Selasa, 14 April 2026

Peresmian Pasar Dengan Harga Termurah di Kota Batam Ditunda

Berita Terkait

batampos.co.id – Peresmian Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau yang dikenal dengan Pasar TPID diundur.

Jika sebelumnya peresmian dijadwalkan hari ini, Senin (2/9/2019), diundur hingga Senin (16/92019) mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan peresmian ditunda untuk menyesuaikan jadwal Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Tjahya Widayanti.

”Tanggal 16 September dipastikan sudah terkonfirmasi kehadirannya,” kata Gustian.

Sembari menunggu, pihaknya akan melengkapi dengan berbagai penyempurnaan, terutama perihal interior pasar.

Dengan demikian, pasar ini tidak seperti pasar pada umumnya namun memiliki kekhasan dan nyaman untuk dikunjungi.

”Tiangnya kami kasih ornamen motif Batik Batam, lalu kami siapkan untuk spot foto tiga dimensi,” jelasnya.

Baca Juga: Di Sini Pasar yang Harganya Termurah di Kota Batam

“Ini kami lakukan supaya pasar ini enak untuk dikunjungi,” papar dia lagi.

Kabid Pasar Disperindag Batam Zulkarnain (tengah) bersama Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pangan, Aryanto (kiri) mengecek kesiapan pasar TPID, Kamis (22/8) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Pasar itu kelak akan diresmikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Selain pejabat dari Kemendag, dijadwalkan hadir Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Diah Natalisa.

”Karena ini terkait inovasi pelayanan publik, deputi akan hadir,” paparnya.

“Selain itu Pak Gubernur Babel (Bangka Belitung, Erzaldi) juga direncanakan hadir,” katanya lagi.

Tidak hanya itu, sejumlah perwakilan daerah lain juga akan hadir guna menyaksikan peresmian sekaligus melihat pasar TPID terlengkap karena diisi puluhan distributor pangan ini.

Baca Juga: Begini Kondisi Pasar TPID yang Akan Menjual Komoditi Termurah di Kota Batam

”Dari daerah lain juga akan hadir, seperti Jambi. Mereka ingin tahu bagaimana cara mengumpulkan distributor dalam satu pasar seperti kita,” imbuh dia.

Ia menyampaikan, distributor sendiri sudah siap. Kemarin, mereka mulai memasukan bahan pangan ke pasar yang mengambil tempat di Pasar Grand Niaga Mas Batam Centre tersebut.

”Kalau distributor sudah siap semua,” ucap dia.

Setidaknya sudah ada 60 distributor yang bergabung. Termasuk pengelola hasil tani dari Galang, serta bahan pokok dari Jambi.

Ia menerangkan, pasar ini diperuntukkan bukan untuk pedagang yang akan menjual kembali, namun masyarakat umum.

”Kami batasi hanya untuk konsumsi pribadi, dengan ini dapat membantu masyarakat ekonomi ke bawah,” imbuhnya.

Harga yang masyarakat dapatkan adalah harga distributor dan dipastikan lebih murah.

”Contohnya jika satu komoditas Rp 10 ribu per kg, ya yang dia dapat segitu, kalau di pasar lainkan malah ada yang Rp 15 ribu atau Rp 13 ribu per kg. Tentu harga distributor lebih murah,” kata dia.(iza)

Update