Kamis, 4 Juni 2026
Beranda blog Halaman 907

Profil Endipat Wijaya, Anggota DPR Dapil Kepri yang Sindir Donasi Bencana

0
Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya. (dok. JawaPos.com)

batampos – Pernyataan Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra Endipat Wijaya, yang minta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lebih aktif menginformasikan kerja pemerintah dalam penanganan bencana Sumatera, menyita perhatian publik.

Sebab, dalam pernyataannya, Endipat turut menyinggung bantuan donasi publik yang dikumpulkan konten kreator Ferry Irwandi.

Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komdigi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).

Menurut Endipat, minimnya informasi membuat upaya pemerintah, termasuk penyaluran bantuan yang nilainya mencapai triliunan rupiah, tidak terlihat oleh publik.

“Ke depan Kementerian Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini, paling-paling di Aceh, di Sumatra, dan lain-lain itu,” kata Endipat.

Endipat secara khusus menyinggung aksi penggalangan dana yang viral dan berhasil menghimpun sekitar Rp 10 miliar.

Meski tak menyebut nama, publik meyakini sindiran tertuju pada konten kreator Ferry Irwandi yang berhasil menghimpun dana publik senilai Rp 10 miliar dalam waktu 24 jam.

Menurut Endipat, angka donasi tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran negara yang telah digelontorkan.

“Orang-orang cuma nyumbang Rp 10 miliar. Negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu, Bu. Jadi yang kayak gitu-gitu, mohon dijadikan perhatian,” urainya.

Siapa Endipat Wijaya?

Endipat Wijaya merupakan salah satu wajah baru di DPR RI periode 2024–2029. Berlatar belakang pendidikan teknik dan pengalaman panjang di sektor industri, ia mewakili Daerah Pemilihan Kepulauan Riau (Kepri).

Kini, Endipat mengemban tugas di Komisi I DPR yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi, informatika, dan intelijen.

Endipat lahir di Bengkulu pada 31 Mei 1984. Sejak muda ia dikenal sebagai sosok yang disiplin dan memiliki perhatian besar pada dunia sains dan teknologi.

Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara, Magelang, salah satu sekolah bergengsi yang banyak melahirkan pemimpin di Indonesia.

Pendidikan tingginya diselesaikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan gelar Sarjana Teknik Metalurgi pada 2006.

Setelah berkarir di dunia industri, ia melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Manajemen dari Swiss German University pada 2019.

Sebelum terjun ke dunia politik, Endipat meniti karir di sektor industri. Ia memulai langkah profesionalnya sebagai teknisi di Double A Group, sebuah perusahaan besar di bidang pulp and paper.

Pengalaman tersebut memberinya pemahaman tentang proses produksi dan manajemen industri berbasis teknologi.

Setelah itu, ia melanjutkan karir di PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang beroperasi di Kalimantan Timur.

Pengalaman bekerja di sektor energi dan pertambangan inilah yang kemudian membentuk perspektifnya mengenai pentingnya tata kelola sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan.

Masuk ke Dunia Politik

Endipat mulai aktif di dunia politik sejak 2011 melalui Partai Gerindra. Ia dikenal sebagai kader muda dengan basis kompetensi teknis kuat dan kemampuan komunikasi publik yang berkembang pesat. Dengan rekam jejak tersebut, ia kemudian maju dalam Pemilu Legislatif 2024.

Pada Pemilu 2024, Endipat sukses meraih 105.413 suara, menjadikannya peraih suara tertinggi di Dapil Kepulauan Riau. Keberhasilan tersebut mengantarkannya menjadi Anggota DPR RI periode 2024–2029.

Di parlemen, Endipat bertugas di Komisi I DPR RI, komisi yang membidangi isu strategis seperti pertahanan negara, hubungan luar negeri, kebijakan digital, keamanan siber, serta intelijen.

Selain itu, ia dipercaya menduduki posisi penting sebagai Wakil Ketua BAKN DPR RI (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara), lembaga internal yang berfungsi memperkuat pengawasan terhadap audit dan pengelolaan keuangan negara.

Dalam kapasitas tersebut, Endipat kerap menyoroti pentingnya akuntabilitas dan kejelasan tupoksi antar lembaga audit seperti BPK dan BPKP, agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi dan potensi konflik dalam pengawasan negara.(*)

Artikel Profil Endipat Wijaya, Anggota DPR Dapil Kepri yang Sindir Donasi Bencana pertama kali tampil pada News.

Gandeng Satgas Pangan, DKUPP Bintan Intensifkan Pengawasan Harga dan Stok Komoditas

0
Harga Cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang masih tinggi, Rabu (15/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Bintan bergerak cepat menangani kenaikan harga dan menipisnya stok sejumlah bahan pokok di pasaran. Pengawasan lapangan dilakukan bersama Satgas Pangan usai munculnya laporan kenaikan harga di tingkat distributor dan pasar.

Kabid Perdagangan DKUPP Bintan, Setia Kurniawan mengatakan, hasil pengawasan di Tanjunguban dan Kijang menunjukkan adanya lonjakan harga sekaligus kelangkaan beberapa komoditi penting.

“Stok komoditi seperti bawang, wortel, kol, daging beku, dan ayam mulai menipis karena pasokan dari Batam terhambat,” ujarnya, Selasa (9/12).

Setia menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan serta berkoordinasi dengan Satgas Pangan sesuai arahan Bupati Bintan untuk mencari solusi terbaik.

“Kita juga koordinasi dengan dinas terkait dan pemangku kebijakan tanpa mengesampingkan penegakan hukum,” tegasnya.

Plt Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Riki Rionaldi menyampaikan bahwa persoalan kenaikan harga dan stok menipis telah dibahas bersama Forkopimda Kepri.

“Semua hadir, termasuk Gubernur, Ketua DPRD, Wakil Gubernur. Bea Cukai dan Karantina juga hadir,” kata Riki.

Menurutnya, suplai komoditas dari sejumlah daerah yang terdampak bencana seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terganggu. Di sisi lain, pengetatan barang impor dari Batam juga memicu kepanikan distributor.

“Jangan menyalahkan pengetatan aturan. Kalau niat ikut aturan, pasti dimudahkan. Adaptasi saja, ikuti dulu,” ujarnya.

Riki menegaskan barang produksi dalam negeri seperti dari Jakarta tidak bermasalah. Hanya saja, komoditas impor dengan kuota khusus Batam tidak bisa sembarangan masuk ke Bintan atau Tanjungpinang.

“Ini momentum pembenahan meskipun berdampak pada barang yang hilang, berkurang, atau mahal. Lebih baik dibenahi daripada dibiarkan,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Kepri mendorong BP Kawasan di Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun untuk mengatur kuota impor sendiri, agar daerah tidak terlalu bergantung pada Batam.

“Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur ingin tiap daerah punya akses sendiri terhadap pasokan,” tambahnya.

Untuk kebutuhan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bulog disebut sudah menjamin ketersediaan bahan pokok. Meski begitu, komoditas seperti wortel masih terhambat karena gangguan pasokan dari Sumbar dan wortel impor tak bisa keluar dari Batam.

Riki menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang bagi pelaku usaha yang ingin mengurus izin impor resmi untuk kebutuhan masyarakat.

“Kalau ada pengusaha yang mau urus izin barang impor, kita bantu prosesnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Gandeng Satgas Pangan, DKUPP Bintan Intensifkan Pengawasan Harga dan Stok Komoditas pertama kali tampil pada Kepri.

Air Keruh Dua Bulan ke Pelanggan, PT ABH Lakukan Pemeriksaan dan Flushing di Perumahan KDA

0
ilustrasi air bersih

batampos – Keluhan warga Perumahan KDA Batam Center mengenai kondisi air yang keruh dan berwarna kecoklatan dalam dua bulan terakhir mendapat respons cepat dari PT Air Batam Hilir (PT ABHi). Sejumlah pelanggan sebelumnya mengaku harus menyaring air berlapis-lapis agar bisa digunakan, terutama pada sore hingga malam hari ketika air tampak semakin pekat.

Menanggapi laporan tersebut, Ginda Alamsyah, Humas PT Air Batam Hilir (PT ABHi), mengatakan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.

“Setelah menerima laporan, kami segera mengirim tim untuk memeriksa jaringan dan kondisi aliran di wilayah tersebut,” ujar Ginda kepada Batam Pos, Selasa (9/12).

Ia menjelaskan bahwa dari pengecekan awal, ditemukan adanya ujung jaringan perpipaan (pipa dead end) yang berpotensi menahan endapan dan sewaktu-waktu dapat menimbulkan air keruh, terutama ketika pola tekanan air berubah.

BACA JUGA: Warga Perumahan KDA Keluhkan Air Keruh Dua Bulan Terakhir

“Temuan awal menunjukkan adanya pipa dead end yang bisa menyebabkan endapan tertahan. Kami sudah menjadwalkan penanganan dan akan berkoordinasi dengan BU SPAM agar kondisi jaringan diperbaiki,” jelasnya.

Selain itu, tim teknis PT ABHi juga melakukan flushing pada jaringan induk dan pipa pelayanan pelanggan untuk membuang endapan serta mengembalikan kejernihan air.

Ginda memastikan bahwa setelah rangkaian penanganan dilakukan, kualitas air di wilayah tersebut kembali normal.

“Kami cek ulang setelah tindakan di lapangan. Kondisi air sudah normal dan bisa digunakan seperti biasa,” ujarnya.

Ginda juga mengapresiasi warga yang melapor dan membantu memberikan informasi terkait kondisi air di lingkungan mereka.

“Laporan pelanggan sangat membantu kami. Setiap masukan akan kami tindak lanjuti untuk meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.

PT ABHi mengimbau pelanggan agar segera menghubungi Call Centre 0778 5700 000 atau kanal pengaduan resmi lainnya apabila menemukan air yang kembali tidak normal. (*)

Reporter: Syaban

Artikel Air Keruh Dua Bulan ke Pelanggan, PT ABH Lakukan Pemeriksaan dan Flushing di Perumahan KDA pertama kali tampil pada Metropolis.

Terpengaruh Game Online, Diduga Picu Pelajar SMP di Batam Ancam Bom Sekolah

0

Dirkrimsus Polda Kepri Polda Kepri Kombes Pol Silvester MM Simamora. f. cecep

batampos– Pengaruh permainan daring (game online) diduga menjadi pemicu utama seorang pelajar SMP di Batam mengirim ancaman bom ke sekolahnya. Polda Kepri memastikan pelaku adalah remaja 13 tahun yang terobsesi dengan konten permainan digital sehingga menirukan pola ancaman di dalam game tersebut.

Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Silvester, mengungkap teror bom yang sempat membuat panik guru dan murid itu ternyata dilakukan seorang siswa kelas VII di sekolah swasta di Batam. “Pelakunya anak berusia 13 tahun. Dari pemeriksaan, dia terpengaruh game online,” ujarnya.

Silvester menjelaskan, pola komunikasi ancaman yang dikirim pelaku mirip dengan fitur permainan di beberapa platform game anak. “Dia mengaku hanya ingin mencoba-coba seperti yang sering dilihat di permainan Roblox,” katanya.

Menurut penyidik, remaja tersebut tidak memahami beratnya ancaman bom dalam dunia nyata. Ia hanya mengikuti alur permainan yang sering menampilkan skenario ancaman atau tantangan berbahaya.

“Ini ikut-ikutan. Namun dampaknya sangat besar bagi pihak yang menerima,” tegas Silvester.

BACA JUGA: Baku Tembak dan Ledakan Bom Bak Film Action di Bandara Hang Nadim Batam

Ancaman itu sendiri dikirim melalui pesan WhatsApp. Tak butuh waktu lama bagi polisi melacak pemilik nomor dan mencari keberadaan pengirim pesan. “Kami sudah minta keterangannya dan memastikan tidak ada pelaku lain. Ini murni dilakukan seorang diri,” katanya.

Ia juga memastikan tidak ada keterkaitan dengan pesan ancaman lain yang beredar di Semarang. “Tidak ada hubungan dengan daerah lain,” ujar Silvester.

Silvester menyebut faktor perundungan (bullying) memang ada dalam kehidupan sehari-hari anak itu, namun bukan pendorong utama tindakannya. “Ada sedikit faktor itu, tapi lebih dominan karena permainan online,” jelasnya.

Hingga kini penyidik masih melakukan pendekatan psikologis untuk memastikan kondisi emosional sang siswa. Remaja tersebut juga sudah di pulangkan ke orang tuanya.

“Kami masih menunggu rekomendasi psikologi untuk menentukan langkah lanjutan,” katanya.

Ia meminta, para orang untuk mengawasi aktivitas digital putra-putri mereka, terutama game yang mengandung unsur kekerasan atau tantangan berbahaya. Pengawasan orang tua dan sekolah dinilai krusial agar anak tidak meniru konten yang merusak pemahaman mereka tentang risiko nyata. “Pergaulan digital anak-anak sekarang sangat luas, dan perlu pendampingan,” kata Silvester.

Polda Kepri memastikan evaluasi psikologis akan menjadi dasar sebelum menentukan proses hukum selanjutnya terhadap pelaku. “Pendekatan psikologis tetap kami utamakan,” tutupnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Terpengaruh Game Online, Diduga Picu Pelajar SMP di Batam Ancam Bom Sekolah pertama kali tampil pada Metropolis.

Impor Elektronik Bekas Belum Terbukti Limbah B3

0

ilustrasi. f. net

batampos– Polemik impor barang elektronik bekas dari Amerika Serikat ke Batam semakin menarik untuk diikuti. Sampai saat ini sudah ada ratusan kotainer barang elektronok bekas itu tertahan di Pelabuhan Batuampar. Dan sampai sekarang belum ada kejelasan apakah isi kontainer itu limbah B3 atau tidak.

Andrei, legal PT Esun, salah satu perusahaan yang mengimpor mengatakan bahwa selama ini ada informasi ada yang menyesatkan masyarakat, bahwa barang impor yang disebut-sebut limbah B3, ternyata hanyalah barang elektronik bekas yang digunakan sebagai bahan baku. ”Barang yang diimpor masih dalam keadaan utuh bukan tergolong sisa dan skrap,” tulisnya dalam rilis.

Hal ini, ujarnya, sejalan dengan Permenperin No. 16/2021 Pasal 1ayat (3) yang menyebutkan: “Bahan baku Adalah bahan mentah, barang setengah jadi, atau barang jadi yang dapat diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Bahkan ia menyebutkan, ahli dibidang limbah B3 mengatakan ada perbedaan yang mendasar antara limbah B3 dengan barang elektronik bekas sebagai bahan baku.

BACA JUGA: Pemerhati Lingkungan: Daur Ulang Limbah Elektronik di Batam Aman Jika Dikelola Sesuai Standar Lingkungan

Dijelaskannya, selama ini barang-barang yang masuk tidak dibuang sembarangan karena setelah diolah seluruh barangnya langsung diekspor tidak menyisakan sisa.

”PT Esun misalnya telah melakukan pemantauan lingkungan secara rutin, yakni pemantauan kualitas udara, pemantauan air limbah domestik, pemantauan limbah padat bekerjasama dengan Laboratorium sucofindo, hasilnya semuanya tidak terdapat satu parameter yang melibih baku mutu yang ditentukan Permen LHK, artinya tidak terbukti ada pencemaran lingkungan dalam kegiatan usaha ini,” bebernya.

Dijelaskannya juga bahwa sSemua barang yang diimpor diolah memiliki nilai ekonomi dan memberikan kontribusi pajak ke negara. ”Menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja, justru PT Esun telah memberikan kontribusi perekonomian Indonesia, Batam akan siap-siap terjadi banjir pengangguran jika kegiatan ini terganggu,” tegasnya.

Andrei mengaku pihaknya sudah mendapat izin BP Batam sejak tahun 2017. ”Tentunya sudah pernah ada kajian yang mendalam sehingga BP Batam dapat mengeluarkan izin ini, dan selama ini Bea Cukai Batam pun pasti sudah sangat teliti sekali menerbitkan dokumen persetujuan pemasukan barang (SPPB) sebagai bahan baku,” bebernya.

Kesimpulannya, ujarnya, jika belum ditentukan limbah B3 atau bahan baku, maka belum dapat diputuskan untuk Re-Ekspor, apakah pemerintah siap menanggung kerugian perusahaan-perusahaan jika ternyata terbukti barang-barang yang diimpor bukan limbah B3. ”Oleh sebab itu harus dilakukan pendalaman yang baik terlebih dahulu, tidak memutuskan secara terburu-buru akan sesuatu yang belum pasti benar salahnya,” tutupnya. (*)

Artikel Impor Elektronik Bekas Belum Terbukti Limbah B3 pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Terduga Penyelundup Balpres Diamankan Polda Kepri di Pelabuhan Batam

0

Direskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Simamora bersama Kepala Bea Cukai Batam Zaky Firmasyah menunjukan barang bukti pakaian bekas ilegal hasildari pengungkapan saat ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (9/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Empat orang berinisial S, AG, RK, dan AA diamankan Subdit Indagsi Ditkrimsus Polda Kepri terkait dugaan penyelundupan pakaian bekas di Pelabuhan Batam. Mereka ditangkap dalam operasi gabungan bersama Bea Cukai Batam setelah aparat menemukan belasan koper dan karung berisi barang larangan impor.

Penindakan itu dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor A/29 dan A/30 pada 8 Desember 2025. Keempatnya langsung dibawa ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan intensif guna memastikan peran masing-masing.

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan mengamankan 11 koper dan 8 karung berisi pakaian tidak baru alias barang bekas. Seluruh barang diduga kuat hendak diselundupkan melalui jalur penumpang di pelabuhan.

Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Silverster Simamora, mengatakan penanganan kasus masih terus berjalan dengan mengedepankan pemeriksaan terhadap para terduga. Kasus ini merupakan laporan model A, di mana temuan berawal dari kegiatan penyidik di lapangan.

BACA JUGA: Penyelidikan Balpres Terus Berjalan, Lima Truk dan Kontainer Masih Ditahan

“Empat orang sudah kami amankan dan sedang kami periksa. Kami dalami keterlibatan masing-masing sebelum masuk ke tahap berikutnya,” ujar Silverster saat ekspose di Mapolda Kepri, Selasa (9/12).

Ia menambahkan, setelah rangkaian pemeriksaan awal rampung, berkas dan barang bukti akan diserahkan ke Bea Cukai Batam. Selanjutnya para terlapor akan diproses menggunakan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan.

“Untuk empat orang yang diamankan masih tahap pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, kasus ini akan kami limpah ke Beacukai Batam,”

Silverster menyebut potensi kerugian negara dalam kasus ini cukup besar. Ancaman pidana maksimal terhadap para pelaku adalah delapan tahun penjara, mengingat penyelundupan pakaian bekas masuk kategori pelanggaran serius.

Dari sisi jumlah barang, kata dia, kasus kali ini jauh lebih besar dibanding beberapa temuan sebelumnya. Namun, ia menegaskan hal itu bukan karena meningkatnya kejahatan, melainkan efektivitas strategi pengawasan yang kini lebih ketat dan terkoordinasi.

“Pengawasan di pelabuhan semakin tajam. Termasuk terhadap pembawa uang tunai dan narkotika, kami juga menemukan banyak indikasi yang berhasil digagalkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, mengapresiasi langkah cepat Ditkrimsus dalam menuntaskan penindakan di lapangan. Kolaborasi kedua instansi disebut menjadi kunci utama dalam memperkuat pengawasan di kawasan pabean.

“Potensi pelanggaran seperti ini hanya bisa ditekan melalui kerja sama. Tim Ditkrimsus yang bekerja di hilir dan kami di kawasan pabean saling melengkapi,” kata Zaky.

Ia menegaskan bahwa pengawasan ketat tidak boleh mengganggu pelayanan kepada penumpang. Oleh sebab itu, koordinasi antara instansi perlu terus diperkuat agar pelayanan tetap lancar dan penindakan bisa berjalan tanpa hambatan.

Zaky juga menyampaikan bahwa kerja sama lintas instansi dalam satu bulan terakhir sudah menunjukkan hasil positif. Selain dengan kepolisian, Bea Cukai turut berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk menjaga arus barang tetap tertib.

“Setiap instansi tidak bisa bekerja sendiri. Semakin kuat kolaborasinya, semakin baik pula pengawasannya,” ujarnya.

Menurut Zaky, pengawasan yang baik juga berdampak pada pelaku UMKM di Batam. Persaingan menjadi lebih sehat ketika barang-barang ilegal dapat ditekan melalui kontrol yang ketat.

Polda Kepri dan Bea Cukai memastikan kerja sama pengawasan akan terus dilanjutkan untuk menjaga keamanan kawasan perbatasan dan meminimalkan kerugian negara akibat aktivitas penyelundupan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Empat Terduga Penyelundup Balpres Diamankan Polda Kepri di Pelabuhan Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Begini Perjuangan Jurnalis Batam Salurkan Bantuan ke 4 Jorong Terisolir akibat Bencana Alam di Agam, Sumbar

0
Jurnalias Batam yang langsung membawa bantuan untuk korban bencana alam langsung membangikan bantuan ke warga.

batampos– Kabupaten Agam, Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah akibat banjir bandang yang melanda pada November 2025. Di Nagari Sungai Batang, sedikitnya 800 rumah rusak dan enam orang meninggal dunia. Sementara beberapa warga lainnya masih belum ditemukan.

Perjalanan menuju lokasi bencana bukan perkara mudah. Nagari Sungai Batang berada di pinggiran Danau Maninjau, desa wisata yang dikenal sebagai kampung kelahiran ulama besar Buya Hamka. Daerah ini memiliki empat jorong yang kondisinya paling parah terdampak banjir bandang.

Rumah-rumah rata dengan tanah, hanyut tersapu air bah. Batu-batu besar dari pegunungan turut menyeret apa saja yang dilaluinya, memutus akses jalan hingga tak dapat dilewati kendaraan bantuan.

Ketika rombongan Jurnalis Batam dan Korwil IJTI Sumatera tiba di lokasi utama, masyarakat mengungkapkan bahwa bantuan ke empat jorong tersebut sangat minim. Jalan terputus, sementara satu-satunya akses adalah menyeberang menggunakan perahu yang tidak memadai mengangkut logistik dalam jumlah banyak.

Karena kondisi mendesak, tim memutuskan memutari Danau Maninjau. Perjalanan ditempuh selama tiga jam. Jalan rusak, longsor di beberapa titik, membuat mobil harus bergerak pelan menembus rute penuh risiko.

“Kita prihatin mendengar keluhan masyarakat yang terdampak sangat parah. Banyak rumah hanyut, bahkan ada keluarga mereka yang meninggal dunia dan masih ada yang belum ditemukan,” ujar Ketua Korwil IJTI Sumatera, Gusti Yennosa, Senin (8/12/2025) malam.

BACA JUGA: Pemko Batam Salurkan Bantuan Rp7,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra

Wanita yang akrab disapa Oca itu menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dibawa dari Batam diserahkan langsung kepada warga, bukan melalui posko bencana.

“Ini amanah dari para donatur. Karena itu, bantuan kita antarkan langsung ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Warga yang menerima tampak menyambut dengan rasa haru. Beberapa bahkan tak kuasa menahan air mata saat bantuan berpindah langsung ke genggaman mereka.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Mereka merasa diperhatikan dan tidak harus ke posko untuk dapat bantuan,” tambah Oca.

Penyaluran bantuan di empat jorong Nagari Sungai Batang rampung pada Selasa (9/12/2025) dini hari. Selanjutnya, rombongan jurnalis langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi bencana lainnya di Kabupaten Solok.

Meski tenaga terkuras, rasa lelah terbayar saat melihat senyum dan optimisme kembali tumbuh di wajah para penyintas bencana. (*)

Artikel Begini Perjuangan Jurnalis Batam Salurkan Bantuan ke 4 Jorong Terisolir akibat Bencana Alam di Agam, Sumbar pertama kali tampil pada Metropolis.

Gagal Ginjal, Narapidana Narkotika Asal Singapura Meninggal

0

Ilustrasi.

batamposVasudhevan Jayaram, narapidana kasus narkotika asal Singapura yang menghuni Rutan Kelas IIA Batam, meninggal dunia di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Selasa (9/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Pria berusia 77 tahun itu tutup usia setelah menjalani perawatan intensif akibat gagal ginjal yang dideritanya setelah 2 hari dirawat.

Vasudhevan sebelumnya dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (7/12) sore setelah kondisinya memburuk. Pagi harinya, ia sempat mendapat perawatan di instalasi gawat darurat hingga sore hari barulah dipindah ke ruang inap RSUD Embung Fatimah.

Kuasa hukum Vasudhevan, Saferiyusu Hulu, membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku menerima informasi langsung dari pihak rutan pada Selasa dini hari. “Kami baru dapat kabar sekitar pukul satu bahwa beliau tidak tertolong. Kondisinya memang sudah sangat lemah,” ujarnya.

Saferiyusu menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat rutan yang membawa kliennya ke rumah sakit saat kondisi kritis. Menurutnya, keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian Vasudhevan yang sebulan ini berjuang atas gagal ginjal.

BACA JUGA: Tim Buser Polsek Sagulung Gagalkan Transaksi Curanmor

Keluarga sudah menerima,” katanya.

Keluarga memutuskan proses kremasi akan dilakukan di Batam. Sejumlah kerabat telah berada di kota ini untuk mengurus prosesi pemakaman berdasarkan aturan yang berlaku bagi warga negara asing.

Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin, menjelaskan kondisi medis Vasudhevan ketika masuk ke ICU pada Minggu malam. Pasien datang dengan kesadaran menurun, sesak berat, dan pernapasan mencapai 30 kali per menit.

Pasien kami tangani dengan pemasangan obat penunjang jantung, oksigen tinggi, selang makan, selang kencing, hingga akses cuci darah,” terangnya.

Sekitar pukul 23.30 WIB, dokter memutuskan melakukan intubasi dan memasang ventilator untuk membantu pernapasan. Namun kondisi terus menurun. “Pasien mengalami henti jantung pada pukul 00.50. Resusitasi jantung paru dilakukan, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Pada pukul 01.50 pasien dinyatakan meninggal,” kata Ellin.

Sebelum wafat, kondisi Vasudhevan memang menjadi perhatian publik setelah keluarga mengeluhkan persoalan pembiayaan. Pada Minggu (7/12) pagi, ia sempat dibawa ke RSUD, namun sempat tertahan di ruang administrasi karena keluarga diminta menandatangani surat jaminan biaya sebagai WNA yang tidak ditanggung negara, meski ia berstatus tahanan pemerintah Indonesia.

Persoalan itu muncul setelah rutan menyatakan tidak lagi mampu menanggung seluruh biaya medis. Dua pekan sebelumnya, biaya perawatan Vasudhevan mencapai Rp39 juta, semuanya ditanggung rutan. Namun kebutuhan cuci darah rutin yang harus dilakukan satu hingga dua kali seminggu membuat biaya melonjak dan tidak ada skema pendanaan lanjutan yang jelas.

Vasudhevan telah menjalani vonis empat tahun penjara sejak ditahan pada September 2024. Selama satu tahun lebih masa tahanan, kesehatannya merosot drastis hingga akhirnya didiagnosis gagal ginjal kronis.

Kuasa hukum Vasudhevan bahkan telah mengirim permohonan resmi kepada Presiden RI, Menko Polhukam, Menteri Hukum dan HAM, Dirjen Pemasyarakatan, serta Kepala Rutan Batam, agar kliennya diberi izin perawatan di Singapura karena fasilitas medis lebih memadai. Namun hingga kliennya wafat, belum ada respons yang memungkinkan proses pemindahan.

“Kami sudah kirim surat sejak pertengahan November. Harapan kami waktu itu hanya satu: beliau bisa dirawat di negaranya sendiri supaya kondisinya stabil. Tapi sampai akhir hayatnya, izin itu tidak kunjung turun,” ujar Saferiyusu.

Ia juga menyoroti lambatnya respons pihak yang menangani urusan WNA di Batam. Menurutnya, pihak konsultan imigrasi yang seharusnya bisa menjembatani kepentingan hukum warga asing justru tidak menunjukkan langkah nyata. “Seharusnya ada pihak yang memfasilitasi ketika WNA dalam keadaan kritis. Tapi itu tidak terlihat,” ujarnya.

Permohonan pengampunan yang diajukan tim hukum berlandaskan pada aspek kemanusiaan dan ketentuan dalam Undang-Undang Pemasyarakatan. Namun seluruh upaya itu terhenti akibat proses yang tak kunjung bergerak.

Susmiati, istri Vasudhevan, menuturkan suaminya tidak punya riwayat penyakit berat sebelum masuk rutan. “Dia hanya punya darah tinggi dan asam urat. Setelah masuk rutan, kondisi badannya menurun terus sampai akhirnya ginjalnya tidak berfungsi,” ungkapnya.

Di tengah duka, Susmiati berharap kejadian ini menjadi perhatian pemerintah agar narapidana lansia dan sakit berat mendapat perlakuan yang lebih manusiawi. “Saya hanya ingin suami saya dirawat dengan layak. Tapi semuanya sudah terjadi,” katanya. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

 

 

Artikel Gagal Ginjal, Narapidana Narkotika Asal Singapura Meninggal pertama kali tampil pada Metropolis.

Pencarian KM Pelangi 15 Tertunda, Basarnas: Cuaca Buruk Hambat Operasi SAR

0
Empat awak kapal KM Pelangi 15 berfoto sebelum berangkat menuju Pemangkat, Kalbar. Kini, kapal tersebut dinyatakan hilang kontak. F. Basarnas untuk Batam Pos.

batampos – Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Natuna hingga kini belum mengerahkan tim untuk mencari kapal kargo KM Pelangi 15 yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Tarempa menuju Pemangkat atau Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Pos SAR Natuna di Anambas, Bima, mengatakan penghentian sementara pencarian dilakukan karena kondisi cuaca ekstrem di wilayah perairan tersebut.

“BMKG mengeluarkan peringatan cuaca dan gelombang tinggi, sehingga kami belum bisa turun ke lapangan,” kata Bima, Selasa (9/12).

Meski belum melakukan operasi pencarian, Basarnas telah menerbitkan maklumat pelayaran kepada Bakamla Pontianak. Seluruh kapal yang melintas diminta melaporkan setiap tanda keberadaan KM Pelangi 15 melalui Basarnas atau kanal radio VHF frekuensi 16.

Bima menjelaskan, tracking terakhir Automatic Identification System (AIS) menunjukkan kapal sempat berputar di satu titik sebelum sinyalnya hilang total.

Di sisi lain, warga Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, melakukan pencarian mandiri menuju titik koordinat terakhir yang terekam AIS. Namun hingga kini belum ditemukan tanda-tanda kapal.

Dalam kesempatan berbeda, Jalis, istri ABK Juraimi, berharap seluruh kru dapat segera ditemukan.

“Saya berharap suami dan seluruh kru ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

KM Pelangi 15 diketahui bertolak dari Pelabuhan Tarempa, Sabtu (6/12) pukul 23.00 WIB, membawa muatan ikan segar dan kebutuhan pokok. Kapal seharusnya tiba di Pontianak pada Senin (8/12) sekitar pukul 14.00 WIB, namun hingga lewat jadwal tersebut tidak ada kontak sama sekali.

Pemantauan terakhir AIS mencatat posisi kapal berada di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan pada Minggu (7/12) pukul 13.10 WIB sebelum sinyal menghilang.

Kapal bermuatan empat awak, yakni Syaiful Anwar (54), warga Hutan Lindung Tanjungpinang; Abidin (43), warga Tanjung Unggat Tanjungpinang; serta dua warga Desa Nyamuk, Juraimi (46) dan Sarip (38). (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pencarian KM Pelangi 15 Tertunda, Basarnas: Cuaca Buruk Hambat Operasi SAR pertama kali tampil pada Kepri.

Petani Sungai Jeram Optimalkan Lahan dengan Tanam Sorgum dan Padi Gogo

0
Petani membersihkan ilalang di tanaman padi gogo dan sorgum di lahan yang sama di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara pada Selasa (9/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Petani di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara kini menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam sorgum dan padi gogo di lahan yang sama. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Sekretaris Kelompok Tani Milenial Kreatif, Suroso, mengatakan sorgum dan padi gogo dipilih karena memiliki kesamaan dari sisi hama hingga metode panen sehingga lebih efisien diterapkan.

“Sorgum dan padi gogo dipilih karena hama dan cara panennya sama, jadi lebih praktis,” ujar Suroso, Rabu (10/12).

Untuk mencegah serangan burung, para petani memasang botol berisi pemberat besi di sekitar area tanaman.

Saat ini, tanaman sorgum telah berusia sekitar tiga bulan dan siap panen, sedangkan padi gogo baru memasuki usia satu bulan. Dari hasil tanam tersebut, Suroso menargetkan panen sorgum mencapai 2,5 ton.

Sementara itu, padi gogo ditargetkan menghasilkan minimal satu ton pada masa panen perdana.

“Padi gogo ini baru pertama dicoba. Mudah-mudahan bisa panen satu ton lebih,” harapnya.

Ia juga berharap semakin banyak petani di Kabupaten Bintan tertarik mengembangkan sorgum karena memiliki nilai manfaat tinggi dan bisa menjadi komoditas unggulan baru.

“Kita juga berharap ada penampung hasil sorgum pascapanen, biar petani lebih semangat,” kata dia. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Petani Sungai Jeram Optimalkan Lahan dengan Tanam Sorgum dan Padi Gogo pertama kali tampil pada Kepri.