
batampos – The Pokémon Company akhirnya buka suara terkait insiden penusukan fatal yang terjadi di salah satu gerainya di Tokyo, Jepang.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (26/3) di Pokémon Center Mega Tokyo yang berada di dalam kompleks Sunshine City, kawasan Ikebukuro.
Seorang pria bersenjata pisau menyerang seorang karyawan perempuan berusia 20 tahun sebelum kemudian melukai dirinya sendiri. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius di bagian leher.
Pihak kepolisian setempat saat ini menyelidiki kasus tersebut sebagai dugaan pembunuhan.
Sejumlah media lokal melaporkan, korban sebelumnya diduga pernah melaporkan tindakan perundungan atau penguntitan (stalking) kepada aparat berwenang.
Insiden terjadi saat toko dalam kondisi ramai pengunjung, termasuk anak-anak dan wisatawan yang tengah menikmati liburan musim semi.
Situasi mendadak berubah panik ketika terdengar teriakan minta tolong dan suara benda jatuh, memicu ratusan orang berlarian menyelamatkan diri.
Dalam pernyataan resminya, The Pokémon Company menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Perusahaan juga menegaskan akan bekerja sama penuh dengan kepolisian serta memberikan dukungan fisik dan mental kepada seluruh staf yang terdampak.
Selain itu, manajemen memutuskan untuk menutup sementara Pokémon Center Mega Tokyo beserta fasilitas terkait hingga waktu yang belum ditentukan guna mendukung proses investigasi dan pemulihan pascakejadian.
Insiden ini mengejutkan publik Jepang yang selama ini dikenal memiliki tingkat kejahatan kekerasan relatif rendah.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penusukan di ruang publik mulai menjadi perhatian serius di Jepang. (*)
Artikel The Pokémon Company Minta Maaf dan Tutup Sementara Toko Imbas Insiden Penusukan pertama kali tampil pada News.









