batampos.co.id – Di tengah kondisi Batam yang masih krisis air bersih, pengoperasian Dam Tembesi benar-benar ditunggu warga Batam.

Tapi sayangnya, realisasinya akan lambat karena sekarang saja, proses tendernya terus tertunda.

Kabid Pengelolaan Air BP Batam, Tutu Witular, mengungkapkan, BP masih menunggu kajian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai penetapan status penggunaan dam tersebut.

”Kalau Dam Tembesi mau dikerjasamakan harus ada penetapan aset negara,” jelasnya, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: Kondisi Horor Dam Tembesi

Proses penetapan aset negara ini meliputi mengenai kajian skema kerja sama, pembagian keuntungan, inventaris nilai aset dan lainnya.

Tutu mengatakan, proses-proses tersebut biasanya maksimal selesai dalam enam bulan.

Pengoperasian Dam Tembesi untuk mengatasi krisis air di Batam terus tertunda akibat kajian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tampak warga melihat Dam Tembesi di Barelang, Kamis (26/4/2019) lalu. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

Karena alasan ini juga, BP belum bisa mengerucutkan jumlah peserta lelang yang sebelumnya sudah lolos tahapan prakualifikasi pada akhir tahun lalu.

Adapun peserta yang lolos prakualifikasi ini terdiri dari sembilan perusahaan dan konsorsium.

Yakni konsorsium ATB dan Bangun Cipta Kontraktor, konsorsium Perum Jasa Tirta Indonesia dengan Krakatau Tirta Indonesia, konsorsium PP dan Adarou. Grup Salim dan nama-nama lainnya.

Baca Juga: Pak Kepala BP Batam, Dam Tembesi Makin Memprihatinkan

”Proyek yang kami lelang antara lain pembangunan water treatment plant (WTP) dan pembangunan jaringan pipa transmisi yang mengalirkan air dam ke reservoir untuk diolah jadi air bersih.”

Tugas-tugas tersebut akan dilakukan oleh si pemenang lelang. Pemenang lelang juga diberikan hak kelola selama 25 tahun.

”Ini merupakan business to business yang perhitungan anggarannya mencapai Rp 250 hingga Rp 350 miliar. Proyeknya bisa selesai dibangun dalam dua tahun,” katanya.

Dam Tembesi mampu mengalirkan debit air sebanyak 600 liter per detik dan memiliki kapasitas tampung sebanyak 59 juta meter kubik.

”Nantinya secara geografis dan hidrolis, dam ini akan menyuplai kebutuhan air bagi warga Tanjunguncang dan Batuaji,” pungkasnya.(leo)