batampos.co.id – Pengalaman mistis menjadi hal yang tidak bisa dihindari bagi mereka yang bekerja di kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU). Seiring dengan berjalannya waktu, mereka seolah terbiasa dengan hal-hal ganjil selama bekerja di kawasan pemakaman.

Hal itu diakui oleh Zulkifli, salah satu pekerja di TPU Sei Temiang Kota Batam. Zulkifli telah lebih dari 10 tahun bertugas di sana.

Pria 42 tahun itu mengaku awalnya kaget dengan hal tak biasa yang dialaminya saat pertama kali bekerja di kawasan pemakaman seluas sekitar tujuh hektar itu.

Zulkifli, pegawai di kantor Yayasan Khairul Ummah pengelola TPU Sei Temiang, Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Aroma wangi yang terkadang tiba-tiba menyengat, suara-suara seram yang tiba-tiba terdengar, sempat membuatnya goyah saat pertama bekerja pada pertengahan 2008 ini.

“Namanya baru, pasti kaget juga, lama-lama jadi berani, cium bau wangi tiba-tiba itu sudah biasa,” kata Zulkifli ketika ditemui batampos.co.id di tempatnya bertugas, Selasa (11/6/2019).

Selama 10 tahun lebih itu, Zulkifli mengaku tidak pernah mengalami ketakutan dan ditakuti seperti melihat sosok makhluk yang menakutkan. Baca Juga: Aneh, Ada Seragam Sekolah di TPU Sei Temiang Kota Batam

Meskipun demikian, bukan berarti ia tidak memiliki pengalaman traumatis selama bertugas membantu Yayasan Khairul Ummah mengurus pemakaman Sei Temiang.

Trauma Saksikan Pembongkaran Makam

Zulkifli menceritakan pengalaman yang tidak bisa dilupakannya hingga saat ini terjadi pada 2017 lalu.

Area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Dia yang bertugas di bagian administrasi memang tidak berurusan langsung dengan jenazah. Namun saat itu, dirinya harus menyaksikan pembongkaran makam setelah tiga hari dimakamkan.

Saat itu ia mengaku sangat ketakutan ketika tidak sengaja melihat kondisi jenazah yang mulai berubah warna, ditambah lagi dengan aroma tidak sedap yang tercium oleh hidungnya. Baca Juga: 20 Ribu Kuburan Hasil Karya Pak Eko di TPU Taman Langgeng Kota Batam

“Bau jenazah memang tidak biasa, pas itu saya sempat pula melihat, tidak tahu kenapa saya sangat ketakutan, sampai sekarang tidak bisa lupa dengan pengalaman itu,” tutur laki-laki berkacamata ini.

Zulkifli melanjutkan, ketakutan yang ia alami itu tidak bisa dijelaskan. Padahal alasan pembongkaran makam tersebut tidak ada kaitan dengan hal-hal mistis atau ketidakwajaran dari kematian jenazah tersebut.

Makam tersebut adalah makam warga Aceh yang meninggal karena tersambar petir, makamnya dibongkar karena pihak keluarga ingin membawa jenazah tersebut kembali ke tanah kelahirannya.(bbi)