Ketua PWI Batam, M A Khafi Anshary dan Sekretaris PWI Batam, Romi Chandra saat memberikan penghargaan khusus kepada Dintara berupa piagam penghargaan di Kantor PWI Batam, Batam Center, Jumat (3/10). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Namanya Dintara Larasati Rohandi. Siswi kelas VI SDN 001 Batam ini sukses mengharumkan nama Kepulauan Riau setelah meraih juara II tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Atas prestasi gemilang itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam memberikan penghargaan khusus kepada Dintara berupa piagam penghargaan, yang diserahkan langsung oleh Ketua PWI Batam, M A Khafi Anshary, di Kantor PWI Batam, Batam Center, Jumat (3/10).
Penyerahan dilakukan di hadapan Kepala SDN 001 Batam, H Yendri Sarman, dan ibunda Dintara, Fuji Rahayu, dalam suasana hangat dan penuh kebanggaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga peduli pada dunia pendidikan. Selama ini berita soal sekolah cenderung negatif. Padahal banyak prestasi yang layak diangkat, seperti yang diraih Dintara,” ujar Sekretaris PWI Batam, Romi Chandra.
Ia menambahkan, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi, sekaligus menjadi ajakan bagi pemerintah daerah agar turut memberi apresiasi pada generasi muda yang berprestasi.
“Kami harap Wali Kota Batam dan seluruh pihak ikut ambil bagian dalam memberi ruang dan penghargaan bagi anak-anak hebat seperti Dintara,” imbuh Romi.
Kepala SDN 001 Batam, H Yendri Sarman, mengaku bangga sekaligus terkesan dengan Dintara. Baginya, Dintara bukan hanya cemerlang dalam akademik, tapi juga aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
“Dia ini seperti ‘joker’ di permainan kartu. Bisa di mana saja. Aktif di paskibra, dokter kecil, senam, dan tentu saja, juara di akademik. Sejak kelas V, kami sudah melihat potensinya,” kata Yendri.
Saat ditanya soal keberhasilannya, Dintara menjawab dengan nada rendah hati.
“Tahun lalu saya cuma sampai tingkat kota. Nggak nyangka tahun ini bisa sampai nasional dan juara dua. Alhamdulillah, saya senang sekali,” ucapnya dengan mata berbinar.
Meski aktif di banyak kegiatan, Dintara mengaku tetap membagi waktu dengan baik. Ia rajin belajar, berdoa, dan tak lupa membantu sang ibu di rumah. Soal gawai? Tetap ada, tapi dibatasi.
“Kalau di sekolah lebih banyak belajar. Di rumah istirahat, bantu mama, baru kadang main HP. Tapi tetap diselingi belajar juga,” ungkapnya.
Ibunda Dintara, Fuji Rahayu, tak menyangka anaknya bisa sampai sejauh ini.
“Awalnya saya pikir cuma ikut ekskul atau cerdas cermat biasa. Ternyata sampai nasional. Kami nggak kasih les tambahan. Dia belajar dari minatnya sendiri,” ujar Fuji, haru.
Bagi Fuji, prestasi Dintara adalah bukti bahwa dukungan keluarga dan semangat belajar anak jauh lebih penting dari tekanan akademik.
“Kami ingin anak tetap menikmati masa kecilnya. Dan ternyata, dengan semangat dan disiplin, dia bisa buktikan semuanya,” tambahnya. (*)
Gedung Kementerian BUMN. (Dery Ridwansah/JawaPos.com )
batampos – DPR RI telah mengesahkan UU tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Salah satu poin krusial dalam regulasi terbaru ini adalah larangan rangkap jabatan bagi menteri dan wakil menteri (wamen) untuk duduk sebagai direksi maupun komisaris di BUMN.
Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim menegaskan bahwa ketentuan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan pelat merah.
“UU BUMN ini selaras dengan putusan Mahkamah Konstitusi, sekaligus memberi kepastian hukum bahwa tidak diperbolehkan rangkap jabatan oleh menteri dan wakil menteri. Agar ada ruang kerja yang spesifik dalam menjalankan tanggung jawab kerja di kementerian. Di sisi lain, perusahaan BUMN juga harus berfokus pada peningkatan kinerja,” kata Rivqy kepada wartawan, Jumat (3/10).
Larangan tersebut juga dinilai sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 128/PUU-XXIII/2025.
Rivqy menilai keberadaan pejabat kementerian dalam struktur komisaris BUMN selama ini rentan menimbulkan konflik kepentingan.
“Apabila pengelolaan BUMN dijalankan oleh pihak yang juga memiliki tanggung jawab kerja di Kementerian, dan tidak menutup kemungkinan juga para pejabat eselon (rawan konflik kepentingan). Ini yang harus kita hentikan lewat penguatan regulasi,” jelasnya.
Tak hanya soal rangkap jabatan, revisi UU BUMN juga membawa perubahan fundamental lain, yakni penghapusan pasal yang sebelumnya menyebut pejabat BUMN bukan bagian dari penyelenggara negara.
Dengan demikian, pejabat di BUMN kembali dapat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus tindak pidana korupsi.
Rivqy menekankan, revisi ini merupakan bentuk pengawasan yang lebih profesional dan menyeluruh terhadap BUMN.
“Jadi dalam kaitan rangkap jabatan, UU BUMN yang baru diharapkan dapat mencegah praktik-praktik kecurangan, sekaligus sebagai bentuk memperkuat komitmen dan perbaikan tata kelola di BUMN,” lanjutnya.
Libatkan BPK untuk Audit BUMN
Selain itu, DPR juga memasukkan penguatan peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam mengaudit BUMN. Menurut dia, langkah ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Dengan keterlibatan BPK, akuntabilitas keuangan BUMN akan jauh lebih kuat karena berada dalam pengawasan lembaga audit negara yang memiliki legitimasi konstitusional,” ujarnya.
Legislator Fraksi PKB itu menegaskan semangat reformasi tata kelola dalam UU BUMN tidak boleh berhenti pada teks hukum.
“UU ini tidak boleh hanya berhenti sebagai dokumen hukum. Kita ingin memastikan bahwa aturan ini benar-benar dijalankan secara konsisten untuk memperkuat integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan BUMN,” jelas Rivqy.
Reformasi ini, kata Rivqy, bukan sekadar melarang rangkap jabatan, tetapi juga mencakup upaya memperbaiki budaya kerja, transparansi, hingga sistem pengawasan.
“Kita berharap reformasi ini menjadi momentum untuk memperbaiki banyak hal dalam tubuh BUMN, termasuk budaya kerja, sistem pengawasan, hingga transparansi dalam pengambilan keputusan,” pungkasnya. (*)
batampos – Mimpi sering dianggap sekadar bunga tidur tanpa makna berarti. Namun, banyak ahli menilai mimpi dapat menjadi refleksi bawah sadar yang mengungkap kondisi emosional.
Karena itu, memahami arti di balik mimpi bisa membantu seseorang lebih peka terhadap keadaan dirinya. Psikolog dan pakar mimpi kerap menjadikannya sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran diri atau self awareness.
Menurut Suzanne Bergman, seorang spesialis mimpi, mimpi adalah bahasa universal yang membentuk gambaran rumit dari konsep emosional yang kita alami dalam hidup nyata.
Banyak orang sering kali mengalami mimpi dengan pola berulang, mulai dari tersesat, jatuh, hingga dikejar sesuatu. Pola itu ternyata bisa menjadi sinyal tentang apa yang sebenarnya mengganggu pikiran atau kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari YouTube Psych2Go, Sabtu (4/10), ada tujuh mimpi umum yang kerap dialami banyak orang. Menariknya, setiap mimpi itu diyakini memiliki arti mendalam yang sebaiknya tidak diabaikan. Berikut penjelasannya:
1. Mimpi Tersesat atau Terjebak
Mimpi ini sering muncul saat seseorang merasa kebingungan dalam mengambil keputusan penting.
Gambaran tersesat di hutan, gedung besar, atau labirin bisa mencerminkan tekanan mental, emosional, hingga finansial yang membuat hidup terasa berat dan penuh kebuntuan.
2. Mimpi Ketinggalan Transportasi
Ketika bermimpi terlambat naik bus, kereta, atau pesawat, biasanya seseorang merasa menyesal karena melewatkan peluang berharga dalam hidup nyata.
Mimpi ini juga bisa melambangkan rasa kecewa akibat tidak berani mengejar keinginan, entah itu pekerjaan impian atau kesempatan penting lainnya.
3. Mimpi Kecelakaan Mobil
Baik sebagai pengemudi maupun penumpang, mimpi tentang kecelakaan sering dihubungkan dengan perasaan kehilangan kendali atas situasi tertentu.
Hal ini juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang menghadapi risiko atau masalah yang sulit dihindari dalam waktu dekat.
4. Mimpi Ujian di Sekolah
Menariknya, mimpi ini biasanya dialami oleh orang yang sudah tidak lagi bersekolah.
Perasaan tidak siap saat ujian melambangkan kecemasan menghadapi tantangan nyata, seperti pekerjaan, tanggung jawab baru, atau keputusan hidup yang besar.
5. Mimpi Dikejar-kejar Sesuatu
Dikejar hewan, orang asing, atau sosok misterius dalam mimpi sering muncul pada orang dengan tingkat kecemasan tinggi.
Mimpi ini menggambarkan usaha untuk menghindari kenyataan pahit atau emosi yang belum siap dihadapi, seperti kesedihan mendalam atau hubungan yang berakhir.
6. Mimpi Gigi Copot
Simbol gigi tanggal atau patah sering dikaitkan dengan rasa tidak percaya diri.
Mimpi ini bisa menandakan ketakutan akan penilaian orang lain, perasaan tidak cukup baik, atau ketakutan akan kehilangan daya tarik di mata lingkungan sekitar.
7. Mimpi Jatuh dari Ketinggian
Banyak yang mengira mimpi jatuh adalah pertanda buruk tentang kematian, padahal sejatinya itu lebih kepada rasa tidak aman dan kehilangan arah.
Mimpi ini bisa menjadi alarm bahwa seseorang perlu mencari jalan baru dalam hidup agar kembali menemukan tujuan dan kestabilan.
Kesimpulannya, mimpi bukan sekadar cerita acak dari otak saat tidur, melainkan cermin dari emosi, ketakutan, dan keinginan terdalam seseorang.
Dengan memahami makna di balik mimpi, kita bisa lebih mengenal diri sendiri dan menyadari hal-hal yang mungkin perlu diselesaikan dalam kehidupan nyata.
Jadi, jangan anggap remeh apa yang hadir dalam tidurmu, karena bisa jadi itu pesan penting dari alam bawah sadar. (*)
Presiden RI, Prabowo menyerahkan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha ke Lanal Tanjungbalai Karimun. f.ist
batampos– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyematkan tanda kehormatan kepada beberapa pimpinan prajurit TNI dan Satuan TNI pada kegiatan Presidential Sail Inspection pada Kamis (2/10).
Kegiatan ini dilaksanakan di atas KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 yang sedang melaksanakan pelayaran di Teluk Jakarta dalam rangkain peringatan HUT TNI ke-80.
Dalam acara tersebut Presiden RI juga menyerahkan penghargaan kepada Lanal Tanjungbalai Karimun yang mendapatkan penghargaan Samkaryanugraha. Penghargaan ini merupakan tanda kehormatan militer yang diberikan kepada kesatuan dilingkungan TNI yang telah menunjukan jasa- jasa dalam operasi militer dan pembangunan untuk mempertahankan kelangsungan hidup negara dan bangsa.
Komandan Lanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Samuel C Noya yang hadir langsung untuk menerima tanda kehormatan Samkaryanugraha dari Presiden RI di atas kapal RS Republik Indonesia KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992.
”Dengan penganugerahan tanda kehormatan Samkaryanugraha ini, merupakan kebanggaan bagi prajurit Lanal Tanjungbalai Karimun Dan, merupakan wujud nyata bentuk perhatian pimpinan kepada prajurit Lanal Tanjungbalai Karimun. Penghargaan yang diterima merupakan hasil kerja keras, dedikasi dan semangat juang prajurit dalam melaksanakan tugas demi kejayaan TNI AL,” ujarnya.
Hal ini sesuai dengan perintah harian Bapak Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali bahwa harus memperkuat dedikasi dan loyalitas kepada TNI AL, TNI, bangsa dan negara serta konstitusi dalam mendukung program pembangunan nasional. Serta menjadikan program prioritas Panglima TNI untuk mewujudkan TNI sebagai patriot NKRI sebagai pedoman dalam menjalankan tugas-tugas Angkatan Laut. (*)
batampos – Obesitas adalah masalah kesehatan yang sering muncul akibat pola makan tidak sehat, terutama dari konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan kalori.
Masalah obesitas bukan sekadar soal penampilan, melainkan juga meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk diabetes, kolesterol tinggi, bahkan gangguan jantung kronis yang berbahaya.
Oleh karena itu, daftar makanan penyebab obesitas penting dipahami karena menjadi langkah awal penting agar berat badan tetap terkontrol.
Dilansir dari lama Hellosehat.com dan Halodoc.com, berikut ini sepuluh makanan dan minuman penyebab obesitas yang harus dibatasi agar tubuh terhindar dari risiko berlebih.
1. Gorengan
Gorengan termasuk penyebab obesitas karena digoreng dengan minyak yang mengandung lemak jenuh sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.
Meskipun kecil, satu potong gorengan bisa menyimpan kalori cukup tinggi yang berkontribusi pada kenaikan berat badan yang signifikan bila dikonsumsi rutin.
Risiko lain dari gorengan adalah meningkatnya kadar kolesterol jahat dalam tubuh sehingga memicu masalah kesehatan jantung berbahaya.
Sebaiknya, batasi konsumsi gorengan hanya satu hingga dua potong per hari agar tidak memberi dampak buruk terhadap berat badan.
2. Bolu
Bolu dengan krim memang manis dan lezat. Namun, kandungan gula, lemak, dan kalori di dalamnya dapat memicu kenaikan berat badan.
Dalam 100 gram bolu cokelat dengan krim, kalori mencapai 399 kkal, jumlah yang hampir memenuhi kategori makanan tinggi kalori dalam satu porsi.
Selain gula, penggunaan mentega atau krim membuat kandungan lemak jenuh semakin tinggi sehingga mempercepat penumpukan lemak dalam tubuh.
Mengonsumsi bolu sebaiknya hanya sesekali dengan porsi kecil, tidak untuk dikonsumsi rutin harian agar risiko obesitas bisa dikendalikan lebih baik.
3. Es Krim
Es krim populer karena rasa manisnya, tetapi sayangnya makanan ini mengandung gula dan lemak jenuh yang tinggi serta berbahaya untuk tubuh.
Satu sajian es krim seberat 66 gram bisa memuat lebih dari tujuh gram lemak serta 14 gram gula, jumlah cukup besar.
Asupan gula dari es krim dapat mencapai 28 persen kebutuhan harian hanya dari satu porsi, belum ditambah sumber gula lainnya.
Konsumsi es krim terlalu sering akan memicu penumpukan kalori sehingga meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular berbahaya.
4. Donat
Donat biasanya digoreng dalam minyak panas sehingga mengandung banyak lemak trans serta lemak jenuh yang bisa memicu kenaikan berat badan.
Selain itu, adonan donat juga memakai mentega atau tambahan gula tinggi, ditambah topping manis yang meningkatkan kalori secara signifikan dalam satu porsi.
Perpaduan gula dan lemak jenuh membuat donat sangat mudah meningkatkan risiko obesitas serta masalah kesehatan metabolik lainnya bila dikonsumsi rutin.
Anda perlu membatasi konsumsi donat hanya sesekali. Pilihlah varian dengan topping rendah gula untuk mengurangi asupan kalori berlebih.
5. Daging Merah
Daging merah, seperti sapi dan kambing, kaya protein, tetapi kandungan lemak jenuhnya tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas bila berlebihan.
Selain obesitas, konsumsi daging merah dalam jumlah banyak juga dapat memicu masalah kolesterol tinggi serta meningkatkan risiko penyakit jantung serius.
Untuk menyiasatinya, pilih daging rendah lemak dengan memperhatikan bagian putih pada daging karena itu tanda tingginya kandungan lemak jenuh.
Makin sedikit lemak putih, makin rendah kadar lemak dalam daging, sehingga lebih aman dikonsumsi tanpa meningkatkan risiko obesitas berlebihan.
6. Makanan Olahan
Makanan olahan seperti sosis, kornet, atau daging beku biasanya mengandung garam serta lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi berbahaya.
Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan cairan lebih banyak sehingga berat badan mudah meningkat tanpa disadari dalam jangka panjang.
Selain itu, garam berlebih juga berperan dalam penumpukan lemak tubuh yang mempercepat risiko obesitas serta menurunkan kesehatan metabolik tubuh.
Gantilah makanan olahan dengan sumber protein segar seperti tahu, ikan, atau tempe agar lebih sehat sekaligus membantu mengendalikan berat badan.
7. Soda
Soda adalah minuman tinggi gula yang dapat membuat berat badan cepat naik, sekaleng soda mengandung gula hingga 39 gram.
Jumlah ini setara dengan 78 persen kebutuhan gula harian, belum termasuk tambahan gula dari makanan atau minuman lain yang dikonsumsi.
Konsumsi soda berlebihan dapat menyebabkan akumulasi lemak tubuh terutama di perut sehingga memicu obesitas.
Mengganti soda dengan air putih atau infused water adalah langkah sederhana yang sangat efektif untuk menjaga berat badan tetap stabil.
8. Jus Kemasan
Jus kemasan terlihat sehat, tetapi biasanya memiliki tambahan gula tinggi dan rendah serat sehingga berpotensi menyebabkan obesitas bila dikonsumsi rutin.
Berbeda dengan buah segar, jus kemasan tidak memberi rasa kenyang tahan lama sehingga membuat seseorang mudah lapar kembali.
Akibatnya, konsumsi jus kemasan berlebihan hanya menambah asupan gula tanpa memberikan manfaat gizi yang cukup seimbang.
Untuk lebih sehat, pilih buah utuh atau buat jus segar tanpa tambahan gula agar manfaat serat tetap maksimal.
9. Minuman Boba
Minuman boba mengandung gula tinggi dari susu, teh, serta butiran tapioka sehingga meningkatkan risiko obesitas apabila dikonsumsi terlalu sering.
Fruktosa pada minuman boba mencapai lebih dari 20 gram, jumlah yang cukup besar dan berbahaya jika dikonsumsi anak-anak.
Selain itu, butiran boba juga menambah kalori ekstra sehingga memperbesar potensi kenaikan berat badan secara cepat tanpa disadari.
Batasi konsumsi minuman boba hanya sesekali agar tidak memberi dampak buruk terhadap kesehatan maupun berat badan Anda.
10. Kopi Susu
Kopi hitam hampir tanpa kalori, tetapi tambahan gula, krimer, dan topping menjadikan kopi susu salah satu pemicu obesitas cukup besar.
Satu sajian kopi susu dengan krim dapat menambah lebih dari 100 kalori, angka signifikan bila dikonsumsi setiap hari secara rutin.
Konsumsi berlebihan akan memicu penumpukan kalori dalam tubuh, yang akhirnya meningkatkan risiko obesitas serta penyakit kronis berbahaya.
Untuk lebih aman, pilih kopi hitam tanpa tambahan atau gunakan susu rendah lemak dengan sedikit gula sebagai alternatif sehat.
Makanan dan minuman penyebab obesitas sering kali terlihat sepele, padahal jika dikonsumsi berlebihan bisa berdampak besar pada kesehatan tubuh.
Obesitas tidak hanya soal penampilan, tetapi juga menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.
Menjaga pola makan seimbang, mengatur porsi, serta memilih makanan lebih sehat akan membantu mengendalikan berat badan ideal.
Selain itu, olahraga teratur, istirahat cukup, dan gaya hidup aktif adalah kunci utama menjaga tubuh tetap sehat bugar.
Dengan menghindari makanan pemicu obesitas, Anda bisa mencegah berbagai risiko penyakit serius sekaligus menjaga kualitas hidup jangka panjang. (*)
Gedung Sekolah Rakyat Tanjungpinang yang terletak di Jalan Borobudur. F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Petugas jaga Sekolah Rakyat (SR) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau dirawat di Rumah Sakit usai diduga dikeroyok oleh oknum guru sekolah tersebut.
Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Kamis (2/10) malam. Satpam berinisial B tersebut dikabarkan mengalami luka bagian kepala, usai mengalami aksi pengeroyokan tersebut.
“Iya benar, tapi laporannya di Polres,” kata Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Missyamsu Alson kepada Batam Pos, Jumat (3/10) malam.
Kendati demikian, ia enggan membeberkan kronologis tersebut. Yang jelas, kata dia kejadian tersebut terjadi pada Kamis malam.
Sementara menurut informasi yang dihimpun, petugas jaga tersebut merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tanjungpinang.
Pengeroyokan itu terjadi karena korban diduga menjual rokok kepada murid.. Hal itu langsung menimbulkan kan kemarahan guru, yang menuai percekcokan, hingga terjadinya pengeroyokan.
Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim menyampaikan bahwa sejauh ini ia belum menerima laporan, terkait ada anggotanya yang dikeroyok oleh guru.
“Saya belum dapat laporan dari Kabid tentang itu (pengeroyokan),” singkat Abdul. (*)
Kondisi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar terus digali lebih dalam. Setelah menetapkan tujuh tersangka, penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri kini memburu jejak aliran dana hingga ke rekening pribadi para pelaku.
Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, menyebut sebagian dana proyek ditarik tunai dari rekening perusahaan ke rekening pribadi. “Yang sudah kami sita baru aset milik PPK. Aset lainnya masih kami lacak,” kata Silvester, Jumat (3/10).
Kapal penyidikan belum berlabuh. Tim masih menyisir bukti-bukti tambahan. Bahkan, peluang munculnya tersangka baru masih terbuka lebar. “Tergantung alat bukti. Jika kuat, tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka,” tegasnya.
Sebelumnya, rumah dan kantor salah satu pejabat BP Batam berinisial F sempat digeledah. Namun hingga kini statusnya masih sebagai saksi. “Pemeriksaan terhadap F masih bersifat klarifikasi. Belum ada petunjuk kuat ke arah pidana,” tambah Silvester.
Kasus ini membongkar sisi gelap proyek strategis bernilai Rp75 miliar yang mandek di tengah jalan. Hasil penyidikan dan audit BPK menemukan kerugian negara mencapai lebih dari Rp30 miliar. Padahal, anggaran sudah dibayarkan Rp63 miliar meski pekerjaan nyaris tak tampak.
Fakta di lapangan memperlihatkan kondisi memprihatinkan. Tak ada dermaga megah yang dijanjikan, hanya tumpukan kontainer, besi-besi proyek berserakan, dan laporan fiktif.
Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka: AM (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK BP Batam), IMA (Kuasa Konsorsium Penyedia), IMS (Komisaris PT Indonesia Timur Raya), ASA (Dirut PT Marinda Utama Karya Subur), AHA (Dirut PT Duri Rejang Berseri), IRS (Direktur Konsultan Perencana PT Teralis Erojaya), NFU (Tim Pelaksana Penyedia).
Modusnya beragam, dari laporan kemajuan fiktif, pembagian fee tanpa pekerjaan, hingga penyerahan data rahasia proyek dengan imbalan uang. Aliran dana dari PT Indonesia Timur Raya diduga digunakan untuk kepentingan pribadi para pelaku.
Tak hanya dokumen dan komputer, penyidik juga menyita logam mulia dan uang tunai sebagai barang bukti.
Penangkapan dilakukan lintas wilayah, dari Batam, Jakarta, hingga Bali. Polda Kepri memastikan kasus ini melibatkan jaringan korupsi yang tidak kecil.
“Kasus ini kompleks. Butuh waktu dan ketelitian. Tapi kami pastikan semua yang terlibat tidak akan lolos,” ujar Silvester.
Alih-alih memperkuat Batam sebagai hub logistik nasional, proyek Dermaga Utara justru menjadi simbol kegagalan tata kelola proyek. Masyarakat tidak mendapatkan manfaat yang dijanjikan, sementara uang negara melayang puluhan miliar rupiah. Harapan warga untuk menikmati infrastruktur logistik nasional pupus, diganti tumpukan kerugian dan rasa kecewa. (*)
Kepala BNN RI Komjen Marthinus Hukom, bersama TNI Polri, Bea Cukai, dan tamu undangan saat memberikan keterangan desk pemberantasan narkoba operasi bersama BNN RI, Bea Cukai, TNI Polri yang berhasil menggagalkan penyelundupan 2 ton narkotoka jenis sabu saat rilis di pelabuhan Dermaga Bea Cukai Tanjunguncang. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya menerima pelimpahan barang bukti utama berupa kapal tanker dalam kasus penyelundupan sabu seberat dua ton yang sempat menghebohkan Batam dan nasional. Kapal tersebut kini resmi berada di tangan kejaksaan dan siap disertakan dalam proses persidangan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
“Kami baru menerima barang bukti kapal. Insyaallah minggu depan sudah kami limpahkan ke pengadilan,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Batam, Iqram Syahputra, Jumat (3/10).
Kapal yang sebelumnya dalam kondisi rusak itu telah diperbaiki agar dapat dipindahkan dan dihadirkan sebagai barang bukti di pengadilan. Kapal ini merupakan sarana utama dalam upaya penyelundupan dua ton sabu oleh jaringan internasional yang digagalkan aparat gabungan pada Mei lalu.
Saat ini, tim jaksa penuntut umum tengah menyusun surat dakwaan. Iqram menyebut, sekitar lima orang jaksa akan diturunkan untuk menangani sidang besar ini. “Kami juga sedang mempersiapkan kelengkapan administrasi lainnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Kejari Batam telah menerima pelimpahan tahap II dari penyidik BNN RI, termasuk enam tersangka yang kini resmi menjadi tahanan kejaksaan. Mereka adalah RHT (46), LCS (39), HS (54), FR (25), TL (34), dan WP (31). Para tersangka dijerat dengan pasal berat terkait narkotika, termasuk Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Narkotika.
Selain kapal tanker, barang bukti lain yang sudah diserahkan ke jaksa mencakup enam paspor, buku pelaut, delapan unit ponsel, satu tablet, kartu ATM, serta uang tunai dalam mata uang asing. Adapun sabu seberat 1.995.130 gram diserahkan sebagai penyisihan dari total dua ton barang bukti awal.
Sabu dalam jumlah fantastis itu disita aparat saat kapal tanker bersandar di Dermaga Bea dan Cukai Tanjungucang, Kecamatan Batuaji, Batam, pada 21 Mei lalu. Penangkapan ini disebut sebagai salah satu pengungkapan narkoba terbesar di Indonesia tahun ini.
Seluruh tersangka dipastikan dalam kondisi sehat dan telah mendapat pendampingan hukum. Jika tidak ada kendala, kasus besar ini segera digelar di meja hijau dalam waktu dekat. (*)
Lapak pedagang buah di Pasar Tarempa, Siantan. Harga buah di Anambas kerap mahal karena dipasok dari luar daerah. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Harga buah-buahan di Kabupaten Kepulauan Anambas kian meroket lantaran seluruh pasokan masih bergantung dari luar daerah. Buah yang beredar di pasaran sebagian besar didatangkan dari Pontianak, Batam, hingga Bintan.
Jenis buah yang masuk pun beragam, mulai dari apel, jeruk, mangga, semangka, hingga anggur. Namun, karena tidak ada hasil panen dari petani lokal, harga buah di wilayah perbatasan ini jauh lebih mahal dibandingkan daerah lain.
Contohnya, jeruk sunkis dan apel dijual Rp5 ribu per biji. Anggur moscat bahkan dipatok Rp80 ribu hanya untuk setengah kilogram. Sementara itu, harga semangka lokal dibanderol Rp10 ribu per kilo, dan semangka kiriman dari luar mencapai Rp15 ribu per kilo.
“Alhamdulillah meski mahal, tetap ada pembeli setiap hari. Kalau ramai bisa sampai 15 orang beli,” ujar Helmi, pedagang buah di Tarempa, Jumat (3/10).
Helmi mengakui harga tinggi dipicu mahalnya ongkos kirim serta rantai distribusi yang panjang. Buah tidak langsung didatangkan dari petani, melainkan melalui penampung sehingga harga semakin melambung.
“Harga jauh berbeda karena ongkos kirim mahal. Belum lagi kita ambil dari penampung, bukan petani. Jadi otomatis naik,” tegasnya.
Sementara itu, Jaya, salah seorang warga yang gemar mengonsumsi buah, mengaku keberatan dengan tingginya harga. Menurutnya, masyarakat harus mengurangi jumlah belanja buah karena tidak sanggup membeli rutin.
“Kadang mau beli apel atau anggur jadi mikir-mikir lagi. Terlalu mahal,” keluhnya.
Jaya berharap pemerintah bisa mencari solusi agar harga lebih terjangkau, misalnya dengan menekan biaya distribusi atau mendorong petani lokal menanam buah. Dengan begitu, warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar.
“Kalau bisa petani lokal diberdayakan. Jadi kita tak melulu ketergantungan pasokan dari luar daerah,” tambahnya. (*)