
batampos – Pemerintah Kabupaten Lingga resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Singkep, Senin (29/9). Peluncuran yang dihadiri langsung Bupati M. Nizar ini, disambut antusias ratusan siswa yang menanti menu MBG perdana.
Di balik suasana penuh optimisme, terselip catatan kritis. Kapasitas dapur umum yang disiapkan baru mampu melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, padahal jumlah yang terdaftar di Kecamatan Singkep mencapai lebih dari 6.000 orang.
“Penambahan dapur baru harus segera dilakukan agar semua penerima manfaat bisa terlayani,” tegas Nizar dalam sambutannya.
Berdasarkan laporan Satgas Lingga, penerima manfaat MBG mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga pelajar. Jumlahnya yang mencapai ribuan orang menjadi tantangan besar di tengah keterbatasan infrastruktur dapur.
Nizar menekankan, program ini tidak boleh mengulang masalah seperti di daerah lain. Yayasan Lintas Bangsa selaku mitra pelaksana diminta disiplin berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan dan Disdikpora, agar distribusi tepat sasaran.
Ia menyinggung pengalaman Batam, Bintan, dan Karimun, di mana lemahnya komunikasi antar pihak memicu persoalan teknis.
“Mitra pelaksana, sekolah, dan Satgas harus rutin berkoordinasi. Jangan sampai ada saling menyalahkan ketika masalah muncul,” kata Nizar.
Program MBG juga direncanakan diperluas ke wilayah Singkep Pesisir. Sosialisasi ke masyarakat, terutama orang tua siswa, dianggap penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Lebih dari sekadar bantuan, MBG dipandang sebagai investasi gizi jangka panjang bagi anak-anak Lingga.
“MBG bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang harapan, kesehatan, dan masa depan generasi muda Lingga,” pungkas Nizar. (*)
Reporter: Vatawari
Artikel Program Makan Bergizi Gratis di Lingga Resmi Jalan, Kapasitas Jadi Masalah pertama kali tampil pada Kepri.









