Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F Cecep Mulyana
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pekerja swasta, BUMN, dan BUMD. Di tengah penerapan skema kerja jarak jauh itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri menegaskan bahwa hak-hak pekerja tetap harus dipenuhi secara utuh.
Kepala Disnaker Kepri, Diki Wijaya, mengatakan WFH tidak mengubah status kerja karyawan. Pekerja tetap menjalankan tugasnya, hanya lokasi kerjanya yang berpindah dari kantor ke rumah.
“Karena itu, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk mengurangi hak pekerja, termasuk upah,” ujar Diki, Sabtu (4/3).
Ia menekankan, praktik pemotongan gaji dengan dalih kebijakan WFH, termasuk penerapan sistem no work no pay tidak dibenarkan. Menurut dia, selama pekerja masih menjalankan kewajibannya, perusahaan tetap harus membayarkan upah secara penuh beserta hak normatif lainnya.
Selain upah, hak cuti tahunan juga disebut tetap berlaku seperti biasa. Diki mengingatkan perusahaan agar tidak membuat kebijakan sepihak yang berpotensi merugikan pekerja selama masa penyesuaian sistem kerja tersebut.
Disnaker Kepri juga membuka kanal pengaduan bagi pekerja yang merasa haknya dilanggar. Laporan, kata Diki, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika ada pemotongan upah atau kebijakan yang tidak sesuai, segera laporkan. Selama WFH, pekerja tetap dianggap bekerja,” katanya.
Di sisi lain, ia mengajak pekerja dan perusahaan memanfaatkan momentum WFH untuk meningkatkan efisiensi, termasuk dalam penggunaan energi.
“Penggunaan perangkat kerja secara bijak dan penghematan listrik dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” ujarnya.(“)
Pemerintah berharap kebijakan WFH dapat berjalan efektif tanpa mengganggu pemenuhan hak pekerja.
Pihak kepolisian melakukan patroli di tempat keramaian dan pastikan paskah berjalan lancar. F istimewa
batampos – Polresta Barelang memastikan pelaksanaan ibadah memperingati wafat dan kebangkitan Yesus Kristus tahun 2026 berjalan aman dan khidmat. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah gereja di Kota Batam sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Jumat (3/4).
“Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani agar dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan penuh kekhusyukan,” ujar Kapolresra Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono.
Personel kepolisian ditempatkan secara terbuka dan tertutup di berbagai titik strategis, termasuk area parkir dan akses keluar masuk gereja. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan kelancaran arus jemaat.
Sejumlah gereja besar menjadi fokus pengamanan, di antaranya HKBP Mahanaem RKT Pasir Putih di Kecamatan Batu Aji dengan sekitar 1.500 jemaat, HKBP Lubuk Baja Kota sebanyak 1.000 jemaat, serta Gereja Katolik Santo Petrus di Lubuk Baja yang dihadiri sekitar 5.000 jemaat.
Pengamanan juga dilakukan di GPIB Immanuel Batu Ampar dengan sekitar 1.200 jemaat, Gereja Santo Damian Bengkong Laut sebanyak 1.000 jemaat, serta GBI Tabgha Centre Park Batam Kota dengan jumlah jemaat sekitar 1.000 orang.
Sebanyak 39 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini. Penempatan personel disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan jumlah jemaat di masing-masing lokasi guna memastikan pengamanan berjalan optimal.
“Seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib, lancar, dan aman. Kami bersyukur situasi kamtibmas tetap kondusif hingga kegiatan selesai,” ujar Kasih Humas Polresta Barelang AKP Budi Santosa.
Hingga pukul 16.30 WIB, seluruh rangkaian ibadah peringatan wafat dan kebangkitan Yesus Kristus di Kota Batam dinyatakan selesai tanpa adanya gangguan berarti.
Selain pengamanan di rumah ibadah, Polresta Barelang juga melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah objek wisata selama libur Paskah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Kami juga menempatkan personel di objek wisata guna memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman,” ujar Budi lagi.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran pengamanan meliputi Pantai Glori Melur di Galang, Pantai Nongsa, Zoo Paradise Bengkong, Waterbom Top 100 Sagulung, serta Taman Rusa Sekupang. Jumlah pengunjung terpantau cukup signifikan, seperti Waterbom Top 100 mencapai 700 orang dan Pantai Nongsa sekitar 300 pengunjung.
Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli, berkoordinasi dengan pengelola, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, termasuk pentingnya menjaga keamanan kendaraan dengan penggunaan kunci ganda.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan,” tegas Kapolresta.
Secara keseluruhan, situasi di seluruh lokasi ibadah dan objek wisata terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian pun mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih tenang dalam menjalankan ibadah maupun menikmati libur bersama keluarga.(*)
Suasana donor darah PKP Peduli di Atrium Utama One Batam Mall, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini melayani 270 calon pendonor dengan dukungan tim medis PMI Kota Batam.
batampos – PT Putera Karyasindo Prakarsa (PKP), salah satu pengembang properti besar di Kota Batam, kembali menggelar kegiatan donor darah melalui program sosial “PKP Peduli”, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Atrium Utama One Batam Mall ini melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam dan melayani 270 calon pendonor.
Donor darah dimulai pukul 10.00 hingga 15.30 WIB dengan dukungan 15 personel PMI Kota Batam, yang terdiri dari dokter, tenaga medis, serta tim administrasi. Kegiatan ini menjadi agenda kedua yang dilaksanakan PKP sepanjang 2026, sekaligus bagian dari program rutin perusahaan yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade.
Marcom PKP, Andrian Muslim, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi sektor swasta dalam mendukung ketersediaan stok darah di daerah. “Kami berharap darah yang terkumpul dapat membantu memenuhi kebutuhan transfusi di Kota Batam, terutama untuk pasien yang membutuhkan penanganan medis segera,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Secara teknis, proses donor darah dilakukan melalui tahapan skrining kesehatan awal, termasuk pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta riwayat kesehatan pendonor. Hal ini penting untuk memastikan keamanan baik bagi pendonor maupun penerima darah, sesuai standar operasional PMI.
Andrian menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran publik terhadap aksi kemanusiaan.
“Sebagian besar pendonor merupakan partisipan rutin yang telah mengikuti program PKP Peduli selama bertahun-tahun. Ini menjadi indikator positif bagi keberlanjutan kegiatan sosial berbasis komunitas,” katanya.
PKP juga menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang bersedia mengikuti antrean dan menjalani proses donor, serta kepada tim PMI Kota Batam yang memastikan kegiatan berjalan sesuai standar medis.
Program PKP Peduli donor darah sendiri telah berlangsung belasan tahun dan menjadi salah satu inisiatif sosial perusahaan dalam bidang kesehatan masyarakat di Batam. (*)
Pendistribusian air di Tanjung Sengkuang menggunakan truk tangki untuk mengatasi suplai air di kawasan tersebut.
batampos – Memasuki hari ke-70 gangguan suplai air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batumerah, Kecamatan Batuampar, pelayanan distribusi air bersih masih menjadi andalan utama masyarakat. Hingga kini, ribuan warga di sejumlah wilayah masih bergantung pada bantuan air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan monitoring pendistribusian air bersih kembali dilakukan di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Kelurahan Batu Merah, setiap harinya. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran di tengah kondisi krisis yang belum berakhir.
Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawalan agar distribusi air tetap tertib. “Kami memastikan pendistribusian air bersih ini berjalan optimal dan merata, sehingga seluruh warga yang terdampak bisa mendapatkan pasokan air sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di lapangan juga bertujuan menjaga situasi tetap kondusif. “Selain mengawasi distribusi, kami juga hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah potensi gangguan selama proses berlangsung,” tambahnya.
Distribusi air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang tercatat mencapai 113 water tank (WT) yang disalurkan ke sejumlah RW. Sementara di Kelurahan Batu Merah, total distribusi mencapai 24 WT yang disebar ke beberapa wilayah sesuai kebutuhan warga.
Selain itu, koordinasi dengan pihak kelurahan dan masyarakat juga terus dilakukan. Hal ini penting agar distribusi air benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan. “Kami berkoordinasi dengan perangkat setempat untuk memastikan data penerima sesuai kondisi riil di lapangan,” jelas Kapolsek.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap persoalan gangguan air bersih dapat segera teratasi secara permanen. Salah seorang warga Tanjung Sengkuang, Rudi (45), mengaku sudah kelelahan bergantung pada air tangki. “Sudah hampir dua bulan lebih kami harus antre air. Harapan kami suplai air bisa normal kembali, supaya aktivitas sehari-hari tidak terganggu,” ujarnya.
Senada dengan itu, warga Batu Merah, Siti (38), juga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menuntaskan permasalahan ini. “Kami sangat terbantu dengan air tangki, tapi ini bukan solusi jangka panjang. Kami ingin air mengalir normal lagi ke rumah,” katanya.
Memasuki hari ke-70 krisis air bersih, distribusi melalui mobil tangki masih menjadi solusi utama. Masyarakat pun berharap perbaikan sistem suplai air dapat segera rampung, sehingga kebutuhan dasar mereka bisa kembali terpenuhi secara normal tanpa ketergantungan pada bantuan distribusi.(*)
Kebakaran hutan di kawasan Bukit Mata Kucing. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos
batampos -Polsek Batuaji meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kebakaran yang beberapa waktu lalu melanda kawasan Mata Kucing selama lima hari.
Lokasi yang menjadi fokus patroli antara lain kawasan Mata Kucing, Tanjung Uncang, dan Bukit Daeng. Polisi juga menyasar area permukiman yang berdekatan dengan lahan kosong dan hutan.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan patroli dilakukan sekaligus untuk mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Tindakan pembakaran lahan sangat dilarang. Untuk itu kami terus melakukan patroli dan mengimbau masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan api menyala di kawasan hutan dan lahan kering.
“Jangan buang puntung rokok sembarangan. Mari jaga lingkungan bersama, karena kebakaran mengancam kesehatan, lingkungan, dan permukiman warga,” kata Bayu.
Sebelumnya, kebakaran di kawasan Mata Kucing, tepatnya di belakang Taman Lestari, Kibing, sempat mendekati rumah warga. Peristiwa itu membuat polisi meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan.
Bayu menegaskan, pelaku pembakaran lahan dapat dijerat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 78 ayat 3.
“Ada sanksi pidana bagi yang sengaja membakar,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika melihat adanya titik api agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Kami terus mengimbau masyarakat jika melihat titik api segera melapor untuk mencegah kebakaran meluas,” tutupnya.(*)
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna
batampos – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra mencatatkan kinerja fiskal yang cukup mencolok sepanjang 2025.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak signifikan, menjadi indikator kuat terjaganya daya saing ekonomi daerah.
Sejak memimpin pada Februari 2025, duet kepemimpinan ini dinilai mampu menjaga ritme pertumbuhan sekaligus mendorong akselerasi pembangunan melalui berbagai kebijakan strategis.
Hasilnya, PAD Batam tercatat mencapai Rp2,36 triliun, meningkat dari Rp1,78 triliun pada tahun sebelumnya atau naik sekitar 32 persen.
Lonjakan tersebut turut mendorong total pendapatan daerah Batam pada 2025 menjadi Rp4,29 triliun, dibandingkan Rp3,7 triliun pada 2024.
Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan dari sisi penerimaan daerah, terutama yang bersumber dari potensi ekonomi lokal seperti pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset, hingga pendapatan sah lainnya.
Capaian ini menjadi sinyal bahwa Batam tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh di tengah tekanan global. PAD sebagai tulang punggung keuangan daerah memperlihatkan kapasitas pemerintah dalam membiayai pembangunan secara mandiri tanpa ketergantungan berlebih pada pusat.
“Pencapaian ini tidak terlepas dari sinergi seluruh komponen daerah dalam mempercepat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” ujar Amsakar Achmad.
Tak hanya dari sisi fiskal, pertumbuhan ekonomi Batam juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen (year-on-year), meningkat tipis dari 6,69 persen pada tahun sebelumnya.
Meski tidak melonjak tajam, angka ini memperlihatkan stabilitas yang konsisten, sekaligus menjaga posisi Batam sebagai motor ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau dalam beberapa tahun terakhir.
Stabilitas ini juga tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap arah kebijakan pemerintah daerah. Kolaborasi antara Pemerintah Kota dan BP Batam dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, sekaligus memberikan stimulus terhadap pergerakan ekonomi lokal.
Amsakar menegaskan, tantangan ke depan tidak akan semakin ringan. Dinamika global yang terus berubah serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi menuntut inovasi kebijakan yang adaptif dan responsif.
“Saya dan Bu Li Claudia optimistis Batam akan terus tumbuh menjadi kota madani yang inovatif. Masukan dan kritik konstruktif sangat penting bagi kami untuk mempercepat akselerasi pembangunan,” ujarnya.
Dengan tren peningkatan PAD dan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, Batam kini berada pada jalur yang relatif stabil.
Namun, keberlanjutan capaian ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan, efektivitas pengelolaan anggaran, serta kemampuan menjaga kepercayaan dunia usaha di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda.(*)
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
batampos – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan perombakan di sektor ganda putra. Dua pasangan anyar disiapkan untuk memburu prestasi sepanjang musim 2026.
Salah satu duet yang kembali dihidupkan adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Meski disebut sebagai pasangan baru, keduanya sejatinya sudah lama bermain bersama sejak level junior dan memiliki chemistry yang kuat.
Sebelumnya, pada Agustus 2024, Leo sempat dipasangkan dengan Bagas Maulana, sementara Daniel berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri. Leo/Bagas langsung menunjukkan performa impresif dengan merebut gelar Korea Open 2024 pada September 2024. Namun, performa mereka kemudian mengalami penurunan.
Di sisi lain, duet Daniel/Fikri sempat tampil menjanjikan. Sayangnya, cedera panjang yang dialami Daniel sejak Maret 2025 menghambat konsistensi mereka. PBSI lalu mengubah strategi dengan memasangkan Fikri bersama Fajar Alfian, yang kini menjadi salah satu pasangan andalan Merah Putih.
Kini, Daniel telah pulih. PBSI pun memutuskan menghidupkan kembali duet Leo/Daniel yang memiliki rekam jejak gemilang sejak junior. Termasuk gelar juara dunia dan Asia, serta sejumlah titel di level BWF World Tour seperti Indonesia Masters.
Leo/Daniel dijadwalkan menjalani debut pada dua turnamen beruntun, yakni Thailand Open 2026 (12–17 Mei) dan Malaysia Masters 2026 (19–24 Mei).
“Setelah absen panjang karena cedera, Daniel Marthin siap kembali ke panggung kejuaraan. Thailand Open 2026 dan Malaysia Masters akan menjadi laga debutnya bersama Leo Rolly Carnando,” tulis PBSI.
Selain itu, PBSI juga memperkenalkan pasangan baru yang memadukan pemain senior dan junior, yakni Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah. Pasangan ini juga akan melakoni debut pada Thailand Open dan Malaysia Masters 2026.
Putra sebelumnya mencatat sejumlah prestasi di level junior, di antaranya juara Slovenia International 2021, Lithuania International 2023, serta Indonesia International I 2025.(*)
Ilustrasi hubungan yang tidak sehat. (Pexels/Timur Weber)
batampos – Dalam suatu hubungan, saling mendukung, menghargai, dan memberi ruang untuk berkembang adalah kunci terciptanya ikatan yang sehat dan bahagia.
Sayangnya, tidak semua hubungan berjalan dengan ideal. Ada kalanya salah satu pasangan menunjukkan perilaku manipulatif yang dapat merusak kondisi mental dan emosional pasangannya.
Pasangan manipulatif biasanya mencoba mengontrol atau memanfaatkan perasaan orang lain demi kepentingan pribadi.
Jika Anda merasa hubungan mulai terasa tidak sehat dan penuh tekanan, penting untuk mengenali tanda-tanda pasangan manipulatif agar bisa menghindari hubungan yang bersifat toksik.
Melansir DMNews, berikut tujuh ciri pasangan manipulatif menurut psikologi yang sebaiknya diwaspadai.
1. Tidak Pernah Mengakui Kesalahan
Pasangan manipulatif cenderung tidak mau mengakui kesalahan mereka. Sebaliknya, mereka akan menyalahkan Anda atau orang lain untuk menghindari tanggung jawab.
Bahkan ketika kesalahan mereka jelas, mereka akan memutarbalikkan fakta atau mencari alasan agar tampak tidak bersalah. Hal ini bisa membuat Anda meragukan diri sendiri dan merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.
2. Terus Menerus Merendahkan Anda
Salah satu tanda manipulasi yang sering terjadi adalah komentar yang merendahkan, baik secara langsung maupun tersirat.
Mereka bisa saja mengatakan hal-hal yang membuat Anda merasa tidak cukup baik, tidak kompeten, atau tidak berharga.
Kritik yang terus-menerus ini bukan untuk membangun, melainkan untuk mengendalikan dan melemahkan kepercayaan diri Anda.
3. Menggunakan Manipulasi Emosional
Pasangan manipulatif sering menggunakan perasaan Anda untuk mengontrol situasi. Mereka bisa membuat Anda merasa bersalah, takut, atau ragu untuk mempertanyakan tindakan mereka.
Salah satu bentuk manipulasi emosional yang umum adalah gaslighting, di mana mereka membuat Anda meragukan persepsi dan ingatan Anda sendiri. Akibatnya, Anda menjadi lebih bergantung pada mereka dan kehilangan kepercayaan diri.
4. Tidak Mendukung Perkembangan Diri Anda
Dalam hubungan yang sehat, pasangan seharusnya saling mendukung untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka. Namun, pasangan manipulatif justru merasa terancam jika Anda berkembang, baik dalam karir, pendidikan, atau pergaulan.
Mereka mungkin akan mengecilkan pencapaian Anda, membuat Anda merasa tidak cukup baik, atau bahkan menghalangi Anda untuk maju dengan berbagai alasan.
5. Memerlukan Validasi yang Terus-Menerus
Pasangan yang manipulatif seringkali memiliki ego yang rapuh dan membutuhkan pujian serta validasi secara terus-menerus.
Jika Anda tidak memberikan perhatian yang cukup, mereka mungkin akan bersikap dramatis, menarik diri, atau bahkan memancing konflik agar Anda memberikan perhatian kepada mereka.
Dalam jangka panjang, hubungan ini bisa terasa melelahkan dan membuat Anda merasa kewalahan.
6. Mencoba Mengisolasi Anda dari Teman dan Keluarga
Salah satu taktik manipulasi yang sering digunakan adalah mencoba menjauhkan Anda dari orang-orang terdekat.
Mereka bisa saja membuat Anda merasa bahwa teman atau keluarga Anda tidak peduli, menciptakan konflik antara Anda dan orang-orang terdekat, atau memanipulasi situasi agar Anda merasa hanya mereka yang bisa memahami dan mendukung Anda.
7. Tidak Menghormati Batasan Anda
Pasangan manipulatif sering kali mengabaikan batasan yang Anda tetapkan, baik secara emosional, fisik, maupun pribadi.
Mereka mungkin terus mendesak Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda inginkan, melewati privasi Anda, atau bahkan mengendalikan keputusan-keputusan penting dalam hidup Anda.
Jika mereka terus mengabaikan batasan yang Anda buat, itu bisa menjadi tanda bahaya dalam hubungan.(*)
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Lagat Siadari. Foto: Ombudsman Kepri untuk Batam Pos
batampos – Pencopotan sementara Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menjadi perhatian Ombudsman Kepulauan Riau. Langkah tersebut dinilai harus diikuti dengan pembenahan menyeluruh agar praktik pungutan liar (pungli) tidak kembali terjadi dan kualitas pelayanan tetap terjaga.
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Sihombing, menegaskan bahwa pencopotan ini harus menjadi momentum memperbaiki sistem pelayanan keimigrasian di Batam.
“Ini kan semangat pemerintah Prabowo memberantas pungli,” tegas dia kepada Batam Pos, Jumat (3/4) sore.
Ia menyebut, setelah kejadian ini Ombudsman akan terus memantau jalannya pelayanan, mulai dari pengurusan paspor, visa, hingga proses keimigrasian lainnya di pintu masuk.
“Kami akan melihat dan memantau bagaimana tahapan-tahapan pelayanan, termasuk pelayanan paspor dan visa. Semua terkait dengan keimigrasian,” kata dia.
Lagat menilai, dengan status Batam sebagai salah satu pintu masuk internasional yang telah menggunakan sistem autogate, seharusnya kualitas layanan semakin baik. Apalagi, investasi yang digelontorkan untuk sistem tersebut tidak sedikit.
“Harusnya Batam melihat dengan investasi yang masuk miliaran itu. Tapi kalau masih terjadi pungli, kita juga bertanya kok bisa seperti itu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah meminta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepri untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk langkah pencopotan sementara kepala kantor.
“Evaluasi dulu orangnya, jangan sampai kejadian ini berulang atau masih terjadi,” katanya.
Menurutnya, evaluasi tersebut harus mencakup siapa saja yang terlibat, siapa korban, serta berapa besar pungutan yang terjadi. Ia juga menilai langkah cepat dari pusat sudah tepat, termasuk penanganan terhadap oknum yang terlibat.
“Artinya tindakan yang dilakukan lembaga ini cepat dan tepat. Orangnya sudah diamankan dan ditahan dulu,” katanya.
Selain itu, Ombudsman juga menyoroti praktik pelayanan yang dilakukan di ruang-ruang tertutup. Ia meminta agar ke depan tidak ada lagi proses seperti cap paspor di ruangan tertentu yang berpotensi membuka ruang intimidasi.
“Tidak boleh ada lagi cap paspor di ruangan tertentu atau tersembunyi, supaya tidak ada intimidasi,” tegasnya.
Terkait pencopotan kepala kantor, Lagat menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan komprehensif, meskipun tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Apakah memakai praduga tak bersalah atau tidak, apakah yang bersangkutan terlibat atau tidak, itu tetap harus didalami,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai dampak terhadap kepercayaan publik belum terlalu besar, mengingat respons cepat dari kementerian yang langsung turun tangan melakukan pemeriksaan dan penindakan.
“Menurut saya masalah ini harus kita bereskan. Karena pelayanannya cepat dan sudah melakukan investigasi,” katanya.
Ombudsman memastikan akan terus mengawasi proses perbaikan layanan keimigrasian di Batam agar kasus serupa tidak kembali terulang, terutama di pintu masuk strategis yang menjadi wajah pelayanan Indonesia di perbatasan. (*)
Foto. Box server lampu merah Indo Mobil Baloi digasak maling. Dok. dishub untuk Batam Pos
batampos – Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin mengeluarkan ultimatum tegas terhadap pelaku pencurian fasilitas umum atau yang kerap disebut “rayap besi”, menyusul terungkapnya kasus pencurian box pengendali traffic light di Kota Batam. Ia menegaskan seluruh jajaran diminta bergerak cepat memberantas aksi tersebut.
“Saya perintahkan seluruh jajaran, jangan sampai aksi seperti ini terjadi. Ini harus kita bersihkan,” tegas Kapolda dalam konferensi pers di Mapolresta Barelang, Kamis (2/4).
Ultimatum ini disampaikan seiring pengungkapan kasus pencurian box traffic light yang terjadi di Simpang Batuampar pada Minggu (29/3). Aksi tersebut dinilai sangat merugikan karena berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menjelaskan, para pelaku berinisial JP, DC, dan S (DPO) berangkat dari kawasan Simpang Dam menggunakan becak motor menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, mereka merusak dan membongkar box pengendali traffic light.
“Box yang sudah dibongkar kemudian dijual ke gudang besi tua di kawasan SPBU Harbour Bay dengan harga Rp750 ribu,” ujar Anggoro.
Dari hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui merupakan residivis dan telah beraksi di sejumlah titik lain di Batam. Lokasi yang menjadi sasaran di antaranya Simpang KDA, Simpang Fly Over, Simpang Madani, hingga beberapa persimpangan lainnya.
Kapolda menegaskan bahwa pencurian fasilitas umum bukan sekadar persoalan nilai barang, tetapi berdampak luas bagi masyarakat. Kerusakan traffic light dapat memicu kemacetan hingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
“Pimpinan BP Batam dan Pemko Batam sedang giat membangun. Ini harus kita jaga dan dukung, bukan malah dirusak oleh tindakan seperti ini,” ujarnya.
Ia juga memberi peringatan keras kepada para penadah yang membeli hasil curian. Menurutnya, praktik penadahan menjadi salah satu faktor utama maraknya pencurian fasilitas umum.
“Bagi siapapun yang melakukan penadahan hasil curian fasilitas umum akan kami proses. Tidak ada kompromi. Tidak boleh ada yang terlibat jual beli, apalagi sebagai pelaku,” tegasnya.
Polda Kepri memastikan akan terus mengembangkan kasus ini, termasuk memburu pelaku yang masih buron, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas jual beli besi tua yang diduga menjadi jalur distribusi hasil pencurian.(*)