Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 1026

Sampah ‘Menggunung’ di Gerbang TPU Seitemiang, Jalan Sepi Jadi Lokasi Pembuangan Liar

0
Sampah di jalan dekat Seitamiang. f. eusebius

batampos- Tumpukan sampah campuran kembali terlihat menggunung di gerbang Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Berbagai jenis sampah mulai dari sisa dapur, perabotan rumah tangga, limbah pasar hingga sampah dari tempat usaha seperti salon bercampur menjadi satu. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin hari semakin bertambah banyak, hingga meluber ke bahu jalan.

Dirman, seorang pedagang bunga di depan TPU Seitemiang, mengaku masalah ini bukan hal baru. Ia menyebut masyarakat dari berbagai tempat sengaja membuang sampah di lokasi tersebut pada malam hari.

“Ada yang pakai becak motor, ada juga yang pakai mobil pick up. Sudah sering saya lihat, mereka sengaja buang di malam hari,” ujar Dirman.

BACA JUGA: Jalan Rusak dan Sampah Menumpuk di Kaveling Baru, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Menurutnya, kondisi jalan yang sepi di malam hari menjadi alasan utama. Setelah pukul 18.00 WIB, kawasan itu nyaris tanpa aktivitas. “Kami jualan bunga paling sampai jam 6 sore. Kalau malam memang sepi dan tidak ada yang mantau. Jadi orang bebas buang sampah,” tambahnya.

Minimnya penerangan jalan juga memperburuk keadaan. Lampu jalan yang terbatas membuat orang tak canggung membuang sampah sembarangan. “Kalau malam gelap, jadi mereka makin berani,” kata Dirman.

Pantauan di lapangan, penumpukan sampah terjadi hampir di sepanjang ruas jalan menuju TPU. Sampah-sampah tersebut tidak hanya berasal dari warga sekitar, melainkan juga diduga dari pelaku usaha yang memanfaatkan kondisi sepi untuk membuang limbah usahanya secara ilegal.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, tidak menampik permasalahan ini. Ia mengaku bersama satgas kebersihan selalu melakukan penanganan, namun tumpukan sampah kembali muncul karena kebiasaan warga yang membuang sembarangan.

“Kita selalu bersihkan, tapi karena terus ada pembuangan liar, akhirnya menumpuk lagi,” ujarnya.

Syamsuddin berharap masyarakat memiliki kesadaran lebih dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas. “Kami minta masyarakat lebih peduli. Buanglah sampah di tempat yang sudah disediakan, jangan seenaknya di pinggir jalan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kelurahan akan menggencarkan kegiatan gotong royong setiap pekan. Syamsuddin menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya bersih dan tertib di tengah masyarakat. “Kalau gotong royong rutin, lingkungan bisa lebih terjaga. Mari kita kembalikan budaya hidup bersih itu,” katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sampah ‘Menggunung’ di Gerbang TPU Seitemiang, Jalan Sepi Jadi Lokasi Pembuangan Liar pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Cabai Merah di Tanjungpinang Makin ‘Pedas’, Tembus Rp88 Ribu per Kg

0
Pedagang cabai
Pedagang cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang. Harga cabai merah mengalami kenaikan, Selasa (23/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga cabai merah di pasar tradisional Bintan Center (Bincen), Kota Tanjungpinang terus melonjak tajam. Saat ini, cabai dijual pedagang dengan harga Rp88 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal sekitar Rp42 ribu per kilogram.

“Beberapa hari sempat Rp90 ribu per kg. Sekarang sudah Rp88 ribu. Ini masih tinggi, karena normalnya Rp42 ribu. Sementara cabai jenis lain masih normal,” kata Ahmad, pedagang cabai di Pasar Bincen, Selasa (23/9).

Ahmad menyebut cabai yang ia jual berasal dari petani lokal di Kabupaten Bintan. Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi.

Pedagang lain, Ali, mengaku menjual cabai merah seharga Rp86 ribu per kilogram. Ia mengatakan pasokan cabai dari Jawa juga terdampak ongkos kirim yang semakin mahal.

“Naiknya karena cuaca ekstrem. Lalu ongkos kirim juga tinggi, karena cabai yang saya jual ini berasal dari Jawa,” ujarnya.

Kenaikan harga ini membuat masyarakat merasa terbebani, terutama ibu rumah tangga yang mengandalkan cabai sebagai bumbu masakan sehari-hari.

“Cukup sedih sebenarnya, tapi ya sudah kalau memang seperti ini macam mana lagi. Ini sudah kebutuhan rumah,” keluh Erna, salah seorang pembeli di Pasar Bincen. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Harga Cabai Merah di Tanjungpinang Makin ‘Pedas’, Tembus Rp88 Ribu per Kg pertama kali tampil pada Kepri.

Sinta Aneng: PKK Wadah Pengabdian untuk Masyarakat Anambas

0
PKK Anambas
Bupati Anambas, Aneng memeluk istrinya, Sinta usai mengukuhkan kepengurusan PKK Anambas, Selasa, (23/9). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Sinta Aneng, meminta seluruh pengurus PKK untuk bekerja maksimal dalam menjalankan program kerja. Pesan itu ia sampaikan saat pengukuhan kepengurusan PKK Anambas periode 2025–2030, Selasa (23/9).

Sinta menegaskan PKK adalah organisasi yang lahir dari dan untuk masyarakat. Karena itu, pengurus yang baru saja dilantik diharapkan dapat mengabdi dengan sepenuh hati.

“PKK ini bukan sekadar nama organisasi, tetapi wadah pengabdian. Kalau kita niatkan dengan tulus, insyaAllah hasilnya akan terlihat nyata bagi masyarakat,” ujar Sinta.

Salah satu fokus utama PKK Anambas, kata Sinta, adalah penanganan stunting. Ia menekankan persoalan gizi anak-anak tidak boleh diabaikan karena menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Anak-anak kita adalah penerus bangsa. Jangan sampai masa depan mereka terhambat karena kurang gizi. PKK harus berada di garis depan, mulai dari memperhatikan pola makan, hingga edukasi bagi ibu-ibu,” tegasnya.

Selain urusan kesehatan, Sinta menilai PKK juga memiliki peran penting dalam membina keluarga sejahtera. Menurutnya, kunci keberhasilan dimulai dari keteladanan.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Kalau kita bisa membina keluarga sendiri dengan baik, otomatis masyarakat juga akan mencontoh,” ujarnya.

Sinta pun mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan agar PKK Anambas semakin maju.

Di sisi lain, Bupati Anambas, Aneng, juga memberikan arahan dalam acara tersebut. Ia meminta pengurus PKK agar selalu dekat dengan masyarakat.

“Jangan sampai PKK terkesan eksklusif. Pengurus harus mau turun, berbaur, dan merasakan langsung kebutuhan di lapangan,” ujar Aneng.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tubuh PKK agar program berjalan lancar. “Kalau di dalam kita kompak, maka keluar pasti kuat. Musuh di luar jelas terlihat, tapi kalau dari dalam itu yang berbahaya. Jadi jangan saling sikut,” pesannya.

Aneng juga menegaskan PKK harus fokus pada pengabdian, bukan kepentingan lain. Ia menolak praktik titip jabatan melalui istrinya sebagai Ketua PKK.

“Jangan ada pikiran nitip jabatan lewat istri saya. Semua urusan jabatan tetap melalui jalur resmi. PKK harus benar-benar untuk masyarakat,” tegasnya.

Dengan pengukuhan ini, kepengurusan PKK Anambas periode 2025–2030 diharapkan membawa semangat baru dalam program prioritas seperti penanganan stunting, peningkatan kesejahteraan keluarga, hingga pembinaan perempuan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Sinta Aneng: PKK Wadah Pengabdian untuk Masyarakat Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Jaksa Minta Penyidik Polda Kepri Masukkan TPPU, Kasus Mafia Tanah

0
Mafia Tanah Bintan
Polisi menggiring tersangka kasus pemalsuan sertifikat tanah di Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos– Kasus dugaan mafia sertifikat lahan palsu ternyata masih berproses di Kejaksaan Tinggi Kepri. Jaksa Peneliti belum menyatakan berkas yang telah berulang kali dikirim penyidik Polda Kepri lengkap.

Kasi A Pada Pidana Umum Kejati Kepri, Rian menjelaskan berkas yang dikirim penyidik Polda Kepri masih ditangan jaksa. Akan tetapi berkas tersebut dinilai masih ada yang kurang.

“Terkait berkas penyidikan dugaan sertifikat palsu memang masih di kami. Namun kami masih minta penyidik melengkapi,” kata Rian, Senin (22/9).

Menurut dia, secara umum hasil penyidikan memang sudah sesuai. Namun pihaknya berharap penyidik memasukan undang-undang tindak pidana pecucian uang dalam perkara tersebut.

“Jadi kami menunggu ini dilengkapi. Penyidik mengaku akan melengkapi proses ini,” terang Rian.

Dijelaskan Rian, dalam kasus ini kerugiaan para korban mencapai Rp 17 miliar lebih. Apabila tak disertakan dengan TPPU, maka kasihan para korban.

“Jadi yang disita kemarin, juga belum sebanding dengan kerugian para korban,” tegas Rian lagi.

Masih kata Rian, untuk status penahanan keempat tersangka yang ditangani Polda Kepri memang sudah habis. Namun keempat tersangka tak bisa bebas juga, karena tersangkut dalam perkara yang ditangani Polres Tanjungpinang.

BACA JUGA: Kejari Tanjungpinang Terima Enam Tersangka Mafia Lahan dan Barang Bukti

“Jadi keempat tersangka ini sudah jadi tahanan pengadilan, karena akan sidang. Jadi tak mungkin lepas demi hukum meski masa tananan di Polda habis,” jelasnya.

Sementara, Kasubdit II Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Misbachul Munir, menegaskan pihaknya sudah melengkapi berkas penyidikan sejak tanggal 20 Agustus lalu. Namun sampai saat ini belum ada informasi terkait lengkap apa tidaknya perkara tersebut.

“Sudah kami lengkapi sejak tanggal 20 Agustus. Namun belum P21 sampai saat ini,” tegas Munir.

Kasus ini sebelumnya menarik perhatian publik karena mengungkap sindikat besar pemalsuan sertifikat tanah. Dari hasil penyelidikan, sindikat ini melibatkan sedikitnya tujuh tersangka. Lima ditangani Polda Kepri, sementara dua lainnya ditangani Polresta Tanjungpinang.

Dari lima tersangka yang ditangani Polda, satu orang langsung ditahan penyidik. Sedangkan empat lainnya sempat ditahan Polresta Tanjungpinang sebelum ditarik kembali oleh Polda karena terkait laporan berbeda.

Salah satu tersangka berinisial AY, warga Moro, Karimun, diduga berperan sebagai fasilitator pembuatan dokumen fiktif dengan mencatut nama BP Batam. Namanya hanya muncul dalam laporan di Polda Kepri.

Adapun kasus yang ditangani Polresta Tanjungpinang berfokus pada laporan korban di Bintan dan Tanjungpinang. Sementara Polda Kepri menangani kasus serupa di Batam. Meski berbeda lokasi, modus yang digunakan sama, yakni memalsukan dokumen tanah hingga menyerupai sertifikat asli.

Dari hasil penyidikan, sindikat ini diduga telah menipu sedikitnya 247 warga dengan total kerugian mencapai Rp16,8 miliar. Polisi memastikan proses hukum masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring ditemukannya bukti baru.

Sebelumnya, lima dari enam tersangka yang ditangani Polresta Tanjungpinang sempat dilepas karena masa penahanan habis. Empat di antaranya kemudian kembali ditahan Polda Kepri, sementara dua lainnya bebas.(*)

Reporter: Yashinta

Artikel Jaksa Minta Penyidik Polda Kepri Masukkan TPPU, Kasus Mafia Tanah pertama kali tampil pada Kepri.

Archipelago Group Batam Bersama “Free The Sea” Ikut Serta dalam World Cleanup Day 2025 di Pantai Nongsa

0

batampos– Archipelago Group Batam yang terdiri dari Aston Batam Hotel & Residence, Aston Inn Gideon Batam, Aston Nagoya City Hotel, Fave Hotel Nagoya Batam, dan Harper Premier Nagoya Batam, berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui partisipasi aktif dalam World Cleanup Day 2025 di Pantai Nongsa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membersihkan sampah di pesisir pantai dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bersih. Kolaborasi dengan Free The Sea mendukung misi menjaga ekosistem laut dan pesisir agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Kami merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Kegiatan World Cleanup Day ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap bumi, sekaligus mengajak tamu dan masyarakat untuk sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

BACA JUGA: Mengenang Kartini: Nonton Bareng & Talkshow Inspiratif Bersama Para Srikandi 5 Hotel Archipelago Group di Batam

Langkah kecil bisa memberikan dampak besar bagi bumi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi kehidupan yang lebih bersih, baik, dan sehat,” Ujar General Manager – Yanuwar Dedy Setyawan

Kegiatan World Cleanup Day di Pantai Nongsa ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar hotel dan komunitas lokal dapat menciptakan dampak positif yang nyata bagi lingkungan, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya aksi bersama demi bumi yang lebih bersih dan sehat.

Tentang Archipelago

Grup perhotelan swasta terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 45.000 kamar dan residence di lebih dari 300 hotel di seluruh Asia Tenggara, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah, dan Oseania. Perusahaan hotel terpercaya dengan rekam jejak panjang dan portofolio dari 13 merek pemenang penghargaan termasuk Aston, Alana, Huxley, Kamuela, Avanika, Harper, Quest, Four Corners, Neo, fave, Nordic, Powered by Archipelago, dan Aston Collection. www.archipelagohotels.com. (*)

Artikel Archipelago Group Batam Bersama “Free The Sea” Ikut Serta dalam World Cleanup Day 2025 di Pantai Nongsa pertama kali tampil pada Lifestyle.

LAZ Batam Dukung Pelaksanaan PENTAS PAI se-Kota Batam

0
Ketua LAZ Batam Syarifuddin menyerahkan dukungan simbolis pada kegiatan PENTAS PAI tingkat Kota Batam di SDN 010 Sagulung, Sabtu (20/9/2025).
Ketua LAZ Batam, Syarifuddin saat memberikan sambutan. F. LAZ Batam untuk Batam Pos

batampos – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam memberikan dukungan penuh pada kegiatan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) tingkat Kota Batam.

Ajang yang digelar Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kota Batam ini berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025, di SDN 010 Sagulung.

Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, PENTAS PAI sejalan dengan visi LAZ Batam dalam membina generasi muda melalui nilai-nilai keislaman dan seni.

Baca Juga: LAZ Batam Raih Penghargaan di BAZNAS Award 2025

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memiliki banyak kesamaan visi dengan LAZ Batam. Terima kasih kepada panitia yang telah melibatkan kami. Dukungan yang kami berikan memang tidak besar, tetapi kami berharap bisa membawa manfaat,” ujar Syarifuddin.

Sebagai bentuk dukungan nyata, LAZ Batam turut menjadi sponsor melalui dana kelolaan serta menghadirkan mobil pintar, layanan perpustakaan keliling yang dapat diakses para siswa dan pengunjung.

Pembukaan PENTAS PAI juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Kepala Kementerian Agama Kota Batam, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Batam, Ketua dan pengurus KKG PAI Kota Batam, guru-guru PAI se-Kota Batam, serta orang tua siswa peserta lomba.

Suasana pembukaan PENTAS PAI tingkat Kota Batam yang didukung LAZ Batam, dihadiri siswa, guru PAI, serta tokoh pendidikan dan pejabat terkait. F. LAZ Batam untuk Batam Pos

Pada kesempatan itu, Syarifuddin juga memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berprestasi.

Ia menekankan bahwa ajang seperti PENTAS PAI bisa membuka peluang beasiswa hingga ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi seni dan keterampilan Islami.

“PENTAS PAI bukan sekadar lomba, tapi juga pintu menuju beasiswa di berbagai universitas. Semoga anak-anak kita terus mengasah bakat dan semangat agar meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Senator DPD RI Dapil Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty. Ia mengapresiasi penyelenggaraan PENTAS PAI yang dinilainya sebagai wadah positif untuk menumbuhkan karakter dan potensi anak sejak dini. (*)

Artikel LAZ Batam Dukung Pelaksanaan PENTAS PAI se-Kota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Jamaah Bersatu di Batam, Iman Sutiawan dan Wamenag Kirim Pesan Kebangsaan

0
Wakil Menteri Agama, KH Romo R Muhammad Syafi’i.

batampos– Ribuan warga memadati Masjid Agung Sultan Raja Hamidah, Batam Center, Minggu (21/9) malam. Acara doa bersama yang digagas Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, itu menjadi momentum spiritual sekaligus politik yang menyatukan lebih dari 5.000 jamaah dari beragam latar belakang.

Iman mengatakan, keberagaman justru menjadi kekuatan bagi Kepri. Wilayah kepulauan yang kerap dicitrakan sebagai daerah perbatasan ini bisa menjadi contoh nasional dalam hal stabilitas sosial dan politik.

“Keberagaman bukan pemecah, justru pemersatu. Kepri bisa jadi contoh nasional sebagai daerah dengan stabilitas sosial politik yang kuat,” katanya.

BACA JUGA: Doa dari Kepri untuk Indonesia, Iman Sutiawan Ajak Masyarakat Hadir

Ia juga menegaskan doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk Kepri, melainkan untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan. “Doa ini kami kirimkan untuk negeri. Semoga menjadi sinar yang menerangi Indonesia dari Kepri, dari perbatasan, untuk seluruh Nusantara,” tambahnya.

Acara doa bersama itu turut dihadiri Dalam sambutannya, dia mengutip kritik Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gusdur), yang menyinggung fungsi Kementerian Agama.

“Saya teringat kata-kata Gusdur, di situ (Kementerian Agama) banyak urusan, tapi agama tak pernah diurusi,” kata dia.

Pernyataan tersebut sontak memantik perhatian jamaah. Romo menilai, meski saat ini Kementerian Agama terbilang minim persoalan, hal itu berjalan seiring dengan tidak adanya terobosan baru yang berarti.

“Saya diminta sama Pak Presiden untuk membantu Menteri. Beliau berkata banyak yang harus diselesaikan di Kementerian Agama,” ujarnya.

Kementerian memiliki peran strategis dalam memperkuat kerukunan umat beragama, terutama di daerah perbatasan seperti Kepri. Ia memuji masyarakat Kepri yang mampu membangun suasana kebersamaan meski berbeda latar belakang agama, budaya, dan sosial. Apa yang terjadi di Batam dapat menjadi contoh bahwa kekuatan doa dan kebersamaan lintas masyarakat bisa menghadirkan stabilitas.

“Kepri memberi bukti nyata bahwa harmoni bisa tumbuh dari basis agama, budaya, maupun sosial,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ribuan Jamaah Bersatu di Batam, Iman Sutiawan dan Wamenag Kirim Pesan Kebangsaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kulit Kering dan Gatal? Ini 6 Bahan Alami yang Bisa Jadi Solusi

0
Ilustrasi bahan obat gatal
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Rasa gatal pada kulit kering sering muncul tiba-tiba dan cukup mengganggu aktivitas. Kondisi ini bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari kulit kering, alergi, hingga gigitan serangga.

Umumnya, gatal diatasi dengan obat atau salep medis. Namun, ada sejumlah bahan alami yang terbukti mampu meredakan gatal dan aman untuk kulit sensitif.

Dikutip dari IAFA For Allergy, berikut 7 bahan alami pereda gatal:

1. Oatmeal
Oatmeal kolodial mengandung senyawa antiinflamasi yang efektif meredakan gatal. Cara pakai: tambahkan oatmeal yang sudah dihaluskan ke air hangat lalu gunakan untuk mandi rendam selama 10–15 menit.

2. Aloe vera (lidah buaya)
Aloe vera memiliki efek dingin, antiinflamasi, dan membantu penyembuhan kulit iritasi.

3. Minyak kelapa
Mengandung asam lemak dengan sifat antibakteri sekaligus melembapkan kulit. Oleskan tipis pada area kering atau gatal.

4. Kunyit
Kunyit kaya kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan antimikroba. Bisa dibuat pasta dengan air atau gel aloe vera. Perlu hati-hati karena kunyit bisa meninggalkan noda kuning.

5. Kompres dingin
Suhu dingin membantu menekan reseptor rasa gatal dan memperlambat respon histamin. Gunakan kain bersih berisi es atau direndam air dingin, tempelkan beberapa menit, ulangi bila perlu.

6. Cassia alata (daun ketepeng cina)
Tanaman herbal ini dikenal membantu mengatasi gatal akibat jamur dan iritasi kulit.

Sebelum mencoba, lakukan uji tempel pada area kecil kulit untuk menghindari reaksi alergi. Jika muncul gejala serius seperti ruam luas, bengkak, atau demam, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Menggunakan bahan alami bukan hanya praktis, tetapi juga bisa menjadi pilihan aman untuk meredakan gatal terutama pada kulit sensitif. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kulit Kering dan Gatal? Ini 6 Bahan Alami yang Bisa Jadi Solusi pertama kali tampil pada Lifestyle.

238 Ribu Jiwa Huni Kecamatan Sagulung, Begini Potret Enam Kelurahannya

0

batampos – Kecamatan Sagulung menjadi kawasan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kota Batam. Data semester I tahun 2025 mencatat total 238.329 jiwa yang tersebar di enam kelurahan. Selain padat, setiap kelurahan punya karakter dan potensi berbeda, mulai dari kampung tua, kavling, hingga kawasan perdagangan dan industri. Jum’at (20/9)

Kelurahan Tembesi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, mencapai 57.272 jiwa. Rinciannya, 29.781 laki-laki dan 27.491 perempuan. Kelurahan ini memiliki 139 RT dan 28 RW, dengan bentang wilayah yang berisi kampung tua, kavling, hingga perumahan modern.

Di sisi lain, Sungai Binti memiliki luas 6,2 km² dengan jumlah penduduk 31.329 jiwa, terdiri dari 16.087 laki-laki dan 12.242 perempuan. Wilayah ini menaungi 73 RT dan 19 RW. Meski pembangunan perumahan makin berkembang, potensi pertanian dan industri masih cukup kuat bertahan di sini.

Kelurahan Sungai Lekop lebih kecil dengan luas 5,5 km². Total penduduknya 27.762 jiwa, terdiri dari 14.237 laki-laki dan 13.525 perempuan. Dengan 64 RT dan 13 RW, kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Kawasan Strategis Batam (KSB) dan kerap disebut sebagai wilayah kavling dengan perkembangan cukup pesat.

BACA JUGA: Oknum Anggota Polsek Sagulung Dilaporkan ke Propam, Diduga Aniaya Calon Istri yang Hamil

Sementara itu, Sagulung Kota yang memiliki luas 6,5 km² dihuni oleh 31.131 jiwa (15.903 laki-laki dan 15.228 perempuan). Wilayah ini memiliki 95 RT dan 19 RW, dikenal sebagai pusat perdagangan dan permukiman padat di Sagulung. Pasar, ruko, serta kompleks perumahan menjadi pemandangan umum di kelurahan ini.

Kelurahan terbesar berikutnya adalah Sungai Langkai, dengan penduduk mencapai 51.037 jiwa (26.151 laki-laki dan 24.886 perempuan). Terdiri dari 150 RT dan 28 RW, wilayah seluas 6,5 km² ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan perumahan dan perdagangan. Sebagian kawasannya juga masuk dalam lingkar KSB.

Terakhir, Sungai Pelunggut dengan luas 5,2 km² dihuni oleh 39.798 jiwa. Jumlah itu terdiri dari 20.517 laki-laki dan 19.281 perempuan. Kelurahan ini memiliki 80 RT dan 17 RW, dengan potensi yang cukup beragam, seperti pertanian, perikanan, hingga industri.

Yaniar Pribadi, selaku Sekretaris Camat Sagulung mengatalan, enam kelurahan ini bukan hanya angka statistik semata, tetapi juga wajah nyata Sagulung sebagai kecamatan terpadat di Batam.

“Dari kampung tua yang masih bertahan hingga perumahan modern yang terus tumbuh, Sagulung mencerminkan mozaik kehidupan kota yang dinamis,” kata dia. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel 238 Ribu Jiwa Huni Kecamatan Sagulung, Begini Potret Enam Kelurahannya pertama kali tampil pada Metropolis.

Tolong…., Jalan Simpang Basecamp Masih Rusak Usai Perbaikan Pipa Air

0
Akses jalan simpang Basecamp yang belum dinormalkan kembali usai perbaikan pipa ABH yang bocor. f.Eusebius Sara

batampos– Proses perbaikan pipa air bocor di tengah persimpangan Simpang Basecamp, Batuaji, yang dikerjakan oleh tim Air Batam Hilir (ABH) akhirnya selesai. Setelah dilakukan uji coba, aliran air kembali normal dan tidak ditemukan kendala berarti. Warga kini sudah bisa menikmati pasokan air bersih dengan lancar.

Namun, di balik selesainya pekerjaan perbaikan pipa tersebut, masalah baru muncul. Kondisi jalan yang sebelumnya dikeruk untuk pengerjaan masih belum dikembalikan seperti semula. Separuh badan jalan masih ditutup karena lubang bekas galian hanya ditutup dengan coran semen sementara, tanpa lapisan aspal permanen.

Akibat kondisi ini, lalu lintas di kawasan simpang empat Basecamp kembali tersendat, terutama pada jam-jam sibuk. Banyak pengendara terpaksa melambat atau berhati-hati melewati ruas jalan yang belum mulus. Tidak sedikit pula kendaraan yang harus mengantre lebih lama karena jalur menyempit.

Warga Batuaji berharap agar jalan segera diperbaiki kembali seperti semula. Andri, salah seorang pengguna jalan, menyampaikan harapannya agar perbaikan tidak berlarut-larut. “Biar tak makin parah macetnya. Semoga secepatnya diaspal kembali seperti semula,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya penumpukan kendaraan pada jam berangkat dan pulang kerja. Selain itu, kondisi jalan yang masih ditutup sebagian juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari ketika pencahayaan di sekitar simpang kurang memadai.

BACA JUGA: Kontainer Parkir di Bahu Jalan, Bahayakan Pengendara

Humas ABH, Ginda Alamsyah, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih berkomitmen menyelesaikan proyek hingga tuntas. Menurutnya, penutupan sementara dengan cor semen merupakan bagian dari prosedur sebelum dilakukan pengaspalan permanen. “Jalan akan segera diaspal kembali seperti semula,” katanya.

Meski begitu, Ginda belum memastikan kapan pengaspalan akan dilakukan. Ia hanya menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar perbaikan jalan tidak mengganggu pengguna jalan lebih lama. “Kami akan upayakan secepatnya, karena ini jalur vital bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan kondisi saat ini, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di kawasan simpang Basecamp. Para pengguna jalan berharap proses pengaspalan bisa segera dilakukan agar aktivitas lalu lintas kembali lancar dan kenyamanan warga terjaga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tolong…., Jalan Simpang Basecamp Masih Rusak Usai Perbaikan Pipa Air pertama kali tampil pada Metropolis.