Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 973

16 Titik Banjir Tersebar di Bengkong

0
Salah satu titik banjir di Kecamatan Bengkong.

batampos  – Hujan dengan intensintas tinggi membuat Kecamatan Bengkong selalu banjir. Banjir di kawasan ini tersebar di 3 Keluarahan atau sebanyak 16 titik.

Camat Bengkong, M. Fairuz Batubara mengatakan banjir tersebut tersebar di Kelurahan Bengkong Sadai 7 titik, Bengkong Laut 4 titik, dan Bengkong Indah 5 titik.

“Permasalahan di seluruh titik ini sama. Drainase tak mempu menampung debit air,” ujarnya.

Fairuz menjelaskan dari beberapa titik banjir tersebut sangat sulit diatasi. Seperti di kawasan Bengkong Indah yang memiliki akses jalan sempit.

“Kita perlu mengeruk atau perbaikan drainase dengan alat berat. Sedangkan alat berat tidak bisa masuk ke kawasan itu,” katanya.

Selain banjir, hujan lebat yang disertai angin kencang pada Selasa (9/9) membuat puluhan rumah di kawasan Tanjung Buntung dihantam angin puting beliung.

“Total ada 21 rumah yang rusak dalam musibah ini. Untuk kerusakan dan dara korban sudah dilaporkan ke Pak Walikota,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir dan puting beliung ini.

“Kerugian materil karena kerusakan rumah. Tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat peristiwa tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan daam peristiwa ini turut mendatangi lokasi untuk membantu warga dan mengevakuasi pohon yang tumbang.

“Kami berusaha memberikan pertolongan dan membersihkan puing-puing untuk memulihkan kondisi pasca bencana,” katanya.

Dengan adanya peristiwa ini, Endra mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk melanda. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel 16 Titik Banjir Tersebar di Bengkong pertama kali tampil pada Metropolis.

Waspada Gelombang Tinggi Disertai Angin Kencang

0
Cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center, Bengkong dan Nongsa, Rabu (10/9). Beberapa hari ini kota Batam sering diguyur hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Barelang mengimbau pengguna transportasi laut untuk waspada. Sebab, kawasan Perairan Batam saat ini dilanda hujan dan angin kencang.

Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol I Kade Dwi Suryawandika meminta agar para kru kapal motor kayu, nelayan, dan tenaga kerja pelabuhan untuk menunda pelayaran saat cuaca buruk.

“Jangan memaksakan diri berlayar apabila cuaca tidak memungkinkan. Ini membahayakan keselamatan diri sendiri dan penumpang lainnya,” ujarnya.

Dalam kondisi cuaca buruk saat ini, Kade meminta seluruh pengguna transportasi laut untuk mempersiapkan atau menggunakan life jacket atau life buoy.

“Keselamatan adalah hal utama dalam setiap aktivitas di laut. Lengkapi selalu dengan life jacket sebagai perlengkapan standar,” katanya.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas saat cuaca buruk. Dan meminta pengendar motor untuk mencari lokasi yang aman untuk berteduh.

“Kurangi aktivitas diluar saat cuaca buruk, seperti hujan angin kencang dan petir. Jauhi area tiang listrik dan pohon yang beresiko saat cuaca buruk,” katanya.

Zaenal juga memperingati operator transportasi laut untuk melengkapi alat keselamatan berlayar untuk penumpang.

“Perhatikan peringatan dini terkait hujan deras, angin kencang. Dan selalu pantau perkembangan cuaca melalui sumber terpercaya,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Waspada Gelombang Tinggi Disertai Angin Kencang pertama kali tampil pada Metropolis.

Apple Luncurkan iPhone 17, Evolusi Kamera Center Stage Lebih Jernih dengan Lima Pilihan Warna

0

Batampos –  Apple resmi meluncurkan iPhone 17 dengan inovasi kamera yang menjadikannya salah satu ponsel pintar paling canggih di dunia di kantor pusat mereka di Cupertino, California, Amerika Serikat, Selasa (9/9/2025) siang, waktu setempat.

LIMA pilihan warna iPhone 17, ponsel pintar teranyar yang baru saja dirilis oleh Apple. F Apple

Generasi terbaru ini menghadirkan lompatan besar dalam teknologi fotografi mobile, terutama lewat kamera depan Center Stage yang sepenuhnya baru dan sistem kamera belakang dengan resolusi tinggi 48MP Fusion.

Dibanding pendahulunya, untuk iPhone seri 17 ini, untuk pertama kalinya, Apple membekali ponselnya ini dengan sensor kamera depan berbentuk persegi. Teknologi ini memungkinkan sudut pandang lebih luas dan resolusi hingga 18MP, sehingga hasil swafoto menjadi lebih detail.

Dengan Center Stage, pengguna tak perlu lagi memutar iPhone untuk mengambil foto landscape. Baik foto maupun video bisa diambil dalam mode potret atau landscape hanya dengan memegang ponsel secara vertikal.

Fitur AI pada Center Stage juga mampu memperluas sudut pandang otomatis untuk foto grup, sehingga semua orang tetap masuk dalam frame. Saat melakukan panggilan FaceTime atau aplikasi pihak ketiga, kamera akan menjaga posisi wajah tetap stabil dan terpusat.

Dual Capture: Rekam Depan dan Belakang Sekaligus

iPhone 17 juga memperkenalkan fitur Dual Capture, memungkinkan pengguna merekam menggunakan kamera depan dan belakang secara bersamaan. Inovasi ini ideal untuk para vlogger atau konten kreator yang ingin menangkap ekspresi diri sekaligus pemandangan di sekitar.

Lantas bagaimana dengan video yang dihasilkan? Sudah mendukung 4K HDR dengan stabilisasi ultra sehingga memberikan kualitas profesional tanpa perlu alat tambahan.

Selain kamera depan, iPhone 17 membawa semua kamera belakang dengan resolusi 48MP. Kamera utama Fusion dilengkapi Telefoto 2x setara optik, sehingga seolah-olah pengguna mendapatkan dua kamera dalam satu.

Sementara itu, kamera Ultra Wide 48MP menawarkan resolusi hingga empat kali lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Hasilnya, foto lanskap, wide-angle, hingga makro tampil jauh lebih detail.

Fitur Fotografi Pintar dengan Sentuhan AI

Apple, di produk terbarunya ini juga turut menghadirkan Photographic Styles generasi baru, sehingga memungkinkan pengguna menyesuaikan warna, highlight, dan shadow secara real time. Khusus di iOS 26, akan hadir mode Bright Style yang membuat warna kulit tampak lebih cerah dan gambar lebih hidup.

Untuk perekaman video, iPhone 17 mendukung 4K60 fps Dolby Vision, Cinematic Mode, dan Action Mode. Pengguna juga bisa menikmati Spatial Audio, serta fitur Audio Mix untuk mengatur suara setelah perekaman agar vokal lebih jelas dan noise berkurang.

Dengan inovasi kamera depan Center Stage, sistem kamera Fusion 48MP, hingga kemampuan perekaman video profesional, iPhone 17 menjadi pilihan ideal bagi pecinta fotografi mobile dan kreator konten.

Apple berhasil menghadirkan pengalaman swafoto dan videografi yang benar-benar berbeda, menjadikan iPhone 17 salah satu perangkat terbaik untuk menangkap momen dalam kualitas tertinggi.

Dilansir dari siaran pers Apple tadi pagi, iPhone 17 tersedia dalam warna ungu lavender, blue mist, sage, putih, dan hitam, dengan kapasitas penyimpanan 256 GB dan 512 GB. Iphone ini dibanderol dengan harga mulai 799 dolar atau setara Rp 12.784.000,-. Apakah Anda tertarik mengganti ponsel lama Anda ke iPhone 17 ini? (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Apple Luncurkan iPhone 17, Evolusi Kamera Center Stage Lebih Jernih dengan Lima Pilihan Warna pertama kali tampil pada Lifestyle.

Batam Jadi Titik Awal Indonesia Menembus Pasar Lobster Dunia

0
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri panen perdana lobster di Pulau Setokok, Rabu (10/9).

batampos – Batam menjadi titik awal mimpi besar Indonesia menembus pasar dunia. Panen perdana lobster di Pulau Setokok, Rabu (10/9), memperlihatkan kesiapan negeri ini menyaingi negara-negara penghasil lobster.

Acara panen ini semakin istimewa karena dihadiri langsung Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran Wapres disebut menjadi semangat baru dalam mewujudkan program ekonomi biru pemerintah. Tak hanya Gibran, istrinya Selvi turut hadir. Begitu juga Ketua Komisi IV Titiek Soeharto dan Menteri KKP, serta para pejabat lainnya.

Panen perdana ini dilakukan di kawasan Modeling Budi Daya Lobster seluas tiga hektare yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Fasilitasnya modern, terdiri atas 144 lubang Karamba Jaring Apung (KJA), satu unit pendederan atau nursery, hingga cold room di daratan.

Dengan kapasitas produksi mencapai 6 ton per siklus per tahun, kawasan ini diharapkan menjadi model percontohan bagi pengembangan budidaya lobster modern di seluruh Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyebut panen ini sebagai tonggak sejarah. Menurutnya, Indonesia tidak lagi sekadar negara pemasok benih lobster, melainkan siap menjadi produsen utama lobster konsumsi.

“Komoditas lobster memiliki potensi besar di pasar global. Produksi nasional tahun 2023 mencapai 1.144 ton dengan nilai ekspor USD 23,9 juta. Angka itu melonjak pada 2024 menjadi 2.120 ton dengan nilai ekspor USD 67,8 juta,” kata Trenggono.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya di Setokok merupakan hasil riset dan uji coba selama 2–3 tahun terakhir.

“Baby lobster kita jumlahnya miliaran di laut Indonesia, dan selama ini banyak yang terbuang atau diselundupkan. Kini kita bisa memeliharanya hingga siap panen,” ujarnya.

Ia menyebut keberhasilan ini juga sejalan dengan prioritas Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan. Lobster menjadi bagian penting dari blue food untuk swasembada pangan

“Karbohidrat kita kuat, lemak kita sangat kuat dengan sawit, dan sekarang protein dari ikan kita juga kuat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa budidaya lobster ke depan sepenuhnya berbasis lokal. Tidak ada lagi benih lobster yang keluar dari wilayah Indonesia.

“Semuanya kita budidayakan di Indonesia untuk menambah nilai tambah dan membuka lapangan kerja,” katanya.

Wapres Gibran Rakabuming Raka yang usai meninjau kawasan budidaya optimisme harapan tersebut tercapai. Ia menilai tingkat keberhasilan hidup (survival rate) lobster di Batam yang mencapai 80 persen merupakan capaian luar biasa.

“Survival rate lobster di sini mencapai 80 persen, ini sangat baik sekali. Saya dorong agar program ini direplikasi ke lokasi-lokasi lain di Indonesia,” kata Gibran.

Menurutnya, keberhasilan budidaya lobster bukan hanya soal bisnis ekspor, tetapi juga upaya menjaga kekayaan laut Indonesia. Karena itu, ia berbarap penyelundupan lobster harus dihentikan.

“Penyelundupan benih lobster harus segera dihentikan. Karena potensi laut kita luar biasa, dan itu untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Terkait pencegahaan penyelundupan lobster, disambut positif oleh Gibran. Menurutnya, jika konsisten, dalam tiga hingga empat tahun mendatang Indonesia bisa menjadi kekuatan baru di bidang pangan biru.

“Kami ingin Indonesia jadi pemain utama, bukan hanya penonton,” ucapnya.

Selain lobster, kawasan percontohan Setokok juga membudidayakan komoditas bernilai tinggi lainnya, seperti ikan bawal bintang, kakap, napoleon, kerapu, hingga Jade Perch. Semua dikembangkan dengan teknologi terkini, termasuk sistem resirkulasi aquaculture.

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang turut hadir, menegaskan dukungan parlemen agar pemerintah segera mempercepat penerbitan Perpres terkait pemberantasan penyelundupan benih lobster (BBL).

“Kami mendorong regulasi ini dipercepat, agar tidak ada lagi benih lobster keluar negeri secara ilegal,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya Perpres tersebut, kebijakan bisa lebih terintegrasi dan memberikan kepastian hukum bagi pembudidaya. “Makin cepat makin baik, ini kepentingan nasional,” tambahnya.

Panen perdana ini juga disaksikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta sekitar 50 pembudidaya ikan yang diundang. Rangkaian acara meliputi penebaran benih lobster, panen lobster dan bawal bintang, peninjauan pembesaran Jade Perch, hingga penyerahan bantuan benih ikan.

KKP menargetkan produktivitas lobster di Setokok dapat mencapai 40–50 kilogram per lubang KJA berukuran 3×3 meter. Jika berhasil, model ini bisa direplikasi di daerah lain, terutama di kawasan pesisir yang memiliki potensi lobster melimpah.

Bagi masyarakat pesisir Batam, panen perdana ini menjadi angin segar. Selain membuka peluang kerja, keberadaan kawasan budidaya modern juga menjadi sarana belajar bagi pembudidaya lokal.

Seorang pembudidaya yang hadir, Andi, mengaku optimistis. “Kalau model ini bisa direplikasi di banyak tempat, masyarakat pesisir bisa lebih sejahtera. Tidak lagi tergantung pada hasil tangkapan saja,” tuturnya.

Dengan panen perdana lobster di Batam, Indonesia menegaskan langkah barunya: bukan lagi sekadar pemasok benih, melainkan produsen lobster dunia. Sebuah langkah maju yang lahir dari laut Nusantara. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Batam Jadi Titik Awal Indonesia Menembus Pasar Lobster Dunia pertama kali tampil pada Metropolis.

Isna Puring: UMKM Binaan BI yang Mengubah Gulma Jadi Devisa

0

Di penghujung sore usai hujan lebat, Tisnawati duduk bersila di dalam rumahnya. Di pangkuannya tergerai rumbai-rumbai batang eceng gondok yang sudah dikeringkan.

Tangannya cekatan menganyam rumbai itu menjadi rapi, berpola, saling mengikat, dan simetris. Mungkin banyak yang tidak tahu, hasil kepiawaiannya ini telah melintas ke berbagai negara dan turut menyumbang devisa.

Tisnawati sedang mengayaman rumbai-rumbai batang eceng gondok yang sudah dikeringkan. F. Arjuna/Batam Pos

“Ini mau bikin alas kursi,” kata Tisnawati, saat dijumpai di kediamannya sekaligus workshop kerajianan eceng gondok Isna Puring, di Perumahan Bukit Ayu Lestari, Sei Beduk, Batam, Selasa (9/9).

Reporter: ARJUNA

Isna Puring adalah nama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah berdiri medio 2013 lalu. Isna adalah sapaan karib Tisnawati, sementara puring ialah sebutan salah satu teknik di dunia kerajinan tangan berbahan kain atau benang.

Mulanya usaha Isna Puring menggunakan benang sebagai bahan utama kerajinan. Namun, ketersediaan benang yang rendah membuat Tisnawati mencari bahan lain.

“Benang itu kalau dipesan warna merah hati, yang datang malah merah cabe. Sudah gitu, pengiriman dari luar Batam juga gak secepat sekarang. Jadi pelanggan udah nanyain barang pesanannya, kita malah masih nunggu bahan bakunya,” ujarnya.

Hal ini yang kemudian membuat Isna beralih ke eceng gondok sebagai bahan baku utama rajutannya. Kata beralih pun disebutnya kurang tepat. Sebab, ide memilih eceng gondok sebenarnya tercetus begitu saja.

Tumbuhan gulma yang mengapung di atas air ini acap terlihat di mana-mana. Di parit, kubangan, sampai di atas permukaan waduk.

Terbesit kemudian dalam benak Isna, jika mampu membuat rajutan berbahan dasar alami dan bukan plastik, bukankah dagangannya justru punya nilai lebih dan semakin diminati pasar luar negeri?

“Jadi bahkan sejak awal, produk Isna Puring itu ditargetkan untuk pasar internasional,” ungkap Isna.

Ia mengakui, pada tahap awal memang produknya belum sepenuhnya langsung diterima pasar. Lebih lagi produk rajut eceng gondok ini boleh jadi karya pertama di Indonesia.

Menjadikannya unik dan rumit di waktu yang bersamaan. Misal, Isna hendak membuat vas bunga. Maka hal pertama yang ia lakukan ialah membuat mal atau cetakan vas bunganya lebih dulu.

Produk pertama Isna Puring ialah barang-barang yang ada di rumah seperti sandal, tas, kotak tisu, topi bundar hingga vas bunga. Barang-barang yang mulanya ia jajakan pada tetangganya dan mendapat respon positif.

Setelah rutin ikut berbagai pameran, produk-produk Isna Puring pun mulai disuplai ke beberapa hotel dan resort. Lewat pameran pula, produknya menjangkau pembeli dari Singapura dan Malaysia.

Aspek Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jelang satu dekade berkarya, Isna Puring tidak hanya membawa harum nama pribadi. Namun, ia juga turut menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.

Isna sadar, dengan semakin banyaknya pesananan, maka semakin banyak pula dibutuhkan sumber daya manusia yang harus mengerjakannya. Maka beberapa perempuan di sekitarnya “direkrut” menjadi mitra yang dibagi jadi 2 kelompok.

Dalam prosesnya, Isna Puring telah membangun sistem kerja berbasis komunitas yang berisi para pengepul eceng gondok, dan mitra yang bertugas menganyam.

Seluruh mitra ini pun semacam dilindungi oleh “kontrak kerja” yang disarankan oleh BI Kepri. Sehingga terdapat standar jenis bahan yang digunakan hingga upah yang diterima para mitra.

Di lain kesempatan, Isna juga aktif memberikan pelatihan merajut di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II Batam. Dengan harapan, para narapida memiliki keahlian dan mampu berkarya usai masa tahanannya berakhir.

“Mitra kami pun terdiri dari teman disabilitas dan mantan narapida. Karena ya perempuan kan gak gampang cari kerja, apa lagi kalau punya rekam jejak jadi penghuni lapas. Makanya sebisa mungkin kami berdayakan,” tuturnya.

Dalam sebulan, setidaknya Isna Puring menghabiskan sekitar 50 kg eceng gondok kering yang diubah menjadi karya bernilai ekonomis tinggi.

Lewat kerja kerasnya, Isna Puring tidak hanya membawa kerajinan tangan Indonesia dikenal dunia, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat dan berperan penting pada lingkungan di sekitarnya.

Bank Indonesia Kepri dan Dukungannya pada UMKM

Lewat program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI), Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau (Kepri) secara serius ingin membuat UMKM “naik kelas”. Sebanyak 297 UMKM di Kepri pun masuk dalam program WUBI, dan bergerak di sektor makanan, fesyen, kriya, hingga perikanan.

Isna Puring sendiri telah menjadi UMKM binaan BI Kepri sejak 2018 lalu. Bentuk dukungan BI Kepri diakui Isna terbilang lengkap dan lebih dari sekadar pembiayaan saja.

Dukungan itu mulai dari pelatihan manajemen, pemasaran, pembukuan, sertifikasi, hingga langkah-langkah agar produk tembus pasar global.

Di luar itu, UMKM binaan BI Kepri juga terus didorong untuk tampil dalam banyak pameran, baik yang berskala lokal, nasional, hingga internasional.

Salah satu dukungan itu terlihat dalam gelaran Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 di One Batam Mall akhir Agustus lalu.

Mengusung tema Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan, pameran itu menghadirkan produk unggulan UMKM, wastra (kain tradisional) Melayu, hingga business matching senilai Rp13 miliar.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menekankan posisi strategis Batam sebagai hub ekspor.

Pihaknya ingin UMKM Kepri semakin percaya diri, dan BI hadir untuk mendukung agar produk yang dihasilkan bernilai tambah tinggi dan tembus pasar internasional.

Berkat pembinaan dan dukungan ini pula, di tahun pertama Isna jadi binaan BI Kepri, produk Isna Puring telah sampai hingga Amerika Serikat.

Meski saat itu, proses pembeliaannya terjadi di Batam dan sang pembeli yang membawanya ke Negeri Paman Sam. Namun, paling tidak Isna Puring sudah menapaki proses impor sebagai mana mestinya.

Hal yang sebenarnya bermuara pada satu hal: pameran. Isna mengakui, pameran —meski tak melulu soal profit—tapi justru membuka jalan pada pemasaran produk-produk anyamannya.

Misal, kala ia membuka stand di sebuah gelaran musik jazz, seorang pengunjung yang merupakan pengelola kawasan wisata tertarik dengan produk Isna Puring dan seluruh prosesnya.

Oleh pengelola kawasan wisata itu, Isna Puring kemudian dikontrak untuk mengajarkan anak-anak ekspatriat mengayam eceng gondok. Tidak jarang, usai kegiatan pesananan produk Isna Puring datang dari para orang tua yang menjemput anak-anaknya mengayam.

“Jadi produk Isna Puring dikenal lewat banyak cara,” katanya.

Sejak 2018 pula, Isna menuturkan kalau produk-produk anyamannya rutin masuk ke pasar Singapura dan Malaysia. Bahkan kini Isna Puring turut menjajakan produknya melalui kanal digital guna menjangkau pasar yang lebih luas.

Di luar capaian selama ini, Isna sebenarnya hanya menyimpan mimpi sederhana. Saat nanti ia telah tiada, paling tidak Isna sudah meninggalkan sesuatu bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Lebih lagi kini rumahnya telah dianggap sebagai sentra anyaman eceng gondok di Kepri. Hal yang diharapkan terus hidup dan menghidupi banyak orang. (***)

Artikel Isna Puring: UMKM Binaan BI yang Mengubah Gulma Jadi Devisa pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan Aktivis Lingkungan di Bintan, Ini Sosoknya

0
AKP Khapandi
Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Polisi akhirnya menetapkan pria berinisial TR (37) sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan, Lelo Polisa Lubis, di Bintan.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi, menjelaskan bahwa TR disangka melanggar Pasal 352 KUHP dengan ancaman hukuman 3 bulan kurungan.

“Kasus ini sudah kami tingkatkan ke penyidikan, dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Khapandi, Rabu (10/9).

Kasus ini bermula ketika korban berada di depan jalan masuk PT Ganda Sari Shipyard, Kijang, pada Rabu (2/7/2025). Saat itu, korban berusaha berkomunikasi dengan pihak perusahaan dengan cara menghentikan mobil rombongan yang melintas.

Namun, TR yang merupakan sopir mobil tersebut turun dan langsung mendorong korban hingga memukul wajahnya.

“Dari hasil pemeriksaan, kami sudah memeriksa 9 orang saksi termasuk satu ahli kedokteran. Hasil visum menunjukkan adanya luka memar di wajah korban,” jelas Khapandi.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, menambahkan bahwa TR bukan karyawan perusahaan. “Dia hanya pihak ketiga yang disewa mobilnya sekaligus sebagai sopir,” ucapnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan Aktivis Lingkungan di Bintan, Ini Sosoknya pertama kali tampil pada Kepri.

Terlapor Kasus Kavling Bodong Menghilang, Polisi Siap Gelar Perkara

0
Korban kaveling bodong memasang plang bertuliskan status lahan sengketa. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kasus dugaan penipuan kavling bodong di Sagulung yang melibatkan puluhan korban terus berproses di Ditreskrimum Polda Kepri. Polisi menyebut terlapor, berinisial F, yang diketahui mantan dosen salah satu universitas swasta di Batam, hingga kini tak kunjung ditemukan.

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Misbachul Munir, mengatakan pihaknya sudah berupaya menelusuri keberadaan terlapor, termasuk mendatangi alamat rumah dan apartemen di Batam. Namun hasilnya nihil.

“Dari pihak keluarga dan kampus, diinformasikan bahwa yang bersangkutan sudah tidak bekerja di sana lagi. Kami sudah datangi beberapa alamat, tapi terlapor tidak ada di area Batam,” ujar Munir, Selasa (9/9).

Munir menyebut, laporan ini diajukan oleh Arianus Zalukhu bersama sekitar 39 warga lainnya yang mengaku menjadi korban. Modusnya, korban dijanjikan kavling siap bangun di kawasan Dapur 12, Sungai Lekop, Sagulung dengan harga bervariasi, bahkan ada yang mencapai Rp100 juta per petak.

“Pelapor Pak Arianus saja sudah menyetorkan Rp80 juta dengan cara dicicil tiga kali. Kalau ditotal, kerugian para korban bisa mencapai miliaran rupiah. Namun kami masih menghitung secara rinci dari masing-masing laporan,” jelasnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa para korban dan meminta keterangan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan tidak ada penerbitan izin kavling baru di lokasi yang dimaksud.

“Terakhir kami periksa BP Batam sekitar tiga minggu lalu, dan tidak ditemukan adanya izin kavling baru. Artinya, memang tidak ada dasar hukum penerbitan kavling tersebut,” tambah Munir.

Meski begitu, penyidik belum bisa menetapkan tersangka. Munir menegaskan, kasus masih dalam tahap penyelidikan. Tim tengah menyusun hasil lidik untuk kemudian dilakukan gelar perkara.

“Rencananya akan segera dilakukan gelar perkara. Jika hasilnya menyimpulkan cukup bukti, maka akan dinaikkan ke tahap penyidikan dengan laporan polisi baru. Dari sana, upaya penangkapan bisa dilakukan,” tegasnya.

Munir juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terlapor agar segera melapor. “Kalau ada korban atau pihak lain yang mengetahui keberadaan terlapor, silakan hubungi kami. Akan langsung kami tindak lanjuti,” katanya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepri sejak 23 Mei 2025. Hingga kini, lebih dari empat bulan berjalan, para korban masih menunggu kepastian hukum. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Terlapor Kasus Kavling Bodong Menghilang, Polisi Siap Gelar Perkara pertama kali tampil pada Metropolis.

PT Dharma Nyata Press Dibeli Pakai Uang PT Jawa Pos

0
SAKSI FAKTA: Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

batampos – PT Jawa Pos menghadirkan Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding sebagai saksi fakta dalam sidang sengketa kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP) melawan Nany Widjaja di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Basuki dalam kesaksiannya menegaskan bahwa pembeli PT DNP pada 1998 lalu adalah PT Jawa Pos, bukan Nany.

Basuki yang saat itu menjabat sebagai kepala bagian keuangan PT Jawa Pos mengatakan bahwa uang yang digunakan untuk membeli PT DNP milik Jawa Pos. “Saya melihat sendiri tanda terima pembayaran dari Jawa Pos kepada pemilik PT Dharma Nyata Press, Anjar Any dan Ned Sakdani. Tercatat di laporan keuangan. Uangnya dari PT Jawa Pos dibuktikan dengan dana keluar dari rekening koran PT Jawa Pos,” kata Basuki, Rabu (10/9).

Setelah itu, di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 1999 juga telah disampaikan bahwa PT DNP sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos. Dahlan Iskan dan Nany yang ketika itu menjabat sebagai direksi di PT Jawa Pos juga telah menyetujuinya.

“Dahlan Iskan dan Nany Widjaja ikut rapat dan menyetujui isi risalah RUPS tersebut terkait laporan keuangan yang mencantumkan PT Dharma Nyata Press sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos,” tambah Basuki yang menyiapkan risalah rapat tersebut.

Selanjutnya setelah rapat Dewan Komisaris dan Direksi pada 2001, Nany membuat akta pernyataan di notaris. “Seingat saya pernyataan dari Nany Widjaja yang menyatakan bahwa pembelian 72 lembar saham berasal dari PT Jawa Pos, dan tidak menggunakan harta yang bersangkutan” ujar Basuki.

Selain itu, dalam akta pernyataan tersebut, Nany menyatakan bahwa hak atas saham tersebut adalah hak milik PT Jawa Pos. Nany juga menyatakan tidak akan menuntut atas saham itu di kemudian hari.

“Nany tidak pernah komplain atas akta pernyataan tersebut karena dia sendiri yang membuat. Tidak ada campur tangan PT Jawa Pos. Tidak pernah ada pula pembatalan akta tersebut,” tuturnya.

Menurut Basuki, kepemilikan saham PT DNP tersebut diatasnamakan Nany Widjaja atas perintah dari Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai direktur PT Jawa Pos.

Sementara itu, pengacara PT Jawa Pos, E.L. Sajogo mengatakan bahwa Basuki adalah saksi kunci yang mengetahui sejarah pembelian PT DNP oleh PT Jawa Pos. Sajogo menambahkan, Basuki dalam kesaksiannya menyampaikan bahwa salah satu bukti dari kepemilikan PT DNP oleh PT Jawa Pos adalah setoran dividen.

“Dividen juga diberikan setiap tahun secara sukarela. Ada cek atas nama PT Dharma Nyata Press yang ditanda tangani oleh Bu Nany sendiri yang diberikan kepada PT Jawa Pos dan tercatat di laporan keuangan PT Jawa Pos, sehingga cukup jelas pemilik sebenarnya PT Dharma Nyata Press adalah PT Jawa Pos. Itu adalah keterangan dari saksi fakta,” ungkap Sajogo.

Sementara itu, pengacara Nany, Richard Handiwiyanto, mengatakan bahwa Basuki selaku saksi menyatakan sebagai pemilik. “Tetapi ketika kami tanya terkait dokumen legal, dia selalu menghindar,” kata Richard. (*)

Sumber: JP Group

Artikel PT Dharma Nyata Press Dibeli Pakai Uang PT Jawa Pos pertama kali tampil pada News.

Berkas Sudah Dilengkapi dan Dikembalikan, Kasus Penganiayaan ART Segera Disidangkan

0
Roslina majikan korban sebagai pelaku utama penganiayaan ART.

batampos – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang sudah melengkapi berkas perkara kasus penganiaan yang dialami asisten rumah tangga (ART), Intan. Penganiayaan ini dilakukan oleh majikannya, Roslina, 53 dan sepupunya Merlin, 20.

“Berkas sudah kita lengkapi sesuai petunjuk dan sudah dikembalikan ke Kejaksaan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, Rabu (10/9).

Dalam perkara ini, Kejaksaan Negeri Batam sempat mengembalikan perkas penyidikan atau P19 ke penyidik Polresta Barelang. Berkas ini dinilai belum lengkap atau belum memenuhi syarat formil maupun materil untuk disidangkan.

“Kita masih menunggu Kejaksaan memeriksa berkas tersebut. Setelah lengkap, kita segera menyerahkan tersangka dan barang bukti,” kata Debby.

Selain 2 tersangka, dalam perkara ini polisi mengamankan barang bukti raket nyamuk listrik, ember, serokan sampah, kursi lipat plastik, dan 3 buku. Kedua tersangka dijerat dijerat pelaku dijerat pasal 44 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga jo pasal 55 ayat 1 ke 1 e.

“Ancaman pidana penjara hingga 10 tahun,” tegas Debby.

Sebelumnya, Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus penganiayaan Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah elit kawasan Sukajadi, Batam Kota.

Penganiayaan tersebut berlangsung selama setahun atau sejak Juni 2024. Selain dianiaya, selama bekerja korban tidak menerima gaji dari majikannya tersebut. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Berkas Sudah Dilengkapi dan Dikembalikan, Kasus Penganiayaan ART Segera Disidangkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Krisis BBM Melanda Tambelan, Warga Terpaksa Jalan Kaki ke Sekolah

0
Rapat BBM
Rapat koordinasi terkait persoalan kelangkaan BBM yang terjadi di Tambelan dalam beberapa hari ini. F. Asmawi untuk Batam Pos.

batampos – Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, tengah dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan jenis Pertalite dan Pertamax yang terjadi beberapa hari terakhir membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Seorang guru bernama Nur bahkan terpaksa berjalan kaki menuju sekolah karena kehabisan bensin untuk sepeda motornya. Ia berharap pemerintah segera mencari solusi agar kelangkaan tidak berlarut-larut.

“Situasi ini sangat mengganggu aktivitas harian. Kami benar-benar berharap masalah ini bisa cepat diatasi,” ujarnya, Rabu (10/9).

Camat Tambelan, Asmawi, menjelaskan penyebab utama kelangkaan adalah larangan pengiriman BBM dari Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Tambelan. Meski begitu, ia memastikan stok solar masih aman.

“BBM yang langka itu Pertalite dan Pertamax, bukan solar. Alhamdulillah solar aman,” kata Asmawi.

Ia menyebut warga sebenarnya tidak mempermasalahkan jika harga sedikit di atas HET, asalkan stok tersedia. “Yang penting ada barangnya, karena BBM sangat dibutuhkan. Tapi tentu masyarakat tetap berharap harga bisa stabil dan lebih murah,” tambahnya.

Krisis ini membuat sebagian warga mengurangi aktivitas. Asmawi khawatir jika kondisi berlanjut, pelaku usaha bisa memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga.

Pihak kecamatan, kata dia, sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan.

Hasil rapat dengan DKUPP dan instansi terkait menyepakati pembentukan sub penyalur BBM di Tambelan sebagai solusi jangka menengah, yang ditargetkan selesai akhir Oktober 2025.

“Ini saran dari Pertamina terkait penanganan kelangkaan BBM jangka menengah di Tambelan,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan perlu ada langkah cepat. “DKUPP akan menyurati bupati untuk mencari solusi jangka pendek penanganan kelangkaan BBM di Tambelan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Krisis BBM Melanda Tambelan, Warga Terpaksa Jalan Kaki ke Sekolah pertama kali tampil pada Kepri.