batampos – Pecel menjadi salah satu kuliner Nusantara yang selalu diburu penikmat makanan sehat. Perpaduan sayuran segar, sambal kacang gurih, hingga lauk goreng yang renyah membuat pecel cocok disantap kapan saja.
Di Batam, ada banyak warung pecel populer dengan rasa juara dan harga bersahabat bagi semua kalangan. Berikut 5 rekomendasi tempat makan pecel terenak di Batam yang wajib kamu coba:
1. Warung Suroboyo
Kuliner khas Surabaya ini sudah dikenal banyak warga. Pecelnya lengkap, tersedia tambahan ayam bumbu Bali yang bikin nagih. Lokasi: Mega Legenda, Perum Hang Lekir Jalan, Baloi Permai, Batam Kota.
2. Pecel Bengkong
Salah satu pecel legendaris di kawasan Bengkong. Ramai pengunjung setiap hari karena rasanya mantap dan harga terjangkau. Lokasi: Ruko Jl. Bengkong Jaya Blok B, Bengkong Laut.
3. Nasi Pecel Suroboyo Khas Mbak Lid
Konsep jualan pinggir jalan tapi selalu diburu. Porsi pas, sambal kacang nendang, harga mulai Rp15 ribu. Buka pukul 12.30 sampai habis. Lokasi: Jalan menuju Greenland, samping One Batam Mall (mobil warna silver).
4. Pecel Pincuk Madiun Mas Joko
Sajian pecel pincuk khas Madiun, aroma daun pisang menambah selera. Menu tambahan juga banyak. Lokasi: Ruko Buana Impian 2, Tembesi Barelang (depan Mako Brimob).
5. Sego Pecel Mbak Ti’ah Khas Nganjuk
Cocok untuk sarapan dengan porsi besar. Gorengan dan sate tersedia sebagai pelengkap. Lokasi: Kompleks Ruko Eden Park dan Ruko Bida Asri II.
Kuliner pecel di Batam kini menjadi opsi wisata kuliner bagi warga maupun pelancong. Pastikan cek jam buka sebelum datang, karena beberapa warung tutup setelah dagangan habis.
Kondisi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar akhirnya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Kepri. Kepastian ini menjadi babak baru bagi tujuh tersangka yang segera menjalani tahap dua pelimpahan tersangka dan barang bukti.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silverster Simamora, mengatakan kelengkapan berkas diterima pada Senin (8/12). Dengan demikian, proses pelimpahan dapat dilakukan hari ini.
“Berkas dinyatakan P21 kemarin. Hari ini kami jadwalkan tahap dua, seluruh tersangka akan kami serahkan ke jaksa penuntut umum,” ujar Silverster di Mapolda Kepri, Selasa (9/12).
Ia menambahkan, pihaknya berharap proses tahap dua berjalan mulus. Jika tidak ada kendala, seluruh tersangka akan resmi berada di bawah kewenangan kejaksaan.
“Kalau tidak ada perubahan, besok sudah bisa dilaksanakan. Kami koordinasikan terus dengan jaksa,” katanya.
Sementara itu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Gokma Uliate Sitompul, membenarkan status berkas yang sudah lengkap. Menurutnya, meski sudah P21, penyidik tetap membuka peluang adanya tersangka baru.
“P21 bukan berarti proses selesai. Kami masih menelusuri kemungkinan pihak lain yang terlibat. Semua tetap berproses,” ujar Gokma.
Salah satu fokus lanjutan penyidik adalah penelusuran aset para tersangka. Saat ini, tim masih memburu harta yang diduga hasil tindak pidana untuk dilakukan penyitaan guna pemulihan kerugian negara.
“Sejauh ini pengembalian baru sekitar Rp1,6 miliar dari total kerugian lebih dari Rp30 miliar. Kami terus telusuri,” katanya.
Sebelumnya, kasus ini bermula dari temuan pekerjaan mangkrak pada proyek revitalisasi kolam Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Pancang yang hanya berdiri setengah, kontainer tidak tertata, hingga laporan pekerjaan yang tidak sesuai fakta menguatkan dugaan penyimpangan pada proyek senilai Rp75 miliar tersebut.
Dari nilai total kontrak itu, sekitar Rp63 miliar telah dibayarkan. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kerugian negara mencapai Rp30.065.457.054.
Kasus ini terkuak setelah penyidik menerima pengaduan masyarakat pada 2024. Penyelidikan kemudian naik ke tahap penyidikan awal 2025 dengan memeriksa 146 saksi dari berbagai pihak. Proyek yang dibiayai BP Batam tahun 2021–2023 ini diduga dimanipulasi sejak awal. Ada laporan fiktif, mark-up volume pekerjaan, hingga fee yang tidak sah.
Kontrak proyek berlangsung 390 hari sejak 11 Oktober 2021 hingga 14 November 2022. Namun pekerjaan tidak tuntas hingga akhirnya kontrak diputus pada 10 Mei 2023, meski pembayaran sudah mencapai termin kelima. Ditemukan mark-up anggaran, maladministrasi, laporan fiktif volume pekerjaan, termasuk pengerjaan pasangan batu kolam yang tidak sesuai. Anggaran yang sudah dicairkan lebih dari Rp63 miliar.
Penyidik kemudian menetapkan tujuh tersangka, yakni AM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BP Batam; IMA kuasa konsorsium penyedia; IMS Komisaris PT Indonesia Timur Raya; ASA Direktur Utama PT Marinda Utama Karya Subur; AHA Direktur Utama PT Duri Rejang Berseri; IRS Direktur PT Teralis Erojaya sebagai konsultan perencana; serta NFU dari tim pelaksana penyedia.Setiap tersangka punya peran berbeda, mulai dari membuat laporan fiktif, menerima fee tanpa melaksanakan pekerjaan, hingga menyalahgunakan kewenangan sebagai PPK.
Dalam penyidikan, terungkap pula bahwa konsultan proyek memberikan data teknis kepada peserta lelang dengan imbalan Rp500 juta. PPK diduga lalai melakukan pengawasan dan tidak mengambil langkah korektif yang seharusnya dilakukan.
Penyidik menyita sejumlah barang bukti, mulai dari dokumen proyek, komputer, emas 68,89 gram, logam mulia 85 gram, uang tunai Rp212,7 juta, hingga 1.350 dolar AS. Harta itu diduga hasil kejahatan korupsi.
Para tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda, empat orang di Jakarta, dua di Bali, dan satu di Batam. Mereka kini ditahan di Rutan Polda Kepri menunggu proses pelimpahan.
Atas perbuatannya, ketujuh tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP. (*)
Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Aman S.Pd, M.M. F. DPRD Kepri.
MASA bakti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk priode 2024-2029 telah dimulai sejak Agustus tahun lalu. Ada 45 legislator dari 10 partai politik (Parpol) terpilih yang mengisi kursi di panggung legislatif tersebut. Satu diantaranya ada nama Aman, politisi hijau dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Jailani, Batam
Meskipun dari partai yang berideologi moderat tersebut, hanya ada dua nama yang menghiasi wajah-wajah di DPRD Provinsi Kepri priode ini. Namun pengaruhnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Nama Aman turut memberikan kontribusi penting dalam kebijakan-kebijakan DPRD Provinsi Kepri saat ini.
“Dua periode sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Batam, tentu menjadi pengalaman berharga untuk saya bekerja sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Kepri,” ujar Aman saat ditemui di Batam, Selasa (9/112)
Pria kelahiran Gresik 53 tahun silam tersebut, selalu tampil sederhana dengan peci hitam yang menghiasi kepalanya. Sama seperti folosofi hidupnya sangat sederhana. Yakni, ingin memberikan mafaat sebesar-besarnya bagi manusia yang lain. Motto ini juga yang menjadi alasan baginya ingin memberikan yang terbaik saat diberikan amanah sebagai wakil rakyat.
“Secara manfaat, ketika kita bekerja di perusahaan memang ada. Terutama untuk diri sendiri, keluarga dan orang sekitar. Namun tentu dalam skala yang kecil,” ucapnya.
Pemikiran inilah yang mengantarkan lulusan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya (Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekarang) tersebut terjun ke dunia politik sejak tahun 2012 lalu. Legislator yang telah menyandang gelar Magister Manajemen ini memulai karir politik dengan menjadi kontestan pada Pileg Batam tahun 2014 lalu.
“Kalau menjadi aktif di politik, seluruh kebijakan pemerintah itu adalah produk politik. Artinya lebih memberikan manfaat besar, apalagi menjadi wakil rakyat,” jelasnya.
Diuraikannya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, di dalamnya secara spesifik ada menegaskan tugas dan fungsi DPRD. Disebutkannya, ada tiga kewenangan utama, pertama legislasi, budgeting, dan pengawasan.
“Fiqih politik PKB adalah pendekatan yang harus muara pada kesejahteraan masyarakat. Makanya, program kerja yang kita rancang persoalan kesejahteraan selalu menjadi perhatian,” tegasnya.
Berproses dari Seorang Guru
Mantan Legislator DPRD Batam dua periode (2014-2024) ini, turut menceritakan perjalanan hidupnya hingga ke tahap ini. Setelah menuntaskan pendidikan di IKIP Surabaya, pada 1998 ia merantau ke Batam. Dengan latar belakang pendidikan keguruan, ia mendapatkan pengalaman pertama sebagai guru SMP Hang Kasturi, Tanjunguma, Batam.
“Berselang beberapa waktu, saya juga mengajar di SMK Kartini. Waktu itu masih Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA),” ujarnya.
Pria yang saat ini duduk sebagai Legislator di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri ini juga mengatakan, setelah menempa pengalaman menjadi seorang pengajar, ia mencoba peruntungan dengan bekerja di Bank Central Asia (BCA). Lebih kurang 15 tahun bekerja di sana, dengan sejumlah posisi.
“Jabatan terakhir saya di BCA adalah sebagai Kepala Pelayanan. Posisi ini selevel dengan Manajer di Kantor Cabang Pembantu,” ucapnya.
Di sela-sela kesibukan sebagai pegawai bank, ia juga mulai melirik dunia politik dengan bergabung bersama PKB pada tahun 2012. Adapun posisinya sebagai Wakil Sekretaris DPC PKB Batam. Setelah dengan berbagai pertimbangan, ia sepenuh meninggalkan dunia perbankan dan fokus terjun ke politik.
“Kontestasi Pileg Batam 2014 menjadi titik balik bagi saya. Karena diberikan amanah untuk menjadi wakil rakyat terpilih dari Dapil Batam Kota dan Lubuk Baja,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman pernah menjadi aktivis di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat IKIP dan terlibat dalam kegiatan sosial lainnya, menjadi atribut penunjang untuk terjun ke panggung politik. Bahkan ia juga menjadi nama yang menginisiasi terbentuknya Ikatan Dai Muda Batam tahun 2000 lalu.
“Selain itu, saya juga menjadi bagian dari Persatuan Mubaligh Batam (PMB). Pengalaman lainnya juga adalah sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitul Amal selama dua periode (2008-2014),” sebutnya.
Setelah sarat pengalaman sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Batam selama dua periode, ia memutuskan bertarung pada Pileg DPRD Kepri tahun 2024 lalu. Ia juga tidak menyangka, di pertarungan perdana untuk DPRD Provinsi Kepri mendapatkan dukungan masif dari masyarakat Batam di Dapil Kepri IV
“Untuk Dapil saya mewakili masyarakat dari Kecamatan Batam Kota, Lubuk Baja, Bengkong dan Batu Ampar. Sama seperti saat duduk di DPRD Batam, saya juga akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat saat menjadi utusan di DPRD Provinsi Kepri,” tutup Aman yang juga merupakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Provinsi Kepri tersebut. (*)
Warga saat berjalan di trotoar di kawasan Mukakuning, Sei Beduk. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos
batampos – Kondisi trotoar di kawasan Mukakuning, Sei Beduk, semakin memprihatinkan. Jalur pejalan kaki yang menghubungkan Simpang Panbil Mall hingga Rusunawa Mukakuning itu kini jauh dari kata nyaman.
Pantauan Batam Pos, atap trotoar tampak bolong di banyak titik. Lantainya berlubang, paving blok copot, sementara sejumlah tiang penyangga hilang dan yang tersisa terlihat keropos berkarat. Tanaman liar pun tumbuh tak terkendali, menambah kesan tak terurus pada jalur yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki.
“Sudah bertahun-tahun rusak dan tidak nyaman lagi dilalui,” keluh Rita, warga Rusunawa Mukakuning yang ditemui saat melintas, Selasa (9/12).
Rita menyebut trotoar ini adalah akses utama warga sekitar, terutama para pekerja kawasan industri. Dahulu, jalur tersebut bahkan kerap digunakan warga untuk berjalan santai di pagi dan sore hari. Namun kini, kondisi yang rusak membuat banyak orang beralih menggunakan motor.
“Sekarang lebih milih naik motor. Karena atapnya bolong, tetap saja kepanasan dan basah saat hujan,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangan di sepanjang trotoar ikut menambah sesak ruang gerak. Tak jarang pula pengendara motor ikut memanfaatkan trotoar sebagai tempat berteduh saat hujan.
“Fungsinya sudah berubah, jadi tempat jualan. Apalagi kalau hujan, motor juga ikut berteduh,” katanya.
Sementara itu, Edri, warga lainnya menduga kerusakan parah ini dipicu aksi pencurian material trotoar. Menurutnya, besi dan atap trotoar sering menjadi sasaran pelaku.
“Pasti dicuri. Lama-lama trotoar ini tinggal lantainya saja,” ujarnya.
Hingga kini, warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki jalur vital tersebut, agar bisa kembali menjadi ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki di kawasan Mukakuning. (*)
KM Pelangi 15 sebelum dinyatakan hilang. F. Istimewa.
batampos –
Pencarian kapal kargo KM Pelangi 15 yang hilang di perairan Tambelan memasuki hari ketiga pada Rabu (10/12), namun belum membuahkan hasil. Kapal tersebut mengangkut muatan ikan segar dan kebutuhan pokok dari Tarempa menuju Pontianak.
KM Pelangi 15 diawaki empat orang Anak Buah Kapal (ABK): Syaiful Anwar (54) dan Abidin (43) dari Tanjungpinang, serta Juraimi (46) dan Sarip (38) dari Desa Nyamuk.
Hingga kini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun lokasi terdamparnya di laut.
Meski tanpa dukungan Basarnas, warga Anambas tetap bergerak melakukan pencarian mandiri. Sedikitnya tujuh kapal masyarakat Kecamatan Siantan Timur menyisir jalur yang diduga dilalui kapal tersebut.
Lokasi pencarian difokuskan pada titik koordinat terakhir AIS kapal di perairan Tambelan, Bintan: 2°35’42.00″N – 106°54’41.00″E.
“Sudah hari ketiga mencari KM Pelangi 15 belum ada kabar baik. Mudah-mudahan hari ini ada kabar baik,” kata Pang Rinto yang memimpin pencarian.
Sementara itu,
Bupati Anambas, Aneng, mengaku tengah mengupayakan dukungan pencarian lewat udara.
“Saya sudah hubungi Medco Energi untuk membantu pencarian lewat udara. Sekarang lagi proses administrasi untuk pinjam helikopter,” ujarnya kepada Batam Pos.
Menurutnya, gelombang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem menyulitkan pencarian lewat laut.
“Pencarian udara jauh lebih cepat memberi gambaran situasi,” tegasnya.
Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Camat Midai dan Camat Tambelan untuk mengantisipasi kemungkinan kapal hanyut ke wilayah tersebut.
KM Pelangi 15 bertolak dari Pelabuhan Tarempa pada Sabtu (6/12) pukul 23.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Pontianak pada Senin (8/12) siang. Namun hingga kini, tidak ada kontak sama sekali dengan pihak terkait.
Pemantauan terakhir AIS mencatat posisi kapal pada Minggu (7/12) pukul 13.10 WIB sebelum sinyal hilang sepenuhnya.
“Mudah-mudahan ada kabar baik. Kita semua berharap para ABK dalam keadaan selamat,” tutur Aneng. (*)
Pelajar Desa Marok Kecil berangkat ke sekolah menggunakan sampan/ketek karena akses jalan terendam air, Selasa (9/12). F. Istimewa.
batampos – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir beberapa hari terakhir menyebabkan banjir rob melanda wilayah pesisir di Kabupaten Lingga. Sejumlah desa terendam air akibat tingginya curah hujan bersamaan dengan kondisi air laut yang pasang.
Salah satu daerah yang terdampak cukup parah adalah Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan. Banjir rob membuat akses transportasi darat lumpuh total karena seluruh badan jalan terendam air.
Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi mengatakan bahwa genangan air mulai terlihat surut, namun kondisi terburuk terjadi pada Selasa (9/12/2025).
“Yang parah itu pada Selasa, seluruh akses lalu lintas masyarakat lumpuh karena jalan semua terendam air,” ujar Rusdi, Rabu (10/12).
Akibat akses darat tak bisa dilalui, para pelajar terpaksa menggunakan sampan atau ketek untuk pergi ke sekolah. Padahal kondisi ombak dan cuaca laut sedang berbahaya.
“Saya sangat bangga dengan para pelajar ini, meski harus menggunakan transportasi laut mereka tetap berangkat ke sekolah,” kata Rusdi.
Ia mengakui situasi tersebut sangat berisiko bagi keselamatan pelajar, namun pendidikan tetap berjalan di tengah hambatan cuaca ekstrem.
Rusdi berharap banjir rob segera hilang sepenuhnya agar aktivitas masyarakat kembali normal dan pelajar tidak harus mengambil risiko besar untuk bisa sekolah.
“Memang kita tidak bisa melawan kehendak alam. Karena banjir rob ini disebabkan curah hujan tinggi dan kondisi air laut pasang. Tapi kita berharap agar banjir ini segera surut,” tutupnya. (*)
Tampilan One UI terbaru dari Samsung. F. 9to5Google.
batampos – Samsung resmi membuka pendaftaran program beta One UI 8.5 untuk pengguna Galaxy S25 di beberapa negara. Pembaruan antarmuka ini disebut membawa peningkatan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga desain yang semakin modern.
Program beta tersebut dapat diakses melalui aplikasi Samsung Members mulai Senin (8/12) di Jerman, India, Korea, Polandia, Inggris, dan Amerika Serikat.
One UI 8.5 disebut memiliki sejumlah kemiripan dengan One UI 8.0. Namun, perubahan tampak pada elemen desain yang kini lebih memanfaatkan visual Liquid Glass seperti pada perangkat Apple.
Dikutip dari 9to5Google, berikut fitur-fitur unggulan yang hadir dalam One UI 8.5:
1. Galaxy AI
Pembuatan gambar AI lewat Photo Assist tanpa perlu menyimpan tiap hasil edit satu per satu.
2. Bixby lebih responsif
Cukup bicara ke Bixby, pengaturan yang dibutuhkan akan langsung muncul.
3. Konektivitas antarperangkat
Akses file dari perangkat Samsung lain hingga TV lebih mudah. Pintasan Home Screen bisa langsung terhubung ke TV.
4. Optimalisasi baterai & daya
Menu Battery settings kini menampilkan penggunaan harian hingga seminggu terakhir.
5. Aksesibilitas ditingkatkan
Kontrol alat bantu dengar Bluetooth lebih cepat. Hadir fitur baru dwell action dan corner actions.
6. Pengalaman pengguna lebih lengkap
Quick panel makin fleksibel, tersedia rekam sebagian layar, hingga clipboard yang otomatis membuka kalkulator untuk angka dan rumus. DeX kini menyimpan posisi jendela aplikasi.
7. Aplikasi Jam
Tersedia latar alarm berbasis cuaca dan tampilan perbedaan waktu antarnegara.
8. Samsung Health
Laporan mingguan lebih lengkap, termasuk data pengingat obat, pelacakan olahraga, meditasi dari Galaxy Watch, hingga pengecekan kadar antioksidan.
10. Quick Share makin aman
Hanya menerima file dari akun Samsung atau Google, plus mampu mengenali wajah dalam foto.
11. Home & Lock Screen
Tata letak otomatis tidak menutupi elemen penting. Font jam lebih variatif.
12. Informasi cuaca lebih detail
Widget cuaca kini menampilkan grafik curah hujan.
Samsung belum mengungkap jadwal peluncuran resmi One UI 8.5 versi stabil. Namun, pengguna Galaxy S25 di Indonesia diperkirakan akan mendapat pembaruan setelah program beta rampung di negara gelombang pertama.
Dewan Pendidikan Kota Batam saat melakukan monitoring di SMPN Kota Batam, Selasa (9/12). (ist)
batampos — Dewan Pendidikan Kota Batam melakukan monitoring ke SMPN 41 Kota Batam, Selasa (9/12).
Kunjungan ini bertujuan meninjau kondisi proses belajar mengajar, kebutuhan sekolah, serta pelaksanaan ujian berbasis digital yang sedang berlangsung serentak di Kota Batam.
Tim Monitoring di sekolah yang berlokasi di Jalan Bunga Raya Lubukbaja tersebut dipimpin Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Batam Dukhroini Ali dan Komisi Sapras Dewan Pendidikan Kota Batam Jamil.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah harapan dan usulan kepada Dewan Pendidikan agar diteruskan ke Wali Kota Batam dan Dinas Pendidikan Kota Batam.
Kepala SMPN 41 Batam, Fahrul, meminta agar proses merger SD yang berada di lingkungan sekolah dapat dipercepat. Di mana di lokasi SMPN 41 juga ada SD Negeri 007 Lubuk Baja. Dan beberapa tahun lalu sudah pernah diusulkan untuk dimerger dengan sekolah terdekat, namun hingga saat ini belum terealisasi.
Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar sehingga sekolah tidak perlu lagi melaksanakan proses pembelajaran dengan sistem dua sift seperti saat ini.
“Terkait sarana dan prasarana, inilah yang paling mendesak yang bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan penambahan tenaga pendidik, khususnya guru olahraga dan guru Bahasa Indonesia, serta guru kesenian guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memenuhi rasio guru-murid yang ideal.
Sekolah yang sudah berdiri sejak 2011 itu, kini memiliki 1077 siswa dengan jumlah guru dan tenaga kependidikan sebanyak 45 orang.
Dalam kesempatan itu, Fahrul juga mendukung program seragam gratis yang dicanangkan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali
Kota Batam Li Claudia Chandra, di mana di SMPN 41 sudah berjalan dengan baik. Siswa mendapat seragam putih biru dan baju Melayu secara gratis.
Tim monitoring Dewan Pendidikan Kota Batam juga meninjau langsung pelaksanaan ujian yang telah menerapkan sistem digital.
Melalui sistem ini, hasil ujian siswa dapat diketahui secara cepat karena langsung diproses oleh perangkat lunak yang digunakan.
Dewan Pendidikan memberikan apresiasi terhadap kinerja sekolah dalam mengadopsi teknologi ujian digital serta mencatat seluruh masukan yang disampaikan untuk dibahas lebih lanjut bersama dinas terkait.
Kegiatan monitoring diakhiri dengan evaluasi singkat dan harapan agar pelayanan pendidikan di SMPN 41 semakin optimal demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Batam.
“Insya Allah usulan dan masukan akan kami teruskan kepada Wali Kota Batam dan Dinas Pendiikan Kota Batam agar segera direalisasikan, sehingga proses belajar mengajar di sekolah ini bisa berjalan secara optimal,” jelas Dukhroini Ali. (*)
Empat orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian. f. cecep
batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam resmi menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus kematian tragis Dwi Putri Aprilian Dini, korban penyiksaan berhari-hari yang ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan dua lantai di Perumahan Jodoh Permai, Batuampar.
SPDP atas empat tersangka tersebut diserahkan penyidik Polsek Batuampar pada Jumat pekan lalu.
“Kami telah menerima SPDP atas keempat tersangka pada Jumat kemarin,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Batam, Iqram Saputra, Selasa (9/12).
Tak menunggu waktu, Kejari Batam langsung membentuk tim khusus untuk mengawal jalannya penyidikan. Iqram telah menerbitkan surat penunjukan jaksa peneliti (P-16) guna memastikan seluruh proses berjalan objektif dan unsur pidana terpenuhi sebelum perkara dinyatakan lengkap (P-21).
Tim jaksa peneliti terdiri dari empat orang: Iqram Saputra, Gustian Juanda Putra, Aditya Otavian, dan Benediktus Krisna Murti.
“Jaksa peneliti akan mengikuti proses penyidikan dari awal hingga memastikan terpenuhinya unsur pidana sebelum dinyatakan lengkap P-21,” kata Iqram.
Saat ini Kejari Batam menunggu berkas tahap pertama dari penyidik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Proses hukum tetap berjalan sembari berkas dilengkapi.
Dalam SPDP tercantum empat tersangka: Wilson Lukman alias Koko (WL), Anik alias Mami, Putri Angelina alias Papi Tama, dan Salmiati alias Papi Charles.
Keempatnya diduga terlibat langsung dalam penyiksaan yang berujung kematian.
Penyidikan Polsek Batuampar mengungkap motif mengejutkan di balik aksi keji tersebut. Kepala Polsek Batuampar, Kompol Amru Amrullah menjelaskan peristiwa bermula dari video rekayasa yang dibuat Anik alias Mami bersama Salmiati alias Papi Charles — seolah Anik dicekik korban.
“WL tidak mengetahui video itu rekayasa. Ia langsung emosi setelah melihat pacarnya seakan-akan dicekik korban,” terang Amru.
Selama tiga hari berturut-turut korban mengalami kekerasan ekstrem. Ia dipukul, ditendang, ditampar, dan kepalanya dibenturkan berulang ke dinding. Korban juga dipukul sapu lidi dan kayu, diikat dengan lakban dan borgol, serta disiram air dalam kondisi telanjang.
Pada satu sesi penyiksaan, korban disemprot air ke hidung hampir dua jam, sementara mulutnya tertutup lakban. Tiga pelaku perempuan turut aktif mengawasi dan membantu pembelian lakban serta pengikatan korban.
Ketika korban akhirnya tidak merespons, para tersangka panik. Mereka memanggil seorang bidan, sementara WL membeli tabung oksigen untuk berpura-pura melakukan pertolongan. Namun korban tak terselamatkan.
Dalam upaya menghilangkan jejak, korban kemudian dibawa ke RS Elisabeth Sei Lekop menggunakan identitas palsu “Mr X”.
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 juncto Pasal 55, dengan ancaman pidana 20 tahun penjara, seumur hidup, atau hukuman mati.
Kejari Batam menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini secara ketat dan transparan.
“Kami memastikan tidak ada satu pun detail yang terabaikan. Penanganan perkara ini menjadi prioritas,” tutur Iqram. (*)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, usai memberikan keterangan kepada Batam Pos di ruang kerjanya, Senin (8/12) siang. (M. Sya’ban)
batampos – Keberadaan becak motor (bentor) masih banyak ditemukan di jalanan utama Kota Batam. Bahkan. Keberadan bentor ini beberapa kali menyebabkan kecelakaan.
Pantauan Batam Pos, pengendara bentor terlihat di kawasan Mukakuning atau Jalan Letjend Suprapto. Pengendaranya melintas tanpa menggunakan helm, hingga muatan di atas becak berserakan di jalan.
“Bahaya sekali bentor ini. Tidak pakai helm, dan ugal-ugalan lagi,” ujar Eri, salah seorang pengendara, Selasa (9/12).
Menurut dia, bentor tersebut tidak seharusnya berada di jalan raya. Untuk itu, ia meminta pihak Kepolisian menindak dan menyita motor tersebut.
“Bentor itu jangan di jalan raya, kalau digunakan angkutan di sekitar pasar atau rumah silahkan saja,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra mengatakan bentor hingga saat ini dilarang beroperasi di jalan raya. Sebab, bentor tidak memenuhi persyaratan sebagai kendaraan bermotor untuk angkutan orang maupun barang.
“Bentor itu bukan dari pabrikan dan dimodifikasi. Jadi tidak laik digunakan untuk angkutan, dan tidak memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Menurut Leo,, pihaknya tidak bisa menindak pengendara maupun bentor tersebut. Ia meminta pihak Kepolisian untuk menindak bentor yang beroperasi di jalanan.
“Kebanyakan bentor itu kendaraan lama, jadi untuk suratnya ada yang berwenang. Karena kita razia hanya menindak angkutan orang dan barang saja,” tutupnya. (*)