batampos.co.id – Meski bangunan tempat berjualan sudah rata dengan tanah, tidak membuat para pedagang Pasar Induk, Jodoh, berhenti beraktivitas.
Beberapa di antara mereka melakukan aktivitas jual beli di atas puing-puing kiosnya. Sementara beberapa pedagang lainnya memilah-milah puing kios yang masih dapat mereka gunakan.
Pedagang Pasar Induk, Atik, mengatakan, dirinya memilih untuk memidahkan barang-barang miliknya yang masih dapat digunakan.
Baca Juga: Penertiban Pasar Induk, Pedagang dan Tim Terpadu Sempat Bentrok
“Saya masih berjaga di sini dari semalam, takut dicuri,” jelasnya, Kamis (31/10/2019).

Sementara, Nur Haliza, penjual ayam kampung di Pasar Induk Jodoh, mengaku masih enggan untuk pindah dari pasar tersebut.
Baca Juga: Pemko Batam Relokasi Pedagang Pasar Induk di Sini
Ia memilih untuk berjualan di sekitar area Pasar Induk.
“Kalau disuruh pindah di pasar yang baru, saya ngak mau karena mahal,” ujarnya.
“Terus ukuran kecil cuma luas 2,5 meter dan panjang 3 meter jadi kami rugi,” jelasnya lagi.
Izul pedagang lainnya, mengatakan, ia datang untuk mengambil sisa dagangannya.
“Hanya ini yang sekiranya masih bisa di jual. Kalau untuk barang berharga lainnya masih coba dicari lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan, sekitar empat keranjang buah-buahan tak terselamatkan. Ia pun mengaku merugi dan belum mengetahui kapan akan mulai berjualan kembali.
“Paling tidak kami bisa berjualan kembali, dengan persediaan yang masih bisa terselamatkan,” sebutnya bersama pedagang lainnya.
Pantauan batampos.co.id di Pasar Induk, Jodoh, masih terlihat pedagang yang berjualan buah di tepi jalan.(nto/zis)
