Jumat, 5 Juni 2026
Beranda blog Halaman 903

BC Batam Tindak 682 Koli Pakaian Bekas Selama 2025

0
Direskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Simamora bersama Kepala Bea Cukai Batam Zaky Firmasyah menunjukan barang bukti pakaian bekas ilegal hasil dari pengungkapan saat ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (9/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam sepanjang tahun ini melakukan 145 penindakan terhadap pemasukan pakaian bekas ilegal melalui barang bawaan penumpang. Dari seluruh penindakan, petugas mengamankan barang bukti 682 koli.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan bahwa rata-rata penindakan ballpress mencapai 12 kasus dan sebanyak 56 koli setiap bulannya.

Selain dibawa langsung oleh penumpang, modus yang kerap ditemukan adalah penitipan bagasi berisi pakaian bekas kepada penumpang lain yang tidak membawa bagasi, dengan imbalan tertentu. Modus ini umumnya menggunakan koper bekas dengan ukuran dan ciri fisik yang seragam.

“Komitmen Bea Cukai dalam menindak tegas pemasukan pakaian bekas ilegal sejalan dengan arahan Menteri Keuangan RI, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa. Impor pakaian bekas tidak hanya berisiko terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada keberlangsungan industri tekstil dan UMKM dalam negeri,” ujar Zaky.

Baca Juga: Delapan Kasus Korupsi Ditangani Polda Kepri di 2025, Satu Tersangka Masih Buron

Adapun penindakan terbanyak tercatat di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, dengan 78 Surat Bukti Penindakan (SBP) dan total 358 koli pakaian bekas. Penindakan juga dilakukan di sejumlah terminal penumpang lainnya, yakni Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay sebanyak 31 SBP (145 koli), Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang sebanyak 30 SBP (159 koli).

Kemudian Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang sebanyak 4 SBP (11 koli), Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur sebanyak 1 SBP (7 koli), serta Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam sebanyak 1 SBP (2 koli).

“Barang hasil penindakan akan ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN) dan Barang Milik Negara (BMN) untuk kemudian dilakukan pemusnahan,” katanya.

Dilarangnya pakaian bekas ini berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor. Oleh karena itu, terhadap barang tersebut dilakukan penindakan sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b PMK Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.

Baca Juga: Tanjung Riau Riuh, Pasang Besar Jadi Tempat Main Air Warga

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli, menggunakan, maupun memperdagangkan pakaian bekas ilegal dan senantiasa mematuhi aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Zaky menegaskan Bea Cukai Batam akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi lintas instansi sebagai bagian dari upaya menjaga integritas Kawasan Perdagangan Bebas Batam serta melindungi masyarakat dan perekonomian nasional dari praktik perdagangan ilegal.

“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan,” tutup Zaky. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel BC Batam Tindak 682 Koli Pakaian Bekas Selama 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

BMKG Batam Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

0
Ilustrasi, Mendung menyelimuti langit Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam kembali mengingatkan masyarakat dan pemangku kebijakan di Kepulauan Riau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peringatan itu disampaikan setelah BMKG merilis prakiraan cuaca maritim untuk 11–14 Desember 2025 yang menunjukkan potensi gelombang kategori sedang di beberapa wilayah perairan Kepri.

Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, mengatakan ketinggian gelombang berpotensi mencapai 1,4 meter di Perairan Natuna, Anambas, dan Subi–Serasan pada Kamis (11/12). Sementara pada 13 Desember, gelombang diperkirakan mencapai 1,3 meter di perairan Natuna dan Anambas. Kondisi ini masuk kategori sedang dan perlu menjadi perhatian kapal ukuran kecil.

“Waspada potensi gelombang hingga 1,4 meter di perairan Natuna, Anambas, dan Subi–Serasan pada 11 Desember, serta 1,3 meter di Natuna dan Anambas pada 13 Desember,” ujar Ramlan dalam keterangannya.

Baca Juga: Trotoar Mukakuning Kian Memprihatinkan, Warga: Sudah Bertahun-tahun Rusak

Ia menambahkan, informasi lebih detail mengenai potensi maritim dapat diakses melalui kanal resmi BMKG. Namun secara umum, cuaca akhir tahun di wilayah Kepri masih berada dalam kategori curah hujan tinggi, sehingga berbagai dampak seperti angin kencang, gelombang meningkat, serta banjir rob tetap harus diantisipasi.

“Kondisi cuaca akhir tahun hingga Tahun Baru curah hujan masih kategori tinggi. Masyarakat perlu memperhatikan peringatan yang kami keluarkan,” jelasnya.

Ramlan mengatakan pihaknya siap mendukung penuh pemerintah daerah untuk penyediaan informasi cuaca selama masa perayaan Natal dan Tahun Baru. Koordinasi akan terus dilakukan dengan BPBD dan instansi terkait agar langkah mitigasi dapat berjalan efektif.

“Kami siap mendukung dan memberikan info cuaca untuk Nataru. Koordinasi dengan daerah juga akan terus kami jalankan,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah peringatan dari BMKG seperti curah hujan tinggi dan banjir rob direspon cepat oleh pemerintah daerah. Gubernur serta para bupati dan wali kota disebut langsung menginstruksikan BPBD agar meningkatkan kesiapsiagaan di masing-masing wilayah.

“Setiap peringatan yang kami keluarkan ditindaklanjuti dengan cepat oleh pemerintah daerah. Instruksi kepada BPBD sudah dikeluarkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Ramlan.

Baca Juga: Bentor Bahayakan Pengendara, Kadishub Batam: Tidak Laik Beroperasi

Ramlan juga menjelaskan bahwa BMKG tidak menyampaikan paparan lengkap dalam rapat koordinasi yang dihadiri secara hybrid. Ia mengikuti rapat melalui Zoom, namun mengalami kendala teknis sehingga tidak dapat mendengar jalannya diskusi.

Menjawab pertanyaan terkait berapa besar curah hujan yang dimaksud kategori tinggi, Ramlan menegaskan BMKG tidak menggunakan angka saat menyampaikan prediksi jangka menengah. Sistem yang digunakan lebih kepada kategori intensitas.

“Kalau prediksi tidak bisa dengan angka. Hanya kategori: ringan, sedang, tinggi, sangat tinggi, dan ekstrem,” jelasnya.

Ramlan mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir agar terus memantau pembaruan informasi cuaca. Fluktuasi kondisi atmosfer di wilayah Kepri cukup dinamis sehingga perubahan cuaca dapat terjadi cepat.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi genangan, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi laut akibat cuaca buruk. “Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama yang tinggal dan beraktivitas di pesisir,” katanya.

Dengan memasuki periode puncak musim hujan, BMKG menegaskan pentingnya memantau prakiraan harian sebagai dasar pengambilan keputusan bagi transportasi laut maupun kegiatan masyarakat lainnya. “Ikuti informasi resmi BMKG karena cuaca dapat berubah dengan cepat,” tutup Ramlan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel BMKG Batam Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Sri Mulyani akan Jadi Dosen untuk Calon Pemimpin Dunia di University of Oxford

0
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Instagram/smindrawati)

batampos – Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi diumumkan akan bergabung sebagai World Leaders Fellow di Blavatnik School of Government, University of Oxford, pada 2026. Penunjukan ini menandai langkah baru Sri Mulyani dalam perjalanan kepemimpinan publiknya setelah lama tak ada kabar usai melepas jabatannya sebagai Menteri Keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa.

Mengutip laman resmi Blavatnik School of Government, University of Oxford, program fellowship itu dirancang bagi para pemimpin dunia yang tengah memasuki fase baru setelah memimpin negara atau lembaga besar.

Adapun nantinya, selama satu tahun, Sri Mulyani akan berbagi pengalaman dan keahliannya dengan membimbing mahasiswa serta alumni.

Bahkan, mantan Direktur Pelaksana World Bank ini juga akan memimpin diskusi dengan para pemimpin global, hingga mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam tata kelola pemerintahan.

Terkait dengan kegiatan barunya ini, Sri Mulyani merasa terhormat karena bisa berbagi dalam program fellowship itu. Terlebih baginya, Blavatnik School of Government, University of Oxford sebagai tempat yang menyatukan beragam perspektif soal kebijakan publik.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan Blavatnik School of Government sebagai World Leaders Fellow di Universitas Oxford, sebuah institusi yang menyatukan beragam perspektif untuk merefleksikan kebijakan publik dan tantangan tata kelola yang dihadapi di seluruh dunia,” kata Sri Mulyani dalam website resmi itu, dikutip Kamis (11/12).

“Saya berharap dapat berkontribusi secara bijaksana kepada komunitas ini, berbagi pengalaman saya sambil terus belajar, dan mendukung generasi pembuat kebijakan berikutnya saat mereka bersiap untuk memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat dalam lingkungan yang semakin kompleks,” lanjutnya.

Sementara itu, Dekan dari Blavatnik School, Ngaire Woods menyampaikan bahwa pihaknya senang akan bergabungnya Sri Mulyani ke institusi tersebut. Dia berharap mantan Menkeu di bawah tiga presiden Indonesia itu bisa berbagi pengalamannya yang dinilai kaya akan pembuatan kebijakan ekonomi secara global.

“Para siswa kami datang dari lebih dari 60 negara di seluruh dunia untuk mengasah keterampilan mereka dalam pelayanan publik, termasuk jabatan terpilih, dan saya senang mereka akan memiliki kesempatan untuk belajar darinya,” ujar Ngaire Woods. (*)

Artikel Sri Mulyani akan Jadi Dosen untuk Calon Pemimpin Dunia di University of Oxford pertama kali tampil pada News.

Lebih Sehat Mana, Toilet Jongkok atau Duduk? Ini Jawabannya

0
Ilustrasi toilet. (Foto: RRI)

batampos – Toilet adalah fasilitas sanitasi yang digunakan manusia untuk buang air kecil maupun besar. Sebenarnya kata toilet lebih merujuk pada peralatan yang dipakai ketika aktivitas Mandi Cuci Kakus (MCK).

Di lingkup kehidupan sehari-hari, mungkin kita terbiasa menggunakan baik itu jenis toilet jongkok atau duduk. Sebagian orang merasa jika toilet jongkok lebih higienis, karena bagian tubuh terutama paha belakang tidak menyentuh langsung pada toilet.

Namun, sebagian lainnya menganggap toilet duduk lebih mudah digunakan dan nyaman tanpa takut merasa pegal. Jika ditinjau dari sudut pandang kesehatan, kira-kira manakah yang lebih bagus bagi tubuh dan lebih cocok dipilih? Mari simak penjelasan berikut.

Keunggulan dan Kekurangan Masing-masing

Dikutip dari Alodokter, toilet jongkok memiliki beberapa kekurangan yang umumnya disebutkan seperti tampilan yang kuno dan rasa kurang nyaman saat digunakan. Pasalnya, untuk seseorang yang tidak terbiasa menggunakan toilet jongkok, posisi ini akan menyebabkan rasa nyeri pada tumit dan paha.

BAB dengan posisi jongkok juga kurang sesuai untuk orang yang memiliki masalah pada pergelangan kaki, misalnya radang sendi, keseleo, patah tulang, atau tendinitis. Meski begitu, posisi jongkok saat BAB justru menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang didasarkan pada beberapa penelitian.

Posisi jongkok diyakini dapat membantu proses BAB menjadi lebih lancar, karena dapat membuka ruang pembuangan dan otot di sekitar anus menjadi lebih rileks. Keuntungan relaksasi tersebut akan mengoptimalkan pengeluaran feses menjadi lebih mudah dan lebih tuntas.

Dibandingkan pesaingnya, toilet duduk memiliki tampilan yang lebih modern dan terasa lebih nyaman bagi sebagian orang, terutama lansia, ibu hamil, dan mereka yang mengalami cedera lutut. Namun, harganya yang lebih tinggi dan dari sisi higienitas, toilet duduk dinilai kurang ideal dibandingkan toilet jongkok.

Penelitian menunjukkan bahwa BAB dengan posisi duduk cenderung membutuhkan waktu dan usaha lebih besar. Kondisi ini dapat memicu masalah seperti wasir dan sembelit akibat mengejan terlalu keras atau duduk terlalu lama.

Selain itu, kontak langsung dengan permukaan dudukan kloset meningkatkan risiko penularan penyakit, seperti diare, flu, dan infeksi kulit. Hal ini terjadi karena area tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan virus seperti E. coli, Shigella, hepatitis A, dan norovirus.

Tips untuk Mempermudah BAB

Selain memperhatikan posisi saat saat BAB, ada beberapa kebiasaan lain yang dapat membantu melancarkan proses buang air besar. Dikutip dari Halodoc, kamu bisa menambah asupan serat hingga sekitar 25-38 gram per hari, agar pergerakan feses di dalam usus lancar dan pengeluarannya menjadi lebih mudah tanpa perlu mengejan.

Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga sangat penting, agar konsistensi feses tetap ideal dan tidak keras. Sebaliknya, dehidrasi dapat membuat feses mengeras dan berwarna lebih gelap, yang kemudian memicu sembelit.

Berolahraga secara teratur juga dapat membantu melancarkan proses BAB, karena aktivitas fisik mampu merangsang gerakan usus dan meningkatkan aliran darah ke area perut. Selain itu, penting untuk tidak menunda keinginan untuk BAB, karena menahannya dapat membuat proses BAB menjadi lebih sulit dan berpotensi menimbulkan masalah pencernaan. (*)

Artikel Lebih Sehat Mana, Toilet Jongkok atau Duduk? Ini Jawabannya pertama kali tampil pada Lifestyle.

RDP Soal Penutupan Jalan Genta 1 Batuaji di DPRD Batam, Warga dan Pelaku UMKM Minta Akses Dibuka Kembali

0
Suasana RDP tentang penutupan jalan Genta i, Batuaji di Gedung DPRD Batam

batampos – Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Kota Batam pada Rabu (10/12) berlangsung dinamis setelah warga dan pelaku UMKM dari kawasan Genta 1, Batu Aji, menyampaikan keluhan terkait penutupan akses jalan Letjen Suprapto menuju kawasan tersebut. Komisi II yang membidangi ekonomi dan UMKM menghadirkan perwakilan warga untuk mendengar langsung persoalan yang sudah berlangsung sekitar tujuh bulan itu.

Penutupan jalan diketahui dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Bina Marga sebagai tindak lanjut analisis keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut. Namun dalam RDP kali ini, kedua dinas belum dapat hadir sehingga pembahasan difokuskan pada pendapat warga dan penjelasan awal dari pihak-pihak terkait.

Para pelaku UMKM mengaku penutupan itu berdampak signifikan terhadap usaha kecil yang bergantung pada akses lalu lintas harian. Linda, pelaku UMKM di Genta 1, mengatakan bahwa omzetnya turun drastis sejak jalan ditutup.

BACA JUGA: Kadishub Sebut Pemblokiran Jalan Genta I Batuaji Tidak Dibuka

“Usaha ini bukan hanya tempat mencari uang, tapi penopang hidup keluarga. Sejak jalan ditutup, kami kehilangan penghasilan. Kami minta jalannya dibuka kembali,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Devi, pemilik toko sembako. Ia mengatakan warungnya bahkan terpaksa tutup total karena tidak ada lagi pembeli yang melintas.
“Pendapatan hilang, kebutuhan keluarga tetap jalan. Kami berharap ada solusi setelah RDP ini,” tuturnya.

Imam Sucipto, Imam Masjid Darussalam, menambahkan bahwa penutupan jalan juga memengaruhi nilai properti warga.
“Sejak akses ditutup, nilai rumah ikut turun karena akses semakin jauh,” ucapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi II Safari Ramadhan menyampaikan bahwa DPRD memahami keluhan warga dan akan meminta penjelasan lebih lanjut dari instansi terkait.

“Kami ingin mendengar alasan teknis secara langsung dari Dishub dan Bina Marga. Harapannya kita bisa menemukan solusi bersama, baik untuk keselamatan lalu lintas maupun keberlangsungan UMKM,” ujarnya.

Kepala Dinas UMKM Batam, Salim Putra, yang turut hadir, menjelaskan bahwa pihaknya hanya meneruskan informasi teknis dari instansi lain.
“Pekerjaan fisik berada di Bina Marga, sementara kajian keselamatan dan lalu lintas ada di Dishub dan Satlantas,” katanya.

Anggota Komisi II, Mustofa, menyampaikan bahwa legislatif akan mencari titik tengah antara aspek keselamatan dan keberlangsungan ekonomi.

“Keselamatan penting, tapi UMKM juga perlu bernafas. Kita cari solusi yang tidak merugikan kedua pihak,” ujarnya.

Setia Putra Tarigan menegaskan bahwa Komisi II akan kembali mengundang Dishub, Bina Marga, dan Polresta Barelang untuk RDP lanjutan agar penjelasan teknis dapat didengarkan secara lengkap.

“Kita ingin duduk bersama dengan semua pihak supaya keputusan yang diambil tepat dan tidak menimbulkan polemik baru,” katanya.

Anggota Komisi II, Umi Kalsum, menambahkan bahwa persoalan ini akan dikawal hingga tuntas. “Keluhan warga harus ditindaklanjuti. Komisi II akan membawa masalah ini ke rapat pimpinan dan menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat,” kata dia

RDP ditutup dengan komitmen DPRD untuk menggelar pertemuan lanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan agar keputusan terkait akses jalan Genta 1 dapat dirumuskan secara adil, aman, dan berpihak pada kepentingan publik. (*)

Reporter: Syaban

Artikel RDP Soal Penutupan Jalan Genta 1 Batuaji di DPRD Batam, Warga dan Pelaku UMKM Minta Akses Dibuka Kembali pertama kali tampil pada Metropolis.

Festival Pojok UMKM Medco Energi Hadirkan Produk Unggulan dari Sampang hingga Natuna

0
Pembukaan Festival Pojok UMKM 2025 yang digelar Medco Energi di The Energy Building, Jakarta, Rabu (10/12).

batampos— Sebanyak 22 pelaku usaha dari berbagai daerah mengikuti Festival Pojok UMKM 2025 yang digelar Medco Energi di The Energy Building, Jakarta, Rabu (10/12).

Pelaku usaha yang hadir merupakan UMKM binaan Medco Energi dari wilayah operasi onshore, offshore, Corridor, hingga unit bisnis Medco Power.

Mereka dibawa untuk menampilkan produk unggulan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang telah berjalan selama ini.

Festival ini resmi dibuka oleh Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro. Acara akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan terbuka untuk umum.

Hilmi mengatakan festival ini bukan sekadar pameran produk, tetapi bentuk nyata komitmen Medco Energi dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.

BACA JUGA: Ketidakpastian Harga dan Keterbatasan Pasokan Gas: Ancaman Nyata Bagi Industri Kepri

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. MedcoEnergi sejak awal berdiri selalu mengutamakan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan punya daya saing. Festival ini adalah panggung bagi mereka membuktikan kemampuan dan kualitasnya,” ujar Hilmi.

Ia menambahkan bahwa penguatan UMKM menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Melalui pelatihan, akses modal, hingga perluasan pasar, Medco Energi berharap UMKM binaannya dapat naik kelas.

Festival Pojok UMKM menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari Gula Aren Siwalan, Telur Asin Booster Farm dari Sampang, Ikan Bilis Hijau dan Madu Kelulut dari Natuna, produk herbal dan beras organik dari Malaka, hingga berbagai olahan seperti lemon sereh, madu hutan, keripik singkong, dan sambal salai gabus dari Grissik.

Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha untuk mengetahui proses produksi, keunikan produk, hingga peluang kerja sama.
Selain pameran, Medco Energi juga meluncurkan buku berjudul 45 Cerita Baik.

Buku ini memuat kisah perjalanan para UMKM binaan dari berbagai wilayah operasi yang berhasil berkembang melalui pendampingan perusahaan.

Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu momen penting karena menampilkan kisah nyata perjuangan UMKM dari skala kecil hingga mampu memasarkan produk lebih luas.

Di kesempatan yang sama, Medco Energi juga meresmikan ruang pemasaran permanen bernama Pojok UMKM yang berlokasi di dalam kantor perusahaan. Ruang ini akan menjadi etalase tetap untuk seluruh produk UMKM binaan.

VP Relations & Security Medco Energi, Arif Rinaldi, mengatakan kolaborasi menjadi kunci pengembangan UMKM.

“UMKM berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah. Melalui festival ini, kami ingin membuka ruang pertemuan para pelaku UMKM dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar tercipta kolaborasi yang kuat,” kata Arif.

Ia menilai bahwa ruang kolaborasi semacam ini akan membantu UMKM berkembang lebih cepat dan membuka pasar yang lebih luas.

Festival Pojok UMKM juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan dampak berantai (multiplier effect) di berbagai wilayah operasi.

Melalui program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan, Medco Energi berharap kontribusi UMKM terhadap ekonomi lokal dapat semakin besar di masa mendatang. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Festival Pojok UMKM Medco Energi Hadirkan Produk Unggulan dari Sampang hingga Natuna pertama kali tampil pada News.

Pengamen Tewas di Pasar Pujabahari

0

Polisi saat mengevakuasi jenazah korban

batampos– BN, pria yang berprofesi sebagai pengamen ditemukan tewas di sekitar Pasar Pujabahari, Lubukbaja, Selasa (9/12) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Jasad pria 40 tahun ini tergeletak di emperan toko.

Ipunk, salah seorang saksi mengatakan korban tergeletak dengan mengeluarkan darah pada mulutnya. BN sempat mengeluh sakit dan menderita batuk yang panjang.

“Kami sama-sama ngamen. Dia batuk-batuk dan keluar darah pada mulutnya,” ujarnya di lokasi.

Ipunk menjelaskan korban hidup sebatang kara dan kerap tidur di emperan ruko kawasan pasar tersebut. “Sudah lama dia tidur di emperan. Kami ngamen sekitar Nagoya saja,” katanya.

BACA JUGA: Driver Ojol dan Pengamen Ribut di Simpang Kepri Mall, Kapolresta: Berakhir Damai

Pantauan Batam Pos, usai ditemukan, jasad korban ditutupi kardus. Polsek Lubuk Baja yang mendapatkan laporan langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas mengatakan dari pemeriksaan awal terhadap jasad korban tidak ditemukan tanda kekerasan.

“Tanda kekerasan nihil. Dugaan sakit,” ujarnya di lokasi.

Noval menambahkan dugaan korban sakit diperkuat dari keterangan saksi dan rekan mengamen korban. Dalam sebulan belakangan, korban menderita batuk dan mengeluh sakit pada dada.

“Dugaannya TBC. Tapi nanti pihak medis yang akan menyimpulkan,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Pengamen Tewas di Pasar Pujabahari pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasokan Tersendat, Rak Bahan Pokok di Swalayan Tanjunguban Mulai Kosong

0
Rak-rak untuk meletakkan barang dagangan atau bahan kebutuhan masyarakat di swalayan di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara terlihat kosong, Rabu (10/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sejumlah swalayan di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, kini menghadapi kelangkaan stok bahan kebutuhan masyarakat. Rak-rak yang biasanya penuh, mulai dari mentega, gula, sayuran hingga buah-buahan, tampak kosong akibat pasokan yang tersendat.

Karyawan operasional Swalayan Pelangi, Ayu, mengatakan stok barang yang dijual saat ini hanya menghabiskan sisa persediaan lama. Ia menyebut suplai dari Batam belum bisa masuk seperti biasanya.

“Stok mulai menipis seperti beras, gula, dan minyak makan. Kami tinggal menghabiskan stok saja,” ujarnya, Rabu (10/12).

Jika kondisi ini berlanjut, Ayu khawatir lebih banyak rak akan kosong bahkan bisa terjadi kekosongan barang pada awal tahun depan. Selain itu, sejumlah harga kebutuhan ikut naik. Bahan pembuat kue rata-rata naik Rp 2 ribu, sementara kacang tanah sudah tidak tersedia.

“Informasinya masuk minggu ini, tapi sampai saat ini belum ada,” katanya.

Ia menyebut masyarakat lebih memilih beras bermerek seperti Gonggong ketimbang beras Bulog. Namun kini, stok beras Gonggong juga habis.

“Itu pun beras Gonggong sudah habis. Tidak tahu lagi nanti kita ini mau makan apa lagi,” keluhnya.

Menurutnya, kondisi ini lebih buruk dari sekadar kenaikan harga. “Kalau pun mahal tapi barangnya ada masih bisa dibeli. Tapi kalau mahal barangnya tidak ada, apa yang mau dibeli,” ucapnya.

Hal serupa dikeluhkan warga, Rosti Samosir. Ia mengaku kaget melihat banyak rak kosong saat berbelanja di Swalayan Prima Indah.

“Tidak biasanya seperti ini, kosong melompong. Biasanya rak-rak ini penuh, apa yang kita cari ada,” tuturnya.

Rosti mengatakan swalayan menjadi pilihan karena lebih praktis dan bisa dikunjungi kapan saja. Namun kini, banyak barang yang tidak tersedia.

Saat itu, ia juga sempat bertemu rombongan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang sedang mengecek harga beras.

“Ini banyak rak yang kosong, cuma popmie saja yang tersedia,” sebutnya.

Pengelola swalayan berharap kunjungan Bapanas bisa membawa solusi. “Kehadiran bapak ibu di sini, Insha Allah, mudah-mudahan,” ujarnya.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas, Akber, mengatakan pihaknya fokus memantau harga beras untuk memastikan kesesuaian dengan HET. Dari hasil pengecekan di dua titik, tidak ditemukan harga di atas HET.

“Harga beras di bawah HET semua,” katanya.

Meski begitu, ia mengaku akan melaporkan temuan terkait pasokan yang menipis ke pimpinan untuk tindak lanjut.

“Kita akan laporkan kondisi yang ada di Bintan, nanti kita lihat perkembangannya,” ujarnya. “Kami kurang tahu penyebab stok menipis. Masih mencari informasi dulu,” tambahnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pasokan Tersendat, Rak Bahan Pokok di Swalayan Tanjunguban Mulai Kosong pertama kali tampil pada Kepri.

Stok Bahan Pokok di Anambas Masih Aman, Tapi Harga Mulai Naik

0
Pedagang bumbu rempah di Pasar Tarempa. Stok Bahan Pokok di Anambas masin aman, namun harga berangsur naik. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga saat ini masih tergolong aman, meski cuaca buruk melanda wilayah perairan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan di Pasar Tarempa, Rabu (10/12), berbagai komoditas seperti cabai, bawang, tomat, hingga sayuran masih mudah ditemukan di sejumlah lapak pedagang. Para pedagang mengaku belum mengalami kekosongan barang.

“Stok kita masih ada, cuma saya tak bisa jamin bakal cukup sampai akhir tahun ini,” ujar Siti, salah satu pedagang sayuran.

Ia menyebut pasokan sayur masih bergantung dari Kijang dan Pontianak, Kalimantan Barat. Pengiriman terakhir masuk pada akhir November dengan jumlah besar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

“November lalu memang saya pesan banyak. Persiapan kalau angin kencang, jangan sampai barang putus,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Yanti, pedagang bumbu rempah. Menurutnya, stok olahan bumbu masih aman meskipun pengiriman bahan baku mulai terhambat.

“Kita beli bahan sama pedagang di sini juga. Baru diolah jadi bumbu rempah,” terangnya.

Namun di tengah pasokan yang masih terjaga tersebut, sejumlah harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Kondisi cuaca yang membuat kapal distribusi tak bisa berlayar menjadi pemicu utamanya.

“Harga sih mulai naik, ya biasalah. Walau barang tersedia, kalau angin kencang, harga pun ikut naik,” ujar Yanti.

Beberapa komoditas yang naik harga antara lain cabai merah yang sebelumnya Rp 90 ribu kini mencapai Rp 110 ribu per kilogram. Bawang merah juga naik dari Rp 32 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Sementara sayur mayur lainnya masih relatif stabil.

Pedagang berharap cuaca segera bersahabat agar pasokan kembali lancar serta harga kebutuhan pokok dapat kembali normal. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Stok Bahan Pokok di Anambas Masih Aman, Tapi Harga Mulai Naik pertama kali tampil pada Kepri.

Oknum Jaksa Kejati Kepri Diduga Terlibat Pembalakan Liar di Hutan Sijunjung

0
Ilustrasi jaksa. F. Istimewa.

batampos – Seorang oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau berinisial HAS diduga terlibat dalam aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah video berdurasi 1 menit 23 detik viral di media sosial.

Dalam video itu, HAS disebut terkait pengerusakan hutan di lahan sekitar 700 hektare di Nagari Tanjungkaliang, Sijunjung. Ia juga diduga menguasai lahan ilegal dan menyerahkan uang sekitar Rp 1,2 miliar kepada pemegang kuasa adat setempat. Bahkan, HAS disebut sebagai pemilik sawmill di lokasi tersebut.

Selain itu, dokumen untuk melegalkan aktivitas tersebut juga diduga dipalsukan. Tanda tangan Sekretaris Daerah Sijunjung kabarnya tercantum dalam dokumen izin pemanfaatan kayu tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Menanggapi viralnya informasi tersebut, Kasi Intel Kejari Bintan Roi Baringin Tambunan mengatakan bahwa HAS sudah tidak lagi menjabat sebagai Kasubagbin Kejari Bintan.

“Yang bersangkutan sudah ditarik ke Kejati Kepri sejak November 2025 untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (10/12).

Kasi Penkum Kejati Kepri Yusnar Yusuf membenarkan bahwa HAS tengah menjalani proses pembinaan dan telah diperiksa terkait dugaan pelanggaran disiplin.

“Saat ini HAS ditempatkan di bidang pengawasan sambil menunggu hasil pemeriksaan atau penjatuhan hukuman disiplin berkekuatan hukum tetap,” katanya.

HAS diketahui telah dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pembebasan dari jabatan menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan. Namun, yang bersangkutan mengajukan banding atas putusan itu.

Terkait dugaan keterlibatan dalam pembalakan liar di Sijunjung, Yusnar menyarankan agar informasi lebih lanjut ditanyakan ke Kejati Sumatera Barat.

Locus delicti berada di wilayah hukum Kejati Sumbar,” pungkasnya. (*)

Artikel Oknum Jaksa Kejati Kepri Diduga Terlibat Pembalakan Liar di Hutan Sijunjung pertama kali tampil pada Kepri.