batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Batam yang berlokasi di Dapur 12, Sagulung masih kekurangan siswa.

Sekolah Farmasi yang akan memasuki tahun ajaran kedua ini baru menerima 200 san siswa dari target daya tampung awal sekitar 252 siswa.

Pelaksana tugas Kepala SMKN 8, Refio, mengatakan, masih sekitar tiga lokal lagi yang belum terisi hingga, Jumat (12/7/2019).

Satu lokal untuk memenuhi kuota daya tampung awal dan dua lokal untuk kebijakan tambahan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat bertemu dengan orangtua calon siswa di Alun-alun Engku Putri Kota Batam, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Terkait Penambahan Rombongan Belajar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri: Siapa Sih yang Bisa Membatalkannya

“Yang kuota awal kekurangan sekitar 40-an orang lagi, jadi ditambah dengan kebijakan tambahan itu jadi tiga lokal yang belum terisi,” ujarnya.

SMK Negeri 8 Kota Batam masih kekurangan calon siswa. Panitia PPDB SMK Negeri 8 masih membuka pendaftaran hingga Sabtu (13/7/2019) besok. Foto: Eja/batampos.co.id

Kata dia, guna mengisi kekurangan itu panitia PPDB SMKN 8 masih membuka pendaftaran untuk memenuhi kuota awal hingga Sabtu (12/7/2019).

Sementara untuk dua lokal tambahan masih menunggu petunjuk teknis dari Disdik Kepri.

“Untuk dua lokal tambahan mungkin Senin nanti sudah bisa daftar,” ujar Refio.

Baca Juga: Teriakan Ratusan Calon Siswa di Kantor DPRD Kota Batam

Kepada orangtua siswa yang anaknya belum terakomodir di SMA ataupun SMK Negeri lainnya, bisa mendaftar lagi di SMKN 8 dengan persyaratan yang sama sesuai juknis dari Disdik Kepri.

SMKN 8 Batam merupakan sekolah Farmasi yang terdiri dari tiga jurusan yakni; Farmasi Klinis, Instalasi Medik dan Asisten Keperawatan.

Tiga lokal yang masih kosong ini untuk jurusan Farmasi klinis dan Asisten Keperawatan.(eja)