batampos.co.id – Dari tujuh kabupaten kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam menempati urutan teratas perihal jumlah calon siswa SMA yang sampai saat ini belum tertampung.

Data di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, tercatat ada 2.216 calon siswa ada di Kota Batam, dari total sekitar 2.600 calon siswa yang tidak tertampung di seluruh Provinsi Kepri.

2.216 calon siswa yang tidak tertampung adalah mereka yang termasuk dalam 6.242 pendaftar PPDB online.

Dari jumlah tersebut hanya 3.722 calon siswa yang lulus PPDB online SMA di Batam dari kuota yang ditetapkan sebesar 4.320 siswa.

Dari jumlah itu, masih ada sisa kuota sebanyak 637 orang yang bisa diperebutkan oleh para calon siswa SMA Negeri di Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali, menuturkan, pihaknya akan mengupayakan semua calon siswa tertampung, sesuai dengan arahan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Baca Juga: Anak Tidak Lulus PPDB, Orangtua di Kota Batam Nyaris Baku Hantam

Disdik Kepri sendiri kata dia, sudah memiliki sejumlah langkah teknis untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Dimana ada sejumlah tahapan yang dilakukan sampai akhirnya semua siswa tertampung.

Solusi tahap pertama adalah Disdik Kepri mengoptimalkan slot formasi jalur prestasi sebesar 15 persen.

Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun (kiri) mendengarkan keluhan dari orangtua calon siswa yang anaknya tidak tertampung di SMA/SMK Negeri di Kota Batam. Tahun ini ada sekitar 2.216 calon siswa di Kota Batam yang tidak tertampung di SMA/SMK Negeri di Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Serta jalur perpindahan orangtua sebesar lima persen dari daya tampung yang ada.

Hanya saja, kata Dali, solusi tersebut hanya bisa dioptimalkan oleh segelintir siswa saja. Karena kuota yang ada melalui kedua jalur tersebut sangat terbatas.

Pada prosesnya, nanti semua siswa yang memenuhi kriteria tersebut bebas untuk mendaftar ke sekolah yang memang masih memiliki kuota tersebut.

Baca Juga: Atasi Permasalahan PPDB, Gubernur Kepri: Kita Akan Tambah Dua Ruang Kelas Baru di Masing-masing SMA Negeri di Kota Batam

“Artinya tidak ada lagi zonasi, mereka bebas daftar ke sekolah lain yang kuotanya masih ada,” jelasnya, Senin (8/7/2019).

“Tapi memang tidak semua yang bisa ikut,” kata Dali lagi.

Tahap selanjutnya, sesuai dengan arahan Gubernur Kepri, Disdik Kepri akan menghadirkan tambahan minimal dua kelas baru di semua sekolah yang ada di Batam.

Para orangtua calon siswa mengikuti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhammad Dali untuk meminta kepastian anak-anak mereka bisa mendaftar ulang dan masuk ke SMA/SMK Negeri di Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Khususnya 16 sekolah yang ada di pusat kota di Kota Batam. Jika hal tersebut tidak bisa menampung kebutuhan sekolah siswa, Disdik Kepri akan menelurkan kebijakan lanjutan.

Kebijakan lanjutan tersebut berupa kebijakan bebas zonasi, dimana siswa-siswa yang tidak tertampung bisa mendaftar ke sekolah-sekolah lain yang posisinya masih kekurangan siswa.

Baca Juga: Ini Janji Gubernur Kepri Kepada Calon Orangtua Siswa yang Anaknya Tidak Tertampung di SMA/SMK Negeri di Batam

“Kita akan lakukam bebas zonasi, dalam artian misalnya sistem semula 8 zonasi, kita jadikan empat saja. Sekolah yang padat sekarang bisa bergeser ke sekolah yang lebih renggang,” kata Dali menjelaskan.(bbi)