batampos.co.id – Proses rekonsiliasi terhadap jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih berjalan. Secara bertahap, jenazah-jenazah yang sudah teridentifikasi dikembalikan kepada pihak keluarga. Sampai dengan hari ini, Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, mencatat telah menyerahkan 32 jenazah kepada keluarga.

“Sebanyak 32 korban sudah diserahkan kepada keluarganya,” kata Komandan DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Hery Wijatmoko di Rumah Sakit Polri, Kamis (21/1).

Hery menjelaskan, 32 jenazah yang diserahkan ini teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA dan sidik jari. Sedangkan 11 jenazah lainnya belum diambil oleh pihak keluarga.


Di sisi lain, proses identifikasi jenazah korban masih berlanjut. Pasalnya, 19 penumpang lainnya belum berhasil teridentifikasi.

“Data yang telah teridentifikasi sampai hari ini sebanyak 43 korban yang telah kami identifikasi, di antaranya 22 laki-laki dan 21 perempuan,” imbuh Hery.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take-off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.(jpg)