
batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pihaknya akan mengecek seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini menyusul kasus belasan siswa di Kepri yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Dinas Kesehatan bersama BPOM akan mengaudit semua SPPG. Kita ingin pastikan, apakah layak mendapatkan sertifikat higienis atau tidak,” ujar Nyanyang di Tanjungpinang, Senin (29/9).
Nyanyang mengungkapkan, sejauh ini terdapat enam SPPG yang bermasalah. Ada laporan ditemukannya binatang di dalam makanan, hingga siswa mengalami sakit perut usai menyantap menu MBG. Operasional dapur-dapur itu kini dihentikan sementara.
Menurutnya, persoalan ini muncul karena lemahnya pengawasan standar kebersihan. “SPPG yang kurang menjaga kehigienisan makanan jelas membahayakan. Kami akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional wilayah Pekanbaru untuk segera menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Hingga kini, Pemprov Kepri mencatat sudah ada 68 SPPG yang dibangun dari target 103 unit. Namun, seluruh dapur itu masih belum mengantongi sertifikat higienis.
“Untuk kebersihan dan kesehatan makanan, itu sangat penting. Karena itu audit kelayakan higienis akan segera dilakukan,” kata Nyanyang menambahkan.
Langkah audit ini diharapkan menjadi evaluasi serius agar program MBG tidak sekadar berjalan secara administratif, melainkan benar-benar menjamin kualitas gizi dan keamanan makanan bagi pelajar di Kepri. (*)
Reporter: M. Ismail
Artikel Program MBG Kepri Dievaluasi, Wagub Nyanyang: Semua SPPG akan Diaudit pertama kali tampil pada Kepri.









