
batampos- Tumpukan sampah campuran kembali terlihat menggunung di gerbang Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Berbagai jenis sampah mulai dari sisa dapur, perabotan rumah tangga, limbah pasar hingga sampah dari tempat usaha seperti salon bercampur menjadi satu. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin hari semakin bertambah banyak, hingga meluber ke bahu jalan.
Dirman, seorang pedagang bunga di depan TPU Seitemiang, mengaku masalah ini bukan hal baru. Ia menyebut masyarakat dari berbagai tempat sengaja membuang sampah di lokasi tersebut pada malam hari.
“Ada yang pakai becak motor, ada juga yang pakai mobil pick up. Sudah sering saya lihat, mereka sengaja buang di malam hari,” ujar Dirman.
BACA JUGA: Jalan Rusak dan Sampah Menumpuk di Kaveling Baru, Warga Minta Perhatian Pemerintah
Menurutnya, kondisi jalan yang sepi di malam hari menjadi alasan utama. Setelah pukul 18.00 WIB, kawasan itu nyaris tanpa aktivitas. “Kami jualan bunga paling sampai jam 6 sore. Kalau malam memang sepi dan tidak ada yang mantau. Jadi orang bebas buang sampah,” tambahnya.
Minimnya penerangan jalan juga memperburuk keadaan. Lampu jalan yang terbatas membuat orang tak canggung membuang sampah sembarangan. “Kalau malam gelap, jadi mereka makin berani,” kata Dirman.
Pantauan di lapangan, penumpukan sampah terjadi hampir di sepanjang ruas jalan menuju TPU. Sampah-sampah tersebut tidak hanya berasal dari warga sekitar, melainkan juga diduga dari pelaku usaha yang memanfaatkan kondisi sepi untuk membuang limbah usahanya secara ilegal.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, tidak menampik permasalahan ini. Ia mengaku bersama satgas kebersihan selalu melakukan penanganan, namun tumpukan sampah kembali muncul karena kebiasaan warga yang membuang sembarangan.
“Kita selalu bersihkan, tapi karena terus ada pembuangan liar, akhirnya menumpuk lagi,” ujarnya.
Syamsuddin berharap masyarakat memiliki kesadaran lebih dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas. “Kami minta masyarakat lebih peduli. Buanglah sampah di tempat yang sudah disediakan, jangan seenaknya di pinggir jalan,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kelurahan akan menggencarkan kegiatan gotong royong setiap pekan. Syamsuddin menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya bersih dan tertib di tengah masyarakat. “Kalau gotong royong rutin, lingkungan bisa lebih terjaga. Mari kita kembalikan budaya hidup bersih itu,” katanya. (*)
Reporter: Eusebius Sara
Artikel Sampah ‘Menggunung’ di Gerbang TPU Seitemiang, Jalan Sepi Jadi Lokasi Pembuangan Liar pertama kali tampil pada Metropolis.




Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membersihkan sampah di pesisir pantai dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bersih. Kolaborasi dengan Free The Sea mendukung misi menjaga ekosistem laut dan pesisir agar tetap lestari bagi generasi mendatang.



Acara doa bersama itu turut dihadiri Dalam sambutannya, dia mengutip kritik Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gusdur), yang menyinggung fungsi Kementerian Agama.
Kementerian memiliki peran strategis dalam memperkuat kerukunan umat beragama, terutama di daerah perbatasan seperti Kepri. Ia memuji masyarakat Kepri yang mampu membangun suasana kebersamaan meski berbeda latar belakang agama, budaya, dan sosial. Apa yang terjadi di Batam dapat menjadi contoh bahwa kekuatan doa dan kebersamaan lintas masyarakat bisa menghadirkan stabilitas.

batampos – Kecamatan Sagulung menjadi kawasan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kota Batam. Data semester I tahun 2025 mencatat total 238.329 jiwa yang tersebar di enam kelurahan. Selain padat, setiap kelurahan punya karakter dan potensi berbeda, mulai dari kampung tua, kavling, hingga kawasan perdagangan dan industri. Jum’at (20/9)
