batampos.co.id – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sambau, Nongsa, Kota Batam, saat ini hanya tersisa sekitar satu hektar dari luas keseluruhan sekitar lima hektar.

Pengelola TPU Sambau, Usman Muharam, mengatakan, sisa lahan pemakaman tersebut belum bisa digunakan secara maksimal. Karena masih dipenuhi semak belukar dan  tunggul kayu yang mati.

Loading...

“Petugas penggali harus bekerja ekstra keras sebelum bisa menggunakan kawasan ini menjadi lokasi makam,” katanya saat ditemuai batampos.co.id, Jumat (24/5/2019).

Area Taman Pemakaman Umum Sambau, Kecamatan Nongsa Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Menurutnya, para petugas penggali hanya menggunakan alat seadanya untuk membersihkan kawasan tersebut dari tunggul-tunggul kayu berukuran cukup besar.

“Petugas kita pakai cangkul, jadi tidak bisa cepat karena kondisi lahan masih hutan begitu,” kata Usman. Baca Juga: Taman Pemakaman Umum Sambau Kota Batam Minim Fasilitas 

Usman melanjutkan, kebutuhan akan lahan pemakaman sangat diperlukan. Karena itu, pengelola TPU Sambau berharap pemerintah dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtam) bisa membantu untuk pembukaan lahan yang tersisa dengan menggunakan eskavator.

“Rencananya (Perkimtam) mau mengukur dulu, tapi sampai sekarang mengukur saja belum dilakukan,” paparnya. Baca Juga: 20 Ribu Kuburan Hasil Karya Pak Eko di TPU Taman Langgeng Kota Batam

Lebih jauh, Usman, mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk membuat lahan baru bagi jenazah yang akan dimakamkan di TPU Sambau. Namun karena kemampuan terbatas, lahan baru untuk pemakaman di area tersebut belum dapat dibuka lagi.

“Jika Perkimtam tidak segera memberikan dukungan untuk pembersihan lahan tersebut, pihaknya terpaksa membuat liang di bekas kuburan lama,” pungkasnya.(bbi)

Loading...