batampos.co.id – Hasil uji laboratorium terhadap ke-65 kontainer impor yang diduga memuat sampah yang terkandung bahan berbahaya beracun (B3) telah didapat dan diumumkan pada Selasa (2/7) lalu.

Dimana, ada 11 kontainer plastik yang bercampur sampah, 38 kontainer yang terkontaminasi B3, dan 16 kontainer yang bersih dari B3 dan sampah.

Pada prosesnya surat yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Bea Cukai (BC) Batam tersebut, tidak hanya berisi hasil uji laboratorium saja, namun juga langkah selanjutnya yang harus dilakukan terhadap masing-masing kontainer.

Akan tetapi hal tersebut sampai saat ini masih belum dilakukan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi pengusaha yang melakukan proses importasi terhadap ke-49 kontainer yang tidak sesuai ketentuan, maupun proses lanjutan atas kontainer yang tidak menyalahi aturan.

Kontainer yang berisi limbah plastik yang berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Martin, perwakilan dari Perusahaan Tan Indo Sukses, salah satu perusahaan yang melakukan importasi ke-65 kontainer itu menuturkan, ketidakpastian menimbulkan kerugian buat mereka.

Karena mereka yang harus menanggung biaya selama kontainer-kontainer itu masih belum diproses.

Baca Juga: Terkait 49 Limbah Plastik di Batam, Komisi 7 DPR RI Panggil Sucofindo

“Kita butuh kepastian juga kapan prosesnya bisa dilanjutkan, karena kita harus membayar biaya,” kata Martin dalam pertemuan dengan Komisi VII DPR RI di gedung Graha Kepri pada Jumat (5/7/2019).

Martin melanjutkan, pihaknya juga belum mendapatkan jawaban dari BC Batam selaku pihak yang nantinya akan memproses ke-65 kontainer ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu mengatakan akan meminta penjelasan kepada BC Batam perihal belum ada tindaklanjut dari arahan KLHK itu.

Baca Juga: Sehari, Pengusaha Batam Habiskan 1000 Ton Limbah Plastik

Komisi VII, kata dia tentu mendorong agar proses tersebut bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga tidak menimbulkan masalah lainnya.(bbi)