batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam membutuhkan 150 orang untuk mengikuti magang di negeri sakura, Jepang.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, kesempatang magang tersebut diberikan kepada masyarakat yang sudah memiliki KTP elektronik Kota Batam.

“Kita bersama Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) membuka pemagangan ke Jepang dan yang asli Batam bisa memilih tantangan magang ke luar negeri,” kata dia, Senin (17/6/2019).

Dia menyatakan, dengan adanya program tersebut diyakini dapat mengurangi angka pencari kerja di kota industri itu.

Menurutnya rata-rata perusahaan di Kota Batam memiliki standar yang sulit dipenuhi calon pekerja.

Salah seorang pencari kerja mengukur tinggi badan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Senin (17/6/2019). Tinggi badan menjadi salah satu syarat untuk mencari pekerjaan di Batam. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

Akibatnya para pecari kerja di Kota Batam semakin menumpuk. Bukan hanya dari warga lokal tapi juga dari luar daerah.

Baca Juga: Disnaker Libatkan 30 Lembaga Pelatihan Kerja untuk Latih Pencaker

”Perusahaan butuh pekerja yang memiliki tinggi tertentu dan banyak pencaker terbentur di sana. Ini membuat persaingan kerja semakin tinggi,” kata dia.

Kata dia, dengan adanya program magang ke Jepang diharap bisa mengurangi persaingan kerja di Batam.

Peluang magang tersebut, lanjutnya, bisa menjadi ajang untuk belajar dunia industri di Jepang.

Sehingga ketika kembali ke Batam, pengalaman tersebut bisa dibawa peserta magang untuk menjadi pendukung dalam menemukan pekerjaan yang lebih baik.

”(Kalau sudah magang di Jepang) Bukan operator lagi levelnya. Sudah jauh di atas itu, karena memiliki pengalaman magang di luar,” jelasnya.

Baca Juga: PT Alcon Ciba Vision, Raba Telapak Tangan Calon Pekerjanya Sebelum Diterima

“Jadi Manfaatkan kesempatan ini, karena tidak dipungut biaya, semua langsung dari kementerian dan perusahaan Jepang,” bebernya.

Kepala Bidang Pelatihan, Maryulis, menyebutkan, pendaftaran magang ke Jepang sudah dibuka. Dengan syarat pendaftar harus berusia maksimal 26 tahun.

“Untuk bisa lolos seleksi magang ini, pendaftar harus sehat dan tidak memiliki buta warna dan penyakit lainnya. Kebutuhannya 150 orang,” paparnya.

Menurutnya, sebelum diberangkatkan ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), yang lolos seleksi akan diberikan pelatihan sebelum mengikuti seleksi bersama Kemenaker dan perusahaan Jepang yang dituju.

“Kami berharap pencari kerja ataupun mereka yang baru lulus SMK/sederajat bisa memanfaatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Karena lanjutnya, selain menekan persaingan kerja lokal, mereka juga bisa menimba ilmu cara kerja industri di Jepang. ”Saya sudah sosialisasi ke sekolah-sekolah, khususnya SMK. Jadi kami sangat berharap mereka tertarik dan mencoba magang ke Jepang ini,” lanjutnya.(yui)