Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 896

8.166 KK Warga Karimun Tidak Layak Menerima BLTS Kesra, Ini Alasannya

0
Rachmadi

batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun hampir selesai melakukan verifikasi terkait penerima bantuan langsung tunai sementara kesejahteraan rakyat (BLTS Kesra). Data yang diverifikasi tersebut merupakan data yang berasal dari data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Rachmadi yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, data yang diterima dari pusat tersebut sebanyak 27.583 kepala keluarga (KK) yang merupakan total seluruh penerima yang terbagi dalam dua jenis.. ”Yakni, keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) atau penerima sembako dan BLTS Kesra,” ujarnya.

Dari DTSEN tersebut, tambahnya, sebanyak 9.154 penerima KPM PKH/ Sembako. Sisanya, sebanyak 18.429 calon penerima BLTS Kesra yang dilakukan verifikasi kembali yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Karimun. Untuk itu, dalam melakukan verifikasi ini pihaknya melibatkan semua kecamatan. Dan, masing-masing kecamatan memerintahkan lurah dan kepala desa untuk melakukan verifikasi.

”Hasil dari verifikasi yang sudah dijalankan menggunakan DTSEN diketahui dari 18.429 calon penerima BLTS Kesra 8.166 KK atau 44 persen dinyatakan tidak layak. Ketidaklayakan ini ini karena memang bukan termasuk kategori penerima sebagai masyarakat miskin, penerima sudah meninggal dunia dan juga ada yang pindah tempat tinggal. Dan, selebihnya 10.164 KK 56 persen dinyatakan layak menerima BLTS Kesra,” ungkap Rachmadi.

BACA JUGA: Bintan Siapkan Anggaran Rp 1,6 Milliar untuk BLT Lansia

Verifikasi yang dilakukan sampai dengan awal bulan ini, katanya, sudah mencapai 99,5 persen. Artinya, dari 14 kecamatan yang ada Kabupaten Karimun, hanya satu Kelurahan di Kecamatan Meral Barat yang belum selesai melakukan verifikasi. Dan, jumlahnya juga tidak banyak, hanya 99 KK lagi yang masih harus diverifikasi.

Menyinggung tentang rencana pemasangan stiker di setiap rumah masyarakat miskin yang
menerima BTLS Kesra dan KPM PKH, Rachmadi menyebutkan, rencana tersebut memang ada
namun harus diputuskan terlebih dulu oleh pimpinan. ”Memang di beberapa daerah lain sudah
melakukan hal itu (pemasangan stiker). Tapi, untuk Karimun masih sekedar wacana,” paparnya.

Data yang dihimpun Batam Pos, calon penerima BLTS Kesra di Karimun paling banyak terdapat di Kecamatan Meral layak sebanyak 1434 KK. Selanjutnya di Kecamatan Kundur Barat jumlah penerima juga cukup banyak, yakni 1022 KK dan tempat ketiga terbanyak di Kecamatan Karimun sebanyak 1020 KK. Sementara, untuk calon penerima BLTS Kesra paling sedikit ada di Kecamatan Selat Gelam dengan jumlah 309 KK. (*)

Reporter: Sandi P

Artikel 8.166 KK Warga KArimun Tidak Layak Menerima BLTS Kesra, Ini Alasannya pertama kali tampil pada Kepri.

Surya Paloh Tegaskan Belum Ada Rencana untuk PAW Sahroni dan Nafa Urbach

0
Bendum Partai Nasdem Ahmad Sahroni.

batampos – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan bahwa partainya belum berencana untuk melakukan penggantian antarwaktu (PAW) setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menjatuhkan sanksi terhadap Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.

“Sampai saat ini belum karena memang kita menghormati segala proses itu ya,” Surya usai acara FunWalk HUT Ke-14 NasDem di Jakarta, Minggu (9/11).

Dia menjelaskan bahwa mekanisme yang dilakukan oleh MKD DPR RI harus dihormati. Sebelumnya, kata dia, partai pun sebelumnya sudah menjatuhkan sanksi nonaktif kepada Sahroni dan Nafa Urbach.

“Partai sudah memberikan nonaktif, MKD laksanakan prosesnya sebagaimana mekanisme yang ada di dewan,” kata dia.

Sebelumnya, Partai NasDem menyatakan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan sebagai Anggota DPR RI, buntut adanya sorotan dari publik yang juga terkait dengan aksi demonstrasi besar-besaran pada akhir Agustus 2025. Selain dari NasDem, ada juga tiga legislator lainnya dari partai yang berbeda-beda.

Kemudian MKD DPR RI pun memproses dugaan pelanggaran kode etik, menyusul adanya penonaktifan lima Anggota DPR RI tersebut.

Hasilnya, MKD DPR RI menyatakan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach melanggar kode etik. Selain itu, Sahroni dihukum nonaktif selama enam bulan, dan Nafa selama tiga bulan, sejak mereka dinonaktifkan oleh partai. (*)

Artikel Surya Paloh Tegaskan Belum Ada Rencana untuk PAW Sahroni dan Nafa Urbach pertama kali tampil pada News.

Stok Pertamax Kosong di SPBU, Pertamina Sebut Rantai Pasok Berprogres Namun Belum Stabil

0
Kelangkaan BBM jenis Pertamax membuat pemilik kendaraan yang tak punya barcode BBM subsidi menjadi kelimpungan. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam mengalami kekosongan BBM jenis Pertamax dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat sebagian warga kebingungan karena bahan bakar jenis Pertalite justru tersedia normal di hampir seluruh SPBU.

Kepala Cabang Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko tak membantah hal itu. Menurutnya pasokan Pertamax di wilayah Batam memang belum sepenuhnya stabil. Namun, ia memastikan suplai bahan bakar terus membaik secara bertahap.

“Rantai pasok atau supply chain nasional memang berprogres, tapi belum sepenuhnya stabil. Ada riak-riak kecil di lapangan yang masih kami atasi,” ujar Bagus saat dikonfirmasi, Minggu (9/11).

Baca Juga: Pertamax Langka di Batam, Pengendara Mobil Tanpa Barcode Kelimpungan Cari BBM

Menurutnya, kondisi ini bersifat sementara dan akan kembali normal dalam waktu dekat. Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak distribusi nasional untuk memastikan suplai Pertamax ke wilayah Kepri tidak lagi terganggu.

“Situasi ini membaik secara bertahap, namun memang butuh waktu agar benar-benar stabil,” ujarnya.

Meski demikian, Bagus menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan bakar. Produk Pertalite sebagai alternatif gasoline masih tersedia di seluruh SPBU di wilayah Kepri.

“Kami pastikan Pertalite tetap tersedia 100 persen di semua SPBU. Jadi, masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan bakar sesuai kebutuhan,” kata Bagus.

Selain itu, untuk mengantisipasi keluhan di lapangan, Pertamina Sales Area Retail Kepri juga membuka posko layanan solusi bagi warga yang mengalami kendala saat mendaftar atau menggunakan QR Subsidi Tepat untuk pembelian Pertalite.

Baca Juga: Investasi Batam Tembus Rp54,7 Triliun, PMDN Dominasi Perekonomian

“Setiap hari kerja kami buka posko layanan QR di kantor area retail Kepri. Tujuannya agar masyarakat bisa langsung menyampaikan kendala dan kami bantu penyelesaiannya,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa pengendara di Batam mengaku sempat kesulitan mencari SPBU yang masih memiliki stok Pertamax. Sebagian terpaksa beralih ke Pertalite untuk sementara waktu.

“Biasanya saya isi Pertamax di SPBU dekat Batam Center, tapi dua hari ini kosong. Akhirnya isi Pertalite dulu,” ujar Ardi, salah seorang pengendara motor. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Artikel Stok Pertamax Kosong di SPBU, Pertamina Sebut Rantai Pasok Berprogres Namun Belum Stabil pertama kali tampil pada Metropolis.

Manchester City Hajar Liverpool 3–0, Kemenangan ke-1.000 bagi Pep Guardiola

0
Erling Haaland melakukan selebrasi usai menciptakan gol untuk Manchester City. (Foto: Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)

batampos – Manchester City berhasil menghajar Liverpool di laga pekan ke-11 Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (09/11/2025) malam WIB. Mereka menghajar sang rival dengan skor 3-0.

Pep Guardiola mengatakan, kemenangan 3–0 Manchester City atas Liverpool di Stadion Etihad merupakan bukti bahwa The Citizens siap bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris 2025/2026.

City kini hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen Arsenal. Kemenangan itu berkat sumbangan gol dari Erling Haaland, Nico Gonzalez, dan penampilan menawan Jeremy Doku, menutup pesta ke gawang Liverpool.

Kemenangan krusial yang didapat City ini terjadi 24 jam setelah tim Mikel Arteta bermain imbang 2–2 melawan Sunderland. Guardiola mengatakan, duel melawan sang juara bertahan ini terasa sangat penting.

“Saya rasa Liverpool dan kami berkata oh wow Arsenal akhirnya kehilangan poin dan kebobolan dua gol. Tapi pada akhirnya kami harus melakukannya (merebut kemenangan) dan saya bilang kepada para pemain jangan lakukan itu karena kemarin Arsenal tidak menang,” ujar Pep.

“Lakukan itu karena kami yakin pada diri sendiri bahwa kami bisa bermain melawan juara Inggris dan menunjukkan kepada mereka (Arsenal) bahwa kami (City) siap untuk berada di sana (papan atas) bersama mereka musim ini’. Hari ini kami membuktikannya. Kami berhasil,” sambung dia.

Doku tampil gemilang dalam duel melawan The Reds kali ini. Dia berhasil memenangkan penalti di menit awal yang gagal dieksekusi Haaland sebelum mencetak gol penutup yang menakjubkan di babak kedua.

Guardiola terkesan dengan winger cepat asal Belgia itu. Terutama setelah bek kanan Liverpool Conor Bradley bermain sangat baik melawan bintang Real Madrid Vinicius Junior pada laga sebelumnya di Liga Champions. Doku bisa mengatasinya.

“Dia (Doku) menuntut dirinya untuk menjadi lebih baik, dia mendengarkan (instruksi saya), dan dia memiliki kemampuan khusus dalam menggiring bola. Hari ini, Conor (Bradley) bek kanan Liverpool, saya sungguh terkesan (dengan perlawanan Doku),” puji pelatih Spanyol ini.

“Pep Lijnders memberi tahu saya seribu hal yang luar biasa tentang pemain itu (Bradley), dia bisa melakukan segalanya. Saya tahu pertandingan melawan (Real) Madrid betapa bagusnya (dia) melawan Vinícius,” lanjut Pep.

“Dan dia (Doku) bisa mengatasinya. Dia agresif, cepat (bergerak) tanpa bola, dan kami berusaha membantunya. Dia bermain sangat luar biasa,” jelasnya soal penampilan memukau pemain andalannya yang kini sedang naik daun tersebut.

Kemenangan atas Liverpool ini adalah cara sempurna bagi Guardiola untuk merayakan pertandingan ke-1.000 sebagai manajer, dengan melatih tiga klub raksasa seperti Barcelona, Bayern Munchen dan kini Manchester City.

“Terima kasih kepada para pemain dan staf (City) karena telah memberi saya hadiah (kemenangan) yang luar biasa, melawan lawan terpenting yang kami hadapi selama saya di sini,” kata Guardiola.

“Senang rasanya bermain melawan mereka (Liverpool) dan melihat Virgil (van Dijk), (Andrew) Robertson, Mo Salah setelah semua perjuangan yang kami lalui. Ini adalah malam yang istimewa bersama anak-anak saya di sini,” ungkap pria berusia 54 tahun ini. (*)

Artikel Manchester City Hajar Liverpool 3–0, Kemenangan ke-1.000 bagi Pep Guardiola pertama kali tampil pada Olahraga.

Jalan Lebar Batamkota-Nongsa Kini Terang, Pengguna Jalan Berharap PJU Tak Cepat Padam

0
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di Jalan Sudirman, Batam Centre, Rabu (8/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Setelah sekian lama gelap gulita di malam hari, ruas Jalan Sudirman dari simpang KDA hingga Jalan Hang Tuah menuju simpang Batu Besar, Nongsa kini mulai terang benderang. Penerangan jalan umum (PJU) di kawasan itu telah terpasang dan sudah berfungsi sebagian sejak beberapa hari terakhir.

Pantauan di lapangan, deretan tiang lampu baru tampak berjejer rapi di sepanjang jalan utama tersebut. Cahaya putihnya mulai menyinari badan jalan yang sebelumnya kerap dikeluhkan pengguna jalan karena gelap dan berbahaya.

Warga dan pengendara menyambut gembira. Mereka menilai, pemasangan PJU ini bukan sekadar mempercantik kawasan, tapi juga meningkatkan rasa aman saat berkendara di malam hari.

“Dulu kalau lewat sini malam-malam agak ngeri juga. Gelap banget, apalagi kalau hujan. Sekarang sudah terang, rasanya lebih tenang,” ujar Rini, seorang pengendara yang setiap hari melintas dari arah KDA menuju Nongsa.

Ia mengaku, selama ini kerap menyalakan lampu jauh saat melewati jalur tersebut agar bisa melihat jelas kondisi jalan. Kini, katanya, ia tak perlu lagi was-was karena penerangan sudah cukup merata di sepanjang jalur utama.

“Sekarang lebih nyaman dan terasa aman. Jalan ini kan ramai, banyak kendaraan besar juga lewat, jadi penerangan memang penting,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Dedi, pengendara ojek online yang sering melintas malam hari. Ia mengatakan, dengan adanya penerangan, potensi kecelakaan bisa ditekan karena jarak pandang pengendara kini jauh lebih baik.

“Kalau dulu sering banget hampir tabrakan, soalnya gelap. Apalagi banyak kendaraan yang tidak memiliki lampu. Sekarang lampunya sudah nyala, kelihatan jelas jalan,” ucapnya.

Menurut Dedi, penerangan ini juga membantu para pengendara yang bekerja malam hari, terutama ojek online dan pengemudi logistik, yang sebelumnya harus ekstra hati-hati.

Selain faktor keselamatan, warga sekitar juga mengaku lingkungan kini tampak lebih hidup. Beberapa pedagang mulai berjualan di pinggir jalan karena kondisi penerangan yang lebih aman dan nyaman.

“Kalau terang begini, suasana jadi lebih ramai. Kami juga lebih tenang kalau anak-anak pulang malam,” kata seorang warga yang berdagang di sekitar simpang Hang Tuah.

Ia berharap,kondisi PJU yang hidup itu tak hanya sementara. Jangan sampai kabel-kabel lampu juga dicuri pihak-pihak tak bertanggungjawab.

“Harus benar-benar diawasi, jangan sampai hidup seminggu, kemudian mati karena kabel dicuri,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Jalan Lebar Batamkota-Nongsa Kini Terang, Pengguna Jalan Berharap PJU Tak Cepat Padam pertama kali tampil pada Metropolis.

Menkeu Purbaya Kaji Pengenaan Cukai Popok hingga Tisu Basah

0
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

batampos – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan akan memperluas potensi penerimaan negara dengan menambah popok atau diapers, alat makan dan minum sekali pakai hingga tisu basah sebagai barang kena cukai (BKC) baru.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang rencana strategis sektor kepabeanan dan cukai. Melalui peraturan itu, Pemerintah telah merumuskan sasaran strategis untuk meningkatkan penerimaan negara yang optimal.

“Telah dilaksanakan melalui penyusunan kajian potensi Barang Kena Cukai (BKC) berupa diapers dan alat makan dan minum sekali pakai, serta kajian ekstensifikasi cukai tisu basah,” bunyi informasi dalam PMK tersebut, dikutip Senin (10/11).

Tak hanya berlaku untuk popok hingga tisu basah, Pemerintah juga rupanya tengah berencana melakukan perluasan basis penerimaan dengan usulan kenaikan batas atas Bea Keluar Kelapa Sawit.

Terkait Bea Keluar, telah ditetapkan PMK Nomor 38 Tahun 2024 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. Selain itu juga diterbitkan pengenaan pajak atas natura dan kenikmatan melalui penetapan PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan, dan PMK Nomor 66 Tahun 2023 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan dengan Pekerjaan atau Jasa yang Diterima atau Diperoleh dalam Bentuk Natura dan/atau
Kenikmatan.

“Pemerintah terus berupaya untuk menyempurnakan tata kelola PNBP antara lain melalui revisi atas 3 (tiga) Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan Peraturan Menteri Keuangan sebagai teknis pelaksanaannya.

“Sebagai bagian dari optimalisasi PNBP, Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap regulasi yang mengatur jenis dan tarif PNBP,” bunyi beleid dalam PMK tersebut.

Sebelumnya, Kemenkeu mencatat bahwa penerimaan perpajakan sampai akhir September 2025 tercatat Rp 1.516,6 triliun. Menurun 2,9 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Realisasi pendapatan lebih rendah secara nominal dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Tekanan terutama berasal dari penurunan harga komoditas global yang memengaruhi penerimaan perpajakan, khususnya dari sektor migas (minyak dan gas) serta tambang. Di sisi lain, penerimaan pajak penghasilan (PPh) badan dan pajak pertambahan nilai (PPN) domestik sedikit tertahan akibat turunnya harga komoditas seperti batu bara dan sawit. Namun, sektor manufaktur dan jasa masih memberikan kontribusi positif terhadap penerimaan. (*)

Artikel Menkeu Purbaya Kaji Pengenaan Cukai Popok hingga Tisu Basah pertama kali tampil pada News.

Investasi Batam Tembus Rp54,7 Triliun, PMDN Dominasi Perekonomian

0
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis.

batampos – Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kini menjadi penggerak utama roda ekonomi di Kota Batam. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat, hingga triwulan III tahun 2025, nilai investasi di kawasan tersebut telah mencapai Rp54,7 triliun atau naik 25,58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Anggota Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyebut capaian ini menjadi bukti kuat bahwa sektor usaha domestik memiliki peran signifikan dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah.

“Saat ini, PMDN menjadi penggerak utama ekonomi Batam. Tren Penanaman Modal Asing (PMA) juga terus menunjukkan peningkatan,” katanya, Jumat (7/11).

Pertumbuhan investasi tersebut tidak lepas dari kebijakan dan langkah strategis BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Salah satu fokus utama BP Batam adalah memastikan stabilitas dan kepastian hukum bagi para investor, baik lokal maupun asing.

Baca Juga: BP Batam Belum Proses Izin karena Ada Kendala, Nelayan Dirugikan

“Komitmen kami adalah menjaga kepercayaan dunia usaha melalui sistem pelayanan yang cepat, transparan, dan berorientasi pada solusi,” katanya.

Di sisi lain, BP Batam menghadirkan Dashboard Investasi, sebuah platform digital untuk menangani keluhan dan aduan investor secara cepat. Fary menyebut, program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelayanan publik di sektor investasi.

Selain inovasi digital, BP Batam juga rutin melaksanakan survei kepuasan layanan untuk mengukur efektivitas sistem pelayanan yang dijalankan. Hasil survei tersebut menjadi bahan evaluasi internal agar kualitas pelayanan publik tetap terjaga dan inklusif bagi seluruh pelaku usaha.

Dia menilai, meningkatnya peran PMDN menunjukkan adanya kepercayaan yang kuat dari pengusaha nasional terhadap prospek ekonomi Batam. Para investor lokal kini tidak hanya bergerak di sektor industri manufaktur, tetapi juga mulai merambah ke sektor jasa, logistik, dan properti.

“Stimulus kebijakan dan kemudahan layanan yang kami dorong turut membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha dalam negeri untuk berkembang,” ujarnya.

Baca Juga: Sejumlah Jabatan Strategis di Pemko Batam Kosong

BP Batam berharap, tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2025. Dengan peran kuat PMDN dan dukungan PMA yang stabil, Batam diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai kawasan investasi strategis nasional yang tumbuh secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Apindo Kepri, Stanly Rocky, mengapresiasi kinerja BP Batam dalam menjaga iklim usaha. Ia menilai, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Batam yang semakin kompetitif.

“Melalui dialog seperti ini, kami optimistis Batam akan semakin siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di Indonesia,” kata dia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Investasi Batam Tembus Rp54,7 Triliun, PMDN Dominasi Perekonomian pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan

0
Ilustrasi berjalan kaki 2 -5 menit setelah makan baik untuk menstabilkan gula darah. (dok jawapos.com)

batampos – Penelitian menunjukkan bahwa berjalan, bahkan dalam durasi singkat, dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Salah satu topik yang kini menarik perhatian adalah jalan kaki setelah makan.

Apakah benar aktivitas sederhana ini bisa membantu pencernaan dan menyehatkan jantung, atau justru berisiko menimbulkan gangguan perut?

Jalan kaki dikenal sebagai olahraga berdampak rendah yang cocok untuk hampir semua kalangan. Berjalan setelah makan ternyata dapat memberikan efek positif bagi tubuh, terutama bagi sistem pencernaan dan metabolisme.

Dilansir melalui Medical News Today, terdapat sebuah studi tahun 2020 yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang, termasuk berjalan kaki, dapat mengurangi gejala perut kembung dan gas hingga 50% pada penderita sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome). Gerakan tubuh saat berjalan membantu merangsang sistem pencernaan dan mempercepat proses pengosongan lambung, meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada populasi tertentu.

Penelitian lain di Jerman menemukan bahwa berjalan setelah makan mempercepat proses perpindahan makanan dari lambung ke usus kecil, meskipun tidak selalu berdampak langsung pada pengurangan gejala pencernaan. Artinya, meski hasilnya berbeda-beda, sebagian besar temuan menunjukkan bahwa berjalan setelah makan dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien dalam mencerna makanan.

Membantu Mengontrol Gula Darah dan Kesehatan Jantung

Salah satu manfaat paling signifikan dari berjalan setelah makan adalah pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Setelah makan, kadar glukosa dalam darah akan meningkat, terutama jika makanan mengandung karbohidrat. Tubuh kemudian melepaskan insulin untuk menyeimbangkan kadar gula tersebut.

Penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa berjalan kaki setelah makan lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah dibandingkan berjalan sebelum makan. Aktivitas ini membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih baik, mengurangi risiko resistensi insulin, dan mendukung metabolisme yang sehat.

Selain membantu mengendalikan gula darah, berjalan secara rutin juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas fisik sedang selama 30 menit, lima kali seminggu, dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat (LDL). Dengan kata lain, tiga kali jalan kaki selama 10 menit setelah sarapan, makan siang, dan makan malam bisa memberi efek yang sama dengan satu sesi latihan 30 menit.

Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kualitas Tidur

Selain manfaat fisik, berjalan juga memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Aktivitas ini menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sekaligus merangsang pelepasan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan memberikan rasa tenang.

Meski belum ada bukti langsung bahwa berjalan setelah makan secara spesifik meningkatkan kesehatan mental, aktivitas ini dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi stres setelah seharian beraktivitas.

Selain itu, berjalan juga dapat memperbaiki kualitas tidur. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan hingga sedang dapat membantu mengatasi insomnia. Berjalan santai setelah makan malam membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan fase tidur dalam (deep sleep). Namun, aktivitas berat justru bisa menstimulasi tubuh secara berlebihan dan mengganggu waktu tidur.

Potensi Risiko dan Cara Menentukan Waktu yang Tepat

Meski aman bagi kebanyakan orang, berjalan segera setelah makan bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi sebagian individu. Beberapa orang mungkin mengalami sakit perut, mual, atau perut terasa penuh karena makanan dalam lambung belum tercerna sepenuhnya.

Untuk mencegah hal ini, penting untuk memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Setelah makan besar, sebaiknya tunggu 20–30 menit sebelum berjalan agar pencernaan memiliki waktu untuk bekerja. Jika hanya mengonsumsi camilan ringan, berjalan segera setelahnya umumnya tidak menimbulkan masalah.

Setiap orang memiliki kondisi pencernaan yang berbeda, sehingga waktu ideal untuk berjalan bisa bervariasi. Kuncinya adalah mendengarkan tubuh dan menyesuaikan kebiasaan dengan kenyamanan pribadi.

Durasi jalan kaki pun sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan. CDC merekomendasikan total aktivitas fisik 30 menit per hari, tetapi durasi ini bisa dipecah menjadi beberapa sesi pendek. Misalnya, tiga kali jalan kaki selama 10 menit setelah makan bisa memberikan manfaat yang sama dengan berjalan 30 menit sekaligus.

Selain durasi, intensitas jalan kaki juga perlu diperhatikan. Aktivitas ringan hingga sedang adalah pilihan terbaik setelah makan. Jalan kaki santai yang membuat jantung sedikit berdetak lebih cepat tanpa membuat napas terengah sudah cukup untuk memberikan manfaat kesehatan tanpa membebani sistem pencernaan.

Pada akhirnya, kuncinya ada pada keseimbangan. Tidak harus langsung berjalan setiap kali selesai makan, tetapi menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian akan memberikan manfaat besar bagi tubuh secara keseluruhan. Bahkan jika dilakukan pada waktu lain, berjalan tetap menjadi kebiasaan sehat yang mendukung metabolisme, meningkatkan energi, dan memperpanjang umur. (*)

Artikel Ini Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Fefen, Penjaga Kantor Bupati Anambas dari Bupati Pertama hingga Bupati Aneng

0

 Bagi Fefen, Kantor Bupati bukan sekadar tempat kerja, tapi juga rumah. Di sanalah ia menata hidup, menjaga kebersihan, dan mengabdi untuk lima pemimpin berbeda dengan ketulusan yang tak pernah pudar.

***

Fefen

Di balik indahnya taman yang tertata rapi dan halaman kantor yang bersih di lingkungan Kantor Bupati Kepulauan Anambas, ada sosok sederhana yang setiap hari bekerja tanpa sorotan kamera, tanpa sambutan tepuk tangan, dan tanpa tanda jasa megah.

Namanya Effendi, atau akrab disapa Fefen, lelaki yang menjaga keindahan dan kenyamanan lingkungan pemerintahan itu dengan sepenuh hati.

Setiap pagi, sebelum mentari muncul di ufuk timur, langkah kakinya sudah terdengar di halaman kantor.

Embun masih menggantung di dedaunan, sementara Fefen telah lebih dulu menyiapkan alat kebersihan.

Ia memulai harinya dengan sapuan lembut di lantai teras, seolah setiap ayunan sapu adalah doa untuk rezeki dan ketenangan hari itu.

BACA JUGA: Pulau Jemaja Punya Jalan Baru, Bupati Aneng Pantau Progres di Lapangan

Fefen bukanlah pejabat tinggi, bukan pula sosok yang sering tampil dalam rapat atau acara resmi. Namun, setiap sudut kantor yang bersih dan harum adalah hasil tangannya.

Fefen, sang penjaga Kantor Bupati Anambas sedang membersihkan area kantor. f.agus untuk batampos

“Bekerja dengan ikhlas itu sudah kewajiban,” ujarnya sambil tersenyum, saat ditemui di sela kesibukannya, Minggu (9/11).

Sejak Januari 2010, Effendi mengabdikan diri di Kantor Bupati sebagai pegawai tidak tetap (PTT).

Tak pernah ada keluhan dari bibirnya, meski pekerjaan sering kali melelahkan. Ia tidak mengenal kata libur jika halaman terlihat kotor.

Kini, setelah 15 tahun mengabdi, ketulusan itu akhirnya berbuah manis, ia resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahap pertama tahun 2024.

Namun, status barunya itu tak mengubah sikapnya sedikit pun. Justru, semangatnya kian membara.

“Jabatan hanyalah status di kertas, tapi pengabdian datang dari hati,” ucapnya lirih.

Ia sadar, kebersihan bukan sekadar tugas, melainkan bentuk pelayanan.
Yang membuat kisahnya kian mengharukan, Effendi tinggal di lingkungan kantor, tepatnya di sebuah gudang kecil yang ia perbaiki sendiri menjadi tempat beristirahat.

Tempat sederhana itu menjadi saksi betapa ia nyaris tidak pernah meninggalkan area kerja.

“Saya tinggal di sini saja. Kalau malam hujan atau angin kencang, saya bisa langsung pastikan semuanya aman,” katanya sambil tersenyum.

Selama bertahun-tahun, Effendi menjadi saksi perubahan kepemimpinan di Anambas. Ia telah melayani lima orang Bupati mulai dari Tengku Muhtaruddin, Yusrizal, Abdul Haris, Eko Sumbaryadi, hingga Aneng yang kini menjabat.

Setiap kali pergantian kepemimpinan terjadi, Fefen tetap di tempat yang sama, menjalankan tugas yang sama, dengan hati yang tetap tulus.

“Kalau Bupati selesai kerja jam sepuluh malam, saya baru mulai bersih-bersih ruangannya. Saya ingin saat beliau datang pagi, ruangannya sudah nyaman. Itu bagian kecil dari tanggung jawab saya,” kalimat itu diucapkannya tanpa nada sombong, hanya dengan kelembutan khas orang yang mencintai pekerjaannya.

Bagi rekan-rekannya, Fefen bukan sekadar petugas kebersihan. Ia adalah teladan.

Ia selalu datang lebih awal dari jam kerja, dan hampir selalu menjadi orang terakhir yang pulang.

Tidak jarang, ia membantu hal-hal di luar tugasnya, memindahkan barang, menyiapkan ruangan rapat, bahkan membantu menyalakan genset ketika listrik padam. Semua dilakukan tanpa pamrih.

“Bang Fefen itu kalau diminta tolong nggak pernah nolak. Bahkan kalau cuma disuruh ambil air atau bantu angkat dokumen pun dia senang hati,” ujar seorang pegawai Sekretariat Daerah.

Di luar jam kerjanya, siapa sangka, Effendi punya keahlian lain. Ia dikenal masyarakat sebagai tukang urut tradisional.

Kemampuannya dalam menangani keseleo, pegal, hingga patah tulang ringan membuat namanya dikenal luas, bukan hanya di kalangan masyarakat biasa, tapi juga pejabat daerah.

Banyak yang datang diam-diam ke tempat tinggalnya, bukan untuk urusan kantor, melainkan untuk berobat.

Di balik tangan kasarnya, ada kelembutan dan empati yang membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya.

Fefen tidak pernah bermimpi menjadi orang besar. Ia tidak menuntut penghargaan atau promosi jabatan.

Baginya, bekerja dengan jujur dan ikhlas sudah cukup mulia. Setiap hari, ia berusaha menjadikan lingkungan kantor sebagai tempat yang bersih dan damai, bukan karena diperintah, tapi karena ia merasa memiliki tempat itu.

“Kalau kantor bersih, orang yang datang juga senang. Pemerintah jadi terlihat tertib,” kata Fefen. Kalimat sederhana itu mengandung filosofi mendalam tentang arti pelayanan publik.

Dalam diamnya, Effendi sesungguhnya adalah wajah sejati dari pelayan publik. Ia tidak berpidato, tidak membuat kebijakan, tapi tindakannya sehari-hari memberi pelajaran besar tentang kejujuran dan pengabdian.

Banyak orang yang bekerja demi gaji, tapi Fefen bekerja demi tanggung jawab.

BACA JUGA: Kapolres Anambas Benarkan Penangkapan Camat Siantan Tengah

Banyak yang bekerja untuk dipuji, tapi ia bekerja untuk kepuasan batin. Dan di antara tumpukan berkas, langkah para pejabat, dan riuhnya aktivitas kantor, sosoknya tetap berjalan pelan, menyapu, mengelap, dan menjaga kebersihan, seolah seluruh dunia bergantung pada sapu di tangannya.

Kini, ketika ia menatap halaman yang rapi di bawah sinar matahari sore, mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa di balik kebersihan itu ada kerja keras, peluh, dan ketulusan seorang Fefen.

Tapi baginya, itu tidak penting. Yang penting, kantor tetap indah, nyaman, dan layak disebut “wajah pemerintahan”.

Effendi adalah pengingat bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari seragam, pangkat, atau meja kerja, melainkan dari hati yang tulus dalam melayani.

Ia mungkin hanya seorang petugas kebersihan, tapi dari tangannya, lahir rasa hormat yang sesungguhnya bagi Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dan di setiap langkah kecilnya yang menyapu debu, ia sebenarnya sedang menulis sejarah, tentang kesetiaan, tentang kerja tanpa pamrih, dan tentang cinta kepada tanah yang ia layani tanpa henti. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Fefen, Penjaga Kantor Bupati Anambas dari Bupati Pertama hingga Bupati Aneng pertama kali tampil pada Kepri.

Menyongsong Babak Baru Energi Hijau di Perbatasan Negeri

0

Sejumlah perusahaan besar di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini membalik lembaran lama penggunaan energi berbasis fosil menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menetapkan Batam sebagai salah satu kota percontohan proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI), kian melecut gerakan transformasi tersebut. Imbasnya, investasi di wilayah perbatasan ini tumbuh subur dan mencatat lonjakan yang signifikan.

Reporter: RATNA IRTATIK

Di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, transformasi energi ini sudah terlihat secara nyata sejak sekitar tiga tahun lalu. Salah satunya, ketika PT Taman Resor Internet atau PT Tamarin menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT PLN Batam untuk menggunakan EBT dari rencana pengelolaan listrik untuk Data Centre di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Oktober 2022 lalu.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Uma, Lubukbaja, Kota Batam. f. Dokumentasi PLN Batam untuk Batam Pos

PT Tamarin adalah anak perusahaan dari Citramas Group, yang merupakan pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, yang memegang otoritas untuk mengelola KEK Nongsa.

Sebagai Badan Usaha Pembangun dan Badan Usaha Pengelola KEK Nongsa (BUPP KEK Nongsa) berdasarkan Keputusan Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021 tanggal 5 Juli 2021, tentu memerlukan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan Data Centre di KEK Nongsa.

“Tamarin telah berhasil menarik investor untuk membangun Data Centre di Nongsa dan memerlukan tenaga listrik yang andal dan berkesinambungan sesuai dengan standar Data Centre untuk TIER 3 dan TIER 4,” ujar Michael Kristian Wiluan atau yang akrab disapa Mike Wiluan, Direktur Utama PT Tamarin.

Standar TIER 3 dengan tingkat uptime hingga 99,982 persen dan TIER 4 hingga 99,995 persen, menuntut infrastruktur yang jauh melampaui sekadar koneksi listrik biasa. Karena itu, PT Tamarin memilih dua sumber utama listrik yakni PLN Batam dan PT Maxpower Indonesia, sambil merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai “cadangan energi hijau”.

Untuk diketahui, PLTS adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi dari cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik. Komponen utama dari PLTS adalah panel surya fotovoltaik yang dapat mengonversi energi matahari menjadi energi listrik sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan listrik.

“Dalam perencanaan, akan dibangun PLTS untuk menambah back-up (penopang) sekaligus sebagai green energy untuk Data Centre. Perkiraan kami, diperlukan saluran listrik sebesar 530 Mega Watt (MW) sampai tahun 2030,” tambah Mike.

Kebijakan menerapkan energi bersih di sektor industri di Batam, tidak hanya terbatas di kawasan Nongsa. Di Kecamatan Batuampar, PT McDermott Indonesia, perusahaan yang menyediakan solusi pengembangan lapangan lepas pantai asal Amerika yang sudah beroperasi sejak 1970 di Kota Batam, juga sudah lebih dulu memanfaatkan EBT dari panel surya atap atau PLTS atap yang menghasilkan sekitar 8 MWh per tahun usai penandatanganan kerja sama dengan PLN Batam, November 2021 lalu.

“Pemanfaatan EBT sudah menjadi tuntutan global untuk menurunkan emisi serta mendorong sektor industri menuju industri hijau,” kata Syahrial, Manager Government Affair McDermott, kala itu.

Langkah-langkah transisi energi dari sektor bisnis dan industri tersebut, sejalan dengan kebijakan nasional. Bahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) menetapkan Kota Batam sebagai salah satu kota percontohan (pilot project) untuk implementasi proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI). Penetapan ini berdasarkan surat Dirjen EBTKE nomor B-605/EK.02/DJE/2025.

Proyek SETI merupakan inisiatif yang didanai oleh Kementerian Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) Jerman melalui skema International Climate Initiative (IKI), dan dijalankan oleh konsorsium Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Institute for Essential Services Reform (IESR), World Resources Institute (WRI) dan Yayasan Indonesia CERAH, bekerja sama dengan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.

“Batam sangat menarik karena ini adalah zona industri khusus. Ada pusat data dan kebutuhan listrik yang meningkat,” kata Lisa Tinschert dari GIZ Indonesia/ASEAN, mitra Jerman dalam proyek SETI saat rapat perdana (Kick-Off) dalam rangka implementasi proyek SETI di Batam yang digelar di Swiss-Belhotel, Harbour Bay, Kota Batam, Rabu (25/6/2025) lalu.

Penetapan Batam sebagai salah satu kota percontohan bukan tanpa alasan. Survei awal proyek mencatat 269.864 bangunan di Batam dengan 91 persen residensial dan sisanya sosial atau bisnis, merupakan objek efisiensi energi dan integrasi EBT. Ditambah, potensi penyinaran harian sekitar 4,8-5,0 kWh/m², membuat Batam ideal untuk PLTS atap maupun skala besar.

Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, secara daring mengatakan bahwa Batam menjadi salah satu percontohan nasional bersama Surabaya.

“Melalui proyek SETI ini, kami telah melakukan survei dan membuat beberapa kriteria untuk menentukan kota mana yang akan menjadi pilot project, dengan mempertimbangkan kapasitas sumber daya manusia, konsumsi listrik, potensi energi terbarukan, inisiatif keberlanjutan yang sudah ada, dan potensi pertumbuhan ke depan. Kota yang terpilih satunya adalah Batam,” kata Sahid.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam ikut menyuarakan kegembiraan atas arah perubahan transisi energi tersebut. Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi kepada ESDM dan EBTKE atas penetapan Batam sebagai kota percontohan.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Batam dengan harapan semoga proyek SETI mampu meningkatkan penggunaan energi berkelanjutan di Kota Batam sekaligus menyosialisasikan pentingnya penggunaan energi hijau tersebut,” ujar Wali Kota yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Batam kala itu, Jefridin.

Program SETI memang bertujuan mendukung terciptanya ekosistem kelembagaan, regulasi dan pembiayaan yang efektif bagi transisi energi di kota-kota percontohan.

“Saya berharap melalui proyek ini dapat mendorong transisi energi di kawasan lain. Peran Batam sebagai pusat pertumbuhan tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi hub bagi inovasi dan penerapan berbagai macam teknologi, termasuk teknologi energi baru terbarukan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, manfaat ekonomi dari transisi energi juga tampak jelas. Dari sisi lingkungan dan sosial, transisi ini menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas hidup masyarakat.

“Dari segi lingkungan, dengan beralih ke energi bersih, kita akan berkontribusi signifikan terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, memitigasi dampak perubahan iklim, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Batam. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Sedangkan secara ekonomi, transisi energi akan menciptakan peluang investasi baru, lapangan kerja hijau, dan diversifikasi ekonomi.

“Batam bisa menjadi pusat manufaktur komponen EBT, pusat penelitian dan pengembangan, serta tujuan investasi energi bersih. Hal ini tentu akan meningkatkan daya saing ekonomi Batam di tingkat regional dan global,” jelasnya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Moncer

Pengaruh berbagai kebijakan tersebut memang mulai dirasakan hasilnya dalam geliat ekonomi dan investasi di Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir.

Merujuk data dari Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), pada Triwulan II 2025, realisasi investasi mencapai Rp9,6 triliun, naik 11 persen dibanding Triwulan I dan tumbuh 97 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Sejak awal kami memegang mandat Presiden, kami langsung bekerja memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan berdampak. Kenaikan ini menandakan kepercayaan pasar semakin kuat,” ujar Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Dari jumlah itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp3,88 triliun atau 40,6 persen dari target, serta tumbuh 44 persen secara kuartalan dan 105 persen secara tahunan. “Kami menyaksikan perubahan struktur. PMDN tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi bagian inti dari sistem produksi di kawasan,” imbuh Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam.

Dengan lonjakan investasi ini, Batam mulai mengukuhkan dirinya sebagai magnet global dan domestik. Sektor logistik, pengemasan, dan energi bersih yang sebelumnya didominasi investor asing kini mulai diisi oleh pelaku lokal, menandakan kematangan ekosistem industrial Batam.

Sementara dari sektor pertumbuhan ekonomi, Kota Batam juga mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 6,66 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan II 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,3 persen.

Pembukaan rapat perdana implementasi proyek SETI dari Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Rabu (25/6/2025) lalu. F. Diskominfo Batam untuk Batam Pos

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Batam menyumbang lebih dari 66 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi, melampaui pertumbuhan sektor non-migas provinsi yang tercatat sebesar 5,24 persen.

Sementara itu, sebagai pendorong utama, lonjakan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 9,22 persen, memberikan kontribusi 3,81 poin persentase terhadap total pertumbuhan ekonomi Batam.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis mengatakan bahwa angka tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang kuat. Serta, percepatan pembangunan kapasitas produksi di sektor manufaktur bernilai tambah, logistik, dan ekonomi digital.

“Data ini mengonfirmasi strategi kami bahwa Batam adalah kota yang digerakkan oleh investasi,” ujar Fary Francis.

BP Batam telah meluncurkan Rencana Strategis 2025–2029. Sejalan dengan visi pemerintah pusat yang menargetkan pertumbuhan nasional 8 persen pada 2029, Batam ditargetkan lebih tinggi yakni pertumbuhan ekonomi 10 persen pada tahun yang sama.

Targetkan Peningkatan EBT secara Signifikan

Meski momentum positif mulai terbentuk, realitas transisi energi di Batam masih menghadapi sejumlah tantangan besar.

Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana, menyatakan bahwa sistem kelistrikan Batam masih sangat bergantung pada gas dan batu bara, sedangkan kontribusi EBT belum begitu signifikan. Hingga akhir 2024, komposisi pembangkit masih didominasi oleh gas 83,94 persen dan batu bara 15,86 persen, sedangkan EBT baru sekitar 0,11 persen.

“Ke depan, porsi gas dan batu bara akan dikurangi bertahap dan disubstitusi oleh EBT hingga 2060,” katanya.

Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034, PLN Batam menargetkan peningkatan signifikan porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dimulai pada 2026 sebesar 16,4 persen, kemudian naik menjadi 19,1 persen pada 2028, lalu 21 persen pada 2030, dan mencapai 29,4 persen pada 2034.

Kenaikan bertahap ini akan diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, pemasangan PLTS atap secara tersebar, penerapan co-firing biomassa, serta pembelian Renewable Energy Certificate (REC) baik secara unbundled pada periode 2025–2030 maupun bundled pada 2031–2034.

“Batam memiliki potensi energi surya yang tinggi dengan rata-rata penyinaran harian mencapai 4,8–5,0 kWh per meter persegi, menjadikannya wilayah strategis untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT),” terang Yoga.

PLN Batam menempatkan energi surya sebagai tulang punggung transisi energi bersih melalui sejumlah proyek besar, antara lain PLTS Tembesi berkapasitas 35 MWac yang direncanakan beroperasi pada triwulan I tahun 2026.

Ada juga PLTS Batam Tersebar dengan total 855 MW hingga 2034 yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 725 MW, terdiri atas 700 MW untuk smoothing dan 25 MW untuk peak shifting. Selain itu, masih ada PLTS terapung di enam waduk utama di Kota Batam, yakni Nongsa, Sei Baloi, Sei Harapan, Sei Ladi, Muka Kuning, dan Duriangkang, dengan potensi daya 754,85 MWp.

Tak hanya itu, akan dibangun pula PLTS ground mounted berkapasitas 1 MWp di Tanjung Uma, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, disertai perluasan program PLTS atap untuk pelanggan industri dan rumah tangga.

“Kami ingin memastikan transisi energi bersih di Batam berjalan terarah dan konsisten, sejalan dengan komitmen nasional menuju bauran energi hijau,” ujar Yoga.

Transformasi energi seperti ini tidak hanya mengubah pasokan listrik, tetapi juga mengalihkan pusat gravitasi ekonomi di Batam, sebuah kota yang berbatasan langsung dengan negeri tetangga, Singapura dan Malaysia.

Industri yang dulu mengandalkan energi fosil kini melihat nilai tambah dari energi bersih, mulai dari efisiensi operasional, reputasi hijau, hingga akses ke rantai nilai global. (*)

Artikel Menyongsong Babak Baru Energi Hijau di Perbatasan Negeri pertama kali tampil pada Metropolis.