batampos.co.id – RB alias Kancil, pelaku pembacokan terhadap seorang wanita di Kecamatan Galang, Kota Batam, Senin (10/6) malam lalu, saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Galang.

Disela pemeriksaan tersebut, diketahui alasan RB tega melakukan penganiayaan terhadap korbannya, Sesnita, yaitu sakit hati.

Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati, menuturkan, sakit hati merupakan motif RB melakukan penganiayaan tersebut. Aksinya tersebut, kata dia sudah direncanakan oleh pelaku.


Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati, menanyai RB alias Kancil, pelaku pembacokan Sesnita di Rempang Cate, Kota Batam. Foto: Heri unutk batampos.co.id

“Barang bukti (parang dan kapak) yang kita temukan di TKP memang disiapkan untuk menganiaya korbannya, dia sudah merencanakan itu,” kata Heri ketika dihubungi batampos.co.id, Kamis (13/6/2019). Baca Juga: Begini Kondisi Wanita yang Dibacok Parang di Kota Batam, Selamat Berkat Kedua Anak Perempuannya

Sakit hati yang dialami pelaku, lanjut Heri, bermula dari korban yang meminta pelaku untuk meninggalkan rumah yang saat itu ditinggali RB.

Rumah itu lanjutnya adalah rumah miliki korban dan berada persis di sebelah rumah yang saat ini ditinggali janda empat anak itu.

“Dia tidak terima disuruh pergi, akhirnya dendam dan menganiaya pemilik rumah,” kata Heri lagi.

Sementara itu, Sesnita mengatakan, RB tetap tidak ingin pindah, walaupun sudah diminta oleh warga dan RT setempat.

Sesnita korban pembacokan yang dilakukan RB di rumahnya, mendapatkan perawatan di rumah sakit Graha Hermine, Batuaji, Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Dalam beberapa minggu terakhir, pelaku memang tidak lagi tidur di rumah tersebut, namun barang-barangnya masih ada di rumah berwarna abu-abu tersebut.

Baca Juga: 4 Fakta Wanita yang Selamat Setelah Dibacok Parang di Kota Batam

Sebelumnya, pelaku menumpang di rumah itu bersama pekerja borongan yang membangun peternakan ayam di sekitar wilayah tersebut.

Tetapi para pekerja yang lain tidak nyaman dengan sikap pelaku, memilih pindah dan membiarkan pelaku tinggal di rumah itu sendiri.

“Orang-orang tidak nyaman dengan dia, padahal dia tidak bayar tinggal di situ,” kata Sesnita ketika ditemui di Rumah Sakit Graha Hermine, Batu Aji.(bbi)

Loading...