Sabtu, 14 Februari 2026

Wakil Wali Kota Batam: Limbah Plastik Harus Dikembalikan ke Negara Asal

Berita Terkait

batampos.co.id –  Pemko Batam sangat serius menanggapi persoalan impor sampah atau limbah plastik yang masuk ke Batam. Bahkan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan agar sampah-sampah plastik tersebut dikembalikan ke negara asalnya.

”Kami tidak main-main soal ini (impor sampah palstik, red). Yang namanya sampah plastik ini jangan ada lagi masuk ke Batam. Itu saja intinya,” kata Amsakar usai membuka acara sosialisasi Bekraf di Swiss-Belhotel, Harbour Bay, Batuampar, Kamis (20/6/2019).

Kata dia, dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013, jelas disebutkan limbah plastik itu dilarang masuk ke Batam baik dari dalam maupun luar negeri.

Namun persoalannya berdasarkan dokumen dari pelaku usaha disebutkan ini bahan baku. Walaupun menurut kasat mata itu sampah plastik.

Limbah plastik yang diduga mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ditemukan di Pelabuhan Batuampar, Kota batam, Jika terbukti mengandung B3, kasus ini akan ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Foto: Cecep Mulayana/batampos.co.id

”Bagaimana tindakan kita (Pemko Batam) saat ini? Ya kami biarkan mengalir dulu,” ujarnya.

Baca Juga: Bea Cukai telah Cek 35 Kontainer, Isinya, Berisi Limbah Plastik Berbagai Bentuk

“Karena KLHK juga sudah turun dan mengambil sampel untuk dicek. Intinya kami minta sampah ini jangan ada lagi di Batam karena dampaknya sangat tidak bagus,” tegasnya.

Menurutnya, adanya temuan-temuan ini membuktikan di Batam cukup banyak pengolahan sampah plastik tapi selama ini belum terungkap.

”Data resminya saya belum dapat dari Herman (Kepala Dinas DLH Kota Batam). Karena mereka masih turun. Seperti yang ditemukan kemarin di Seipelungut,” ujarnya.

Amsakar, menyebutkan, sampah plastik di Batam juga banyak.

Baca Juga: Jika Masuk Ranah Pidana, Temuan Diduga Limbah B3 akan Diteruskan KLHK

Jadi Pemko Batam menginginkan penyelesaian yang jelas terkait limbah maupun sampah yang terkontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang bertumpuk di Batam saat ini.

”Ini kan sudah dibahas dimana-mana. Jadi semoga ada hasil dari tindakan ini,” paparnya.

Pemko Batam lanjutnya, sudah mengusulkan pembatasan kuota hingga larangan masuknya sampah plastik ke Batam.

“Kita tunggu dulu bagaiman hasilnya. Kami tetap maunya dipulangkan kembali ke negara asalnya,” imbuhnya.(yui)

Update