Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9393

Duta Humas Polda Kepri Sosialisasi Pengunaan Masker 

0

batampos.co.id – Duta Humas Polda Kepri memberikan imbauan tentang Protokol Kesehatan Covid-19 dan membagikan brosur terkait Sosialisasi tentang Penggunaan masker di tempat-tempat keramaian.

Seperti pasar tradisional, pasar modern atau restaurant di wilayah Batam Centre dan sekitarnya, Kamis (20/5/2021).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, hal itu dilakukan guna menangkal dan mencegah penyebaran virus Covid-19 khususnya di Kota Batam,

“Kegiatan ini berlangsung sejak pagi, yang mana sasaran dari kegiatan ini adalah para pengunjung dan pemilik tempat makan,” ujarnya.

Duta Humas Polda Kepri Cindy Martiani dan Muhammad Dwi Prasetio saat memberikan imbauan kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker di masa pandemi. Foto: Polda Kepri

Ia menjelaskan, menggunakan masker di masa pandemi sangatlah penting. Bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain.

“Menggunakan masker merupakan bagian dari protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan,” jelasnya.

Sehingga kata dia, masyarakat memang dianjurkan untuk selalu menggunakan masker jika beraktifitas di luar rumah dengan tidak lupa selalu menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Tetap menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Kita harus saling menjaga agar tidak tertular Covid-19,” kata Duta Humas Polda Kepri Cindy Martiani dan Muhammad Dwi Prasetio atau Prasetio.

Selain itu Duta Humas Polda Kepri juga menempelkan stiker terkait waspada terhadap terorisme dan radikalisme di pusat-pusat keramaian wilayah Batam Centre.(*/esa)

Natuna – Anambas (Lagi)

0

RABU pagi, 19 Mei 2021, saya terima pesan dari Bapak Hadi Candra. Anggota DPRD Kepri dari daerah pemilihan (dapil) Natuna – Anambas itu mengundang saya ngopi. Dia menyebutkan nama sebuah gerai di bilangan Batam Center, Kota Batam.

Saya masih di rumah dan baru saja merapikan tempat tidur. Saya lihat jam di dinding, masih menunjukkan angka 08.15 WIB. “Oke Ketua. Pukul 09.00 WIB saya merapat,” saya biasa memanggilnya “Ketua”, dia menyebut saya “Bang”.

Berhubung masih suasana Syawal, saya terima ajakan mantan Ketua DPRD Natuna itu dengan senang hati. Saya pun menyalakan kendaraan menuju ke TKP. Sampai di sana, dia terlihat sendirian, padahal di meja ada dua gelas minuman.

Assalamualaikum,” sapa saya yang terlambat hampir 10 menit.

Waalaikumsalam,” jawabnya.

Minal aidin walfaizin, maaf lahir batin, Ketua”.

“Sama-sama, Bang. Maaf lahir batin”. Kami pun bersalaman ala salam covid-19. Beradu kepalan tangan.

Setelah beberapa menit berbasa-basi, sebab sudah lama juga tak bertemu, seorang temannya datang. Rupanya dia pemilik gelas kopi yang masih terisi setengah tadi.

Sebetulnya, pertemuan kami cukup sering. Ketika dia ada tugas di Batam, pasti mengabari. Penghormatannya terhadap senior, patut diapresiasi. Secara usia dia memang lebih muda dibanding saya, tapi pengalaman politiknya tak bisa disebut baru. Pernah jadi ketua DPRD Natuna, lalu wakil ketua, sekarang di Komisi III DPRD Kepri.

Kebetulan pula, kami satu daerah asal, Pulau Midai, Natuna. Saya meninggalkan Midai tahun 1988 untuk meneruskan sekolah di Pekanbaru, Riau. Sementara dia melanjutkan sekolah dan kuliah di Jawa, tak lama setelah saya. Mungkin usia kami terpaut hampir 5 tahun kalau tak keliru. Tapi Hadi Candra sudah malang-melintang di politik. Saat ini dia kembali dipercaya sebagai ketua DPD Partai Golkar Natuna. Di Pilkada 2020 kemarin hampir mencalonkan diri jadi Bupati Natuna.

Dalam diskusi ringan itu, kami sepakat untuk terus mengikhtiarkan pembentukan Natuna dan Anambas menjadi provinsi baru. Sebab, wilayah yang luas dan didominasi oleh lautan itu, dalam pandangan kami, hanya akan maksimal manfaatnya bagi masyarakat Natuna-Anambas jika berdiri sendiri jadi provinsi. Kewenangan pemdanya akan lebih luas.

Kewenangan kabupaten yang terbatas menurut UU, membuat SDA-nya tak dapat dimaksimalkan oleh kabupaten untuk masyarakatnya. Kewenangan di laut, misalnya, 0-12 mil adalah hak provinsi. Padahal, Natuna dan Anambas justru kekayaannya banyak di laut.

Sebagian besar wilayahnya juga laut dan pulau-pulau. Sebut saja kekayaan perikanan, tambang, migas, perhubungan, pariwisata, dan kekayaan maritim bernilai ekonomi lainnya. Kabupaten tak berwenang memanfaatkannya menurut UU. Hanya pesisir yang dapat digarap oleh pemkab. Itupun regulasi membatasinya.

Di bagi hasil migas, misalnya, Natuna dan Anambas sebagai daerah penghasil, harus berbagi dengan provinsi dan kabupaten/kota lainnya di Kepri. Berdasarkan komposisi, dari 15 persen dana bagi hasil (DBH) migas, kabupaten penghasil dapat 6 persen, lalu 3 persen untuk provinsi, dan 6 persen lainnya dibagi untuk seluruh kabupaten/kota dalam provinsi. Jika kelak jadi provinsi, maka DBH 15 persen itu akan berputar dalam provinsi itu saja.

Sebetulnya, jika pembaca mengikuti beberapa tulisan saya di kolom ini, sejak dua tahun lalu saya sudah sering menggelorakan semangat pembentukan provinsi khusus di Natuna-Anambas ini. Ada beberapa kali tulisan saya terkait ini. Bahkan dalam diskusi-diskusi dengan teman-teman di Natuna maupun di Batam, saya sering mendorong ide ini.

Saya ingat kalimat yang pernah disampaikan oleh tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepri H Huzrin Hood, satu dekade lalu. “Jika pemekaran adalah jalan paling cepat untuk menarik dana dari pusat, kenapa tidak?” Meskipun dalam konteks Natuna-Anambas, kabarnya Huzrin belum sepakat. Mungkin soal waktu.

Mantan Gubernur Kepri H Isdianto pernah menyatakan dukungannya kepada saya agar Natuna dan Anambas jadi provinsi sendiri. Gubernur Ansar Ahmad juga ketika kampanye mengaku mendukung. Hanya ada satu partai dalam catatan saya, menolak ide ini. Setidaknya, hal itu pernah disampaikan melalui pimpinan partai itu di DPRD Kepri, belum lama ini. Kebetulan yang bersangkutan ketua DPRD Kepri.

Selebihnya, sama seperti hampir semua stake holders di Natuna dan Anambas, mereka mendukung. Bupati Anambas Abdul Harris juga support. Tentu juga Bupati dan Wabup Natuna yang dilantik pada 24 Mei 2021, Wan Siswandi – Rodial Huda diharapkan memberikan dukungan yang sama.

Jauh sebelumnya, dukungan dari tokoh formal di Natuna pernah diucapkan oleh Bupati Hamid Rizal waktu itu. Bahkan dia beberapa kali “solo karier” dengan membawa ide itu dalam pertemuan-pertemuan formal maupun nonformal di daerah dan Jakarta. Hanya saja, dalam catatan, belum sampai kepada badan yang ditubuhkan untuk memperjuangkan ide tersebut. Tim 9 yang terbentuk di ujung pemerintahan Hamid, dapat dianggap sebagai cikal bakal perjuangan di jalur formal.

Saat ini, kabarnya Tim 9 yang diketuai Umar Natuna, ketua STIE Natuna, sudah mempersiapkan rencana musyawarah besar (mubes) masyarakat Natuna – Anambas. Dalam waktu dekat kabarnya akan segera dimatangkan menuju pelaksanaan mubes. Nampaknya menunggu bupati dan wakil bupati dilantik.

Provinsi Khusus atau…?

Dalam catatan saya, ada dua pilihan yang dapat ditempuh oleh panitia mubes maupun Tim 9. Pertama, provinsi normal, yang harus didahului oleh pemekaran kabupaten atau kota baru. Minimal, dipersyaratkan oleh UU, harus ada lima (5) kabupaten/kota untuk membentuk provinsi. Cara ini dianggap memakan waktu. Jalurnya usulan dari paling bawah, ke provinsi, lalu ke pusat. Belum tentu bisa rampung di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Apalagi kebijakan moratorium pemekaran belum ada tanda-tanda akan dicabut.

Cara kedua, melakukan pendekatan ke pemerintah pusat menuju provinsi khusus. Cara ini diyakini akan lebih mudah, karena tergantung keputusan politik antara Presiden dengan DPR RI. Tidak mutlak harus melalui jenjang dari bawah (daerah) secara runut dan rigit. Bentuk pemerintahannya bisa seperti DKI Jakarta. Gubernur dipilih oleh rakyat, bupati dan walikota ditunjuk oleh gubernur melalui persetujuan presiden.

Soal persyaratan lain, sebagaimana tercantum dalam UU, yakni menyangkut luas wilayah, jumlah penduduk, potensi PAD, dan lain-lain, atas pertimbangan kekhususan, hal itu dapat saja diabaikan oleh kepala negara bersama DPR RI. Natuna dan Anambas yang berbatasan dengan beberapa negara di Laut China Selatan (Laut Natuna Utara), perlu dijaga dan ditingkatkan pemanfaatannya. Jangan sampai senasib dengan Sipadan – Ligitan, yang akhirnya lepas ke tangan Malaysia yang memenangkan gugatan di pengadilan internasional. Kekalahan kita terletak pada minimnya “pergerakan” dan “perhatian”.

Hanya saja, bagi elite daerah, yang patut menjadi perhatian adalah soal kekompakan. Harus kompak menjadikan ide ini sebagai isyu bersama. Bukan keinginan dan kepentingan kelompok. Perjuangan bersama. Elite di Natuna dan Anambas, bersama tokoh masyarakat, akademisi, lembaga adat, mahasiswa, pers, LSM, dan elemen lainnya harus bahu-membahu.

Selain itu elite lokal juga harus fokus pada titik yang hendak dituju. Jangan belum apa-apa, misalnya terpecah kepada ego sektoral. Yang satu mau ibukota di sini, yang lain mau di sana. Yang satu mau provinsi khusus, yang lain mau provinsi normal yang didahului oleh pemekaran kabupaten dan kota baru.

Mungkin saja ada yang belum apa-apa sudah mengincar kursi kepala daerah. Kursi gubernur. Kursi bupati. Kursi walikota. Ini hanya akan merusak semangat perjuangan. Soal kepala daerah, biarlah nanti urusan rakyat pemilih. Kalau pelaksana tugas atau pejabat sementara, sudah ada aturannya. Harus ASN yang ditunjuk dan berasal dari level pemerintahan di atasnya.

Mengenai potensi tidak kompak yang dapat muncul, nampaknya Hadi Canda tak begitu merisaukannya.

“Akan ada kajian akademisnya. Dalam mubes, kita berharap semua akan mengerucut ke satu titik kesepakatan dan rekomendasi bersama. Justru titik krusialnya pada persiapan mubes itu sendiri,” katanya.

Hadi Candra menghirup kopi yang masih tersisa di gelasnya. Saya lihat sebelumnya dia memesan telur separuh masak. Kami jeda sejenak dan berfoto untuk dokumentasi pribadi.

Saya mencoba membayangkan kelak seperti apa mubes masyarakat Natuna dan Anambas itu. Saya hanya ingin menjadi bagian dari sejarah; sebagai pencatat. Sama seperti ketika Kepri menjadi provinsi tahun 2002 dulu, saya juga menjadi pencatat bersama teman-teman kuli tinta lainnya. Saya berkali-kali ditugaskan dari Pekanbaru meliput ke Tanjungpinang dan Batam waktu itu.

Pikiran saya melayang ke masa kecil. Masa di mana saya menghabiskan waktu di sebuah pulau kecil di sana. Juga jejak-jejak kaki di pulau sekitarnya dan ibukota kabupaten. Sejak lahir hingga remaja. Tak begitu banyak yang berubah. Natuna dan Anambas masih ibarat zamrud khatulistiwa.

Sementara itu, dalam benak saya ada keinginan tak terperikan untuk melihatnya jauh lebih maju. Masyarakatnya jauh lebih makmur. Bukan sekadar dialu-alukan keindahan dan kekayaan alamnya oleh para pembesar, lalu kemudian (mungkin) dilupakan. Hmm… *

Di Batam, Harga Daging Ayam dan Sayur Masih Mahal

0

batampos.co.id – Seminggu selapas lebaran Idulfitri harga ayam segar dan sayur-mayur di pasar Toss 3000 masih tinggi.

Pedagang daging ayam di pasar Toss 3000 Jodoh, Ruslan, mengatakan, sebelum Ramadan harga daging ayam segar Rp38 ribu/kilogram (kg) dan pada saat Ramadan naik menjadi Rp42 ribu/kg dan kembali naik sesudah lebaran menjadi Rp44 ribu/kg.

“Untuk daging ayam segar selepas lebaran memang masih tinggi,” ujarnya Kamis (20/5/2021).

Menurutnya, kenaikan harga harga ayam sudah biasa terjadi di setiap hari besar dan tidak bertahan akan normal kembali.

Ilustrasi. Harga daging ayam segar saat ini masih tinggi. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

“Paling lama 10 hari mas harga naik seperti ini. Makanya kami tidak berani nyetok banyak takut tidak kejual dan kami lebih menyetok ayam es (ayam beku,red) yang jauh lebih murah yaitu Rp34 ribu/kg,” katanya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Mida, menyampaikan, dirinya tidak membeli daging ayam segar dalam jumlah banyak dikarenakan harganya masih tinggi.

“Saya kalau beli daging ayam mending saya oplos dengan dengan daging es bang. Setengah kilo daging ayam segar dan setengah kilo daging ayam es, jadi tidak terlalu tinggi,” katanya.

Tak hanya ayam, harga sayur mayur juga masih mahal. Seperti bayam, sawi, kangkung, kacang panjang yang biasa Rp4 ribu/kg kini menjadi Rp12 ribu/kg.

“Kalau sayur bisa dikatakan harganya 2 kali lipat dari harga normal,” jelasnya.

Selain itu harga cabe rawit setan dan cabe merah malah cenderung menurun dari harga normal Rp50 ribu hingga Rp60 ribu/kg dan sekarang hanya Rp30 ribu/kg.

“Kalau harga bawang merah dan putih terbilang tidak ada kenaikan masih Rp22 ribu sampai Rp25 ribu/kg,” pungkasnya.(nto)

Mayat Aisyah Disimpan 4 Bulan, Begini Cara Pelaku Agar Jasad Tidak Bau

0
Polisi bongkar praktik perdukunan (Dok Antara)

batampos.co.id – Meninggalnya korban ALS, 7, warga Desa Bejen Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung diduga kuat karena praktik perdukunan yang dilakukan tersangka H, 56. Korban disimpan di salah satu kamar dengan harapan jazad korban bisa kembali hidup.

“Kasus ini terungkap, Minggu (16/5), sekira pukul 23.30 WIB,” terang Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Setyo Hermawan saat gelar perkara, Rabu (19/5).

Namun sebenarnya, kata Kasat Reskrim, kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian korban ini telah terjadi di awal Januari 2021 lalu. Empat tersangka ditetapkan yakni M, 43, ayah Kandung korban, S, 39, Ibu Kandung Korban, H ,56, dukun dan B, 43, asisten dukun.

“Sejak Januari hingga terungkapnya kasus ini, mayat korban disimpan di salah satu kamar di rumah korban,” jelasnya seperti dikutip Radar Tegal, Kamis (20/5).

Dijelaskan, ALS menjadi korban dari praktik perdukunan yang dilakukan oleh H. Namun awalnya dukun H dimintai tolong oleh orang tua korban yang mempunyai anak dengan kepribadian nakal. Menurut dukun H, korban adalah salah satu dari anak jelmaan genderuwo, sehingga untuk menghilangkan kenakalannya harus dilakukan ruwatan.

Kedua orang tua korban pun menyetujui, dan ruwatan itu dilakukan dengan cara memasukan kepala korban ke dalam bak air di kamar mandi rumah korban. Menurutnya, ruwatan terhadap korban tidak hanya dilakukan sekali, di bulan Desember 2020 ruwatan juga sudah dilakukan, hanya saja belum berhasil. Kemudian ruwatan kembali dilakukan hingga menyebabkan kematian korban.

“Korban dimasukkan kepalanya ke dalam bak yang berisi air oleh para pelaku hingga tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, setelah ruwatan dilakukan kemudian jasad korban disimpan di dalam salah satu kamar. Untuk menghilangkan bau busuk kedua orang tua memberikan pengharum ruangan dan kapur barus di tubuh korban.

“Rumah korban ini kebetulan jaraknya lumayan jauh dari tetangga, sehingga aroma busuk dari mayat tidak sampai tercium oleh tetangga, ditambah dengan pengharum ruangan dan kapur barus,” jelasnya.

Pintarnya dukun memberikan keyakinan kepada orang tua korban, bahwa korban akan kembali hidup dengan kepribadian yang lebih baik. Namun sampai empat bulan belum ada tanda-tanda akan kembali hidup.

“Orang tua korban sangat percaya dengan dukun tersebut, selama jasad dari anaknya dirawat dengan baik maka akan kembali hidup dengan kepribadian yang sudah membaik,” ujarnya.

Menurutnya, selain kedua orang tua korban, dukun H dan asisten dukun B juga mengakui semua perbuatannya. Kini ke empat tersangka tersebut sudah meringkuk di ruang tahanan Mapolres Temanggung.(jpg)

Kasus Tinggi, Wilayah Sumatera Zona Oranye-Merah

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Sumatera menjadi perhatian pemerintah. Sejak awal April, angkanya cenderung meningkat. Itu berbeda dengan kasus di Jawa yang dalam beberapa minggu terakhir melandai.

Di beberapa wilayah di Sumatera, bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit melebihi rata-rata nasional.

”Sumatera Utara 57 persen, Riau 52 persen, Kepulauan Riau 49 persen, Sumatera Barat juga 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen, Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, dan Lampung 38 persen,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartanto, Rabu (19/5).

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya menyatakan bahwa hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera berwarna oranye dan merah. Itu dampak adanya peningkatan kasus. ”Kita berharap kesadaran kolektif,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo pun memberikan atensi. Setelah meninjau progres pembangunan tol Pekanbaru–Padang, kemarin siang presiden memantau langsung vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR) Remaja Riau, Pekanbaru. Riau Pos melaporkan, dalam peninjauan tersebut Jokowi didampingi Gubernur Syamsuar beserta Forkopimda Riau dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta Forkopimda Kota Pekanbaru.

Di Pekanbaru, kemarin dilakukan vaksinasi serentak di tiga lokasi. Tujuannya, mempercepat penyuntikan vaksin. ’’Untuk vaksinasi di Kota Pekanbaru hari ini (kemarin, Red), divaksin kurang lebih 10.800 masyarakat,’’ kata Jokowi seusai meninjau vaksinasi di GOR Remaja Riau.

Jokowi meminta ada lebih banyak vaksin Covid-19 yang dikirim ke Bumi Lancang Kuning. ’’Saya sudah menyampaikan tadi kepada menteri kesehatan untuk mengirimkan vaksin yang lebih banyak ke Provinsi Riau,’’ katanya.

Di Riau, ada dua daerah yang menjadi prioritas agar stok vaksin diperbanyak. ’’Dan utamanya nanti untuk di Pekanbaru dan Dumai,’’ imbuhnya.

Dengan penyediaan dan vaksinasi yang cukup, persebaran Covid-19 diharapkan dapat dibendung. Tingginya kasus virus korona baru di Sumatera juga bisa ditekan. ’’Kita harapkan bisa mencapai kekebalan komunal dan di Riau persebaran Covid-19 bisa ditekan. Bisa lebih baik dan kembali normal di kuartal kedua (tahun ini),’’ paparnya.

Dalam kesempatan itu, presiden meminta pemerintah daerah untuk menekankan kepada masyarakat mengenai kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. Utamanya penggunaan masker. ”Kalau ke mana pun, dalam kegiatan apa pun, pakai masker. Itu sudah melindungi 95 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Polri berupaya mengantisipasi persebaran Covid-19 yang bisa muncul akibat arus balik dari Sumatera. Apalagi, berdasar data dari Kementerian Perhubungan, diprediksi masih ada 400 ribu pemudik asal Sumatera yang masuk Jakarta.

Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto menuturkan, pergerakan arus balik dari Sumatera ke Pulau Jawa menjadi perhatian khusus Polri. Sebab, pergerakan tersebut potensial menjadi klaster baru. ”Yang belum menyeberang sampai ratusan ribu,” paparnya.

Untuk mengawasi pergerakan arus balik dari Sumatera, penyekatan tidak hanya dilakukan di titik arteri dan jalan tol di Jawa, tapi juga sejumlah titik di Sumatera. Di antaranya, Sumatera Selatan hingga Lampung. ”Kami pecah konsentrasinya,” ujarnya.

Sejak di Sumatera Selatan, kata dia, ada upaya putar balik bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan melakukan perjalanan. Dengan begitu, mereka yang sampai ke Lampung benar-benar sudah klir. ”Selesai di Lampung bisa dialirkan ke sini (Pulau Jawa, Red),” tuturnya.(jpg)

Pengawasan Protokol Kesehatan Dilakukan Hingga Tingkat RT

0

batampos.co.id – Guna menekan penyebaran Covid-19 Pemko Batam akan memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan (Protkes) hingga tingkat RT.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta Camat dan Lurah untuk membentuk tim di tingkat RW dan RT.

“Hari ini kita rapat bersama OPD terkait dan seluruh Camat dan Lurah,” kata Amsakar, Kamis (20/5/2021).

Ia menjelaskan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi, penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan.

Bahkan harus sampai tingkat RT dan RW, dengan harapan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan makin tinggi.

Dijelaskan Amsakar ada 4 parameter untuk melihat penanganan Covid-19 berjalan dengan baik.

Yakni:

  1. Tingkat kesembuhan yang tinggi
  2. Berkurangnya jumlah kasus baru Covid-19
  3. Berkurangnya tempat tidur faskes yang digunakan
  4. Angka kematian akibat Covid-19 yang sedikit

“Itu sebabnya, Pemko Batam akan menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro,” jelasnya.(*/esa)

China Kembali Desak Israel untuk Hentikan Serangan Militer ke Palestina

0

batampos.co.id – Tiongkok kembali mendesak Israel untuk segera mengakhiri serangan militer dan pertempuran dengan Palestina.

“Tiongkok sangat mengecam kekerasan terhadap warga sipil. Kami sekali lagi mendesak semua pihak, terutama Israel, untuk menghentikan serangan militer, pertempuran, dan melakukan dialog politik sesegera mungkin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, di Beijing, Selasa (18/5), seperti dilansir dari Antara.

Upaya tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk melindungi keselamatan hak-hak warga sipil dan demi terpeliharanya stabilitas guna menghindari bencana kemanusiaan.

Komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, harus sepakat memberikan dukungan penuh kepada kedua negara dalam meredakan ketegangan, demikian Zhao.

Sebagai Ketua DK-PBB, Tiongkok telah mengeluarkan empat usulan terkait konflik Palestina-Israel seusai rapat pada Minggu (16/5). Tiongkok juga mengundang kedua belah pihak yang terlibat konflik untuk berunding di Tiongkok.

Terkait dukungan Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar diakhirinya konflik senjata Palestina-Israel, Zhao menganggapnya dukungan tersebut tidaklah cukup.

“Dukungan AS tidaklah cukup, karena yang paling mendesak adalah bekerja bersama komunitas internasional untuk mendukung DK-PBB menjalankan perannya dalam meredakan situasi, membangun kembali kepercayaan internasional, dan meningkatkan pendekatan secara politik,” ujarnya.

Sementara itu, serangan-serangan roket Israel ke Gaza terus berlangsung hingga Selasa (18/5). (*/jpg)

Kota Batam Prioritas Vaksin Gotong Royong

0
batampos.co.id –  Kota Batam menjadi salah satu daerah yang mendapatkan prioritas untuk menggunakan vaksin gotong royong.

Hal itu diketahui setelah Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menemui langsung Presiden Joko Widodo di Tanjung Pinang, pada Rabu (19/5/2021).

Saat bertemua Presiden, Amsakar menyampaikan terkait vaksinasi dan perkembangan program vaksinasi Covid-19 di Kota Batam.

Amsakar juga meminta dukungan terkait program vaksinasi gotong-royong bagi pekerja industri.

“Secara virtual sudah dilaporkan, dan tadi juga saya sampaikan langsung terkait vaksinasi gotong-royong bagi pekerja industri di Batam,” katanya.

Ia berharap dengan datangnya Presiden ke Kepri dapat mempercepat program vaksinasi Covid-19 khususnya di Batam.

Sehingga pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 di Kota Batam lebih mudah.

“Di Batam untuk hari ini setidaknya 6 ribu orang divaksin, untuk kelompok lansia dan pekerja pariwisata,” ujarnya.

Presiden kata dia, menyambut baik semangat Pemko Batam terkait vaksinasi. Namun lanjutnya vaksin gotong royong saat ini masih terbatas.

Tetapi Kota Batam lanjutnya menjadi salah satu daerah prioritas.

“Rencananya pada bulan Juni atau Juli akan di datangkan, saat itu bapak presiden akan menjadikan Batam sebagai salah satu prioritas,” terang Amsakar.

Amsakar juga sempat menyampaikan langsung harapan serupa kepada Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin.

Kepada Menkes, Amsakar mengungkapkan bahwa dari 1,2 juta penduduk Batam, sekitar 1/3 di antaranya atau sebanyak 400.000 adalah tenaga kerja industri.

“Oleh sebab itu Pemko Batam butuh dukungan untuk vaksinasi terhadap naker tersebut melalui dukungan vaksin gotong royong itu,” paparnya.(*/esa)

Kartu Nikah Digital Meluncur Akhir Mei, Ini Manfaatnya

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) akan meluncurkan Kartu Nikah Digital pada akhir Mei mendatang. Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Muharam Marzuki mengatakan, Kartu Nikah Digital ini memiliki beragam manfaat.

“Ada banyak manfaat Kartu Nikah Digital. Pertama, kecepatan mengakses data diri dari pasangan suami istri sebagaimana tertera dalam kartu tersebut,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (20/5).

Kedua, dengan Kartu Nikah Digital akan mempermudah pengecekan keabsahan pernikahan pasangan suami istri.”Kita juga bisa mengecek benarkah mereka berdua benar-benar pasangan suami istri. Kemudian kita juga bisa mengecek secara cepat kapan menikahnya,” imbuh Muharam.

Kemudian, keberadaan Kartu Nikah Digital merupakan upaya Kemenag untuk menghindari pemalsuan dokumen pernikahan. Selain itu, karu ini juga menghindarkan dari praktik penipuan yang dilakukan oleh salah satu pasangan.

Lalu, memudahkan bagi pasangan pengantin atau suami istri untuk berpergian tanpa harus khawatir dicurigai apabila mereka pergi bersama. “Jadi sudah bisa dicek melalui Kartu Nikah Digital tadi. Biasanya pada hotel atau tempat berlogo syariah pasti mereka bertanya,” sambungnya.

Menurut Muharam, kehadiran Kartu Nikah Digital juga mempercepat layanan bagi pasangan pengantin. Sebab, pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahannya bisa menerima Kartu Nikah Digital secara online yang dikirim pihak KUA kepada pasangan pengantin melalui nomor WhatsApp maupun alamat email.

“Begitu selesai melakukan akad nikah, maka pihak KUA bisa mengeksekusi Kartu Nikah Digital yang kemudian dikirim kepada pasangan pengantin melalui layanan online seperti WhatsApp atau melalui email. Itu sudah terakses dari pihak KUA bisa langsung mengirim ke nomor telepon atau email yang didaftarkan. Itu sudah mengurangi waktu, biaya. Dari sisi kecepatan pun cepat,” pungkasnya.(jpg)

Menko Airlangga Hartarto Jelaskan Revisi Kelima RUU KUP

0
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto. (ist)

batampos.co.id – Pemerintah memastikan adanya revisi atas Undang Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Ini merupakan kebijakan lanjutan pemerintah untuk sekaligus memperkuat penerapan UU Cipta Kerja.

Hasil revisi dari UU KUP ini jelas dan memberi kepastian hukum bagi masyarakat dan stakeholder terkait, serta memberikan manfaat baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

Dari keterangan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (19/5/2021), ini adalah perubahan kelima atas RUU KUP tersebut. Airlangga mengungkap beberapa poin yang masuk dalam RUU KUP itu.

Airlangga menerangkan di dalam RUU Kelima KUP tersebut termasuk terkait carbon tax atau pajak karbon. Kemudian juga ada terkait dengan pengampunan pajak.

“Akan ada sejumlah perubahan mengenai pajak penghasilan (PPh), baik pribadi maupun badan. Juga, poin baru yang masuk dalam RUU itu misalnya soal pajak karbon dan pengampunan pajak (tax amnesty),” jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekomomi Nasional (KPCPEN).

Lebih jauh Airlangga juga menyebutkan bahwa RUU KUP juga memuat wacana kenaikan tarif dan perubahan skema pajak pertambahan nilai (PPN).

“Akan ada skema pajak barang dan jasa (goods and services tax/GST). GST akan membuat pemerintah lebih fleksibel dalam mengatur sektor manufaktur serta perdagangan barang dan jasa,” terang Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Secara umum Ketua Umum Golkar ini belum menjelaskan maksud poin-poin baru dalam RUU KUP tersebut. Namun, menurutnya, semua poin perubahan akan segera dibahas bersama DPR.

Sebelumnya Airlangga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat kepada DPR mengenai usulan RUU KUP. Adapun RUU KUP juga telah masuk dalam 33 RUU program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas pada tahun ini.

“Berbagai perubahan ini akan mempertimbangkan situasi perekonomian nasional yang bekembang. Skenario dibuat lebih luas. Artinya tidak kaku seperti yang sekarang ini diberlakukan. Tentu detailnya nanti kita mengikuti pembahasan yang ada di Parlemen,” pungkas Airlangga.(*/uma)