Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 978

Isna Puring: UMKM Binaan BI yang Mengubah Gulma Jadi Devisa

0

Di penghujung sore usai hujan lebat, Tisnawati duduk bersila di dalam rumahnya. Di pangkuannya tergerai rumbai-rumbai batang eceng gondok yang sudah dikeringkan.

Tangannya cekatan menganyam rumbai itu menjadi rapi, berpola, saling mengikat, dan simetris. Mungkin banyak yang tidak tahu, hasil kepiawaiannya ini telah melintas ke berbagai negara dan turut menyumbang devisa.

Tisnawati sedang mengayaman rumbai-rumbai batang eceng gondok yang sudah dikeringkan. F. Arjuna/Batam Pos

“Ini mau bikin alas kursi,” kata Tisnawati, saat dijumpai di kediamannya sekaligus workshop kerajianan eceng gondok Isna Puring, di Perumahan Bukit Ayu Lestari, Sei Beduk, Batam, Selasa (9/9).

Reporter: ARJUNA

Isna Puring adalah nama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah berdiri medio 2013 lalu. Isna adalah sapaan karib Tisnawati, sementara puring ialah sebutan salah satu teknik di dunia kerajinan tangan berbahan kain atau benang.

Mulanya usaha Isna Puring menggunakan benang sebagai bahan utama kerajinan. Namun, ketersediaan benang yang rendah membuat Tisnawati mencari bahan lain.

“Benang itu kalau dipesan warna merah hati, yang datang malah merah cabe. Sudah gitu, pengiriman dari luar Batam juga gak secepat sekarang. Jadi pelanggan udah nanyain barang pesanannya, kita malah masih nunggu bahan bakunya,” ujarnya.

Hal ini yang kemudian membuat Isna beralih ke eceng gondok sebagai bahan baku utama rajutannya. Kata beralih pun disebutnya kurang tepat. Sebab, ide memilih eceng gondok sebenarnya tercetus begitu saja.

Tumbuhan gulma yang mengapung di atas air ini acap terlihat di mana-mana. Di parit, kubangan, sampai di atas permukaan waduk.

Terbesit kemudian dalam benak Isna, jika mampu membuat rajutan berbahan dasar alami dan bukan plastik, bukankah dagangannya justru punya nilai lebih dan semakin diminati pasar luar negeri?

“Jadi bahkan sejak awal, produk Isna Puring itu ditargetkan untuk pasar internasional,” ungkap Isna.

Ia mengakui, pada tahap awal memang produknya belum sepenuhnya langsung diterima pasar. Lebih lagi produk rajut eceng gondok ini boleh jadi karya pertama di Indonesia.

Menjadikannya unik dan rumit di waktu yang bersamaan. Misal, Isna hendak membuat vas bunga. Maka hal pertama yang ia lakukan ialah membuat mal atau cetakan vas bunganya lebih dulu.

Produk pertama Isna Puring ialah barang-barang yang ada di rumah seperti sandal, tas, kotak tisu, topi bundar hingga vas bunga. Barang-barang yang mulanya ia jajakan pada tetangganya dan mendapat respon positif.

Setelah rutin ikut berbagai pameran, produk-produk Isna Puring pun mulai disuplai ke beberapa hotel dan resort. Lewat pameran pula, produknya menjangkau pembeli dari Singapura dan Malaysia.

Aspek Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jelang satu dekade berkarya, Isna Puring tidak hanya membawa harum nama pribadi. Namun, ia juga turut menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.

Isna sadar, dengan semakin banyaknya pesananan, maka semakin banyak pula dibutuhkan sumber daya manusia yang harus mengerjakannya. Maka beberapa perempuan di sekitarnya “direkrut” menjadi mitra yang dibagi jadi 2 kelompok.

Dalam prosesnya, Isna Puring telah membangun sistem kerja berbasis komunitas yang berisi para pengepul eceng gondok, dan mitra yang bertugas menganyam.

Seluruh mitra ini pun semacam dilindungi oleh “kontrak kerja” yang disarankan oleh BI Kepri. Sehingga terdapat standar jenis bahan yang digunakan hingga upah yang diterima para mitra.

Di lain kesempatan, Isna juga aktif memberikan pelatihan merajut di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II Batam. Dengan harapan, para narapida memiliki keahlian dan mampu berkarya usai masa tahanannya berakhir.

“Mitra kami pun terdiri dari teman disabilitas dan mantan narapida. Karena ya perempuan kan gak gampang cari kerja, apa lagi kalau punya rekam jejak jadi penghuni lapas. Makanya sebisa mungkin kami berdayakan,” tuturnya.

Dalam sebulan, setidaknya Isna Puring menghabiskan sekitar 50 kg eceng gondok kering yang diubah menjadi karya bernilai ekonomis tinggi.

Lewat kerja kerasnya, Isna Puring tidak hanya membawa kerajinan tangan Indonesia dikenal dunia, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat dan berperan penting pada lingkungan di sekitarnya.

Bank Indonesia Kepri dan Dukungannya pada UMKM

Lewat program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI), Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau (Kepri) secara serius ingin membuat UMKM “naik kelas”. Sebanyak 297 UMKM di Kepri pun masuk dalam program WUBI, dan bergerak di sektor makanan, fesyen, kriya, hingga perikanan.

Isna Puring sendiri telah menjadi UMKM binaan BI Kepri sejak 2018 lalu. Bentuk dukungan BI Kepri diakui Isna terbilang lengkap dan lebih dari sekadar pembiayaan saja.

Dukungan itu mulai dari pelatihan manajemen, pemasaran, pembukuan, sertifikasi, hingga langkah-langkah agar produk tembus pasar global.

Di luar itu, UMKM binaan BI Kepri juga terus didorong untuk tampil dalam banyak pameran, baik yang berskala lokal, nasional, hingga internasional.

Salah satu dukungan itu terlihat dalam gelaran Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 di One Batam Mall akhir Agustus lalu.

Mengusung tema Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan, pameran itu menghadirkan produk unggulan UMKM, wastra (kain tradisional) Melayu, hingga business matching senilai Rp13 miliar.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menekankan posisi strategis Batam sebagai hub ekspor.

Pihaknya ingin UMKM Kepri semakin percaya diri, dan BI hadir untuk mendukung agar produk yang dihasilkan bernilai tambah tinggi dan tembus pasar internasional.

Berkat pembinaan dan dukungan ini pula, di tahun pertama Isna jadi binaan BI Kepri, produk Isna Puring telah sampai hingga Amerika Serikat.

Meski saat itu, proses pembeliaannya terjadi di Batam dan sang pembeli yang membawanya ke Negeri Paman Sam. Namun, paling tidak Isna Puring sudah menapaki proses impor sebagai mana mestinya.

Hal yang sebenarnya bermuara pada satu hal: pameran. Isna mengakui, pameran —meski tak melulu soal profit—tapi justru membuka jalan pada pemasaran produk-produk anyamannya.

Misal, kala ia membuka stand di sebuah gelaran musik jazz, seorang pengunjung yang merupakan pengelola kawasan wisata tertarik dengan produk Isna Puring dan seluruh prosesnya.

Oleh pengelola kawasan wisata itu, Isna Puring kemudian dikontrak untuk mengajarkan anak-anak ekspatriat mengayam eceng gondok. Tidak jarang, usai kegiatan pesananan produk Isna Puring datang dari para orang tua yang menjemput anak-anaknya mengayam.

“Jadi produk Isna Puring dikenal lewat banyak cara,” katanya.

Sejak 2018 pula, Isna menuturkan kalau produk-produk anyamannya rutin masuk ke pasar Singapura dan Malaysia. Bahkan kini Isna Puring turut menjajakan produknya melalui kanal digital guna menjangkau pasar yang lebih luas.

Di luar capaian selama ini, Isna sebenarnya hanya menyimpan mimpi sederhana. Saat nanti ia telah tiada, paling tidak Isna sudah meninggalkan sesuatu bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Lebih lagi kini rumahnya telah dianggap sebagai sentra anyaman eceng gondok di Kepri. Hal yang diharapkan terus hidup dan menghidupi banyak orang. (***)

Artikel Isna Puring: UMKM Binaan BI yang Mengubah Gulma Jadi Devisa pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan Aktivis Lingkungan di Bintan, Ini Sosoknya

0
AKP Khapandi
Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Polisi akhirnya menetapkan pria berinisial TR (37) sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan, Lelo Polisa Lubis, di Bintan.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi, menjelaskan bahwa TR disangka melanggar Pasal 352 KUHP dengan ancaman hukuman 3 bulan kurungan.

“Kasus ini sudah kami tingkatkan ke penyidikan, dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Khapandi, Rabu (10/9).

Kasus ini bermula ketika korban berada di depan jalan masuk PT Ganda Sari Shipyard, Kijang, pada Rabu (2/7/2025). Saat itu, korban berusaha berkomunikasi dengan pihak perusahaan dengan cara menghentikan mobil rombongan yang melintas.

Namun, TR yang merupakan sopir mobil tersebut turun dan langsung mendorong korban hingga memukul wajahnya.

“Dari hasil pemeriksaan, kami sudah memeriksa 9 orang saksi termasuk satu ahli kedokteran. Hasil visum menunjukkan adanya luka memar di wajah korban,” jelas Khapandi.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, menambahkan bahwa TR bukan karyawan perusahaan. “Dia hanya pihak ketiga yang disewa mobilnya sekaligus sebagai sopir,” ucapnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan Aktivis Lingkungan di Bintan, Ini Sosoknya pertama kali tampil pada Kepri.

Terlapor Kasus Kavling Bodong Menghilang, Polisi Siap Gelar Perkara

0
Korban kaveling bodong memasang plang bertuliskan status lahan sengketa. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kasus dugaan penipuan kavling bodong di Sagulung yang melibatkan puluhan korban terus berproses di Ditreskrimum Polda Kepri. Polisi menyebut terlapor, berinisial F, yang diketahui mantan dosen salah satu universitas swasta di Batam, hingga kini tak kunjung ditemukan.

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Misbachul Munir, mengatakan pihaknya sudah berupaya menelusuri keberadaan terlapor, termasuk mendatangi alamat rumah dan apartemen di Batam. Namun hasilnya nihil.

“Dari pihak keluarga dan kampus, diinformasikan bahwa yang bersangkutan sudah tidak bekerja di sana lagi. Kami sudah datangi beberapa alamat, tapi terlapor tidak ada di area Batam,” ujar Munir, Selasa (9/9).

Munir menyebut, laporan ini diajukan oleh Arianus Zalukhu bersama sekitar 39 warga lainnya yang mengaku menjadi korban. Modusnya, korban dijanjikan kavling siap bangun di kawasan Dapur 12, Sungai Lekop, Sagulung dengan harga bervariasi, bahkan ada yang mencapai Rp100 juta per petak.

“Pelapor Pak Arianus saja sudah menyetorkan Rp80 juta dengan cara dicicil tiga kali. Kalau ditotal, kerugian para korban bisa mencapai miliaran rupiah. Namun kami masih menghitung secara rinci dari masing-masing laporan,” jelasnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa para korban dan meminta keterangan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan tidak ada penerbitan izin kavling baru di lokasi yang dimaksud.

“Terakhir kami periksa BP Batam sekitar tiga minggu lalu, dan tidak ditemukan adanya izin kavling baru. Artinya, memang tidak ada dasar hukum penerbitan kavling tersebut,” tambah Munir.

Meski begitu, penyidik belum bisa menetapkan tersangka. Munir menegaskan, kasus masih dalam tahap penyelidikan. Tim tengah menyusun hasil lidik untuk kemudian dilakukan gelar perkara.

“Rencananya akan segera dilakukan gelar perkara. Jika hasilnya menyimpulkan cukup bukti, maka akan dinaikkan ke tahap penyidikan dengan laporan polisi baru. Dari sana, upaya penangkapan bisa dilakukan,” tegasnya.

Munir juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terlapor agar segera melapor. “Kalau ada korban atau pihak lain yang mengetahui keberadaan terlapor, silakan hubungi kami. Akan langsung kami tindak lanjuti,” katanya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepri sejak 23 Mei 2025. Hingga kini, lebih dari empat bulan berjalan, para korban masih menunggu kepastian hukum. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Terlapor Kasus Kavling Bodong Menghilang, Polisi Siap Gelar Perkara pertama kali tampil pada Metropolis.

PT Dharma Nyata Press Dibeli Pakai Uang PT Jawa Pos

0
SAKSI FAKTA: Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

batampos – PT Jawa Pos menghadirkan Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding sebagai saksi fakta dalam sidang sengketa kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP) melawan Nany Widjaja di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Basuki dalam kesaksiannya menegaskan bahwa pembeli PT DNP pada 1998 lalu adalah PT Jawa Pos, bukan Nany.

Basuki yang saat itu menjabat sebagai kepala bagian keuangan PT Jawa Pos mengatakan bahwa uang yang digunakan untuk membeli PT DNP milik Jawa Pos. “Saya melihat sendiri tanda terima pembayaran dari Jawa Pos kepada pemilik PT Dharma Nyata Press, Anjar Any dan Ned Sakdani. Tercatat di laporan keuangan. Uangnya dari PT Jawa Pos dibuktikan dengan dana keluar dari rekening koran PT Jawa Pos,” kata Basuki, Rabu (10/9).

Setelah itu, di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 1999 juga telah disampaikan bahwa PT DNP sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos. Dahlan Iskan dan Nany yang ketika itu menjabat sebagai direksi di PT Jawa Pos juga telah menyetujuinya.

“Dahlan Iskan dan Nany Widjaja ikut rapat dan menyetujui isi risalah RUPS tersebut terkait laporan keuangan yang mencantumkan PT Dharma Nyata Press sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos,” tambah Basuki yang menyiapkan risalah rapat tersebut.

Selanjutnya setelah rapat Dewan Komisaris dan Direksi pada 2001, Nany membuat akta pernyataan di notaris. “Seingat saya pernyataan dari Nany Widjaja yang menyatakan bahwa pembelian 72 lembar saham berasal dari PT Jawa Pos, dan tidak menggunakan harta yang bersangkutan” ujar Basuki.

Selain itu, dalam akta pernyataan tersebut, Nany menyatakan bahwa hak atas saham tersebut adalah hak milik PT Jawa Pos. Nany juga menyatakan tidak akan menuntut atas saham itu di kemudian hari.

“Nany tidak pernah komplain atas akta pernyataan tersebut karena dia sendiri yang membuat. Tidak ada campur tangan PT Jawa Pos. Tidak pernah ada pula pembatalan akta tersebut,” tuturnya.

Menurut Basuki, kepemilikan saham PT DNP tersebut diatasnamakan Nany Widjaja atas perintah dari Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai direktur PT Jawa Pos.

Sementara itu, pengacara PT Jawa Pos, E.L. Sajogo mengatakan bahwa Basuki adalah saksi kunci yang mengetahui sejarah pembelian PT DNP oleh PT Jawa Pos. Sajogo menambahkan, Basuki dalam kesaksiannya menyampaikan bahwa salah satu bukti dari kepemilikan PT DNP oleh PT Jawa Pos adalah setoran dividen.

“Dividen juga diberikan setiap tahun secara sukarela. Ada cek atas nama PT Dharma Nyata Press yang ditanda tangani oleh Bu Nany sendiri yang diberikan kepada PT Jawa Pos dan tercatat di laporan keuangan PT Jawa Pos, sehingga cukup jelas pemilik sebenarnya PT Dharma Nyata Press adalah PT Jawa Pos. Itu adalah keterangan dari saksi fakta,” ungkap Sajogo.

Sementara itu, pengacara Nany, Richard Handiwiyanto, mengatakan bahwa Basuki selaku saksi menyatakan sebagai pemilik. “Tetapi ketika kami tanya terkait dokumen legal, dia selalu menghindar,” kata Richard. (*)

Sumber: JP Group

Artikel PT Dharma Nyata Press Dibeli Pakai Uang PT Jawa Pos pertama kali tampil pada News.

Berkas Sudah Dilengkapi dan Dikembalikan, Kasus Penganiayaan ART Segera Disidangkan

0
Roslina majikan korban sebagai pelaku utama penganiayaan ART.

batampos – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang sudah melengkapi berkas perkara kasus penganiaan yang dialami asisten rumah tangga (ART), Intan. Penganiayaan ini dilakukan oleh majikannya, Roslina, 53 dan sepupunya Merlin, 20.

“Berkas sudah kita lengkapi sesuai petunjuk dan sudah dikembalikan ke Kejaksaan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, Rabu (10/9).

Dalam perkara ini, Kejaksaan Negeri Batam sempat mengembalikan perkas penyidikan atau P19 ke penyidik Polresta Barelang. Berkas ini dinilai belum lengkap atau belum memenuhi syarat formil maupun materil untuk disidangkan.

“Kita masih menunggu Kejaksaan memeriksa berkas tersebut. Setelah lengkap, kita segera menyerahkan tersangka dan barang bukti,” kata Debby.

Selain 2 tersangka, dalam perkara ini polisi mengamankan barang bukti raket nyamuk listrik, ember, serokan sampah, kursi lipat plastik, dan 3 buku. Kedua tersangka dijerat dijerat pelaku dijerat pasal 44 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga jo pasal 55 ayat 1 ke 1 e.

“Ancaman pidana penjara hingga 10 tahun,” tegas Debby.

Sebelumnya, Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus penganiayaan Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah elit kawasan Sukajadi, Batam Kota.

Penganiayaan tersebut berlangsung selama setahun atau sejak Juni 2024. Selain dianiaya, selama bekerja korban tidak menerima gaji dari majikannya tersebut. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Berkas Sudah Dilengkapi dan Dikembalikan, Kasus Penganiayaan ART Segera Disidangkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Krisis BBM Melanda Tambelan, Warga Terpaksa Jalan Kaki ke Sekolah

0
Rapat BBM
Rapat koordinasi terkait persoalan kelangkaan BBM yang terjadi di Tambelan dalam beberapa hari ini. F. Asmawi untuk Batam Pos.

batampos – Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, tengah dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan jenis Pertalite dan Pertamax yang terjadi beberapa hari terakhir membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Seorang guru bernama Nur bahkan terpaksa berjalan kaki menuju sekolah karena kehabisan bensin untuk sepeda motornya. Ia berharap pemerintah segera mencari solusi agar kelangkaan tidak berlarut-larut.

“Situasi ini sangat mengganggu aktivitas harian. Kami benar-benar berharap masalah ini bisa cepat diatasi,” ujarnya, Rabu (10/9).

Camat Tambelan, Asmawi, menjelaskan penyebab utama kelangkaan adalah larangan pengiriman BBM dari Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Tambelan. Meski begitu, ia memastikan stok solar masih aman.

“BBM yang langka itu Pertalite dan Pertamax, bukan solar. Alhamdulillah solar aman,” kata Asmawi.

Ia menyebut warga sebenarnya tidak mempermasalahkan jika harga sedikit di atas HET, asalkan stok tersedia. “Yang penting ada barangnya, karena BBM sangat dibutuhkan. Tapi tentu masyarakat tetap berharap harga bisa stabil dan lebih murah,” tambahnya.

Krisis ini membuat sebagian warga mengurangi aktivitas. Asmawi khawatir jika kondisi berlanjut, pelaku usaha bisa memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga.

Pihak kecamatan, kata dia, sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan.

Hasil rapat dengan DKUPP dan instansi terkait menyepakati pembentukan sub penyalur BBM di Tambelan sebagai solusi jangka menengah, yang ditargetkan selesai akhir Oktober 2025.

“Ini saran dari Pertamina terkait penanganan kelangkaan BBM jangka menengah di Tambelan,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan perlu ada langkah cepat. “DKUPP akan menyurati bupati untuk mencari solusi jangka pendek penanganan kelangkaan BBM di Tambelan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Krisis BBM Melanda Tambelan, Warga Terpaksa Jalan Kaki ke Sekolah pertama kali tampil pada Kepri.

Prajurit Diminta Patuh dan Taat Hukum, Peringatan HUT TNI AL ke-80 di Kodaeral IV Batam

0
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Laut di  lapangan Kodaeral IV. 

batampos – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Laut tahun 2025 di Mako Kodaeral IV, Batu Ampar, Rabu (10/9). Kegiatan ini diikuti seluruh prajurit serta jajaran perwira Kodaeral IV.

Wakil Komandan Kodaeral IV, Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mengantarkan Rakyat Sejahtera, Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Maju.

“Tema tersebut merefleksikan komitmen TNI AL untuk tidak hanya menjaga kedaulatan negara di laut, tetapi juga hadir di tengah rakyat sebagai sahabat dan pelindung,” ujarnya.

Dalam upacara tersebut, Ketur turut membacakan amanat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI, Muhammad Ali. Kasal menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 TNI AL merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian TNI Angkatan Laut.

Yang mana sejak awal berdiri sebagai Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada 10 September 1945 hingga menjadi TNI AL yang profesional seperti sekarang.

“Delapan dekade pengabdian bukanlah perjalanan singkat. Peringatan ini adalah wujud rasa syukur sekaligus tekad untuk terus menguatkan profesionalisme dan loyalitas prajurit dalam menjaga lautan nusantara,” kata Ketut.

Kasal juga mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjunjung tinggi hukum, patuh peraturan, serta melaksanakan tugas dengan profesionalisme dan pendekatan humanis. Nilai pengabdian, keberanian, dan semangat juang ditegaskan sebagai landasan dalam menghadapi setiap tantangan di masa depan.

“Upacara HUT ke-80 TNI AL di Kodaeral IV menjadi penegasan kembali peran vital TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan pertahanan negara di laut,” tutupnya. (*) 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Prajurit Diminta Patuh dan Taat Hukum, Peringatan HUT TNI AL ke-80 di Kodaeral IV Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Bos Bobi Tabrak Jembatan Selayang Pandang Saat Mabuk, Motor Baru Sebulan Hancur

0
Bos Bobi
Kondisi motor milik Bos Bobi yang hancur usai menabrak Jembatan Selayang Pandang di Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kecelakaan tunggal menggegerkan warga Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. Seorang warga setempat, Bos Bobi Setiawan (30), menabrak pagar Jembatan Selayang Pandang, Rabu (10/9) sekitar pukul 15.50 WIB.

Bobi yang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max BP 5512 YX melaju kencang dari arah RSUD Tarempa menuju Masjid Agung Baitul Ma’mur. Diduga, ia dalam kondisi mabuk hingga kehilangan kendali di tikungan.

“Dia bawa motor kencang, seperti melamun. Pas di tikungan, langsung menghantam pagar pembatas jembatan,” ujar Kusmiyadi, saksi mata.

Benturan keras membuat tubuh Bobi terpental dan tersangkut di pagar jembatan. Warga panik mendengar teriakannya. “Dia teriak minta tolong sambil menangis. Kami langsung menolongnya,” tambah Kusmiyadi.

Akibat kejadian ini, tujuh unit beton pagar pembatas jembatan terkelupas. Motor korban yang baru sebulan diambil dari dealer juga ringsek parah di bagian depan.

“Benturannya sangat keras, motor depan hancur, betonnya pun rusak,” jelas Kusmiyadi lagi.

Ia kemudian dilarikan ke RSUD Tarempa. Dari pantauan di rumah sakit, Bobi dalam kondisi setengah sadar, berbicara tidak karuan, dan tercium bau alkohol. Bahkan salah satu tenaga medis yang masih keluarganya terlihat kesal karena Bobi nekat berkendara dalam keadaan mabuk.

Kanit Lantas Polres Anambas, Aipda Singgih Pamungkas, membenarkan penyebab kecelakaan. “Setelah dicek anggota, benar korban mengendarai motor dalam keadaan mabuk,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal dokter, Bobi mengalami patah satu tulang rusuk dan masih menunggu hasil visum serta rontgen untuk memastikan cedera lainnya.

Aipda Singgih mengimbau warga agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Kami harap kejadian ini jadi pelajaran. Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi mabuk, karena berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain,” tutupnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Bos Bobi Tabrak Jembatan Selayang Pandang Saat Mabuk, Motor Baru Sebulan Hancur pertama kali tampil pada Kepri.

Qayz Algebra, Remaja Kepulauan Anambas Harumkan Nama Indonesia di Forum Internasional

0
Qayz Algebra
Siswa SMP N 2 Siantan, Qayz Algebra saat mewakili Indonesia dalam ajang diplomasi pelajar dari 45 negara di Malaysia. F. Dok. Pribadi untuk Batam Pos.

batampos – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Kepulauan Anambas. Seorang pelajar SMP Negeri 2 Siantan, Qayz Algebra, berhasil mengharumkan nama daerah di kancah internasional.

Remaja yang akrab disapa Geba ini menjadi salah satu wakil Indonesia pada ajang bergengsi Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-18 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Agustus–1 September 2025 lalu.

Forum tersebut mempertemukan ribuan pelajar dan mahasiswa dari 45 negara untuk mengasah kepemimpinan, diplomasi, hingga negosiasi melalui simulasi sidang layaknya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Luar biasa, saya tidak menyangka bisa mewakili Indonesia dalam ajang ini. Di sini kami bertukar pikiran dengan teman-teman dari 45 negara lainnya,” ujar Geba saat dihubungi, Rabu (10/9).

Tak hanya hadir sebagai peserta, Geba juga berhasil meraih Verbal Commendation Award, penghargaan yang diberikan kepada delegasi dengan keterampilan komunikasi, diplomasi, dan negosiasi terbaik.

Prestasi ini semakin istimewa karena Geba berasal dari daerah kepulauan yang jauh dari pusat kota. “Saya ingin anak-anak muda Anambas percaya diri, berani bermimpi besar, dan yakin bahwa kita juga bisa berdiri di panggung dunia,” tambahnya.

Geba sendiri bukan orang baru dalam dunia organisasi. Ia merupakan Ketua Forum Anak Kabupaten Kepulauan Anambas yang aktif menyuarakan aspirasi anak muda. Pengalaman itu menjadi modal penting saat ia tampil percaya diri di forum internasional.

Pemerintah, sekolah, hingga keluarganya turut memberi dukungan penuh. Semua pihak memastikan Geba mendapat ruang berkembang, hingga akhirnya bisa berdiri sejajar dengan pelajar dari seluruh dunia.

“Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak Anambas punya potensi besar. Dengan kerja keras, semangat belajar, dan keberanian mencoba, kita bisa berdiri sejajar dengan generasi muda dari belahan dunia lainnya,” kata Geba optimis.

Kini, langkah Geba menjadi inspirasi bagi pelajar Anambas dan Indonesia. Dari pulau kecil di ujung utara tanah air, lahir bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk menorehkan prestasi dunia. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Qayz Algebra, Remaja Kepulauan Anambas Harumkan Nama Indonesia di Forum Internasional pertama kali tampil pada Kepri.

Bupati Nizar Optimis PT Tiansan Alumina Beroperasi di Dabo Singkep Akhir 2025

0
Bupati dan Wakil Bupati Lingga
Muhammad Nizar, Bupati Lingga dan Novrizal, Wakil Bupati Lingga, Rabu (10/9). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Bupati Lingga, Muhammad Nizar, menyatakan optimisme bahwa PT Tiansan Alumina tetap akan beroperasi di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, meski waktu yang tersisa hanya empat bulan hingga Desember 2025.

Menurut Nizar, proses masuknya investasi besar ini tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Pasalnya, lokasi yang dipilih perusahaan asal Tiongkok tersebut berada di kawasan Pusat Latihan Tempur Marinir TNI AL.

“Pintu masuk PT Tiansan untuk berinvestasi di Kabupaten Lingga tinggal satu langkah lagi. Kita hanya menunggu perjanjian kerja sama antara PT Tiansan dengan TNI AL melalui Kemenhan,” ujar Nizar, Rabu (10/9).

Nizar menegaskan, kehadiran PT Tiansan Alumina akan membawa dampak signifikan bagi daerah. Selain mampu meningkatkan roda perekonomian, investasi ini diproyeksikan membuka hingga 10.000 lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Lingga dan Indonesia secara umum.

Menurutnya, investasi tersebut juga sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong hilirisasi industri serta penciptaan lapangan kerja baru.

“Dengan adanya investasi PT Tiansan, kita berharap angka kemiskinan di Kabupaten Lingga bisa ditekan, dan masyarakat merasakan manfaat ekonomi secara nyata,” tambahnya.

Pemkab Lingga bersama PT Tiansan telah mengajukan pergantian lahan seluas 400 hektar untuk kebutuhan latihan Marinir. Dari tiga titik koordinat yang sudah ditentukan, Nizar berharap Kemenhan dapat mempercepat proses penetapan agar PT Tiansan bisa segera beroperasi.

Ia juga menyebutkan, komunikasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah pusat melalui Komisi I DPR RI. Salah satunya lewat anggota DPR RI dapil Kepri, Endipat Wijaya, yang menjembatani pertemuan dengan Dirjen Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Mayjen TNI Agus Widodo.

“Dengan investasi senilai Rp83 triliun, kita ingin PT Tiansan benar-benar merealisasikan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Lingga,” tutup Nizar. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Bupati Nizar Optimis PT Tiansan Alumina Beroperasi di Dabo Singkep Akhir 2025 pertama kali tampil pada Kepri.