Kantor BKPSDM Kabupaten Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Kasus dugaan depresi yang dialami seorang dokter umum berinisial Ev di RSUD Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini resmi ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Dokter Ev sebelumnya telah dibebastugaskan selama sekitar 1,5 tahun terakhir, karena dikhawatirkan kondisi emosionalnya dapat membahayakan pasien.
Dari laporan internal, dokter tersebut diduga mengalami gejala depresi dan sering menunjukkan perilaku tidak stabil di tempat kerja, seperti melamun dan marah-marah tanpa sebab jelas.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Penilaian Kinerja, dan Penghargaan BKPSDM Anambas, Dony Warjianto, membenarkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini.
“Tim pemeriksa terdiri dari unsur BKPSDM, Inspektorat, Dinas Kesehatan, dan manajemen RSUD Tarempa,” kata Dony kepada Batam Pos, Senin (13/10).
Namun hingga kini, pemeriksaan belum bisa dilakukan karena dokter Ev masih berada di luar Anambas.
“Terakhir, yang bersangkutan mengirimkan surat keterangan sakit dari RS Awal Bros Batam. Jadi kami menunggu dia pulang untuk pemeriksaan,” ujar Dony.
Dari hasil investigasi sementara, dokter Ev tercatat tidak masuk kerja selama 60 hari pada periode Januari–Juni 2025. Jumlah itu tergolong pelanggaran berat berdasarkan aturan kepegawaian.
Sementara itu, Direktur RSUD Tarempa Rini Gumalasari menyebut dokter Ev sudah dibebastugaskan sejak 1,5 tahun lalu karena alasan kesehatan mental.
“Pembinaan internal sudah dilakukan, namun kondisinya tidak kunjung membaik,” ujarnya.
BKPSDM juga telah menerima hasil sidang kode etik RSUD Tarempa yang digelar pada 1 September 2025 lalu, berisi rekomendasi pemberhentian dokter Ev dari jabatannya.
“Surat dari RSUD kami terima hari ini, dan Dinas Kesehatan juga mengirim surat tertanggal 11 Oktober dengan rekomendasi yang sama,” jelas Dony.
Meski begitu, BKPSDM belum menerima laporan masyarakat terkait pasien yang menjadi korban selama dokter Ev bertugas.
“Belum ada laporan dari masyarakat, mudah-mudahan memang tidak ada,” katanya.
Dony memastikan pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.
“Kami akan memproses dengan objektif agar publik mengetahui hasil akhirnya,” pungkasnya. (*)
Kondisi mobil Wuling BP 1834 FT yang terparkir berbulan-bulan di Jalan Bintan Center Tanjungpinang, Kamis (9/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Sebuah mobil SUV Wuling warna putih yang terparkir berbulan-bulan di bahu Jalan Bintan Center (Bincen), Kota Tanjungpinang, akhirnya terungkap merupakan hasil tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor.
Mobil tersebut diketahui milik AS (inisial), warga Tiban, Kota Batam, yang kehilangan kendaraannya di parkiran One Mall Batam pada 29 Desember 2024. Kasus kehilangan itu telah dilaporkan ke Polsek Batam Kota sejak akhir tahun lalu.
“Mobil tersebut hilang di parkiran One Mall Batam. Jadi kejadiannya hampir setahun yang lalu. Saat ini mobilnya sudah dibawa ke Polsek Batam Kota,” ujar Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi, Senin (13/10).
Hamam menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai mobil putih yang terparkir terlalu lama di tepi jalan dan mencurigakan karena tidak pernah dipindahkan.
“Setelah ditelusuri, ternyata mobil yang terparkir berbulan-bulan di Jalan Bincen tersebut adalah hasil kejahatan,” jelasnya.
Polisi yang mendatangi lokasi kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan itu. Dari dalam mobil, petugas menemukan dua kunci dan satu STNK, yang menjadi petunjuk awal dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kita akan kembangkan dari petunjuk yang ada. Untuk pelaku kejahatan, kami bantu Polsek Batam Kota melakukan pencarian di wilayah Tanjungpinang,” sambung Hamam.
Warga sekitar mengaku mobil tersebut telah terparkir tak terurus sekitar tiga bulan dan sering mengganggu arus lalu lintas, terutama di area u-turn yang digunakan pengendara untuk berputar arah.
“Mobil itu bikin susah lewat karena posisinya dekat putaran. Sudah lama juga nggak dipindah-pindah,” ujar salah satu warga sekitar. (*)
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang Wijaya saat menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 23 Batu Aji, Senin (13/10) pagi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang Wijaya, ajak para pelajar untuk menjauhi narkoba dan berperan aktif menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pesan itu disampaikan saat dirinya menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 23 Batu Aji, Senin (13/10) pagi.
Dalam amanatnya, Kapolsek menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif. Ia meminta para siswa agar fokus pada pendidikan dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak masa depan, termasuk narkoba dan pergaulan bebas.
“Sekali terjerumus narkoba, akan sulit untuk keluar. Jauhi narkoba dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus menjaga diri dan lingkungan dari pengaruh buruk,” tegas AKP Raden Bimo di hadapan ratusan siswa.
Selain memberikan pesan moral, Kapolsek juga mengingatkan pentingnya disiplin dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari karakter pelajar. Ia berharap siswa SMA Negeri 23 dapat menjadi contoh dalam menjaga ketertiban di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
Upacara bendera yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh para guru, staf, dan seluruh siswa. Kapolsek juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang kuat dan berakhlak. “Kamtibmas yang kondusif bisa terwujud kalau semua pihak ikut berperan. Mulailah dari hal kecil, seperti disiplin dan menghormati sesama,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 23, Sarimin Adang, mengapresiasi langkah Polsek Batuaji yang aktif memberikan pembinaan kepada pelajar. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi sarana efektif menanamkan nilai kedisiplinan dan kesadaran hukum di kalangan siswa.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 08.15 WIB itu ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara Kapolsek, guru, dan siswa. Seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menjaga Kamtibmas di wilayah Batuaji. (*)
Vice President Biznet I Gede Novrada Budiarta memaparkan perkembangan Biznet selama 25 tahun. f. Eusebius Sara
batampos— Memasuki usia 25 tahun, Biznet semakin mempertegas komitmennya dalam memperluas jaringan digital di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Sebagai salah satu pelopor layanan Internet berkecepatan tinggi, Biznet terus menghadirkan inovasi dan infrastruktur modern untuk menjembatani kesenjangan digital antarwilayah.
President Director Biznet Adi Kusma menyampaikan, perjalanan seperempat abad Biznet bukan hanya soal membangun jaringan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. “Kami ingin seluruh masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah kepulauan, bisa menikmati layanan Internet cepat dan stabil. Inovasi dan pemerataan akses menjadi komitmen kami,” ujarnya.
Langkah besar Biznet diwujudkan melalui pembangunan jaringan kabel fiber optik bawah laut di Pulau Jawa yang menghubungkan Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Infrastruktur ini menjadi bagian dari proyek Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2) yang nantinya akan menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
Vice President Biznet I Gede Novrada Budiarta menegaskan, wilayah Kepri menjadi fokus pengembangan berikutnya. “Kami sedang melakukan survei untuk ekspansi jaringan di seluruh Kepri. Di Batam sendiri, kami sudah menyiapkan tiga jalur berbeda yang mengelilingi seluruh pulau. Hanya tinggal menunggu waktu sampai semua area tercover jaringan Biznet,” ujarnya.
Sementara itu, Norwin Tanu, Regional Manager Biznet, mengungkapkan penetrasi pengguna Biznet di Batam sudah mencapai lebih dari 20 persen. “Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Batam terhadap layanan kami sangat baik. Ke depan, fokus kami adalah membuat seluruh kelurahan di Batam terjangkau layanan Biznet,” jelasnya.
Norwin menambahkan, Biznet memiliki sembilan kantor cabang di Batam untuk memperkuat pelayanan dan kedekatan dengan pelanggan. “Kami ingin memastikan ketika pelanggan mengalami gangguan, tanggapan kami cepat. Kami juga menyiapkan sistem back-up yang memadai agar layanan Internet tetap andal kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Selain fokus ekspansi di Kepri, Biznet juga terus berkomitmen pada tanggung jawab sosial melalui pemberian akses Internet gratis bagi masyarakat sekitar area Biznet MarinePOP di berbagai daerah. Program ini menjadi wujud nyata pemerataan akses digital di Indonesia.
Adi Kusma menutup dengan menyampaikan apresiasi kepada pelanggan dan mitra yang telah mendukung perjalanan Biznet selama 25 tahun. “Dukungan masyarakat adalah energi kami untuk terus berinovasi. Biznet akan selalu hadir dengan layanan dan infrastruktur terbaik demi masa depan digital Indonesia,” ujarnya. (*)
batampos – Pembahasan terkait Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026 akan mulai digelar Selasa (14/10) besok. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan pertemuan akan dilakukan bersama Dewan Pengupahan di kantor Disnaker Batam.
“Besok kita ada pembahasan bersama Dewan Pengupahan di kantor Disnaker,” ujar Nurul, Senin (13/10).
Menurutnya, agenda utama rapat kali ini adalah membahas data inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai acuan awal dalam menentukan besaran kenaikan UMK Batam 2026. Pertemuan akan dihadiri perwakilan serikat pekerja, termasuk dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
“Kalau yang hadir semua, termasuk dari serikat FSPMI, kami mulai rapat sekitar pukul 09.30 WIB,” jelasnya.
Terkait adanya wacana kebijakan pemerintah pusat yang disebut akan menaikkan UMK secara merata di seluruh Indonesia sebesar 6,5 persen, Nurul menyebut pihaknya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh.
“Saya akan pelajari dulu. Untuk saat ini rujukan kita masih pada data pertumbuhan ekonomi dan inflasi sesuai aturan yang berlaku,” kata Nurul.
Ia menegaskan, penetapan UMK tidak bisa diputuskan sepihak oleh Disnaker, melainkan harus melalui mekanisme pembahasan bersama Dewan Pengupahan yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
“Besok kita rapatkan dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafky Rasid, sebelumnya menegaskan bahwa penetapan UMK tetap harus mengikuti mekanisme dan formula yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan.
“Penentuan nilai UMK juga sudah ada formulasi resmi dari pemerintah, yang mengacu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Rafky di Batam.
Menurut Rafky, data inflasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama yang mencerminkan kemampuan riil dunia usaha dalam menyesuaikan upah. Dengan melihat tingkat inflasi di Batam yang relatif rendah tahun ini, ia memperkirakan kenaikan UMK 2026 tidak akan terlalu besar.
“Inflasi ini ukuran naiknya biaya hidup masyarakat. Kalau inflasi rendah, maka kenaikan biaya hidup juga rendah. Jadi wajar kalau kenaikan upah minimum nantinya juga tidak terlalu tinggi,” jelasnya.
Rafky menilai, pemerintah daerah dan serikat pekerja perlu memahami bahwa kondisi ekonomi global dan nasional saat ini masih menantang. Banyak sektor industri di Batam, terutama manufaktur, masih berupaya pulih pascapandemi dan menghadapi tekanan biaya produksi yang meningkat.
“Dunia usaha sedang beradaptasi dengan berbagai perubahan, mulai dari biaya logistik, bahan baku, hingga penyesuaian pasar ekspor. Kalau kenaikan upah dilakukan terlalu tinggi, bisa berdampak ke efisiensi perusahaan,” terangnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemerintah mempertimbangkan tingkat pengangguran terbuka di Batam dan Kepri yang masih cukup tinggi dibandingkan daerah lain.
“Kalau upah minimum naik terlalu tinggi, dampaknya justru bisa meningkatkan angka pengangguran. Pengusaha akan menekan biaya dengan mengurangi tenaga kerja, sehingga lapangan pekerjaan malah menyempit,” katanya.
Rafky menjelaskan, apabila tekanan biaya tenaga kerja terus meningkat, industri manufaktur dikhawatirkan akan beralih dari sistem padat karya ke padat modal, dengan menggantikan sebagian tenaga kerja menggunakan robot industri atau teknologi otomatisasi.
“Kalau ini terjadi, akan makin sedikit lapangan pekerjaan untuk pekerja yang belum memiliki keterampilan tinggi. Industri akan lebih memilih investasi di mesin dan robot karena lebih efisien dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut justru bisa berdampak negatif terhadap pekerja muda dan lulusan baru di Batam yang sedang mencari pekerjaan.
“Kita khawatir jika upah terus naik tanpa mempertimbangkan kondisi industri, justru akan semakin sulit bagi anak-anak muda kita untuk mendapatkan pekerjaan. Karena itu, kenaikan upah harus rasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rafky menilai pentingnya pemerintah konsisten dalam menerapkan formula upah yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan agar keputusan penetapan UMK tidak lagi didasarkan pada kebijakan ad hoc atau instruksi politik seperti tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu formula upah minimum tidak digunakan karena ada instruksi presiden, sebaiknya tahun ini kita kembali ke aturan. Karena itu sudah menjadi ketetapan hukum yang seharusnya dipatuhi semua pihak,” jelasnya.
Ia menilai kepatuhan terhadap aturan hukum pengupahan akan memberikan kepastian bagi investor dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap kebijakan pemerintah daerah.
“Kalau aturan sering diabaikan, investor bisa kehilangan kepercayaan terhadap kepastian hukum di Indonesia. Itu justru bisa menurunkan minat investasi dan berdampak pada ekonomi Batam sendiri,” ujarnya.
Rafky berharap, semua pihak, baik pengusaha, pekerja, maupun pemerintah dapat duduk bersama secara objektif dan mengedepankan data dalam menentukan besaran kenaikan UMK 2026.
“Tujuan akhirnya adalah menjaga keseimbangan. Upah memang harus naik, tapi kenaikannya juga harus memperhatikan kemampuan dunia usaha dan kondisi ekonomi secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)
Pembukaan Apindo Kepri Gold Tournament. Foto. Apindo untuk Batam Pos
batampos– Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri menggelar Apindo Kepri Gold Tournament di Palm Spring Golf Club, Batam, Sabtu (11/10) kemarin. Turnamen olahraga sekaligus ajang pariwisata ini diikuti sekitar 200 pegolf dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah peserta internasional.
Turnamen tersebut memperebutkan total hadiah senilai miliaran rupiah, termasuk satu unit rumah, dua unit mobil listrik, dan uang tunai ratusan juta rupiah untuk hadiah hole in one. Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah lucky draw dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPN Apindo, Eddy Hussy, yang juga melakukan pemukulan bola asap bersama Ketua Apindo Kepri, Stanly Rocky, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid dan perwakilan sponsor dari Mataka. Setelah seremoni pembukaan, tee off dimulai pukul 12.30 WIB.
Dalam sambutannya, Eddy Hussy menyampaikan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wadah mempererat hubungan antar pengusaha serta mendukung promosi pariwisata Batam.
“Kami berterima kasih kepada seluruh golfer, sponsor, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” katanya.
Rangkaian kegiatan berlanjut hingga malam hari dengan gala dinner yang menampilkan hiburan musik dari live band, DJ, dan atraksi fire juggling. Pada kesempatan itu juga diumumkan para pemenang dan dilakukan pembagian hadiah lucky draw.
Selain kompetisi, turnamen ini juga diwarnai aksi sosial. Para peserta dan Apindo memberikan donasi senilai Rp20 juta kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Batam yang diterima langsung oleh Ketua PMI Batam, Sri Soedarsono.
Ketua Apindo Kepri, Stanly Rocky, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. “Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi pengusaha di Kepri terus hidup dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menambahkan, kegiatan ini dirancang untuk membangun keakraban dan memperkuat jejaring antar pelaku usaha.
“Turnamen golf ini bukan hanya untuk olahraga, tapi juga memberi dampak ekonomi, khususnya bagi sektor pariwisata, hotel, dan restoran. Kami (Apindo) berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Batam dari berbagai sektor,” katanya. (*)
Jalan Ahmad Yani Mukakuning yang sudah lebar jadi lima lajur. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Kabar gembira datang bagi masyarakat Batam. Proyek pelebaran Jalan Ahmad Yani dari Simpang Kepri Mall hingga Simpang Panbil, Mukakuning, akhirnya rampung dikerjakan. Jalan utama yang kini memiliki lima lajur tersebut terlihat lebih lapang, rapi, dan nyaman dilalui. Arus lalu lintas pun mulai lancar setelah sebelumnya sempat padat akibat proses pengerjaan.
Pantauan di lapangan, Senin (13/10), menunjukkan kendaraan dari arah Batam Center menuju Mukakuning dan sebaliknya kini dapat melaju tanpa hambatan berarti. Rambu lalu lintas baru telah terpasang di sejumlah titik, sementara marka jalan yang jelas mempertegas pembagian jalur untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Penyelesaian proyek ini menjadi angin segar bagi pengguna jalan yang selama ini harus bersabar menghadapi kemacetan dan kondisi jalan bergelombang. “Sebelumnya macet dan berdebu, apalagi jam berangkat kerja. Sekarang jalannya sudah bagus dan luas, jadi lebih cepat sampai tujuan,” ujar Doni, pengendara asal Sagulung yang melintas setiap hari.
Pelebaran Jalan Ahmad Yani merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalur penghubung pusat kota dengan kawasan industri Mukakuning. Dengan lima lajur, kapasitas jalan meningkat signifikan dan mampu menampung volume kendaraan yang terus bertambah setiap tahunnya.
Sementara itu, masyarakat Batuaji dan Sagulung menyambut positif hasil proyek ini, sekaligus berharap pelebaran serupa segera dilanjutkan hingga ke ruas jalan Mukakuning–Tembesi. Jalur tersebut selama ini dikenal rawan macet dan sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang masih dua lajur dan kontur tidak rata.
“Kalau bisa pelebarannya diteruskan ke arah Tembesi, biar arus kendaraan industri dan warga tidak menumpuk. Jalan itu sudah lama sempit, padahal ramai sekali setiap pagi dan sore,” ujar Sinta, warga Batuaji.
Harapan warga tersebut juga didasari kenyataan bahwa ruas Mukakuning–Tembesi merupakan jalur vital penghubung kawasan industri dengan pemukiman padat. Setiap sore, kendaraan pekerja dan kendaraan berat sering menimbulkan antrean panjang di kawasan Dam hingga Bukit Daeng. Selain macet, tanjakan dan turunan yang curam kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
Masyarakat berharap keberhasilan pelebaran Jalan Ahmad Yani menjadi contoh bagi proyek berikutnya. Mereka menilai pelebaran jalan hingga lima lajur merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan kawasan industri dan pemukiman di Batam bagian selatan. “Kalau semua jalur utama sudah lebar dan rata, perjalanan jadi lebih cepat, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan,” tutup Sinta. (*)
Petugas Damkar dibantu guru berusaha mengeluarkan kepala murid TK Pembina yang tersangkut di kursi. F. Matari Hasibuan untuk Batam Pos.
batampos – Kejadian mendebarkan terjadi di Tarempa, Senin (13/10), ketika seorang murid TK Pembina terjepit kepalanya di sela-sela kursi saat bermain di dalam kelas.
Suasana sekolah mendadak panik. Anak tersebut menangis kesakitan sementara para guru berusaha menolong, namun kepala sang anak tetap tidak bisa dikeluarkan.
Guru yang berada di kelas kemudian segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Anambas untuk meminta pertolongan.
Tak lama berselang, tim Damkar tiba di lokasi dengan membawa peralatan lengkap untuk evakuasi darurat.
Sekretaris Damkar Anambas, Matari Hasibuan, mengatakan insiden itu murni terjadi karena kelalaian anak-anak saat bermain.
“Mereka bercanda di kelas hingga tanpa sadar kepala salah satu murid masuk ke sela kursi,” ujarnya.
Saat tim tiba, anak tersebut sudah tampak gelisah dan menangis karena lehernya terasa sakit. Petugas langsung mengambil tindakan cepat menggunakan martil dan obeng untuk membongkar bagian kursi yang menjepit kepala sang anak.
“Alhamdulillah, sekitar 15 menit kemudian kepala anak itu berhasil dikeluarkan dengan selamat. Tidak ada luka serius, hanya sedikit kemerahan di bagian leher,” kata Matari.
Ia menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi guru untuk selalu mengawasi anak-anak usia TK yang aktif dan memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Matari juga mengapresiasi guru TK Pembina yang sigap menghubungi Damkar tanpa panik berlebihan.
“Tindakan cepat guru sangat membantu kami agar evakuasi bisa dilakukan tepat waktu,” tambahnya.
Setelah evakuasi selesai, anak tersebut langsung diperiksa kondisinya oleh guru dan orang tua yang datang ke sekolah. Setelah dipastikan aman, anak pun kembali tenang.
Sebagai penutup, Matari mengimbau agar sekolah dan orang tua lebih berhati-hati dalam menyediakan fasilitas bermain untuk anak-anak.
“Pastikan tidak ada celah sempit pada kursi, meja, atau mainan yang bisa menjepit kepala atau anggota tubuh. Keselamatan anak harus jadi prioritas,” tegasnya. (*)
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra . Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – BP Batam belum memiliki rencana untuk membuka kembali kantor perwakilannya di Singapura yang sempat ditutup pada masa kepemimpinan sebelumnya. Meski begitu, hubungan kerja sama dan komunikasi antara Batam dan Singapura disebut tetap berjalan dengan baik.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan, meskipun kantor tersebut tidak lagi beroperasi, pihaknya tetap aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di Singapura, terutama terkait promosi investasi dan penguatan hubungan ekonomi lintas batas.
“Sekarang kantor di sana (Singapura) tidak operasional. Tapi hubungan ke sana, delegasi ke sana tetap berjalan baik,” katanya, beberapa waktu lalu.
Ia tidak menutup kemungkinan kantor tersebut bisa dibuka kembali di masa mendatang. Tetapi, untuk saat ini, BP Batam memilih memaksimalkan komunikasi langsung tanpa perlu kehadiran fisik kantor perwakilan.
“Saya berpandangan kantor ini bisa saja kami buka. Tapi kita bisa dengan bolak-balik saja ke sana untuk mengomunikasikan kebijakan kita,” katanya.
Menurut dia, sejauh ini belum ada kebijakan atau agenda khusus yang mengarah pada pembukaan kembali kantor BP Batam di Singapura. “Sampai hari ini, kita belum berencana untuk membuka kembali kantor itu,” tambahnya.
Sebelumnya, kantor BP Batam di Singapura sempat dianggap memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan Batam-Singapura, mengingat banyaknya aktivitas investasi, perdagangan, dan pariwisata yang melibatkan kedua wilayah tersebut. Akan tetapi, keberadaannya dinonaktifkan pada masa kepemimpinan Kepala BP Batam sebelumnya, Muhammad Rudi.
Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menilai keberadaan kantor perwakilan di luar negeri tidak lagi terlalu dibutuhkan di era digital saat ini. Investor lebih banyak memanfaatkan kanal daring untuk memperoleh informasi tentang peluang investasi.
“Kalau menurut saya, ya, tak perlu juga ada kantor perwakilan di Singapura. Karena biasanya investor akan lebih memilih mengakses informasi seputar investasi melalui kanal online,” ujar dia.
Rafki menilai, langkah yang lebih efektif justru memperkuat kapasitas dan kreativitas tim promosi investasi BP Batam. “Penguatan sebaiknya dilakukan pada tim promosi investasi BP Batam, agar bisa mengemas promosi investasi biar lebih menarik investor lebih banyak,” tambahnya. (*)
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra . Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – BP Batam belum memiliki rencana untuk membuka kembali kantor perwakilannya di Singapura yang sempat ditutup pada masa kepemimpinan sebelumnya. Meski begitu, hubungan kerja sama dan komunikasi antara Batam dan Singapura disebut tetap berjalan dengan baik.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan, meskipun kantor tersebut tidak lagi beroperasi, pihaknya tetap aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di Singapura, terutama terkait promosi investasi dan penguatan hubungan ekonomi lintas batas.
“Sekarang kantor di sana (Singapura) tidak operasional. Tapi hubungan ke sana, delegasi ke sana tetap berjalan baik,” katanya, beberapa waktu lalu.
Ia tidak menutup kemungkinan kantor tersebut bisa dibuka kembali di masa mendatang. Tetapi, untuk saat ini, BP Batam memilih memaksimalkan komunikasi langsung tanpa perlu kehadiran fisik kantor perwakilan.
“Saya berpandangan kantor ini bisa saja kami buka. Tapi kita bisa dengan bolak-balik saja ke sana untuk mengomunikasikan kebijakan kita,” katanya.
Menurut dia, sejauh ini belum ada kebijakan atau agenda khusus yang mengarah pada pembukaan kembali kantor BP Batam di Singapura. “Sampai hari ini, kita belum berencana untuk membuka kembali kantor itu,” tambahnya.
Sebelumnya, kantor BP Batam di Singapura sempat dianggap memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan Batam-Singapura, mengingat banyaknya aktivitas investasi, perdagangan, dan pariwisata yang melibatkan kedua wilayah tersebut. Akan tetapi, keberadaannya dinonaktifkan pada masa kepemimpinan Kepala BP Batam sebelumnya, Muhammad Rudi.
Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menilai keberadaan kantor perwakilan di luar negeri tidak lagi terlalu dibutuhkan di era digital saat ini. Investor lebih banyak memanfaatkan kanal daring untuk memperoleh informasi tentang peluang investasi.
“Kalau menurut saya, ya, tak perlu juga ada kantor perwakilan di Singapura. Karena biasanya investor akan lebih memilih mengakses informasi seputar investasi melalui kanal online,” ujar dia.
Rafki menilai, langkah yang lebih efektif justru memperkuat kapasitas dan kreativitas tim promosi investasi BP Batam. “Penguatan sebaiknya dilakukan pada tim promosi investasi BP Batam, agar bisa mengemas promosi investasi biar lebih menarik investor lebih banyak,” tambahnya. (*)