Tarian Zapin Penyengat. F. Disbudpar Tanjungpinang.
batampos – Kepulauan Riau (Kepri) tak hanya terkenal dengan panorama lautnya yang menawan, tetapi juga menyimpan warisan budaya Melayu yang sarat nilai sejarah. Banyak peninggalan budaya di provinsi maritim ini yang belum banyak dikenal masyarakat luas.
Warisan budaya di Kepri mencerminkan peradaban Melayu yang kaya akan nilai moral, seni, dan tradisi turun-temurun. Berikut enam warisan budaya Kepulauan Riau yang jarang diketahui, namun memiliki makna sejarah yang tinggi:
1. Gurindam Dua Belas
Karya sastra monumental ini ditulis Raja Ali Haji pada abad ke-19 di Pulau Penyengat. Berisi nasihat dan ajaran moral dalam 12 pasal, Gurindam Dua Belas menggabungkan nilai-nilai Islam dan budaya Melayu yang menjadi pedoman hidup masyarakat.
2. Tari Zapin
Tari tradisional yang berakar dari budaya Arab ini menjadi bagian penting dari ekspresi seni masyarakat Melayu di Kepri. Tarian Zapin kerap dipentaskan dalam berbagai acara adat dan menjadi simbol budaya yang dinamis serta religius.
3. Gambus dan Marwas
Dua alat musik tradisional ini menjadi pengiring utama dalam pertunjukan musik Melayu. Suara petikan gambus dan tabuhan marwas menggambarkan harmoni antara seni dan spiritualitas masyarakat pesisir.
4. Kuliner Khas Melayu
Kepulauan Riau memiliki aneka kuliner khas seperti otak-otak, lakse, dan kue bangkit.
Otak-otak berbahan ikan yang dibakar dalam daun pisang, lakse merupakan mi beras dengan kuah santan kaya rempah, sedangkan kue bangkit menjadi camilan wajib saat hari besar keagamaan.
5. Perahu Jong
Permainan tradisional ini menggunakan perahu kecil yang digerakkan oleh angin. Selain menjadi hiburan rakyat, Perahu Jong mencerminkan tradisi maritim dan kecerdikan masyarakat pesisir Kepulauan Riau.
6. Bahasa Melayu, Akar Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu yang digunakan masyarakat Kepri memiliki peran penting dalam pembentukan Bahasa Indonesia modern. Ragam bahasa yang hidup di wilayah ini menjadi bukti kuat pengaruh budaya Melayu dalam sejarah nasional.
Warisan budaya tersebut menjadi kekayaan tak ternilai yang perlu dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman. Generasi muda diharapkan terus mengenal dan mencintai akar budayanya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Gang Mawar, Jalan Kampung Baru, RT 002/RW 002, Kelurahan Tarempa yang menjadi tempat penangkapan terduga pelaku pembunuhan pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Misteri kematian pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53), yang ditemukan tewas di semak-semak menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, Kepulauan Anambas, mulai menemukan titik terang.
Setelah beberapa hari penyelidikan intensif, Satreskrim Polres Kepulauan Anambas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial ASM (20) yang diduga kuat terlibat dalam kematian korban.
Penangkapan dilakukan di kawasan Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, sekitar pukul 23.20 WIB, Selasa (21/10) malam. Proses pengamanan berlangsung cepat dan disaksikan sejumlah warga.
Menurut keterangan warga, ASM diamankan polisi di Gang Mawar, tak jauh dari SD 003 Tarempa. “Malam tadi ramai di sini, ada Pak RT juga yang menyaksikan. Begitu diamankan, langsung dibawa ke Polsek Siantan,” ujar Galang, salah seorang warga, Rabu (22/10).
Dalam proses tersebut, turut hadir Ketua RT 002/RW 002 Kelurahan Tarempa, Bambang, yang menyaksikan langsung jalannya penangkapan. ASM kemudian dibawa ke Polsek Siantan untuk pemeriksaan awal sebelum dipindahkan ke Polres Anambas.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, penyidik masih mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kita masih dalami dan masih pemantapan. Siapa tahu ada pengembangan lain,” ujar Kapolres singkat.
Dari hasil penyelidikan sementara, ASM diduga merupakan pria misterius yang menjemput korban di rumahnya pada Jumat dini hari (17/10) sekitar pukul 02.00 WIB, beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas. Sejumlah saksi juga memberikan keterangan yang menguatkan dugaan keterlibatan ASM.
Sebelumnya, kematian Harsyad menggegerkan warga Tarempa. Pegawai Imigrasi berusia 53 tahun itu ditemukan tak bernyawa di semak-semak menuju Kampung Flores dalam kondisi mencurigakan.
Menindaklanjuti kasus ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menipas) Agus Andrianto telah memerintahkan Tim Intelijen berkoordinasi dengan kepolisian dan melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Autopsi dilakukan di TPU Desa Tarempa Barat, Selasa (21/10), dipimpin langsung oleh Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri, AKP Leonardo, dibantu tiga tenaga medis dari Polda Kepri. (*)
Sanae Takaichi terpilih jadi PM perempuan Pertama Jepang. F. x.com/AristeguiOnline.
batampos – Parlemen Jepang secara resmi memilih Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri wanita pertama di negara tersebut. Pemilihan ini menandai terobosan dalam lanskap politik Jepang yang selama ini didominasi laki-laki. Sanae Takaichi berusia 64 tahun.
Ia berasal dari partai penguasa Liberal Democratic Party (LDP). Perempuan berusia 64 tahun ini memperoleh mayoritas suara di DPR Jepang dalam pemilihan yang berlangsung pada Selasa (21/10).
Sebagai wanita pertama yang memimpin Jepang, langkah ini dipandang sebagai simbol penting. Meskipun para pengamat mencatat bahwa kabinetnya tetap sangat didominasi oleh laki-laki dan kebijakan gender belum menunjukkan perubahan besar.
Pemilihan Sanae Takaichi terjadi setelah LDP melakukan kepemimpinan pada 5 Oktober 2025. Kemenangan ini menandai pergeseran ideologis ke kanan dalam politik Jepang.
Sanae Takaichi dikenal sebagai tokoh konservatif yang mendukung kebijakan nasionalis dan anggaran ekspansif.
Walaupun menjadi perempuan pertama dalam jabatan Perdana Menteri, tingkat representasi perempuan di level tinggi politik Jepang masih sangat rendah.
“Jepang menempati peringkat 118 dari 148 negara,” tulis laporan Global Gender Gap, dikutip dari Reuters, Rabu (22/10).
Sanae Takaichi berjanji akan meningkatkan jumlah menteri perempuan secara signifikan. Ia menunjuk dua wanita dalam kabinetnya, yaitu Satsuki Katayama sebagai Menteri Keuangan dan Kimi Onoda sebagai Menteri Keamanan Ekonomi.
Pengangkatannya telah memicu optimisme pasar saham Jepang.
Indeks Nikkei sempat mencapai rekor, meskipun para analis memperingatkan bahwa tantangan seperti inflasi, utang publik, dan hubungan dengan AS serta China tetap besar.
Terpilihnya Sanae Takaichi bisa menjadi langkah simbolis untuk kesetaraan gender. Namun, kebijakan dan komposisi kabinetnya memunculkan keraguan apakah perubahan nyata akan terjadi.(*)
Polisi mengevakuasi sepeda motor yang menabrak mobil pickup sedang parkir di Jalan Wiratno Tanjungpinang, Rabu (22/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Dua remaja mengalami luka-luka setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak mobil pickup yang tengah terparkir di Jalan Wiratno, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (22/10).
Benturan keras antara sepeda motor jenis Honda Beat dengan mobil pickup tersebut membuat kedua remaja terkapar di jalan.
Warga sekitar langsung memberikan pertolongan sebelum keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Bagian depan sepeda motor tampak ringsek parah, sementara mobil pickup mengalami retak pada kaca depan dan penyok di bagian bodi depan.
“Mobilnya lagi parkir, terus motor datang nabrak. Dua orang itu masih sekolah, langsung terkapar di jalan,” ujar Aswin, warga sekitar lokasi kejadian.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat. Seorang saksi juga dibawa ke Mapolresta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun, membenarkan adanya insiden tersebut.
“Benar ada kecelakaan di Jalan Wiratno siang ini. Anggota sudah turun ke lokasi,” kata Wery. (*)
Polisi saat melakukan evakuasi sepeda motor yang menabrak mobil pikap sedang parkir di Jalan Wiratno Tanjungpinang, Rabu (22/10). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Dua remaja yang menunggangi sepeda motor terkapar di usai menabrak mobil pikap yang terparkir di Jalan Wiratno Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (22/10).
Benturan keras yang melibatkan dua kendaraan tersebut membuat pengendara dan penumpang sepeda motor jenis Honda Beat mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, untuk diberikan pertolongan.
Sementara bagian depan motor mengalami kerusakan parah, sementara mobil pick up mengalami retak pada kaca depan serta penyok cukup dalam di bagian depan kendaraan.
“Mobilnya lagi parkir, terus motor datang nabrak. Dua orang masih sekolah tadi terkapar di jalan,” kata Aswin, warga sekitar lokasi kejadian.
Dua korban yang diketahui merupakan remaja, Petugas Kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kedua kendaraan yang terlibat diamankan dan dibawa ke Mapolresta Tanjungpinang bersama seorang saksi untuk dimintai keterangan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Benar ada kecelakaan di Jalan Wiratno siang ini. Anggota sudah turun ke lokasi, nanti kami informasikan kembali,” pungkasnya. (*)
Polisi saat melakukan evakuasi sepeda motor yang menabrak mobil pikap sedang parkir di Jalan Wiratno Tanjungpinang, Rabu (22/10). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Dua remaja yang menunggangi sepeda motor terkapar di usai menabrak mobil pikap yang terparkir di Jalan Wiratno Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (22/10).
Benturan keras yang melibatkan dua kendaraan tersebut membuat pengendara dan penumpang sepeda motor jenis Honda Beat mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, untuk diberikan pertolongan.
Sementara bagian depan motor mengalami kerusakan parah, sementara mobil pick up mengalami retak pada kaca depan serta penyok cukup dalam di bagian depan kendaraan.
“Mobilnya lagi parkir, terus motor datang nabrak. Dua orang masih sekolah tadi terkapar di jalan,” kata Aswin, warga sekitar lokasi kejadian.
Dua korban yang diketahui merupakan remaja, Petugas Kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kedua kendaraan yang terlibat diamankan dan dibawa ke Mapolresta Tanjungpinang bersama seorang saksi untuk dimintai keterangan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Benar ada kecelakaan di Jalan Wiratno siang ini. Anggota sudah turun ke lokasi, nanti kami informasikan kembali,” pungkasnya. (*)
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyerahkan KUR secara simbolis sempena peluncuran Program Akad Massal KUR Nasional oleh Menko Bidang Perekonomian. (Ogi/DISKOMINFO KEPRI)
batampos-Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 800.000 debitur di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini menjadi upaya memperluas akses pembiayaan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Acara peluncuran dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang turut meresmikan Kredit Program Perumahan (KKP) melalui siaran langsung Zoom Meeting dari Surabaya, Selasa (21/10).
Dalam sambutannya, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penyaluran KUR tahun 2025 mencapai Rp300 triliun, dengan fokus pada sektor-sektor produktif dan padat karya seperti industri manufaktur, pertanian, serta makanan dan minuman.
“Program KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga penciptaan lapangan kerja baru. Setiap usaha produktif yang dibiayai KUR rata-rata dapat menyerap 3 hingga 5 tenaga kerja baru,” ujar Airlangga.
Ia juga menambahkan, tingkat kredit macet (NPL) KUR hanya 2,28 persen, jauh lebih rendah dibandingkan kredit non-KUR yang mencapai 4,55 persen. Pemerintah, kata Airlangga, akan terus memperluas jangkauan KUR hingga ke luar Pulau Jawa, termasuk memberikan fasilitas bagi calon pekerja migran yang membutuhkan pembiayaan pendidikan dan pelatihan.
Selain itu, peluncuran Kredit Program Perumahan (KKP) menjadi langkah lanjutan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui KKP, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp130 triliun, di mana Rp113 triliun difokuskan untuk mendukung sektor konstruksi dan penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
“Program ini diharapkan dapat mendorong kontraktor UMKM di daerah agar berperan aktif dalam pembangunan rumah rakyat, sejalan dengan target nasional penyediaan tiga juta rumah,” jelas Airlangga.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan Program Akad Massal Kredit Usaha Rakyat untuk 80 ribu debitur sekaligus Program Perumahan KKP serentak seluruh Indonesia, langsung dari Surabaya, Selasa (21/10/2025). (Ogi/DISKOMINFO KEPRI)
Kepri Ikut Sukseskan Akad Massal KUR dan KKP Serentak di 38 Provinsi
Peluncuran Akad Massal KUR dan KKP diikuti secara serentak oleh 38 provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dari Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.
Dalam sambutannya, Nyanyang Haris menyampaikan bahwa KUR merupakan instrumen utama pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat dan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.
“KUR bukan sekadar pembiayaan, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam memperkuat ekonomi rakyat. Melalui KUR, masyarakat kecil bisa naik kelas, mandiri, berdaya, dan sejahtera,” ujar Nyanyang.
KUR di Kepri Capai Rp793,5 Miliar untuk 10.695 Debitur
Menurut data Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau, hingga semester I tahun 2025, penyaluran KUR di Kepri mencapai Rp793,5 miliar kepada 10.695 debitur, dengan rincian:
KUR Mikro: 9.155 debitur (Rp410,13 miliar)
KUR Kecil: 1.431 debitur (Rp382,31 miliar)
KUR Super Mikro: 109 debitur (Rp1,06 miliar)
Penyaluran terbesar berasal dari Kota Batam sebesar Rp465,56 miliar kepada 5.058 debitur, disusul oleh Kabupaten Bintan (Rp87,76 miliar), Karimun (Rp92,51 miliar), Natuna (Rp42,45 miliar), Lingga (Rp20,95 miliar), Kepulauan Anambas (Rp24,18 miliar), dan Kota Tanjungpinang (Rp60,09 miliar).
Sektor penerima terbesar meliputi perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta jasa kemasyarakatan dan sosial.
Sinergi Pemprov Kepri dan Perbankan Dukung Pembiayaan Nol Persen
Wakil Gubernur Kepri menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, OJK, Bank Indonesia, serta Kementerian dan lembaga terkait.
Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti akses pembiayaan di wilayah kepulauan, keterbatasan SDM pendamping, dan literasi keuangan masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Kepri melengkapi program nasional dengan subsidi margin nol persen bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah. Sejak tahun 2021 hingga September 2025, sebanyak 1.667 UMKM telah menerima bantuan permodalan senilai Rp39,7 miliar.
“Kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tapi juga mendorong pemberdayaan. Tahun ini berbagai pelatihan dan pendampingan usaha terus digencarkan — mulai dari pembukuan, desain produk, hingga digitalisasi pemasaran,” jelas Nyanyang.
Ia juga menyambut baik peluncuran Kredit Program Perumahan (KKP) yang diharapkan dapat membuka akses kepemilikan rumah layak bagi pelaku UMKM dan masyarakat pekerja.
“Melalui KUR dan KKP, kita tidak hanya memperkuat ekonomi, tetapi juga memperluas kesejahteraan,” tutup Wakil Gubernur Kepri.
Acara ditutup dengan penandatanganan simbolis Akad Massal KUR dan KKP secara serentak di 38 provinsi sebagai momentum penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis UMKM.
Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Kepri H. Iman Setiawan, Forkopimda Provinsi Kepri, Perwakilan Bupati/Walikota se-Kepri, Kepala OPD Pemprov Kepri, Perwakilan Instansi Vertikal, serta pimpinan perbankan se-Kepri. (*/adv)
Bupati Natuna Cen Sui Lan foto bersama pengurus PWI Kepri dan jajaran PWI Natuna.
batampos— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau bersama PWI Kabupaten Natuna melakukan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Rabu pagi(22/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, pengurus PWI dan Bupati Natuna Cen Sui Lan sepakat membangun visi yang sama, yakni membangun dan membawa Natuna menjadi daerah perbatasan yang maju.
Kujungan silaturasa ini dihadiri Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, Ketua Dewan Penasehat Marganas Nainggolan, Wakil Ketua PWI Kepri Arham, dan Sekretaris DK PWI Kepri Anwar Saleh. Selain itu, sebagian besar anggota PWI Natuna juga turut menyertai rombongan tersebut.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyambut kedatangan pengurus PWI Kepri dan jajaran. Ia mengaku bersyukur dan senang dapat menjalin silaturahmi dengan para insan pers, terlebih selama ini belum pernah bertemu langsung dengan pengurus PWI.
“Saya bersyukur bisa bersilaturahmi dengan teman-teman PWI. Jalinan ini jangan sampai terputus,” ujar Cen penuh harap.
Dalam kesempatan itu, Cen menegaskan akan mendukung seluruh kegiatan PWI. Namun, terkait pembangunan daerah yang ia pimpin, visi dan misinya hanya satu, yakni bagaimana membangun Natuna agar lebih maju dan berkembang.
Cen juga membuka secara jujur persoalan yang sedang dihadapi Natuna saat ini. Menurutnya, pembangunan fisik di Natuna telah berjalan dengan baik berkat dana bagi hasil (DBH), namun pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian masyarakat belum mendapatkan perhatian yang memadai.
“Dari DBH, pembangunan fisik sudah cukup bagus. Tapi kami merasa pemerintah lupa mengembangkan SDM dan perekonomian masyarakat,” ungkap Cen yang baru menjabat sejak tahun 2024.
Selain itu, Cen juga menyampaikan persoalan mendesak terkait lambannya pencairan DBH dari pusat. Untuk tahun 2025 saja, pencairannya baru mencapai separuh dari yang diharapkan. Padahal, Pemkab Natuna wajib menyelesaikan sejumlah utang yang tidak sedikit kepada pihak ketiga, termasuk kepada pers.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengajak pers dan jajaran PWI untuk menjadi mitra positif bagi pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya kritik yang konstruktif demi kemajuan Natuna.
“Silakan mengkritisi pemerintah secara konstruktif. Namun, kita juga harus bersama-sama mendorong pembangunan Natuna yang lebih maju,” kata Saibansah.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat PWI, Marganas Nainggolan, menyoroti kondisi yang kurang menguntungkan bagi Natuna. Menurutnya, sektor perikanan di Natuna mampu menghasilkan pajak hingga Rp 13 triliun, namun hampir seluruhnya masuk ke pusat. Hanya sekitar Rp 5 miliar yang kembali ke Natuna dalam bentuk DBH.
“Di sini peran pers sangat diharapkan untuk menciptakan keseimbangan pembangunan. Ada keuangan yang harus dikembalikan ke daerah karena Natuna cukup strategis dan memerlukan perhatian serius,” jelas Marganas.
Wakil Ketua Pembinaan Daerah PWI Kepri, Arham, menambahkan bahwa momen berakhirnya dualisme di tubuh PWI harus menjadi momentum bagi anggota untuk lebih bermarwah, berintegritas, serta meningkatkan kualitas profesionalisme.
“Momen berakhirnya dualisme dan bersatunya kembali insan pers menjadi peluang bagi PWI untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan Natuna,” ujar Arham.
Dalam kesempatan ini, PWI juga menegaskan bahwa dualisme di tubuh organisasi telah berakhir, dan saatnya PWI berkontribusi lebih besar untuk kemajuan Natuna. (*)
batampos— Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan kawasan PT ASL Shipyard, Batuaji, Rabu (22/10/2025) pagi. Sekitar pukul 09.30 WIB, massa buruh sudah memadati area depan perusahaan dengan membawa spanduk besar berisi berbagai tuntutan mereka.
Aksi ini merupakan bentuk protes atas insiden kecelakaan kerja kapal Federal II milik PT ASL yang sebelumnya menelan korban jiwa. Para buruh menuntut agar pihak perusahaan dan pemerintah memperkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta menghapus sistem kerja outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.
Dalam orasinya, para buruh juga menyerukan agar pemerintah daerah dan instansi terkait lebih tegas menindak perusahaan yang abai terhadap keselamatan pekerja. Mereka menegaskan bahwa kecelakaan kerja seperti yang terjadi di PT ASL tidak boleh terulang lagi di Batam.
Selain itu, buruh juga menuntut peningkatan pengawasan terhadap perusahaan alih daya, penegakan hak-hak normatif pekerja, dan terwujudnya hubungan industrial yang berkeadilan di Batam.
Aksi unjuk rasa ini dikawal ketat oleh ratusan personel gabungan dari Polresta Barelang, Polda Kepri, dan Polsek Batuaji. Petugas terlihat berjaga di sepanjang jalur utama kawasan industri guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif.
Selama aksi berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan tertib. Para peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi bergantian di atas mobil komando.
Setelah berorasi selama lebih dari dua jam, perwakilan buruh akhirnya diterima untuk melakukan pertemuan dengan manajemen PT ASL. Pertemuan tersebut dimediasi oleh pihak kepolisian untuk mencari jalan tengah atas tuntutan pekerja.
Diketahui, aksi ini merupakan rangkaian kegiatan Koalisi Rakyat Batam yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan. Selain di PT ASL, massa juga akan menggelar aksi lanjutan di depan Kantor Pemko Batam dan UPT Disnaker Provinsi Kepri. (*)
Pembukaan kegiatan nasional PULDAPII di Harmoni One Hotel & Convention Center, Rabu (22/10/2025). F. Dokumentasi PULDAPII untuk Batam pos
batampos – Semangat memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan bangsa menjadi sorotan utama dalam kegiatan tahunan Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) yang digelar di Batam, Rabu (22/10/2025).
Bertempat di Harmoni One Hotel & Convention Center, acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al Hazimi.
Gubernur Kepulauan Riau diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs Edi Syafrani, yang membuka kegiatan secara resmi.
Ketua Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI), Sri Darma Krida, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan PULDAPII di luar Pulau Jawa. Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
“Batam adalah kota yang terus tumbuh dan berkembang. Kehadiran PULDAPII di sini membawa semangat baru sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dengan pemerintah kota maupun provinsi,” ujar Sri Darma.
Sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 120 yayasan pesantren di seluruh Indonesia, PULDAPII dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berpijak pada nilai-nilai keislaman serta budaya lokal.
Sri Darma menambahkan, keberadaan PULDAPII di Batam sejalan dengan visi kota ini sebagai Bandar Dunia Madani, kota yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan.
“Ini momentum yang tepat untuk saling menguatkan peran masing-masing,” katanya.
Dalam pandangannya, ada tiga fokus penting yang bisa dijalankan PULDAPII ke depan. Pertama, menyelaraskan kurikulum pesantren dengan kebutuhan masa depan, termasuk penguasaan teknologi dan kecakapan hidup.
Kedua, memperluas akses pendidikan hingga ke daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau kecil. Ketiga, membangun sinergi lebih erat dengan pemerintah serta pemangku kepentingan, khususnya dalam pengembangan kebijakan keagamaan dan kebudayaan.
Dengan semangat kolaborasi dan visi jangka panjang, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (*)