Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 9208

Di Batam, Isolasi Mandiri Dipusatkan di Asrama Haji

0

batampos.co.id – Pemko Batam menetapkan Asrama Haji sebagai lokasi isolasi mandiri bangi masyarakat yang diketahui positif Covid-19 namun tanpa memiliki gejala atau OTG.

“Keputusan ini sudah ditetapkan Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi),” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Selasa (25/5/2021).

Amsakar mengatakan, hingga saat ini, terdata 700 orang isolasi mandiri di rumah masing-masing. Namun, pemerintah akan turun tangan agar isolasi benar-benar dijalankan.

“Sehingga ditetapkan Asrama Haji dijadikan Pusat Isolasi Mandiri Terpadu,” ujarnya.

Dengan isolasi terpusat tersebut, kata Amsakar, penanganan masyarakat yang menjalankan isolasi mandiri dapat terkontrol dan penanganan lebih mudah.

“Kalau isolasi mandiri di rumah, kita khawatir nanti mereka tetap beraktivitas di luar,” katanya.

Melalui Posko PPKM, masyarakat yang terpapar dapat segera tangani dan dilakukan isolasi di Asrama Haji. Hal ini juga sebagai langkah pemerintah mengantisipasi penyebaran wabah.

“Kalau isolasi mandiri di rumah, kekhawatiran kita nanti keluarganya terpapar, warga di lingkungan juga terpapar dan penanganan Covid-19 makin berat,” katanya.

Untuk itu, keberadaan pengurus PPKM dapat mendata dan segera menginformasikan kepada Gugus Tugas sehingga penanganan pasien makin cepat.

“Cepat kita tangani, sehingga tak ada penyebaran Covid-19,” ujarnya.

UMKM Batam, Begini Cara untuk Mendapatkan Bantuan Presiden

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Batam, Suleman Nababan, mengatakan, pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) masih terus berjalan.

Dimana, sampai saat ini, sebanyak 1.800-an pelaku UKM di Batam mendaftar sebagai penerima Banpres BPUM pada tahun 2021.

”Ya, kita masih buka pendaftaran,” ujar Suleman, Senin, (24/5/2021).

Menurutnya, pendaftaran dibuka di kantor Dinas KUKM Kota Batam dan PLUT di Golden Prown. Sementara, pendaftaran di Dataran Engku Putri
atau di Kantor Wali Kota Batam, dialihkan ke Dinas KUKM Batam yang berada di Sekupang.

”Berhubung pelaku usaha yang mendaftar sudah mulai berkurang, maka pendaftaran dilakukan di dua lokasi saja. Awalnya kita buka di tiga lokasi,” ungkap Suleman.

Dilanjutkannya, pendaftaran akan dibuka sampai akhir Mei tahun ini. Setelah itu, data yang masuk akan langsung dikirim ke Dinas KUKM Provinsi Kepri dan Kementerian KUMKM RI.

UMKM terpilih nantinya akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 1,2 juta. Suleman menambahkan, sebanyak 430 UMKM di antaranya telah dikirim tahap pertama ke Kementerian KUMKM RI dan Dinas KUKM Provinsi Kepri.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) UMKM yang menyebutkan pengajuan penerima BPUM tersebut diajukan secara bertahap.

”Yang daftar ini kan yang tidak menerima bantuan di tahun 2020 lalu. Kalau yang menerima, otomatis datanya sudah ada di pusat dan menunggu proses pencairan,” bebernya.

Disinggung mengenai kapan pencairan, Suleman menjawab, tergantung dari bank pelaksana yakni BRI dan BNI. Sebab, bank pelaksana akan
langsung mengirim ke setiap nomor rekening penerima bantuan.

”Kalau pencairan langsung dari bank ya,” pungkasnya.

Sebelumnya di tahun 2020 lalu, sebanyak 39.167 pelaku UMKM di Batam mendapatkan dana bantuan modal produktif pemerintah pusat.
Total dana yang disalurkan mencapai Rp 94.000.800.000.

Suleman mengatakan, bantuan modal produktif ini, bertujuan membantu pelaku usaha kecil dari dampak negatif pandemi virus corona. Total ada 12 juta UMKM dan pelaku usaha se-Indonesia yang menerima bantuan ini.(jpg)

97 Ribu PNS “Siluman” Terima Gaji

0

batampos.co.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan nyaris seratus ribu data pegawai negeri sipil (PNS) siluman. Mereka bahkan menerima gaji dari tahun 2002 hingga 2014.

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, menyebutkan, data tersebut terdeteksi saat pemutakhiran data PNS pada 2014 lalu. Setidaknya, ada sekitar 97 ribu PNS yang ada datanya namun sosoknya gaib.

”Dibayar gajinya, bayar iuran pensiunnya, tapi nggak ada orangnya,” ujarnya dalam acara kick off meeting pemutakhiran data mandiri, Senin (24/5/2021).

Pemutakhiran data PNS sendiri, kata dia, baru dilakukan dua kali. Pertama saat 2002. Saat itu, peremajaan data dilakukan secara manual. Sayangnya, tidak menghasilkan data sempurna meski berbiaya mahal dan memerlukan waktu lama.

Bahkan, ada yang dipal sukan. Kemudian, pembaruan data dilakukan kembali pada 2014 yang dilakukan secara elektronik. Pemutakhiran ini dilakukan oleh masing-masing PNS sehingga data lebih akurat daripada sebelumnya.

Meski, nyatanya banyak juga PNS yang belum mendaftar hingga saat ini. Dari sini, ditemukanlah data-data siluman tersebut.

Pihaknya pun telah memblokir sejumlah data dan melakukan penelusuran terhadap sisa lainnya. Diketahui, ada dari
mereka yang memang bertugas di daerah terpencil, meninggal, hingga sakit yang tidak bisa lagi bertugas di kantor.

Setelah adanya temuan tersebut, pihaknya pun mengajukan untuk melakukan penataan data ini.BKN mencoba mengubah
sistem pemutakhiran data agar bisa dilakukan setiap waktu.

Karenanya, mulai Juli hingga Oktober 2021 nanti PNS diminta untuk memperbarui data secara mandiri agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Pihaknya pun sudah bekerja sama dengan PT Taspen untuk yang tercatat pensiun.

”Kami hanya mengelola dan menjaga kerahasiaan data. Untuk mutakhir data itu jadi milik dan kewajiban ASN,”
tegasnya.

Menurutnya, data My SAPK BKN bisa semakin mempermudah PNS dalam memperbaharui data secara mandiri. Jadi tidak perlu menunggu instruksi dari pusat.

”Pelayanan di kepegawaian akan tergantung pada kesiapan dan pemutakhiran data yang anda perbaiki,” sambungnya.Untuk mengajukan usul pemutakhiran data mandiri,

ASN dan PPT Non-ASN melakukan akses daring ke dalam aplikasi MySAPK dengan menggunakan username dan
password. Kemudian, memilih menu Update Data Mandiri pada MySAPK untuk melanjutkan proses pemutakhiran data mandiri.

Apabila ASN dan PPT Non-ASN mengalami permasalahan akses maka dapat memilih bantuan pada sistem helpdesk
yang ditetapkan BKN.

Seluruh ASN dan PPT Non ASN diminta memeriksa keakuratan dan kelengkapan data-data tersebut. Apabila terdapat data yang tidak akurat atau tidak lengkap, ASN dan PPT Non-ASN dapat melakukan usul pemutakhiran data mandiri.

Setiap usul pemutakhiran data mandiri akan diverifikasi dan validasi oleh verifikator Instansi dan/atau BKN sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam Keputusan Kepala BKN 87/2021.

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, ikut angkat bicara terkait 97 ribu data ASN yang misterius. Menurut dia,
program pemutakhiran data mandiri (PDM) bisa segera memperbaiki kualitas data ASN se Indonesia.

”Ke depan, tidak boleh lagi pemerintah kebobolan membayar gaji dan iuran lainnya yang nyatanya ASN-nya fiktif,”
ujar Sultan.

Dia minta agar pembayaran dari pemerintah selama ini kepada ASN fiktif dapat ditelusuri dan diaudit kemana uang pembayaran gaji sebanyak 97 ribu ASN misterius dan tidak ada orangnya tersebut.

Menurut dia, perlu juga diungkap apakah kejadian itu hanya persoalan data yang tidak diperbarui atau mungkin
ada unsur-unsur lainnya yang bersifat kesengajaan oknum tertentu.

Sultan juga mendorong agar pemerintah pusat bersama pemerintah daerah gencar melakukan sosialisasi pemutakhiran data ASN. Jika tidak tersampaikan secara masif, maka data yang akan terhimpun tidak akan memiliki validitas seratus persen dari data yang ada.

Dia menegaskan bahwa persoalan data memang menjadi salah satu momok utama dalam pemerintahan. Masalah tersebut harus segera diatasi.

”Sebab tanpa informasi data yang benar, maka sudah bisa dipastikan kebijakan yang akan dihasilkan pasti tidak
benar,” tegasnya.(jpg)

Wali Kota Batam: Yang OTG Akan Kita Ambil Kembali

0

batampso.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengambil kebijakan penanganan pasien dengan status orang tanpa
gejala (OTG) untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Batam.

”Yang OTG akan kita ambil kembali, dan akan ditempatkan di Bapelkes dan Asrama Haji, Batam Center. Kalau selama ini kan OTG isolasi mandiri sendiri di rumah, namun siapa yang tahu pasien OTG ini tidak keluar dari rumah mereka, sehingga berbaur dengan orang yang tidak terpapar,” ujarnya, Senin (24/5/2021).

Rudi mengakui salah satu penyebab pertumbuhan pasien adalah banyak pasien OTG yang tidak diawasi dengan baik. Sehingga aktivitas pasien ini tidak diketahui, meskipun sudah diminta karantina mandiri di rumah.

Sehingga ada kemungkinan pasien akan kontak dengan orang dalam satu rumah yang notabene sehat.

”Jadi ini yang akan kami coba tekan. Penyebaran dari klaster karantina mandiri ini diharapkan bisa ditekan. Makanya mereka yang OTG akan dibawa untuk mendapatkan pemulihan di lokasi yang sudah dipilih,” terangnya.

Persoalan lain yang muncul dari kebijakan ini adalah terkait biaya yang akan dikeluarkan untuk menanggung proses karantina. Seperti diketahui, saat ini untuk kasus OTG tidak ditanggung pusat, karena itu pihaknya akan mencoba mencarikan solusi.

”Nanti akan saya rapatkan bersama BP dan Pemko terkait anggaran ini. Karena ini salah satu tindakan yang harus kita ambil agar dalam waktu ke depan kasus bisa turun,” jelasnya.(jpg)

Kadis Kesehatan Sebut Varian Baru Covid-19 Sudah Lama Masuk ke Batam

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, membenarkan bahwa varian baru virus corona dari Inggris atau B117 sudah ditemukan di Batam.

Namun, menurut Didi, virus corona yang telah bermutasi tersebut dibawa oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat menjalani masa karantina di Kota Batam.

”Sudah lama ada yang dibawa TKI (varian B117). Februari kemarin juga sudah pernah dilaporkan,” kata
Didi yang juga Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini, Senin (24/5/2021), seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Didi menyebutkan, sejauh ini Dinkes belum memiliki alat atau peralatan yang mampu mengecek varian terbaru dari virus corona tersebut.

Hal ini baru diketahui setelah adanya penelitian sampel dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diJakarta, beberapa waktu lalu.

”Baru di Jakarta yang bisa (cek sampel varian baru virus corona, red). Kita belum,” ungkapnya.

Terkait hasil temuan BTKLPP Batam yang melaporkan telah mendeteksi satu sampel yang positif tertular Covid-19 varian B117, ia menjawab, sampai saat ini belum menerima laporan dari BTKLPP.

”Belum ada (laporan, red),” kata Didi.

Ditambahkannya, alat yang bisa mendeteksi varian baru virus corona ini sangat canggih dan mahal, sehingga belum
semua daerah di Indonesia yang mampu memilikinya.

Belum lagi dalam menjalankan peralatan ini dibutuhkan tenaga sumber daya manusia yang profesional dan andal.

”Cukup Jakarta saja,” ucap Didi.

Namun begitu yang membedakan virus corona dengan varian baru corona B1525 ini adalah lebih cepat menular. Namun begitu, menurut Didi, virus ini tidak lebih mematikan dibanding virus corona yang ada selama ini.

”Perbedaannya lebih cepat menular saja,” sebutnya.

Disinggung apakah pemberian vaksin yang digalakkan pemerintah saat ini mampu atau kebal terhadap varian baru, ia menjawab vaksin diberikan secara umum.

”Mau varian apa saja selagi itu masih Covid-19, ada cross dan struktur proteinnya sama. Efektivitas vaksin akan tetap terjaga,” ujarnya.(jpg)

Terungkap, Ini Modus Pria yang Menikam Wanita Penghibur di Batam

0

batampos.co.id – Kasus penikaman yang menimpa Da, wanita penghibur di Hotel Holie, Batuaji, beberapa waktu lalu, masih bergulir di Polsek Batuaji. Penyidik telah menetapkan Hp, pria pelanggan Da sebagai tersangka atas kasus
tersebut.

Dari pengakuan tersangka, dia nekat melukai korban karena kesal. Penyebabnya, selain cemburu karena korban menggunakan dua akun, saat itu korban juga menyuruhnya cepat-cepat untuk menuntaskan hasratnya yang kedua
kali.

”Sementara dia belum mood (mau) karena baru siap ronde pertama,” kata Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Thetio, Senin (24/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Sebelumnya, pelaku kesal karena korban memiliki dua akun media sosial (medsos). Saat itu, setelah selesai dengan transaksi pertama, pelaku berniat melanjutkan transaksi berikutnya dengan wanita lain.

Namun, saat menggunakan medsos yang sama, rupanya tersangka masuk ke akun korban lainnya yang menggunakan nama samaran dengan inisial Li.

Pelaku yang chatting dengan akun bernama Li ini, rupanya masuk ke akun di ponsel korban. Meskipun kesal, pelaku akhirnya memutuskan untuk melanjutkan transaksi berikutnya bersama korban lagi.

”Nah, saat baring-baring mau melanjutkanronde kedua tadi, korban mendesak pelaku supaya cepat diselesaikan, biar bisa melanjutkan pekerjaannya dengan pelanggan lain. Di situlah pelaku kian kesal sehingga melukai korban,” ujar Thetio.

Pelaku kini sudah ditahan dan ditetapkan tersangka, sementara korban masih dirawat di rumah sakit untuk proses pemulihan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dp ditemukan sekarat bersimbah darah di salah satu kamar Hotel Holie,
Batuaji. Sebelumnya, Dp chek in bersama seorang pria yang berinisial Hp.

Selang tak berapa lama, Hp keluar namun Dp tetap di dalam kamar. Saat petugas hotel mengecek kamar, ternyata Dp sudah terkapar bersimbah darah dengan luka tusuk di leher dan wajah.

Kejadian ini langsung ditangani Polsek Batuaji dan berhasil menangkap Hp yang masih berkeliaran tak jauh dari lokasi hotel.(jpg)

2.961 Pencari Kerja di Batam Belum Dapat Kerja

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat, sepanjang tahun 2021 (Januari-Maret), ada 7.946 pencari kerja (pencaker) di Kota Batam. Rinciannya, 3.783 orang pencaker laki-laki dan 4.163 pencaker perempuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, dari jumlah itu, sebanyak 4.985 orang di antaranya telah mendapat penempatan atau mendapat pekerjaan.

Artinya, dari jumlah pencaker tersebut, sebanyak 2.961 di antaranya belum bekerja. Data ini yang masuk ke Disnaker Kota Batam. Sebab masih ada pencaker yang sudah bekerja namun tidak melaporkannya.

“Data pencaker, penempatan dan lowongan ini yang masuk ke kami sepanjang tahun 2021 ini, baik dari pencaker yang
membuat kartu kuning dan mereka yang melaporkan jika telah bekerja,” ungkap Rudi, Senin (24/5/2021), seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Bila melihat data per bulan, pencaker tertinggi berada di bulan Januari yakni berjumlah 3.328 orang. Sedangkan pencaker terendah sepanjang tahun ini bulan Maret yakni sebanyak 1.731 orang.

Sedangkan kelompok umur pencaker tertinggi adalah usia produktif, yakni 20 sampai 29 tahun.

“Untuk bulan April dan Mei masih dilakukan persiapan. Nanti kita sampaikan,” tuturnya.

Ditambahkan Rudi, pencaker yang sudah ada penempatan, rata-rata bekerja di berbagai perusahaan di Kota Batam.
Sementara, jumlah lowongan yang tersedia yang masuk di Disnaker berjumlah 6.433 kesempatan kerja.

Diketahui, guna meningkatkan daya saing pencaker dalam mendapatkan pekerjaan, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam memberikan pelatihan bagi para pencaker.

Adapun, jenis pelatihan yang disiapkan bagi pencaker, adalah pendidikan keterampilan dasar. Sertifikat yang diberikan setelah melalui proses pelatihan ini dapat digunakan saat melamar pekerjaan nantinya.

Diketahui, sebanyak 935 warga Batam mengikuti seleksi pelatihan kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kota Batam di SMPN 3 Batam, Senin (1/2/2021) lalu.

Ini merupakan hari ketiga seleksi pelatihan tenaga kerja yang diikuti lebih dari 2.813 orang pencaker. Selain pelatihan pencari kerja, Disnaker membuka peningkatan pelatihan pekerja.

Adapun, syaratnya adalah harus memiliki pengalaman minimal dua tahun di masing-masing bidang, usia maksimal 45 tahun, status bekerja di perusahan Batam, dan ada surat dari perusahaan yang bersangkutan.

“Untuk pelatihannya ada 31 jenis pelatihan yang kita siapkan,” ucap Rudi.(jpg)

Alasan Wali Kota Batam Belum Mau Terapkan WFH untuk ASN

0

batampos.co.id – Pergerakan kasus Covid-19 terus terjadi di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Berdasarkan data terbaru, sebanyak 163 ASN/PNS sudah terpapar Covid-19.

Ini diakui Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Dia menyebutkan beberapa pejabat di lingkungan Pemko Batam memang terpapar virus Covid-19.

Kendati demikian, pihaknya belum memberlakukan work from home (WFH) bagi ASN. Namun untuk mengantisipasi di lingkungan ASN, Rudi sudah meminta kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengatur pegawai yang ada di bawah tanggung jawab mereka.

Solusi yang bisa digunakan adalah mengatur jam pekerjaan pegawai yang akan bertugas di dalam ruangan dan di luar
ruangan.

”Nanti diatur saja sebagian ke lapangan, dan sebagian lagi di kantor. Nanti di-rolling aja untuk penugasan pegawainya,” ujarnya.

Rudi menambahkan, kebijakan tidak WFH ini karena saat ini banyak tugas yang harus sudah diselesaikan. Mendekati semester pertama ini pegawai harus menyelesaikan tugas mereka.

Terutama untuk pelayanan publik terkait pengurusan perizinan dan lainnya.

”Selain itu, Juni nanti sudah mulai berlaku PP Nomor 41. Jadi butuh pegawai untuk mendukung jalannya aturan
tersebut. Maka soal WFH ini belum akan diberlakukan,” imbuhnya.

Untuk itu, ia meminta kepada seluruh ASN patuhi protokol kesehatan, dan membantu pemerintah dalam sosialisasi terhadap protkes mulai dari lingkungan keluarga, kerja, dan lainnya.(j

Warga Batam Terinfeksi Covid-19 Varian Baru yang Paling Berbahaya

0

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam melaporkan telah mendeteksi satu sampel yang positif tertular Covid-19 varian terbaru, yakni B117 pada Minggu (24/5/2021).

Varian terbaru ini datang dari sampel salah satu pasien yang melakukan proses swab di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam pada 23 April 2021 lalu.

B117 ini sama persis dengan varian yang menghebohkan Inggris, beberapa waktu lalu. Menurut Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa, varian B117 ini perlu diwaspadai karena lebih berbahaya dan penularannya lebih cepat dari varian yang mewabah selama ini.

”Ini varian yang paling berbahaya. Meskipun hanya satu, tapi harus diwaspadai,” kata Budi, Senin (24/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dijelaskannya, terdeteksinya varian terbaru Covid-19 ini setelah melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium
dari total 131 sampel yang masuk pada waktu yang bersamaan.

Sampel varian terbaru ini berbeda dengan sampel pada umumnya sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menyimpulkannya.

”Swab tanggal 23 April di RS Awal Bros, kita cek yang bersangkutan positif dan sempat dirawat di RSKI (Rumah Sakit
Khusus Infeksi), kemudian cek lagi bersama Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan). Hasilnya
semalam (Minggu malam, 23/5, red) positif varian terbaru B117,” sebut Budi.

Pasien ini merupakan warga Batam sehingga perlu peran aktif dan kesadaran semua pihak agar kembali memperketat aturan protokol kesehatan (protkes). Varian ini lebih mudah menyebar dan lebih berbahaya.

Meskipun baru satu yang terdeteksi, semua pihak harus bergerak cepat untuk meng hentikannya.(jpg)

Warga Batam, Silahkan Makan di Tempat, Tapi….

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, akan mengambil tindakan tegas bagi pelaku usaha yang masih bandel dan melanggar aturan kapasitas tempat makan dan imbauan untuk layanan takeaway atau bungkus.

Ia mengungkapkan, pihaknya melarang adanya kegiatan keramaian. Untuk tempat makan, memang masih bisa makan di tempat dengan kapasitas hanya 50 persen.

Selain itu pengunjung diminta untuk tidak berlama-lama di tempat makan, kafe atau lainnya, guna mencegah terjadinya
keramaian.

”Untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) di Pemko dan pegawai di BP, saya tegaskan sekali soal ini. Silakan makan, tapi jangan berlama-lama. Selesai makan langsung pergi saja. Karena kalau ngomong lagi di sana, pasti lepas masker dan tak ada jarak. Ini yang kami tidak mau. Jadi, tolong bantu pemerintah dalam atasi soal Covid-19 ini,” bebernya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Selasa (25/5/2021).

Masyarakat juga diminta untuk menggunakan layanan pesan antar atau makanannya dibungkus dan dibawa pulang. Hal ini bisa menekan terjadinya keramaian di tempat makan. Sehingga, penyebaran bisa ditekan.

Tim Gugus Tugas Covid-19 memberikan peringatan tertulis kepada salah satu pelaku usaha di Kota Batam yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

”Kita kan tidak tahu mana yang sudah terpapar atau tidak. Lebih aman untuk kita semua saling jaga diri dan melindungi diri. Salah satunya dengan tidak berlama-lama di luar rumah,” sebutnya.

Pihaknya mengambil kebijakan ini karena perkembangan kasus yang tidak bisa dihentikan. Keramaian selama ini banyak ditemui di tempat makan, jadi perlu tindakan tegas.

Menurutnya, meskipun ada pembatasan dan saran untuk tidak makan ditempat, usaha tetap bisa berjalan.

”Kalau bandel akan ada penutupan. Takeaway tetap bisa, ada penjualan bagi pelaku usaha. Jadi masyarakat kami
imbau untuk mendukung kebijakan ini. Kalau masih bandel akan kami tindak tegas,” tambah Rudi.

Menurutnya, jika kasus ini tidak selesai, maka pemulihan ekonomi juga akan melambat. Akibatnya makin banyak pengangguran dan usaha yang tutup.

Salah satu contoh adalah Singapura, bahkan beberapa waktu lalu ingin buka pintu masuk, namun karena adanya penyebaran yang cukup masif, mereka lockdown.

”Kita tidak lockdown, namun kalau tak kelar-kelar (kasus Covid-19), pening juga. Daerah lain juga tak mau masuk
kalau kasus kita tinggi. Maka ini PR kita bersama, agar persoalan ini cepat selesai,” ungkapnya.

Rudi mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilisasi, dan menghindari kerumunan.

”Tetap disiplin itu yang penting. Tim akan turun terus, semua dikerahkan untuk menekan penyebaran,” ujar Rudi.(jpg)