batampos.co.id – Kota Batam masih menjadi primadona bagi pencari kerja (pencaker) dari luar daerah. Batam bahkan seperti surga bagi para pelajar yang baru lulus sekolah atau pun kuliah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Rudi Sakyakirti menyebutkan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya setiap usai Lebaran, pencaker dari luar daerah selalu mengalami lonjakan.

Menurut dia, banyak faktor bagi pendatang baru memilih mencari pekerjaan di Batam. Seperti tingginya upah minimum kota (UMK) Batam dibandingkan daerah asalnya.


”Dua hari ini yang datang lumayan juga. Rata-rata dari Medan dan masih didominasi lulusan SMA sederajat. Beberapa ada juga yang sarjana,” sebutnya.

Ratusan pencari kerja memadati Community Centre (CC) Batamindo, Mukakuning, Kota Batam. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Momen usai Lebaran Idul Fitro 1440 Hijriah ini, lanjutnya, juga bertepatan dengan kelulusan siswa SMA di seluruh daerah.

Mereka memilih Kota Batam sebagai tujuan untuk menemukan pekerjaan. Faktor gaji di Batam masuk golongan tertinggi di Indonesia menjadi pertimbangan pencaker ini.

”Kami kan tidak bisa melarang mereka masuk ke Batam. Jadi mereka silakan bersaing dengan pencaker yang sudah ada saat ini,” tuturnya. Ia mengungkapkan jumlah lapangan pekerjaan yang ada saat ini memang tidak sebanding dengan jumlah pencaker yang ada.

Untuk sektor industri mungkin seperti itu, namun untuk sektor usaha setiap hari selalu ada lowongan. Baca Juga: Ratusan Pencaker Berebut Posisi Operator

”Industri buka terus tapi belum banyak. Namun pencaker masih ada pilihan mencoba menemukan pekerjaan di tempat lain, seperti pusat perbelanjaan dan lainnya,” tambahnya.

Rudi menyebutkan setiap tahun ada 23 ribu pencaker yang berebut lapangan pekerjaan di Batam. Lowongan yang tersedia tergantung kebutuhan perusahaan.

Namun sejauh ini perusahaan yang melaporkan ketersediaan lowongan hanya setengah dari jumlah pencaker. ”Jadi ada 11 ribu lebih yang terserap. Itu berdasarkan perusahaan yang rutin melaporkan. Kan ada juga yang tak lapor ke Dinasker,” imbuhnya.

Memang, sambungnya, untuk jumlah pencaker setiap tahun mengalami perbedaan. Tahun ini jumlah pencaker masih tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Ini disebabkan sektor industri yang masih dalam tahap membaik. Baca Juga: Tak Ada Lowongan Kerja, Pencaker Tetap Padati MPH Batamindo

Sedangkan Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Disnaker Batam Afrizon, mengatakan, satu hari ada sekitar 40 pencaker luar Batam yang mengajukan AK1 (kartu tandap encari kerja).

Ia memperkirakan jumlah ini terus bertambah seiring selesainya pengurusan dokumen lulusan SMA. ”Mereka (pencaker) kan sudah lulus dan tinggal mengurus ijazah saja. Setelah itu barulah mereka mencari pekerjaan seperti di Batam ini,” ungkapnya.

Nana, 21, seorang pencaker saat ditemui tengah mengisi formulir pengajuan AK1 di ruang pelayanan penempatan kerja Disnaker Batam, kemarin (11/6/2019) tampak sesekali dia  bertanya kepada petugas mengenai data yang dibutuhkan dalam mengisi formulir permohonan.

Sisi, pegawai Bagian Penempatan Kerja Disnaker Kota Batam melayani warga yang sedang mengurus kartu tanda pencari kerja (AK1) di Kantor Disnaker Kota Batam, Selasa (11/6). Foto: Yulitavia/batampos.co.id

Perempuan lulusan salah satu universitas di Malang, Jawa Timur ini mengaku baru dua minggu berada di Batam. ”Mau coba ke perusahaan. Mana tahu bisa dapat kerja secepatnya. Saya lulusan keguruan tingkat dasar,” kata perempuan berjilbab ini.

Saat ini, ia tinggal bersama keluarganya di Nongsa. Ia berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan di Batam. Nana mengaku keinginan ke Batam karena ada anggota keluarganya yang sudah bekerja di Batam.

”Baru lulus langsung ke Batam. Jadi belum pernah bekerja. Selain ada keluarga, gaji di Batam juga cukup tinggi,” sebutnya. Senada disampaikan Ratsen. Pria kelahiran 1991 ini juga mengaku baru dua minggu di Batam. Ia datang ke sini karena baru lulus sekolah dan ada saudara yang sudah bekerja di Batam.

”Saya baru datang dari Medan. Kawan sudah ada enam tahun di Batam, jadi saya minta tolong untuk dicarikan pekerjaan,” ujarnya.

Saat mengisi lokasi pekerjaan yang diinginkan, Ratsen mengaku bersedia ditempatkan dimana saja asalkan cepat mendapatkan pekerjaan. ”Mau di Mukakuning, Batuampar atau kawasan industri lainnya tidak ada masalah,” ucapnya.(yui/cr1)

Loading...