batampos.co.id – Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau Rinto Gunawan Sitorus, membenarkan jika ada seorang napi Lapas Umum Klas IIA Tanjungpinang di Kilometer 18 arah Kijang, diamankan polisi.

“Ya, depan (Lapas Umum),” jawab Rinto, Selasa (13/8/2019) malam.

Namun, Rinto mengaku tidak ingat pasti kapan napi tersebut diamankan. Seingat dia  sudah seminggu polisi membawa napi tersebut.

“Sudah satu minggu dibon (dibawa) sama Polresta, ya sudah satu minggu jadi kita belum tahu perkembangan sejauh mana informasinya,” ujar dia.

Disinggung terkait pengawasan napi di dalam Lapas, terutama penggunaan alat telekomunikasi, dia menjawab pihaknya biasa melaksanakan razia gabungan antara Kanwil dan Lapas.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki (dua kanan) bersama Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Yani (kiri), Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga (dua kiri), Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdulrahman saat ekspos kasus narkoba di Mapolresta Barelang, Selasa (13/8/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Razia gabungan sebulan sekali,” kata dia.

Baca Juga: Lagi, Narapidana Kendalikan Peredaran Narkotika Dari Dalam Lapas

Namun untuk kasus ini, menurutnya perlu pendalaman lebih lanjut terkait bagaimana napi tersebut melakukan koordinasi melalui ponsel.

Karena menurutnya, komunikasi lewat sambungan telepon di Lapas hanya disiapkan lewat warung telekomunikasi (wartel).

Dimana, nomor yang dituju juga sudah didaftarkan ke pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Artinya bisa dilacak bila komunikasi ke mana pun. Namun, kita butuh pendalaman informasi lebih lanjut dari Polresta,” kata dia.

Baca Juga: Lagi, Narapidana Kendalikan Peredaran Narkotika Dari Dalam Lapas

Dengan adanya kejadian ini, langkah apa yang bakal dilakukan Kanwil? Dia menjawab, yang pertama tentunya pihak Kanwil akan menunggu perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian.

“Arahnya seperti apa nanti kita akan bisa bersikap, kalau memang ada petugas yang terlibat, ya tidak main-main, bakal tindak tegas tidak ampun,” ujarnya.

“Kita pecat yang terlibat narkoba,” tegasnya.(met)