Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9

Polda Kepri Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Internasional, 1.800 Butir Ekstasi dan 2,8 Kg Sabu Diamankan

0
Baran bukti sabu dan ekstasi yang diamankan dari tersangka di Pulau Buru, Karimun. F Istimewa

batampos  – Ribuan pil ekstasi dan sabu seberat hampir tiga kilogram diamankan Ditresnarkoba Polda Kepri dari tangan seorang pria di Pulau Buru, Kabupaten Karimun. Polisi menduga barang haram tersebut merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional yang masuk melalui jalur perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Modusnya, menyembunyikan barang haram tersebut di dalam tas yang dilapisi karung beras.

Pengungkapan kasus itu dilakukan personel Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan penyimpanan dan peredaran narkotika di wilayah Pulau Buru.

Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Suyono mengatakan, dari hasil penyelidikan intensif, petugas akhirnya mengamankan seorang pria berinisial H alias A pada Jumat (15/5) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Pelaku berhasil diamankan di wilayah Pulau Buru. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan yang disaksikan masyarakat setempat dan menemukan sejumlah barang bukti narkotika yang disimpan di area belakang rumah kerabat pelaku,” ujar Suyono, kemarin.

Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menyita sebanyak 1.800 butir pil diduga ekstasi dengan berat netto sekitar 1.067,61 gram. Selain itu, turut diamankan narkotika jenis sabu dengan berat netto sekitar 2.872,45 gram.

“Petugas juga menyita sejumlah barang lain yang diduga digunakan untuk menyimpan dan menyamarkan narkotika agar tidak mudah terdeteksi petugas,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga menerima tawaran pekerjaan dengan imbalan uang dalam jumlah besar untuk mengantarkan narkotika tersebut ke luar daerah.

Barang haram itu diketahui diterima dari seseorang berinisial JO di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Selanjutnya, narkotika tersebut rencananya akan dibawa menuju Provinsi Jambi melalui jalur perairan Kabupaten Karimun.

“Modus operandi yang digunakan dengan menyembunyikan narkotika di dalam ember dan tas ransel. Kemudian disamarkan menggunakan karung beras dan kardus mi instan untuk mengelabui petugas,” jelasnya.

Menurut Suyono, jalur perairan Pulau Buru diduga sengaja dimanfaatkan jaringan narkotika internasional sebagai akses distribusi karena dinilai lebih mudah menghindari pengawasan aparat penegak hukum.

Saat ini, Ditresnarkoba Polda Kepri masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lain yang terlibat, termasuk memburu keberadaan pemasok narkotika berinisial JO.

“Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut,” tambahnya.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak generasi muda dan mengganggu stabilitas keamanan.(*)

Artikel Polda Kepri Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Internasional, 1.800 Butir Ekstasi dan 2,8 Kg Sabu Diamankan pertama kali tampil pada Metropolis.

Koperasi di Bintan Kini Bisa Kelola Tambang Asal Penuhi Syarat dan Tata Ruang

0
Salah satu lokasi tambang pasir ilegal di Bintan yang sebelumnya dipasang garis polisi oleh aparat penegak hukum. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Peluang usaha pertambangan kini terbuka bagi koperasi di Kabupaten Bintan, termasuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, selama memenuhi ketentuan perizinan dan kesesuaian tata ruang.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau mempersilakan koperasi mengelola usaha pertambangan apabila kegiatan tersebut tercantum dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pertambangan Mineral Dinas ESDM Kepri, Reza Muzzamil Jufri mengatakan, koperasi memiliki peluang yang sama untuk mengurus izin tambang secara legal.

“Jika dalam KBLI ada kegiatan tambang, maka dipersilakan mengurus izin,” kata Reza, belum lama ini.

Ia menjelaskan, proses pengajuan izin dimulai dengan permohonan informasi kesesuaian tata ruang ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Bintan.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan lokasi yang diajukan memang diperbolehkan untuk aktivitas pertambangan.

“Apakah lokasi yang diajukan bisa dilakukan tambang atau tidak,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 16 perusahaan yang mengajukan perizinan usaha pertambangan di Bintan. Namun, baru empat perusahaan yang telah beroperasi secara aktif.

Dua perusahaan bergerak di sektor tambang pasir darat, yakni PT Tunas Nusa Indonesia (TNI) di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam dan PT Graha Mandala Bintan di Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang.

Sementara dua perusahaan lainnya bergerak di sektor tambang granit, yakni PT Bintan Mahkota Sukses di Galang Batang, Desa Gunung Kijang dan PT Bintan Kharisma Pratama di Pulau Telang Kecil, Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang.

Sedangkan 12 perusahaan lainnya masih berada dalam tahap pengurusan dokumen teknis dan perizinan kawasan hutan.

“Beberapa lokasi berada di dalam kawasan hutan sehingga membutuhkan persetujuan pinjam pakai kawasan dari Kementerian Kehutanan,” jelas Reza.

Ia menegaskan, hingga saat ini tambang pasir yang beroperasi legal di Bintan hanya PT Tunas Nusa Indonesia dan PT Graha Mandala Bintan.

“Di luar dua perusahaan itu adalah kegiatan tambang tanpa izin,” tegasnya.

Menurut Reza, aktivitas tambang ilegal merupakan pelanggaran hukum dan memiliki unsur pidana. Pengawasan tambang legal dilakukan Dinas ESDM bersama Inspektur Tambang Kementerian ESDM RI.

Sementara penindakan terhadap tambang ilegal menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Garda terdepan adalah APH. Ada unsur Polri dan PPNS. Kami berharap APH dapat menjadi garda terdepan penertiban dan penegakan hukum tambang ilegal,” katanya.

Perlu Pembatasan Wilayah Tambang 

Sementara itu, Kepala Desa Busung, Rusli mengingatkan agar potensi daerah di Bintan tidak hanya difokuskan pada sektor pertambangan semata.

Ia meminta adanya pembatasan wilayah tambang agar tidak seluruh kawasan dibuka untuk aktivitas pertambangan.

“Perlu ada pembatasan wilayah-wilayah tambang,” ujar Rusli.

Menurutnya, meski izin dikeluarkan pemerintah pusat dan provinsi, rekomendasi pemerintah kabupaten tetap menjadi bagian penting dalam proses perizinan.

Karena itu, ia menekankan seluruh aktivitas tambang harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan mempertimbangkan kelayakan lingkungan.

“Karena tidak semua wilayah RTRW-nya merupakan kawasan pertambangan,” pungkasnya. (*)

Artikel Koperasi di Bintan Kini Bisa Kelola Tambang Asal Penuhi Syarat dan Tata Ruang pertama kali tampil pada Kepri.

Viral di Batam, Ini 5 Cafe Baru Hits yang Cocok Buat Nongkrong Santai

0
Salah satu sudut estetik cafe Frui di Batam yang sedang viral dan ramai dikunjungi anak muda. Sumber foto: instagram.com/withfrui/

batampos – Kota Batam kembali menghadirkan banyak pilihan tempat nongkrong baru yang sedang viral di kalangan anak muda hingga pecinta kuliner.

Sepanjang 2026, berbagai cafe baru bermunculan dengan konsep unik, desain estetik, hingga menu kekinian yang menarik perhatian pengunjung.

Tidak hanya cocok untuk nongkrong santai, beberapa cafe ini juga menjadi spot favorit untuk bekerja, berburu kopi, hingga berburu foto Instagramable.

Berikut lima cafe baru di Batam yang sedang ramai dikunjungi dan layak masuk daftar tempat nongkrong favorit:

1. Kinanthi Coffee & Eatery

Cafe ini menawarkan suasana nyaman dengan lokasi strategis di kawasan Batam Kota. Interior minimalis dan pilihan menu dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Lokasinya berada di Jalan Engku Putri Utara Nomor 3, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota.

2. Grind Now Coffee Bar Specialty Coffee Batam

Bagi pecinta kopi, tempat ini menawarkan konsep specialty coffee bar dengan suasana modern dan santai.

Pengunjung tidak hanya bisa menikmati kopi, tetapi juga berbagai pilihan menu makan siang.

Cafe ini berlokasi di Permata Regency Blok DD Nomor 9, Baloi Indah, Lubuk Baja, Batam.

3. Pretty Please Coffee

Cafe dengan nama unik ini hadir dengan desain tempat yang cantik dan nyaman untuk nongkrong bersama teman.

Pilihan kopi dan minuman kekinian menjadi salah satu alasan tempat ini mulai ramai dikunjungi.

Lokasinya berada di kawasan Sukajadi, Batam Kota.

4. Frui

Tempat dessert ini menawarkan konsep unik berupa gelato yang dipadukan dengan mochi lembut.

Selain es krim, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan kue cantik dengan tampilan menarik.

Frui berada di Komplek Bumi Indah Nomor 8 Blok 2, Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Batam.

5. Blite’s Coffee

Cafe ini cocok bagi pencinta kopi yang ingin menikmati suasana nongkrong santai dengan konsep modern minimalis.

Blite’s Coffee berlokasi di Ruko Tunas Regency Blok C9 Nomor 3A dan 5, Tanjung Uncang, Kecamatan Sagulung, Batam.

Konsep kreatif, suasana nyaman, serta pilihan menu menarik membuat cafe-cafe baru tersebut diprediksi terus ramai dikunjungi sepanjang tahun.

Pengunjung disarankan memastikan jam operasional sebelum datang karena beberapa tempat memiliki jadwal buka yang berbeda. (*)

Artikel Viral di Batam, Ini 5 Cafe Baru Hits yang Cocok Buat Nongkrong Santai pertama kali tampil pada Metropolis.

Informasi Begal bukan di Batuaji tapi di Sagulung, Tangan Korban Bibacok Dua Pria

0
Polisi menerima klarifikasi terkait informasi begal viral kepada korban secara langsung. F. Dokumentasi Polsek untuk BAtam Pos

batampos – Informasi dugaan aksi begal yang viral di media sosial dan disebut terjadi di kawasan Lampu Merah Paradise, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, akhirnya diklarifikasi pihak kepolisian. Hasil penyelidikan menyebut lokasi kejadian sebenarnya bukan berada di Batu Aji, melainkan di wilayah Sei Binti, Kecamatan Sagulung.

Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Riski Subagyo mengatakan klarifikasi dilakukan setelah pihaknya menerima informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp terkait dugaan aksi begal tersebut. Polisi kemudian melakukan penelusuran dan meminta keterangan langsung dari korban berinisial FAHDIL.

“Dari hasil interogasi terhadap korban, kejadian tersebut bukan terjadi di Lampu Merah Paradise seperti informasi yang beredar di media sosial,” ujar AKP Bayu Riski Subagyo.

Korban diketahui merupakan warga Perum Griya Sagulung Blok C Nomor 70, Kelurahan Sagulung, Kecamatan Sagulung. Dalam keterangannya kepada polisi, korban menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 WIB saat dirinya pulang usai mengantar pacarnya di kawasan Kavling Sei Lekop, Kelurahan Sei Binti.

Saat melintas di pinggir Jalan Utama Sei Binti, tepatnya di depan MTS Sei Lekop, korban dihentikan oleh dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam. Kedua pelaku disebut mengenakan helm sehingga wajahnya tidak terlihat jelas.
“Korban menyampaikan bahwa salah satu pelaku langsung membacok tangan kanannya menggunakan pisau sebanyak satu kali,” kata AKP Bayu.

Meski mengalami luka bacok, korban sempat mengejar pelaku hingga ke depan Masjid Aminah, Sei Binti, sebelum akhirnya berhenti karena mengalami kesakitan pada bagian tangan.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Barelang AKP Budi Santosa membenarkan hasil klarifikasi yang dilakukan jajaran Polsek Batu Aji. Ia menegaskan informasi viral terkait aksi begal di Lampu Merah Paradise tidak sesuai fakta hasil penyelidikan di lapangan.

“Benar, hasil pengecekan anggota di lapangan, lokasi kejadian bukan di wilayah Lampu Merah Paradise Batu Aji, melainkan di kawasan Sei Binti, Sagulung,” ujar AKP Budi Santosa.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sagulung IPTU Anwar Aris mengatakan pihaknya kini masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku pembacokan terhadap korban. Polisi juga telah mengumpulkan sejumlah keterangan dan melakukan pendalaman terhadap ciri-ciri pelaku yang digunakan saat kejadian.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Sagulung,” tegas IPTU Anwar Aris.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok pada tangan kanan dan harus mendapatkan perawatan medis di UPT Puskesmas Sei Lekop pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Korban diketahui menerima tindakan medis berupa tujuh jahitan akibat luka yang dialaminya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta segera melapor apabila mengetahui adanya tindak kriminal maupun aktivitas mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti aparat kepolisian.(*)

Artikel Informasi Begal bukan di Batuaji tapi di Sagulung, Tangan Korban Bibacok Dua Pria pertama kali tampil pada Metropolis.

Masa Depan Mbappe Mulai Dipertanyakan, Ia Tak Lagi Tak Tersentuh di Real Madrid

0
Kylian Mbappe. f. istimewa

batampos – Selain kabar soal pemain yang pergi, situasi Kylian Mbappe juga mulai memunculkan banyak spekulasi. Saat pertama datang dari PSG, Mbappe diproyeksikan menjadi pusat era dominasi baru Real Madrid. Namun kenyataannya justru jauh dari harapan.

Secara statistik, penyerang Prancis itu sebenarnya tetap tajam dengan torehan 85 gol dalam dua musim. Namun performa tim secara keseluruhan dianggap menurun.

Barcelona sukses mendominasi kompetisi domestik dalam dua musim terakhir, sementara Madrid juga gagal memenuhi ekspektasi di Liga Champions.

Ironisnya, sebelum kedatangan Mbappe, Madrid sempat memenangkan dua dari tiga edisi Liga Champions sebelumnya.

Tetapi sejak sang superstar bergabung, Los Blancos belum pernah melangkah lebih jauh dari perempat final. Situasi itu membuat tekanan terhadap Mbappe semakin besar.

Laporan terbaru dari Spanyol dan Prancis menyebut posisi Mbappe di Madrid tidak lagi sepenuhnya aman. Manajemen klub disebut mulai mempertanyakan apakah proyek membangun tim di sekitar Mbappe benar-benar berjalan sesuai harapan.

Beberapa hal juga dianggap memperburuk situasi, mulai dari kontroversi media sosial, wawancara yang memancing kritik, hingga performa tanpa bola yang dinilai kurang maksimal.

Bahkan muncul keraguan besar soal apakah Mbappe dan Vinicius Jr benar-benar bisa bermain bersama secara efektif dalam jangka panjang.

Masalah terbesar Madrid saat ini bukan kualitas individu keduanya, melainkan keseimbangan tim ketika kehilangan bola.

Baik Mbappe maupun Vinicius sama-sama lebih nyaman fokus menyerang, yang membuat lini tengah dan pertahanan Madrid sering kewalahan menghadapi tekanan lawan.

Karena itu, muncul laporan yang menyebut Mbappe kini tidak lagi dianggap “tak tersentuh” oleh petinggi klub. Namun jika Madrid benar-benar mempertimbangkan penjualan sang superstar, harga transfernya dipastikan akan memecahkan rekor dunia baru.

Hingga saat ini, rekor transfer termahal dunia masih dipegang Neymar saat pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai €222 juta pada tahun 2017.(*)

Artikel Masa Depan Mbappe Mulai Dipertanyakan, Ia Tak Lagi Tak Tersentuh di Real Madrid pertama kali tampil pada Olahraga.

Jemaah Haji Dapat Jutaan Porsi Makanan Siap Santap Saat Puncak Armuzna

0
Contoh menu makanan ready to eat (RTE) yang disiapkan untuk masa pra armuzna dan puncak haji 2026. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

batampos – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan jutaan porsi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji menjelang hingga selama masa puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan total kebutuhan makanan siap santap yang disiapkan mencapai 3.082.200 porsi.

“Total RTE yang kita butuhkan terutama di saat di Armuzna ini total adalah 3.082.200,” ujar Jaenal Effendi di Makkah, Selasa (19/5).

Jumlah tersebut dibagi dalam dua fase. Untuk fase pra-Armuzna disiapkan sebanyak 1.232.520 porsi, sedangkan fase Armuzna mencapai 1.849.680 porsi.

“Sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” lanjutnya.

Menu yang disiapkan masih didominasi masakan khas Indonesia agar lebih sesuai dengan selera jemaah.

Beberapa menu yang telah disiapkan antara lain nasi uduk, rendang daging kacang merah, semur ayam kacang merah, kari ayam, hingga gulai ayam.

Makanan dikemas dalam bentuk pouch sehingga praktis dan mudah dibuka oleh para jemaah.

Setiap porsi berisi sekitar 150 gram nasi dan lauk yang disebut cukup mengenyangkan untuk dikonsumsi selama aktivitas ibadah haji.

“Kita tidak membutuhkan treatment apa-apa lagi. Jadi ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” jelas Jaenal.

Ia menambahkan, nantinya petugas di lapangan akan membantu mengarahkan para jemaah terkait cara mengonsumsi makanan siap santap tersebut.

Menurut Jaenal, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji sebelumnya, sebagian besar jemaah menyukai makanan RTE meski belum pernah mengonsumsinya.

“Ini saking senangnya kadang para jemaah RTE-nya dibawa sebagai oleh-oleh pulang ke Indonesia,” katanya.

Selain praktis, makanan siap santap tersebut juga memiliki daya tahan cukup lama hingga 18 bulan sehingga aman disimpan dalam waktu panjang. (*)

Artikel Jemaah Haji Dapat Jutaan Porsi Makanan Siap Santap Saat Puncak Armuzna pertama kali tampil pada News.

PMI Direkrut Melalui Tiktok, Hendak Dikirim Secara Ilegal ke Malaysia

0
Sidang di PN Batam terkait TPPO, Rabu (20/5/2026). f Azis Maulana/ Batam pos

batampos – Sidang dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Pengadilan Negeri Batam kembali mengungkap praktik pengiriman pekerja migran ilegal ke Malaysia melalui Batam. Dalam persidangan yang digelar Rabu, (20/5), jaksa menghadirkan anggota Polda Kepulauan Riau sebagai saksi penangkap terdakwa Usman.

Perkara dengan nomor 332/Pid.Sus/2026/PN Bt itu diperiksa majelis hakim yang diketuai Douglas Napitupulu dengan hakim anggota Randi dan Dina.

Sidang berfokus pada pemeriksaan saksi dari kepolisian terkait proses penangkapan serta dugaan peran terdakwa dalam perekrutan calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal.

Saksi Irfan, anggota Polda Kepri yang melakukan penangkapan, mengatakan kasus itu bermula dari informasi adanya pengiriman PMI nonprosedural melalui pelabuhan di Batam menuju Malaysia.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan dua perempuan calon pekerja migran di kawasan Harbour Bay pada November 2025.

“Awalnya kami mendapat informasi adanya PMI yang akan diberangkatkan melalui Batamcenter . Setelah dilakukan pemeriksaan, faktanya korban memang akan dipekerjakan ke Malaysia,” kata Irfan di hadapan majelis hakim.

Menurut dia, kedua korban berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, dan Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan dugaan keterlibatan terdakwa Usman dalam proses keberangkatan korban.

Terdakwa disebut berperan menjemput korban dari penginapan serta membantu pengurusan paspor.

Di persidangan, saksi menyebut Usman menjalankan perintah seseorang bernama Rudi yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Rudi disebut merupakan kerabat terdakwa dan menjadi pihak yang menghubungi Usman untuk membantu proses keberangkatan korban.

“Sesuai keterangan korban, mereka dijanjikan bekerja di Malaysia. Gaji tiga bulan pertama disebut akan dipotong terlebih dahulu sebelum korban menerima upah,” ujar Irfan.

Polisi juga mengungkap proses perekrutan korban diduga dilakukan melalui media sosial TikTok. Dari aktivitas itu, terdakwa disebut memperoleh keuntungan sekitar Rp 9 juta.

Dalam penangkapan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua telepon genggam, kartu ATM BCA, dua paspor milik korban, boarding pass kapal tujuan Batam, serta satu unit mobil Honda Brio kuning bernomor polisi BP 1824 J yang diduga digunakan dalam operasional pengiriman korban.

Jaksa Penuntut Umum Rumondang dalam persidangan turut membacakan daftar barang bukti yang diajukan ke majelis hakim. Barang bukti itu mencakup telepon genggam berbagai merek, kartu ATM, kendaraan, STNK, hingga paspor dan boarding pass atas nama para korban.

Kasus ini menambah daftar perkara perdagangan orang yang ditangani aparat penegak hukum di Batam, wilayah yang selama ini menjadi salah satu jalur keberangkatan pekerja migran ilegal ke Malaysia melalui pelabuhan internasional.(*)

 

Artikel PMI Direkrut Melalui Tiktok, Hendak Dikirim Secara Ilegal ke Malaysia pertama kali tampil pada Metropolis.

PUPR Anambas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Rumah Bantuan MBR di Tarempa Selatan

0
Kepala Dinas PUPR Kepulauan Anambas, Andyguna Hasibuan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas menemukan dugaan penyalahgunaan rumah bantuan khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan.

Temuan tersebut didapat setelah Dinas PUPR melakukan peninjauan ulang terhadap 25 unit rumah bantuan dari Kementerian PUPR yang dibangun di kawasan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kepulauan Anambas, Andyguna Hasibuan, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan penghuni rumah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Penetapan Kepala Daerah tahun 2025.

Peninjauan mencakup seluruh penghuni rumah bantuan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun masyarakat umum penerima manfaat.

Namun, hasil pemeriksaan menemukan sejumlah rumah bantuan tidak ditempati langsung oleh penerima yang tercantum dalam SK.

Bahkan, ditemukan dugaan rumah bantuan dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan resmi pemerintah daerah.

“Kita tidak tahu apakah rumah tersebut disewakan atau dialihkan begitu saja tanpa SK dari kepala daerah. Tapi yang jelas kita menemukan hal itu,” ujar Andyguna saat ditemui Batam Pos, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, pihaknya juga menemukan penerima bantuan yang ternyata sudah memiliki rumah pribadi di wilayah Tarempa.

Menurut Andyguna, rumah bantuan tersebut hanya dijadikan tempat singgah sementara dan tidak benar-benar ditempati secara penuh.

“Jadi rumah bantuan hanya tempat singgah saja. Dia bolak-balik, lebih sering ke rumah pribadi,” katanya.

Evaluasi Menyeluruh 

Atas temuan tersebut, Dinas PUPR berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penghuni rumah bantuan agar program tersebut tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan.

Evaluasi dilakukan karena masa penempatan penghuni berdasarkan SK akan berakhir pada 31 Juli mendatang.

“Sesuai SK mereka habis pada tanggal 31 Juli. Nanti evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Andyguna menjelaskan, rumah bantuan tersebut diperuntukkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan dari Kementerian PUPR.

Dalam aturan kementerian, Kabupaten Kepulauan Anambas masuk kategori Zona 2 dengan batas penghasilan tertentu bagi calon penerima manfaat.

Untuk pemohon lajang, batas penghasilan maksimal sekitar Rp9 juta per bulan. Sedangkan untuk yang sudah berkeluarga berkisar Rp11 juta hingga Rp12 juta per bulan.

“Kalau tempat kita kan tidak ada yang gajinya segitu. Nanti kami mau konsultasi ke Bagian Hukum agar syarat penghasilannya diubah sesuai kondisi Anambas saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin mengajukan diri sebagai penerima rumah bantuan nantinya wajib melengkapi sejumlah dokumen persyaratan.

Dokumen tersebut meliputi formulir pendaftaran, surat permohonan, surat pernyataan, hingga surat keterangan penghasilan dari kepala desa setempat.

“Saat ini belum ada buka pendaftaran penghuni baru. Kita akan evaluasi terlebih dahulu, baru buka pendaftaran,” pungkas Andyguna. (*)

Artikel PUPR Anambas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Rumah Bantuan MBR di Tarempa Selatan pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Amankan Satu Pria Diduga Terlibat dalam Pengrusakan Bunga Bugenvil di Batam

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana

batampos – Aksi perusakan tanaman bugenvil di sejumlah titik Kota Batam menghebohkan masyarakat. Tim Jatanras Satreskrim Polresta Barelang mengamankan seorang pria dewasa yang diduga terlibat dalam aksi tersebut pada Selasa (19/5).

Informasi yang dihimpun, pria tersebut diduga merusak tanaman bugenvil milik BP Batam yang ditanam di kawasan penghijauan dan penataan kota. Sejumlah tanaman ditemukan tercabut hingga dibuang ke saluran parit.

Pria itu diamankan petugas saat berjalan kaki sambil membawa tas ransel di kawasan Taman Dang Anom, Batam Kota. Hingga kini, polisi masih mendalami motif dugaan perusakan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pria yang diamankan itu.

“Untuk pengrusakan bugenvil, saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Mohon waktu,” ujar Debby saat dikonfirmasi, Rabu (20/5).

Polisi juga belum membeberkan identitas maupun status hukum pria tersebut. Sementara itu, informasi yang beredar terkait dugaan gangguan mental terhadap yang bersangkutan masih dalam proses pendalaman penyidik.

Di sisi lain, BP Batam mengecam keras aksi vandalisme tersebut. Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty menilai tindakan itu merugikan upaya pemerintah dalam mempercantik wajah Kota Batam.

Berdasarkan laporan BP Batam, sebanyak 59 tanaman bugenvil mengalami kerusakan dan 13 di antaranya dilaporkan hilang. BP Batam memastikan akan melakukan penanganan cepat terhadap tanaman yang rusak sekaligus memperkuat pengawasan di sejumlah titik penataan kota agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(*)

Artikel Polisi Amankan Satu Pria Diduga Terlibat dalam Pengrusakan Bunga Bugenvil di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kementerian Luar Negeri Kesulitan untuk Komunikasi Terkait Penculikan 9 WN Indonesia oleh Israel

0
Ilustrasi kapal peserta Sumud Global Folitilla. F. Antara

batampos – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengaku pihaknya masih kesulitan untuk berkomunikasi terkait dengan penculikan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) oleh tentara Israel. Namun, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus berusaha untuk memulangkah mereka ke tanah air.

”Kami sudah melakukan komunikasi teman-teman di Kementerian Luar Negri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel. Sejauh ini informasi yang kami terima itu masih sulit karena komunikasi terbatas,” kata Sugiono pada Rabu (20/5).

Secara prinsip, Pemerintah Indonesia mengapresiasi semangat para WNI yang tergabung dalam misi tersebut. Menurut Sugiono, langkah mereka mencerminkan keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi rakyat Palestina di wilayah Gaza.

”Itu merupakan semangat yang saya kira perlu diapresiasi. Kami berharap kondisi mereka baik-baik saja. Kami juga terus melakukan upaya koordinasi karena kita tidak punya hubungan (diplomasi) langsung. Jadi, kita minta tolong kepada teman-teman kita,” lanjut dia.

Sugiono memastikan, Pemerintah Indonesia tidak berdiam diri. Ikhtiar terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan 9 WNI yang kini sudah diculik oleh tentara Israel. Pihaknya berharap segera ada kabar baik sehingga mereka bisa dipulangkan ke Indonesia.

”Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujarnya.

Juru Bicara (Jubir) 1 Kemlu Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa pada pukul 07.13 WIB hari ini, Kemlu telah menerima kabar baru. Yakni jumlah WNI yang ditangkap oleh tentara Israel bertambah menjadi 9 orang. Seluruhnya tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla di bawah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

”Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan pemulangan mereka hingga tiba di tanah air dengan selamat,” ungkap Yvonne.

Dia pun menegaskan kembali, Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan. Indonesia juga mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menangkap relawan sipil dalam misi kemanusiaan internasional di perairan internasional.

”Kemlu terus berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul untuk terus memantau, memverifikasi posisi, serta memberikan dukungan dokumen dan medis bagi WNI,” ujarnya.(*)

Artikel Kementerian Luar Negeri Kesulitan untuk Komunikasi Terkait Penculikan 9 WN Indonesia oleh Israel pertama kali tampil pada News.