batampos.co.id – Sistem teknologi informasi ATB Enterprise System (AES) berbasis teknologi 4.0 yang telah diterapkan ATB dalam pengolahan air rupanya dilirik hingga ke kancah internasional.

Sistem ini mampu mengintegrasikan hampir semua lini produksi, distribusi, pengelolaan kebocoran hingga pelayanan pelanggan.

Sistem ini dibangun sendiri oleh ATB dan merupakan satu-satunya di Indonesia.

ATB telah menjadi perusahaan pionir dalam hal implementasi teknologi industri 4.0 di pengelolaan air bersih.

Perusahaan ini telah menerapkan Smart Water Management System dan menjadi Smart Water Company sejak tahun 2012 silam.

Berkat inovasi tersebut, Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam (ATB), Benny Andrianto, diundang menjadi pembicara di Malaysia International Water Convention (MIWC) 2019, Selasa (1/10/2019) lalu.

Dalam kesempatan ini, Benny memperkenalkan paradigma baru dari SCADA 4.0 dalam revolusi industri 4.0.

MIWC merupakan wadah berkumpulnya para pemimpin air dari kota, industri, dan utilitas di seluruh dunia.

Forum ini fokus pada diskusi dan komunikasi dalam hal mencapai terobosan nyata di industri utilitas air bersih.

Tahun ini, MIWC fokus membahas tentang penerapan revolusi 4.0 di industri pengolahan air bersih.

Dalam ceramahnya, Benny menegaskan, bahwa implementasi teknologi informasi di pengelolaan air dapat membantu efisiensi. Baik dari segi produksi, maupun bisnis.

Baca Juga: Lagi, ATB Ingatkan Kondisi Air Baku untuk Warga Batam yang makin Menipis

Menurut Benny, saat ini industri pengolahan air bersih tengah berada di ambang transformasi besar.

Bagi industri yang siap, perubahan ini akan jadi peluang untuk mengembangkan perusahaan lebih besar.

Namun, bagi yang tidak siap, transformasi ini cenderung akan jadi ancaman.

Kunci utamanya adalah bagaimana perusahaan menguraikan resistensi terhadap inovasi teknologi dan cara-cara kerja baru.

Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto, menjadi pembicara undangan di Malaysia International Water Convention (MIWC) 2019, Selasa (1/10) lalu, di Kuala Lumpur, Malaysia. MIWC merupakan wadah berkumpulnya para pemimpin air dari kota, industri, dan utilitas di seluruh dunia. Foto: Dokumentasi PT ATB untuk batampos.co.id

Dengan itu, perusahaan utilitas air bersih bisa berkembang menjadi lebih sukses, berkelanjutan, dan murah.

“Anda bisa berbuat banyak hal dengan sumber daya yang sangat efisien,” ujar Benny.

Selain mampu mengintegrasikan hampir semua lini produksi, distribusi, dan pengelolaan kebocoran, teknologi AES ini memampukan ATB untuk sistem remote dalam sejumlah aktifitas lapangan, sehingga ATB bisa melakukan kendali jarak jauh.

Tidak sebatas mengontrol proses teknis di lapangan dan pelayanan pelanggan, pemanfaatan teknologi juga memudahkan ATB membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Baca Juga: Ganti Meteran Air ATB Gratis

Data yang dikumpulkan ATB melalui sistem tersebut dikelola dan dianalisa untuk mempelajari pola dan kebiasaan.

Dengan demikian, ATB telah memiliki proyeksi penggunaan dan kebutuhan air pada masa mendatang.

“Ini akan sangat menguntungkan, karena ATB bisa membuat langkah-langkah prefentif untuk meminimalisir terjadinya potensi masalah,” jelasnya.

Teknologi inilah yang kemudian menjadi kunci ATB meraih sejumlah prestasi.

Salah satu yang paling membanggakan adalah kemampuan ATB mengelola keterbatasan sumber daya air baku yang terbatas di Batam.

Salah satu caranya adalah dengan mengelola kebocoran dengan efisien. ATB mampu menekan angka kebocoran hingga 16,7 persen pertahun. Ini merupakan kebocoran air terkecil di Indonesia.

Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) mencatat, rata-rata kebocoran air Nasional masih 33,16 persen.

“Defisit ketersediaan air baku menjadi ancaman, termasuk di Batam. Tapi karena kita bisa efisien, maka kita masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk seluruh Batam hingga hari ini,” ujar Benny.

Berkat inovasi berbasis teknologi informasi itu, ATB mampu menjadi perusahaan air bersih nomor satu di Indonesia.

Saat ini cakupan pelayanan ATB telah mencapai 99,7 persen. Kebocoran sekitar 16,7 persen.

Kontinuitas pengaliran 23.7 jam perhari dan Rasio karyawan perseribu pelanggan cuma 2,14.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, peran ATB dalam event kali ini membuktikan kapasitas ATB sebagai perusahaan yang telah diakui dunia internasional.

Baca Juga: Ombudsman Sebut Pelayanan ATB Cepat dan Responsif

ATB dianggap mampu berptransformasi menjadi perusahaan paling efisien dengan bantuan teknologi.

“Ini menunjukan bahwa ATB adalah perusahaan yang diperhitungkan. Bukan hanya di lingkup nasional, tapi juga regional,” jelasnya.

Menurutnya, ATB masih akan meningkatkan kualitasnya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Batam.

Tidak hanya itu, ATB juga rutin berbagi pengalaman dengan perusahaan air bersih di Indonesia dan luar negeri untuk mendorong penerapan teknologi industri 4.0 dalam perusahaan air bersih.

“Yang paling penting, ATB ingin seluruh perusahaan air bersih di Indonesia juga efisien. Sehingga kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi dengan baik,” tuturnya.(*)