara yang telah terjalin dengan apik antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan.
Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo internasional dilakukan dengan upaya menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia.
Selain itu, Bandara Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.
Sementara itu, untuk hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia seperti Balikpapan, Makassar, dan lainnya.
Kolaborasi yang apik dari Konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya diyakini akan memiliki kekuatan mendorong pemasaran rute internasional, baik penumpang maupun kargo, dari Asia dan Eropa.
Sementara itu, President and CEO Incheon International Airport Corporation (IIAC), Kyung-Wook Kim, mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama hari ini merupakan proyek kerja sama Pemerintah-Swasta jangka panjang pertama Korea di luar negeri.
Oleh karena itu hal ini menandai tonggak penting dalam kerja sama masa depan antara Korea dan Indonesia di sektor penerbangan. Bandara Incheon hingga saat ini telah mengukuhkan posisinya sebagai bandara hub utama yang menghubungkan dua pasar penerbangan terbesar di dunia, Asia dan Amerika Utara.
”Partisipasi kami dalam proyek ini akan mendukung pengembangan kedua bandara di masa depan, menciptakan sinergi di berbagai bidang pembangunan dan pengoperasian bandara. Sinergi ini dapat dicapai dengan memanfaatkan jaringan penerbangan Bandara Incheon yang kuat di Asia Timur Laut dan Amerika dan menghubungkannya dengan Bandara domestik Batam rute untuk memperluas konektivitas”. Katanya.
Bandara Hang Nadim akan menjadi portofolio bandara di Indonesia yang juga akan melayani penumpang internasional dengan tujuan wisata. Melalui salah satu strategi pemasaran K-Culture Marketing yang diusung oleh IIAC maka Batam akan menjadi destinasi wisata baru yang akan mampu mendongkrak kedatangan wisawatan mancanegara.
Direktur Utama PT. Bandara Internasional Batam, Pikri Ilham K, mengatakan, dengan kolaborasi dan keahlian masing-masing anggota konsorsium akan memberikan nilai tambah dan kontribusi lebih terhadap perekonomian wilayah Batam dan sekitarnya.
“Sebagai badan usaha pelaksana perwakilan konsorsium Angkasa Pura I, kami berkomitmen untuk menjalankan strategi pengelolaan dan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sesuai yang telah ditetapkan pemimpin konsorsium, yaitu Angkasa Pura I yang didukung oleh anggota konsorsium yaitu Incheon International Airport Corporation dan Wijaya Karya.” ujar Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Pikri Ilham K.
Dalam pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, anggota Konsorsium Angkasa Pura I memiliki perannya masing-masing. Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum.
Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.
Turut hadir dalam kegiatan, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, yang diwakili oleh Konsuler Transportasi dan Infrastruktur, Mr. Kim Dongjin; Gubernur Kepri dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum; Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Bapak Pikri Ilham Kurniansyah beserta jajaran; CEO of Incheon International Airport Corporation, Mr. Kim Kyung Wook; Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Bapak Faik Fahmi dan jajarannya; Direktur Utama PT Wijaya Karya, Bapak Agung Budi Waskito bersama jajarannya; Wakil Kepala dan Para Anggota beserta seluruh jajaran BP Batam serta Pimpinan Kementerian/Lembaga juga FKPD Tk I dan II yang hadir secara langsung maupun virtual.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di kota Batam memperketat pengawasan PMI yang pulang lewat Batam
batampos – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang masih bertahan diangka seribuan lebih orang.
Meskipun sudah banyak yang dipulangkan karena sudah melalui karantina selama 10 hari dan hasil swab negatif, namun jumlahnya tetap membeludak. Itu karena angka kedatangan PMI dari luar negeri masih tinggi hingga di penghujung tahun ini.
“Masih ada 1.404 orang di sini. Masih banyak karena yang baru tiba juga masih cukup banyak, ” ujar dr Anggota, Selasa (21/12).
Untuk PMI yang terkonfirmasi positif Covid-19 terakhir sebanyak 46 orang. Ini jumlah PMI yang terkonfirmasi positif terbanyak sepanjang bulan ini. Penyebabnya karena memang jumlah PMI yang di lokasi karantina terlampau banyak sehingga over kapasitas. “Itulah faktornya. Banyak yang ditampung jadi banyak juga yang positif, ” ujar Anggitha.
Disampaikan Anggitha, sepanjang bulan ini jumlah PMI yang terkonfirmasi positif cukup banyak diatas angka 100-an orang. Meskipun demikian Anggitha dan petugas keamanan lokasi Rusunawa memastikan bahwa ini tidak berdampak dengan penyebaran Covid-19 di tanah air sebab PMI diawasi dan ditangani secara ketat dan serius oleh petugas di sana. (*)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (istimewa)
batampos – Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan oleh Pemerintah melalui berbagai upaya. Dalam masa pandemi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa PMI juga menjadi perhatian pada masa pandemi Covid-19.
“Kesejahteraan PMI menjadi bagian komitmen Pemerintah bersama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Menko Airlangga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Nasional.
Hal ini salah satunya terwujud melalui perubahan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terkait penyesuaian plafon KUR sesuai penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari maksimal Rp 25 juta menjadi maksimal Rp 100 juta.
Dinilai memiliki keberpihakan dan kepedulian terhadap PMI melalui kebijakan KUR dengan skema baru, Menko Airlangga memperoleh penghargaan Pekerja Migran Indonesia Award sebagai Tokoh Inspiratif pada acara Hari Pekerja Migran Internasional (Migrants Day) 2021 di Jakarta, Sabtu (18/12).
“BP2MI menyampaikan terima kasih dan hormat setinggi-tingginya kepada Bapak Airlangga Hartarto selaku Menko Bidang Perekonomian atas kebijakan yang sangat progresif. Menko Airlangga mendengarkan usulan-usulan BP2MI untuk dilakukan revisi terhadap Peraturan Menko Perekonomian tentang Pedoman Pelaksanaan KUR terhadap PMI,” ujar Benny Rhamdani selaku Kepala BP2MI.
Perubahan kebijakan KUR melalui Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM yakni Perubahan plafon KUR Mikro (tanpa agunan tambahan) dari maksimal Rp50 juta menjadi maksimal Rp100 juta, dan Pengaturan KUR Khusus/Klaster tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR untuk sektor produksi.
Perubahan kebijakan KUR Penempatan PMI termasuk penyesuaian plafon KUR Penempatan TKI dari maksimal Rp25 juta menjadi maksimal Rp 100 juta, Relaksasi kebijakan KUR dengan menghapus tagih KUR yang terkena dampak bencana erupsi Gunung Semeru, dan Perubahan dan Perpanjangan Relaksasi Kebijakan KUR pada Masa Pandemi Covid-19.
Berdasarkan data Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM, realisasi KUR dari bulan Januari 2021 sampai dengan 14 Desember 2021 telah mencapai Rp 271,31 triliun atau 95 persen dari perubahan target tahun 2021 sebesar Rp 285 triliun. KUR tersebut disalurkan kepada 7,15 juta debitur dengan outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp 366 triliun. (*)
Suasana salah satu bengkel Sahabat Daihatsu yang ada di SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah. f. dok. Daihatsu
batampos – Sebagai salah satu pemain otomotif di Indonesia, Daihatsu selalu berusaha memberikan produk berkualitas terbaik yang best value for money, dan cocok dengan masyarakat Indonesia.
Selain dalam hal bisnis, Daihatsu juga ingin sejalan dan berkembang bersama masyarakat untuk menjadi asset yang bermanfaat dan dapat berkontribusi kepada bangsa, salah satunya melalui komitmennya yang diwujudkan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Astra Daihatsu Motor dengan 4 pilar yang terdiri dari Pintar, Sehat, Hijau, dan Sejahtera.
Sebagai salah satu pilar utama, Pintar Bersama Daihatsu merupakan wujud nyata Daihatsu dalam berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sebagai salah satu bagian fundamental dalam mencerdaskan masyarakat, dan menuju sejahtera.
Pada Pilar Pintar, salah satu program yang diimplementasikan yakni fokus dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) otomotif dengan poin pengembangan: Soft Skill, Hard Skill dan Pemenuhan Fasilitas.
Pada praktiknya, dalam mengembangkan kompetensi Hard Skill baik bagi para guru & murid SMK, diperlukan sebuah sarana yang memadai, dan mendukung proses pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, Bengkel Sahabat Daihatsu hadir sebagai tempat pembelajaran, sekaligus dapat menerima perawatan kendaraan secara umum, sehingga dapat meningkatkan kemampuan teknis sesuai dengan standar Daihatsu.
Dimulai dari 2011 sampai saat ini sudah terdapat 12 Bengkel Sahabat Daihatsu di antara 398 SMK Binaan Daihatsu yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Malang dan Sumatera.
“Kami berharap, program Bengkel Sahabat Daihatsu ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta kompetensi SMK otomotif di Indonesia, sekaligus dapat berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (*)