Selebgram Bernard Huang Bantu Pedagang Kecil lewat PSBB

Bernard Huang (kiri) saat menggelar PSSB di kawasan Botania, Batam Centre. (F.Dok Pribadi)

batampos.co.id – Bernard Huang, salah satu influencer dan selebgram Batam tak pernah melupakan kepeduliannya kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Batam, terutama pedagang kecil. Lewat Program Peduli Sesama Bareng Bernard (PSBB), pria yang juga menggeluti digital branding consultant ini membantu pedagang dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Bernard memulainya sejak Agustus lalu. Disela-sela bekerja sebagai Area Sales Manager wilayah Kepri di PT YHS, pria yang bernama asli Bernard Wibowo ini membantu pedagang dengan caranya sendiri. Program pertama, ia melakukannya sendiri di kawasan Bengkong. Pemilik akun instagram @deliciousbatam dan @bernard_huangg ini mendatangi pedagang secara random.

“Jadi saya keliling mencari mana pedagang yang kira-kira membutuhkan bantuan. Sasarannya pedagang kecil. Kalau melihat yang cocok, saya dekati dan jelaskan program saya,” ujar Bernard kepada batampos.co.id, Kamis (9/9).

Seorang pedagang siomai keliling yang ia temui pertama kali ketika mencari target. Penjual itu bernama Pak Manta. Ia memborong dagangannya senilai Rp 500 ribu atau 50 persen dari siomai yang dijual Pak Manta. Di lokasi, Bernard memasang spanduk sehingga warga yang melintas tahu ada PSBB yang bag-bagi makanan gratis.

“Saya agak salah waktu pertama itu karena langsung pasang spanduk dan makanan belum dibungkus, jadi warga sempat berkerumun. Dari situ saya belajar,” ungkapnya.

Pada kegiatan kedua masih di bulan Agustus, Bernard mendatangi penjual bubur sumsum di kawasan Botania. Ia memborong jualan Zainal senilai Rp 300 ribu atau 60 porsi. Karena harganya Rp 5 ribu per porsi, jualan Zainal langsung habis. “Dia langsung tutup (jualan). Senang juga sih lihatnya,” ungkapnya.

Kali ini Bernard belajar dari pengalaman sebelumnya. Ia meminta penjual membungkusnya lebih dulu sebelum dibagikan kepada masyarakat yang lewat di lokasi. Dengan begitu tidak mengundang kerumunan. “Kami membagikan terutama kepada tukang ojek,” katanya.

Tak berhenti di situ, Bernard terus melanjutkan program PSBB. Ia masih menjalankan programnya sendirian, namun kali ini beberapa follower Instagram ikut berkontribusi dengan berdonasi. Ia kemudian memborong habis jualan pedagang pecel Madiun bernama Firman yang ia temukan sedang menenteng jualan di Pujabahari, Nagoya.

“Awalnya pakai uang sendiri. Setelah itu ada (follower Instagram) yang ikut sumbang dana. Memang jumlahnya tidak besar, tapi bagi yang membutuhkan saat kondisi seperti ini, itu sangat berarti bagi mereka,” katanya lagi.

Bernard menceritakan, latar belakang munculnya ide untuk berbagi dengan pedagang kecil dan masyarakat berawal dari kegiatannya selama PPKM sebagai influencer dan content creator. Saat itu, ia banyak menerima endorse dari UMKM, terutama UMKM rumahan. Namun ia tidak bisa datang ataupun pelaku usaha hanya bisa berjualan di rumah karena PPMK.

“Mereka kirim produk ke rumah. Yang datang sekitar 20-an. Penjual Saya promo lewat story IG atau feed IG @deliciousbatam. Ada yang langsung laku setelah endorse. Terutama camilan itu kencang (penjualannya),” ungkap Bernard.

Para pelaku UMKM ini juga curhat kepada Bernard. Mereka mengeluhkan sulitnya berjualan selama PPKM. Bahkan tidak sedikit yang mengaku kebutuhan hidup mereka tidak tertutupi karena penjualan sangat lesu. “Dari situ lah muncul inspirasi untuk memborong jualan pedagang dan membagikan kepada masyarakat yang membutuhkan lewat program PSBB ini,” ujarnya.

Bernard berharap, program PSBB ini terus berlanjut bahkan lebih besar lagi dengan dukungan followers atau masyarakat umum yang ingin ikut berkontribusi. (uma)