Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 971

TPU Seitemiang Diserbu Sampah: Gelap, Sepi, Jadi Ajang Buang Sampah Liar

0
Tumpukan sampah campuran kembali terlihat menggunung di gerbang Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Tumpukan sampah kembali menyambut siapa pun yang melintasi gerbang Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang, Tanjungriau. Tak hanya sisa dapur atau plastik kresek, limbah salon, perabot rusak, hingga sampah pasar pun bersatu-padu, menjadikan kawasan itu seperti TPS dadakan.

Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Bukannya berkurang, sampah justru semakin menggunung dan bahkan mulai meluber ke bahu jalan. Bau tak sedap kerap tercium hingga ke area pedagang bunga yang berjualan tak jauh dari lokasi.

Dirman (42), pedagang bunga yang sudah bertahun-tahun berjualan di depan TPU Seitemiang, mengaku tak lagi heran. Ia menyebut lokasi itu memang jadi langganan tempat buang sampah malam hari.

“Biasanya lewat jam enam sore. Ada yang pakai becak motor, ada juga yang bawa mobil pickup. Mereka datang diam-diam, langsung lempar, terus kabur,” ujarnya, Selasa (23/9).

Menurut Dirman, kondisi jalan yang sepi saat malam hari jadi alasan utama. Setelah pukul 18.00 WIB, kawasan sekitar TPU nyaris tak ada aktivitas. Minim penerangan pun membuat situasi makin mendukung aksi pembuangan liar.

“Kalau malam gelap gulita, orang buang sampah jadi makin berani. Nggak ada yang lihat soalnya,” tambahnya.

Pantauan Batam Pos, tumpukan sampah terlihat nyaris di sepanjang ruas jalan masuk ke TPU. Aneka jenis sampah tercampur tanpa pembatas, mulai dari limbah rumah tangga hingga sisa bahan kimia dari usaha salon. Dari aroma hingga pemandangan, semuanya menyesakkan.

Tak hanya warga sekitar, diduga para pelaku usaha dari luar kelurahan pun ikut membuang sampahnya. Kebiasaan buruk ini seperti tak terbendung.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui persoalan sampah ini memang belum tuntas. Ia menyebut pihak kelurahan bersama satgas kebersihan kerap membersihkan lokasi, namun tak lama bersih, sampah kembali menumpuk.

“Kami bersihkan terus, tapi karena pembuangan liar masih terjadi, ya numpuk lagi,” ujarnya.

Pihak kelurahan pun mengaku tak tinggal diam. Salah satu upaya yang kini didorong adalah menggencarkan gotong royong mingguan, serta edukasi langsung ke warga agar sadar pentingnya kebersihan lingkungan.

“Menjaga lingkungan itu tanggung jawab bersama, tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Kalau semua buang sembarangan, sampai kapan pun tidak akan selesai,” tegas Syamsuddin.

Syamsuddin berharap budaya bersih dan tertib yang dulu pernah hidup di masyarakat bisa kembali digalakkan. Ia mengajak seluruh warga dan pelaku usaha agar tidak menjadikan TPU Seitemiang sebagai tempat buang sampah ilegal.

“Mari kita jaga tempat ini bersama-sama. Kita hidupkan lagi semangat gotong royong, jangan biarkan sampah jadi pemandangan sehari-hari,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel TPU Seitemiang Diserbu Sampah: Gelap, Sepi, Jadi Ajang Buang Sampah Liar pertama kali tampil pada Metropolis.

Dekranasda Kota Batam Bangga Iluh Craft Raih Penghargaan Nasional

0
Ketua Dekranasda Kota Batam, Erlita Sari Amsakar Achmad (kiri) berfoto bersama Iluh Eka lindawati.

batampos — Dekranasda Kota Batam kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Salah satu IKM (Industri Kecil Menengah) binaannya, Iluh Craft, berhasil meraih posisi kedua untuk kategori Produk Bahan Olahan Lain dalam ajang Dekranas Award 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, di Krakatau Ballroom, Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2025), pada Rakernas Dekranas.

Ketua Dekranasda Kota Batam, Erlita Sari Amsakar Achmad, yang hadir dalam acara itu mengungkapkan rasa bangganya. “Prestasi Iluh Craft membuktikan bahwa produk kreatif Batam mampu bersaing, bahkan menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Ini tentu mengangkat nama Batam sekaligus memotivasi IKM lain untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Iluh Craft, yang berdiri sejak 2017, telah berkembang dari usaha rumahan menjadi produsen kerajinan rajutan dengan pasar hingga ke luar negeri, termasuk Singapura. Produk yang dihasilkan meliputi tas, topi, sepatu, pakaian, hingga berbagai aksesori dengan desain khas dan kualitas terjaga.

Menurut Erlita, keberhasilan Iluh Craft tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga menunjukkan peran Dekranasda dalam mendorong IKM Batam agar naik kelas dan mampu bersaing secara global.

“Pencapaian ini semakin menegaskan bahwa IKM adalah pilar penting ekonomi daerah. Dekranasda Kota Batam akan terus mendampingi para perajin agar bisa menghasilkan karya terbaik yang membawa nama Batam semakin dikenal,” kata Erlita. (*)

Artikel Dekranasda Kota Batam Bangga Iluh Craft Raih Penghargaan Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.

DPR Setujui Anggito Abimanyu Jadi Ketua DK LPS Gantikan Purbaya

0
Anggito Abimanyu
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Sipanan (DK LPS) terpilih Anggito Abimanyu. (Foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menetapkan Anggito Abimanyu sebagai Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025–2030. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Persetujuan itu diambil dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).

“Sidang dewan yang kami hormati, apakah laporan Komisi XI DPR RI atas hasil uji kelayakan dan fit and proper test calon Ketua dan Anggota DK LPS tersebut dapat disetujui?” tanya Ketua DPR RI Puan Maharani, dilansir Jawa Pos.

“Setuju,” jawab serentak seluruh anggota dewan, disusul ketukan palu pimpinan sidang.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menyebut rapat internal pada 22 September 2025 menghasilkan keputusan secara musyawarah mufakat terkait nama-nama anggota DK LPS.

Adapun susunan DK LPS yang baru adalah: Ketua: Anggito Abimanyu; Wakil Ketua: Farid Azhar Nasution; Anggota: Doddy Zulverdy (bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank) dan Anggota: Ferdinan Dwikoraja Purba (bidang Penjaminan Polis dan Asuransi).

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sudah memberi sinyal bahwa Anggito bakal pindah dari Kementerian Keuangan ke LPS. Hal itu ia ungkapkan saat konferensi pers APBN KiTA, Senin (22/9).

“Kelihatannya sih sampai sekarang saya belum memikirkan apakah ada BPN atau belum. Apalagi orang yang ngurus itu mau pindah bentar lagi,” kata Purbaya sembari tertawa. (*)

Artikel DPR Setujui Anggito Abimanyu Jadi Ketua DK LPS Gantikan Purbaya pertama kali tampil pada News.

Sampah ‘Menggunung’ di Gerbang TPU Seitemiang, Jalan Sepi Jadi Lokasi Pembuangan Liar

0
Sampah di jalan dekat Seitamiang. f. eusebius

batampos- Tumpukan sampah campuran kembali terlihat menggunung di gerbang Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Berbagai jenis sampah mulai dari sisa dapur, perabotan rumah tangga, limbah pasar hingga sampah dari tempat usaha seperti salon bercampur menjadi satu. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin hari semakin bertambah banyak, hingga meluber ke bahu jalan.

Dirman, seorang pedagang bunga di depan TPU Seitemiang, mengaku masalah ini bukan hal baru. Ia menyebut masyarakat dari berbagai tempat sengaja membuang sampah di lokasi tersebut pada malam hari.

“Ada yang pakai becak motor, ada juga yang pakai mobil pick up. Sudah sering saya lihat, mereka sengaja buang di malam hari,” ujar Dirman.

BACA JUGA: Jalan Rusak dan Sampah Menumpuk di Kaveling Baru, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Menurutnya, kondisi jalan yang sepi di malam hari menjadi alasan utama. Setelah pukul 18.00 WIB, kawasan itu nyaris tanpa aktivitas. “Kami jualan bunga paling sampai jam 6 sore. Kalau malam memang sepi dan tidak ada yang mantau. Jadi orang bebas buang sampah,” tambahnya.

Minimnya penerangan jalan juga memperburuk keadaan. Lampu jalan yang terbatas membuat orang tak canggung membuang sampah sembarangan. “Kalau malam gelap, jadi mereka makin berani,” kata Dirman.

Pantauan di lapangan, penumpukan sampah terjadi hampir di sepanjang ruas jalan menuju TPU. Sampah-sampah tersebut tidak hanya berasal dari warga sekitar, melainkan juga diduga dari pelaku usaha yang memanfaatkan kondisi sepi untuk membuang limbah usahanya secara ilegal.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, tidak menampik permasalahan ini. Ia mengaku bersama satgas kebersihan selalu melakukan penanganan, namun tumpukan sampah kembali muncul karena kebiasaan warga yang membuang sembarangan.

“Kita selalu bersihkan, tapi karena terus ada pembuangan liar, akhirnya menumpuk lagi,” ujarnya.

Syamsuddin berharap masyarakat memiliki kesadaran lebih dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas. “Kami minta masyarakat lebih peduli. Buanglah sampah di tempat yang sudah disediakan, jangan seenaknya di pinggir jalan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kelurahan akan menggencarkan kegiatan gotong royong setiap pekan. Syamsuddin menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya bersih dan tertib di tengah masyarakat. “Kalau gotong royong rutin, lingkungan bisa lebih terjaga. Mari kita kembalikan budaya hidup bersih itu,” katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sampah ‘Menggunung’ di Gerbang TPU Seitemiang, Jalan Sepi Jadi Lokasi Pembuangan Liar pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Cabai Merah di Tanjungpinang Makin ‘Pedas’, Tembus Rp88 Ribu per Kg

0
Pedagang cabai
Pedagang cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang. Harga cabai merah mengalami kenaikan, Selasa (23/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga cabai merah di pasar tradisional Bintan Center (Bincen), Kota Tanjungpinang terus melonjak tajam. Saat ini, cabai dijual pedagang dengan harga Rp88 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal sekitar Rp42 ribu per kilogram.

“Beberapa hari sempat Rp90 ribu per kg. Sekarang sudah Rp88 ribu. Ini masih tinggi, karena normalnya Rp42 ribu. Sementara cabai jenis lain masih normal,” kata Ahmad, pedagang cabai di Pasar Bincen, Selasa (23/9).

Ahmad menyebut cabai yang ia jual berasal dari petani lokal di Kabupaten Bintan. Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi.

Pedagang lain, Ali, mengaku menjual cabai merah seharga Rp86 ribu per kilogram. Ia mengatakan pasokan cabai dari Jawa juga terdampak ongkos kirim yang semakin mahal.

“Naiknya karena cuaca ekstrem. Lalu ongkos kirim juga tinggi, karena cabai yang saya jual ini berasal dari Jawa,” ujarnya.

Kenaikan harga ini membuat masyarakat merasa terbebani, terutama ibu rumah tangga yang mengandalkan cabai sebagai bumbu masakan sehari-hari.

“Cukup sedih sebenarnya, tapi ya sudah kalau memang seperti ini macam mana lagi. Ini sudah kebutuhan rumah,” keluh Erna, salah seorang pembeli di Pasar Bincen. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Harga Cabai Merah di Tanjungpinang Makin ‘Pedas’, Tembus Rp88 Ribu per Kg pertama kali tampil pada Kepri.

Sinta Aneng: PKK Wadah Pengabdian untuk Masyarakat Anambas

0
PKK Anambas
Bupati Anambas, Aneng memeluk istrinya, Sinta usai mengukuhkan kepengurusan PKK Anambas, Selasa, (23/9). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Sinta Aneng, meminta seluruh pengurus PKK untuk bekerja maksimal dalam menjalankan program kerja. Pesan itu ia sampaikan saat pengukuhan kepengurusan PKK Anambas periode 2025–2030, Selasa (23/9).

Sinta menegaskan PKK adalah organisasi yang lahir dari dan untuk masyarakat. Karena itu, pengurus yang baru saja dilantik diharapkan dapat mengabdi dengan sepenuh hati.

“PKK ini bukan sekadar nama organisasi, tetapi wadah pengabdian. Kalau kita niatkan dengan tulus, insyaAllah hasilnya akan terlihat nyata bagi masyarakat,” ujar Sinta.

Salah satu fokus utama PKK Anambas, kata Sinta, adalah penanganan stunting. Ia menekankan persoalan gizi anak-anak tidak boleh diabaikan karena menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Anak-anak kita adalah penerus bangsa. Jangan sampai masa depan mereka terhambat karena kurang gizi. PKK harus berada di garis depan, mulai dari memperhatikan pola makan, hingga edukasi bagi ibu-ibu,” tegasnya.

Selain urusan kesehatan, Sinta menilai PKK juga memiliki peran penting dalam membina keluarga sejahtera. Menurutnya, kunci keberhasilan dimulai dari keteladanan.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Kalau kita bisa membina keluarga sendiri dengan baik, otomatis masyarakat juga akan mencontoh,” ujarnya.

Sinta pun mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan agar PKK Anambas semakin maju.

Di sisi lain, Bupati Anambas, Aneng, juga memberikan arahan dalam acara tersebut. Ia meminta pengurus PKK agar selalu dekat dengan masyarakat.

“Jangan sampai PKK terkesan eksklusif. Pengurus harus mau turun, berbaur, dan merasakan langsung kebutuhan di lapangan,” ujar Aneng.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tubuh PKK agar program berjalan lancar. “Kalau di dalam kita kompak, maka keluar pasti kuat. Musuh di luar jelas terlihat, tapi kalau dari dalam itu yang berbahaya. Jadi jangan saling sikut,” pesannya.

Aneng juga menegaskan PKK harus fokus pada pengabdian, bukan kepentingan lain. Ia menolak praktik titip jabatan melalui istrinya sebagai Ketua PKK.

“Jangan ada pikiran nitip jabatan lewat istri saya. Semua urusan jabatan tetap melalui jalur resmi. PKK harus benar-benar untuk masyarakat,” tegasnya.

Dengan pengukuhan ini, kepengurusan PKK Anambas periode 2025–2030 diharapkan membawa semangat baru dalam program prioritas seperti penanganan stunting, peningkatan kesejahteraan keluarga, hingga pembinaan perempuan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Sinta Aneng: PKK Wadah Pengabdian untuk Masyarakat Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Jaksa Minta Penyidik Polda Kepri Masukkan TPPU, Kasus Mafia Tanah

0
Mafia Tanah Bintan
Polisi menggiring tersangka kasus pemalsuan sertifikat tanah di Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos– Kasus dugaan mafia sertifikat lahan palsu ternyata masih berproses di Kejaksaan Tinggi Kepri. Jaksa Peneliti belum menyatakan berkas yang telah berulang kali dikirim penyidik Polda Kepri lengkap.

Kasi A Pada Pidana Umum Kejati Kepri, Rian menjelaskan berkas yang dikirim penyidik Polda Kepri masih ditangan jaksa. Akan tetapi berkas tersebut dinilai masih ada yang kurang.

“Terkait berkas penyidikan dugaan sertifikat palsu memang masih di kami. Namun kami masih minta penyidik melengkapi,” kata Rian, Senin (22/9).

Menurut dia, secara umum hasil penyidikan memang sudah sesuai. Namun pihaknya berharap penyidik memasukan undang-undang tindak pidana pecucian uang dalam perkara tersebut.

“Jadi kami menunggu ini dilengkapi. Penyidik mengaku akan melengkapi proses ini,” terang Rian.

Dijelaskan Rian, dalam kasus ini kerugiaan para korban mencapai Rp 17 miliar lebih. Apabila tak disertakan dengan TPPU, maka kasihan para korban.

“Jadi yang disita kemarin, juga belum sebanding dengan kerugian para korban,” tegas Rian lagi.

Masih kata Rian, untuk status penahanan keempat tersangka yang ditangani Polda Kepri memang sudah habis. Namun keempat tersangka tak bisa bebas juga, karena tersangkut dalam perkara yang ditangani Polres Tanjungpinang.

BACA JUGA: Kejari Tanjungpinang Terima Enam Tersangka Mafia Lahan dan Barang Bukti

“Jadi keempat tersangka ini sudah jadi tahanan pengadilan, karena akan sidang. Jadi tak mungkin lepas demi hukum meski masa tananan di Polda habis,” jelasnya.

Sementara, Kasubdit II Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Misbachul Munir, menegaskan pihaknya sudah melengkapi berkas penyidikan sejak tanggal 20 Agustus lalu. Namun sampai saat ini belum ada informasi terkait lengkap apa tidaknya perkara tersebut.

“Sudah kami lengkapi sejak tanggal 20 Agustus. Namun belum P21 sampai saat ini,” tegas Munir.

Kasus ini sebelumnya menarik perhatian publik karena mengungkap sindikat besar pemalsuan sertifikat tanah. Dari hasil penyelidikan, sindikat ini melibatkan sedikitnya tujuh tersangka. Lima ditangani Polda Kepri, sementara dua lainnya ditangani Polresta Tanjungpinang.

Dari lima tersangka yang ditangani Polda, satu orang langsung ditahan penyidik. Sedangkan empat lainnya sempat ditahan Polresta Tanjungpinang sebelum ditarik kembali oleh Polda karena terkait laporan berbeda.

Salah satu tersangka berinisial AY, warga Moro, Karimun, diduga berperan sebagai fasilitator pembuatan dokumen fiktif dengan mencatut nama BP Batam. Namanya hanya muncul dalam laporan di Polda Kepri.

Adapun kasus yang ditangani Polresta Tanjungpinang berfokus pada laporan korban di Bintan dan Tanjungpinang. Sementara Polda Kepri menangani kasus serupa di Batam. Meski berbeda lokasi, modus yang digunakan sama, yakni memalsukan dokumen tanah hingga menyerupai sertifikat asli.

Dari hasil penyidikan, sindikat ini diduga telah menipu sedikitnya 247 warga dengan total kerugian mencapai Rp16,8 miliar. Polisi memastikan proses hukum masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring ditemukannya bukti baru.

Sebelumnya, lima dari enam tersangka yang ditangani Polresta Tanjungpinang sempat dilepas karena masa penahanan habis. Empat di antaranya kemudian kembali ditahan Polda Kepri, sementara dua lainnya bebas.(*)

Reporter: Yashinta

Artikel Jaksa Minta Penyidik Polda Kepri Masukkan TPPU, Kasus Mafia Tanah pertama kali tampil pada Kepri.

Archipelago Group Batam Bersama “Free The Sea” Ikut Serta dalam World Cleanup Day 2025 di Pantai Nongsa

0

batampos– Archipelago Group Batam yang terdiri dari Aston Batam Hotel & Residence, Aston Inn Gideon Batam, Aston Nagoya City Hotel, Fave Hotel Nagoya Batam, dan Harper Premier Nagoya Batam, berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui partisipasi aktif dalam World Cleanup Day 2025 di Pantai Nongsa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membersihkan sampah di pesisir pantai dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bersih. Kolaborasi dengan Free The Sea mendukung misi menjaga ekosistem laut dan pesisir agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Kami merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Kegiatan World Cleanup Day ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap bumi, sekaligus mengajak tamu dan masyarakat untuk sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

BACA JUGA: Mengenang Kartini: Nonton Bareng & Talkshow Inspiratif Bersama Para Srikandi 5 Hotel Archipelago Group di Batam

Langkah kecil bisa memberikan dampak besar bagi bumi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi kehidupan yang lebih bersih, baik, dan sehat,” Ujar General Manager – Yanuwar Dedy Setyawan

Kegiatan World Cleanup Day di Pantai Nongsa ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar hotel dan komunitas lokal dapat menciptakan dampak positif yang nyata bagi lingkungan, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya aksi bersama demi bumi yang lebih bersih dan sehat.

Tentang Archipelago

Grup perhotelan swasta terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 45.000 kamar dan residence di lebih dari 300 hotel di seluruh Asia Tenggara, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah, dan Oseania. Perusahaan hotel terpercaya dengan rekam jejak panjang dan portofolio dari 13 merek pemenang penghargaan termasuk Aston, Alana, Huxley, Kamuela, Avanika, Harper, Quest, Four Corners, Neo, fave, Nordic, Powered by Archipelago, dan Aston Collection. www.archipelagohotels.com. (*)

Artikel Archipelago Group Batam Bersama “Free The Sea” Ikut Serta dalam World Cleanup Day 2025 di Pantai Nongsa pertama kali tampil pada Lifestyle.

LAZ Batam Dukung Pelaksanaan PENTAS PAI se-Kota Batam

0
Ketua LAZ Batam Syarifuddin menyerahkan dukungan simbolis pada kegiatan PENTAS PAI tingkat Kota Batam di SDN 010 Sagulung, Sabtu (20/9/2025).
Ketua LAZ Batam, Syarifuddin saat memberikan sambutan. F. LAZ Batam untuk Batam Pos

batampos – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam memberikan dukungan penuh pada kegiatan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) tingkat Kota Batam.

Ajang yang digelar Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kota Batam ini berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025, di SDN 010 Sagulung.

Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, PENTAS PAI sejalan dengan visi LAZ Batam dalam membina generasi muda melalui nilai-nilai keislaman dan seni.

Baca Juga: LAZ Batam Raih Penghargaan di BAZNAS Award 2025

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memiliki banyak kesamaan visi dengan LAZ Batam. Terima kasih kepada panitia yang telah melibatkan kami. Dukungan yang kami berikan memang tidak besar, tetapi kami berharap bisa membawa manfaat,” ujar Syarifuddin.

Sebagai bentuk dukungan nyata, LAZ Batam turut menjadi sponsor melalui dana kelolaan serta menghadirkan mobil pintar, layanan perpustakaan keliling yang dapat diakses para siswa dan pengunjung.

Pembukaan PENTAS PAI juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Kepala Kementerian Agama Kota Batam, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Batam, Ketua dan pengurus KKG PAI Kota Batam, guru-guru PAI se-Kota Batam, serta orang tua siswa peserta lomba.

Suasana pembukaan PENTAS PAI tingkat Kota Batam yang didukung LAZ Batam, dihadiri siswa, guru PAI, serta tokoh pendidikan dan pejabat terkait. F. LAZ Batam untuk Batam Pos

Pada kesempatan itu, Syarifuddin juga memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berprestasi.

Ia menekankan bahwa ajang seperti PENTAS PAI bisa membuka peluang beasiswa hingga ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi seni dan keterampilan Islami.

“PENTAS PAI bukan sekadar lomba, tapi juga pintu menuju beasiswa di berbagai universitas. Semoga anak-anak kita terus mengasah bakat dan semangat agar meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Senator DPD RI Dapil Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty. Ia mengapresiasi penyelenggaraan PENTAS PAI yang dinilainya sebagai wadah positif untuk menumbuhkan karakter dan potensi anak sejak dini. (*)

Artikel LAZ Batam Dukung Pelaksanaan PENTAS PAI se-Kota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Jamaah Bersatu di Batam, Iman Sutiawan dan Wamenag Kirim Pesan Kebangsaan

0
Wakil Menteri Agama, KH Romo R Muhammad Syafi’i.

batampos– Ribuan warga memadati Masjid Agung Sultan Raja Hamidah, Batam Center, Minggu (21/9) malam. Acara doa bersama yang digagas Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, itu menjadi momentum spiritual sekaligus politik yang menyatukan lebih dari 5.000 jamaah dari beragam latar belakang.

Iman mengatakan, keberagaman justru menjadi kekuatan bagi Kepri. Wilayah kepulauan yang kerap dicitrakan sebagai daerah perbatasan ini bisa menjadi contoh nasional dalam hal stabilitas sosial dan politik.

“Keberagaman bukan pemecah, justru pemersatu. Kepri bisa jadi contoh nasional sebagai daerah dengan stabilitas sosial politik yang kuat,” katanya.

BACA JUGA: Doa dari Kepri untuk Indonesia, Iman Sutiawan Ajak Masyarakat Hadir

Ia juga menegaskan doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk Kepri, melainkan untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan. “Doa ini kami kirimkan untuk negeri. Semoga menjadi sinar yang menerangi Indonesia dari Kepri, dari perbatasan, untuk seluruh Nusantara,” tambahnya.

Acara doa bersama itu turut dihadiri Dalam sambutannya, dia mengutip kritik Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gusdur), yang menyinggung fungsi Kementerian Agama.

“Saya teringat kata-kata Gusdur, di situ (Kementerian Agama) banyak urusan, tapi agama tak pernah diurusi,” kata dia.

Pernyataan tersebut sontak memantik perhatian jamaah. Romo menilai, meski saat ini Kementerian Agama terbilang minim persoalan, hal itu berjalan seiring dengan tidak adanya terobosan baru yang berarti.

“Saya diminta sama Pak Presiden untuk membantu Menteri. Beliau berkata banyak yang harus diselesaikan di Kementerian Agama,” ujarnya.

Kementerian memiliki peran strategis dalam memperkuat kerukunan umat beragama, terutama di daerah perbatasan seperti Kepri. Ia memuji masyarakat Kepri yang mampu membangun suasana kebersamaan meski berbeda latar belakang agama, budaya, dan sosial. Apa yang terjadi di Batam dapat menjadi contoh bahwa kekuatan doa dan kebersamaan lintas masyarakat bisa menghadirkan stabilitas.

“Kepri memberi bukti nyata bahwa harmoni bisa tumbuh dari basis agama, budaya, maupun sosial,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ribuan Jamaah Bersatu di Batam, Iman Sutiawan dan Wamenag Kirim Pesan Kebangsaan pertama kali tampil pada Metropolis.